Rooftop Romance (Chapter 5) – Shaekiran

Rooftop Romance (1).jpg

Rooftop Romance

By: Shaekiran

 

 Main Cast

Wendy (RV), Chanyeol, Sehun (EXO)

 

Other Cast

Baekhyun (EXO), Kim Saeron, Irene (RV), Taeil (NCT), and others.

Genres

Romance? Family? Frienship? AU?

Length Chapter | Rating PG-15

Disclaimer

Idenya cerita ini murni datang dari otak author yang otaknya rada senglek banyak (?). Maaf untuk idenya yang mungkin pasaran dan cast yang itu-itu aja. Nama cast disini hanya minjam dari nama-nama member boy band dan girl band korea. Happy reading!

 

Previous Chapter

Teaser 1 | Teaser 2 | Teaser 3 | Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4 |[NOW] Chapter 5 |

“Ssttt, diamlah sunbae.”

 

 

-Chapter 05-

 

 

“Ku mohon. Tolong aku Chanyeol sunbae..”

“Sudah ku bilang aku tidak mau Seunghwan-ssi!”

 

 

-Author POV-

“Sekarang jawab, kau mau jadi pacarku atau aku akan lompat dari atap ini!”

Ntah keberanian darimana sehingga Wendy bisa mengucapkan kalimat ancaman itu. Ancaman? Sebenarnya tidak juga, toh belum tentu Chanyeol akan mengabulkan permintaan gila yeoja itu jika dia tidak melompat. Dan kalaupun dia melompat, itu lebih parah lagi. Niat ingin lepas dari perjodohan, eh malah menghadap ke Tuhan Yang Maha Esa.

“Apa kau bercanda? Kau pikir kau bisa menipuku begitu? Lompat saja sana gadis sinting!”

Terbalik 180 derajat dari dugaan awal Wendy. Chanyeol ternyata bukan namja baik yang bisa termakan ancaman kacangannya itu. Berpikir waraslah Wendy, dia itu anak seorang detektif polisi. Kau lompat sekalipun tidak akan ada ruginya baginya. Toh yakinlah, appa-nya akan mencari segala bukti bahwa putranya tidak bersalah dan itu akan menjadi sangat mudah karena namja satu itu memang tidak bersalah sama sekali.

 “Sial, apa yang harus ku lakukan sekarang?”

Wendy membatin dalam diam. Namja itu tidak berperikemanusiaan dan  malah menyuruhnya melompat saja. Bibir Wendy bergetar. Tentu saja bergetar, bagaimana bisa yeoja itu tidak takut setelah melihat pemandangan ketinggian 4 lantai yang akan menyambutnya di bawah? Jangan bodoh, kalau dia melompat tentu hanya akan ada satu kemungkinan yang menantinya. Mati.

“Kenapa? Kau Takut? “

Chanyeol berjalan perlahan, mendekati Wendy yang sedang berdiri gemetar di atas dinding pembatas atap sekolah mereka. Matanya masih menunjukkan ketidaksukaan pada gadis satu itu. Wendy tidak menggubris kalimat hinaan namja itu sama sekali. Yang dia pikirkan sekarang adalah bagaimana cara tetap hidup dan menjadikan Chanyeol sebagai pacarnya.

“Apa kau tidak takut namamu diseret dalam kasus bunuh diri? Bagaiman kalau mereka pikir kematianku nanti adalah pembunuhan?”

Yeoja itu memberanikan diri meski kakinya terus saja bergetar. Nampak di depannya seringaian nakal dari namja bermarga Park itu. Dia tertawa kecil sambil terus mendekat ke arah Wendy.

“Apa kau bodoh? Sekalipun aku memang membunuhmu, tidak aka ada orang yang tau. Kau tau kenapa gadis sinting? Lihat saja di bawahmu. Kosong kan? Itu arena belakang sekolah dan di bawahnya hanya ada tempat sampah. Kau pikir ada orang yang lewat disana di jam segini?”

Skakmat. Semua kalimat yang diucapkan namja itu adalah sebuah kenyataan yang tak bisa dielakkan oleh Wendy. Intinya, matipun tidak akan ada gunanya sekarang.

Tiba-tiba kepala Wendy terasa pening. Matanya berkunang-kunang. Rasanya bumi ini berputar semakin cepat saja. Hal terahkir yang dilihat gadis itu mungkin hanya ekspresi dingin Chanyeol yang terus menatapnya dengan tatapan mengejek. Lalu semuanya berubah menjadi gelap.

 

-Wendy POV-

Ouchhh!

Tanpa sadar aku mengeluarkan suara kesakitan itu saat tiba-tiba mataku terbangun dan mendapati tanganku baru saja tersenggol tiang infuse yang bertengger manis di sebelah kiriku.

“Kau sudah bangun?”

Bisa ku dengar sebuah suara yang sangat menjengkelkan. Aku malas mengetahui siapa orang di sebelahku ini. Paling-paling Chanyeol sialan yang merasa bersalah dan membawaku ke tempat yang dengan menghirup aromanya pun bisa ku ketahui adalah sebuah rumah sakit.

“Kau sudah bangun?”

Lagi-lagi namja ini bertanya. Mau tidak mau aku dengan enggan memalingkan wajahku dan mendapati orang itu sedang duduk di kursi. Loh, Taeil? Bagaimana bisa Taeil yang ada di sini dan bukannya Chanyeol si keparat itu?

“Tadi kau terjatuh dari atap, untung saja kau jatuh ke depan dan bukannya ke belakang, jadi kau hanya jatuh setinggi 1 meter dan bukannya dari lantai 4 dan berakhir mendarat di tempat sampah.”

Aku melongo. Apa kata orang ini tadi?

“Lalu kenapa kau bisa di sini?”

Aku bertanya dengan sinis, sambil memperbaiki posisiku dari posisi tidur menjadi duduk. Ingat, aku melakukannya sendiri. Jangan pernah berpikir bodyguard sewaan appa itu membantuku duduk. Dia cuma bisa berpangku tangan di kursi. Dasar apatis.

“Tentu saja karena aku yang menolongmu nona.”

Aku menatapnya tajam.

“Maksudku Seunghwan.”

Ah, ternyata orang ini mengerti juga apa maksud tatapan tajam mataku ini. Bolehlah, ternyata dia tidak bodoh-bodoh amat.

“Lalu kemana namja yang tadi bersamaku di atap?”

Aku bertanya balik, sekedar ingin tau dimana batang hidung orang yang sudah membuatku nekat naik ke dinding pembatas atap sekolah yang bisa saja membuatku mati muda detik itu juga.

“Maksudmu namja yang kemarin kau lempar dengan ramen? Dia meninggalkanmu begitu saja di atap saat aku datang.”

Aku menganga. Dia kejam sekali.

“Lalu bagaimana kau bisa ada di atap?”

Sekarang aku merasa heran dengan situasi ini. Taeil di atap? Bagaimana bisa? Dia mengikutiku? Tapi dia kan bukan murid di SMA itu. Aneh sekali.

“Aku mengikutimu sedari tadi. Sebenarnya tadi kalian tidak hanya berdua di atap, tapi juga bertiga. Saat kau hampir jatuh, aku keluar dari persembunyian. Jangan tanya dimana karena aku tidak akan memberitahu yang satu itu. Saat aku menghampirimu, namja bernama Park Chanyeol itu dengan polosnya bertanya ‘apa kau mengenal gadis sinting ini?’ . Tentu saja aku menjawab iya. Kemudian dia bilang padaku untuk membawamu ke rumah sakit karena tidak ada dokter di UKS hari ini , lalu orang itu pergi meninggalkan kita berdua di atap. Kisah selanjutnya adalah kau ada di rumah sakit ini dan tidur di ranjang itu. Puas?”

Tanpa perlu diminta lagi, namja bernama Moon Taeil yang menjabat sebagai bodyguard-ku itupun menjelaskan kronologi kejadian yang sedari tadi ingin ku ketahui. Luar biasa. Ternyata namja satu itu benar-benar biadab. Kalian tau siapa maksudku. Tentu saja namja tak berperasaan bernama Park Chanyeol itu. Shaeki-ya!

Gelap.

Bisa ku lihat langit yang sudah berubah menjadi malam lewat jendela yang berada sekitar setengah meter di sebelah kananku. Dekat kan? Aku bahkan bisa menyentuh kaca jendelanya, berharap kalau-kalau saja hujan turun dan aku bisa menulis di embun yang tercipta di jendela kaca itu.

Ah, aku haus. Taeil sedang pergi ntah kemana. Tadi aku tertidur lagi setelah dokter memeriksaku. Dia bilang aku bisa pulang besok pagi. Dan anehnya tiba-tiba saat aku terbangun Taeil sudah tidak ada di ruangan ini. Padahal biasanya dia pasti mengikutiku ke mana-mana. Aku rasa dia pasti  mengira aku tidak akan bisa kabur dalam kondisi begini dan dia mengambil kesempatan itu untuk pergi bersenang-senang. Mcmc, dasar bodyguard labil. Awas saja nanti kalau aku tiba-tiba berpikir untuk lompat dari rumah sakit ini.

“Americano Latte.”

Aku mengucapkan kedua buah kata itu saat seorang pelayan bertanya apa pesananku. Eits, jangan kira aku kabur dari rumah sakit dan pergi ke café. Aku memang pergi ke café sih, tapi café-nya adalah café RS ini dan letaknya pun ada di dekat lobby rumah sakit. Lumayanlah, ternyata rumah sakit di Seoul lumayan bagus juga.

Thanks

Singkat, jelas, padat dan sarat makna.

Masa bodoh dengan pelayan yang sedang menatapku cengo sekarang. Toh, thanks adalah kata yang umum kan? Memangnya negeri ginseng kampung halaman ku ini kudet sekali apa? Yah, meski aneh juga sih mengucapkan bahasa inggris meski kata sesederhana apa pun itu disini. Dan kalian tau? Sebenarnya itu karena aku keceplosan.

Puas memandangi wajah cengo yeoja pelayan itu, aku pun langsung pergi. Takut-takut kalau saja Taeil sudah kembali ke ruanganku dan berpikir kalau aku mencoba kabur. Bukan masalah sih meski dia berpikir begitu, masalahnya adalah namja itu akan segera melaporkannya pada appa dan appa akan semakin mempercepat pertunanganku. Kalian mengerti maksudku kan? Sepertinya aku harus membuat rencana mencuri handphone Taeil dan membuangnya ke Sungai Han kalau perlu.

Aku terus berjalan menuju ruanganku, dan ntah kenapa tiba-tiba kakiku menge-rem begitu saja saat melihat orang itu.Tunggu, aku tidak salah lihat kan? Postur itu. Aku sangat yakin itu adalah Park Chanyeol. Iya, dia Park Chanyeol. Mau apa namja itu kemari? Menjengukku? Mungkin saja sih. Tapi kenapa dia berbelok ke kanan? Ruanganku kan di sebelah kiri.

Penasaran, aku pun akhirnya membuntuti namja itu. Sekarang bisa ku lihat dia memasuki sebuah ruangan. Itu ruang pasien. Kenalannya kah? Masa bodoh dia mau menjenguk siapa. Aku membalikkan badan dan berniat kembali ke ruanganku sendiri sambil menyesap sedikit aroma Americano yang sedang ku pegang ini.

“Orang itu datang lagi. Dia tidak bosan datang terus padahal pasien di dalam sana terus melemparinya.”

Aku menyerngit ketika mendengar percakapan dua orang suster yang duduk di meja resepsionis. Sepertinya aku mencium bau-bau sesuatu di sini.

“Iya, ku dengar dia yang tak sengaja membuat pasien itu jadi begini. Kasihan sekali, padahal dia hanya mau minta maaf. Tapi selalu pulang dengan memar.”

Aku semakin mendekatkan diri. Sepertinya aku bisa menebak kemana arah pembicaraan ini berlabuh.

“Apalagi dia sendiri yang membayar biaya pengobatan pasien itu. Padahal ku dengar-dengar dia masih anak SMA.”

Bingo! Aku sangat yakin sekarang kalau orang yang sedang dibicarakan oleh kedua suster ini adalah Park Chanyeol. Jangan-jangan pasien yang mereka maksud ini adalah orang yang di telfon namja itu di atap tadi siang.

“Lihat, orang itu sudah keluar. Pipinya memar lagi kan.”

“Iya , kau benar.”

Mau tidak mau aku mengarahkan pandanganku kembali ke ruangan yang tadi dimasuki oleh sunbae tak berperasaan itu, dan seperti yang kedua suster itu bicarakan. Pipinya memar. Bisa ku lihat wajah orang itu yang ditekuk lesu sambil berjalan ke arah pintu keluar rumah sakit.

Setelah yakin sunbae-ku itu tidak akan kembali kemari, dengan secepat kilat aku segera berlari, meski dengan terpincang-pincang tentunya, menuju ruangan tadi. Sesampainya disana aku langsung membaca nama pasien di ruangan itu.

‘Do Kyungsoo.’

Tunggu, Kyungsoo? Ternyata benar orang yang dia telfon tadi siang. Sepertinya aku punya ide brilian.

“Kau dimana sekarang?”

Dengan cepat ku ketikan sebuah SMS pada Taeil. Berharap semoga saja  namja itu sedang berada jauh dari RS.

“Di suatu tempat. Kau tidak perlu tau aku ada dimana. Yang pasti aku akan kembali nanti. Kau istirahat saja sana. Jangan berpikir untuk kabur.”

Yes! Aku bersorak girang saat membaca pesan balasan dari bodyguard-ku itu. Dengan senang hati aku tidak akan peduli orang ini ada di mana sekarang, yang penting dia jauh-jauh dariku sehingga aku bisa menjalankan ide gilaku yang ku anggap sebagai ide brilian.

Arasseo. Aku akan menunggumu di RS.”

Setelah mengirim SMS itu, aku segera berlari ke meja resepsionis. Kesempatanku hanya malam ini. Mumpung si Taeil itu tidak tau ada di mana batang hidungnya sekarang.

 

-Author POV-

Chanyeol merapatkan jaketnya lebih erat. Malam ini dingin sekali. Namja itu bahkan bisa merasakan tulangnya berubah semakin beku di terpa angin. Wajar memang, mengingat mulai hari ini adalah musim gugur. Tentunya udara akan semakin dingin.

Dengan langkah setengah menggerutu namja Park itu menaiki tangga di sebelah kiri restoran tteokboki milik keluarganya. Tak lama kemudian dia membuka pintu di ujung tangga itu yang tidak di kunci. Chanyeol masuk dan mendapati seorang Wendy yang sudah menunggunya dengan sebuah senyuman miring. Andai saja Chanyeol tidak membaca SMS itu, dia tidak akan mau naik kemari sama sekali.

“Akhirnya kau datang juga sunbae.”

Wendy berucap, basa-basi tentunya. Karena yeoja itu tau kalau bagaimana pun juga namja bersurai kecoklatan itu pasti akan datang setelah membaca pesannya.

“Apa maumu?”

Chanyeol bertanya dengan malas. Langkahnya semakin mendekati Wendy. Dan kini jarak mereka hanya tersisa 2 meter.

“Kau harus mau jadi pacarku sunbae.”

Lagi-lagi kalimat yang sama dikeluarkan oleh yeoja itu.

“Sebegitu terobsesinya-kah yeoja di depan ku ini padaku?”

Chanyeol membatin sambil memutar matanya malas mendengar perkataan Wendy.

“Jadi kau mau mengancamku dengan membawa-bawa nama Kyungsoo?”

Chanyeol bisa menebak ke mana arah pembicaraan mereka. Setelah tadi membaca pesan yeoja itu dia sudah bisa meneba-nebak apa yang mungkin saja bisa terjadi. Jangan lupa, orang bernama Park Chanyeol ini adalah seorang jenius.

No..no…no..”

Wendy mengibaskan tangan kanannya di depan wajahnya sambil tersenyum. Chanyeol menerka-nerka lagi, kira-kira apa yang sedang di rencanakan yeoja ini.

“Aku tidak mengancammu dengan membawa-bawa nama Do Kyungsoo yang sudah kau buat lumpuh dengan tidak sengaja itu. Aku hanya menawarkan suatu perjanjian yang menarik.”

Wendy berucap lagi dan kini dia yang mendekati Chanyeol. Lumayan berjinjit untuk bisa mencapai bagian kanan telinga peri namja itu.

“Jadilah pacar pura-puraku, dan aku akan membayar semua biaya pengobatan Kyungsoo hingga dia sembuh total.”

Wendy berbisik dengan pelan, meski dia yakin Taeil tidak ada di sekitar sini. Chanyeol terpaku mendengarnya. Membiayai biaya pengobatan Kyungsoo katanya?

BRUGHH!!

Tiba-tiba terdengar sebuah suara benda jatuh yang membuat mereka berdua panik setengah mati. Sepertinya ada orang yang datang.

Dengan secepat kilat Wendy menarik pergelangan tangan Chanyeol menuju pintu biru rumah atapnya. Otak gadis itu memerintahkannya untuk segera memasukkan namja itu ke dalam. Dengan kasar yeoja itu menghempaskan Chanyeol hingga terjatuh ke lantai rumah atapnya.

Ya! Apa yang kau lakukan?”

Chanyeol berteriak tidak suka karena dilempar begitu saja hingga dia mendarat secara tidak terhormat di lantai. Dengan secepat kilat Wendy datang dan langsung membekap mulut namja itu.

 

“Ssttt, diamlah sunbae.”

Wendy berbisik sangat pelan tanpa menyadari perubahan raut wajah Chanyeol yang berubah semakin merah.

 

-To Be Continued-

61 thoughts on “Rooftop Romance (Chapter 5) – Shaekiran

  1. Waaaahh sp yg dtg?? Apa taeil ?? Tu org kadang” bs ada dimana” y😀 kira” mau g y chanyeol jd pcr pura” wendy ???

    • Siapa hayoo? Tsk, Taeil kan macam jelangkung, kadang muncul tetiba aja /plakk/😄
      Hayoo, mau apa nggak Channya??😄
      Thanks for reading chingu, baca next chap yaw.😀

  2. Ping-balik: Rooftop Romance (Chapter 14) – Shaekiran | EXO FanFiction Indonesia

    • Selalu ada orang misterius yak? /plakk/😂
      Kenapa merah hayoo? Yakin cuma dibekep doang si ceye, coba dicek posisi bekepnya gimana /plakk/😂😂
      Thanks for reading, Cintakuh padamuh.. ❤

    • Kenapa merah hayoo? Baca next chap kak, wkwk /plakk/ 😁
      Duh, kak mel pengen dibaperin sama babang Bulan nih ceritanya? /plakk/😂
      Thanks for reading, Cintakuh padamuh kak..❤

    • Aduh chingu, eki harus ngomong apa yah, 😂 ini blm tamat lo, jadi eki blm bisa bilang wendy nantinya sama siapa.😂
      Thanks for reading, baca next chap yaw.😉☺😊

  3. Btw wendy itu ada tingkat berapa sih sekolahnya? 1 ya?

    Hah kok tau2 udh ada d rumah atap aja, bukannya katanya bakalan nunggu teil d rumah sakit?

    • Itu wendynya tingkat 1 , kalo disini kelas 1 sma, wkwkwk..😀😄
      Itu si wendy bohong ceritanya, dia punya rencana gitu. Berhubung Taeil gak di Rs, jadi dia balik ke rumah atap terus ngejalanin rencananya, singkatnya gitu sih chingu..😂😂
      Thanks for reading, ditunggu ya next chapnya..😉😊

  4. Itu yg dateng siapa? Masa taeil? Kalo taeil kenapa mesti takut segala? Kan taeil juga udah ketemu sama ceye juga kaannn ._. Baekki kaah? Yah ditunggu ajalah yaaa huehehe. Ah iyaa setuju sama komennya author shiraa. Kurang panjang nih ffnya hehehe. Mungkin bisa ditambahin lagi? /dilempar panci/
    -XOXO-

    • Hayo? Siapa hayo? Baca chap 6 ya chingu kalo penasaran, dah dipost lho (*promosi..😄). Ntar di chap depan dipanjangin ya seperti permintaan para readers..😄😉
      Tunggu next chap ya chingu, thanks for reading.😄😉

  5. Nahloh siapa itu yg dateng, Taeil is dat yuh? Ato jangan jangan nyai syuman? Om Youngmin? Baekhyun? Bapaknya Wendy? Sehun? Dijjah kuning? Hmz.
    Si Cunyul bikin suami gue lumpuh? Lu apain suami gue weh, klo besok Cunyul masuk rumah sakit gegara keracunan jangan tanya siapa pelakunya 😏😏
    Si Wendy klo daripada ribet nawarin si Cahyo mending ama Taeil aja gmn :v
    Nextnya ditunggu yo, semangat beb /eh/

    • Wadawww, banyak banget perkiraan siapa yg dateng kyuntong..😂😂 yg pasti yg paling gak munkin datang adalah dijjah kuning..😂😂 makanya tunggu next chao biar tau dijjah apa nggak yg dateng ke rumah wendy..😄😁
      Waduh, cuma di ff kok suami kyuntong jadi lumpuh, itupun suami saya gak sengaja, khilaf diaa. (*bah? 😂😂🔫)
      Aduh, jangan dong kyung. Masa bang yeol mau diracunin, jangan ada sianida antara kyuntung dan suami saya .😂😂 (*suami lo shaeki?🔪😅😂)
      Iyaya, daripada ribet minta chan jadi pacarnya kan mending ngembat si Taeil aja yah..😂😂
      Ditunggu next chap yo, thanks for reading beb..😉😘

  6. Haloo kak aku readers baru disini salam kenal yaa..
    Daebaak ceritanya bagus aku sukaa ^^
    Itu yang dateng siapa kak? Taeil oppa kah?
    aku benar bemar penasaran ama next chap nya
    Ditunggu yaa kak hehe.. fighting!!

    • Halo juga Putri, salam kenal ya sama author shaekiran yg otaknya sengklek ini..😂😂😊
      Makasih lo udah bilang ff abal” ini Bagus, jadi tersanjung saya..😳😊
      Hayoo, siapa yg datang hayoo? Tunggu next chap yo biar tau siapa yg datang, xixixi..😄
      Thanks for reading..😉😊

    • Iya, di next kog samaa author yg sengklek ini..😂 makanya, ikutin terus ya ff abal” ini (*promosi ala iklan variety show di TV..😂)
      Loveyoutoo Riri..😘
      Thanks for reading.😉😊

  7. Siapa yg dateng kakk?
    Taeil oppa kah?
    Knapa jga wendy harus smbunyi?
    Hwaaa pnasaran bangettt nih kakk sama klanjutanya ^^
    Next ya kakk dtunggu klanjutanya

    Hwaiting!!🙂

    • Hayo, siapa hayoo?? Taeil-kah? Atau om Sooman? (*digampar sm stan.😂)
      Wendy takut chingu, takut nanti ketauan trus digiring ke kua..😂😂 (*becanda deng.😂)
      Tunggu next chap ya kalo penasaran, thanks for reading..😉😄

  8. huuuu siapakah yg datang??

    ck itu mah gua yg datang
    gua datang mo ngelabrak(?) wendy gegara dia ngotot amat mo jadiin mas cahyo suami gua pacarnya..
    pan kamvret.-

    • Xixixi, aduh.. ternyata miss baper yg datang ngelabrak wendy yg gangguin lakinya (?), wkwwk😂😂
      Pan kamvr*t wendy yak, soalnya chanyeol juga suami saya.(*dibacok readers..😂)
      Btw, kok suami kita sama yak? Ini siapa yg sah siapa yg sirih nih? (*dibacok lagi..😂😂)
      Thanks for reading, tunggu next chap ya.😉😊

  9. Siapa yang datang Ki? 😆 Aduh penasaran sekali diriku ini 😂😂 jangan-jangan Taeil atau Sehun atau pak Jokowi?/eh?/ Masih kurang panjang 😂, kutunggu nextnya mas 😂😂

    • Aduh, biasa, abang tukang bakso yg datang..😂 /lalu digampar wendy trus diaa bilang *kurang elit woi peak..😂/
      Tunggu next chap aja yo, yg pasti pak jokowi gak bakalan masuk di ff ini sebagai cast (ya kali ane masukin presiden indonesia raya tanah air tercinta ke ff abal” abang koriya..😂)
      Next chap udah panjang deh (*kalo gak salah,😂)
      Thanks for reading garem..😉😄
      Btw, ente ngapain panggil ane mas? Ente kira ane mas tukang kredit panci depan rumah? /abaikan/😂

      • Andaikan pak Jokowi ikut ya 😂😂 iya elu itu mas-mas tukang jualan sepatu sambalado yang keliling-keliling komplek 😂😂

      • Iye, bayangin aja pak jokowi ikut terus ane kasih peran jadi tukang bakso yg mangkal depan rumahnya wendy, 😂, bisa” besok ane udah ada di ruang sidang mahkamah agung.😂😂
        Lah, kok ente tau ane bukan tukang kredit panci tapi tukang sepatu sambalado yg sering keliling komplek? Jangan” ente salah satu pembeli gelap ane ya? 😂😂

      • Siapa tahu nanti pak Jokowi jadi member boyband😂😂

        Aku bukan pembeli gelap tapi langganan tetap 😂😂

      • Waks,😂😂
        Iye, nanti pak jokowi setelah bosan jualan bakso mulu depan rumah wendy sekarang beralih jadi anggota sub unit eksoh jowo poenya, hasil rekrutan om sooman langsung noh, gak pakai trainee langsung debut.😂😂 (*besok ane udah dibui..😂)
        Pelanggan tetap toh? Situ yg sering beli sepatu sambalado garemnya 1/4 panci ama jahenya sekilo kan di bumbu pecelnya? (*lah?.😂 setres yg jual..😂😂)

      • Jangan nistakan pak Jokowi Ki, dia gak salah apa-apa 😠 aku sebagai pendukung pak Jokowi tidak suka jika bapak kotak-kotakku dinistakan! 😭

        Iyaa jangan bongkar aib dong, entar gue cium baru tahu kau/sok keras?/ Wkwk

      • Iye, iye, yg mulai nistain bapak kotak” tercinta siapa emang? Bukannya ente ya neng? (* dibacok masa pendukung pk jokowi..😂😂🔪)
        Bongkar aib kalo ente sering beli sepatu sambalado rasa pecel jahe sama ane..😂😂

      • Iye, shae tunggu dah. Kalo santet baek gpp. Bang tiang gak dapet, temen sekamarnya bang cabe insap pun oke wae lah. Ane ikhlas lahir batin.😂 (*open your eyes..🔫)

      • Open your Eyes jahe, tuh Abang yang paling jelek sekalipun gak bakalan bisa lu sentuh 😂. Apalagi calon primata sepertimu, 😂 /kabur/

      • 👣 noh tapaknya dulu, sepatunya ilang sebelah soalnya. Kan gak elit nyantet kalo gak sepasang. Kurang afdol gitu..😂😂 (*dasar sarap lo shaeki..😂🔪)

      • Nyatet neng, cuman nyantetnya abis ngambil tumbal sepatu tetangga dulu. Biasa, seosepatu mahal, makanya sebelum nyantet ane mulung dulu tuh ke rumah” sekomplek..😂😂 jadi, bisa dibilang tuyul siang hari jugak sih.😂😂😜

    • Hayo, siapa hayoo???😂
      Monggo ditebak siapa yg dateng,xixixi..😁😂
      Tunggu next chap ya kalo penasaran siapa yg dateng..😂
      Thanks for reading..😁😄

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s