Stuck On You (Chapter 1) – Shaekiran & Shirayuki

stuck-on-you

Stuck On You!

A Colaboration FanFiction By Shaekiran & Shirayuki

 

Main Cast

Bae Irene, Oh Sehun, Park Chanyeol, and Son Wendy

Genres

School life, romance, funny, friendship, AU etc.

Length: Chapetered

Rating: Teenagers

Disclaimer

Ada yang kenal dengan author dengan pen name Shaekiran atau Shirayuki?

Cerita ini adalah hasil buah pikiran kami berdua.Merupakan sebuah kerja keras dari dua buah otak yang terus saja bersinergi untuk merangkai ratusan kata demi kata hingga menjadi sebuah cerita utuh.Hope you like the story. Happy reading!

Previous Chapter

Prolog | [NOW] Chapter 1 |

“I hate you but… I can’t live without you.”

 

 

(CHAPTER 01)

 

Sehun’s side

Mentari menampakkan wajah paginya dengan gembira. Langit kebiruan dengan arak-arak awan putih yang bergerak pelan tertiup angin sepoi. Beberapa siswa nampak bercengkrama sambil berjalan menuju gerbang SMA Hannyong yang masih terbuka lebar. Wajar saja, ini masih setengah tujuh pagi. Masih ada 30 menit lagi sampai gerbang setinggi 3 meter itu tertutup rapat.

“Selamat pagi sunbae…” Ku lihat 2 orang siswi menyapaku serempak sebelum masuk gerbang sekolah. Aku tersenyum manis. Toh tidak ada yang salah dengan pakaian mereka.

Huh…

Aku menghembuskan nafasku pelan. Seharusnya pagi ini tetap indah, kalau saja orang urakan itu tidak datang dengan penampilan yang…eugh.

“Bae Irene, tidakkah make up-mu itu terlalu menor?” Gadis yang ku maksud langsung berhenti berjalan dan balas menatapku tajam. Aku mendengus pasrah ketika sadar aku harus menceramahi gadis urakan ini lagi untuk kesekian kalinya. Yah, ini semua bukan keinginanku. Masalahnya aku sedang bertugas memeriksa penampilan murid pagi ini.

“Oh Sehun, tidakkah kau terlalu berlebihan? Ini wajahku dan ini hidupku, masalah buatmu?” Bae Irene memasang tampang menghina yang membuatku ingin menceburkannya ke sungai Han.

“Wajahmu mengganggu pemandangan dan kau juga melanggar peraturan. Kau tau kan kalau dilarang memakai make up ke sekolah?” Aku melipat tanganku di depan dada, gadis ini selalu merepotkan.

“Oh begitu, ya? Kalau begitu aku minta maaf ke-tu-a Oh, ini untukmu sebagai tanda permintaan maafku.” Irene membuka tasnya dan seperti mencari-cari sesuatu. 2 detik kemudian dia menarik tangan kananku lalu meletakkan sesuatu yang sangat tidak senonoh di telapak tanganku dan langsung pergi.

Aku lekas membuang sebungkus pembalut yang tadi dia letakkan di tanganku. Dasar gadis sinting, make up menor dan norak! Untung saja banyak orang yang lalu lalang disini, kalau tidak sudah kutendang gadis sialan itu!

“Pagi Hun. Kau kerja sambilan jadi sales pembalut ya?” Lalu datang lagi bencana selanjutnya. Chanyeol menyapaku, atau lebih tepatnya mengejekku. Aish. Kurasa dia melihatku membuang benda menjijikkan itu tadi.

“Park Chanyeol. Bukankah sudah dilarang membawa earphone sebesar gajah ke sekolah?” Aku menarik tas teman sekelasku yang sering pamer tampang itu. Dia langsung menatapku lalu menganggukkan kepala.

“Yap. Dilarang bawa earphone ke sekolah.” Dia mengulangi kalimatku dengan tatapan tanpa rasa bersalah sedikitpun seperti biasanya.

“Lalu itu apa? Cepat lepas!” Aku menunjuk sebuah benda yang tergantung manis di leher Park Chanyeol, earphone sebesar gajah yang tadi aku bicarakan.

“Ah, ini? Ini hanya hiasan Hun. Bukan earphone gajah kok.” Dia menepuk bahuku singkat lalu langsung masuk ke dalam gerbang, meninggalkanku yang ternganga melongo.

Kalian tau? Hanya ada dua masalah yang sampai sekarang belum bisa kuselesaikan sebagai Ketua OSIS teladan. Bae Irene si Gadis make up menor dan tentu saja Park Chanyeol si Pria pecicilan. Aish. Aku rasa aku bisa mati muda kalau begini caranya.

 

Wendy’s side.

Huft…

Aku menarik nafasku pelan.

Keep calm Wen, kau pasti bisa.” Batinku menyemangati diri sendiri. Dengan langkah terseok-seok aku berusaha tersenyum dan memasuki kelas baruku, yah… maksudnya kelas lama yang sudah setahun aku tinggalkan.

Annyeonghaseyo, Son Wendy imnida.” Kataku singkat sambil menundukkan badan setelah Lee-ssaem menyuruhku memperkenalkan diri.

“Wendy, baru pulang dari pertukaran pelajar ke Amerika Serikat. Sudah setahun dia menetap di New York. Kalian ingat ‘kan kalau dulu dia juga anggota kelas ini?” Lee ssaem memperkenalkanku singkat dan menyuruhku duduk. Mau tak mau aku langsung berjalan menuju tempat duduk lamaku di sudut kelas sambil menunduk. Bisa kurasakan teman-teman sekelasku menatapku heran. Yah, aku rasa mereka sudah lupa punya teman sekelas bernama Son Wendy. Lagipula siapa yang akan mengingat gadis membosankan seperti aku ini?

Kelas Matematika Lee-ssaem pun dimulai. Aku langsung membuka buku catatanku dan mulai menuliskan beberapa rumus yang sedang diajarkan guru itu di depan kelas. Harusnya sekolahku nikmat seperti biasa karena tidak ada yang menegur atau menyapaku, sampai orang yang duduk di depanku ini mengetuk mejaku cukup keras, tapi tak cukup keras sehingga Lee-ssaem tidak menyadarinya.

“Kau tidak berhutang sesuatuku padaku, nerd?”

 

Chanyeol’s side

Aku mengenal gadis itu. Ya, dia si nerd yang tiba-tiba menghilang saat kenaikan kelas ke tahun kedua. Aku pikir dia pindah sekolah, ternyata dia hanya pertukaran pelajar ke New York. Bagus juga, sepulang dari sana tampang kampungannya agak sedikit membaik karena bisa ku lihat gadis itu sudah menanggalkan kacamata usang yang lebih mirip pantat tutup botol susu sapi itu.

Bicara soal susu, aku rasa dia juga orang yang sama yang sudah menghancurkan image-ku kemarin siang. Gadis sombong yang hanya tahu baca buku dan tidak punya sopan santun sama sekali. Bahkan dia tidak minta maaf setelah menabrakku, membuat seragamku kotor dan juga dengan seenak jidatnya membuat wajah tampanku menjadi sasaran semburan susu cokelatnya yang menjijikkan.

“Kau tidak berhutang sesuatuku padaku, nerd?” Ucapku setelah mengetok mejanya beberapa kali. Gadis itu memandangku sebentar, lalu kembali tenggelam dengan buku catatannya.

Nerd, kau punya mulut ‘kan?” lanjutku lagi dengan menggunakan nada mengejek memanasinya. Tau apa reaksinya? Dia hanya diam tanpa sedikitpun menggubris ejekanku. Aish, mengesalkan sekali.

 

Irene’s Side

“ZHANG YIXING, kau bilang apa barusan?! PUTUS?!” Aku membentak pria China di depanku ini. Masa bodoh kalau sekarang aku menjadi pusat perhatian di tengah koridor sekolah. Toh, aku terbiasa jadi bahan tontonan.

“Irene, kau tau? Aku sangat kecewa dengan tingkahmu kemarin. Kau bilang ingin ke toilet tapi malah ketahuan sedang mengintip siswa kelas X . Mau taruh dimana mukaku Rene? Sudahlah, kita putus saja.” Terang pria ini sambil melipat kedua lengannya di depan dada dan menatapku jijik. Cuih, seingatku dulu dia yang mengemis cinta pada Bae Irene ini.

“Baiklah. Ayo putus.” Lanjutku sambil tersenyum. Bisa ku lihat sebuah garis melengkung muncul di sudur bibir Yixing. Dasar brengsek.

Plakk!

Sebuah tamparan mulus mendarat di pipi mulus mantan pacarku yang ke sekian itu. Setidaknya hampir semua mantanku mendapat salam perpisahan itu dariku, yah kecuali siapa lagi kalau bukan Chanyeol. Alasannya sederhana. Aku tidak mau mati dikeroyok fans si Park itu karena aku menamparnya.

Good bye Yixing.” Kataku sambil melambai manis pada Yixing yang tengah memegangi pipi yang tentunya terasa perih. Aku membalikkan badanku dan langsung mengibaskan rambut panjangku ke arah mantan ke sekian ku itu. It’s my style.

 

Author’s Side

Wendy membaca buku saku di tangan kanannya dengan sangat hikmat. Di tangan satunya lagi nampak sebuah nampan makan siang bertengger bebas. Gadis itu terus larut dalam dunianya sendiri. Tidak peduli dengan hiruk pikuk kantin sekolah yang sedang heboh dengan gosip-gosip terpanas seperti Irene yang putus dengan pacarnya yang kesekian, Chanyeol yang baru saja menolak siswi untuk kesekian kalinya dan banyak lainnya. Yang ada di otak gadis itu hanyalah sekumpulan teori genesis makhluk hidup.

Untuk pertama kalinya Wendy menutup buku saku di tangannya dan memasukkan benda mungil itu ke dalam kantong rok sekolah yang dia pakai. Dengan langkah cepat dia memasukkan makan siangnya ke nampan dan segera berlalu dari antrian panjang siswa yang juga mengantri sepertinya tadi. Tak lama kemudian Wendy berjalan ke salah satu bangku kosong di pojok kantin sambil menenteng nampannya dengan sebelah tanngan, sementara tangan lainnya sudah kembali memegang buku saku yang tadinya sudah ada di rok gadis itu.

BRUGHH

Badan Wendy menghantam keras lantai kantin yang dingin. Semua makan siangnya berserakan. Kini seragam dan lantai kantin yang tadinya bersih berubah menjadi sangat kotor. Gadis itu menahan amarahnya dan segera bangkit berdiri setelah memungut buku sakunya yang juga ikut kotor.

Hi Nerd, bagaimana rasanya? Ini adalah balasan tindakanmu semalam terhadap Chanyeol oppa.” Salah satu gadis yang berdiri paling depan diantara kerumunan siswi yang sudah menyebabkan Wendy terjatuh dengan tidak elit itu berucap sambil tertawa.

Wendy menatap kerumunan orang itu dengan tatapan marah. Inilah sebabnya dia benci berurusan dengan orang populer seperti Chanyeol. Ingin rasanya Wendy menampar gadis yang membuat bukunya kotor itu, tapi apa daya. Kakinya sakit hingga dia bahkan sulit mendekati gadis itu.

YA! Apa yang kalian lakukan?!”

 

Chanyeol’s Side

Aku terkaget-kaget saat mendapati banyak orang berkerumun di kantin. Dengan langkah penasaran aku langsung menembus kerumunan itu untuk mengtahui apa yang sebenarnya yang terjadi. Mataku menangkap sesosok makhluk astral bernama Son Wendy berdiri dengan kaki agak pincang dan baju kotor di tengah kerumunan itu. Apa yang terjadi padanya?

Hi Nerd, bagaimana rasanya? Ini adalah balasan tindakanmu terhadapChanyeol oppa.” Aku kaget saat namaku tiba-tiba saja disebut disini. Yah, aku bahkan baru tiba di kantin tapi namaku sudah diseret-seret saja. Bisa ku lihat Wendy menggenggam erat roknya seperti menahan marah.

Tunggu, bukankah yang baru saja bicara itu salah satu fans setiaku? Aish, jangan bilang mereka sedang mem-bully si nerd itu karena kejadian kemarin siang.

YA! Apa yang kalian lakukan?!” Teriakku kemudian sambil menerobos kerumunan dan langsung menghampiri Wendy. Bisa kulihat gadis yang mengerjai Wendy tadi langsung memalingkan mukanya saat melihatku yang tiba-tiba ada di tengah kerumunan.

Gwenchana?” tanyaku sambil memegang pergelangan kaki Wendy. Untung saja gadis ini tidak menggunakan sepatu sekolah model semi boot.

Aw..”

Bisa ku dengar sebuah ringisan meluncur dari mulutnya. Huft. Gadis ini keselo. Dengan cepat aku langsung berdiri dan menggendongnya ala bridal. Bisa ku lihat semua orang di kantin semakin menatapku dengan bermacam-macam ekspresi, aneh, takjub atau apalah yang tidak bisa kuartikan.

Ya! Turunkan aku!” kata gadis itu meronta-ronta sambil menarik dasi yang kupakai hingga aku merasa tercekik. Mau tak mau aku langsung menurunkannya pelan-pelan.

Plakk!

Bisa kurasakan pipi kanan ku terasa nyeri karena sebuah tamparan dari si nerd mendarat dengan sangat mulus.

Ya! Kau itu keseleo. Aku hanya mau mengantarmu ke UKS!” teriakku marah padanya.

“Hahaha…” Namun tawa seseorang di ujung sana membuat seluruh mata secara serempak melihat ke arah sumber suara tawa, siapa pula yang berani tertawa di keadaan mencekam seperti ini?

Ya, Park Chanyeol. Apa kau pikir sekarang sedang syuting drama The Heirs season dua?” Gadis itu menepuk-nepuk tangannya, mungkin karena ia merasa kejadian yang barusan terjadi di hadapannya benar-benar lucu. Irene sukses membuat seluruh penghuni kantin menatapnya heran.

Benar-benar Irene, yang bicara selalu asal ceplos saja. Gadis sinting itu benar-benar tidak tahu malu, ya?

“Aaah … aku tidak selera makan lagi. Kalian lanjut saja makannya, anggap saja Chanyeol itu Lee Min Hoo dan Wendy itu Park Shin Hye yang sedang syuting drama di sekolah kita. Hahahaa..” Irene mengayunkan langkahnya keluar dari kantin masih dengan tertawa mengabaikan semua pandangan orang yang heran dengannya.

Begitu juga Wendy, ia juga memutuskan untuk jalan terpincang-pincang daripada aku gendong. Aku mengejar gadis yang sudah hampir keluar dari kantin itu.

“Aku belum selesai bicara, nerd.” Aku menarik tangannya sehingga dia berpaling menghadapku.

“Kau puas?” tanyanya kemudian dengan marah. Bisa kulihat bulir air mata menggenang di kedua manik gelapnya. Sedetik kemudian genangan itu perlahan jatuh dan turun membasahi pipinya. Dia menangis. Apakah aku melakukan hal yang salah?

 

Sehun’s side.

Terkutuklah Bae Irene. Gadis ini membuatku selalu lembur setiap hari. Padahal aku berniat pulang ke rumah dan mengetik proposal laporan pengadaan festival budaya bulan depan. Demi segala dewa, kenapa orang ini tidak tobat-tobat juga?

“Sekarang salahku apa lagi Ke-tu-a Oh?” bisa ku dengar nada mengejek dari mulut Irene saat memanggil namaku. Kalau bukan demi jabatan yang sangat aku cintai ini, sudah ku cincang mulut gadis bermarga Bae di depanku ini.

“Salahmu? Salahmu banyak nona.” jawabku sambil duduk di kursi kebesaranku sebagai ketua OSIS, membuat Irene menjadi tepat berada di depanku.

“Aku rasa aku belum mengintip hari ini.” Jawabnya polos sambil menatap mataku langsung. Dia menyilangkan kakinya dengan gaya putri seperti biasa. Lancang sekali.

“Kau memang belum mengintip Bae Irene, tapi kau sudah membuat keributan lain.” terangku singkat dan langsung pada intinya. Aku rasa otak cerdas gadis ini –yang meski sering disalahgunakan– mengerti apa maksud ucapanku barusan.

“Soal aku menampar Yixing tadi siang? Bagaimana itu bisa membuatku mendapat ceramah darimu, Oh Sehun yang terhormat?” balasnya sambil mengibaskan rambutnya ke belakang seperti biasanya. Cih, gadis ini mulai lagi.

“Masalahnya kau membuat keributan dengan itu Irene. Kau tidak lihat semua murid memperhatikanmu di koridor tadi, hah? Memangnya tidak bisa kau tidak menarik perhatian dengan perkelahian asmaramu, eoh? Dan lagi, Ten sudah melaporkan kalau kau membuntutinya sampai ke depan rumahnya tadi malam. Irene, kau ini perempuan. Bagaimana kau bisa bersikap seperti itu? Mana harga dirimu nona Bae?!” Jelasku menggebu-gebu karena tersulut emosi. Ya, bagaimanapun gadis ini harus berubah meski bagaimanapun caranya.

“Hanya itu?” reaksinya benar-benar membuatku kaget. Gadis ini benar-benar. Sebenarnya otaknya terbuat dari apa sehingga dia tidak merasa bersalah sama sekali?!

“Masih ada! Dua hari yang lalu kau menyembunyikan seragam Jeon Jungkook anggota klub renang, semalam kau mengintip siswa baru asal Thailand bernama Ten, dan besok apa yang akan kau lakukan? Menelanjangi semua siswa pria di sekolah ini?” Aku berujar kemudian memijit-mijit pelan pelipisku.

“Itu bukan salahku, salahkan saja mengapa wajah pria-pria itu terlalu tampan sehingga membuatku penasaran apa yang berada di balik seragam sekolah itu.” Irene mendengus kemudian menggembungkan pipinya. Astaga.. penasaran katanya? Mengapa dia sama sekali tidak merasa bersalah?

“Dasar bodoh! Karena kelakuan anehmu itu banyak sekali pria yang melapor kepada OSIS!” Aku memelotokan mataku, dan membuat Irene hanya memutar kedua bola matanya. Dia benar-benar tidak kenal takut, ya?

“Ya, baiklah aku minta maaf tapi ini sudah hobiku mau bagaimana lagi.” Irene tersenyum imut sambil mengedip-ngedipkan matanya.

“Dengar ya nona Bae, jangan kira dengan make up menor dan rok sexymu itu kau bisa menggaet pria mana saja. Justru karena melihat penampilanmu yang seperti tante-tante itu mereka semua menjadi ketakutan.” Berkat perkataanku, Irene berkomat-kamit tidak jelas.

“Huh, kau saja yang tidak tahu mode. Bertahan sajalah dengan style kunomu itu ketua Oh, karena kau sekarang terlihat lebih tua dari arabeoji­-ku.” Irene terkekeh, membuat aku menatap penampilanku singkat.

“Oh Sehun, masih lama?” sebuah suara yang sangat familiar mengalihkan fokusku dari gadis bandel nan urakan bernama Bae Irene. Bisa kulihat Baekhyun sedang berdiri sambil bersender di pintu kantor OSIS.

“Ah, maaf Baek. Sepertinya kau harus pulang duluan hari ini. Urusanku masih belum beres.” Kataku sambil menghampiri Baekhyun yang nampak mengerucutkan bibirnya kesal. Aku menepuk-nepuk bahunya pelan sambil memasang mata memohon. Akhirnya dia mengalah juga.

“Baiklah. Aku pulang dulu.”, katanya pamit dan langsung pergi meninggalkanku. Aku hanya tersenyum masam. Semoga saja Baekhyun tidak marah, atau aku akan menyalahkan gadis berandal itu habis-habisan.

Aku kembali ke tempat dudukku dan malah mendapati Irene yang 180 derajat berubah sikap. Gadis itu sudah duduk tegak dan menghilangkan gaya duduk putrinya. Jangan lupa, dia tidak melotot dan kini malah tersenyum yang agaknya lumayan manis. Mungkin akan lebih manis kalau dia menghapus lipsticknya. Tunggu, kenapa aku merasa horror sekarang?

“Siapa dia?” aku menatap gadis itu tak percaya saat mendengar pertanyaannya. Dengan malas aku langsung menjawab seadanya.

“Byun Baekhyun dari kelas sebelah. Sahabatku. Memangnya kenapa?” Dan mungkin aku salah bertanya balik pada gadis berandal ini karena tiba-tiba saja jawabannya membuatku sesak nafas.

“Aku menyukainya. Kenalkan aku pada Baekhyun itu.” Aku menyerngitkan keningku perlahan. Gadis ini benar-benar.

“Jangan bilang kau mau menjadikan dia target selanjutnya? Tidak! Aku tidak mau.” Tolakku kasar, mana mau aku memberikan sahabat terbaikku sebagai korban gadis ini. Tidak, sebelum aku berubah gila.

Aishh.. kau pelit sekali, sih. Ayolah Sehun-ssi, kenalkan aku pada Baekhyun.” Kali ini dia merengek-rengek membuat telingaku panas.

“Tidak mau! Berhenti merengek atau kau akan berakhir di toilet guru?!” Aku membentak, membuat gadis itu mengerucutkan bibirnya.

“Oh Sehun, aku janji tidak akan buat onar lagi kalau kau mengenalkannya padaku.”

Tidak membuat onar katanya? Itu adalah hal yang sangat mustahil, Bae Irene!

 

Irene’s side

“Oh Sehun, kumohon.” Sungguh, ini tidak seperti aku yang suka memohon-mohon seperti ini.

“Tidak, apa kau pikir aku akan membiarkan kau mengintip-intip Baekhyun sahabatku sendiri?” Grr.. pria ini mengesalkan sekali, sih. Aku mengertakkan rahangku kesal melihat wajah tenang dan sok berwibawanya itu.

Okay, berhubung karena kau tidak mau. Aku akan gunakan caraku sendiri.” Aku hendak pergi namun tangan Sehun sudah menahan tubuhku.

“Irene, berhentilah melakukan hal berdosa ini.” Sehun mulai ceramah lagi, apakah aku ini seorang anak kecil dimatanya?

“Kau tidak mau mengenalkannya padaku, jadi aku harus melakukannya dengan caraku sendiri.” Aku menarik tanganku dari genggamannya baru dua langkah aku berjalan tanganya sudah mencegatku lagi.

Aku menoleh kesal padanya, demi semua mantanku mengapa pria ini mengesalkan sekali?

“Baiklah, akan kukenalkan.”

Apa aku salah dengar?

 

Wendy’s side

Aku berjalan pelan menuju rumah baruku, iya keluargaku baru saja pindah sebulan yang lalu ke rumah itu. Dan aku tidak berada disana ketika proses pemindahannya. Kalian tahu ‘kan kenapa? Jadi.. ini hari ketiga aku disini. Seperti biasa aku berjalan sambil membaca buku saku kesayanganku.

Dan inilah efek aku membaca sambil berjalan. Aku tidak melihat ada polisi tidur di depanku, sehingga aku jatuh terjungkal ke depan dan tak sengaja menarik sesuatu, bukuku juga terbang entah kemana. Aku meringis pelan karena lututku lumayan sakit, dan coba tebak apa yang aku tarik secara tidak sengaja barusan.

Celana seseorang!

Aku mendongak keatas dan mendapati boxer berwarna hitam menyambut mataku dan juga wajah seseorang yang memerah entah karena marah atau malu sedang berhadapan denganku. Aku menelan ludahku perlahan.

Sial!

 

[TO BE CONTINUED]

 

 

 

52 thoughts on “Stuck On You (Chapter 1) – Shaekiran & Shirayuki

  1. Ping-balik: Stuck On You! (Chapter 02) – Shaekiran & Shirayuki | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ping-balik: Stuck On You! (Chapter 3) – Shaekiran & Shirayuki | EXO FanFiction Indonesia

  3. Ping-balik: Stuck On You! (Chapter 4) – Shaekiran & Shirayuki | EXO FanFiction Indonesia

  4. Ping-balik: Stuck On You! (Chapter 06) – Shaekiran & Shirayuki | EXO FanFiction Indonesia

  5. Asli ngakak full baca ff ini. Duh serius, sehun disini bener2 unyuk ya jadi ketos yg super duper sibuk. Irene masya allah nak dirimu sgt centil dan gatau malu yaaak. Wendy bener2 kutu buku yg polos dan Canyeol si cwo menyebalkan tapi juga baik sih. Uwaa joah joah bagus ff nya💞💞💞

    • Ngakak full yah? Sykur deh, berarti genre comedy-nya dapet😄
      Beda dari yg lain kan chingu? Si sehun ketos, irene centilnya minta dirukiyah, wendy terlalu polos dan chanyeol nyebelin, wkwkwk😄

      Thanks for reading dan Makasih juga untuk pujiannya chingu,kami selaku auhtor merasa terhura. :”)
      cinta kamih padamuh❤

  6. Ada saran nih buat bang cahyo. Emm gimana kalo lagi buku sakunya wendy di ambil aja? Diumpetin gituuuuu. Biar ga nunduk mulu kalo jalan. Kan jadi bikin derita sendiriiiii ._.
    Itu irene komat kamit apa? Sumpah serapah cem ‘gua sumpahin nanti naksir sama gua lu’ gitu ya? Hahahahah. Etapi mas hun, hati hati loh. Biasanya yg nyomblangin itu yg justru jadi pacar. Jadi bae bae aja ya mas. Pesona irene dahsyat loh mas ._.

    -XOXO-

    • Wkwkwkwkwk nanti Cahyo kena gemilang kalo nyembunyiin buku sakunya Wendy, gak takut ada suara ‘plak’ karena Wendy nampar cahyo?

      Biasalah, Irene mah gak usah diheranin lagi. Di doain aja biar sembuh gilanya 😂😂 Iya nih Sehun harus hati-hati, aduh kayaknya kamu punya pengalaman jadi Mak comblang ya 😂 makanya tahu efeknya apa 😄

      Makasih saran nya ya, salam cinta dari aku dan Shaeki❤

    • Iya Sehun udah berwibawa sekarang, tobat mumpung bulan Ramadan😂😂. Irene cem tante-tante di sekolah kamu? Waduh, wabah tante-tante sepertinya sudah meradang yaa 😂 thankyou for reading 😆 chapter duanya sudah nongol 😂

  7. Sehun – wendy (siswa teladan)
    Irene – chanyeol (siswa pecicilan) ya ampun kelakuan mereka… tapi bagus sih menyeimbangin satu sama lain wkwk

    • Kelakuan mereka penyebabnya ada di kedua author yang tidak waras 😂😂 iya kan adil timbangannya 😂😂 tengkyu for reading 😍

  8. omoooo bae ireneeeee tuh hobby harus segera dimusnahkan, sehun yang sabar yaaaa, kenapa wendy kok sangat sangat masa bodo bgt yaaaaaa

    • Omoo Irene cepat berubah, nanti aku nangis loh/? 😂 Masalah Sehun serahin aja ke author, kalau Sehun gak kuat lagi kan tinggal lambaikan ke kamera baru aku segera mendekat kearahnya 😂

      Dan Wendy, author NYERAH melihat Wendy yang tidak peduli apapun 😂

      Thankyou for reading ❤

  9. Iya sih.. aku baru sadar..biasanya si sehun jadi anak bad boy nya.. tapi disini dia jadi anak teladan yang mencintai sekolahnya eaaaakk… jadi anak berwibawa tuh bocah…

    Sumpah.ngakak waktu si chanyeol ngomentarin kacamata si wendy… dia bilang kayak apa sih lupa pokoknya tutup botol susu..gila dia…

    Bisa bisanya si irene ngasih pembalut ke sehun… bener bener parah tuh si irene… uwaaaa pokoknya ini komedinya dapet banget ahhh..suka pokoknya

    Ditunggu ya kelanjutannya….

    • Hihi thehun udah berubah thayang 😹 Thehun jadi anak baik thekarang😀
      Makasih udah rela ngakak untuk ff abal-abal kami ini yaa 😆
      HEHE, Irene jadi kurang waras yaks? 😂😂 Semuanya kurang waras termasuk kedua Authornya 😂😂

      Thankyou for reading, salam peluk cinta ketjup dari kami ❤❤💋

  10. Bagus haha…. ada aja cewe kaya irene ya…. seramnya…. sebenernya lebih berharap yg nolong wendy d kantin sehun sang ketua osis biar ada relasi gtu sehun wendy meski wendy di pair ama chanyeol kaya chanyeol ama irene kan ada tuh sebagai mantan pacar terus chanyeol sehun juga ada sebaagai anak narsis yg susah d atur sehun.. hihi… this story is absolutely entertain…. looking forward to next chapt author-nims….. and also rooftop romance and all is patient(lupa judulnya)…. semangat!!!

    • Aigoo makasih masukannya chigu ❤❤ Sebentar lagi Wendy sama Sehun jadi dekat kok, sebentar lagi :v
      Really? Oh, thankyou for reading our story ❤❤

  11. njay :v ngukuk-lah dooh kok irene kek tante-tante :”’V iyatuh, wendy-nya nggak pokus waktu jalan yak *mungkin dia butuh aq*ua :”’V btw, itu yg keliatan kolor-nya chanyeol-kah? next-nya ditunggu kakak-kakak hehe.. fighting!!!

    • Irene cem tante-tante tapi masih cantik 😂 Wendy butuh akua, Wendy butuh akua, warning warning!! 😆 Belum kolor Lo mbak Dia, masih boxer merk supreme :v makasih sudah mampir yaa, cinta kami padamu ❤

    • Duh kamu ngemesin banget 😆😆 kyaa! Aku senang kalo ini lucu 😆😆 Makasih udah mampir 😚 cintakuh padamu 😍

  12. Authornya boleh ngoment?? Xixixi.. 😂😂
    Setelah diliat” dan dibaca berulang-ulang, ane ketawak sendiri ngeliat ff collab ini garem,😂😂
    Ini chap 1nya garing apa nggak yak? 😂
    Kok bisa”nya kita menistakan para bias disini..😂😂
    (*meski rada valak karena masalah kemarin..😂)

    • Aku juga ketawak banget Ampe dinding rumah ane goyang dumang -,- 😂 Kita masih dapat pahala meski menistakan bang Eki :v, makasih udang sempet singgah dan ninggalin jejak yang gak diperlukan :v /kaburr!/

      Aku masih valak -,-

      • Ente masih mending goyang dumang, dinding kamar ane joget ngebor malahan.😂😂
        Pahala apaan nistain anak orang?😂
        Iya, jejak author gak diperlukan disini..😂😂
        Aish, valak -,-😂😂

      • Goyang dumang sambil loncat-loncat plus ditaburi goyang gergaji babat kapak dan palu :v Iya makanya udah kamu pergi sana, shoo shoo!

      • Itu gabungan berapa goyangan yak? Riwet bener ra..😂😂
        Iya, ane capcus go out deh. Mending ngebagus soy chap 2 yg garing ntu..😂😂
        Bubye garem, jangan rindu yaw..😂

      • Iuh, rakjel kamseupay ndeso kuno jadul 😂😂 mana mungkin princess kekasih Sehun ini rindu pada rakjel akik-akik macam kamu 😂😂 /plak!! Ditampar keras sampai otaknya bergeser dan efeknya mujarab mengembalikan kewarasan aku/

  13. Ga habis pikir sama kelakuan irene bisa”nya ada cewe macam gitu ,sehun sabar aja ngadepin nya ,dan buat wendy jangan terlalu fokus ma buku liat dong bang chanyeol
    Next kakk ……. Fugthing

    • Pikirannya kan gak bisa habis 😂😂 /digampar/ iya entar aku bilang sama Irene biar dikurangin geteknya -,- dan untuk akang Sehun biar makin sabar. Dan juga aku sita buku Wendy nanti biar Bang Chanyeol gak dikacangin :v terimakasih sudah mampir 😍

  14. Oh sehun ketua osis ? Baru kali ini denger sehun jdi gituan biasanya jadi badboy disekolah atau cool guy. Irene jdi tante menor? Biasanya irene jdi orng pendiam tapi aku suka klo mereka karakternya berlawanan dri biasanya malah klo berdua itu sdh adu mulut kek anak kecil rebutan sesuatu deh ,, sumpah itu ngakak beud~ banyakin chanyeol-wendynya !! Aku suka moment mereka berdua.. Chanyeol~ babang ku yang paling tampan~ tapi aku agak ngehh masa cewe ngintip cowo ? Biasanya cowo ngintip cewe maka pake bawa nama cabe bangkok lagi /ten/ irene perlu dirukyah. Ditunggu nextnya kakak~ next chap semoga tambah ngakak … Keep writing

    • Hehehe disini sifatnya tolak belakang banget 😃 Kalo Sehun Irene adu tinju entar mati ‘kan ffnya macat -,- kamu ngakaknya gak ada yang liat kan? Entar dikira gila lagi 😂😂 Kita usahain momennya makin banyak, momen kamu dan aku juga ada nanti /plak/ Nak Alay Thailand kan cakepnya gak ketulungan wajar kalo Irene pengen ngeliat roti sobeknya 😂😂 Terimakasih sudah mampir 😍

  15. Kesabaran Sehun sudah berads ditingkat dewa nih ngehadapin Irene nya,Irene jadi gadis urak2an,menor lagi,trus chanyeol lagi jadi pecicilan,Wendy nerd?😨
    pas Wendy jatuh kesandung polisi tidur itu dia narik celana siapa tu,sampai muka orangnya merah,wahh jangan2 orang nya Chanyeol lagi,Woahh pas baca ff ini aku banyak ketawa2 sendiri sama kesabarannya Sehun,kemenorannya Irene trus sama Chanyeol lagi.Ngakak kali kak
    Ditunggu chapter selanjutnya kakak

    • Tingkat dewa dimana ya? :V Iya nih semuanya tolak belakang sama sifat aslinya😀 Celana siapa ya? Celana aku mungkin :v 😂 Kamu banyak ketawa? Kalo nangis berarti ini gak lucu dong 😂😂
      Terimakasih sudah mau mampir dan ngakak di ff i ni, cintakuh padamu 😍

  16. Astaga ya ampun sehun..hahahaha dikasi pembalut?
    Aduh kasian wendy jdi kaleo,
    “Aku rasa aku belum mengintip hari ini.” astaga irene kau benar”..ck
    Sehun jga apa gx pegel tuh ceramah mulu dri tdi?? ..kan jarang” sehun cerewet d ff biasanya jga sikapnya dingin..kkk
    Aduh jgan sampe deh baekhyun sma irene..

    “Coba tebak apa yang aku tarik secara tidak sengaja barusan.
    Celana seseorang!
    Aku mendongak keatas dan mendapati boxer berwarna hitam menyambut mataku dan juga wajah seseorang yang memerah entah karena marah atau malu sedang berhadapan denganku”..bwahahahaha yaampun wendy..hahaha
    Aigoo bca Ff ini ngakak abis..wkwkwk
    Itu siapa ya yg clananya ditarik sma wendy..hahaha aigoo dri tdi ktawa mulu nih..
    Next kakk d tunggu klanjutanya🙂
    Fighting!!^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s