[EXOFFI FREELANCE] Can You Hear Me? (Chapter 6)

cover.jpg

Can You Hear Me?-Chapter 6-

Author : Shafa Jung

Length : Chapter

Genre : Marriage Life,Sad,Romance,

Rating : PG-15

Main Cast : Oh Sehun-Park Hyejin(oc)

Additional cast : Kim Jongin,Kim Jiyeon (oc),Hwang Daehee (oc),Oh Nara (oc),Tiffany (oc)

Maafkanla jika typo bertebaran ^^


 

Author pov’s

Hyejin menitihkan air matanya menjatuhkan perasaan itu disana,membuang semua perasaan yang selama ini mengusiknya,rindu. Bukankah Sehun adalah pria yang kejam? Dia menemuinya dengan cara seperti ini,cara yang sangat kejam. Luka yang masih menganga didalam hatinya kini kembali terasa amat pedih. Gadis itu kini memegangi pagar pembatas agar tubuhnya tidak limbung karena angin siang ini yang terus saja berhembus terasa lebih kuat bagi tubuh lemah Hyejin.

“Oh Sehun”untuk pertama kalinya Hyejin membuka mulutnya yang tak sedikitpun terdengar ditelinga Sehun.

Mata sembab Hyejin terus menatap manik tajam Sehun yang mencoba menyampaikan sesuatu padanya.

“Lelaki tadi menyuruhku untuk mengantar anda pulang nona”ucap seorang supir taksi yang mengantar Hyejin kemari tadi. Dengan amat berat Hyejin masuk kedalam taksi tanpa menoleh sekali lagi pada pria yang masih menatapnya itu.

“Sehun-ah ayo kita kesana!”Tiffany menunjuk jembatan Brooklyn.

Sehun menoleh pada gadis yang baru saja berdiri disampingnya itu. Gadis yang jauh berbeda dengan gadisnya sesaat kemudian mengikuti langkahnya.

“Sehun-ah”panggil Tiffany lagi.

“Hm”Sehun menyebar pandangannya pada kota Manhattan yang terlihat sangat penuh dan sibuk didepannya,Hyejin ada disana disalah satu bangunannya dan Sehun tak tahu disebelah mana,juga dengan siapa dia tinggal.

“Apa kau tahu Brooklyn bridge adalah monumen cinta yang paling megah dan menjadi simbol kesetiaan serta cinta yang tak kunjung sirna adalah jembatan Manhattan / Brooklyn Bridge ini. Monumen megah yang menghubungkan dua kota Brooklyn dan Manhattan ini menjadi bukti kegigihan dan perjuangan pantang menyerah serta kesetiaan seorang istri pada sang suami” jelas Tiffany yang ikut memandangi jembatan dihadapannya sambil menikmati belaian angin yang bertiup lembut siang ini. Sehun menatap gadis disampingnya itu dengan penasaran apa kisah selanjutnya.

“John August Roebling adalah seorang arsitek yang hadir dengan rancangan jembatan gantung termegah tahun 1865 untuk menghubungkan dua kota penting ini. Rancangannya terdengar mustahil dan mengundang pesimis di kalangan banyak orang. Idenya baru menuai hasil empat tahun kemudian ketika presiden Ullysess Grant merestui dimulainya mega proyek ini. Satu-satunya orang yang mendukung ide gilanya adalah Washington Roebling, sang anak.

Singkat cerita John meninggal karena tetanus sebelum peletakan batu pertama. Proyek terancam gagal namun dengan tekad kuat dilanjutkan oleh sang anak. Ia percaya rancangan jembatan ini dapat diwujudkan dan telah matang secara teknis. Washington pun membujuk para pemodal untuk tetap menginvestasikan dananya lalu mulai membangun. Tiga tahun membangun terjadilah kecelakaan teknis yang menyebabkan Washington lumpuh total, mengalamai cacat fisik dan satu-satunya anggota tubuh yang bisa digerakkan hanya telunjuk jari tangan kanannya. Kembali, rencana pembangunan terancam gagal dan benyak mendapat sindiran untuk segera mengakhiri proyek mustahil itu.

Washington tidak patah arang. Ia tetap berkomunikasi dengan sang istri, Emily Warren Roebling dengan menggerak-gerakkan jari tangannya. Entah bagaimana, sang istri yang demikian mengasihi sang suami dapat mengerti setiap keinginannya meski hanya melalui bahasa isyarat. Dengan cara inilah kemudian Washington memerintahkan pengerjaan jembatan dilanjutkan. Emily yang cerdas segera mengambil inisiatif mempelajari matematika dan seni arsitektur untuk memperjelas instruksi sang suami.”Tiffany menghentikan ceritanya sebentar,ia memasukkan kameranya kedalam tas.

“Lalu bagaimana Washington memberitahu Emily?”tanya Sehun.

“Dengan menggerak-gerakkan jari tangannya Washington menginstruksikan banyak hal pada Emily. Setiap hari selama 10 tahun ia melakukan itu. Emily pun melanjutkan apa yang dikatakan Washington kepada para insinyur dan pekerja sehingga mereka pun meneruskan pembangunan. Perlahan tapi pasti jembatan suspensi termegah di Amerika Serikat ini akhirnya berdiri kokoh dan selesai bulan Mei 1883!

Kesetiaan dan kecintaan Emily pada suaminya membawa monumen megah ini menjadi bukti sejarah cinta sehidup semati. Dalam suka dan duka, sehat dan sakit, Emily mendampingi sang suami dan mengerti setiap hal kebutuhan yang diperlukannya. Kisah cinta hebat yang melatar belakangi berdirinya jembatan ini kemudian diabadikan dalam sebuah monumen yang terletak di tower Brooklyn dan New York Kini terbukti, sejarah menceritakan bahwa cinta sejati punya kekuatan luar biasa dalam hidup manusia.”jelas Tiffany mengakhiri cerita panjangnya.

“Cinta sejati punya kekuatan luar biasa dalam hidup manusia?” Sehun mengulangi kalimat terakhir yang diucapkan Tiffamy dengan nada bertanya. Tiffany hanya merespon dengan anggukan.

“Apa kau percaya itu?”

“Ya aku percaya akan hal itu”ucap Tiffany mantap. Mereke berdua lalu melangkah meninggalkan tempat yang membuat Sehun seakan ingin mati tadi menuju dimana mobil mereka terparkir.

***

“Tuan ada hal yang harus diurus hari ini jadi bisakah anda kekantor lebih awal?”tanya sekertaris Jang yang masih berdiri diambang pintu kamar Sehun.

Sehun menyibak selimut tebalnya dan duduk dipinggir ranjang.

“Baiklah 15 menit lagi aku akan berangkat”ucap Sehun setelah meneguk segelas air mineral yang ada dinakas dekat tempat tidurnya.

“Permisi tuan”

“Tunggu”sekertaris Jang yang hendak membalikkan badan mengurungkan niatnya.

“Liburlah selama 3 hari,aku sudah menyiapkan paket liburan ke jeju untuk keluargamu”ucapan Sehun membuat sekertaris Jang menatap Sehun heran,Sehun bukanlah atasan yang akan merelakan sekertaris Jang untuk libur kerja.

“Anggap saja ucapan terimakasihku untuk di New York”Sehun tersenyum tulus.

Semerbak wangi lemon beradu dengan mint memenuhi kamar seorang Oh Sehun setelah ia keluar dari kamar mandi dengan melilitkan handuk sebatas pusarnya Sehun melangkah kedalam walk in closetnya mencari baju kerjanya. Tak lama kemudian ia keluar dari walk in closet dengan setelan jas warna maroon,Sehun menyisir rambutnya didepan cermin. Dia masih terpaku disana cukup lama,pria itu tiba tiba terduduk dilantai sambil memegangi dadanya. Sehun meringis kesakitan merasakan dadanya begitu pedih kali ini.

“Sehunnie? Kau sudah ditun-“ucapan ibunya terhenti ketika melihat putranya terduduk lemah bersandar pada dinding kamarnya.

“Kenapa? Apa yang terjadi sayang?”

Sehun memandang ibunya lekat-lekat,wanita itu mengusap bulir keringat dikening Sehun.

“Apa sesakit ini bu?”

Oh eommonie menggenggam tangan putranya.

“Jika kau bisa melewati rasa sakit itu maka percayalah semua akan berakhir bahagia,ayo kedepan” Oh eommonie membantu Sehun untuk berdiri dan mengajaknya keluar kamar.

***

Sehun sedikit melonggarkan dasi yang melilit dilehernya ketika traffic light berwarna merah. Tanpa disengaja manik hitamnya itu menangkap sesuatu dilayar iklan yang terpasang pada atap gedung bertingkat. Gadis yang amat dirindukannya,tengah tersenyum ceria dengan surai coklat gelapnya yang terurai bebas. “Apa kabar?”Sehun menatap nanar papan iklan itu hingga sebuah klakson mobil berbunyi menderu menyadarkan lamunannya,lampu sudah hijau ternyata.

Pria itu melemparkan tas kerjanya kesembarang tempat lalu merebahkan tubuhnya diranjang. Manik tajamnya itu sesekali melirik sisi sebelahnya dimana Hyejin selalu tidur disana dengan paras cantiknya. Sehun kemudian menghela nafas pelan dan bangun untuk duduk dibibir ranjang sambil menutup wajah tampannya itu dengan kedua tangannya. “Arghh”Sehun kini mengacak-acak rambutnya frustasi. Selalu begitu disaat dia merasakan hatinya seperti dihantam benda keras bertubi-tubi.

“Klek”suara pintu kamarnya terbuka memberikan sedikit harapan padanya. Sehun kemudian kembali melempar punggungnya keranjang ketika ibunya muncul dari balik pintu. ‘Hyejin tidak akan datang lagi’logikanya selalu berbisik hal yang sama ketika dia kecewa.

“Nenekmu”ucap ibunya sambil duduk didekatnya.

“Dia memintamu agar segera menikah”

Sebulir air mata kemudian menetes dari matanya,Sehun lebih memilih terus menyembunyikan kedua bola matanya dibalik kelopaknya.

“Kau tak perlu memikirkan hal ini terlalu serius,kejarlah cita-citamu dulu baru kau akan menikah lagi”suara lembut ibunya kembali terasa perih dihatinya. Sehun membuka matanya lalu mengubah posisi tidurnya kedalam pangkuan ibunya.

“Bagaimana jika aku tidak mau?”tanya Sehun pelan.

Ibunya mengelus lembut surai hitam Sehun yang kini berantakan itu.

“Ibu,apakah kau pernah menyadari bahwa kau sangat mencintai seseorang ketika seseorang itu telah menghilang dari hidupmu?”Sehun masih terdiam dalam pangkuan ibunya.

“Ibu dan ayah dulu juga sempat berpisah karena nenekmu tak memberi restu pada kami tapi 5 tahun kemudian kita dipertemukan lagi dan saat itu ibu sudah menjadi dokter bedah yang hebat”

Sehun mendongak menatap wajah ibunya mencari tahu lanjutan kisah itu.

“Sulit memang saat itu meyakinkan nenekmu,hingga dengan perjalanan yang sangat sulit,ibu bahkan pernah nyaris menyerah memperjuangkan hubungan dengan ayahmu. Hingga suatu hari nenekmu menyetujui kami berdua bahkan nenekmu memberiku kepercayaan untuk menjadi kepala rumah sakitnya”wanita itu kini tersenyum meyakinkan Sehun,berusaha memberikan kekuata untuk putranya yang tengah melawan berbagai hal yang sulit itu.

“Percayalah,sesulit apapun yang kau hadapi sekarang jika kau berhasil melewatinya maka suatu saat nanti entah didunia atau dialam yang lain cinta kalian akan disatukan.”

Sehun memejamkan matanya meresapi kata demi kata yang dilontarkan ibunya. Ia bangun dari pangkuan ibunya lalu kembali duduk disamping ibunya.

“Pergilah mandi dan ibu akan menyiapkan makan malam untukmu”perintah ibunya sambil melepaskan dasi yang melilit dileher Sehun. Pria itu melangkah menuju kamar mandi.

“Setelah itu pulanglah kerumah,ibu khawatir kau tinggal dirumah ini sendiri beberapa hari ini”Sehun menghentikan langkahnya dan berbalik menatap ibunya.

“Pulanglah,rumah ini terlalu banyak menyimpan kenangan-kenangan yang akan semakin membuatmu menderita”Sehun tersenyum mendengarnya,wanita itu selalu tahu apa yang dirasakan Sehun.

***

Malam begitu dingin,mengingat salju yang turun sedang berada pada intensitas tingginya. Sehun melangkahkan kakinya menuju sebuah halte bus, Kedua tangannya dimasukkan dalam kantong coat abu-abunya. Pria itu berdiri sejenak mengamati gambar yang terpasang dilayar iklan pada sebuah butik milik perusahaan Amerika. Gadisnya terlihat amat cantik mengenakan dress selutut tanpa lengan dengan motif coral.

“Apa kau tidak dingin?”Sehun berdiri cukup lama dihadapan layar iklan itu. Perasaan rindunya menggebu gebu untuk kesekian kalinya,namun apa yang bisa dilakukkan Sehun saat ini mereka telah berpisah. Kemudian ia melangkah lagi hingga sampai pada sebuah halte.

Pria itu menggerak-gerakkan kakinya untuk menepis dingin. Setiap bus yang berhenti dia selalu berharap gadisnya akan muncul dari balik pintu bus lalu  berlari kearahnya dan memeluknya erat.

“Tuan,ini sudah malam. Suhu juga sangat dingin”ucap seorang pria paruh baya seusia ayahnya dengan name tag yang tertempel pada jasnya ‘jang geun mook’,sekertaris Jang. Sehun mengangguk mengiyakan lalu masuk kedalam mobil yang baru saja berhenti  dihadapannya,sekertaris Jang menatap iba punggung Sehun yang perlahan menjauhinya.

Tidak ada yang tahu seberapa berat rasa rindunya itu,tapi yang jelas sekertaris Jang tahu bagaimana Sehun mencintai Hyejin. Meskipun berulang kali Sehun mencoba menyibukkan dirinya dengan perusahaan-perusahaannya, jika malam tiba pria itu selalu merasakan sakit yang teramat pada dadanya. Sering kali Sehun bertanya pada sekertaris Jang “Apakah Jongin memperlakukan Hyejin dengaan baik” namun sekertaris Jang tidak mampu mengucapkan apapun.

Sejak Jongin mengatakan bahwa dia akan segera menikah dengan Hyejin dan hidup bahagia di Paris,saat itulah Sehun memulai hidupnya yang baru. Menjadi seorang pebisnis yang super sibuk dan penuh dengan ide-ide cemerlang. Menjadi sosok Oh Sehun yang dihormati banyak orang,Oh Sehun yang tegas dan bijak sana. Namun ketika sepi telah kembali menyelimutinya dia hanyalah seorang pria yang terkurung dalam nestapa rindu yang tak berujung.

“Kita pulang sekarang tuan?”tanya sekertaris Jang pada Sehun yang masih memandangi halte bus dari dalam mobil. Sekuat hati sekertaris Jang menahan air matanya,ia bahkan telah menyaksikan semuanya sejak penculikan dihari pernikahan mereka hingga dimana Sehun dan Hyejin yang sama sama terdiam ketika berpapasan dihalaman rumah keluarga Oh.

***

Hyejin terbangun dari tidurnya dengan nafas terengah-engah. Bulir-bulir keringat mengalir dipelipisnya,mimpi buruk lagi.

Hyejin meraih ponselnya untuk mencari tahu jam berapa sekarang. “02.00am” Hyejin menghela nafasnya pelan. Gadis itu turun dari ranjangnya lalu berjalan kearah tirai lebar yang berada dikamarnya. ‘Srett’ketika tirai terbuka maka terlihatlah pemandangan kota Manhattan dari ketinggian lantai 17. Tetap telihat padat dan sibuk,lampu-lampu menyala tak berpola namun tetap indah. Kota ini begitu ramai meskipun dini hari,semua berada pada kegiatan mereka masing-masing. Hyejin mengamati sekeliling kamarnya,hanya ada dia. Sendiri dan selalu seperti ini selalu saja meratapi kandasnya pernikahan dua tahun lalu.

“Aku benci menunggu”Sehun selalu mengucapkannya jika Hyejin terlambat pada segala hal.

‘Apa kau masih menungguku? Apa kau merindukanku seperti aku merindukanmu sekarang? Sehun-ah…’ Hyejin tertunduk pilu meratapi sisi gelap hidupnya. Yah,dibalik ketenaran Hyejin sebagai model juga bintang iklan yang banyak dikagumi orang-orang Hyejin adalah gadis lemah. Tidak seperti yang orang katakan bahwa Hyejin hidup penuh gemerlap kemewahan dan kebahagiaan.

Karena mimpi yang selalu sama itu membuat Hyejin semakin takut bahwa Sehun benar-benar melupakannya dan memiliki gadis lain. Mengingat bahwa Sehun belum tahu bahwa 2 tahun lalu saat dia meninggalkan Sehun dan ke Paris bersama Jongin,saat itu Oh emmonim menyuruh Hyejin melarikkan diri ke Manhattan dan tak ada apapun yang terjadi antara Jongin dan dirinya. Itu adalah hal terpenting yang belum sempat dijelaskannya pada Sehun. Hyejin takut Sehun mengira bahwa dia sudah menikah lalu Sehun juga meniah dengan Wanita lain.

***

“Siapa warga Korea yang tak mengetahui WongJoon Group? Kurasa hampir semua mengetahuinya dan sekarang disampingku telah hadir direktur utama WongJoon Group Oh Sehun”ucap seorang wanita diiringi riuh tepuk tangan penonton studio. Hari ini Sehun tengah diundang dalam acara talk show sebuah stasiun televisi. Tak ada yang istimewa disetiap pertanyaannya. Hingga sebuah pertanyaan terakhir yang membuat Sehun seperti terhempas kembali dalam kurungan sepinya.

“Apakah kau berniat mencari pengganti Park Hyejin?”

“Tidak,aku akan menunggunya karena aku mencintainya dan aku yakin dia masih mencintaiku”tegas Sehun. Sebuah harapan besar dalam hatinya untuk Hyejin melihat tayangan ini. Sekertaris Jang yang duduk dikursi penonton tersenyum penuh arti.

Manhattan,

“Tidak,aku akan menunggunya karena aku mencintainya dan aku yakin dia masih mencintaiku” Hyejin menitihkan air matanya seusai Sehun mengucapkannya. Sehun mencintainya dan dia juga,setidaknya itu sedikit menenangkan hati Hyejin yang terus bertanya tentang perasaan Sehun.

“Ini akan lebih berat”ucap Anna sambil merangkul pundak Hyejin lalu mengusapnya pelan.

“Kalian saling mencintai namun sulit untuk bersatu kembali”

Seketika tangis Hyejin semakin menjadi saat menyadari apa yang diungkapkan Anna baru saja. Sehun memag mencintainya tapi apakah keluarganya masih menerima Hyejin? Apakah Hyejin masih bisa kembali setelah membuat Sehun nyaris tak bisa lagi kembali kerumah?

“Kau adalah gadis yang kuat”

***

Sehun baru saja sampai dirumahnya bersama Hyejin dan Tiffany sudah berdiri ditaman rumahnya. Tiffany memandangi Sehun dengan matanya yang sembab,Sehun menarik nafasnya pelan dan menghembuskannya bersama perasaan bersalahnya pada gadis yang masih mamandanginya dengan tatapan yang sulit diartikan olehnya itu.

“Kau tau aku disini? Masuklah”Sehun melangkah menuju pintu utama rumahnya.

“Bicara disini saja”

Sehun mengamati sekitar dan langit yang sebentar lagi akan menurunkan butiran saljunya yang putih,suhu udara juga sangat dingin dan Tiffany hanya memakai setelan rok hitam selutut yang dipadukan dengan atasan berbahan chifon yang tipis.

“Disini dingin”Sehunmasuk kedalam rumah yang sejak 1 tahun terakhir sangat jarang dikunjunginya. Tetap bersih karena ia selalu menyuruh orang untuk membersihkannya 1 minggu sekali.

“Duduklah aku akan membuatkanmu teh hangat,jangan khawatir rumah ini bersih”Sehun melenggang santai menuu dapur.

Tiffany menyebar pandangannya pada setiap sudut rumah yang tidak terlalu besar ini. Tak ada satupun foto yang terpasang didindingnya,dia memberanikan diri untuk naik kelantai dua dan mencari kamar utama.

‘klek’ pintu terbuka sedikit dan gadis itu sedikit mengintip kedalam hingga akhirnya dia memberanikan diri masuk kedalamnya. Sebuah ranjang berukuran besar dengan nakas disampingnya tempat lampu tidur dan sebuah foto pernikahan Sehun dengan Hyejin. Bingkai foto berukuran besar tertempel dengan rapi tepat menghadap pintu masuk kamar. Sehun dan Hyejin terlihat tersenyum bahagia disana.

“Apa yang kau lakukan disini?”tanya Sehun yang susah payah membuat nada bicaranya sedatar mungkin dengan emosi yang begitu memuncak.

“M maaf Sehun”Tiffany tertunduk takut.

“Apa kau mau mencari tahu apakah aku masih mencintai gadis itu?”Sehun mengangkat dagunya untuk menunjuk foto Hyejin bersamanya.

“Jika iya maka aku akan menjawab,aku masih sangat mencintainya dan aku akan terus mencintainya kau pernah mengatakannya bukan? Bahwa cinta sejati punya kekuatan luar biasa dalam hidup manusia dan aku percaya akan hal itu,Hyein mencintaiku dan dia adalah sumber kekuatanku”

Kedua kaki jenjang Tiffany bergetar pelan seolah tak mampu lagi menopang berat tubuhnya yang tak seberapa.

“Jika kau mencintainya kenapa kau melakukan ini semua padaku? Dua tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk kedekatan kita! Kenapa kau membuatku mencintaimu?”

Sehun menghela nafasnya pelan “Aku tidak membuatmu mencintaiku,kau sendiri yang terus saja mendekati pria beristri dan harusnya kau sudah tau dari awal bahwa aku dan Hyejin tidak pernah bercerai”

Tiffany mengalihkan pandangannya dari mata elang Sehun yang terus saja menatapnya tajam. Air matanya lolos kembali dari sudut matanya untuk kesekian kali seteleh talkshow siang tadi.

“Apa yang bisa aku lakukan disaat nenekku terus memaksaku menemanimu kemanapun kau pergi,disaat nenekku mengancam jika aku menemui istriku sendiri maka semua saham ayahku di WoongJon tak akan lagi dipertimbangkan bukankah ini sangat sulit? Apakah kau pernah menemui seseorang yang sangat kau rindukan dengan jarak yang cukup jauh? Apa kau ingat saat kita di New York di jembatan Brooklyn,aku menemui Hyejin”Tiffany terperangah mendengar pengakuan Sehun,setaunya Sehun tidak menemui siapapun di New York.

“Tapi aku hanya bisa memandangnya dari kejauhan dan gadis itu bahkan hanya terlihat sekecil tinkerbell,dia menangis saat itu dan apa kau tau persaaanku saat itu? Dia jelas-jelas menangis dan aku hanya bisa memandangnya ini sangat sakit Tiffany. Aku sudah mencoba bertahan selama dua tahun dan aku menderita selama itu”

Tiffany yang awalnya tertunduk mulai memangkat kepalanya,memberanikan diri utnuk menatap Sehun yang tengah bergulat melawan emosinya yang menggebu.

“Maaf jika aku semakin mempersulit kehidupanmu”Tiffany lalu melangkah pergi meninggalkan Sehun,meninggalkan rumah itu.

Sehun memasukkan kedua tanggannya kedalam kantong celana hitamnya. Masih tersisa puing puing kenangan yang bahkan masih jelas dibenak Sehun. Dua tahun yang lalu rumah ini penuh dengan tingkah konyolnya bersama Hyejin. Penuh dengan tawa Hyejin juga ekspresi-ekspresi Hyejin ketika Sehun menggodanya. Sehun menatap nanar ranjang dihadapannya,ia selalu memeluk Hyejin agar tidur gadis itu lelap. Seulas senyum tipis terbentuk dibibir pria itu ketika melihat foto pernikahannya yang masih tertempel dengan rapi didinding kamarnya.

“Aku merindukanmu”gumam Sehun seraya menahan air matanya yang sejak tadi berjejal dipelupuk matanya.

“Hyejin-ah”Sehun akhirnya roboh kelantai marmer yang dingin dikamar itu. Air matanya menetes dipipinya yang seputih susu itu.

“Tuan baik-baik saja?”tanya sekertaris Jang sambil membantu Sehun berdiri.

“Kenapa kau datang disaat seperti ini? Aku akan malu jika kau melihatku menangis”Sehun berusaha menunjukkan tawa dibalik tangisnya.

“Saya akan lebih lega jika anda menangis seperti ini daripada harus berpura-pura tegar”ucap Sekertaris Jang.

“Hari ini waktunya mengunjungi orang tua nona Hyejin tuan”

“Ah ya,aku hampir saja lupa”Sehun mengusap air matanya lalu segera meninggalkan rumah itu.

To be Continue…

33 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Can You Hear Me? (Chapter 6)”

  1. huwaaa makin menyedihkn ceritanya ckckck /lah/ gk kuat lambaikn tangan *aish* aduh kenapa akhirnya kek gitu menyakitkn /eh blmakhiryah/
    oklah yg penting mohon lanjut thor hehee maksa, daebak kusuka ni ff…..keep writing

  2. si nenek mah pengen cucu bahagia malah ngerebut kebahagiaan si cucu
    aneh emg ckckckck heraan anee untung ye si emak Oh baik banget sampe nyuruh hyejin kabur biar kagak jadi nikah ama jongin dan syukurnya jongin kagak nyari ke manhattam……daaan itu tandaaaanyaaaaaaaaaa jongin menyeraaaah yeaaaay berhasil we did it berhasil yuhuuuuu
    nenek udah tuaaaaaa lebih baik nikmati masa” tua main ama cicit
    lah mau dpt cicit dari sehun ama hyejin malah kagak mau…..sayang kalo di tunda teruuus padahal klo 2thn lalu kagak di pisahin itu cicit udah setahun loooh umurnya hahahahahahahahahaha apalah apala aku wes ngomong karo sopo daah aneh emg

    ini ff kok bagus bgt daah
    heran authornya bikin 6 chap penuh dgn konflik yg cukup berat krn susah bgt buat nemu ujung penyelesaian konfliknya aigoo aigoo

  3. ahhh.
    aku sdh capek mewek mewek trus . hatiq nyesekkk sakitx tuh disni… awww….
    tp smpai dchap ini jg aku mash mewek tmbh nyesek mata berkaca kaca. aku g kuat.
    harap author berhnti mmbuatq mewek trus d chap selanjutx. hiks hiks hiks….

  4. Jadi eommanya sehun juga pernah ngerasain apa yg dirasain sama sehun dan hyejin? Itu juga yg bikin eommanya sehun bantuin hyejin buat kabur dari jongin yaaaa. Ah semoga cepet bersatu lagi deh mereka. Kasian kalo harus sedih sedih muluuu :”’

    Ditunggu kelanjutannya thor. Semangaatttt!!
    -XOXO-

  5. Author jahat banget T.T
    kenapa jd banjir air mata gini …
    Hyejin nangis ..
    Sehun nangis ..
    Tiffany pun nangis ..
    Bahkan sekertaris jang jg nangis …..
    Authorrr tegaaaaaa T.T
    aku kan jd ikutan nangiiisss jg huuweeeee T.T *timpukin author pake tissue*

    no comment lagi… Idung aku udah mampet *plakk
    LANJUUTT FIGHTING !!!

  6. Duh,sedihnya itu loh. Gak kuat aku. Huaa aku nangis loh. Sehun cepetan ketemu hyejin dong.. ;(
    Ditunggu nextnya authornim

  7. terus baper. berasa do sayat2 juga pas baca.. sehun semangat….
    suka deh sama penggambaran perasaannya. bener2 dpt banget…

  8. Sumpah baper pas baca part ini. Akhirnya tiffany tau kalo sehun itu masih cinta banget sama hyejin. Dan semoga hyejin sama sehun cepet dapet restu dari neneknya😭😭 biar kalian cepet bersatu..

  9. Ini sedih bgt… nyesek thor, ya bisa dibilang feelnya dapet.
    Dan juga akhirnya terjawab juga pertanyaan aku ttg Jongin di previous chapter, ternyata eommanya Sehun yg bantuin Hyejin, hfft syukurlah eommanya Sehun gak kaya nenek nya Sehun.
    Semoga happy ending, ditunggu next chapternya

  10. Feel nya dapet dan terbayar pertanyaanku mengenai kemana si jongjong, jaduh ada2 bae… neneknya sehun belajarlah menerima cucu menantimu lagi nee… anda seharusnya mulai memikirkan masa tua anda bukannya pernikahan cucu anda 😂 oke keep writing and fighting yoo 😉

  11. Hwaaaa kakk buat aku nangisss hisk.. 😥
    Haduh padahal masih pagi..hiks
    Kapan sehun and hyejin bersatu lg kakk? Mreka saling mncintai 😦
    Dasar halmeoni jahatt..huhhh

    Uhm.. bingung mau ngomong apa lg#garuk”kpala
    Next ya kakk
    Dtunggu klanjutanya

    Fighting!! Fighting!!^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s