[EXOFFI FREELANCE] Rainbow After Storm (Chapter 1)

Cover Fanfic Rainbow After Storm copy

TITLE : Rainbow After Storm

 

Author : Gita Dharma

 

CAST :

 

Main Cast

  • Jiho OhMyGirl as Kim Soyun
  • Luhan Ex EXO as Xi Luhan
  • Sehun EXO as Oh Sehun
  • Yerin Gfriend as Kim Yerin

 

Support Cast

  • Chanyeol EXO as Park Chanyeol
  • Eunha Gfriend as Jung Eunbi
  • Arin OhMyGirl as Choi Yewon
  • Xi Yihan (OC) as Xi Luhan’s young sister
  • Serta Member EXO, OC dan Cast

 

 

~0~ Genre : [ Drama, Hurt, Romance ] |  Rated : [ PG-13 ] |  Length : [ Chaptered  ] ~0~

 

Disclaimer :

Cerita ini murni dari pemikiran saya, OC milik saya. Main Cast dan Support Cast milik Tuhan, Agency-nya dan Orang Tua mereka.

Don’t be Sider ! Don’t be Plagiator.

 

Hati-Hati Banyak TYPO bertebaran !

 

 

~0~ Happy Reading ~0~

 

 

Seorang gadis berseragam SMA terlihat tengah mengerahkan seluruh tenaganya untuk berlari menuju sekolah. Rambutnya yang dikuncir kuda bergoyang kekanan-kekiri seiring dengan  langkahnya yang cepat. Selama berlari sesekali Ia mengumpat kesal atas kebodohannya sendiri karena bangun terlalu siang. Matanya sudah dapat melihat bangunan gedung sekolah tak jauh di depannya, Si gadis berlari dengan lebih cepat lagi.

 

“Chakkaman !!! Chakkaman !!…” Seakan tidak mempedulikan teriakan keras Si Gadis, Satpam sekolah makin gencar untuk menutup gerbang.

Draaggg….    Gerbang Sekolah telah tertutup rapat.

“Ajusshi, bukakan gerbangnya Jebal, Ayolah Ajusshi sekali ini saja ya ?” dengan Puppy Eyes yang terlihat meyakinkan dan kedua tangan terkatup di depan dada  Si Gadis mengeluarkan jurus memelasnya dihadapan Satpam yang berwajah cukup garang. Seperti yang diduga Satpam itu sedikitpun tidak tertarik melihat wajah memelas Gadis itu.

“Ajusshi, ayolah bukakan gerbangnya…” kali ini Si gadis mengguncang-guncang gerbang sekolah yang kokoh itu. Dengan raut wajah tidak peduli Si Satpam berbalik hendak kembali menuju Postnya.

“Ya !! SATPAM  JELEK, MENYEBALKAN ! bukakan gerbangnya !!!!!!” teriakan Si gadis berhasil menghentikan langkah Si Satpam, namun kali ini Ia harus menenggak ludahnya susah payah karena terlihat sekali dari wajah garang yang ditampakkan Si Satpam bahwa Dia tersinggung dengan perkataan Gadis itu tadi. Satpam itu sudah dalam posisi bersiap memaki-maki Si Gadis, sampai suara panggilan yang cukup nyaring terdengar oleh keduanya.

“Kim Soyun !” seorang Songsaengnim menghampiri Si gadis yang ternyata bernama Kim Soyun. “Bukakan gerbangnya !” Songsaengnim itu menyuruh Satpam agar membukakan gerbang untuk Soyun. Tentu saja perintah itu tidak berani ditolak oleh Satpam berwajah garang itu. Dalam hati Soyun merasa lega setidaknya dia diijinkan masuk, tetapi masalahnya belum selesai. Kini dia harus berhadapan dengan guru paling killer di sekolahnya. Ya dialah Kang Songsaengnim, Kesiswaan yang paling menakutkan seantero Korea.

 

Soyun’s  POV

 

Akhirnya Satpam menyebalkan ini membukakan pintu juga, tapi…. Setelah lolos dari lubang buaya sekarang Aku harus masuk ke dalam kandang Singa. Aku berada dalam masalah besar !

Kang Songsaengnim menyuruhku mengikutinya. Sampai kami tiba disebuah ruangan. Aku sangat tau ruangan ini, ini ruang bimbingan Konseling, kenapa Aku bisa tau ? itu karena  Aku adalah salah satu dari sekian banyak siswa bermasalah di Sekolah ini. Kesimpulannya Aku sudah sering keluar masuk Ruang BK.

“Duduklah !” Apa hari ini dia salah makan ? biasanya juga dia hanya membiarkan aku berdiri. Aku jadi makin tidak tenang. Lalu ku turuti saja perintahnya untuk duduk disebuah kursi yang berhadapan dengannya, dengan meja sebagai pembatas antara kami. Aku hanya bisa menundukkan kepalaku.

“Kim Soyun” ada jeda sebentar sebelum Guru killer ini melanjutkan kalimatnya, membuat aku penasaran Ceramah apa.., Ah bukan ceramah tapi Siraman Rohani apa yang akan Ia berikan padaku pagi ini. “Kim Soyun, Aku sudah lelah dan kehabisan kata-kata untuk menceramahimu. Sekarang jelaskan padaku alasanmu hampir tiap hari terlambat selama sebulan ini !” Aku cukup terkejut karena dia tidak memberikan ceramahnya yang sudah kuanggap siraman rohani.

“Kim Soyun !” kali ini suara Kang Songsaengnim terdengar seperti bentakan, karena aku belum menjawab pertanyaannya tadi.

Dengan segenap keberanian yang masih tersisa Aku memberanikan diri menatap wajah Kang Songsaengnim. “Choesonghamnida Songsaengnim. Saya tau anda pasti lelah setiap hari menceramahi saya, tapi saya benar-benar tidak tau harus bagaimana menjelaskan masalah rumit yang saya hadapi. Sekali lagi Saya mohon maaf Songsaengnim, jika tidak ada lagi yang perlu dibicarakan Saya permisi dulu.” Aku berdiri kemudian membungkuk hormat sebelum keluar ruangan. Sempat kulihat raut wajah prihatin dan ada sedikit keterkejutan yang ditunjukkan Songsaengnim padaku. Raut wajah Prihatin itu yang paling tidak aku sukai… aku benci dikasihani.

“Chakkaman, Kim Soyun !” Aku yang sudah berdiri di depan pintu keluar harus berbalik menghadap Guru Kang. Dia melanjutkan kata katanya “Kau harus ingat, kalau kelakuanmu semakin memburuk maka beasiswamu akan dicabut oleh pihak Sekolah. Itu artinya kau tidak boleh lagi bersekolah disini.” Dengan nada keprihatinan lagi Kang Songsaengnim memperingatiku. Dengan wajah datar dan nada dingin dalam bicaraku, ku jawab peringatan Guru Kang.

“Saya tidak keberatan kalaupun hal itu benar-benar terjadi nantinya. Saya juga tidak ingin terus menerus menyusahkan sekolah karena menampung murid pembangkan seperti saya.” Sedikit senyum ku tunjukkan pada Kang Songsaengnim sebelum membungkuk hormat dan keluar dari ruangan yang selalu ku sambangi setiap pagi selama kurang lebih sebulan ini. Ada rasa khawatir memang kalau beasiswaku dicabut dan aku dikeluarkan dari sekolah. Itu artinya Appa akan marah besar. Dari awal seharusnya aku tidak menuruti kemauannya untuk menyekolahkanku di sekolah ini.

 

*Saat tiba di kelas*

 

Sudah ku duga, Aku pasti sudah melewatkan 30 menit jam pelajaran pertama. Kali ini Jung Songsaengnim, guru Matematika di kelasku jelas tidak akan mentolerir keterlambatanku. Ini sudah lebih dari ketiga kalinya Aku terlambat mengikuti pelajarannya. Apa kali ini dia akan menghukumku ?

“Chogiyo.” Aku mendapat tatapan intimidasi dari Jung Songsaengnim, begitupun dengan teman-temanku. Sekarang aku menjadi pusat perhatian. “Choesonghamnida Songsaengnim saya terlambat.” Ditatap oleh orang-orang Aku hanya bisa menunduk.

“Kim Soyun, pasti dengan alasan yang sama kau terlambat mengikuti kelasku kan ? sekarang Kau bersihkan koridor kelas XI sampai bersih ! ppali  jigeum !” kembali telinga ini harus mendengar bentakan keras. Kemudian Aku menuju koridor dan membersihkannya, sesuai perintah Guru Jung.

 

Soyun’s POV end

 

Soyun membersihkan koridor kelas XI dengan cekatan. Dia sudah terbiasa melakukan tugas bersih-bersih seperti ini. Bukan hanya di sekolah, di rumah dan di tempatnya bekerjapun dia selalu mengerjakan tugas bersih-bersih. Membosankan baginya… walau begitu dia cukup senang setidaknya dia tidak akan diberi hukuman berlari keliling lapangan di bawah terik matahari. Itu lebih mengerikan….

Suara bel istirahat pertama telah berbunyi, bertepatan dengan itu pekerjaan Soyun telah selesai Ia kerjakan. Saat jam istirahat seperti ini Soyun selalu menyendiri di taman kecil sebelah gudang. Soyun memang tidak seperti siswa-siswi kebanyakan yang memilih pergi ke kantin atau sekedar berdiam diri di kelas menikmati bekal yang mereka bawa dari rumah. Rerumputan hijau, pepohonan rindang, aneka bunga berwarna-warni dan bangku taman yang terbuat dari kayu bercat putih ini sudah menjadi sahabat bagi Soyun. Meski tidak makan siangpun Soyun akan tetap merasa senang selama dirinya berada di taman kecil yang indah ini. Bicara tentang makan siang semenjak Soyun mengenyam pendidikan mulai dari Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas belum pernah sekalipun Ia menikmati makan siang di kantin sekolah. Kenapa ? simpel saja. Soyun tidak pernah membawa uang jajan, baginya lebih baik uang sakunya ditabung dari pada untuk membeli makan siang. Toh Ia sudah sarapan dari rumah sebelum berangkat sekolah.

Soyun mendudukan dirinya pada bangku taman yang ada disana.

“HAaaaaaaaaaa !!!!!” Soyun berteriak amat nyaring, meluapkan segala kekesalan dalam hatinya. “Aku benci kehidupan ini !!!!!” teriaknya lagi.

Sreeekkk…. Suara dedaunan kering terinjak membuat Soyun menoleh kearah sumber suara.

“Neo Nugu ?” Soyun melihat punggung seorang siswa. Kemudian yang ditanya membalikkan badannya menatap Soyun yang sudah berdiri.

Ekspresi wajah datar dan nada suara datar, benar-benar siswa yang datar.

“Aku orang yang telah kau ganggu tidurnya.” Dengan kedua tangan dimasukkan kedalam saku celana siswa itu melenggang meninggalkan tempat itu. Setelah siswa itu tidak terlihat lagi Soyun mulai berpikir, mengingat-ngingat siapa siswa tadi. Mengetuk-ngetuk pelipisnya dengan jari telunjuk.

“Oh.. Si Namja dari Kutub Utara itu rupanya.” Dia tau siswa itu, tapi tidak mengenalnya dengan akrab. “heh… hanya disekolah saja dia bersikap dingin seperti itu, tapi kalau malam hari… hmm hanya aku yang tau kehidupan malamnya. Dasar Namja Es !” karena merasa sebentar lagi waktu istirahat akan habis, Soyun segera menuju kelasnya.

 

*Di dalam ruang kelas*

 

Tidak ada satupun penjelasan Guru yang tengah mengajar di depan kelas masuk kedalam otak Soyun. Saat ini pikirannya sedang berkelana jauh di luar area sekolah.

“Baik anak-anak itulah tugas  kelompok dari Saya. Saya telah membagi kelompok masing-masing dan minggu depan tugas ini harus sudah dikumpulkan ! saya tidak menerima alasan apapun untuk kelompok yang tidak mengumpul tugasnya minggu depan. Baik saya akhiri sampai disini, Selamat Siang.” Wacana terakhir dari Songsaengnim berhasil membuyarkan lamunan Soyun. Sebentar lagi bel pulang sekolah akan berbunyi, Soyun merapikan peralatan tulisnya kemudian Ia masukkan ke dalam tas.

“Chogiyo, Neo Kim Soyun ?” seorang gadis manis menghampiri tempat duduk Soyun.

“Ne, Waeyo ?” Soyun menjawab dengan bingung. Pasalnya gadis manis ini tidak pernah berinteraksi dengan Soyun sebelumnya. Buakan hanya gadis ini,… tapi hampir seluruh penghuni kelas XI-2 sangat jarang berinteraksi dengan Soyun. Sehingga bisa dipastikan Soyun tidak punya teman satupun.

“ Kim Yerin imnida” Gadis bernama Yerin itu mengulurkan tangan kanannya sebagai etika dalam perkenalan. Ini juga pertama kali Yerin bicara dengan Soyun.

“Kim Soyun imnida” Soyun menjabat tangan Yerin, walau awalnya agak ragu. Yerin tersenyum mendapat respon yang baik dari Soyun. Ternyata tidak sejutek yang dia pikirkan.

“Kapan kita akan mengerjakan tugas kelompoknya ?” pertanyaan Yerin sukses membuat Soyun semakin bingung. Kebingungan Soyun terbaca dengan jelas oleh Yerin. “Kau tidak fokus saat Songsaengnim menjelaskan pelajaran tadi ?” perkataan Yerin membuat Soyun tersenyum kikuk.

“Mian,, aku melamun sepanjang pelajaran.” Yerin mengangguk paham. Dia sudah sering memperhatikan Soyun akhir-akhir ini, gadis itu sering melamun disaat jam pelajaran berlangsung.

“Bu Guru memberi kita tugas kelompok untuk membuat kliping tentang sastra klasik. Dan kita berdua satu kelompok.” Penjelasan Yerin membuat Soyun paham sekarang.

“Baiklah kita kerjakan mulai besok di perpustakaan saat jam istirahat pertama. Itupun kalau kau sudah selesai makan siang.” Yerin mengernyit sebuah pertanyaan melintas.

“Kenapa tidak mengerjakan di rumah saja ?” Yerin kembali bertanya.

“Aku tidak sempat kalau harus mengerjakan tugas kita dirumah.” Yerin tidak mengerti maksud dari perkataan Soyun. Tapi dia tetap menyetujui usul Soyun.

“Baiklah kalau begitu besok tunggu aku di perpustakaan ya ?”

“hmm..” Soyun mengangguk dengan antusias sebagai jawaban untuk Yerin.

“Mau pulang bersama ?” dengan cepat ajakan Yerin dijawab dengan gelengan oleh Soyun.

“Pulanglah lebih dulu.” Yerin tersenyum lagi pada Soyun kemudian meninggalkan ruang kelas.

Apa menjadi seorang Kim Yerin itu menyenangkan ? dia gadis yang cantik, baik, ramah, pintar dan juga kaya. Kenapa terasa tidak adil ?……

Hati kecil Soyun bergumam

 

*Dalam perjalanan pulang sekolah*

 

Soyun sudah sampai digang menuju rumahnya. Sepanjang perjalanan Ia hanya menunduk sambil beberapa kali menendang kerikil-kerikil yang bertebaran sepanjang jalan.

“Bayar hutangmu sekarang !!” Bugghhh….

Teriakan seorang Pria membuat langkah Soyun terhenti. Ia mendongakkan kepalanya ingin tau ada apa. Matanya membulat ketika melihat seorang Pria berumur 40-an sedang dipalak sekawanan preman. Pria yang menjadi korban pemalakan menatap kearah Soyun.

“Soyun-ah !” kali ini semua mata preman itu tertuju pada Soyun.

Tidak lagi ! Kenapa orang ini selalu menyusahkan aku

Batin Soyun menjerit

 

 

 

Bersambung ……

 

 

 

 

 

* Annyeong haseyo Chingu *

Ini FF pertama Aku semoga kalian suka dan minta lanjut ya !

Ok Untuk semuanya aku minta RCL dari kalian Readers !

Satu lagi nih, Aku minta komen dong readers untuk poster buatanku ini .

Dan terakhir terima kasih untuk readers yang udah sempetin waktu kalian untuk baca FF biasa ini.

5 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Rainbow After Storm (Chapter 1)”

  1. chap1nya udh seru deh. ditunggu nextnyya authornim 😊
    posternya keren kok. Oiya salam kenal juga ya authornim 😊

    1. Thanks untuk RERE_DEERLU atas komentarnya dan salam kanal juga
      Ok ditunggu aja ya chapter 2 nya, moga ga ada halangan…

  2. Namja kutub utara, namja es itu sehun oppa kan ya?
    Itu pria yg lg dpalak ayahnya soyun kan?

    Posternya bagus kox kakk apalg sehun oppanya..kkkk 🙂
    Wahh aku pnasaran bngett nih kakk sma klanjutanya^^
    Dtunggu loh kakk 🙂

    Hwaiting!! Hwaiting!! 🙂

    1. Thanks buat LYOUNGIE98 yang udah sempetin baca fanfic abal ini plus comentnya.
      btw tebakan kamu emang bener…. eh apa jalan ceritanya mudah ketebak ?
      ok untuk chapter berikutnya ditunggu aja ya !

    2. Ne cheonma 🙂
      Yeay feeling aku bener, gx jga kox kakk cman aku ya kadang” aku taunya dri mimpi..hihihi ^^/ De ja vu, coz aku sering banget yg nmanya De ja vu gtu kakk#jdicurhatt^^v
      tpi yg ini gx dri mimpi kox kakk itu cman feeling aku 🙂

      Ok aku tunggu kox kakk 🙂

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s