Job’s Goal : Finding Love [Chapter 1]

Finding Love-anneandreas

JOB’S GOAL : FINDING LOVE

.

a chaptered fiction with Romance feel in Family and Works life rated by T

staring by

EXO’s Byun Baekhyun, Kim Minseok, Kim Jongdae and Do Kyungsoo
INFINITE’s Lee Howon and Nam Woohyun
OC’s Do Kyungrin and Do Ahrin

.

thanks for this cute Poster >> l18hee <<
I own the plot
all cast except OC belong to their real life

.

⇓⇓ PREVIOUS CHAPTER ⇓⇓

Teaser

.

-1-

KEMBALI

©anneandreas2016

Do Kyungsoo bersandar di salah satu pilar dekat pintu kedatangan Bandara Incheon. Menurut pengumuman, pesawat yang terbang dari Beijing seharusnya akan landing sebentar lagi. Sesekali ia melirik ke handphonenya, berusaha mengusir rasa bosan yang datang mengusik –atau mungkin rasa rindu yang sudah nyaris meluap.

“Kyung-ah!” atensinya otomatis mencari sumber suara kala ia menyadari panggilan akrab yang menyapa rungunya, pun bibirnya langsung menyunggingkan kurva lebar ketika netranya menatap seorang gadis bertubuh mungil yang keluar dari pintu kedatangan sambil menyeret koper kecil seraya melambai-lambaikan sebelah tangannya yang bebas. “Noona!” sahutnya riang sambil berlari dan mengambil koper dari sebelah tangan si gadis yang langsung menghambur ke pelukan Kyungsoo.

“Huaa.. Adik kecilku, aku merindukanmu.” kata gadis itu masih sambil memeluk Kyungsoo.

“Kubiarkan kau memanggilku adik kecilmu hari ini saja karena aku juga merindukanmu. Ingat! Hari ini saja. Araso, Do Kyungrin noona?” jawab Kyungsoo sambil tertawa, sementara lawan bicaranya serta merta melepaskan pelukan lalu mengerucutkan bibirnya. “Reen! Just Reen!”

“Kau sok Amerika, padahal kau tidak pernah tinggal di sana, dasar Do-Kyung-Rin!” sahut Kyungsoo lagi dengan penekanan pada setiap suku kata di kalimat terakhirnya. “Araso, panggil aku semaumu, dasar bocah.” jawab Reen berusaha menampilkan wajah kesal pada adik kesayangannya.

—–JOB’SGOAL:FINDINGLOVE—–

“Apa kabar apartemen yang hanya ditinggali oleh seorang anak kecil laki-laki? Aku ingin tahu.” celoteh Reen di sepanjang koridor yang menuju ke pintu apartemen mereka, membiarkan Kyungsoo yang berjalan dibelakangnya terlihat kesusahan dengan sebuah ransel besar, menarik sebuah koper kecil serta menjinjing dua kotak besar donat yang dibeli di bandara tadi. “Apartemen kita bersih, asal kau tahu. Lebih bersih dibanding kamarmu yang ada di Beijing sana.”

Reen tertawa mendengar jawaban adik kesayangannya, ternyata ia masih saja ingat dengan kebiasaan buruk dirinya. “Jinjja? Lebih bersih dari kamarku? Ayo kita buktikan.” jawab Reen sembari menekan sandi kunci apartemen mereka lalu membuka pintu ketika suara dentingan halus tanda kunci telah terbuka terdengar. Do Kyungsoo yang berada di belakang Reen tersenyum dan baru saja mulai ikut melangkah masuk ke dalam apartemen saat tiba-tiba saja Reen menjerit lalu tersentak mundur dan menutup pintu apartemen mereka lagi.

“Kyung! Aku salah membuka apartemen!” pekik Reen yang membuat Kyungsoo mengangkat sebelah alisnya, “Tidak.” jawabnya ringan. “Tapi ada anak laki-laki di dalam sana!” jawab Reen, masih dengan nada kalut. Sementara Kyungsoo tertawa lalu kembali menekan sandi kunci apartemen mereka dan membuka pintunya, “Sudah kubilang tidak, noona. Dia temanku….”

“… dan sepertinya dia memang sudah menganggap apartemen ini seperti apartemennya sendiri.” lanjut Kyungsoo saat melihat laki-laki yang baru saja membuat Reen memekik sedang duduk santai di atas karpet apartemen mereka dengan hanya mengenakan boxer.

“Masuklah, noona.” kata Kyungsoo lagi saat Reen hanya menyembulkan kepalanya dari pintu depan. “Annyeonghaseiyo, saya Sungjong, Lee Sungjong, teman Kyungsoo.” sahut laki-laki berboxer itu sambil menundukkan tubuhnya ke arah Reen.

—–JOB’SGOAL:FINDINGLOVE—–

Mandi dengan shower yang mengeluarkan air hangat memang selalu membuat nyaman, bisa membuatmu bersenandung sumbang dan melupakan sejenak masalah yang berputar di kepalamu. Setidaknya itu yang dirasakan Reen sebelum ia mengingat kejadian memekik-di-depan-pintu-apartemen-sendiri tadi, “Uuh. Reen, kau memalukan.” umpatnya pada diri sendiri.

Reen keluar dari kamarnya sambil membawa sekotak donat yang tadi ia beli di bandara, sambil tersenyum kikuk ia menghampiri Kyungsoo dan Sungjong yang masih duduk di atas karpet.

“Hmm.. Apa kau mau makan donat?” tawaran yang kaku keluar dari bibir Reen sambil menyodorkan sekotak donat tepat ke depan wajah Sungjong, membuat laki-laki itu ikut kikuk sementara mengambil sebuah donat dari dalam sana. “Ah, ya. Terima kasih.”

Kyungsoo yang menyaksikan pemandangan kikuk di depannya tidak dapat menahan diri untuk mengangkat sebelah alisnya lantas berkomentar, “Kaku sekali kalian, seperti kanebo kering saja.” yang sekali lagi hanya disambut senyum kikuk Reen dan Sungjong.

Noona, ini Sungjong. Dia teman kampusku, merantau ke Seoul untuk kuliah. Jadi ia sering kesepian di kamar kosnya dan datang  bermain di sini.” tutur Kyungsoo pada Reen yang disambut anggukan kaku dari Sungjong.

“Jong, ini noonaku. Dia orang Korea yang sok Amerika, namanya Do Kyungrin namun ia akan memelototimu jika kau memanggilnya begitu –setidaknya itu yang ia lakukan padaku. Jadi lebih baik kau memanggilnya Reen noona saja. Dia akan tinggal di sini mulai sekarang. Walaupun dia tampak seperti manusia yang aneh, tapi dia orang baik, kok. Kau tetap bisa main ke sini kalau kau bosan.” tutur Kyungsoo pada Sungjong, sambil mengangkat tangannya ke arah muka, takut sewaktu-waktu Reen akan memukul kepalanya.

Annyeong, Jongie. Seperti yang adik kesayanganku ini bilang, aku benar-benar orang baik.” jawab Reen santai sambil membelai kepala Kyungsoo dengan kekuatan yang lebih besar dari yang seharusnya, membuat Kyungsoo memaksa senyum sambil berusaha menyingkirkan tangan Reen dari kepalanya. “Kau lihat ‘kan Jong, betapa baiknya noonaku.”

Dering panggilan yang berasal dari handphone Reen akhirnya menghentikan penyiksaan tangan Reen dari kepala Kyungsoo, dan ia berlari mengambil handphonenya dari atas meja dapur.

Annyeong, eomma!”

Annyeong sayang, kau sudah sampai?” sahut ibunya dari ujung telepon.

“Ah, ya! Eomma mianhae, aku lupa memberi kabar. Aku sudah sampai di apartemen, namun tadi aku langsung mandi dan ngobrol dengan teman Kyungsoo yang ada di sini. Eomma mau bicara dengan Kyung? Tidak, ya?” jawaban Reen disambut tawa ibunya yang kemudian menasihatinya panjang lebar tentang bagaimana hidup jauh dari orang tua.

Ne, araso eomma. Jadi, appa datang besok ‘kan? Bersama Arin? Arin di Beijing? Jadi dia tidak datang dari Jepang langsung ke sini? Dasar, buang-buang uang saja.” omel Reen lagi yang kemudian menyembur tawa keras, sepertinya ibunya melakukan panggilan dengan load speaker karena Reen dapat mendengar Arin berbicara “Aku tidak pelit sepertimu, Kyungrin-san.” tepat setelah Reen mengatakan kalimat ‘buang-buang uang’. Namun, bukan Reen namanya jika ia mengalah begitu saja –apalagi pada saudara kembarnya, mereka melanjutkan perdebatan seru lewat telepon.

Kyungsoo yang sedari tadi mendengar percakapan telepon Reen di meja makan hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya, “Sepertinya mulai besok apartemen ini akan menjadi tempat paling rusuh di dunia, Jong.” Sungjong menyambutnya dengan tawa.

—–JOB’SGOAL:FINDINGLOVE—–

Sekali lagi Kyungsoo bersandar di salah satu pilar dekat pintu kedatangan Bandara Incheon, namun kali ini Kyungsoo tidak sendiri, Reen juga ada di sana. “Kapan pesawat mereka sampai? Aku bosan.” kata Reen sambil menyandarkan kepalanya di pundak Kyungsoo. “Kita bahkan belum ada lima belas menit berdiri di sini, noona. Kau manja sekali, padahal sudah tua.” jawab Kyungsoo sambil berusaha menutupi kepalanya lagi, namun terlambat karena telapak tangan Reen lebih cepat mendarat di dahinya, membuatnya melenguh pelan.

“Aku hanya setahun lebih tua darimu, aku lahir tahun 1992, dan aku hanya manja pada keluargaku! Aku ini gadis yang bersikap dewasa.” jawab Reen yang hanya disahut dengan anggukan setengah hati dari Kyungsoo, ia tidak mau dahinya bertumburan dengan telapak tangan Reen lagi.

“Kyung-ah!” sebuah jeritan bernada tinggi menyambangi pendengaran mereka, bahkan sebelum Kyungsoo sempat bereaksi, tubuhnya sudah terhuyung beberapa langkah kebelakang akibat pelukan kencang dari si pemilik suara. “Arin noona! Aku juga merindukanmu, tapi bisakah kau mengendurkan pelukanmu sedikit? Aku hampir kehabisan napas.”

“Hoy, kasihan. Nanti adikku mati kehabisan napas.” sahut Reen.

“Aku tidak merindukanmu.” kata Arin.

“Memangnya aku merindukanmu? Setidaknya peluklah aku supaya kita kelihatan seperti sepasang saudara kembar yang akur.” jawab Reen dengan nada bercanda, disambut tawa oleh Arin yang kemudian ganti menghambur ke pelukan Reen. “Eonnie, aku merindukanmu!”

“Kita kembar, please. Jangan panggil aku eonnie. Aku juga merindukanmu!” jawab Reen membalas pelukan Arin lebih kencang.

“Aku takut sebentar lagi kalian berdua akan mati karena kehabisan napas.” komentar Kyungsoo yang masih berusaha mengatur napas, sambil menggeleng-gelengkan kepalanya melihat sepasang saudara kembar yang masih berpelukan itu –bahkan kini mereka berpelukan sambil melompat-lompat. Lalu berjalan meninggalkan dua gadis itu dan berlari menuju seorang laki-laki paruh baya yang sedang berjalan ke arah mereka. “Appa!”

—–JOB’SGOAL:FINDINGLOVE—–

“Kau juga menetap di sini? Tidak kembali lagi ke Osaka?” tanya Reen sambil memasukkan sesendok yogurt yang baru saja ia ambil dari dalam kulkas apartemen mereka ke dalam mulutnya, sedangkan yang ditanya hanya menggeleng pelan tanpa menolehkan kepalanya dari layar televisi. “Aniya. Masa volunteerku sudah habis. Lagipula pacarku juga dipindahkan ke kantor cabang di Seoul, jadi aku akan cari kerja di sini saja.”

“Pacarmu yang mana?” Yang mendapat pertanyaan langsung menoleh tajam, “Pacarku hanya satu, Kyungrin-san. Dan dia hanya Kim Jongdae. Anggota tim peneliti yang kemarin baru saja masuk koran karena menemukan obat baru.” jawabnya dengan penekanan di setiap kata, seolah mengatakan hei-ketahuilah-aku-punya-pacar-yang-keren-sedangkan-kau-?

“Sayangnya koran itu tidak sampai ke Seoul ataupun Beijing, Do Ahrin-ssi.” jawab Reen juga penuh penekanan. “Apakah kalian sedang lomba debat? Mengapa kalian berbicara dengan nada formal dan penuh penekanan?” sahut Kyungsoo sambil berjalan dari arah dapur, dengan sepiring penuh potongan semangka. “Kalau bukan karena semangka ini, aku mau-mau saja menghadapi debatmu, kembaran berisik!” jawab Arin lagi.

Reen baru saja hendak meluncurkan jurus debatnya lagi namun terhenti karena sebuah suara dentingan halus tanda pintu apartemen mereka dibuka terdengar, “Appa sudah pulang?” jerit Arin dari ruang keluarga seraya berlari ke pintu depan, “Aah, annyeonghaseiyo Nam ahjussi.”

Reen dan Kyungsoo pun segera berdiri ketika mendengar Arin menyapa seseorang yang sepertinya kenalan ayahnya, dan membungkukkan badan mereka ketika laki-laki paruh baya itu berjalan masuk ke dalam apartemen bersama ayah mereka. “Annyeonghaseiyo Nam ahjussi.” sapa Reen dan Kyungsoo bersamaan.

Ye.. Ye.. Annyeonghaseiyo. Apa kabar kalian? Maafkan aku malam-malam mengganggu dengan ikut ayahmu ke apartemen kalian.” sapa laki-laki paruh baya bermarga Nam itu dengan nada berwibawa. “Tidak, ahjussi. Kami justru senang kedatangan tamu.” jawab Arin.

Appa yang mengajak Nam ahjussi ke sini agar kami bisa berbincang lebih leluasa. Woohyun, kenapa kau hanya berdiri di sana? Masuklah, mereka ‘kan teman kecilmu.”  Seorang pemuda melangkah masuk ke dalam apartemen mereka diselingi senyum kikuk, yang kemudian membungkukkan tubuhnya sedikit ke arah Reen, Arin, dan Kyungsoo, “Annyeonghaseiyo.” disambut dengan bungkukkan hormat dari ketiga saudara itu.

Sementara kedua ayah sedang berbincang dengan serius di meja makan, Woohyun duduk bersama tiga saudara itu di ruang keluarga. “Sudah berapa lama kita tidak bertemu, ya? Sepuluh tahun? Lebih? Seingatku waktu itu kita baru saja lulus SD.” Arin membuka pembicaraan, “Ya, sepertinya sekitar itu. Waktu itu aku pindah ke Taiwan bersama appa. Aku jadi kikuk karena tiba-tiba kita semua sudah jadi besar begini.” jawab Woohyun yang disambut tawa. “Betul. Yang ada diingatanku hanya kita berempat bermain di taman depan kompleks bersama. Omong-omong, hyung. Apakah kau masih bisa membedakan mereka?” pertanyaan Kyungsoo membuat Woohyun mengarahkan atensinya pada sepasang kembar yang ada di hadapannya, yang satu tersenyum ceria sambil berkata “Apakah oppa masih bisa membedakan kami?” sedangkan yang satu diam saja sambil tersenyum.

Dengan sedikit ragu, Woohyun menunjuk gadis yang baru saja bertanya padanya sambil berkata, “Yang ini Kyungrin, dan yang satunya Ahrin.” Semburan tawa keluar dari bibir Kyungsoo. “Apakah aku salah?” tanya Woohyun, tanpa menutupi ekspresi bingung yang tergambar jelas di wajahnya.

“Aku Arin, oppa. Do Ahrin. Dia Kyungrin. Bagaimana kau tidak bisa membedakan kami? Aku kecewa padamu.” tutur Arin dengan bibir yang dikerucutkan, sedangkan Reen hanya tertawa. “Karena seingatku dulu yang lebih cerewet adalah Kyungrin, jadi aku menganggapmu Kyungrin, maaf.” jawab Woohyun kikuk. Arin tertawa, “Gwaenchanha, oppa. Sejak kami puber sepertinya kami bertukar kepribadian, dia menjadi anak sok tenang dan aku lebih aktif.”

Kyungsoo menghambur tawa yang terdengar lebih mirip dengan dengusan, lantas menggumam “Kyungrin noona menjadi anak yang tenang.” Mendengar ejekan adik laki-lakinya Reen langsung melingkarkan lengannya di leher Kyungsoo, terlihat seperti pelukan yang lebih erat dari yang sewajarnya terlihat. “Kau lihat ‘kan, hyung. Betapa tenangnya dia.” sedangkan Reen tertawa, “Iya, sejak puber Arin jadi tidak bisa mengontrol kapan ia harus berhenti bicara, sedangkan aku tumbuh menjadi gadis dewasa.” Sebuah bantal mendarat tepat di dahi Reen -juga Kyungsoo yang masih dicekik olehnya, pelakunya tentu saja Arin.

Woohyun tertawa lepas melihat kelakukan tiga saudara yang ada di hadapannya ini, kini ia merasa lebih santai karena ia merasa ketiga saudara ini tidak berubah -kecuali pertukaran sifat Reen dan Arin yang baru saja ia dengar. Ia merasa seperti kembali ke masa lalu, ketika Woohyun selalu bermain bersama mereka setiap pulang sekolah, ia yang merasa kesepian sebagai anak tunggal bisa menjadi ceria berkat ketiga saudara yang sekarang ada di hadapannya ini, yang dipertemukan kembali setelah sepuluh tahun berlalu.

“Jadi, apa yang akan kau lakukan di sini? Kau kapan akan kembali ke Taiwan? Kita harus pergi berempat sebelum kau kembali ke Taiwan.” celotehan Arin kembali menggema, membuat Woohyun mau tidak mau melebarkan kurva di bibirnya. “Aku tidak akan kembali ke Taiwan untuk sementara waktu, jadi kita berempat bisa pergi jalan-jalan kapan saja. Mulai besok aku akan bekerja jadi manajer marketing di Do Company.”

“Do Company? Itu ‘kan perusahaan milik ayah kami? Mengapa kau tidak bekerja di Nam Entertaint saja? Itukan perusahaan ayahmu.” kali ini Reen yang menimpali, ia mulai masuk ke dalam pembicaraan karena kali ini Woohyun membicarakan soal bisnis dan pekerjaan.

Appa tidak mau aku bekerja diperusahaannya, ia ingin aku memulai di perusahaan temannya, dan kebetulan perusahaan ayahmu sedang membutuhkan manajer marketing, jadi aku pindah ke sana.” Reen mengangguk mendengar penuturan teman kecilnya itu, “Seperti appaku rupanya, aku juga besok akan masuk ke Byun Electrics. Ayahku berkata bahwa mereka bertiga, ayahku, ayahmu, dan Byun ahjussi adalah teman dekat sejak merintis bisnis bersama, sayangnya kita tidak pernah bertemu dengan anak Byun ahjussi ya, kalau tidak kita bisa saja lebih ramai dibanding saat ini. Aku juga tidak diijinkan bekerja di perusahaan ayahku sendiri. Sungguh malang nasib kita, oppa.” Woohyun menghambur tawa mendengar penuturan Reen.

Obrolan mereka terhenti ketika melihat ayah Woohyun berjalan mendekat, “Sudah malam, waktunya kita pulang ke apartemen.” Seketika keempat orang yang ada di ruang keluarga itu berdiri, dan Woohyun berjalan mendekati ayahnya. “Kyungrin juga besok akan mulai bekerja, ‘kan? Semangatlah melanjutkan bisnis ayahmu.” yang dijawab Reen dengan anggukan dan jawaban mantap, “Ya.”

“Reen, maafkan appa.” sahut ayahnya tiba-tiba dari arah ruang makan. Reen menoleh ke arah ayahnya, sedikit banyak firasat buruk merambati hatinya. “Appa baru saja mendapat telepon dan harus kembali ke Beijing besok dengan pesawat pertama. Appa tidak bisa menemanimu pergi ke Byun Electrics, tapi kau bisa pergi sendiri ‘kan? Appa sudah meneleponnya dan ia sudah tau mulai besok kau akan menjadi staff accounting di sana.” Jantung Reen mencelos, sebenarnya ia ingin berkata bahwa ia tidak sanggup ke sana sendiri, namun ia terlalu malu untuk mengatakannya.

“Kau pasti bisa, Kyungrin. Woohyun pun besok akan pergi ke perusahaan ayahmu sendirian, karena akupun akan kembali ke Taiwan.” sahut Nam ahjussi disertai anggukan Woohyun dan tatapan yang seolah mengatakan tenang-Kyungrin-kau-pasti-bisa-menghadapinya-seperti-aku.

Keluarga Do kembali duduk di ruang tengah setelah mereka mengantarkan Nam ahjussi juga Woohyun ke pintu depan. “Jadi, Arin? Apakah kau sudah menemukan rumah sakit untuk bekerja?” tanya ayahnya yang disambut dengan gelengan Arin, “Belum, besok aku akan mulai mencari rumah sakit yang membutuhkan tenaga medis bagian kebidanan.”

“Kyung, bagaimana skripsimu?” kali ini pertanyaan dari Reen untuk Kyungsoo.

“Aku baru memulainya, skripsiku akan konsentrasi di bidang musik klasik. Asal tahu saja, fakultas seni tidak lebih mudah dari fakultas ekonomi.” jawab Kyungsoo yang disambut rangkulan leher lagi dari sang kakak yang merasa tersindir, “Aku tidak pernah berkata bahwa fakultasku lebih baik dari fakultasmu. Dan aku tidak pernah protes bahwa akulah satu-satunya dari kita bertiga yang bisa melanjutkan bisnis appa. Dasar kau Kyung Kyung!” Kyungsoo berusaha melepaskan lengan Reen dari lehernya, “Kyung! Kyung! Tidak sadarkah kau namamu juga Kyung. Do-Kyung-Rin!! Kyung!!” balasnya membuat Reen semakin mengeratkan rangkulan lengan di leher Kyungsoo, “Reen! Namaku Reen saja!” Sedangkan ayahnya dan Arin hanya menghambur tawa. “Hoy, kasihan adikku bisa mati karenamu.”

“Jadi, Reen. Kau benar bisa datang ke Byun Electrics sendirian ‘kan?” Pertanyaan ayahnya otomatis membuat Reen melepaskan rangkulan cekikannya dari leher Kyungsoo dan mengangguk, “Ya, appa. Tidak masalah.” Ayahnya tersenyum, menyadari bahwa anak-anaknya kini telah tumbuh dewasa, mandiri dan tidak bergantung pada keberhasilan orangtua mereka.

“Baiklah, appa akan beristirahat. Besok pagi kalian tidak perlu mengantar appa ke bandara, appa sudah memesan taksi. Oke?” sahut ayahnya lagi sebelum akhirnya melangkah ke kamar Kyungsoo.

“Kalian tidak pergi tidur? Kalian juga besok akan pergi pagi-pagi.” kali ini suara Kyungsoo.

“Lalu kau? Tidak tidur?” tanya Arin, “Tidak. Seorang mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi memang seharusnya begadang.” Dan sebuah bantal sekali lagi mendarat di dahi Kyungsoo, kali ini pelakunya Reen.

“Biarkan saja dia ingin menjadi mahasiswa teladan. Ayo kembaranku, kita masuk kamar.” Reen merangkul Arin akrab, seolah sebelumnya ia bukan pelaku peristiwa pelemparan-bantal-ke-wajah-adik-laki-lakinya, dan meninggalkan Kyungsoo yang mengernyit tawa di ruang keluarga.

.

.

.

to be continue.

 

AnNotes:

Jeongmal mianhae saranghae karena ini FF baru nongol chapter 1 nya.
/kaya ada yang nungguin aja /plak.

Aku terlalu sibuk di kantor, sekalinya ada waktu dipake untuk nugas jadi admin di sini.
/alesan! /plak lagi.

Tapi yang penting chapter 1 nya syudah keluhaar. Hippiy!
*tebar conffeti.

Di chapter ini lebih mirip kaya pengenalan tokoh aja sih,
Jadi nanti bisa menjawab pertanyaan:

“Kenapa cuma Reen yang kerja di kantor?”

“Kenapa Arin ke rumah sakit terus?”

“Siapa itu Woohyun? Tau-tau nongol.”
-Woohyun itu member Infinite, masa gak tau -lalu ditabok.

“Kenapa tau-tau pacar Arin ada di Korea? Bukannya Arin di Jepang?”

dan mungkin pertanyaan-pertanyaan lainnya.

Maapin kalo ceritanya belom bikin penasaran,
semoga kalian gak ngerasa buang-buang waktu karena uda baca chapter ini.
*lap ingus.

Semangat menulisku timbul karena komen dan semangat dari kalian.

Untuk yang udah komen ato like, nomu nomu makasih, ya.
Untuk yang belom, KOMEN DONG!
*digampar.

Baiklah cuit-cuitnya sudah nyaris sepanjang chapter.
Tungguin chapter berikutnya yaaaa..

Annyeong!
*bow*

Iklan

47 pemikiran pada “Job’s Goal : Finding Love [Chapter 1]

  1. Ping balik: Job’s Goal : Finding Love [Chapter 8] -anneandreas | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ping balik: Job’s Goal : Finding Love [Chapter 7] -anneandreas | EXO FanFiction Indonesia

  3. Do family yg rame banget..jarang2 jg baca ff karakter DO cerewet2 minta ditabok 😀 biasax si kyungsoo kalem2 gmna gitu

    liat reen sma arin jdi pengen pnya saudara kembar jga 🙂

    • Iyaah Do Family emang absurd siblings gitu deh wkwk.. Hooh, di delusinya aku si Kyungsu kalo sama keluarganya bakal bawel gitu dia :3
      Sama, aku juga pengen punya sodara kembar makanya bikin Arin Reen wkwk..
      Makasih sudah komen.. >.<

  4. Ping balik: Job’s Goal : Finding Love [Chapter 6] -anneandreas | EXO FanFiction Indonesia

  5. Wahahaaa seru pisan euyy XD
    seru bgt tiga brsaudara, w jg pnya kk kembar identik cowok, sifatnya brtolak blkang bgt, yg stu halus, stunya lgi urakan, tp yg dket ama w yg urakan hahaa sma kya kyungsoo kli yaa XD
    uda bkin pnasaran kog, prtnyaannya uda dtulis smua dstu,,
    jgn” si Kyungrin ska ama Woohyun lgi sok”an anteng gtu XD *digampar Reen*
    jdi Reen itu d Byun electric, Arin d rumahsakit, Kyungsoo d kampus, Woohyun d prusahaan kluarga Do, haha agak ‘njelimet’ wktu bca prtma, tpi lama” ngeh jg kog XD
    sipp next chap dbca besok deh, uda ngntuk bsok krja hihii.. Fighting authornim!!! :*

    • Iyakaaah? Wihi asik amat punya kakak kembar cowoo? Aku selalu berdelusi punya kakak kembar, atau punya adek cowok yg beda umurnya gak jauh.. betewe aku cuma punya 1 kakak cowo tapi beda umurnya 6 taun jadi gabisa main keplak2an kaya kyungsu sama reen :””
      Iyaaah mereka misah2, tapi fokusnya sih lebih ke byun electricsnya kook, aku ga bahas semua nanti akunya mabok /plak
      Sipsiipp.. Wah kamu uda kerja jugaa? Ada kemungkinan kah kita seumuran kalo gituu? /bahagia tiap ada yg tua juga /digampar

  6. Ping balik: Job’s Goal : Finding Love [Chapter 5] -anneandreas | EXO FanFiction Indonesia

  7. Ping balik: Job’s Goal : Finding Love [Chapter 4] -anneandreas | EXO FanFiction Indonesia

  8. Wah D.O siblings formasi lengkap rame & rusuh bgt ^ ^ iri sm keakraban xan 😥 Para appa pd pny persh msng2, anak2 disuruh switch msk persh tmn bapake, good strategy, ga nepotisme, anak2 hrs survive on their own, jjang!! Omo..!! “Irish is married with Chen. Have 12 children, and have a scandal with Baekhyun” ini spoiler kah?? Sian beud si Chen diduain gitu. Chen jd Prof. jg di ff ini? Ky di ff yg robot2an Reboot tu ya 🙂

    • Do Fams kalo udah kumpul emang begitu, tetangga suka sampe marahmarah saking rusuhnya /plak
      Iyaah! Itu yang akan aku lakukan kalo nanti aku jadi bos (kapan? wkwkwk) aku ga akan kasih anakku kerjaan begitu aja dengan mudah, dia harus tau kerasnya dunia kerja supaya mentalnya jadi wkwkwkwk..
      Bukan spoiler itu, itumah maunya iriseu.. soalnya si iriseu sendiri gaktau jalan cerita ini kok wkwkwkwk..
      Chen jadi tim pembuat obat gitu di sini, sejenis sih bedanya kalo di reboot chen bikin robot kalo di sini bikin obat, intinya chen samasama pinter wkwkwkwk..

  9. kasiah deh Dyo oppa jdi saeng y sllau disiksa di ff ini,bwa hahahahaha si songjung knp tuh bocan ewaedan kh atau setres ya,lucu gokil Keep writing authornim

    • buahahahah.. sebenernya itu tanda sayangnya reen sama arin kok, mereka mah gitu anaknya.. #eh
      si sungjongnya kebiasaan di apart kyungsoo gak ada orang jadi suka gapake baju dia buahahah..
      makasi udah komen yaaa.. >.<

  10. Ping balik: Job’s Goal : Finding Love [Chapter 3] | EXO FanFiction Indonesia

  11. Ping balik: Job’s Goal : Finding Love [Special Birthday] | EXO FanFiction Indonesia

  12. Ping balik: Job’s Goal : Finding Love [Chapter 2] – EXO FanFiction Indonesia

  13. Uwa uwa uwaaa baru tau ada ff ini. Jadi baru comment di chapter ini. Bacanya pun mundur hehehe. Sukaaaaaaaaa. Yah namanya juga baru awalan jadi pasti masih pengenalan. Sooooo, ditunggu konflik geregetnya kaya di teaser hehehe. Semangaaattttt!!!
    -XOXO-

  14. Aduh..itu apartemen bisa rame kayak pasar tiap harinya kalo ada triple subling itu… tiap ngobrol ada aja yang diperdebatkan ya ampun…
    Baca judul Finding Love jadi keinget Finding Nemo.Finding Dory..and Finding Baekhyun’s Mascara /eh gak ada ya??/
    Ditunggu kelanjutannya

    • Iyaa apartemennya berubah jadi pasar sayur kalo pagi, jadi pasar kuliner kalo malem /gakgitujuga.
      Wkwkwk..
      Ini FFnya uda dari taun lalu, bahagianya bisa kebetulan rilis bareng finding2an yang laen hehe..
      Tungguin yaaa.. Makasii sudah komen.. ^^

  15. wahaa~ akhirnya~
    /ini masih awal woy/biarin
    sumvah yoon ngakaks ini chapter isinya war sama thriller wkwk kasian kak kyungsu nya jangan disiksa teruss
    abis finding dori kita finding love bareng triplet wkwk
    btw itu sungjong ama wuyon jadi kandidat finding love nya/?
    penasaran kak ne~ mangatss lanjutin disela-sela giginya~

    • Akhiirnyya.. Chap satuu 😂
      Chap 1 lebi fokus ke keluarga Do, supaya orangorang nanti ga sawan liat perilaku triplet absurd itu wkwkkw..
      Itu tanda sayang reen ke kyungsuuuhh :v
      Sungjong sama uyon jadi kandidat gak yaaahhhh.. *sok rahasia wkwk
      Maaciih yoon uda komen.. ^^
      Diselasela gigi gitu, kaya sisaan daging bakso ya /plak. Wkwk

  16. Wihihi .. ada member Infinite jga ternyata, aku termasuk inspirit jga sih.. hehe.. ahh ceritanya seru ka lucu jga apalagi ada kembar begitu ..

    Next ka! Fighting!

    • Ada doong, ff ini emang exofinite (apaan ini maen gabunggabungin nama aja 😂)
      Hihihi tungguin keseruan selanjutnya si kembar plus adeknya yaa..
      Makasi sudah komen.. ^^

    • Hehehe sip thor .. lah gpp exofinite, kan ada 3 nama jga yg hampir sma mereka..
      Iya sip ditunggu ka, ditunggu baekhyunnya yg belum muncul .. hehe

    • namanya ampir sama?
      kenapa tibatiba aku gakpaham gini..
      maapin.. wkwkwk..

      siaaappp.. bekyunnya baru disebut nama perusahaannya doang, orangnya menyusuul.. :3

    • Maksudnya nama member nya thor.. wkwk..
      Iya sip thor, berarti baekhyun bakal lebih banyak muncul kah di chap 2nya..

  17. Yehett.. akhirnya chap 1nya muncul jga..hihihi
    Ke3 saudara itu bkin aku ktawa aja..kkk
    Reen kmu gx nyadar ya klo namamu jga ada Kyung-nya..hahaha
    Next kakk dtunggu klanjutanya 🙂

    Fighting!!

    • BOM SAJA AKU KAK YANG BARU MUNCUL SEKARANG BHAK XD
      di sini kyungsu sungguh sungguh sungguh menunjukkan jati diri sekali sebagai adik yang rewel, kayak semacam… dia sama orang asing tuh diem tapi kalok sama nunanya banting meja karna ketawa aja kuat/gakgitu/ efek dari mbak-mbaknya yang rada sengklek mungkin ya/dibuang/
      sepertinya aku mulai paham nih akan dibawa kemana ceritanya/sok banget padahal gatau apa apa/
      terus terus terus terus APPAN REEN PENDIAM DARI MANAH, WUHYUN MELEK PLIS/dibalang/ oh ternyata mereka temen masa keci lgitu ya .-. kukira malah wuhyun bakal jadi temen satu kantor reen lho, ternyata engga wkwk dan kukira reen bakal sekantor sama arin, terus aslinya lagi kukira (kira2 mulu ni bocah) mereka yang diposter bakal satu kantor ahaha ternyata perkiraanku salah, dan sayangnya aku gak nyesel2 amat salah ngira/digeplak
      ih ih btw sungjong ucul banget masa, kayak malu malu dingin gimana gitu minta tabok haha
      aku bakal nunggu kemunculan URI BIGBOSS YAH, YANG KAYAKNYA BAKAL SO SONGONG DAN BIKIN GEMES DAN NGAKAK SO HARD BHAK XD XD XD XD XD
      mangats kak! ❤

    • *lempar bom* nguiing dhuuaarr.
      Kyungsu di sini jadi adik yang sungguh disayang sama nunanya, aku iri sama hubungan kakak adik mereka /loh?
      Iyah kyungsu sama sengkleknya sebenernya cuma karena dia ganteng jadi dia soksok cool gitu :v
      REEN PENDIAM. KENAPA KAMU TIDAK SETUJU. REEN ITU GADIS MANIS PALING TENANG YANG ADA DI SELURUH MUKA BUMI INI :V
      iyaaah, uyun jadi temen masa kecil soalnya mau dijadiin pacar tapi dia ga lolos audisi /delusi mode : on/
      Engggaaakk..
      Ini so mirip kehidupan nyata banget kaaan, akunting – bidan – musik. Mantav. Tepuk tangan. *lalu dirajam *lalu pengen nulis ‘terinspirasi dari kisah nyata’ bhaaakk.

      Yang diposter itu yg kemaren pas lolos audisi nyogok aku dikit, minta mukanya dimasukin ke poster /gakgitu.
      Iyaaahh.. Uri bigbos nya gak sekeren songjoongki oppah nomu nomu apaa eh saranghae BUAKAKAKKA.
      sudah lumayan jadi chapter 2 nyaa buahahhahaha..
      Tinggal nunggu antrian bhahahahahha..
      Lalu lupa sama pampir kolab /lalu digampar nida/

    • aku udah baca semalem, tapi karena keberadaan sungjong boxeran doang aku pengen mengumpat … belum lagi bayangin chen jadi propesor itu bikin inget sama “Irish is married with Chen. Have 12 children, and have a scandal with Baekhyun” yang itu XD wkwkwkwk belum lgi Kyungsoo si putra prematur itu lawaq sekaleehh, meskipun sosoan cool dia itu lawaq ka ne XD lawaq, cocok buat digandengin sama valaq XD wkwkwk
      terus terus, aku ngakak lagi sama bagian namu ketuker itu XD aku bayanginnya ketika namu sadar kalo kepribadian Reen-Arin udah ketuker Namu be like “HELL, ini bocah dua di luar negeri kepalanya kejedot lampu merah apa ya?” gitu XD wkwkwkwkwkwkwkwkwkkw

    • wae?
      apa yang salah dengan sungjong boxeran doang?
      wkwkwkwkw..
      anaknya kamu sama chenchen aja bisa bikin member exo ot lengkat /gakgitujuga wkwkwk.
      aku suka sekalih karakter kyungsuh disinih hihihihihihihihihihi..
      *cekikikan kek kuntilanak
      jangan digandengin sama valaqqqq,, aku gamo punya adek ipar si vallaaqqqq :v
      mukanya namu ya.. mau ngumpat gak enak soalnya uda ga ketemu 10 tahunan, gak ngumpat kok ngeselin wkwkwk..

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s