[EXOFFI LINE@] Don’t Go (Oneshot)

don't go

[FF from adders] Don’t Go

Tittle: Don’t Go
Author: CursedLoves
Cast: Huang Zi Tao & Shin Chae Ra [OC]
Genre: Romance, fantasy
Rating: General
Lenght: Oneshoot

Tao POV

Senyum yang bisa membuat bunga tumbuh. Tatapan yang bisa membuat semua orang tersenyum. Suara yang bisa menaruh warna di dunia hitam-putih. Dia, memenuhi segala syarat untuk memenangi hatiku.

Tapi kita bersama melawan waktu. Dia akan pergi tak lama lagi, dan akan ada saatnya dia menghilang dari sisiku.

Dia datang seperti malaikat tapi aku tidak pernah tau siapa dirinya yang sebenarnya.

“Chae Ra-ya….” Aku memanggilnya lembut berusaha untuk tidak membuatnya terkejut.

“Wae?” Chae Ra yang merasa terganggu dengan kepalaku yang berada di pundaknya berbalik dan menatapku langsung.

“What are you doing?” Aku dengan sengaja menggunakan bahasa asing yang membuatnya tertawa. Dia selalu mengatakan kalau aksen ku sangat aneh.

“Menyusun beberapa foto kita. Melihat ke masa lalu, hal itu selalu menyenangkan.” Dia tersenyum manis menatap ke foto-foto yang berada di tangannya.

Waktu terus berjalan dan setiap detik yang hilang membuatku khawatir, semakin cepat waktu berjalan, semakin dekat pula dia akan pergi dari hidupku.

Kebenaran tentang dirinya membuat ku terkejut, takut, dan tak percaya. Dia memang berbeda dari yang lain tapi itu tidak akan membuat ku berhenti mencintainya.

Aku akan melakukan apapun jika itu bisa membuatnya tetap berada di sisiku. Apapun. Aku akan mengorbankan segalanya dengan jaminan dia tidak akan pergi.

“Tao-ya … kau akan menungguku, kan?” Aku melepaskan pelukanku dan menatapnya dalam. Matanya memancarkan ketakutan dan kekhawatiran yang teramat. Begitupula dengan diriku, tapi aku lebih memilih untuk kehilangan dirinya sementara daripada selamanya.

“Chae Ra-ya, dengarkan semua kalimatku dengan jelas. Aku mau kau ingat semua yang kuucapkan padamu.” Gadis itu mengangguk dan menghembuskan nafas nya berat.

“Aku akan menunggumu. Satu tahun, dua tahun, tiga tahun, lima tahun, delapan tahun, sepuluh tahun, ataupun lebih aku akan tetap menunggu. Saat kau kembali aku akan tetap disini. Aku tidak akan kemana-mana. Aku tidak peduli berapa lama aku harus menunggu, aku akan tetap mencintaimu. Karna kau adalah satu-satunya. Saranghe, Huang Chae Ra.” Aku mencium halus puncak kepalanya.

Mengucapkan namanya dengan marga ku terdengar indah. Namanya benar-benar cocok dengan marga yang akan disandangnya kelak, hal itu seakan sudah menjadi takdir kita.

Dua hari dari sekarang, surga akan mengambilnya. Dua hari dari sekarang, aku akan mulai merinduinya. Itu akan menjadi awal dari segalanya dan aku tidak akan menyerah.

“Bagaimana jika kau menemukan gadis lain? Bagaimana jika kau bosan menunggu? Bagaimana jika aku tidak kembali?” Semua bagaimana itu membuatku merasakan sesak di dada.

Aku merasa gagal karna aku tidak sanggup membuatnya merasa aku mencintainya. Semua kekhawatirannya membuatku merasa bersalah. Sikap pesimistiknya berkembang seiring dengan dekatnya hari yang akan datang itu. Tapi dia dan aku harus kuat demi melewati ini.

“Kau akan kembali. Kau harus. Aku tidak akan mencari gadis lain karna hatiku sudah menemukan mu. Aku tidak akan lelah menunggu seperti yang kau bayangkan. Percayalah padaku, Chae Ra-ya, percayalah pada cintaku.” Dengan perlahan aku mendaratkan kecupan kecil di dahinya.

Hari berjalan lebih cepat dari yang seharusnya. Setiap menit yang terlewat membuat ku merasa kalau aku masih belum siap untuk melepaskannya.

Pagi datang dan apa yang seharusnya terjadi benar-benar terwujud. Chae Ra menghilang dengan udara. Aku tidur dengan memeluknya tapi aku terbangun sendirian tanpa ada orang di sampingku.

Air mata sudah mengalir tanpa kusadari. Tapi aku sudah berjanji kalau aku harus kuat. Ini memang akan sulit tanpanya tapi aku harus tabah menghadapi segala rintangan yang ada di hadapanku.

***

Tahun berlalu dan ini sudah memasuki tahun kelima. Aku sudah menjadi pria sukses di dunia karir. Aku bertemu berbagai orang dari berbagai kalangan, tapi hatiku masih mencari dirinya.

Setiap pagi aku bangun dengan harapan kalau dia ada di dekapanku. Aku berharap suatu hari aku akan bangun dan menemukannya menyapa ku dengan senyum khas miliknya. Tapi semua itu hanya harapan yang akan terbawa pergi oleh angin.

Hari ku berjalan seperti biasanya. Aku terbangun untuk menemukanku melakukan rutinitas yang sama. Mandi di pagi hari, berpakaian dan menuju dapur untuk menyiapkan sarapan yang membosankan. Roti panggang dan kopi yang selalu menjadi favoritku dan Chae Ra.

***

Bel berbunyi seiring dengan terbukanya pintu, dengan santai aku berjalan menuju mobil. Tetapi sesuatu menghentikan langkahku untuk pulang dari café itu.

“Satu tahun, dua tahun, tiga tahun, lima tahun, delapan tahun, sepuluh tahun, ataupun lebih aku akan tetap menunggu. Saat aku kembali, kau mengatakan kalau kau akan tetap disini. Kau mengatakan kalau kau akan tetap mencintaiku. Itu adalah janji yang kau katakan dan kau terjebak di dalamnya. Kau bilang kau tidak peduli berapa lama kau harus menunggu, kau hanya mau aku kembali. Dan aku kembali. Am I still the only one, Huang Zi Tao?”

Dengan perlahan aku membalikan tubuhku dan menemukan dirinya tengah berdiri dengan senyum yang amat sangat kurindukan. Gadis yang kutunggu itu kembali.

“Chae Ra-ya….” Dalam diam aku menangis dan berjalan ke arahnya. Tanpa aba-aba aku menariknya ke dalam dekapanku.

“Kau kembali. Apa kau tau kalau aku begitu merindukanmu?” Mataku menatap langsung ke netra penglihatan gadis di hadapanku.

Hanya dengan menatap mata satu sama lain semua sudah terbayar. Rindu yang tidak bisa dijelaskan itu terpancar jelas di mata kita.

“Huang Zi Tao, aku akan memberitaumu sesuatu.” Dia akhirnya berbicara.

Aku hanya mengangguk dan tersenyum menanggapi perkataannya. Aku terlalu bahagia untuk sekedar menjawab.

“Mulai sekarang, aku akan selalu di sisimu. Aku tidak akan pergi lagi.” Kali ini dia memelukku duluan. Senyum mengembang di bibir kita masing-masing.

Ketulusan dari cinta kita mengabulkan harapanku untuk mengembalikan gadis yang paling kucintai. Dia kembali.

Aku tidak bisa mengalihkan pandanganku darinya. Aku bertanya-tanya apa semua ini hanya mimpi. Aku takut jika aku menutup mataku dan membukanya kembali dia akan hilang. Sekarang, menatapnya adalah hal terbaik yang bisa kulakukan.

“Kenapa kau terus menatapku?” Dia bertanya dengan senyum yang membuat ku juga ikut tersenyum.

“Aku tidak menatap. Aku mengagumi. Aku berusaha menebak apa ini asli atau tidak.” Dengan senyum yang masih di bibirnya, dia meletakkan tangannya di pipiku.

“Tao-ya … aku benar-benar ada. Aku disini.” Kalimat itu membuat hatiku jauh lebih tenang dari sebelumnya.

“Kau tidak akan menghilang, kan?” Aku bertanya.

“Tidak akan ada yang memisahkan kita. Nothing will break us apart.” Lima tahun bukanlah waktu yang singkat. Dalam jangka waktu itu kita sudah mengalami berbagai hal yang menyakiti diri kita.

Terbangun dengan harapan kalau dia akan kembali dan tertidur dengan kekecewaan yang mendalam membuatku menyadari kalau dia sangat berharga dalam hidupku.

Dalam jangka waktu selama itu aku bertemu berbagai gadis, tapi tak ada satupun dari mereka adalah dia. Aku tidak bisa memandang mereka dengan cara aku memandang gadisku dalam mimpiku.

Hal yang mustahil akan menjadi memungkinkan jika itu berkaitan dengan dirinya. Aku mulai percaya dengan hal-hal yang tidak masuk akal.
Dalam waktu lima tahun itu, aku tau tidak akan ada hal yang bisa merubah cintaku padanya. Pada akhirnya, cinta ku akan kembali padanya.

Dalam diam aku meraih tangannya dan merasakan kehangatan yang sudah lama tidak kurasakan.

“Chae Ra-ya, aku berjanji aku tidak akan meninggalkan mu lagi. Aku akan selalu ada di sisimu. Aku akan selalu mengikutimu asal aku bisa selalu di sisimu.” Tatapan yang dipancarkannya membawa perasaan yang teramat mendalam. Tatapan rindu bercampur kehangatan. Tatapan yang selalu membuatku jatuh ke dalam pesonanya.

“Tao-ya, aku berjanji. Aku berjanji kau tidak akan menyesal telah menungguku. Saranghe.” Ucapannya membuat ku tersenyum bahagia.

Tetapi aku tidak perlu janji itu. Aku tidak pernah berpikir untuk menyesali semua waktu itu. Aku hanya perlu dia kembali dan sekarang dia memenuhi nya. Hanya itu yang kumau darinya.

Janji yang kuberikan pada Chae Ra bukan hanya sekedar omong kosong. Aku akan melakukannya. Aku tidak akan membiarkannya pergi lagi dari penglihatanku.

“I love you, Shin Chae Ra….” Aku memeluk gadis di hadapanku dengan perasaan membuncah di dadaku.

“Nado saranghe, Zi Tao -ya….”

***

Author Note: Hai guys, ini fanfic awalnya udah aku post ke wattpad jadi jangan ngira aku copy dari lapak orang lain yah….

Btw, you guys can check out my wattpad account [@CursedLoves]

One thought on “[EXOFFI LINE@] Don’t Go (Oneshot)”

  1. Happy ending 🙂
    Tpi aku msih bingung sbenernya chae ra pergi kmana tba” menghilang? And apakah chae ra itu manusia??#ahh molla

    Dtunggu crita yg lainya kakk 🙂

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s