[EXOFFI FREELANCE] Bad Guy Beside Me – Chapter 1

bad guy beside me_¸

Bad Guy Beside Me (Chapter 1)

 

Author : Jung Shafa

Length : Chaptered

Genre : Angst, Crime, Drama, Romance, Sad

Rating : General

Main cast : Yoo Nayeon (OC), Oh Sehun, Byun Baekhyun

Additional cast : Park Chanyeol, Do Kyungsoo, Yoon Jihye (OC)

The story begin…

Nayeon melangkah gusar menuju sebuah kedai kopi yang tak jauh dari kampusnya. Wajah gadis itu terlihat muram dan sama sekali tak bersahabat sampai-sampai orang yang kiranya menghalangi langkahnya juga tekena imbas kemarahan Nayeon.

Ibunya kembali memergokinya bekencan dengan Baekhyun dan bisa dipastikan cepat atau lambat Nayeon akan segera meninggalkan Korea. Aneh, ibunya tinggal di Incheon dan bagaimana ibunya bisa mengetahui setiap gerak geriknya di Seoul, pasti ibunya punya banyak mata-mata disini.

Baekhyun,pria imut itu bukanlah seperti kebanyakan orang fikirkan ketika melihat wajahnya. Bad boy yang sangat suka bergonta ganti pasangan, urakan, sering kebut-kebutan dan tak jarang dalam keadaan mabuk. Hell, ibu mana yang rela anak gadisnya berpacaran dengan pria sepeti itu? Mungkin karena Nayeon sudah gila, Ya mungkin dia memang sudah gila jika tidak dia tidak mungkin mendapatkan pria yang sejenis sebanyak 3 kali. Entahlah apa yang difikirkan gadis itu dia terlalu berani untuk mengambil keputusan. Jika gadis itu sudah memutuskan untuk mencintai Baekhyun maka keputusan itu tak akan diubahnya.

“Annyeong”sapa Nayeon saat memasuki kedai kopi milik sahabatnya, Kyungsoo.

“Yeonie kenapa wajahmu jelek sekali hari ini?”tanya pria beralis tebal yang baru saja muncul dari ruangannya. Do kyungsoo, sahabatnya yang selalu saja berpendapat yang sama seperti ibunya mungkin bisa dibilang ibu keduanya. Bedanya Kyungsoo selalu memberinya masukan-masukan yang membuat Nayeon lebih tenang.

“Duduklah aku akan membuatkanmu vanilla latte”

“Tidak,aku mau cappuccino saja”ucap Nayeon sambil melenggang kekursi kosong dekat jendela. Jemarinya mulai beradu dengan layar berukuran 5 inchi ditangannya.

“Permisi nona boleh aku duduk disini?”tanya seorang pria berkacamata hitam dan bertopi hitam pula.

“Bukankah masih banyak kursi kosong?”Nayeon balik bertanya dengan nada tak suka tanpa memandang pria yang tengah mengajaknya bicara.

“Aku tidak bisa minum kopi sendiri”

“Kalau begitu ajak teman atau pacarmu tuan”balas Nayeon ketus lagi-lagi tanpa memandang pria itu. Pria itu segera duduk dihadapan Nayeon tanpa menunggu persetujuan Nayeon.

“Kau masih kuliah?”tanya pria itu dan Nayeon hanyan merespon dengan anggukkan.

“Jurusan apa?”

“Bisakah untuk tidak menggangguku tuan?”tanya Nayeon yang mulai kesal. Pria dihadapan Nayeon melipat kedua tangannya didepan dada, ia tak dapat membendung rasa ketertarikannya terhadap Yoo Nayeon yang pemberani menurutnya. Sesaat kemudian Kyungsoo menghampiri Nayeon sambil meletakkan cappuccino dan secangkir kopi hitam untuk pria didepan Nayeon.

“Haruskah aku menemanimu mengobrol?”tanya Kyungsoo pada Nayeon setelah melihat pria misterius didekat Nayeon. Nayeon meletakkan ponselnya lalu menatap Kyungsoo dengan senyum manisnya.

“Aku akan menemuimu nanti” Kyungsso kemudian melenggang meninggalkan Nayeon.

“Kenapa kau ramah padanya dan padaku tidak?”tanya pria tadi.

“Tuan sekali lagi kumohon jangan mengajakku bicara,aku sedang sibuk” pria itu terkekeh pelan mendengar ucapan Nayeon. Gadis itu hanya sedang meneguk cappuccino dinginnya sambil memandangi pemandangan diluar kedai dan dia bilang bahwa dia sedang sibuk. Nayeon memanglah konyol dan jangan tanyakan itu lagi.

“Memangnya kau sedang apa?”tanya pria itu sambil mengadu aduk kopi hitamnya pelan.

“Aku sedang memikirkan masa depan kisah cintaku yang rumit!”jawab Nayeon lalu meneguk habis cappuccino-nya. Pria itu memiringkan sedikit kepalanya sambil menatap lekat-lekat Nayeon.

“Serumit apa?”

Nayeon menghela nafasnya pelan ia mulai lelah dengan pria itu yang terus saja bertanya.

“Aku punya seorang kekasih dan kau tau dia adalah bad boy,sering kebut-kebutan dijalan,urakan, dan yang paling parah dia jarang masuk kuliah . Aku sangat mencintainya tapi ibuku tidak suka itu”raut wajah Nayeon kembali murung. Pria itu kemudian melepas kacamata hitamnya juga topi yang bertengger dikepalanya. Membuat Nayeon ternganga kagum, satu kata yang ada dibenaknya saat ini ‘ s e m p u r n a’.

“Kau mengenalku?”tanya pria itu yakin bahwa Nayeon terkejut karena gadis itu sudah mengetahui siapa dia. Tapi sayang,Nayeon hanya menggeleng pelan tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah tampan itu.

“Kau tampan sekali”ucap Nayeon tanpa sadar.

“Ah ani maksudku aku tidak mengenalmu”ralat Nayeon sesegera mungkin.

Pria itu menarik satu sudut bibirnya.

“Oh Sehun, apa kau pernah mendengar namanya?” pria itu mengalihkan padangannya kearah luar kedai kopi,mengamati beberapa orang yang lewat silih berganti. Orang-orang yang bisa saja akan mati ditangannya ketika mereka berani bertindak tidak sopan padanya. Sambil sesekali tersenyum ketika mendengarkan penjelasan gadis yang duduk dihadapannya.

“Ya tentu saja ayah temanku adalah seorang polisi temanku juga sering bercerita tentang kasus-kasus ayahnya dan salah satunya Oh Sehun,pria jahat tak berhati itu benar-benar merugikan negara. Kau tau? Seandainya aku bertemu dengannya aku akan menghajar pria itu”ucap Nayeon penuh semangat. Ya! Oh Sehun salah satu mafia berdarah dingin yang sudah terkenal dipasar gelap dunia. Penjahat kelas kakap yang sulit untuk ditaklukan, gembong narkoba yang sangat merugikan negara.

“Dan kau tau siapa aku?” Pria itu kembali mengulang pertanyaannya.

“Bukankah aku sudah bilang bahwa aku tidak tau? Kenapa kau bertanya lagi tuan?”

“Aku pria yang baru saja kau ceritakan” pria itu tersemyum simpul.

“Ayahnya temanku? Hahaha kau jangan bercanda tuan, Ayahnya Chanyeol itu sudah berumur tak mungkin setampan dirimu” ujar Nayeon sambil tertawa renyah selain konyol mungkin dia juga sedikit bodoh dalam menafsirkan perkataan lawan bicaranya.

“Sehun”

Nayeon menghentikan tawanya lalu menatap pria itu tajam.

“Oh Sehun, Aku Oh Sehun 12 April 1994 penjahat kelas kakap yang kau bilang tak berhati tapi kau harus tau aku sangat mencintai seorang gadis, Kim Yeri putri tunggal perdana mentri Korea Selatan dia adalah cinta pertamaku semasa SMAdan hingga kini aku masih mencintainya, Apa kau masih menganggapku tak berhati?”

Nayeon menelan ludahnya dengan susah payah. Tubuhnya benar-benar lemas tak bertenaga, entahalah bagaimana gambaran otaknya sekarang dan apa yang tengah ada didalam otaknya.

“Ah sudah jam 2 maaf tuan aku harus pergi,semoga kita bertemu lagi aku pasti akan mendengarkan kisah cintamu”ucapnya setelah melihat sekilas jam tangan yang melilit dilengan rampingnya lalu segera pergi meninggalkan Sehun dengan sisa-sisa tenaganya.

Nayeon menghembuskan nafasnya setelah keluar dari kedai kopi sialan itu.

“Semoga kita tidak pernah bertemu lagi tuan Oh”gumam Nayeon pelan.

Entahlah, mulai saat ini mungkin akan menjadi misteri untuk hari-hari berikutnya. Hidup atau mati mengenaskan ditangan dingin Sehun. Beruntungnya saat sampai dihalte, bus segera datang jadi dia tak perlu berlama lama menunggu lagi. Ia segera duduk dikursi yang masih kosong setelah memastikan tak ada hal-hal yang mencurigakan didalam bus.

‘ Kim Yeri putri tunggal perdana mentri Korea Selatan dia adalah cinta pertamaku semasa SMA’ ucapan Sehun tadi kembali terngiang ditelinganya. Pria itu berhati, Ya! Dan itu kembali mengingatkan Nayeon tentang umpatan-umpatan yang ia ucapkan tadi.

“Aish!”Nayeon memegangi kepalanya yang terasa begitu pening sekarang.

Malam sudah tiba dan suasana makin gelap. Mengingat ia hanya tinggal seorang diri diflat kecilnya. Nayeon masih mondar mandir didalam kamarnya sesekali meremas jemarinya yang dingin. “apa aku harus menelpon Jihye untuk menemaniku tidur,aish gadis itu kan penakut dia tidak mungkin mau”. Nayeon, gadis itu takut untuk memejamkan matanya, takut jika dia tak bisa bangun lagi keeseokkan harinya hingga jarum jam menunjukkan pukul 1 dini hari dan Nayeon menyerah memilih memejamkan matanya. Ia harus kuliah besok karena dosen Jang tak akan memberikan toleransi keterlambatan. Hidup atau tidaknya gadis itu telah menyerahkan semuanya pada sang pencipta.

***

Matahari bersinar cerah pagi ini lengkap dengan hangatnya udara yang begitu bersahabat. Dering alarm yang sengaja Nayeon atur didalam ponselnya terus berdering sejak tadi tapi gadis itu mungkin masih terlelap didalam mimpi bersama mafia tampan yang ditemuinya kemarin, mafia..

“Andwe!!” Nayeon membelalakkan matanya lalu segera memengangi wajahnya sendiri memastikan dia masih hidup.

“hhhhh”Nayeon bisa bernafas lega pagi ini.

 

 

“Nayeon-a!”panggil seorang pria yang duduk bersama beberapa teman kampusnya yang lain dikafetaria.

Nayeon tersenyum lebar lalu melangkah riang mendekati mereka.

“Apakah kalian sudah mengerjakan laporan dari dosen Jang?”tanya Naeyeon setelah duduk dikursi yang masih kosong. Teman-temannya menggeleng cepat membuat Nayeon bingung,bukankah hari ini ada mata kuliah dosen Jang tapi kenapa teman-temannya sesantai itu?

“Aku bahkan tidak tidur semalaman karena ini”Nayeon mengeluarkan beberapa lembar kertas dari dalam tasnya. Bohong, Nayeon sudah mengerjakannya jauh-jauh hari dan alsannya tidak tidur bukan karena tugas itu melainkan Oh Sehun.

“Bukankah dosen Jang kemarin bilang kalau hari ini dia tidak datang?”tanya Kyungsoo dengan wajah polosnya sontak mengundang tatapan tajam Naeyeon.

“Siapa bilang?”

“Dosen Jang”balas Kyungsoo singkat.

“Hei! Bilang padaku bahwa Kyungsoo berbohong!”Nayeon terlihat mulai frustasi dengan teman temannya yang hanya diam.

“Ya tuhan padahal aku rela tidak pergi dengan Baekkie karena ini”Nayeon meremas kesal kertas kertas ditangannya.

“Kau masih berpacaran dengan Baekhyun?”tanya seorang temannya,Jihye.

“Tentu! Aku mencintainya”

“Hei Yoo Nayeon, Baekhyun itu tidak pantas menjadi kekasihmu!”ejek Chanyeol.

“Tahu apa kau hah?”Nayeon menarik telinga Chanyeol yang selalu membuat Nayeon merasa ingin memotongnya.

“Ya! Ya! Ya! Appo!!”Chanyeol merengek sambil memegangi telinganya yang kini berwarna kemerahan.

“Sebaiknya kau segera mencari yeoja chingu agar aku yakin bahwa kau benar-benar menyukai yeoja”Naeyeon menyerobot jus jeruk milik Jihye.

“Mungkin kau harus membelikan si pendekmu itu celana yang lebih baik”Chanyeol menunjuk seorang pria yang tengah berjalan mendekati mereka.

“Bisakah kalian tidak bertengkar satu hari saja?”Kyungsoo terlihat jengah melihat tingkah kedua sahabatnya itu. Rasanya mereka tidak pernah memilikihari tanpa pertengkaran kaena hal-hal konyol.

“Yeonie!”panggil seorang pria pendek bersurai coklat tua dengan celana yang dirasa kurang pantas karena telah sobek sana sini.

Nayeon tersenyum lebar lalu berlari kearah pria tadi dan menghambur kepelukannya.

“Oppa kenapa tidak bilang kalau mau menjemputku dikampus”Nayeon bergelayut manja dilengan Baekhyun.

“Ini kejutan sayang”Baekhyun mengusap puncak kepala kekasihnya itu lalu duduk disamping Chanyeol dan tentu saja Chanyeol menatap aneh Baekhyun. Pria itu dari dulu memang tidak suka dengan penampilan Baekhyun yang berantakan.

‘Aish kenapa si pendek ini malah disini,lihat penampilannya ini gaya apa yang tengah diterapkannya? Apakah Nayeon tidak pernah menegurnya? Badannya juga bau alkohol,berapa banyak dia minum semalam’rutuk Chanyeol kesal.

“Hai man apa kabar?”Baekhyun menempuk pundak Chanyeol membuat sang pemilik pundak meringis terpaksa.

“Mobilmu baru ya?”tanyanya lagi.

“Ya! Baru dibelikan ayahnya seminggu lalu”ucap Jihye.

“Apakah kau sudah mencobanya dengan kecepatan penuh?”

Chanyeol menggeleng pelan sambil menatap Kyungsoo berharap Kyungsoo akan mengajaknya pergi.

“Kau ini cupu sekali hah,seharusnya mobil seperti itu kau pakai untuk kebut kebutan itu akan menyenangkan”

Nayeon kemudian memijat keningnya setelah mendengar ucapan Baekhyun yang akan membuatnya mati ditangan Chanyeol. Gadis itu tahu benar pasti Chanyeol sedang memikirkan cara untuk membalaskan sakit hatinya sekarang. Lihat saja cara memandang Chanyeol pada Nayeon, sangat menyeramkan sekarang.

***

Nayeon merebahkan tubuhnya diatas ranjang berbalut sprei berwarna hijau toska didalam kamarnya. Hari ini sangat melelahkan bagi gadis berusia 20 tahun itu mungkin tidur sebentar akan mengembalikan energinya sebelum kembali berkutat dengan tugas-tugas kuliahnya. Belum ada 5 menit gadis itu terpejam, mata sipitnya kembali terbuka.

Ada satu hal penting yang belum diketahui ketiga sahabatnya. Tentang petemuannya dengan Sehun beberapa hari yang lalu. Nayeon segera meraih ponsel diatas nakasnya menujugrup chat dengan ketiga sahabatnya.

Nayeon : Bisakah kita berkumpul dikedai kopinya Kyungsoo? Ada hal penting yang ingin kukakatakan.

Chanyeol : Pergi saja kau kelaut! Aku tidak mau melihat wajahmu lagi!

Chanyeo masih marah rupanya dengan kejadia kemarin, bukankah itu salah Baekhyun? Kenapa Nayeon yang kena imbasnya? Karena Baekhyun kekasih Nayeon. Kkkk

Nayeon : Hei aku tidak bercanda!

Jihye : Aku sedang bersama Kyungsoo dikedai kopinya kau kesini saja.

Kyungsoo : Jangan kesini jika hanya akan membuat keributan!

Peringatan keras dari sang pemilik kedai karena rasa trauma yang amat sangat. Pernah suatu saat Chanyeol dan Nayeon bertengakar dikedainya dan membuat keributan dan itu sangat buruk.

***

“4 hari yang lalu aku bertemu Sehun”ucap Nayeon pelan yang sontak mengundang gelak tawa ketiga sahabatnya.

“Ya Nayeon-a kau sepertinya sudah gila karena Baekhyun hingga berfikiran yang tidak-tidak”ucap Chanyel disela tawanya.

“Aku tidak bercanda!”Nayeon kali ini lebih meninggikan nada suaranya menegaskan bahwa dia sedang sungguh-sungguh. Kyungsoo adalah orang pertama yang menghentikan tawanya karena ia mengingat sesuatu.

“Apa dia yang minum kopi bersamamu disini waktu itu?”tanya Kyungsso pelan dan Nayeon hanya mengangguk.

“Apa saja yang kau katakan hah?”Jihye terlihat mengintimidasi Nayeon karena dia sadar bahwa kadang-kadang sifat pemberani Nayeon terkadang kelewat batas.

“Aku bilang bahwa di adalah pria jahat tak berhati aku bahkan mengatakan jika aku bertemu dengannya aku akan menghajarnya”ucap Nayeon lemas mengingat kejadian mengerikkan yang dialaminya waktu itu.

Ketiga sahabatnya hanya mampu memandangi Nayeon iba mengingat bahwa nyawa gadis ceroboh itu sedang dalam bahaya sekarang.

“Ayahku bahkan mati-matian mencari pria itu dan kau malah berhasil minum kopi dengannya,kau sangat beruntung Nayeon”ucap Chanyeol dengan nada datar.

“Ini gila”ucap Jihye pelan.

***

Nayeon pov’s

Entah apa yang sudah terjadi aku tidak ingat betul karena benturan dikepalaku saat hendak berlari keluar dari bank tadi membuatku pingsan dan ketika aku sadar semua telah berubah,bank yang mulanya tenang kini menjadi penuh tangis ketakutan. Aku masih terlalu pusing untuk membuka mata dan mengamati apa yang terjadi. Hingga sebuah suara tembakan yang cukup keras membuat mataku terbelalak begitu saja. Beberapa orang bertopi dan mengenakan masker tengah menodongkan pistol kepada bebrapa petugas bank.

“Jebakan apalagi ini? Acara tv sekarang makin rumit bahkan lebih rumit dari kisah cintaku dengan Baekhyun”Aku mencoba berdiri dan melangkah keluar namun naas aku baru menyadari bahwa ini bukan acara tv ketika sebuah peluru melesat nyaris menembus pundakku,beruntung peluru itu hanya membuat luka yang tidak terlalu parah meskipun sangat sakit rasanya.

“Ah!”aku segera memegangi pundak kiriku berharap darah tidak keluar terlalu banyak.

“Kau mau kemana nona manis”ucap seseorang bermasker dengan pistol ditangannya.

“Tentu saja pulang dan mengobati lukaku”ucapku berusaha untuk melawan rasa takutku sendiri. Hell untuk apa aku takut hah? Aku bahkan sudah pernah minum kopi bersama mafia tak berhati Oh Sehun,meskipun aku tidak berharap itu terulang lagi.

“grep!”pria itu segera mencengkeram pundak kananku sambil menodongkan pistol dikeningku dari arah belakang.

Author pov’s

‘Mati kau Nayeon,salah siapa menjadi sok pemberani hah?’rutuk Nayeon pada dirinya sendiri.

“Ya! Apa kau mengenal Oh Sehun?”tanya Nayeon dengan suaranya yang mulai bergetar.

“Aku sangat dekat dengannya, Aku bahkan pernah minum kopi bersamanya beberapa hari yang lalu dia juga bercerita banyak padaku tentang kehidupan cintanya”Nayeon menyumpahi dirinya sendiri semoga dia tidak benar-benar dekat dengan Sehun yang mngerikkan itu.

“Jangan bohong”pria tadi semakin menekankan pistol dipelipis Nayeon.

“Untuk apa aku bohong, Dia sedang berpacaran dengan Kim Yeri putri tunggal perdana mentri tetapi kurasa hubungan mereka sangat ru-”ucapan Nayeon terhenti ketika melihat seseorang berbadan tinggi dan berpakaian rapi dengan setelan jas yang melekat ditubuh sempurnanya memasuki bank bersama beberapa pria bertubuh kekar dibelakangnya. Oh Sehun. Pria itu tetap saja memancarkan pesonanya didalam keadaan genting seperti sekarang.

“Kau jangan katakan kalau kau adalah anak buahnya”bisik Nayeon pelan.

“Tapi aku adalah anak buahnya,Oh Sehun dia adalah bosku”

“Kalau begitu lepaskan aku!”ucap Nayeon sambil berusaha menggerakkan tangannya yang terasa sakit karena pria tadi menggenggamnya terlalu kuat.

“Kau tidak lihat pundakku terluka?”tanya Nayeon dengan suara agak keras dan berhasil menarik perhatian Sehun.

“Bawa gadis itu kedalam mobil”titah Sehun.

“Mwo?! Ada apa? Kenapa aku?”Nayeon benar-benar takut sekarang. Ada banyak polisi diluar sana namun tak ada yang berani bergerak maju karena ujung pistol yang masih menempel dipelipis Nayeon mungkin saja akan meluncurkan pelurunya dan menembus otaknya ketika polisi menyerang sekarang juga.

Hingga gadis itu pasrah berada didalam mobil sambil menahan rasa perih dipundak kirinya.

“Apa lukamu parah?”tanya Sehun yang baru saja masuk dan duduk disebelah Nayeon membuat detak jantung Nayeon kembali berdetak sangat kencang,aliran darahnya terasa berdesir cepat hingga terasa lukanya akan mengeluarkan banyak darah.

“Ya,sangat sakit”jawab Nayeon pelan.

“Kau gadis yang memiliki kisah cinta rumit itu kan?”tanya Sehun lagi.

“Kau masih mengingatku?”Nayeon berbalik melontarkan pertanyaan pada pria yang beraroma maskulin disampingnya itu.

“Bagaimana aku lupa? Banyak gadis di Seoul yang mengidam idamkan aku bahkan mereka ingin mengajakku berkencan tapi saat aku minum kopi dimeja yang sama denganmu kau malah mengabaikanku bahkan menghinaku seperti itu”

Nayeon meringis takut menyesali sikapnya kala itu.

“Maaf aku tidak bermaksud untuk itu”

Nayeon terdiam tanpa kata saat mobil yang membawanya melaju entah kemana. Tak ada keberanian sedikitpun pada dirinya untuk menanyakan hal itu pada Sehun. Mungkin dia akan dibunuh disuatu tempat atau entahlah. Hingga mobil itu berhenti didepan sebuah rumah mewah dan sangat mewah menurut Nayeon.

“Ayo turun” ucap Sehun seraya membukakan pintu untuk Nayeon. Sehun melangkah cepat mendahului Nayeon yang masih ragu untuk masuk kedalam rumah itu.

“Tidak perlu takut disini aman”ucap Sehun tanpa menoleh menatap lawan bicaranya.

“Duduklah aku akan menelepon dokterku untuk mengobatimu”

Nayeon memberanikan diri untuk duduk diatas sofa berwarna maroon yang berada didalam ruang tamu. Berusaha sekuat mungkin membuang fikiran buruknya tentang sofa yang bisa saja meledak saat ia duduki atau lampu gantung yang super mewah itu akan menjatuhinya.

“Oh Sehun,kita bertemu lagi”gumam Nayeon pelan.

“Dimana rumahmu?”tanya Sehun setelah mengantarkan dokter pribadinya sampai kedepan pintu gerbang.

“Aku tinggal diflat tidak jauh dari sini,tapi sepertinya aku tidak bisa kesana sekarang”Nayeon masih memengangi lukanya yang kini terasa ngilu akibat alkohol yang digunakan untuk membersihkan lukanya.

“Kenapa?”entah sejak kapan Sehun ingin tahu urusan orang. Sejak dikedai kopi beberapa hari yang lalu ya mungkin saat itu, karena saat itu Sehun juga bertanya ‘kenapa?’ pada Nayeon setelah Nayeon bilang bahwa kisah cintanya rumit.

“Kenapa? Kau masih bertanya kenapa? Karena ibuku mengirimku sejumlah uang untuk sewa flat selama 1 bulan dan uang makanku 1 bulan lewat bank yang sedang kau rampok dan kau masih tanya kenapa dasar pria aneh”ucap Nayeon lalu gadis itu kembali menyadari betapa bodohnya dia. Kebiasaan buruknya itu selalu saja muncul bahkan dihadapan seorang psikopat seperti Sehun.

“Jadi kau menyalahkanku?”

“Tentu saja- Haish!”sekali lagiNayeon kembali melakukan kebodohannya lagi sekarang.

Sehun tersenyum tipis penuh pesona yang memabukan setiap anak gadis yang melihatnya.

“Maafkan aku”ujarnya berhasil membuat Nayeon yang mulanya menunduk takut kini mendongakkan wajahnya menatap Sehun tak percaya bahwa psikopat itu bisa mengucapkan kata maaf dan Sehu sendiripun juga heran kenapa dia bisa mengucapkan maaf.

“Kau bisa mengunci pintu kamarnya jika kau takut padaku”ucap Sehun seraya keluar dari kamar tamu.

“Daebakk darimana dia tau aku takut padanya”gumam Nayeon kemudian mengunci pintu kamarnya.

Kamar super mewah ini hanyalah kamar tamu dan Nayeon tidak bisa membayangkan bagaimana kamar utama dirumah yang lebih mirip dengan sebuah istana ini.semua tertata sangat baik, sepertinya Sehun menyewa penata ruangan kelas dunia untuk mengatur rumahnya ini.

Nayeon segera menekan perutnya ketika sebuah bunyi muncul dari sana. Dia lapar…

‘tok tok tok’Nayeon mengerjap mendengar ketukan pintu kamarnya. Apa Nayeon harus membukanya ataukah tidak. Bagaimana jika ketika Nayeon membuka pintunya dan Sehun sudah menodongkan pistol kepadanya?

“Ini aku bukalah sebentar”ucap pria dibalik pintu.

1 2 3…

Pintu terbuka sempurna dan semua berubah bukannya Sehun dengan wajah murkanya bersama pistol tapi Sehun dengan balutan kaos hitam dan jeans panjang bersama sebuah kunci mobil ditangannya. Aroma parfum mahal begitu tercium dihidung Nayeon ketika pria itu tepat berada dihadapan Nayeon.

“Kau tidak lapar?”tanya Sehun pelan.

Lapar? Tentu saja, dari tadi siang Nayeon belum makan apapun. tapi jika untuk makan bersama Sehun sepertinya tidak. Nayeon terlalu takut untuk makan dirumah yang bisa saja kan melenyapkan nyawanya ini.

“Kita akan makan diluar kau bisa pilih tempat makan yang kau suka”ucap Sehun seolah mengerti apa yang tengah difikirkan Nayeon.

Mobil mewah seharga puluhan juta won itu melaju menuju tempat mkan yang dipilih Nayeon. Nayeon hanya terdiam sambil terus berusaha membuang fikiran buruknya yang yang memang bisa saja teradi kapanpun dan dimanapun.

“Kau kuliah dimana?”

“Gangwon University”jawab Nayeon singkat.

“Apa kekasihmu yang kau ceritakan dulu itu juga kuliah disana?”

“Tentu saja iya,”

“Jangan katakan ini pada ibuku”bisik Nayeon pelan seolah Sehun telah mengenal ibunya.

“Kenapa?”

“Aku pasti akan benar-benar dibuang ke Kanada, tinggal bersama ayahku disana dan itu akan lebih menyedihkan”tutur Nayeon yang sepertinya lupa dengan siapa dia berbicara. Orang yang bisa saja membuat hidup Nayeon lebih menyedihkan dari yang dibayangkannya.

“Kalau begitu tinggal saja dirumahku”

Nayeon menatap sekilas Sehun lalu kembali menatap jalan raya yang masih cukup padat malam ini.

“Setelah ini aku akan menginap dirumah Jihye atau meminjam uang pada Kyungsoo untuk membayar sewa flatku”

“Kau takut tinggal dirumahku?”tanya Sehun.

“Tentu saja, meskipun aku ini pemberani tapi biar ku tanya padamu gadis mana yang tidak takut tinggal dirumah mafia kelas dunia seperti dirimu?” Nayeon segera memejamkan matanya ketakutan, menahan jantungnya yang berdegup seolah ingin keluar dari tempatnya. Dia melakukannya lagi…

Sehun tersenyum simpul kemudian menghentikan mobilnya. “Apa yang akan kau lakukan padaku tuan?”tanya Nayeon pelan…

To be continued..

Hai hai Jung Shafa kembali lagi dengan ff yang entah dapet dari mana inspirasinya. Semoga readers semua suka ya ^^

74 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Bad Guy Beside Me – Chapter 1”

  1. Hai kakak author aku reader baru di ff mu

    woww ternyata ceritanya menarik semenarik judulnya, dan aku suka banget sama karakternya Nayeon 😀

  2. Nemu ff ini trus baca teasernya dan aku pikir menarik. Akhirnya aku lanjut baca dan beneran menarik. Seru gitu. Cuma sedikit membingungkan karena alurnya terlalu tiba2 terutama kenapa sehun lgsg tertarik sm nayeon.
    Semoga chapter selanjutnya jg menarik, dan ada penjelasan lagi.. fighting! 😊

  3. Suka kok sukaaaaa!!! Suka banget malaaahhhhhh!! Diksinya sederhana tapi ngena banget bisa ngebawa suasana. Suka banget pokoknyaaa!!
    Ditunggu kelanjutannya yaah shafa-ssi ^^
    -XOXO-

  4. aku baru nemu ff ini. maaf ya nggak baca teasernya dulu. nayeon orang yg blak blakan ya. aih.. gimana jadinya nayeon kalo tinggal ama mafia macam sehun :3

  5. Suka sama nayeon yg pemberani, baekkie disini jdi berandalan kira” kek gmna ya tampangnya kekekeke keren ffnya thorr keep writing!

  6. lagi nyari ff main castnya sehun,, eh nemu nih ff,, aku suka ffnya karna castnya bias aku semua. keren dah pokoknya .. dilanjut ya thor keep writting jan lama lama yehet!!

  7. waaaa…..keren….seru bgt ceritanya 🙂
    nayeon bner” ceplas-ceplos deh, gk mikir dlu sbelum bicara, hehehe….
    untung sehun gk marah denger dia ngomong kyk gitu, gimana coba klau sehun smpai marah???
    wah bisa habis ditangan sehun tuh si nayeon 🙂
    eh tp dr pertama sehun emg udh tertarik ya sma nayeon, seruuu bgt deh baca ff ini….
    lanjut ya kak 🙂
    semangat ^__^

  8. whoah Baekki jadi badboy, pasti keren 😀 😀 ,kek nya Sehun tertarik sama Nayeon, trus klo Baek tau klo Nayeon di rumahnya Sehun, apa yang akan terjadi?? btw aku melewatkan teaser nya, aku baca dulu ya teasernya
    next ya, fighting 🙂

  9. Waaa kereenn!! Next chap thor! Update nya jangan lama2 yaa…
    Oiya, aku mau kasih saran nih thor. Biasain kalo ada percakapan itu, kalimat terakhir sebelum tanda petik dikasih titik ya thor..
    Fighting thorr!!

  10. Hwaaaa daebakk..
    Aku sukaaaa bnget sma critanya^^
    Baekhyun oppa dsni jdi badboy mnarik nih 🙂
    Uhh sehun oppa biarpun mafia tpi masih punya hati 🙂
    Aku suka tuh sma tingkahnya nayeon yg sering kya gtu..wkwkwk
    Omo omo itu sehun oppa mau apa???
    Next kakk dtunggu klanjutanya ya^^
    Fighting!!

  11. Ah~ Karena ingetnya Baekkie di MV Monster jadi ya image badboynya cukup cocoklah.
    Kyaknya Sehun sama Baekhyun saling kenal ya? Aku cuma nebak sesuai teaser kemarin”.

  12. Astaga baekkiku yg imut kok badboy sih.
    Sehun walaupun mafia tetap keren dan tamvan.
    Nayoen aigooo mau diapain?

  13. Itu sehun keren banget pasti!! Walau dia mau kerja apaan bahkan pembunuh psikopat sekalipun wajahnya tetep ganteng~ aku yakin pasti sehun bukan manusia :v . Alur ceritanya sumpah bagus banget dan baekhyun jdi anak berandalan. Plis deh masa cabe jdi anak berandalan ? Biarlah itu terserah authornya. Lanjut kak~ keep writing

  14. Bagus thor ceritanya! Menarik ini keren, ga nyangka baekhyun jdi bad boy .. hahaha 😂
    Itu sehun mau ngapain berhentiin mobilnya? Wah..

    Next thor! Fighting!

  15. 😱😱😱keren banget kak,ciee ya
    ng jadi bad boy disini tuk😄Woaahhh Baekhyun sama Sehun😍
    Lanjut kak,fightinh💪

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s