[EXOFFI FREELANCE] A Love in the Spring (Chapter 1)

poster a love in the spring breeze

A Love in the Spring Breeze

 

Author:                Yoo Mina

Length: Short series (2 chapter)

Genre: Romance, Friendship, College life

Rating: 15 +

Main Cast:

Kim Kai as Kim Kai

Kim Goeun as Park Byul

Additional Cast:

Do Kyungsoo

Byun Baekhyun

Park Chanyeol

Kim Seolhyun

Jung Soojung

Disclaimer:         Karya ini tulisan sendiri, buah dari angan-angan penulis. Hanya ingin mengeshare pada pembaca sekalian. Hope you’ll like it.

Author’s note:  Semua tokoh hanya fiksi belaka, tidak bermaksud menjelekkan atau membaikkan siapapun.

 

 

PART 1

Musim semi tiba. Warna-warna putih yang menyelimuti kota Gyeongju mulai memudar. Tak ada lagi es-es yang melapisi ranting daun, rumah ataupun jalanan aspal. Warna-warna cerah berebutan menghambur keluar setelah ia bersembunyi di balik salju berbulan-bulan.

Tetap saja, musim apapun yang menghampiriku, aku tetap suram. Ya, aku memang begini. Pendiam dan hampir tidak tertarik pada hal-hal remeh apapun. Ya, aku menganggap setiap hal remeh karena tidak ada gunanya menurutku. Jadi, mungkin itu yang membuat orang juga menganggapku remeh dan mengabaikanku.

Harusnya, hari ini aku senang. Setelah semester awalku berkuliah, baru pada semester kedua ini aku akan benar-benar berkenalan dengan teman sekelasku. Cuaca musim gugur dan musim dingin yang ekstrem membuat kami malas keluar untuk piknik. Jadi baru pada musim semi yang hangat, di semester kedua kuliah ini kami mengadakan piknik sederhana agar lebih mengenal satu sama lain.

Kami adalah mahasiswa Dongguk University, College of Natural Science, jurusan fisika. Kalian pasti berpikir kalau kami ini keren setengah mati. Kami pasti terlihat sangat cerdas, cemerlang dan berpendidikan. Kami murid rajin dan berprestasi. Huh.

Lihat saja siapa yang mengisi kelas ini. Byun Baekhyun dan Park Chanyeol, duo cerewet yang entah membicarakan apa dan selalu berisik. Do Kyungsoo, si pendiam yang sering menatap orang secara aneh. Kim Seolhyun, polos tapi ternyata bermotif. Jung Soojung, si ratu make up. Kim Kai, si pendiam, namun anehnya ia selalu dikerubuti oleh cewek-cewek seperti Kim Seolhyun dan Jung Soojung. Aku curiga ia sebenarnya bukan pendiam dan malah tukang tebar pesona.

Sudahlah, aku tidak ingin membicarakan mereka. Membicarakan mereka membuatku bertambah suram. Lebih baik aku menikmati suasana cerah di Bomun Pavilion, tempat piknik kita kali ini. Musim semi di Gyeongju memang yang terbaik. Aku melihat bunga sakura yang bermekaran. Kelopak pinknya merekah dengan indah. Di bawahnya ada danau bening yang tenang, dimana angsa-angsa berenang bebas. Kami memilih duduk-duduk ditemani semilir angin di rerumputan, dibanding berkumpul di dalam gazebo kayu yang disediakan di seberang danau.

“Hei, teman-teman! Gimana kalo kita maen lingkaran kejujuran?” celetuk Baekhyun sambil mengacungkan sebotol soju kosong.

“Truth or dare maksudmu?” timpal Seolhyun

“Darimana kamu dapet botol soju itu Baek? Kamu mulai minum-minum ya?” tambah Soojung

“Baekhyun itu raja mabuk dan cewek iya kan? Ngaku lo!” Chanyeol malah mengkonfrontasi.

“Aku biasa ke bar sama Kyungsoo. Iya nggak?” ia ngakak dan langsung dapat jitakan keras dari Kyungsoo. “Udah, udah. Aku dapet botol nyuri dari barnya si Kai.” Katanya nyeplos dan kini ia mendapat jitakan tambahan dari Kai.

“Oke guys, stop.” Ia mengangkat tangannya tanda menyerah. “Permainan lingkaran kejujuran ini bukan kayak truth or dare. Kalian nggak bisa memilih bakalan jujur apa nggak. Kalian harus jujur. Siap?”

“Gila.” Komentar Kyungsoo.

Kai menatap sinis dan tidak berkomentar, sama seperti Seolhyun dan Soojung yang duduk di sampingnya.

“Gue suka gaya lo,” Chanyeol tos dengan Baekhyun dan langsung mengkoordinasi kami buat duduk melingkar.

Baekhyun meletakkan botol soju di tengah-tengah kami. “Aku bakalan puter botol ini. Kalau mulut botol ini berhenti di depan salah seorang, dia harus jawab pertanyaan dari kita secara jujur. Boleh siapa aja yang ngasih pertanyaan. Tiap orang dapet dua pertanyaan. Oke?”

Kami mengangguk dan mulai melakukan permainan ini. Tidak ada yang spesial yang bisa mereka kuak dariku. Aku juga tidak begitu tertarik dengan rahasia mereka, karena bagiku itu tidak penting. Tapi, bagi mereka, hal ini pasti seru. Mereka bakal menguliti teman mereka sendiri. Hal itu bisa menjadi bahan cekikikan mereka dan bahan olok-olok seumur hidup.

Ssshhh, botol diputar diatas rerumputan hijau yang lembab. Percikan air menyiprat dari sisi botol. Kedua mata kami terpaku pada botol itu, menunggu kapan ia akan menunjuk seseorang di depannya. Do Kyungsoo.

“Aku mau bertanya dulu!” acung Chanyeol. “Hal konyol apa yang pernah kamu lakukan, Kyungsoo-ya?”

“Nggak ada.” Jawabnya datar.

Baekhyun tidak terima. “Mana ada jawaban seperti itu? Jawab yang bener!”

“Makan salju?” jawab Kyungsoo dengan nada bertanya. Berharap kalau jawabannya cukup lucu.

Jawaban itu tidak lucu, tapi Baekhyun dan Chanyeol ngakak tiada henti. Mungkin mereka menertawai ide konyol jawaban Kyungsoo.

Selanjutnya, aku bisa menebak apa jawaban Soojung ketika ditanyai ‘Siapa teman yang kamu suKai’ dan jawabannya pastilah Kai. Hal itu juga terjadi pada Seolhyun. Aku juga sempat sedikit tertawa ketika Baekhyun menceritakan pengalaman konyol yang ia alami, yakni dipukuli ahjumma gendut penjaga kedai ketika ia mencoba membeli ‘minuman di botol hijau’ (ia tidak tahu kalau itu soju) pada umur 12 tahun.

“Park Byul!” teriak Baekhyun.

Aku kaget dan gelagapan mendengar panggilannya. Tidak terasa aku ikut hanyut dalam permainan konyol ini. Mulut botol itu berhenti di depanku. Aku menyudahi ketawaku dan fokus pada pertanyaan yang akan diajukan.

“Hei, Park Byul! Kamu kok pendiam sih?” tanya Baekhyun to the point.

“Karena aku nggak tertarik sama hal-hal remeh di sekelilingku,” jawabku datar.

“Bahkan pesona seorang Park Chanyeol ini?” celetuk Chanyeol pede dan langsung mendapat ‘huuu’ keras dari yang lain.

Cchh. Yang benar saja. Ya ampun sudahi ini.

“Emangnya tipe lelaki kayak apa kesukaanmu Byul-ah? Sepertinya memang nggak ada yang menarik buat kamu.” Kata Seolhyun.

Kali ini aku berpikir keras. Sebegitu gilakah aku karena tida memiliki lelaki idaman. Bahkan list tipe saja tidak terdaftar dalam otakku. Sebentar… “Pintar, bijak, dewasa,” itulah simpulan cepat yang kudapat dari otakku.

“Wah, Byul cukup berkelas ya,” ujar Soojung sinis.

“Kim Kai.” Tiba-tiba Kyungsoo nyeletuk. “Iya. Deskripsi itu cocok buat Kai.”

“Wah bener bangeeeeeeett.” Kata Baekhyun dan Chanyeol bersamaan. “Byul-Kai! Byul-Kai! Byul-Kai!” mereka mulai bertingkah seperti pemandu sorak.

Ya ampun, apa-apaan ini! Kenapa malah begini, aku kan tidak merujuk pada Kai.

“Hei, kalian ngapain sih. Bisa berhenti nggak,” pendengaran Soojung mulai terganggu.

“Iya nih, berisik banget.” Timpal Seolhyun.

Mereka berdua sontak terdiam. Ada jeda beberapa lama sebelum putaran terakhir dilakukan. Kali ini jatuh pada Kim Kai. Nah! Sedari tadi aku tidak mengajukan satu pertanyaan pun, namun tiba-tiba aku terpikir untuk menanyai Kai.

“Kamu setuju nggak sama laki-laki yang punya banyak cewek?”

“Nggak.” Jawabnya datar. Dasar munafik.

“Bukannya kamu punya dua?”

“Aku tidak merasa punya siapa –siapa.”

“Jadi memang kamu butuh lebih banyak buat bisa ‘merasa’ kalau kamu punya cewek ya.” Aku melontarkan pandangan sengit padanya, tapi ia tak bergeming. Ia malah balas menatapku, tapi aku sudah terlalu muak dengannya, jadi aku membuang pandangan, menjauh darinya.

“Wah, pertanyaan macam apa ini, nggak seru.” Sela Chanyeol. “Aku punya pertanyaan keren buat superboy kita. Siapa cewek yang kamu sukai di kelas ini?”

Please deh, itu pertanyaan udah diulang berkali-kali dari tadi. Tapi nggak papa. Aku ingin melihat apa jawaban orang ini.

“Park Byul.”

Seperti tersambar petir, aku antara sadar dan tidak sadar mendengar ucapannya. Aku? Semua orang hampir membuat huruf O dengan mulut mereka, kecuali Kyungsoo dan Kai.

“Hei, sadarlah Kim Kai!” teriak Soojung.

“Nggak. Aku sadar kok. Aku suka Byul karena dia orang paling jujur di kelas kita. Dia nggak munafik.” Jawabnya enteng.

“Nggak munafik, maksudmu polos gitu? Ya, emang dia polos banget. Kita bahkan susah berkomunikasi sama dia kan?” kata Seolhyun terbata-bata.

Tapi, Kai sama sekali tidak menghiraukan ucapan Seolhyun. Ia tetap lekat memandangiku dengan tatapannya yang menusuk. Aku juga memandangnya, mencoba mencari jawaban.

Udara musim semi terasa semakin panas saja. Angin berhembus membawa guguran bunga sakura yang baru mekar. Kelopaknya menerpa kami. Apa yang sebenarnya ada dipikiranmu Kai?

###

 

5 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] A Love in the Spring (Chapter 1)”

  1. Aigoo Baekkie oppa konyol..kkk
    Ya ampun baekhyun oppa pernah dpukuli ajumma penjaga kedai saat mencoba membeli ‘ minuman botol hijau/soju ‘ pda umur 12tahun..wkwkwk 😀
    Aduhh pernyataan Kai oppa bikin kaget aja..hahaha
    Next kakk dtunggu klanjutanya^^
    Fighting!! 🙂

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s