[SERIES] Cloud 9 “Sehun” -anneandreas

CLOUD 9 - Sehun

CLOUD 9

– SEHUN

 

 

a fantasy-romance series ficion rated by T in ficlet length

staring by

EXO Oh Sehun and l18hee’s OC Kwon Runa

.

©anneandreas2016

Semilir angin berhembus beriringan dengan sekon yang terus berlalu, mengacuhkan seorang laki-laki setengah abad yang masih mendengkur di dalam kamarnya, seorang ibu paruh baya yang mulai sibuk menyiapkan kimchi di dapur, dan Kwon Runa yang membawa dirinya untuk duduk di balkon depan kamarnya yang berada di lantai atas, menanti pagi datang.

Sebuah kurva lengkung tercipta di sudut bibir Runa kala ia merasakan angin fajar menyapu lembut pipinya yang merah muda, Runa suka sensasi dingin yang dihasilkan dari benda tak terlihat yang disebut angin itu. Sesekali ia menengadahkan telapak tangannya ke depan, seolah ingin lebih dekat dengan keberadaan benda tak terlihat itu, sampai akhirnya sekali lagi ia merasakan sensasi dingin itu kembali menyapa tubuhnya -namun kali ini sensasi dingin yang berbeda, rasa yang lebih Runa sukai. “Oh Sehun? Kau kah itu?” suara Runa terdengar lembut.

“Sudah berkali kubilang padamu, nona bandel. Pakailah jaket atau setidaknya bawalah selimut jika kau ingin duduk di luar menikmati fajar seperti ini.” Mau tak mau Runa menarik kurva bibirnya kala ia mendengar omelan panjang dari laki-laki yang tanpa Runa sadari berada di belakangnya itu.

Belum sempat Runa menyahut omelan pemuda itu, ia merasakan sebuah benda berat yang terasa cukup hangat tersampir di kedua bahunya, menutupi hingga ke bagian punggungnya. Seperti biasa, benda berat ini pastilah jaket milik si pemuda. “Sudah berkali kubilang padamu juga, tuan keras kepala. Mengapa aku harus memakai jaket sedangkan tujuanku duduk di sini adalah untuk merasakan hembusan angin?” Kini ganti pemuda itu yang melengkungkan kurva bibirnya tipis, “Baiklah. Aku kalah, dan kau menang. Lepaslah jaket berat itu.”

 

Mendengar jawaban dari lawan bicaranya, Runa spontan mengeratkan jaket yang tadi menjadi bahan perdebatan mereka di tubuhnya, ia merasa ada yang tidak benar, “Kau kenapa, Oh Sehun? Kau baik-baik saja?”

“Aku tidak tahu apa aku baik-baik saja atau tidak.”

Sebuah desiran tidak nyaman mengalir di hatinya, ini pertama kalinya Runa mendengar Sehun berbicara dengan nada yang cukup putus asa. Runa menggerakkan tangannya, dan menggenggam tangan Sehun segera setelah ia merasakan tangan pemuda itu, “Ceritakan padaku, apa yang terjadi padamu?”

Sehun tersenyum pahit, “Tidak ada, aku hanya ingin berterima kasih padamu. Aku tidak tahu bagaimana caraku membalas semua kebaikan dan kelembutanmu padaku.” Mendengar jawaban itu, Runa semakin mengeratkan genggamannya di tangan Sehun, entah mengapa ia merasa kalimat yang diutarakan Sehun menyiratkan perpisahan. “Apakah kau akan kembali ke langit? Apakah tugasmu di bumi sudah selesai?”

Sekali lagi Sehun tersenyum, kali ini lebih pahit dan terlihat lebih getir dari sebelumnya. Runa begitu peka. Bahkan tanpa melihat ekspresi di wajahnya, Runa sudah tahu apa yang Sehun rasakan. Sambil berusaha menahan gejolak di dadanya, Sehun mengangkat sebelah tangannya dan membelai lembut pipi merah muda milik Runa, membiarkan gadis itu merasakan sensasi dingin yang berasal dari ujung jari-jarinya. “Terima kasih karena selama ini sudah mau percaya padaku, Kwon Runa. Sementara semua manusia lain malah menganggapku berusaha menghancurkan kehidupan manusia dan menghindariku.”

 

“Kecendrungan manusia adalah hanya mempercayai apa yang mereka lihat. Berbeda untuk tuna netra sepertiku yang tidak bisa melihat dunia, aku menggunakan hatiku untuk mempercayai apa yang tidak bisa kulihat, dan hatiku berkata aku bisa mempercayaimu.” Runa menutup kalimatnya dengan menarik tangan Sehun yang ada di pipinya lalu menyatukan kedua tangan pemuda itu, menggenggam keduanya, membiarkan rasa hangat yang dihasilkan dari kulitnya menembus sensasi dingin yang menyelimuti kulit Sehun.

“Aku berharap bisa bertukar kekuatan dengan temanku, andai saja kekuatanku bukan angin seperti ini. Andai aku memiliki kekuatan menyembuhkan, aku ingin menyembuhkanmu.” Serta merta Runa menggeleng kasar mendengar jawaban Sehun, “Tidakkah kau pernah berpikir jika aku bisa melihat mungkin aku juga menjadi salah satu orang yang menganggapmu menakutkan dan menghindarimu?” jawabnya dengan nada yang diucapkan seperti rajukan, membuat Sehun menyunggingkan senyum tipis.

“Apakah kau menyadari bahwa kekuatanmu sangat hebat, Oh Sehun?” sahut Runa lagi, membuat Sehun mengangkat sebelah alisnya. “Angin adalah benda yang tidak bisa dilihat oleh mata manusia, angin hanya bisa dirasakan, ia adil. Baik manusia yang bisa melihat ataupun yang buta sepertiku, bisa merasakan angin. Hebat ‘kan?” Sehun memaksakan senyum di bibirnya meskipun ia tahu Runa tidak bisa melihatnya, “Baru kali ini aku mendengar seseorang mengatakan sesuatu yang sangat menyejukkan hati seperti ini. Kau memang baik.”

“Jadi apakah moodmu sudah membaik, tuan keras kepala? Bisakah kau menceritakan kegundahanmu padaku sekarang?” Runa mengembalikan arah pembicaraan mereka, berusaha terdengar ceria namun tidak menutupi rasa ingin tahunya. “Aku mendapat perintah kembali ke langit, Runa. Tugasku sudah selesai di bumi. Aku harus kembali ke sana.” jawab Sehun pelan, ia mulai berdiri sementara senyumnya sudah sepenuhnya pudar. “Kapan?” Sehun menghembuskan napas berat, satu kata tanya bernada lemah yang berasal dari Runa itu membuatnya menahan langkah, ia merasa begitu frustasi tiba-tiba. “Kapan? Oh Sehun? Kau masih di sini ‘kan?” sebersit nada putus asa keluar dari bibir Runa yang berusaha meraba-raba sekitarnya.

 

“Aku masih di sini.” jawab Sehun lemah, sedangkan Runa mengulas senyum tipis yang justru semakin membuat Sehun frustasi, “Kau akan segera pergi, ya? Apakah awanmu sudah datang? Pergilah Oh Sehun, jika memang tugasmu di bumi sudah selesai. Seperti yang seringkali kau katakan padaku, kau bukan makhluk bumi, bumi bukan rumahmu. Kembalilah. Kau harus bahagia. Aku juga akan bahagia.”

Tidak ada jawaban yang terdengar dari Sehun, hanya saja selanjutnya Runa merasakan angin berhembus cukup kencang di sekitarnya, membuat ia harus kembali mengeratkan jaket Sehun yang masih tersampir di bahunya. Dan sampai angin tersebut reda, Runa tetap tidak mendengar jawaban dari Sehun.

_00_

Runa membuka pintu kamarnya, membiarkan langkah membawanya ke balkon depan kamar. Duduk di tempat yang sama setiap hari, merasakan hembusan angin sembari menanti pagi datang. Sehembus angin menyapu pipinya yang merah muda, membuat Runa kembali meremang. Dulu Runa suka sensasi dingin ini, dulu sekali.

Runa tersenyum getir, sensasi dingin yang ia sukai itu selalu berakhir mengingatkannya pada Sehun. Yang pada akhirnya selalu membuatnya merasa terpuruk. Pergilah? Aku juga akan bahagia? Ia merasa itulah dua kalimat terbodoh yang pernah dikatakan Runa semasa hidupnya. Seharusnya ia menahan Sehun, seharusnya ia mengatakan pada pemuda itu bahwa ia tak mau ditinggalkan, bukannya malah menyuruh laki-laki yang memiliki seluruh hatinya itu pergi begitu saja. Ternyata selain bodoh, kau juga munafik Kwon Runa. Runa masih terus merutuki dirinya sendiri sampai sekali lagi angin berhembus menyapu pipi merah mudanya. Namun kali ini Runa merasakan sensasi dingin yang berbeda, rasa yang dulu lebih Runa sukai…

“Oh Sehun, kau kah itu?”

Suara Runa terdengar bergetar nyaris putus asa. Ia mengharapkan kalimat jawaban, bahkan ia mengharapkan satu jaket lagi untuk disampirkan ditubuhnya –hal yang dulu tidak disukainya. Apapun, hal apapun selama hal tersebut menandakan Sehun datang kembali padanya.

 

“Oh Sehun?”

Satu panggilan lagi setelah panggilan sebelumnya tidak mendapat jawaban. Sebersit cairan hangat menggenangi pelupuk matanya. “Jawab aku, Oh Sehun, kau kah itu?”

Runa berusaha meraba sekitarnya, frustasi. Dengan susah payah ia menahan cairan bening itu untuk tidak jatuh dari kedua pelupuk matanya. Ia baru hendak memanggil nama Sehun lagi saat tiba-tiba ia merasa tubuhnya tertarik masuk dalam sebuah pelukan yang terasa dingin, seperti diselimuti oleh angin. “Aku kembali.”

Runa terpaku di dalam pelukan Sehun, pertahanan yang ia bangun seketika runtuh. Ia membiarkan cairan hangat itu mengalir begitu saja kala suara Sehun menyambangi rungunya. “Maafkan aku, Runa.”

.

.

.

Runa masih enggan untuk sekedar mengangkat kepalanya dari bahu Sehun, ia masih terlalu merindukan makhluk langit berkekuatan angin itu. Pun kedua tangannya masih menggenggam tangan pemuda itu erat, “Jadi, bagaimana kau bisa kembali ke bumi?”

“Aku malu menceritakannya padamu. Memalukan untuk menceritakan bagaimana aku memohon pada pimpinan kami untuk ditugaskan kembali di bumi.”

“Benarkah? Kalau memang begitu memalukan, mengapa tetap kau lakukan?”

“Karena rasa cintaku padamu lebih besar daripada rasa maluku pada pimpinan, nona bandel.”

.

.

.

fin.

 

Cuit-cuit bahagia:
Finally di sela-sela susahnya narik napas di kantor /alay/,

ficlet series super absurd ini selesai juga.
Mangapkan akuh make OC kamu ga bilang-bilang, Nid. Udah gitu dibikin angst lagi.
Tadinya aku pengen bikin Sehunnya gak pernah balik lagi malah, tapi gakjadi.
Mangapkan akuh, Nid, mangapkan akuh.

Jadi ceritanya setelah liat list lagu EX’ACT, judul yang satu ini eyecatching banget.
Cloud Nine. Awan ada sembilan /gakgitu.
Tiba-tiba kepikir ide-ide absurd bikin series 9 member make kekuatan mereka di jaman MAMA gitudeh, dan The LUCKY first ONE /apasih/ adalah maknae bungsu kesayangan kita semua.
Begitulah.
Jadi nanti bakal ada Cloud 9 series versi member lain,
ceritanya bisa nyambung bisa enggak, makanya baca semua seriesnya, ya. *songong.

Nomu nomu makasih buat semua yang udah nyempetin baca ficlet absurdness ini.
Like dan komennya ditunggu loooh.. ^^
*bow*

81 tanggapan untuk “[SERIES] Cloud 9 “Sehun” -anneandreas”

  1. Aaakkk, seneng deh nama cewenya Runa xD Karna aku selalu pake nama pena Runa xD Jadi berasa aku yang dipeluk Sehun *ngayal mode on* Pokonya Sehun sweet banget 😍 Keren kak seriesnya!!!

    1. Waah nama pena kamu Runa? Aku bikin itu nama OCnya Runa, soalnya Runa itu nama OC kesayangan author temen akuu.. >.<
      Makasih sudah komen yaaa..

  2. Sehun manis banget deh, jadi baper bacanya.
    Pengen juga dikatain “nona bandel” sama Sehun *apa sih*, pengen dipeluk juga *ini mustahil* tapi pelukannya yg anget ya bro, gak tahan dingin soalnya XD

  3. Series nya cuma segini aja? Gk ada kelanjutanya yg cerita sehun gitu aahhh bagus banget gk rela kalo cuma segini lanjutkan 😉😉

    1. Huahahha..
      Aku masih ada ff-ff terbengkalai lain wkwkw..
      Tapi misalnya tibatiba si sehun sama si runa maen maen di kepala bisa jadi aku bikin lanjutannya, tapi gak janji looh. wkwk..

  4. Udah dr bbrp hr lalu slese bc ff ni tp blm sempet2 leave comment cz kmrn-an lg lmyn busy ma krj-an. Akhr’ny skrg bs leave a trace/ksh review 🙂

    Um.. klo bs, ga cm dibuat 9 series aja tp lngkp 12 series ya.. 😥 please..
    2mlm yll kyny Sehun dtg, cz I felt a bit cold & bnrn jd pilek, tp skrg dah mule mendingan, I need Kris & his spr pwr u/ menghangatkan bdn nih ^ ^

    Kendaraan/tunggangan Sehun smcm awan kinton’ny goku bukan? Yg cm bs dinaikin sm org yg pure, polos, org baik2? Tp Sehun kan emang makhluk langit ya di ff ini, pasti’ny ga da sifat devil2ny.

    So true, yg runa bilang ttg ‘angin’ yg fair ke semua org. Kshn bgt runa ga bs liat wjh ganteng Sehun.

    1. Yaampun terharunya kamu uda baca bbrapa hari llu sempetnya balik lagi cuma buat leave comment.. Sini peluk dulu /alay kamu /plak. *abaikan aja.
      Huahahah,aku awalnya kepikir 9 karena judul lagunya cloud 9 bukan cloud 12. Wkwk.
      Tapi misalnya ada ilham tambahan mgkin nti kubikin seriea tambahan cloud spesial mantan #eh.

      Huaa.. Cepet sembuuh..
      Aku sih suka sakit gegara suho, keujanan maksudnya wkwk.

      Yah, kalo dikartunin bs dibilang kaya awannya goku wkwkkw.. Iyaah, mereka mahluk langit yang baik hihi..
      Iyaaah, runa mah emang bijaksana orangnya wkwk.. Hooh, runa cukup bahagia hanya dengan ada sehun di sampingnya. Huazek.

      Sekali lagi makasi yaaa uda nyempet2in balik kesini buat komen.. Hueeee..

    2. Asik.. dpt peluk ^.^ I like warm hug *spt Olaf*

      Yah, krn tdr’ny pk fan a.k.a kipas angin tnp blanket *cb klo sm wu yi fan, wlw tnp blanket pasti ga kan kedinginan 😀 wkkk~

      Aamiin.. semoga scptny dpt wangsit & series +an ‘cloud special mantan’ dpt segera release 🙂

      You’re welcome, stlh bc ff bgs so pasti hrs leave a trace & jd bs chatting sm sang author dong, hehe..

    3. *Peluk lagi biar tambah seneng* hihihihi
      tidur sama canyol juga pasti hangat, canyol aja..
      *apaapaan malah promosi wkwk*

      amiiiinnn..
      tapi paling aku beresin series member duluu, nti epilognya aku bikin clod 9 spesial mantan hihihi..

      wuiiiihhh, andai semua reader seperti kamu..
      semua author di seluruh dunia ini /alay/ pasti bahagia sekalii..
      huehehehe..

  5. GIRL YOU GOT ME FLYING UP NOPI NOPI FLYING UP UP UP UP UP UP UP UP KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
    DEMI APA AKU MASIH NGANTUK INI PEN TIDUR LAGI TAPI TAPI TAPI TAPI TAPI TAPI /pingsan/
    dari awal aura sadnya udah kerasa, entah kenapa aku seneng banget soale aku paling susah suruh bikin sad yang beginian, aku yang bikin jadinya pada jemaplitan LOL terus pakek kekuatan dari jaman mama… AKU SUKA BANGET.. YOKSHI SEHUN PANTES BANGET SURUH MAIN ANGIN-ANGINAN, KANGEN DIA YANG PUNYA KEKUATAN HEU :’
    terus terus terus terus ternyata runa gabisa lihat, tapi kenapa sehun tetap tampan di mata runa? mata hati maksudnya/lalu nge-ciye-in diri sendiri/digampar/ TAPI IH SEHUN GITU IH BIKIN PEN GIGIT JARI MASA, aku bayanginnya sehun natap runa gitu walau cuma tatapan sepihak dia tetep mancarin rasa sayang KAN INI AKU MALAH NGELANTUR KAN KZL KAN IH MAU NANGIS/paansih/
    mana setiap adegan rasanya ini penuh dengan kelembutan dan aura sedih tapi saling sayang INI MAU NANGIS PART DUA/digampar part dua/ terus terus terus sehun mau pergi :(((((( terus mana jawabannya runa dewasa syekali, aku jadi terharu sendiri dia mau lepas sehun, walau pada akhirnya nyesel juga kan ya IYALAH ORANG GANTEG KOK DILEPAS/digilas/
    aku paling mau mewek pas bagian sehun pamit, terus runa kek bilang ‘hun lu masih di situ kagak?’ (ini sumpah bikin sadnya ilang omonganku -_-) itu itu itu sedih banget 😥 rasanya kek runa belum siap gitu mendadak ditinggal sehun, sambil raba-raba sekitar lagi, edan nyesek banget aku gak kuat, bayangin sehun yang liat runa (ini sudut pandang normal, bukan bukan sebagai pemilik oc runa wkw) dengan wajah yang sadnya gabisa digambarin, terus nyesek gimana gitu gak rela mau pergi, terus rasanya that so nyess binggo kak 😦 izinkan daku menggaruk tembok
    kukira sehun juga gabakal balik lho kak, kan aura aura sad kental banget tuh mana aku antara mau nangis haru sama senyam senyum gaje ngebayangin tatapan sehun yang….UDAH STOP DEDEK GAKKUKU SETOP/kejang/
    pada akhirnya sehun balik, iya balik, BALIK, B A L I K! (ceritanya eksaitit) mana gitu lagi baliknya gabilang bilang, harusnya telpon runa dulu bilang ‘run gue mau balik, jan lupa suguhin jajan ya, nanti perjalanan jauh kan pasti laper’/gakgitu/abaikan
    TERUS YHAAA… ITU SEHUN MINTA DITONJOK IH KAN GEMES BILANG CINTA CINTAAN IH KZL IH KZLLLLLLLLLLLL/nid../

    KAKAKKUH MAKASIH BANGET INI KEK HADIAH AKU YANG BERHASIL NYELESEIN PESANTREN 10 HARI TAU GAK… MAAPKEUN NIDA MANIS INI YANG BARU MAMPIR… NIDA STILL MANIS KOK/gaknyambung/buangaja/ LOVE YOU TO THE MOON KAK POKOKNYA… SEMANGAT BUAT KERJAAN DAN LIST FF LAIN, DAN SEMANGAT JUGA BUAT PERSIAPANNYA (uhuk) still pengen terbang pakek helikopter ke sana :’v
    love u kak! saranghanda uri unni (KYA GUE NGOMONG APA KYAAAA XD) ❤ ❤ ❤ ❤ ❤ ❤ ❤
    sekian komen tidak jelas dan sangat mengganggu mata dari saya.
    regards, kecengan sehun forever :3
    P.S: REBLOG YAH :*

    1. BTW KAK, aku gapapa aslinya runa mau digima-gimanain, mau dinistain juga boleh asal masih dengan asas kemanusiaan/apaan
      runa apa aja bisa kok haha :*

    2. LANTAS AKU MEMBALAS INI BAGAIMANAAAAA..
      WKWKWKWKW..
      Iyaaaahhh aku pengen “Back To Angst” “Back To Sad” and back to yang sedih sedih aja pokoknya wkwkwkwkwk..
      Tapi aku sempet gak yakin bikin Runa gabisa liat, kok kayaknya gatega inget Runa di le dernier arret karakternya bawel gitu wkwkwk..
      Iyaaahhh ih aku nulisnya juga ikut sesengukan pas bagian Runa rabaraba huhuhuhu.. #SayaAuthorAlay

      Jangan sampe enggaakkk, sewa helikopter yaaaa.. Wkwk..
      Saranghanda wkwkwk..
      Reblog ajaaahhh :3

    3. BALAS AKU DENGAN PHOTOCARD SEHUN KAK/digilas
      UYEH MAU BALIK LAGI UYEH jadi aku bisa baca yang sad sad lagi gitu ya, kadang aku bingung sih nemu ff sad/lha?
      itu runa hari minggu kak, runa hari senin kalem kok jadi sante aja dan anggep kakak lagi pakek runa mode hari senin/apasih
      IYA IH KAK AKU GAK KUKU PAS BAGIAN ITU KAN SEBEL MAU MEWEK #KalauSayaReaderAlay
      iya dong, nanti kutebar bunga dari atas, jan lupa lapangan pendaratan/? ditulisi welkam runa gitu ya

    4. *gilasnida*
      Wkwkkwkw..
      Aku melupakan jadi diriku sebagai author ff sad /plak. Kurasa aku harus kembali ke sana /plak lagi.
      Aku jadi bahagia lagi karena beberapa kali ini bikin ff sad lagi buahahhahaha..
      Jadi runa beda hari beda mode ya?
      Wkwkwkkw..
      Huahahhahaa..
      Siaapp, bawa sehun juga yaaah..
      Umin jangan dibawa, nti dia sedih /gakgitu.

    5. yaampun seneng banget, abis digilas biasanya kurus/gakgitu/
      iya mungkin kakak harus kembali karna aku masih inget banget kakak dikira saiko karna bikin ff sad mulu, aku suka kakak dikira saiko/ditabok/kabur
      iya runa mah tiap hari punya mode sendiri, kadang sehari ganti pula :’v
      iya bawa siapa aja boleh deh, ayuk atuh

    6. Digilas mah gepeng atuh bukan kurus wkwkwkkw..
      Iyaaah buakakaka I love to be saiko person *smirk *digampar
      Runa itu kena penyakit DID apa gimana? /kabur
      Bawa chenchen aja chenchen, kalo kyungsu mah uda pasti ada di sana, kan adek akoh. /delusi mode : on

      Baca line akooooh
      Harus baca pokoknya haruuusss
      *efek ngantuk jadi ngeselin 😂

    7. seenggaknya mengecil :’vvvv
      i love manggil kakak saiko/ditabok
      iya dia lebih parah ketimbang DID, parah banget, aku sampe susah kalok dia umat
      SEK AKU TAK BACA SEK SEK

    8. Jadi gepeng mah melebar gak mengecil wkwkwkwk..
      I udah biasa di call orang saiko.. /ini bahasa inggris macem apa wkwk/
      Kasian sehun, kenapa dia bisa tahan sama runa /kabur lagi

    9. MELEBAR? GAKJADI! JAN GEPENGIN AKU KAK! ENTAR NOMU NOMU APPA(lalu ngekek so hard di pojokan)
      itu bahasa inggris orang yang udah senpai btw/kibas kuku/
      aku juga gak ngerti, padahal runa juga gatau kenapa bisa suka ama sehun, ini sebenernya hubungan mereka gimana sih/masih ngos ngosan/

    10. Kok aku ngakak tiap baca nomu nomu appa buakakakakka, selanjutnya terngiang suara rekaman “hahaha hahahaha”
      *kibas kuku juga* yeaah cuma senpai yang ngerti bahasa inggris begituan /lalu terjun payung.
      Ingat runa, sehun seperti itu hanya karena profesionalitas runa. Ingat!!!!

  6. Ending yg manis dan bikin senyam senyum sendiri. Ah ditunggu banget lah series selanjutnya kalo ceritanya manis begini. Ditunggu cerita next membernya yah nean-ssi huehehe
    -XOXO-

  7. Uuuhh sedih ..
    Aku udah mikir ajah kalo sehun gak bakal kembali… Kalo sampe gth, aku bakal nangis guling” nih bareng Runa :v hihihii

    next fighting ^^

    1. Tadinya aku mau bikin gitu, pas Runa manggil Sehun tapi Sehun ga pernah jawab, tapi aku gatega sama yang punya OC Runa wkwkwkw..

      Makasi sudah mampiiirrr..

    1. Cepet berakhirnya karena ini ficlet wkwkkw..
      Sekuelnya gaadaa, adanya nanti series versi member lain, tapi kali aja nanti Sehun nongol di sana jadi cameo #eh
      Makasi yaa suda mampir dan komeeenn..

    1. boleeeh, yang penting creditnya jangan diilangin yaaa, takut terjadi kesalahpahaman di kemudian hari ihik.. wkwkwk..

      makasi juga sudah mampir ke siniii..

  8. WAAAA itu sweet bangeeet, sehunnyaaaa heuuu meleleh hati ini😂😂😂 aku tunggu next seriesnya ya eoonn!! Hwaitiingg!!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s