Love Contract (chapter 6) By.PutriNami

Title : Love Contract // Author :PutriNami //Main cast : Oh Sehun (EXO), Lee Sooyun (Irene red velved), Kim Jongin (EXO),)// Length: Chapter// Genre : Comedy romantic (mungkin), AU//Rating :General//

BJEX8611

 

 

Warning Typo bertebaran

 

 

HAPPY READING GAESS ^^

 

 

 

 

Sooyun Pov

 

Tanpa terasa, sebulan sudah aku menjalani kehidupan pernikahan ku bersama namja bernama Oh Sehun itu. tak ada yang berubah. Dia tetap saja menyebalkan. Hampir setiap hari kami bertengkar hanya karena masalah sepele.

 

Aku sadar selama ini aku banyak berbuat kasar padanya. Jika kami sedang bertengkar aku selalu saja memukul, mencubit bahkan menggigitnya.  Hehe. Aku sangat heran dengan perbuatanku itu. mengapa aku selalu berbuat seperti itu dengannya. Padahal aku bukanlah tipe yeoja seperti itu. jika aku bersamanya, aku merasa kalau aku bukanlah Sooyun. Aneh. Bersamanya membuatku berubah menjadi yeoja aneh.

 

“kenapa ia belum pulang juga??” jam telah menunjukkan pukul 10 malam. Aneh. Tak biasanya Sehun pulang selarut itu.

 

Sejak tadi aku menunggu kepulangan Sehun dari kantor. Jangan heran melihat ku seperti ini. Walau aku menikah dengannya hanya karena desakan keluarga. walau bagaimana pun aku tetap lah seorang istri yang selalu menunggu ke pulangan suaminya dari kerja. – idih lagi-lagi aku geli sendiri jika memikirkan hal itu. hahaha.

 

Jujur saja. walau Sehun sangat menyebalkan. Tapi jika Sehun pergi, aku merasa sangat  kesepian. Aku tak tau harus berbuat apa jika tak ada dirinya. Bukan berarti aku merindukannya. Camkan itu. ibaratnya Sehun hanyalah sebuah mainan bagiku.

 

Tit…tit…tit… (suara sandi pintu)

O’ ada yang datang. sepertinya itu Sehun.

 

“aku pulang”

 

“kau dari mana saja?” kini aku berdiri, memandanginya sambil melipat kedua lenganku di dada dengan wajah dingin. Sedangkan Sehun hanya memandangku sekilas lalu melepas sepatunya dengan asal. Dasar. Kenapa namja ini tak bisa mengubah kebiasaannya. Sehun selalu saja membuka sepatunya dengan asal tanpa membereskannya. Aku sudah lelah memberitahunya dengan masalah yang sama.

 

“kau pikir aku dari mana. Tentu saja kantor bodoh” Sehun berjalan melewatiku yang sedang mamasukka sepatunya ke rak sepatu dan duduk di sofa yang aku duduk ki tadi sambil merenggangkan dasinya.

 

Setelah merapikan sepatu Sehun. aku berjalan ke arah dapur dan menuangkan segelas air untuk Sehun. entah sejak kapan ini sudah menjadi kebiasaan ku  – memberi Sehun segelas air ketika Sehun pulang kerja.

 

“tak biasanya kau pulang selarut ini” ucapku padanya sambil memberinya segelas air dan duduk di sofa kecil yang ada di sebelahnya.

 

“tadi aku ada – tunggu dulu. Memangnya kenapa kalau aku pulang larut??? Apa jangan-jangan kau merindukanku??” ucapnya dengan memicingkan matanya penuh curiga padaku. Hol….apa yang ia pikirkan. Mana mungkin aku merindukannya. Jangan banyak berharap.

 

“jangan banyak berharap. Siapa juga yang merindukanmu. Tck…”

 

“lalu??”

 

“YAK…aku hanya kasihan melihat masakan ku dingin karena menunggumu”

Yah itulah alasanku. Lihat, aku sudah capek-capek masak untuk makan malamnya, lalu ia dengan seenaknya pulang larut seperti ini. ia benar-benar tak menghargai perjuanganku. Aku tak masalah jika ia tak pulang sekalian, tapi setidaknya kabari aku dulu. Hingga aku tak perlu menyediakan semuanya.

 

“tck…jadi hanya karena itu kau marah padaku??? Tckk”  ucap Sehun – kesal? – Sehun meminum airnya “bagus lah. Jangan merindukanku. Nanti kau menyukai ku” sambung Sehun.

 

“tidak akan” Sehun meninggalkanku dan menutup pintu kamarnya.

 

Oh perlu di jelaskan. Sehari setelah pernikahan kami. Aku pindah ke apartemen Sehun yang ada di gangnam. Dan sejak itu aku dan Sehun memutuskan untuk tidak menempati kamar yang sama. Alasanya sederhana. Aku dan Sehun tak ingin privasi kami di ganggu. Dan juga setelah kepindahan kami, aku dan Sehun membuat satu perjanjian. Perjanjiannya sederhana. “ PIHAK A TIDAK BOLEH JATUH CINTA PADA PIHAK B” begitu pula sebaliknya. Alasanya.karena aku tak menyukai Sehun dan Sehun tak ingin menghianati cinta pertamanya. Tapi kenapa aku merasa ini tak adil untuk ku??? tapi sudah lah. Aku tak peduli.

 

 

= Love Contract =

 

Author Pov

 

Pagi yang cerah. Suara gesekan spatula dan wajan yang berasal dari dapur  membangunkan Sehun dari tidurnya. Sejak tadi Sooyun telah melaksanakan kesehariannya – membuat sarapan untuk dirinya dan Sehun. aroma masakan Sooyun membuat Sehun melangkahkan kakinya dan membawanya ke arah dapur.

 

“hari ini kita sarapan apa??” tanya Sehun masih setengah sadar.

 

“hari ini nasi goreng kerang” jawab Sooyun sekilas. Sooyun sedang fokus membuat nasi goreng kerangnya. Sedangkan Sehun sudah duduk – masih setengah sadar – di meja makan, menunggu datangnya nasi goreng kerang ke sukaannya.

 

Tak lama nasi goreng kerang kesukaan Sehun sudah jadi. “ kau belum cuci muka?” tanya Sooyun sambil menyediakan nasi goreng di meja makan. Yang di tanya hanya diam dan tak memperdulikan pertanyaan Sooyun. Sehun tak peduli, Sehun sudah tak sabar menyantap nasi goreng kerang buatan Sooyun. Secara nasi goreng buatan sooyun adalah nasi goreng terlezat yang pernah Sehun rasakan.

 

Di tengah sarapan mereka. Tiba-tiba ponsel Sehun berbunyi. Membuat Sehun mendengus kesal, kenapa pagi-pagi seperti ini sudah ada yang memanggilnya.

 

“makanlah dulu. Biar aku ambilkan ponsel mu” ucap Sooyun dan segera beranjak memasuki kamar Sehun dan mengambil ponselnya.

 

“panggilan dari siapa?” tanya Sehun setelah melihat Sooyun keluar dari kamarnya sambil membawa ponsel miliknya.

 

“dari eomma. baru saja aku mau mengangkatnya tapi panggilannya sudah mati” jelas Sooyun.

 

“eomma?? eomma yang mana?? Eomma yang baik hati dan penyayang atau si rentenir cucu???”

 

PLETAK

 

“Yak… jangan mengatai ibumu seperti itu” omel Sooyun setelah menjitak kepala Sehun. sejak saat sehun menikah bersama Sooyun. Ibu Sehun tidak lagi membahas masalah saham pada Sehun melainkan ibu Sehun terus menerus meminta cucu padanya. Dan kini rentenir saham berubah menjadi rentenir cucu.

 

Lagi. ponsel Sehun berbunyi lagi. tertera nama rentenir cucu pada layar ponsel Sehun. “ eomma. angkatlah” ucap Sooyun – menyondongkan polsel yang ada di tangannya kea rah Sehun.

 

“kau saja yang angkat. Paling eomma minta cucu lagi” ucap Sehun malas dan melanjutkan makannya. Sooyun memutar bola matanya – kesal melihat tingkah Sehun yang kekanak-kanakan. Dan akhirnya Sooyunlah lang mengangkat panggilan ibu Sehun.

 

“yeobosheyo”

 

“Sooyuni??” jawab eomma

 

“nde eomma”

 

“Sehun sedang apa?? kenapa bukan Sehun yang menjawab panggilan eomma??”

 

“i..itu…Sehun..Sehun sedang mandi eomma” terpaksa Sooyun bohong. Jika sampai ibu Sehun tau kalau Sehun tak ingin menjawab panggilannya, bisa habis Sehun di tangan ibunya.

 

“oh begitu. Yasudah. Lagian eomma mau bicara dengan mu.  ponsel mu tidak aktif jadi eomma menelfon Sehun” ucap ibu Sehun.

 

“oh begitu. Ada apa eomma??”

 

“ begini. Setelah eomma pikir-pikir. Eomma mau kau bekerja di perusahaan Sehun. eomma tak ingin melihatmu kesepian menunggu Sehun di rumah sendiri. Lagi pula sebentar lagi kau sudah lulus kuliah. Jadi eomma ingin kau bekerja bersama Sehun sambil menunggu kelulusan mu itu”

 

“tapi eomma”

 

“eittss tidak ada tapi-tapian. Siang nanti eomma akan menjemputmu di apartemen. Kita beli semua keperluan kantor mu. kalau begitu sudah dulu menantu kesayangan eomma. jaga anak eomma baik-baik yah…pastikan kalian membuatkan eomma cucu yang cantik dan tampan. Yah kalau bisa dua-duanya.. eomma sudah tak sabar hehe”

 

Tut..Tut..Tut…

 

Belum sempat Sooyun menjawab ucapan ibu Sehun. Ibu sudah mematikan panggilannya – Kebiasaan.

 

“eoma bilang apa?? eomma minta cucu lagi??” tanya Sehun – masih menyantap sarapannya dengan lahap.

 

“mulai besok aku akan bekerja di perusahaan”

 

“MWO??” Sehun tersedak mendengar ucapan Sooyun.

 

“melihat mu di rumah saja sudah membuatku pusing dan bingung. bagaimana jika aku melihatnya di perusahaan nanti??” gumam Sooyun sammbil merututi nasipnya.

 

“apa kau bilang??”

 

“ani. Lupakan saja” jawab Sooyun lemas. Sehun menghembuskan nafas beratnya. Sebenarnya ia mendengar apa yang baru saja Sooyun ucapkan.

 

 

= Love Contract =

 

Sooyun Pov

 

Hari pertama ku di perusahaan. Tak ada satupun kariyawan yang mengetahui status ku sebagai istri dari pemilik Oh Grup – Oh Sehun. mengingat hanya petinggi penting saja yang menghadiri pernikahanku. sebelum aku memasuki perusahaan, aku momohon pada ibu dan heari eonni, kakak sepupu Sehun agar merahasiakan statusku. aku tak ingin orang-orang perusahaan menjadi canggung saat di dekatku dan lagi aku ingin memasuki perusahaan ini dengan status sebagai kariyawan biasa.

 

aku memulai pekerjaanku dengan sangat canggung. aku sendiri – Selain Heari dan Sehun, aku tak mengenal siapapun di sini. tapi Heari eonni sangat sibuk. Lalu Sehun?? Sehun sepertinya tak peduli dengan kehadiranku.

 

Saat memasuki perusahaan, aku berharap agar aku bisa mendapatkan teman baru yang dapat membimbingku kelak. Di hari pertamaku – para kariyawan menyambutku dengan hangat. Mereka semua memperlakukan ku dengan baik. Sayangnya hanya kariyawan pria saja yang memperlakukanku seperti itu. Tapi karena hal itu, para kariyawan wanita jadi tak menyukai ku. Tak sedikit dari mereka mencap ku sebagai wanita penggoda. Banyak yang bergosip membicarakan ku. mereka tampaknya sudah salah paham padaku.

 

Dan sudah seminggu ini aku merasakan penderitaan sebagai kariyawan baru. Para kariyawan wanita sering saja menyusahkanku. Sebagai kariyawan baru aku sudah memiliki tugas yang menumpuk. Belum lagi – setiap harinya aku harus menyediakan teh dan kopi untuk kariyawan senior dan juga tugas fotocopy – yang harusnya di kerjakan oleh anak magang. Ingin rasanya aku mengaduh pada Heari eonni. tapi urung aku lakukan, aku tak ingin Heari eonni menjadi khawatir. Sedangkan Sehun. yah ia tetap tak peduli. Sehun tau semua yang para kariyawan wanita itu lakukan pada ku. tapi ia tetap saja tak mempedulikanku. Dasar namja menyebalkan.

 

Author Pov

 

Seperti hari-hari biasa. Hari ini Sooyun melakukan tugasnya – membeli kopi di cafe depan perusahaan. Ada banyak kopi di lengannya saat ini. Sooyun tampak sangat kerepotan memegangnya, hingga Sooyun sangat sulit menekan tombol Lift. Seorang pria yang kebetulan ikut masuk dengannya di lift tadi menawarkannya bantuan.

 

“lantai berapa??” tanya pria itu dengan senyum.

 

“15” ucap Sooyun.

 

“wah kebetulan sekali. aku juga ingin ke lantai itu” ucap pria itu sambil menekan tombol 15.

 

Hanya ada Sooyun dan pria tadi di dalam lift. Pria ini sangat tampan, tingginya dan umurnya kira-kira setara dengan Sehun. walau pria ini sangat tampan, namun tak berpengaruh apapun untuk Sooyun. Berkali-kali pria itu menawarkan bantuannya untuk Sooyun, tapi berkali-kali pula Sooyun menolaknya. Sooyun tak ingin merepotkan orang lain.

 

Entah sejak kapan. Pria itu terus memandangi Sooyun. Raut wajahnya tampak sedang memikirkan sesuatu. awalnya Sooyun berusaha untuk tak memperdulikannya, namun semakin lama Sooyun merasa aneh karena ia terus di pandangi oleh pria yang tak di kenalnya itu.

 

“Chogiyo. Apa ada yang ingin anda katakan padaku?? Kenapa sejak  tadi anda melihatku seperti itu??” tanya Sooyun pada pria itu.

 

“apa kebetulan kau mengenalku??”

 

“Nde???” mendengar pertanyaan pria itu padanya – Sooyun mengangkat alisnya heran. Bukankah seharusnya yang bertanya seperti itu adalah Sooyun??

 

“apa kebetulan kita pernah bertemu sebelumnya?? Kau tampak tak asing” ucap pria itu lagi.

 

“sepertinya ini pertemuan pertama kita” jawab Sooyun.

 

“aniya. Aku sangat yakin kalau ini bukan pertemuan pertama kita. wajah mu sangat tak asing” pria ini terus bersikeras kalau ini bukan pertama kalinya ia bertemu dengan Sooyun.

 

Tak lama lift terbuka. Sooyun dan pria itu keluar secara bersamaan. Baru saja Sooyun permisi dan melanglahkan kakinya, pria itu mencegat  Sooyun dan mengulurkan tangannya.

 

“Kim Jongin. Panggil saja Jongin. Kau??siapa namamu?” tanya pria bernama Jongin. Sooyun menyambut uluran tangan Jongin dan tersenyum.

 

“Oh Sooyun. Panggil saja Sooyun” ucap Sooyun dengan senyum.

 

“ehemm” tiba-tiba saja, Sehun muncul dan berdehem cukup keras saat melihat Jongin dan Sooyun bersalaman di depan lift. Melihat Sehun – Sooyun permisi dan melangkah meninggalkan Jongin.

 

 

“jadi sejak kapan kau tiba di Korea??” tanya Sehun pada Jongin.

 

Saat ini Jongin sedang berada di ruangan Sehun. Jongin adalah sahabat Sehun. mereka sudah berteman sejak kecil. Jongin juga bekerja di perusahaan Sehun. tapi sudah beberapa tahun ini Jongin di tugaskan untuk mengurusi cabang perusahaan Sehun yang ada di Jepang.

 

“tadi pagi” jawab Jongin.

 

“jadi kau akan menetap di korea??”

 

“tentu saja. aku telah mengatasi masalah perusahaan di jepang. Ayah mu telah menarikku kembali. Dan mulai besok aku akan bekerja di sini” jelas Jongin pada Sehun. “lupakan tentang aku. aku kesini hanya ingin mendengar cerita pernikahan mu. jadi bagaimana wajah istri mu?? apa dia sangat cantik?? Aku sangat penasaran. Wanita seperti apa yang dapat membuat seorang  Oh Sehun menjadi miliknya dan melupakan cinta pertamanya??” tanya Jongin. Hingga saat ini Jongin tak tau rupa istri Sehun, karena pernikahan Sehun dan Sooyun sangat mendadak dan Jongin sangat sibuk di jepang jadi ia tak sempat untuk menghadiri pernikahan Sehun.

 

“YAK. Siapa bilang aku melupakan Irene” jawab Sehun. mendengar itu, mata Jongin membulat tak percaya. Bagaimana mungkin Sehun berkata seperti itu. sungguh kejam.

 

 

“apa maksudmu. Kau ini sudah menikah. MENIKAH. Kau harus menyadari itu. jika istrimu mendengar ucapan mu tadi, dia akan merasa sedih” jelas Jongin sambil memegang pundak Sehun.

 

“dia tau semuanya”

 

“MWO??”

 

“sejak awal semuanya berawal dari kebohongan dan kesalah pahaman. Pernikahan kami terjadi begitu saja. dan dia sepertinya tak menyukai ku”

 

“apa maksudmu??” tanya Jongin semakin penasaran.

 

“kami membuat satu kontrak pernikahan. Kami membuat satu perjanjian kalau kami tak boleh saling jatuh cinta. Dan Ia menyutujui perjanjian itu karena ia membenciku”

 

“AIGOOO….kau ini. setiap kali kau berurusan dengan wanita, kau selalu saja membuat kontrak. Terakhir kali kau membuat kontrak bersama Irene dan kau menjadikanku sebagai saksinya.” Ucap Jongin sambil memutar kedua  bola matanya malas.

 

Irene adalah cinta pertama Sehun. Sehun bertemu dengan Irene saat ia berumur 8 tahun.  saat itu Sehun, Jongin dan Irene selalu bermain bersama di salah satu taman yang ada di lingkungan rumah Sehun. Mereka bertiga selalu bertemu saat soreh hari. Tapi suatu hari Irene tiba-tiba menghilang. Irene tak pernah lagi datang bermain bersama Sehun dan Jongin. Berkali-kali Sehun berusaha untuk mencari Irene, tapi sayangnya Sehun tak tau harus mencarinya kemana, bahkan Sehun tak tau di mana rumah Irene.

 

Sebelum Irene menghilang, Sehun dan Irene membuat satu Kontrak.

 

Flashback 17 tahun yang lalu

(Sehari sebelum Irene menghilang)

 

Soreh ini seperti biasa. Sehun, Jongin dan Irene sedang bermain di sebuah taman yang mereka namakan Taman rahasia. Taman ini merupakan tempat petemuan ketiga anak ini. Sehun dan Jongin berumur 8 tahun sedangkan Irene berumur 6 tahun.

 

Jongin sedang bermain pasir sedangkan Sehun sedang bermain panjat tiang. Sedangkan Irene sedang bermian masak-masak .

 

“Yeobo. Masakannya sudah jadi. Ayo cepat pulang” teriak Irene kecil. Seketika Sehun dan Jongin berlarih ke arah Irene dengan bahagia.

 

“kenapa kau ikut berlari. Irene kan hanya memanggilku” tanya Sehun kecil pada Jongin.

 

“tadikan Irene bilang kalau makanannya sudah jadi” jawab Jongin kecil dengan polos.

 

“Ani. Tapi Irene hanya memanggil suaminya. Kan aku yang jadi suaminya, lalu kau jadi anaknya” jelas Sehun.

 

“kenapa aku yang selalu jadi anaknya??? Kapan aku jadi suami Irene. Kau curang” ucap Jongin memonyongkan bibirnya kesal.

 

“kenapa kalian berdebat di sini?? Masakannya akan dingin jika kalian berdebat terus”  ucap Irene yang menghampiri Sehun dan Jongin.

 

“kenapa aku selalu menjadi anak kalian. Aku juga ingin menjadi seorang appa” ucap Jongin pada Irene.

 

“andwe. Jongin tak boleh jadi suami Irene karena hanya Sehun oppa yang bisa menjadi suami ku” jawab Irene sambil memegang lengan Sehun.

 

“wae??” tanya Jongin lagi.

 

“karena jika aku besar nanti, aku akan menikah dengan Sehun oppa. Iyakan oppa??” tanya Irene dengan senyum di wajahnya.

 

“tentu saja. kau dengarkan. Jadi jangan berharap untuk menjadi suami Irene lagi. kau jadi anak kami saja” ucap Sehun. “Irene kau harus berjanji padaku. Kau tak boleh menikahi namja lain selain aku. kau hanya boleh menikah dengan ku” sambung Sehun pada Irene. Irene mengangguk mengerti sambil tersenyum.

 

“kata Haraboji. Jika kita tak ingin perjanjiannya batal, kita harus membuat satu kontrak. Maka dari itu haraboji selalu membuat kontrak dengan ajusshi pengusaha itu”

 

“bagaimana kalau kita buat kontrak juga??” tawar Sehun pada Irene – Irene mengangguk setuju. “Jongin kau harus jadi saksinya” ucap Sehun pada Jongin.

 

“tapi bagaimana kalian membuat kontraknya?? “ tanya Jongin pada Sehun dan Irene.

 

Irene menarik lengan Sehun dan Jongin – Irene membawa Sehun dan Jongin ke arah ayunan.

 

“kita buat kontaknya di sini saja” ucap Irene pada Sehun dan Jongin.

 

Sehun menuliskan beberapa perjanjian mereka di bawah ayunan kayu itu.

 

  1. Setelah dewasa nanti, Sehun akan menikahi Irene.
  2. Sehun akan menjaga Irene dengan cinta.
  3. Sehun akan setia pada Irene.
  4. Sehun dan Irene akan bahagia selamanya.

 

Empat perjanjian itu Sehun tulis. Dan di cap dengan cap jempol yang mereka beri cat air sebelumnya. Jongin juga ikutan mencap perjanjian itu sebagai saksi dari perjanjian Sehun dan Irene.

 

Dan sehari setelah perjanjian itu, Irene tiba-tiba saja menghilang. Irene tak pernah lagi mengunjungi taman itu. hingga saat Sehun pindah ke Seoul.

 

Walau Irene menghilang, Sehun percaya jika ia akan bertemu dengan Irene suatu hari nanti. Sehun akan menikahi Irene nanti.

 

Flashback end

 

Sehun Pov

 

Perjanjian ku dulu bersama Irene selalu aku tanamkan di hati ku. aku berusaha untuk menjaga janji itu. aku bahkan tak pernah memandang gadis lain. Aku menjadi Sehun yang dingin pada setiap gadis yang mencoba untuk dekat padaku. Hingga saat wanita itu muncul dalam kehidupanku – Sooyun. Entah takdir apa yang membuat ku untuk melanggar kontrak yang telah aku buat bersama Irene.  Aku tiba-tiba saja menikah dengannya. Dan semuanya bermula karena kebodohan yang aku buat sendiri.

 

Awal hidup bersamanya membuatku mau gila. Sooyun sangat menyebalkan. Wanita itu sangat kasar. Ia selalu saja memukul, dan mencubitku. Ia benar-benar sangat menyebalkan. Tapi saat ini aku mulai terbiasa akan kehadirannya yang selalu menungguku, dan membuat makanan yang enak untuk ku.  terkadang ia membuatku melupakan Irene tapi juga terkadang ia mengingatkanku dengan Irene – entah apa sebabnya.

 

Berulang kali aku mencoba untuk meluruskan pikiran ku kembali. Aku tak mungkin menyukai Sooyun. Aku hanya mencintai Irene. Hingga saat eomma menyuruh Sooyun untuk bekerja di perusahaan. Apa yang harus aku lakukan? Melihatnya di rumah saja sudah membuatku menjadi bingung seperti ini, bagaimana aku harus melihatnya di perusahaan?

 

“kau kenal kariyawan bernama Sooyun??” tanya Jongin padaku. Kenapa tiba-tiba ia menanyakan Sooyun??

 

“wae?”

 

“wajah Sooyun sangat tak asing. Sepertinya aku pernah melihatnya di suatu tempat”

 

“perasaanmu saja” jawabku. Apa-apaan Jongin ini. apa ia menargetkan Sooyun sebagai mangsanya kali ini??

 

“benarkah?? emmmm…” Jongin tampak berpikir. “kira-kira Sooyun sudah punya kekasih??”

 

“jangan” refleks. Kenapa aku berkata seperti ini. bodoh.

 

“jangan apa?”

 

“e…eee..itu”

 

“kau aneh sekali”

 

“kenapa kau bertanya seperti itu??” tanyaku penasaran. Aku harap Jongin tak menyukai Sooyun.

 

“aku menyukainya. Sooyun sangat cantik. Dia adalah tipe ku”

 

OH tidak. Bagaimana ini???

 

 

TBC

 

Haloo Love Contract balik lagi ^^ / . sebelumnya author mau minta maaf nih soalnya ceritanya semakin gak jelas gini. Jujur saja author bingung dengan ff ini. gak tau harus di bawa kemana, jadi author putusin untuk melanjutkan ff ini sesuai apa yang ada di otak author pas nulis. Soalnya ff ini semakin melenceng dari apa yang sudah author rencanain di awal /hiksss/ .

 

oia seperti biasa. Jangan lupa ninggalin jejaknya ^^ .

58 tanggapan untuk “Love Contract (chapter 6) By.PutriNami”

  1. Hai kak. Aku reader baru disini. Aku udah baca dari chapt 1 dan aku belum komen sa sekali. Aku belum greget sama alurnya.
    Tapi di chapt ini aku mulai greget kepo. Jangan² sooyun dan irene adalah orang yang sama. Kan dulu mereka pernah tinggal di daerah yang sama.

  2. kenapa sehun gak ngomong aja ke jongin kalau sooyun itu istrianya,bereskan…
    haduh si jongin naksir sama sooyu….sadar woi udah aja suaminya tuh….

Tinggalkan Balasan ke eimyzar Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s