[EXOFFI FREELANCE] Sugar – Chapter 1

PhotoGrid_1466223715357

Title                 : S U G A R (Chapter 1)

Author           : Sarsya

Length           : Chaptered

Genre              : School life, romance, sad, friendship

Rating             : 15+

Main Cast       : Byun Baekhyun (exo), Oh Sehun (Exo), Hyerin (oc) , and you can find more cast by your self

Disclaimer       : fanfict ini adalah fanfict pertama yang saya buat. Maaf bila masih banyak yang kurang dan typo. Mianhe juga chingudeul, covernya belum sempurna.

Selamat menikmati….

 

Jangan lupa untuk meninggalkan komentar, karena komentar dari kalian sangat berguna bagi saya kedepannya

 

 

“apa kau pikir hanya aku saja yang bersalah? Bercerminlah!” suara yang berhasil menerobos bibir tipis, Suara yang berasal dari pria berkulit porselen itu- Oh Sehun

PLAKKKK “kau.. kauu berani beraninya menamparku dengan tangan kotor itu?” suara gadis yang sangat parau, bahkan nyaris tidak terdengar oleh Sehun.

“mmmmianhe Hyerin-ah” ucap Sehun sembari mengelus puncak kepala dan memeluk sang gadis.

 

Sehun mendongkakkan kepalanya, dilihatnya langit Seoul yang kelam, seolah mentari enggan untuk membagi cahaya kepada bumi dan sepertinya langit sedang bersiap untuk menurunkan airnya. Diedarkannya pandangan Sehun kekiri dan kekanan secara bergantian, disini ditempat ini benar benar sepi. hanya ada pohon tua, ranting berserakan, dan daun daun yang berguguran. Seakan semua tau bahwa hari ini, tepat sekon ini dia akan kehilangan gadisnya. Semua yang ada disini, akan menjadi saksi bisu akan berakhirnya sebuah hubungan

 

“jangan pernah muncul dihadapanku lagi Sehun-ah, maafkan aku yang tidak pernah tau maumu sampai kau melirik wanita lain. Aku akui aku yang selama ini egois” getir suara yang lolos terucap Hyerinsembari memukul mukul dada bidang Sehun dengan sebisanya “mungkin kita bisa berteman” tambahnya “atau mungkin kita bisa kembali seperti awal, tidak saling mengenal haha” dirasakan air yang mulai membendung di pelupuk mata Hyerin kini telah mulus melewati pipinya

“hahaha aku hanya bercanda Sehun-ah, aku sudah tidak seperti anak kecil lagi. Lihatlah bahkan aku bahagia ketika melihat kau dengan—“

Deggg, dieratkannya pelukan Sehun

“cukup Hyerin cukup! Mianhe Hyerin”Jerit Sehun ditengan isakan Hyerin, bahkan sebuah pelukan pria yang dicintainya itu tidak cukup untuk mengobati pilu yang Hyerin rasakan. Sakit, benar benar sakit.

“maukah kau menjadi temanku?”ucap Hyerin, masih dalam pelukan yang sama, namun hening untuk beberapa saat

“bahkan sekedar mengenalmu saja aku tidak pantas Hyerin, lupakan aku. Kita akan bahagia ditempat yang berbeda Hyeah, rasanya aku tidak pantas untuk kau maafkan.” terlihat senyum miris Sehun yang menggambarkan penyesalan, dekapan itu akhirnya berakhir. Dan untuk yang terakhir, Sehun mengelus pipi mulus Hyerin, merasakan penyesalan setelah apa yang baru saja dia perbuat.

 

Jalanan Kota Seoul

Dari ujung jalan terdengar suara yang melengking “Hyerin-ah Hyeriiiiiiiiiiin!!” ya, dia berteriak sambil berlari menuju tujuan “Hyerin, bagaimana, kau sudah menyelesaikan tugas guru Kim?”akhirnya sampai juga, dengan nafas yang tersenggal senggal “Astaga!! Aku lupa. Bagaimana ini? Waaaaaah bisa mati kita” jawab Hyerin cemas.

“hmmmm bagaimana kalau kita bolos? Mau kan?” dengan mata genit yang dibuat buat “ani ani aku tidak berani” lantas Hyerin segera meninggalkan sahabatnya –Baekhyun

“Yak!!! Hyerin-aaahhh tunggu aku tungguuuuu”

“gadis aneh”

“gadis limited”

“gadis judes”

“gadis –“ Baekhyun terus berlari sambil menggerutu mengejar Hyerin.

 

 

Hyerin telah berhasil melewati gerbang sekolah dan menuju koridor dengan sangat mulus tanpa menghiraukan bisikan bisikan Byun Baekhyun yang terkutuk

 

Dari sisi lain koridor

 

“selamat pagi, kau sangat cantik hari ini” ucap seorang pria kepada gadis didepannya

“ahhh, gomawo Sehun-ah” sambil mencium pipi si pria.

Senyum pahit tersungging dibibir tipis milik Hyerin

“selamat Sehun, kau benar. Bahkan untuk saling mengenal saja, kau tidak pantas untukku”hatinya berkata demikian, pemandangan pagi yang cukup membuat pagi Hyerin rusak.

 

“DORRR!” Hyerin tersadar dari objek penglihatannya akibat ulah si cute Baekhyun “AAAAAAaaaa dasar gila!” Hyerin berjalan cepat meninggalkan Baekhyun, lagi. “jangan cepat cepat Hyerin-ah ….. nanti rambutku aaakhh berantakaaaaaaaaaaaaan” beakhyun yang terus merapikan poninya, teriak Baekhyun membuat para siswa & siswi terkekeh geli melihat kelakuan baehkyun.

Ya begitulah, ini adalah sarapan pagi setiap hari untuk para siswa/i Myonghwa High School. Perdebatan antara Hyerin dan Baekhyun, sahabat yang selalu berlawanan arah, entar dari arah mana awalnya, yang jelas mereka jarang sekali akur, dan entah siapa yang memulai semua ini. Hanya mereka lah yang tau.

 

mengapa harus seperti ini, mengapa harus diakhiri dengan penghianatan. Kemarin seperti yang aku lihat, kau sangat menyesali perbuatanmu. Dan sekarang, aku melihat kau seakan baik baik saja . kau sangat ba ha gia Sehun-shi’ lirih hati Hyerin

 

“Hyerinahhh kau kau mengapa terburu buru eoh?” Baekhyun yang berhasil duduk di sebelah kiri Hyerin saat sudah berada di kelas

“kau lupa?” “hemmmmm” Baek berfikir dengan keras

“ hehehhe. Aahh pasti itu tidak penting”

“paboya, bukankah kau duluan yang mengingatkan mengenai tugas guru Kim?” Hyerin yang memutar bola mata dengan malas, “kita lihat saja nanti Hye, apakah dewa fortuna memihak kepada kita atau tidak”PLETAKKKK! “kau ini kenapa sih? Pagi pagi sudah tempRamyeon seperti ini? Ehhh tidak baik wanita kasar kasar” Baekhyun yang mengusap ngusap kepalanya akibat dari jitakan sang teman.

 

 

 

“KALAU SAJA KAU MEMBERITAHUKU TUGAS ITU KEMARIN , MUNGKIN AKU TIDAK AKAN ADA DISINI!!!!”

“mungkin dewa fortuna sedang cuti dari pekerjaannya hehehhe” celoteh Baekhyun seraya menenangkan Hyerin.

 

“aku lelah Baekk” keluh Hyerin yang mulai kelelahan akibat mengelilingi lapangan sebanyak 3 .. atau 4 putaran kepada Baekhyun, sambil menyandarkan kepala pada bahu Baekhyun “aku juga lelah Hye, tapi masalah yang terbesar adalah—“ Hyerin menatap Baekyun secara intens

“aku takut—“ Hyerin semakin penasaran dengan kata kata beakhyun yang menggantung gantung “kulitku—“ Baekhyun sambil menatap mata Hyerin lekat lekat

“kenapa kulitmu? Kurapan? Jamuran? Oh tidak Baek aku takut tertular” Hyeri segera beranjak dari bahu Baekhyun dengan muka panik dibuat buat

“aishhh, mengapa kau begitu bodoh? Paboya, mana mungkin pria setampanku ini kurapan? Aku hanya takut kulitku hitam hehehe” lantas hal ini tidak membuat Hyerin kaget, ya begitulah Baekhyun. Ini sudah sangat bi a sa. Hyerin bernafas malas.

 

“Hyerin-ah” suara Baekyun lembut yang memulai pembicaraan mereka setelah beberapa detik hening “hmmmm” gumam Hyerin malas dengan mata terpejam di sandaran bahu Baekhyun “bagaimana dengan namjachingu mu?” tanya Baekhyun hati hati, mengingat terakhir Hyerin bercerita pada Baekhyun bahwa hubungan antara Hyeerin dengan kekasihnya sedang tidak baik baik saja

“relationship is over” Hyerin yang masih terpejam.

“dari pertama kau cerita padaku mengenai kedekatanmu dengan namja itu,sampai kau pacaran, dan sekarang sudah berakhir, aku tidak pernah tau tentangnya.. bahkan namanya saja aku tidak tahu.” Tutur Baekhyun dengan lengkap, seperti menuntut keterangan

”Itu tidak penting Byun Baekhyun” jawab Hyerin cepat dengan mata tetap terpejam

“kau baik baik saja ‘kan?” sambil mengelus pangkal rambut hitam Hyerin yang berantakan

“hmm Baek, jangan pernah berani pergi dariku, atau akan kubunuh kau” Baekhyun tersenyum tulus mendengar apa yang dikatakan sahabatnya itu.

 

Baekhyun terus menatap Hyerin yang masih betah dengan posisi menyandar pada bahunya. Baekhyun sama sekali tidak melarang akan hal ini. Justru hal ini sangat membuat dia nyaman. Menjadi sandaran bagi sahabat terbaiknya, ya itulah yang dapat membantu Hyerin menjadi lebih tenang walaupun Baek sendiri tidak tahu apa permasalahan yang dihadapi sahabatnya ini.

 

Jam sekolahpun berakhir, waktunya penghuni Myonghwa High School kembali ke rumah mereka, hal ini sangat disambut gembira. Tapi berbeda dengan Hyerin, dia masih mengingat kejadian kemarin, dimana Hyerin mengakhiri hubungannya dengan Oh Sehun, pria yang ia cintai sejak pertama mereka masuk ke sekolah ini, dan hubungan mereka harus diakhiri karena adanya penghianatan dari sang pria. Ya, setelah 2 tahun menjalani hubungan, akhirnya Sehun menyukai wanita lain, wanita yang dikenal sebagai juniornya. Hal ini tentu tidak diketahui oleh sahabat Hyerin –Baekyun, karena memang dari awal Hyerin dan Sehun merencakan bahwa hubungan mereka hanya boleh diketahui oleh Hyerin,Sehun dan juga Tuhan. Backstreet.

 

“hoaaaammmm” dikolidor sekolah, suara Baekhyun yang terdengar malas “Hyerin” “mwo?”jawab Hyerin biasa saja sambil terus menundukkan kepalanya, “kau akan langsung pulang?” tanya beakhyun tanpa menoleh ke arah Hyerin“sepertinya tidak” Hyerin yang menggeleng pelan ,“lantas?” tanya Baek heran dan kali ini langsung menatap iris mata Hyerin“entahlah” jawab Hyerin dengan menaikkan pundaknya   “hmmm bagaimana kita ke mall? Aku dengar disana ada tempat karoke baru yang pastinya dalam masa promo. Jika kau mau, kita kesana saja” usul Baekhyunn yang antusias “hmm kedengarannya tidak begitu buruk. Tapi—“ “hoalah masih saja mikir. Ya atau Tidak?” Baekhyun yang kesal “boleh” “call?” “Ne” dengan sangat tidak manusiawi Baekhyun menarik paksa tangan Hyerin.

Dengan langkah terburu buru akhirnya merekapun resmi meninggalkan sekolah.

 

 

 

Gakkeum i maneul dadgo nan saenggake ppajyeo

Mudae wi nae moseubeul sangsanghagon haesseo

Satureun nse moseubdo johahaejun neoyeotjima

Eonjena geu jarie gidaryeojun neo

 

“Baek, bisakan kau menggati lagunya? Lagunya tidak asik!” protes Hyerin yang tidak suka karena sedaritadi Baekhyun yang mengambil alih karoke merka “ne ne, mau lagu apa? Silahkan pilih sendiri” jawab Baekyun yang tidak bisa menolak rajukan sang sahabat pada saat itu “hmmm sebentar” Hyerin yang segera menuju monitor itu.

 

Girl ~ i sasangeseo jeil bitnajanha

Jel najeun i gotkkaji bicwo

Oh girl~ neowa gakkal hago sipeun geol jogeumman

Ttaseuhan bitcheul nanwojwo

 

Modu barabojiman nareul barabongeun anya

Ladies and gentelman

Modu neoreul bojanha

Yeogiseo gajang balgeun neol

Ladies and gantelam

 

“waaaaaahh kau pintar juga bernyanyi Baek-ah” puji Hyerin pada Baekhyun “waaah sayang sekali sahabatku ini baru tauuu” jawab Baek dengan girang “hahahha aku kira kau hanya pintar tentang fashion dan perawatan” “aishh bisa bisanya kau memandangku sebelah mata Hye” “bahkan aku tidak pernah memandangmu Baek ahahha” canda Hyerin diiringi oleh tawa seadanya.”Yaaakkk baehyun apo apo. Mian mian aku hanya bercanda” Hyerin yang mengusap lengannya akibat dari pukulan Baekhyun

“habis ini, kita akan kemana lagi Baek?” tanya Hyerin, “hmmm terserah. Kau lapar tidak?” tanya Baekhyun “lapar sekali Baek” Hyerin memanyunkan bibirnya, melihat tingkahnya, Baekhyun mencubit pipi cubby Hyerin dengan gemas “hahha kau ini Hye” Baekhyun yang tidak melepaskan pipi Hyerin dari tangan jahilnya, dan Hyerinpun tidak menolak. Hyerin sepertinya sudah bisa menerima kebiasaan buruk Baekhyun pada dirinya.

 

Alangkah bahagianya melihat kedua makhluk ini, seakan tidak ada beban yang mereka tanggung. Mereka hanya bernyanyi, dalam waktu yang bersamaan bahkan mereka berduet dengan gaya bak konser .

Ruangan berukuran medium, dengan sofa yang hanya ada satu, layar lcd yang besar , microfon yang masing masing ada dalam genggaman mereka, air conditioner yang mendominasi bau ruangan, ya disitu lah mereka. Disalah satu tempat karoke di seoul. Merekapun selesai

 

“Hye, kau mau makan apa?” tanya Baekhyun menunggu jawaban Hyerin “hmmmm” jawab Hyerin sambil membolak balikan list menu yang ada ditangannya, entah apa yang Hyerin cari, yang pasti mereka sudah ada di restoran 20 menit yang lalu setelah mereka menyelesaikan aktivitasnya itu “hmm ku rasa aku inginnnnn” Baekhyun mulai malas. Kebiasaan Hyerin saat di kedai atua di tempat makan lainnya, dia selalu saja bingung untuk memilih makanan apa yang sesuai dengan seleranya. Selalu seperti ini “aku mau Ramyeon” “Haishhh, daritadi kau berfikir lama seperti sedang mngerjakan matematika , dan sekarang kau hanya ingin Ramyeon? Yang benar saja Hye” ucap Baekhyun ketus sambil memutar bola matanya malas“hhehhe” sambil memberi tanda v sign pada jarinya.

 

“hmmmm lezat. Oouu mama mia lezat sekali” puji Baekyun pada makanan yang sedang disantapnya. Baekhyun adalah orang yang ekspresif, begitu dia merasakan sesuatu dia pasti akan menunjukan ataupun mengungkapkannya.

”Baek, aku harap kau bisa tenang” Hyerin yang mulai merasa terganggu karena suara Baekhyun

“kau mau coba Hye?” tawar Baekhyun sambil menyodorkan makanannya kepada Hyerin

“hmmm bolehh boleh, daritadi kau selalu memuji makanan itu, aku jadi sangat penasaran”

“buka mulutmu coba”Baekhyun ysng mulsi menyodorkan makanan pada mulut Hyerin “Aaaaaa” “bagaimana enak kan Hye?” tanya Baekhyun sambil tersenyum “emmm emm sa sa sa ngat e nak Baek” jawab Hyerin tidak jelas karena perbuatan makanan yang memenuhi mulut mungil Hyerin. Baekhyun yang melihat ini hanya tekekeh geli karena kelakuan Hyerin.

 

Waktu sudah menunjukan pukul 07.00, tetapi sampai saat ini Hyerin masih menunggu bisnya. Hyerin dan Baekhyun memiliki tempat tinggal yang berlawanan arah. Itu sebabnya mereka haru pulang secara terpisah. Lama menunggu, 15 menit berlalu tapi bisnya belum mucul juga.

“aishhh andai saja tidak ke toilet dulu, pasti sudah ada di rumah sekarang. Aku mungkin tidak akan ketinggalan bis seperti ini. Ottokheee?” sehabis makan bersama Baekhyun, ternyata Hyerin menyempatkan diri dulu ke toilet, karena sakit perut akibat kekenyangan . Bagaimana tidak, Hyerin menghabiskan makanan sebanyak 3 porsi. Makanan yang dia pesan dan juga dia menghabiskan makanan Baekhyun dan pesanan lainnya.

“hoaaaamm” Hyerin bersandar pada tembok halte, nyaris membuatnya terlelap jika tidak ada yang menyadarkannya

“hallo” sambil menggerak gerakan tangannya didepan wajah Hyerin

“oh?? “ Hyerin yang terlihat kikuk dengan keadaan sekitarnya

“gwenchana?” tanya seoarang namja jangkung, berambut coklat, bertelinga unik, ya itu lah kesan pertama kalinya melihat namja didepannya itu

“ahh ne. Gwenchana” jawab Hyerin cepat lalu berdiri memberi hormat kepada namja itu

“kau mau pulang kemana? Ku perhatikan kau sangat lelah sampai nyaris tertidur ditampat seperti ini” tanya namja itu acuh tak acuh

“ke arah sana” sambil menunjuk ke arah tujuannya

“oh begitu. Sedang menunggu bis kah?” tanya nya lagi

“ne” jawab Hyerin singkat, karena kepalanya masih pusing akibat rasa kantuk yang melandanya. Mungkin efek dari karokean bersama Baek.

“kalau begitu aku duluan ya. Bye” pamit namja jangkung dan segera pergi menuju mobilnya.

“waaah daebak, namja itu meninggalkanku, aku kira dia akan menawari tumpangan” omel Hyerin yang kesal atas perbuatan orang yang baru saja dilihatnya.

 

Tidak lama kemudian, akhirnya bis yang dia tunggupun tiba. Tanpa ba’ bi’ bu’

Hyerinpun langsung menaiki bis tersebut.

gedung gedung pencakar langit terlihat jelas dilangit kota seoul, lampu lampu gemerlap yang berasal dari gedung menggantikan tugas bintang. Jalanan yang maramai, dimana sepasang kekasih berlalu lalang ditasnya. terlihat jelas dari balik jendela bis.

“permisi nona”

“ah ne . silahkah” seorang ahjushi menyadarkan Hyerin dari pemandangan malam

 

 

 

“aku pulang Eoma Appa” teriak Hyerin dengan hati hati saat memasuki rumah keluarga Song

“ah anakku, dari mana saja??” tanya sang ibu yang langsung menghampiri sang putri begitu terdengar suaranya dengan raut wajah yang khawatir , mereka berbincang sambil berjalan menuju kamar Hyerin.

“keluar sebentar Eoma. Menghilangkan penat Eoma. Hehhe” Hyerin tertawa kikuk karena takut sang ibu memarahinya. Mengingat akhir akhir ini Hyerin selalu pulang telat dari jam sekolahnya. Enatah telat untuk keperluan penting atau unutk keperluan yang sangat tidak penting sama sekali. Entahlah hanya anak ini yang tau.

 

ibunya yang begitu khawatir pada Hyerin, akhirnya membiarkan Hyerin untuk masuk ke kamarnya agar bisa beristirahat
“Hye, benar kau sudah makan sayang?” tanya ibunya masih bersikap seperti tadi
“sudah Eoma, jangan khawatir, tadi aku sudah makan bersama Baekhyun” Hyerin tersenyum seraya meyakinkan ibunya
“ohhh jadi putri Eoma jalan dengan anak keluarga Byun” ibunya menggoda putri kesayangannya
“ani, aku tidak jalan. hanya saja bermain sebentar” Hyerin yang memanyunkan bibirnya pertanda bahwa pendapat ibunya tidak sejalan dengannya
“baiklah, Eoma tidak ingin putri Eoma ini telat mandi gara gara Eoma goda. selamat malam chagiya. tidur yang nyenyak. bila lapar turunlah ke bawah, Eoma akan mebuatkanmu sesuatu” tawar ibunya disertai dengan senyum tulus yang tersungging dibibir tipis yang diturunkan kepada sang putri
“ne Eoma” Hyerin mengangguk pertanda setuju akan saran dari sang ibu
‘Cuuuuuu-‘ kecupan sang Eoma berhasil mendarat dengan mulus dikening Hyerin. Lalu, nyonya Song pun melambaikan tangan dan perlahan menutup pintu kamar Hyerin dan menghilang.

Hyrein Pov
“huaaaaa” aku menguap persis diatas kasur tidurku yang empuk ini, memang ukurannya tidak terlalu besar, tapi tak masalah, karena aku tidur sendirian. Eoma tidur dengan Appa, dan Oppaku…. ah dia memang jarang sekali pulang. Setiap dikamarku ini aku habiskan waktu untuk ….. ya mungkin malas malasan. Heheh

 

Drttt Drrttt, ah benar itu adalah getaran yang berasal dari ponselku. Terlihat foto selca Chen Oppa didalamnya. Aku menimang nimang pikiranku ‘jawab tidak ya.hmmmm’ batinku berkata demikian

“yoabseo?” akhirnya aku mulai pembicaraan

“—“

“ahh Oppa kau ini kenapa jarang pulang? Bahkan kau tidak mengabari kami selama kau pergi 2 hari yang lalu, kau benar benar Oppa” nadaku yang jengkel dan tidak dibuat buat. Seperti yang ku bilang tadi, Oppa ku, Song Jong Dae, alias Chen Oppaa jarang ada di rumah, dia terlalu sibuk karena sedang mengerjakan skripsi. Karena rumah kami berada sangat jauh dari kampus Oppa, akhirnya dia selalu pulang ke apartemennya. Ya, chen Oppa sudah mempunyai apartemennya sendiri dari hasil bisnisnya yang tidak ku ketahu bisnis apakan itu.

“—“

“Oppa, kau sudah makan?” tanyaku yang perhatian sekali padanya

“ahhhh Oppa arraseo, ne ne. Good night Oppa terimakasih telah menghubungiku, kau pasti sangat lelah. Ya kan Oppa? “ aku berkata demikian berharap Chen Oppa segera memutus sambungan teleponnya. Karena aku sudah mengantuk ‘hoamm’

“—“

“ahhh Oppa apa kau bercanda? Ah kau hanya ingin membuatku senang saja kan?” aku yang cengengesan kegirangan entah kege’eran, yang jelas ini adalah kabar baik. Rasa kantuk ini hilang seketika

“—“

“aahhh Oppa saranghae, Song Jong Dae Oppaku gomawo, jeongmal gomawo” senyumku yang lepas akhirnya terukir dengan sempurna “ne Oppa, i miss u. Mmmmmwaaaah” ahhaha betapa senangnya hati ini. Oppa ku akan memberikanku uang tambahan diakhir pekan ini. Hmmm akan segera ku buat agenda untuk minggu ini hahhahahha.

 

Baru saja aku akan meletakkan poselku ketempat semula,

Drrrrttt drttttt , siapa lagi ini. Aku langsung mengangkat panggilan ittu

“yoabseo?”

 

 

Terdengar dari seberang sana seorang namja sedang berusaha menghubungi sesorang

“yoabseo?” senyum terukuir dari bibir tipisnya, membuat rupanya semakin lucu

“aahhh Hye” sapa Baek dengan gembira

“yak, ternyata kau Byun Baekhyun” terdengar suara dari sebrang sana sedikit berteriak –Hyerin

“awww iya ini aku, kau ini. Pelankan sedikit suaramu” Baek yang terus mengusap ngusap telinganya karena ulah Hyerin

“hehehe, kau menghubungiku memakai ponsel siapa?”

“ini ponsel Kai”

“nugu?” tanya Hyerin yang sepertinya penasaran

“anuu di dia te te hmmm temanku di rumah”

“waaah kau ini bisa bisanya makan tanpa berbagi denganku Baek. Awas kauuu!” Hyerin kembali lagi berteriak. Itulah cirikhasnya –heboh

“waaah kau ini tau saja apa yang sedang ku lakukan” meniru nirukan logat Hyerin. Dan benar sja, saat ini Baekyun sedang melahap sesuatu.

“ada apa Baek kau menghubungiku menggunakan ponsel orang lain pula”

“ooooooooh biar ku tebak. Kau tidak mempunyai pulsa ya? Dasar kau bokek!” belum juga Baekhyun menjawab, Hyerin sudah menimpalnya duluan

“hei nona kau ini sembarangan sekali” jawab Baekhyun yang kesal

“lantas?” jawab Hyerin asal

“ponselku hilang” jawab Baekyun cepat

“waaah daebak kau orang kaya yang hobinya menghilangkan barang sendiri. Cukae” bukannya kaget atau khawatir, tapi inilah reaksi Hyerin, begitu dingin seolah tidak peduli

“kau ini!!!!!” Baekhun benar benar kesal. Bagaimana tidak, dia dengan malu meminjam ponsel temannya –Kai yang kebetulan sedang ada dikamarnya pada saat itu. Entah apa yang mereka lakukan, biarlah.

 

Hyerin Prov

“kau ini!!!!”

Tuut tuuut, sambungan telepon terputus secara sepihak. Sepertinya Baekyun kesal dengan responku hahhaa. Aku sungguh tidak peduli. Lebih baik aku tidur dengan baik sekarang.

 

 

Took Tok , tidak lama kemudian terdengar ketukan pintu dibalik kamarnya Hyerin. Dengan mata tertutup Hyerin akhirnya mampu membuka pintu itu “hmmmm?” guman Hyerin saat berhasil membuka pintu kamarnya. “ini Hye, tadi Appa menemukan ini didepan pintu rumah” sontak Hyerin memaksakan matanya untuk terbuka. Dilihatnya sebuah kotak berwarna merah. Hyerinpun langsung merebut kotak tersebut dari tangan sang Appa “ne Appa terimakasih” ucap Hyerin dengan sangat pelan “baiklah kalau begitu Appa langsung ke kamar” heran dengan jawaban dari sang Appa “hmm apa baru pulang?” akhirnya pertanyaan muncul dari mulut Hyerin “ne, Appa ada sedikit urusan di kantor tadi” jawab sang Appa menerangkan “Appa jangan lupa makan ya, nanti Appa kurus” ucap Hyerin sangat tulus.

Tuan Song pun perlahan pergi dengan senyum yang tersungging dari bibirnya, dan menghilang dari hadapan sang putri.

 

Dibukanya kotak tersebut dengan perlahan.

“MWO?” tanya Hyerin pada dirinya sendiri karena tidak mengerti benda yang ada didalam kotak tersebut. Tidak ada benda apapun kecuali secarik kertas yang berisikan tulisan yang cukup rapih

 

‘Jika persahabatan antara perempuan dan lelaki berlangsung cukup lama dan jarak mereka sangat dekat, pasti salah satu diantara mereka memendam rasa’

 

 

 

pagi telah tiba, sinar matahari berhasil menerobos selah selah jendela kamar Hyeri dan langsung menyebar memenuhi ruang ruang kamar Hyerin.

“hmmmmm huaaaaaa” terdengar seorang gadis yang mengerang .

“tunggu tunggu, mengapa ada seseorang yang tidur seranjang denganku? Apakah Appa semalam tidur dikamarku?” tanya Hrein heran pada dirinya sendiri.

“Grrrrrrr grrrrrr grrrrr” Hyerin mendengar suara

dengkuran seorang pria berada dikamarnya, bahkan seranjang dengannya, sontak Hyerin sangat kaget. Dengan ragu ragu Hyerin membalikkan tubuhnya ke arah belakang agar mengetahui siapa pria itu. 1…. 2……………

 

 

 

 

“Ahhhh Oppaaaa” begitu melihat siapa pria yang ada dibelakangnya tadi, Hyerin sontak memeluk pria tersebut –Chen

“Oppa irona Oppa…” teriak Hyerin tepat pada telang sang Oppa sambil menggoyang goyangkan tubuh Chen yang terlihat sangat lemas

“hmmmmm” Chen hanya menjawab dengan geraman saja, sepertinya dia sangat kelelahan.

“Oppa pali Oppa irona. Kau harus mengantarkanku sekolah Oppa” Hyerin yang tidak menyerah agar sang Oppa bangun dan menuruti apa perintahnya. Tapi usahanya gagal. Chen terus saja memejamkan matanya. Chen segera menarik selimut dan membalikan badan agar terhidar dari serangan sang adik

“Oppaaaa kau iniiiiiiiiii!!!!” Hyerin terus saja meneriaki Oppanya itu

 

 

 

 

Pagi hari di kediaman keluarga Song terlihat sang pemilik rumah tuan Song Jung Ah sedang asik membaca koran koran kesayangannya tepat didepan halaman rumah dengan ditemani secangkir kopi dan juga sepiring biskuit gandum coklat kesukaannya, lengkap dengan pemandangan didepan matanya. Halaman yang sangat luas, terdapat kolam ikan yang berada ditengah halaman, rerumputan yang mendominasi halaman tersebut dengan kombinasi bunga mawar merah, merah muda, serta putih kesayangan anak bungsunya, tidak lupa juga pagi yang sangat damai lengkap dengan suara burung yang bersiul menjadi becksound pagi hari kala itu.

 

Tepat di bagian belakang yaitu dapur keluarga Song, terlihat nyonya Song Han Nim sedang melakukan aktifitas rutinnya –memasak lengkap dengan apron yang dipakainya. Suara percikan minyak mendominasi seisi ruangan. Satu persatu lauk \pun dimasukan dalam wajan, tidak terlalu banyak yang dia masak untuk sarapan pagi ini, tetapi ini sepertinya cukup untuk keluarga kecilnya itu. Sepertinya nyonya Song sangat menikmati aktifitasnya itu.

 

 

Namun, kegiatan antara tuan dan nyonya Song terganggu oleh suara yang tak asing lagi.

“Oppaaaa kau iniiiiiiiiii!!!!” terdengar suara teriakan yang berasal dari lantai 2 rumah yang berdominan warna pink dan biru. Tuan dan nyonya Song segera menghampiri ke arah suara itu berasal.

 

“ada apa Hy-“ sontak nyonya Song merasa dikejutkan oleh orang lain selain Hyerin yang ada dikamar Hyerin. Setahu nyonya Song, Hyerin tidak pernah tidur dengan orang lain di kamarnya.

“S s s siapa itu?” Tanya ibunya dengan dahi yang mulai dikerutkan, seperinya nyonya Song ini penasaran. Lantas Hyerin heran dengan pertanyaan ibunya.

“ahhh Eoma tidak tahu orang ini siapa?” jawab Hyerin malas sambil memukul mukul bagian belakang tubuh irang yang dimaksud ibunya

“annyeonghaseo Eoma” sapa orang yang langsung menunjukan dirinya setelah melepaskan selimut yang dia pakai -Chen

“Chen??” ibunya masih tetap herah

“ya Eoma?” jawab Chen yang segera bangun dari tempat tidur Hyerin dan langsung menghampiri ibunya, dan berusaha untuk memeluk sang ibu

“aaaahhh tunggu tunggu” ibunya tidak terima dengan perlakuan Chen, sontak ibunya menolak untuk dipeluk

“wae?” Chen kebingungan “mengapa kau ada disini? Kapan kau pulang? Sepertinya Eoma tidak melihat kau tadi malam” tanya sang ibu meminta penjelasan “biar ku jelaskan Eoma” jawab Chen

 

“setelah kita sarapan. Kajja aku lapar sekali Eoma” sambil merengek dan merangkul ibunya keluar dari kamar Hyerin menuju ruang makan

 

“dasar sinting” celoteh Hyerin ketika melihat kelakuan Oppanya. “selalu saja begitu, seperti tidak berdosa” timpalnya lagi tak henti hentinya menggerutu kesal kepada sang Oppa.

 

Terlepas dari kamar Hyerin, Chen berhasil menggiring sang Eoma ke ruang makan. Dengan muka polosnya dan mata masih terpejam, Chen mengerang dan menggelayut manja kepada sang Eoma

“Eoma, ayo tunggu apa lagi Eoma. Pali”

Eoma Chen yang masih bingung dengan kelakuan anaknya ini hanya bisa melongo memperhatikan anaknya ini lekat lekat.

 

 

 

Hyerin Pov

Tunggu, ini kan kotak semalam….

 

 

 

TBC

6 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Sugar – Chapter 1”

  1. Hyerin ga ada niatan sekedar ngasih tau baek gitu siapa pacarnya hyerin? Kan penasaran banget pasti. Meskipun dia ngehargain hyerin yg gamau cerita siapa mantannya ituuh ._.
    Terus itu baek ada urusan apa tau tau nelpon hyerin pake hape kai?? Terus galama ada kotak di depan rumahnya. Yg ngirim siapa? Baek? Sehun? Terus chen gimana tiba tiba bisa ada dikamar hyerin? Waaaaaaaa terlalu banyak pertanyaan nih thoorrr hehehe. Tapi aku suka ceritanyaaaa!!! Terus panjang juga ceritanyaa. Jadi makin sukaaaa huehehe.
    Ditunggu kelanjutannya thor. Semangaaaattt!!
    -XOXO-

  2. persahabatan mereka kek orang pacaran aja :D, yang ngirim surat itu siapa? kek nya Sehun ya? karena Sehun ngikutin Baek sama Hyerin pas jalan2 dan mereka berdua akrab satu sama lain jadinya ia menilai salah satu dari mereka pasti ada yang mencintai? apa tebakanku benar? 😀 next yaa

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s