[EXOFFI FREELANCE] The Secret of Strength (Chapter 13)

pizap.com14661868907531

tittle/judul: The Secret Of The Strength (Chapter 13)

author: Annisa Maulidia

length: chaptered

genre: fantasi,action,romance

rating: 17

main cast:

– EXO-K

– Park Sangmi – OC

– Park Minri

Disclaimer: fanfict ini buattan aku sendiri dan imajinasi ku sendiri, suka typo tanpa kesadaran.

“APA INI AKAN BERAKHIR MANIS?”

 

Kelap-kelip malam yang dingin dikota seoul, menyelimuti kedua insan yang sedang menatap orang-orang yang berjalan seperti semut dari balkon rumah sakit.

“bagaimana sudah baikkan?” orang tersebut melepaskan jaketnya lalu menaruh di pundak sang gadis yang tengah menatap sekitar.

“hmm, mianhae aku telah melukaimu.” Sangmi menatap lay sekilas lalu mengalihkan ketempat lain.

“tak apa mungkin kau terkejut melihatnya.” Lay mengusap puncak kepala sangmi lembut.

“yang lain?”

Lay melirik kedalam melihat suho dan baekhyun sedang berbincang kecil, sehun tertidur diranjang, sementara kyungsoo dan chanyeol terdiam sesekali menatap keluar melihat sangmi dan lay yang sudah 30 menit disana, sementara lay hanya tersenyum menatapnya.

“baik-baik saja.”

Toktoktok..

Suara pintu membuat yang didalam ruangan menoleh dan mereka pun saling melirik kecuali sehun yang sudah masuk kealam mimpinya,

“siapa malam-malam begini datang kerumah sakit.” Chanyeol berdiri dan berjalan kearah pintu.

“bukankahh jam besuk sudah habis?” suho menatap punggung chanyeol yang tengah membuka pintu.

Chanyeol pun membuka gagang pintu tersebut, muncullah seorang namja yang tadi hilang dan sekarang telah kembali dengan membawa plastic yang isiinya makanan ringan dan kaleng soda.

“e.. kai?” ucap chanyeol kaget, membuat baek,suho, dan kyungsoo menoleh kearah pintu.

“loh, mana minri?” chanyeol mengeluarkan kepalanya dari bilik pintu memastikan keadaan sekitar.

“minri? Aku tak bersamannya sejak tadi.” Kai pun masuk dan langsung menuju balkon.

“sangmi gwenchana, maaf tadi aku ada urusan dengan eommaku, eumm masalah pribadi jadi aku pulang lagi tadi.” Kai menghampiri sangmi dan lay.

“bisa bicara sebentar?” sangmi menatap kai datar, lalu menatap lay mengisyaratkan agar masuk kedalam.

“hmm… jangan terlalu lama udara sedang dingin.” Lay pun masuk kedalam, meninggalkan sangmi dan kai yang membuat kyungsoo maupun chanyeol melongo, lalu memarahi lay.

“waeyeo? Sangmi yang mau.” Lay pun duduk di dekat suho.

Keheningan pun terjadi diantara kedua insane ini, ntah apa yang dirasakan malam yang dingin berubah jadi hangat, sangmi pun menatap kai.

“kai,..”

Kai pun menoleh menatap sangmi bingung.

“kenapa kau ingin dekat dengan minri?”

Kai yang tadinya menatap sangmi pun mengalihkan pandandangannya ke depan menatap gedung-gedung yang menjulai tinggi.

“kurasa bukan disini tempatnya, lihatlah orang-orang didalam memerhatikan kita.” Ucap kai tanpa menoleh, sangmi pun menggenggam tangan kai lalu mengilang bersama, membuat lay berdiri kaget dan berlari menuju balkon, “sangmi..” ucapnya, namun tak ada, hanya suara angin.

“masuklah, mungkin sangmi ingin berbicara serius denganya.” Kyungsoo menepuk pundak lay agar menunggu sangmi didalam.

“tanganmu dingin lay.” Ucap baekhyun menghampiri lay yang terlihat pucat.

“kau sakit? Perlu kuhangatkan?” chanyeol mengeluarkan api dari tangan kanannya dan mengarahkannya pada lay.

“perasaanku tidak enak.”

Ditempat yang tah disebut apa, banyak sekali benda-benda aneh yang melayang dan tumbuh disekitar, warna-warni yang berdominan hitam menghias tempat tersebut, ada kuda terbang, bunga yang menari-nari, dan angin yang sejuk.

Sangmi dan kai berjalan menyelusuri hutan tersebut hingga menemukan tempat yang cocok untuk mengobrol, di depan sana tak jauh dari pandangan mereka ada seorang pria yang tengah menari-nari dengan daun yang berterbangan.

“duduklah mungkin disini lebih baik.” Sangmi menepuk pundak kai yang masih terdiam menatap sekelilingnya.

Kai pun tersaadar dan duduk di bawah pohon beringin besar yang harum wanginya seperti baru masuk mobil.

“dimana ini dan siapa orang yang sedang menari-nari disana.”

“itu sehun, kita sekarang ada dimimpi sehun.”

Sangmi yang menghetahui raut wajah kai yang berubah seakan ingin berteriak kencang, namun dengan cepat sangmi menenangkanya.

“shuutttt… kau akan merusak mimpinya.”

“eu..eh mianhae mianhae.. bagaimana bisa?” kai menatap sangmi bingung.

“aku dapat kekuatan ini dari luhan, aku pun tadi tak segaja mengambil kekuatanmu ketika kita saling berpegangan tangan.” Sangmi tersenyum sembari menatap sehun yang terlihat kelelahan.

“eohh… kaa..kau punya kekuatan, bahkan kekuatanku kalah dengan kekuatanmu.”

“bisa kita kembali kepembicaraan kita?” kai pun mengangguk cepat.

“kenapa kau mendekati minri..”

“karna ntah kenapa jika aku ada didekatnya aku merasa nyaman, dan ingin melindunginya.”

“kau tahu, kekuatan minri itu adalah milikku, dia tak mempunyai kekuatan kai.”

“ma..amaksudmu?” kai mengubah posisi duduknya menatap sangmi.

“dulu aku sempat menyukaimu, darahku seakan mengalir cepat ketika kau melihatku, tapi apa yang ku dapat ternyata kau bukan melihatku tapi melihat minri yang ada disampingku, aku ingin melupakan kejadian itu bahkan aku sempat mendengar pembicaraan orang tua kita kalau kau dan minri akan dijodohkan, minri jatuh sakit akibat surat adopsi yang ia temukan tanpa sengaja, aku tak tegga melihatnya seperti itu, jadi kuberi kekuatanku padanya.” Sangmi menatap kai dengan senyum kecilnya.

“jadi..”

“jadi sebenarnya minri tak mempunyai perasaan padamu, ia hanya terobsesi pada kekuatannya, karna ia senang akhirnya mempunyai kekuatan.” Kai menatap sangmi sendu, sangmi pun yang melihatnya hanya menatap datar kai.

“waeyeo?”

“mianhae.. mianhae..” kai pun menunduk bersalah karna pernah membentak sangmi.

“kau tidak bersalah kai..” sangi pun mencoba menenangkan kai dengan mengelus pundaknya.

“aku minta maaf, aku akan mengubah hidupku dan mulai menyayangi..” kai menatap sangmi dengan tetesan air mata yang sudah keluar dari mata kananya.

“hahahaaa.. kai tak perlu memaksa, aku tahu kau menyukai minri juga bukan karna darahku yang mengalir didalamnya, tapi kau penasaran dengannya dan ingin tahu lebih dalam.. tak usah memaksa, itu sudah lama, aku pun sudah memulai hidupku dari 0 sejak aku dibully tak punya kekuatan.”

“mianhae..”

“ayo lebih baik kita kembali, lay oppa terlehat sakit, aku merasakannya.”

Sangmi pun menggenggam lembut tangan kai dan kembali kekehidupnya yang asli, sangmi pun masuk ke kamar rawatnya lagi disusul kai yang tengah menutup pintu balkon.

“sangmi.. sangmi gwenhana?” chanyeol berlari memegang kedua pundaknya.

“nde aku tak apa-apa.” Sangmi tersenyum lebar ketika chanyeol mengkhawatirkan keadaannya.

“lay oppa?” Tanya sangmi menatap lay yang tertidur degan wajah pucat pasih.

“keadaan memburuk, ada sesuatu yang terjadi pada minri.” Ucap baekhyun mengompres kain putih dan ditaruh di dahi lay.

“apa?” minri menoleh pada kyungsoo yang tengah menatapnya, “ia sekarat..” ucap kyungsoo.

11 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] The Secret of Strength (Chapter 13)”

  1. Itu lay yg sakit kenapa minri yg sekarat yaah? Adapaaahhhh??? Emm makin bikjn bingung niihhh. Tapi makin ditunggu juga ffnyaa hehe.
    Semangat thor-nim!!
    -XOXO-

  2. Mian thor baru ninggalin jejak sekrng..ini jg aq bcanya ngebut dr chap 1 heheh
    Ff nya asik seru bkin penasaran..lnjut terus pkoknya thor..fighting!!!!💪💪💪💪💪

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s