[EXOFFI FREELANCE] Sunflower (Chapter 1)

image

Judul : Sunflower Chapter 1
Author : Himawari
Length : Chapter
Genre : Sad Romance
Rating : PG-15
Main Cast : Xi Luhan, Lee Dae Ah
Additional cast : Oh Sehun, Byun Baekhyun, Kim Jong In, Lee Myung Ji, Kang Eun Joo
Disclaimer : Ini fanfiction murni dari pemikiran saya sendiri terinspirasi dari kehidupan sehari-hari.
Karena ini fanfiction pertamaku yang aku publish, tolong tinggalkan komentar setelah membacanya ya, agar saya tahu kelemahan saya dan akan memperbaikinya. Terimakasih

Dae Ah Side
“ Ah pegal sekali.” Ucapku sambil meregangkan jari-jariku yang pegal karena bermain piano. Sudah seharian aku berlatih alat musik ini walaupun belum sempurna. Aku ini orang yang kerja keras, aku tidak akan berhenti sebelum aku bisa melakukan apa yang aku inginkan. Terdengar keras kepala kan? Memang semua orang berpikir aku bisa melakukan apa saja. Tapi apa yang mereka tau itu hanya sebagian kecil dari diriku. Mereka hanya tidak tau kalau dibalik itu semua ada hal harus aku tukar yaitu keringat dan waktu tidurku. Tapi ada satu hal yang belum bisa kulakukan. Luhan, ya cinta sepihak memang menyakitkan. Tak apalah setidaknya kita saling mengenal, bahkan dia yang pertama mencari perhatianku duluan. Ah sudahlah latihannya sampai ini saja aku punya banyak PR yang harus aku kerjakan. Aku jadi teringat kata temanku katanya dia mau latihan piano di rumahnya Luhan. Pasti enak sekali diajari olehnya apalagi dia itu orangnya baik, ah aku jadi iri. Daripada memikirkan itu akupun segera membersekan semuanya dan pergi ke kamar untuk belajar. Aku memang sangat keras dalam belajar. Ini semua aku lakukan demi cita-citaku untuk sekolah ke luar negri.
****
Author’s Side
Cahaya matahari pagi yang menembus lewat jendela kamar seorang gadis bernama Lee Dae Ah berhasil membangunkannya dari tidur yang sangat singkatnya itu. Ia mengerjapkan matanya berkali-kali untuk mengumpulkan kesadaran. Walaupun masih mengantuk apa boleh buat ia harus ke sekolah sekarang, bahkan ini sudah jam setengah tujuh. “ Aaah kenapa cepat sekali paginya, wae? “ Keluh Dae ah sambil mengacak-acak rambutnya. Setelah beberapa menit akhirnya ia pun keluar kamar lengkap dengan seragam dan tas gendongnya. Seperti biasa ia mengambil tempat duduk di meja makan dan melahap sarapannya. Sendiri? Ya karena semua anggota keluargana sudah pergi dengan kegiatan masing-masing. Bisa dibilang ia adalah orang terlamban di rumahnya itu. Setelah sarapan, ia pun segera melangkahkan kakinya keluar rumah dan tak lupa menguncinya. Lalu ia berjalan ke pemberhentian bus yang tidak jauh dari rumahnya. Karena terlalu siang hampir saja bus yang akan ia tumpangi pergi dari tempa pemberhentian. Jadi, ia dengan cepat berlari mengejar bus itu. “ Ya! Cakkaman !” teriaknya kepada sopir bus sambil berlari kencang. Tapi, sepertinya teriakannya tidak didengar. Akhirnya bus itupun melaju meninggalkan tempat itu. “Ah Eotteohke? Ya ! ahjussi geumanhae.”
‘Cittt’ tiba-tiba busnya berhenti. “ Yak, Dae Ah cepat naik.” Ujar seorang namja berseragam sama dengan Dae Ah. Ternyata yang meminta ahjussi tadi untuk berhenti adalah namja ini. Dae Ah pun segera berlari menuju bus itu dan segera naik. “ Ahjussi jeongmal gomawoyo.” Ucapnya sambil membungkukkan badan. “ Hey, aku yang menyuruhnya berhenti.” “ Ah Luhan-ah gomawoyo. Kukira aku akan jalan kaki tadi. Aku berhutang padamu.” Ucap Dae ah pada Luhan. Ya, namja yang berteriak kepadanya tadi dan juga namja yang disukainya. Merekapun berdiri karena tidak dapat tempat duduk . Dae Ah berdiri di depan Luhan dan itu membuatnya gemetar.
***
Karena ini hari senin maka seperti biasa di SMA Haesung diadakan upacara, sama seperti sekolah-sekolah di korea lainnya. Tapi entah kenapa bagi Dae Ah rasanya sangat berbeda dari sebelumnya. Ia merasa ingin pingsan sekarang entah karena cuaca yang terlalu panas atau efek larinya tadi. Tapi sungguh badannya gemetar dan pandangannya menjadi buram.
Dae Ah Side
“Dae Ah ya gwaenchanayo?” sayup-sayup aku mendengar suara rekanku. Akupun tersadar karenanya. Ia sedang mengangkatku dengan tandu bersama dengan yang lain. “ Sudahlah tidak usah membawaku ke UKS, aku sudah sehat kok.” Ucapku kepada mereka sambil merubah posisiku menjadi duduk untuk meyakinkan mereka. “ Aku sangat takut tadi, wajahmu pucat sekali seperti mayat hidup.”ucap Baekhyun salah satu temanku. “Sudahlah kau berbaring saja ini sudah hampir sampai kok.” Akupun mengalah kemudian berbaring. Karena sudah merasa baikan akupun berjalan menuju kelas teman-temanku mengataiku mayat hidup karena wajahku tadi pucat sekali. “Hey Dae Ah ya, apa lipstik putih sedang trend sekarang ini?” Ledek Jong In. “Apa kau habis syuting jadi hantu perawan?” Ucap Chanyeol. “ Yak! Kalian diamlah.”Ucapku kepada mereka. Memang teman-temanku itu sangat jahil tapi inilah yang membuat kelas kita menjadi seru.
“ Dae Ah-ya kau tadi tidak sarapan ya?” tanya Myung Ji teman sebangkuku.
“ Aku bahkan makan banyak tadi. Mungkin ini karena aku habis berlarian mengejarbus tadi.” Ucapku sambil tersenyum memikirkan apa yang terjadi tadi pagi.
“ Makanya kalau bangun yang pagi. Huh dasar kau ini.”
“ Maunya sih begitu tapi bagaimana lagi mataku ini tidak mau melaksanakan apa yang diperintahkan otakku.”
“ Hey, alasanmu keren sekali. Bilang saja kalau kamu malas apa susahnya sih?”
***
05.00 pm saatnya para murid SMA Haesung meninggalkan sekolah mereka. Seorang siswa sebut saja Luhan terlihat sedang menunggu temannya di depan perpustakaan. Tak jauh dari situ ada dua orang siswi yang terlihat akrab berjalan menghampirinya dan salah satu dari mereka menyapanya.
“Hai Luhan, kau menunggu Sehunya?” ucap siswi bernama Eun Joo.
“ Iya, kenapa kau bisa tau?” tanya Luhan heran.
“ Tadi aku bertemu dengannya, katanya kau tunggu saja dia di ruang musik. Oh ya, kau mau berlatih piano dengannya ya? Kalau begitu aku mau ikut ya tolong ajari aku juga, kau kan pandai memainkannya.”Pinta Eun Joo
“Ah kau ini, aku baru pemula kok. Tapi kalau kau mau, ayo.”
“Eun Joo-ya bukankah kita mau Les?” Tanya Dae Ah yang sedari tadi mendengar percakapan mereka. Sebenarnya ia juga mau pergi bersama Luhan dari pada harus Les. Tapi dia tetap tidak mau menunjukkannya karena ia takut ketahuan kalau ia sangat menyukainya. “ Kita lesnya nanti saja ya? Atau kau mau pergi sendiri?” Tawar Eun Joo. “Baiklah ayo kita ke ruang musik.”ucap Dae Ah lalu meninggalkan mereka menuju ke ruang musik.
‘Teng teng teng teng’ “Geuraetchi, kau hanya butuh untuk melancarkannya saja Eun Joo-ya” Ucap Luhan layaknya seorang tutor. “ Sekarang giliran kamu,” lanjutnya dengan mengedipkan sebelah matanya kepada Dae Ah. “Geurae,” gumam Dae Ah dengan nada sok malasnya akibat tingkah Luhan tadi. Padahal sejujurnya ia sangat senang diperlakukan seperti itu. ‘Cklek’ sesaat setelah Dae Ah akan menekankan jarinya ke tuts-tuts piano suara pintu yang dibuka oleh seorang siswa bersurai kecoklatan dan berperawakan tinggi bernama Sehun mengalihkan perhatian mereka. “ Kau sudah lama menunggu? Ah kukira hanya akan ada kita berdua disini. Kalian berdua mengganggu saja, padahal aku kan mau privat dengan Luhan.” Ucap Sehun kecewa saat mengetahui Eun Joo dan Dae Ah. “ Kami juga mau latihan Sehun-ah.” timpal Eun Joo. “Ani, aku hanya bercanda.” Ujar Sehun sambil membuat ‘peace’ sign di kedua tangannya yang pastinya terlihat imut. “ Bolehkan aku memulainya?” tanya Dae Ah yang kegiatannya terhenti setelah kedatangan Sehun.
Dae Ah memulai menekan tuts-tuts piano dengan lembut seperti seorang profesional. Alunan nada yang dimainkannya terdengar pas dan sesuai dengan yang di contohkan Luhan tadi. Ia mengakhiri dentingan pianonya dengan baik. “ Wah !! Kau sudah pintar ternyata.” Puji Luhan. “Tidak juga , aku memang kemarin berlatih dengan keras dari pagi sampai sore.” “Kau punya piano di rumah?”tanya Sehun penasaran. “Iya, tapi sudah lama menganggur baru akhir-akhir ini aku pakai karena tugas sekolah.” Jawab Dae Ah. Kemudian mereka melanjutkan latihannya. Kini giliran Sehun yang bermain. Mereka (Sehun dan Luhan) terlihat menggemaskan saat berlatih bersama seperti kakak dan adik saja. Tak terasa sudah lebih dari satu jam mereka di ruang musik. Kini, mereka memutuskan untuk pulang. Mereka berempat berjalan bersama keluar sekolah. Dae Ah berjalan duluan meninggalkan mereka yang jalan terlalu pelan karena banyak bicara. Eun Joo memang orang yang cerewet berbeda dengan Dae Ah yang pendiam. Temannya itu pasti ada saja topik yang dibicarakan. Tiba-tiba dari belakang, Luhan menyusul Dae Ah dan merangkulnya. “Dae Ah-ya kenapa tadi kau pingsan?”tanya Luhan. Dae Ah pun kaget sekaligus senang karena perhatian Luhan kepadanya. Perasaan gembira dan kegugupan tak bisa ia sembunyikan sekarang. Akibat skinship yang dilakukan Luhan mungkin. “Ternyata kau mengetahuinya ya? i..iitu karena aku ah molla aku tidak tau kenapa bisa seperti itu.”ujar Dae Ah langsung melepaskan kontak fisiknya dengan Luhan. Ia sudah tidak kuat karena gemetar di samping Luhan. “Eun Joo-ya, palli kita masih ada satu kelas lagi.” Teriaknya pada Eun Joo yang tertinggal di belakangnya dan Luhan. Eun Joo dan Sehun berlari menyusul temannya. “ Luhan-ah terima kasih untuk hari ini. Eun Joo ya kaja”ucap Dae Ah sebelum meninggalkan mereka. “Ne, hati-hati.” Jawab Luhan. “Annyeong!” pamit Eun Joo sambil meninggalkan mereka.
Dae Ah Side
Euforia kegembiraanku akibat kejadian hari ini sepertinya harus berakhir tragedi kembali. Yang awalnya terlihat seperti ‘candy-candy’ teen love ternyata berubah menjadi sad romance seketika. Tidak bisakah kebahagiaanku bisa bertahan setidaknya satu hari? Aku bahkan belung pulang kerumah. Ini semua gara-gara teman-temanku yang menggosip tentang kedekatan Luhan dengan Lee Sora saat les tadi. Aku yang awalnya terfokus pada soal-soal di bukuku menjadi buyar saat mereka mulai membicarakannya. Aku juga ikut dengan pembicaraan mereka. Apapun itu tentang Luhan entah kenapa selalu membuatku tertarik tidak peduli membuatku senang atau sakit. Aku memang tidak terlihat sedih tadi, tapi seperti buah yang dijual di pasar kelihatan manis padahal asam. Bermuka dua? Terserah apa kata kalian. “Tapi kupikir Lee Sora tidak cocok untuk Luhan. Dia itu tukang bullykan?” “Tapi Luhan bilang ia akan merubah sikapnya, Uh manis sekali.” “Mereka memang belum jadian. Tapi Luhan terlihat sangat mencintainya.” “Tapi Lee Sora malah menganggap Luhan hanya memberi harapan palsu, karena ia tak kunjung mendapat pengakuan dari Luhan. Dia juga tidak suka dengan kegiatan Luhan yang sangat sibuk.” “ Kalau begitu kenapa dia tidak pacaran dengan pengangguran saja?hahaha” . Ingatan tentang perkataan teman-temanku kembali terlintas. Satu kenyataan yang dapat disimpulkan. Luhan sama sepertiku dia bertepuk sebelah tangan. “Akan kucabik-cabik mukamu Lee Sora. Kau membuat hati Luhan sakit. Benar juga kau menolaknya karena ia tidak pantas untuk tukang bully sepertimu.” Ucapku untuk melampiaskan kekesalan pada yeoja bernama Lee Sora. Aku memang bukan target bullynya tapi aku selalu muak melihat sikapnya. Aku sering melihatnya membully Cyntia si murid dari luar negri itu di kamar mandi. Mendengar Luhan menyukainya membuatku menjadi tambah membencinya.
To Be Continue

5 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Sunflower (Chapter 1)”

  1. Luhan jadi kaya phpin Dae Ah, abisnya dia perhatian ke Dae Ah tapi malah suka sama Lee Sora😞 semoga aja Luhan berubah pikiran jadi suka sama Dae Ah 😊
    Next thor☺ Fighting!!!

  2. gimana nggak baper kalo luhan selalu bersikap ramah trus perhatian gitu ama dae ah. semoga luhan nggak beneran suka ama cewek yg bernama sora itu

  3. Aku harap cintamu tidak bertepuk sebelah tangan
    Dae ah~ tapi aku cukup seneng loh luhan yng perhatian sama dae ah.. Lanjut kak~ ditunggu nextnya .. Keep writing

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s