[EXOFFI FREELANCE] Romance Phobia (Chapter 6)

PicsArt_05-22-01.41.20.jpgRomance Phobia

Author

Shiraayuki

Main Cast

Im Nayeon x Byun Baekhyun

Length

Multichapter

Genre: School life, Romance, Funny, Familyship, etc.

Rating: Teen

Ini ff murni pemikiran author. Gak ada prolog maupun teaser. Jika ada kesamaan tokoh, cerita, dan lainnya itu mungkin tidak sengaja. Jangan ada yang menjadi plagiat kalau mau Negara kita maju, okeh? Maaf soalnya banyak typo sana-sini. Oke langsung aja yuks!

“Apa kau menyihirnya sehingga dia menjadi seperti itu?”

 

Ten menatap teman sebangkunya, sekaligus sahabatnya –Taeyong– dengan tatapan heran. Ia heran karena Taeyong tidak biasanya diam melamun sambil menopang dagu di saat guru mereka tidak masuk seperti saat ini. Biasanya Taeyong akan mengajaknya ke kantin atau bermain basket dan sebagainya di waktu berharga seperti ini.

Ten menarik tangan yang menopang dagu Taeyong menyebabkan kepala pria itu hampir saja berciuman dengan meja.

Ya.” Taeyong hanya menatap Ten sebal, biasanya jika Ten menjahilinya dia pasti mencekik leher Ten dengan lengannya namun kali ini tidak.

“Apa ada sesuatu yang menganggu pikiranmu?” pertanyaan Ten membuat Taeyong mendesah pelan, dia juga heran mengapa dia terus memikirkan hal yang tidak biasanya ia pikirkan.

“Ten, apa kau percaya dengan istilah benci jadi cinta?” Taeyong menatap Ten dengan tatapan serius sedangkan Ten terpaku bahkan jantungnya berdebar-debar mendengar pertanyaan Taeyong barusan.

Ten diam sesaat berusaha menghilangkan perasaan kagetnya, kemudian dia menarik nafas panjang.

“Jangan-jangan kau jatuh cinta pada gadis yang menamparmu kemarin?” Ten bertanya dengan cepat, membuat Taeyong memijit-mijit kepalanya pelan.

“Apakah aku akan di cap sebagai orang gila jika aku menyukai gadis itu?” Taeyong mendesah pelan lagi.

Ten menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya, dia benar-benar tidak menyangka Taeyong bisa jatuh cinta.

“Ini benar-benar luar biasa. Astaga … apa aku sedang bermimpi? Kau takluk kepada gadis yang menamparmu.” Ten menepuk-nepuk pipinya, ia merasa ini seperti mimpi.

“Taeyong-ah, aku percaya, aku percaya benci bisa berubah jadi cinta. Dan juga kau tidak gila, kau benar-benar waras. Kau masih menyukai wanita, itu berarti kau masih sehat.” Ten menepuk-nepuk pundak Taeyong membuat kedua ujung bibir Taeyong sedikit terangkat.

“Sebenarnya, aku merasa ini adalah hal yang cukup aneh. Hanya karena dia memelukku secara tidak sengaja, melihatnya sedang menangis dan aku mengantarnya pulang, aku jadi tidak bisa melupakan wajahnya berhari-hari. Aku merasa kurang jika tidak melihatnya, aku berdebar-debar tiap kali bertemu dengannya tapi dia agak menjaga jarak dariku.” Ten tersenyum mendengar ujaran Taeyong, akhirnya kau dewasa, Taeyong-ah, batin Ten berucap. Memang dia sudah mendengar cerita Taeyong soal kejadian beberapa hari yang lalu itu.

“Menjaga jarak darimu? Mungkin saja kau melakukan sesuatu yang membuatnya terganggu saat bertemu denganmu.”

“Contohnya?” Taeyong menaikkan sebelah alisnya. Yah.. jangan ragukan kemampuan berkelahinya, wajahnya, dan kekayaan keluarganya. Tapi dia benar-benar lemah mengenai cinta.

“Contohnya, kau melakukan sesuatu yang tidak biasa kau lakukan selama ini.” Jawaban Ten membuat Taeyong tersadar akan sesuatu. ‘Melakukan hal yang tidak biasa kulakukan selama ini? Jangan-jangan karena aku mengiriminya pesan dan meneleponnya semalam?’

Melihat ada perubahan ekspresi di wajah Taeyong membuat Ten penasaran, “Ada apa?”

“Sepertinya dia terganggu karena aku mengirimnya pesan dan meneleponnya semalam dan juga aku mengajaknya berteman.” Taeyong memasang ekspresi bodoh. Membuat Ten berdecak sebal.

“Astaga Taeyong-ah, kau benar-benar tidak punya kerjaan ya? Mengapa kau langsung meneleponnya? Berapa kali kau meneleponnya?”

“Apakah penting berapa kali aku meneleponnya?” Alis Taeyong tertaut, membuat Ten mencebik sebal,

“Tentu saja! Jangan bilang kau meneleponnya sepuluh kali dan tidak diangkat sekalipun?”

“Dua belas kali tepatnya.” Ucapan Taeyong membuat Ten menganga tak percaya.

“Ya Tuhan, Taeyong kau sudah gila? Tidak, maksudku kau benar-benar bodoh. Baginya telepon darimu itu sebuah keajaiban dunia. Aku yakin gadis itu– siapa namanya?”

“Nayeon.”

“Iya, Nayeon-ssi pasti sudah tahu kau itu seorang berandalan dan keponakan dari yakuza. Apalagi kau belum terlalu kenal dengannya, ditambah lagi awalnya kalian itu saling benci dan kita tidak tahu perasaan gadis itu sekarang. Baginya, kau meneleponnya dua-belas-kali adalah sebuah keanehan sekaligus keajaiban.” Ujaran Ten membuat Taeyong tersenyum kecut.

“Dan kau bilang kau juga mengiriminya pesan? Beritahu aku pesan apa yang kau kirim padanya.” Lekas Taeyong mengambil ponselnya dari saku celananya dan menyodorkannya pada Ten.

Ten segera mengambil benda kecil nan ajaib itu dan berkutat sebentar, belum semenit ponsel Taeyong berada di tangan Ten, mulut Ten sudah terbuka lebar karena membaca pesan yang dikirim Taeyong pada Nayeon.

“Bagus … bagus sekali Lee Taeyong, congratulation she hates you now.” cibir Ten, sedangkan Taeyong segera merebut kembali ponselnya dari tangan Ten.

Ya! Memangnya semua yang kulakukan itu sangat mengerikan sehingga dia membenciku?” Taeyong seakan tidak terima dengan kalimat congratulation she hates you now-nya Ten.

“Entahlah, tapi yang kau lakukan 99,99% bisa membuatnya membencimu.”

“Apa? Jadi maksudmu peluangku hanya 0,01%?” Mata Taeyong membelalak, ucapan Ten benar-benar sebuah mimpi buruk baginya. Dan menyukai Nayeon merupakan suatu keajaiban yang aneh baginya.

“Aku tidak bisa bilang itu peluang, karena kita tidak tahu perasaan gadis itu padamu seperti apa.” Ten menaikkan bahunya kemudian hendak beranjak dari kursinya. Dia tidak tahu lagi harus bicara apa.

“Ten-ah, jadi harus kuapakan perasaanku ini? Dan … ada satu masalah lagi.” Taeyong bercicit membuat Ten menoleh ke arahnya dengan ekspresi sebal.

“Masalah apa?” Ten menaikkan sebelah alisnya.

“Ada pria yang sepertinya akrab dengannya atau mungkin itu kekasihnya.” jawaban Taeyong membuat kepala Ten panas, bagaimana Taeyong bisa jadi setolol ini hanya karena menyukai seorang gadis yang awalnya dia benci?

“Pria yang dekat dengannya adalah masalah kedua, otakmu yang menjadi masalah utama sekarang!” Ten segera pergi meninggalkan Taeyong dengan perasaan amburadulnya.

^^

Nayeon’s side

Dan disinilah aku, toilet guru. Sudah dua jam aku berkutat dengan lantai yang sama sekali tidak bisa kembali ke warnanya yang semula –putih– padahal Choi-ssaem tidak akan mengijinkan aku berhenti jika lantai toilet terkutuk ini tidak kembali bewarna putih. Aku juga tak berhenti juga merutuki diriku dan otakku yang bodoh ini. Bagaimana mungkin aku melamun disaat  pelajaran Choi-ssaem yang sedang berlangsung, padahal aku sudah tahu kalau Choi-ssaem terkenal killer di sekolah? Dia tidak akan mengampuni siswa yang main-main di mata pelajarannya.

Ini semua karena sunbae yang bernama Taeyong itu, aishh aku semakin membencinya saja. Aku tidak peduli mau dibilang tidak tahu terimakasih atau apalah, pokoknya aku sangat membenci pria itu! Lagipula kenapa sih pria itu peduli padaku? Kenapa pria itu meneleponku dan mengirimku pesan? Itu layak dimasukkan kedalam tujuh keajaiban dan tujuh keanehan dunia. Jujur saja, dari awal aku tidak suka padanya. Senyuman sinisnya, suaranya yang sama mengerikannya dengan desisan ular, ditambah tampang evilnya yang kuakui memang tampan. Apalagi dia seorang berandalan, berteman dengan Baekhyun saja sudah merepotkan –memang sih aku suka berteman dengan Baekhyun–

Tapi masalahnya, kenapa aku melamun hanya karena pesan sunbae itu saja?!

Ah.. Aku benar-benar ingin mengutuk diriku sendiri sekarang apalagi Baekhyun mengacungkan kedua ibu jari tanganya padaku tadi.

Author’s side

Aishh..” gerutu Nayeon –lagi– sambil terus menggosok-gosok lantai toilet guru yang benar-benar mengerikan –menurutnya– itu.

“Ah, sepertinya kau senang sekali membersihkan toilet ya, nona Im?” Nayeon segera mengangkat kepalanya dan mendapati Choi-ssaem berdiri dengan tangan terlipat di depan dada di samping kirinya.

“Tida–”

“Kalau begitu, kau tidak akan keberatan jika harus membersihkan toilet ini selama sebulan penuh setiap pulang sekolah ‘kan?” Choi-ssaem tersenyum licik sekarang ke arah Nayeon.

“Aku kebera–”

“Terima kasih banyak nona Im, untuk saat ini aku tidak perlu mencari orang yang akan membersihkan tempat ini lagi.” Choi-ssaem segera beranjak, menutup pintu dengan kasar meninggalkan Nayeon tanpa mau mendengar protesan dari mulut Nayeon.

Ssaem!”

^^

Dengan langkah gontai dan nafas terengah-engah, Nayeon berjalan menuju kelas. Lengan kemejanya yang ia gulung sampai siku, keringat yang sudah membasahi seragamnya, wajahnya, dan tangannya yang pegal sukses membuat Nayeon berpikir bahwa ia akan mati sebentar lagi. Apalagi ia akan terus melakukan hal ini selama sebulan penuh.

Untunglah koridor sedang sepi, kalau tidak dia pasti sudah diolok-olok sekarang. Sesampainya di kelas, Nayeon bernafas sedikit lega karena kelas kosong. Semua teman sekelasnya sudah berada di ruangan komputer sekarang. Dia lekas duduk dibangkunya dan menempelkan pipinya di mejanya.

“Aaah… akhirnya.” Nayeon menutup matanya perlahan, mencoba untuk tidur. Tidak apalah bolos kali ini, tubuhnya benar-benar lelah saat ini.

Tuk!

Nayeon membuka matanya perlahan, saat dia merasa sesuatu memukul kepalanya. Padahal dia belum sempat terpejam tapi sudah ada yang membangunkannya.

“Apa aku menganggu tidur siangmu?”

Nayeon segera mengangkat tubuhnya dan mengucek-ngucek matanya.

“Ah… tentu saja tidak … ssaem!” Nayeon segera berdiri saat ia tahu bahwa guru BK tengah berdiri dihadapannya dengan tatapan garang.

“Kalau begitu … CEPAT KUTIP SELURUH SAMPAH DI WILAYAH SEKOLAH KITA SEKARANG!” Nayeon hendak menolak namun jika ia menolak mungkin ia akan pulang ke rumah dengan bagian tubuh yang tidak lengkap. Ia juga lupa kalau ada guru BK yang selalu mengawasi setiap kelas.

N-ne!” Nayeon segera menuju lapangan sekolah, mengambil satu dari sekian banyak keranjang sampah di sekolahnya dan mulai mengutipi sampah.

^^

Bel istirahat sudah akan berbunyi, tapi Nayeon belum kembali sama sekali membuat Baekhyun merasa cemas.

Jangan-jangan dia bunuh diri?’ Baekhyun mulai berspekulasi yang tidak-tidak.

Atau dia pingsan di suatu tempat?’

Akhirnya bel istirahat berbunyi, seluruh teman sekelas Baekhyun segera menuju kelas dengan tergesa-gesa. Bahkan ada sebagian yang tidak sadar peralatannya berjatuhan. Baekhyun juga segera menyusun peralatannya, dan segera berlari meninggalkan ruang komputer. Karena terlalu buru-buru atau bagaimana,  Baekhyun tidak sengaja menabrak bahu seseorang.

“Maafkan aku.” Baekhyun berhenti sebentar kemudian hendak berlari lagi, karena benar-benar takut sesuatu terjadi pada Nayeon. Namun dia dihalangi oleh dua orang pria sehingga langkahnya terhenti. Mata Baekhyun membulat sempurna saat menyadari siapa yang sebenarnya ia tabrak barusan.

Aishh… aku benar-benar malas berurusan dengan mereka.’ keluh Baekhyun dalam hati.

“Apakah kau pikir kalimat ‘maafkan aku’ akan menyelesaikan semuanya?” orang yang Baekhyun tabrak menatap Baekhyun dengan tatapan sinis.

Aku tidak percaya kalau orang seperti ini yang mengirimi Nayeon pesan khawatir dan menelepon Nayeon dua belas kali.’

Ya! Kau punya mulut tidak?!” kali ini pemuda yang Baekhyun tabrak –Taeyong– menarik kerah kemeja Baekhyun sehingga tubuh Baekhyun sedikit terangkat. Seluruh siswa dan siswi yang berada disana hanya mampu menatap atau lebih tepatnya menonton. Sebagian siswi memuji Taeyong dan sebagiannya lagi berharap-harap cemas akan keadaan Baekhyun.

“Aku sudah minta maaf, jadi apalagi yang harus dipermasalahkan? Memangnya tulang bahumu patah atau .. harga dirimu berkurang?” sebelah ujung bibir Baekhyun terangkat dan menatap Taeyong tak kalah sinis.

“Huh, kau berani juga ya Byun Baekhyun-ssi?” Taeyong mencibir, emosinya naik melihat keberanian Baekhyun padanya. Dia mencampakkan Baekhyun membuat Baekhyun sedikit terdorong kebelakang.

Semua yang menonton mulai tegang apa yang akan terjadi selanjutnya. Bahkan hampir separuh merutuki Baekhyun yang sok berani kepada Taeyong. Ten yang berdiri di samping Taeyong hanya memasang ekpresi datar.

“Bawa dia.” Taeyong menyuruh anak buahnya membawa Baekhyun ke belakang sekolah. Jika hal ini sudah terjadi, semua siswa dan siswi hanya mampu berdoa untuk keselamatan Baekhyun.

Baekhyun berdecih saat kedua orang yang menghalanginya tadi memegang tangannya. Ia benar-benar malas berurusan dengan mereka, tapi Baekhyun tidak mau jadi pengecut yang pasti akan kabur sekarang.

^^

Dengan kasar, kedua anak buah Taeyong yang sedari tadi memegangi tangan Baekhyun mencampakkan Baekhyun ke dinding. Baekhyun meringis lantaran punggungnya terhantam keras ke dinding.

“Belum dimulai tapi kau sudah kesakitan, ya?” Taeyong mencibir, membuat Baekhyun lagi-lagi berdecih.

“Pegangi dia!” perintah Taeyong pada kedua anak buahnya tadi, sedangkan Ten sedari tadi hanya menatap pasrah terhadap kelakuan Taeyong.

Bug!

Kali ini Baekhyun semakin meringis, karena ujung bibirnya sobek dan mulai berdarah. Belum selesai Baekhyun meringis, pukulan Taeyong terus menghantam wajah dan perutnya. Wajah Baekhyun kini penuh dengan luka, belum lagi darah yang keluar dari mulutnya karena pukulan Taeyong di perutnya. Kali ini Taeyong beralih dari pukulan menjadi tendangan. Baekhyun hampir tidak bisa berkutik lagi, bahkan pandangannya sudah mengabur saat ini.

“Apa ini sudah membuatmu menyesal?” Taeyong meludah ke arah Baekhyun yang sudah lemas dengan posisi sujud tangan anak buah Taeyong yang tadinya mencekalnya kini sudah tidak lagi mencekalnya. Baekhyun tidak mungkin melawan lagi. Namun kepala Baekhyun tiba-tiba terangkat dan menatap Taeyong sinis dan remeh.

“H-huh, aku tidak kenal kata menye–”

Bug!

Taeyong melanjutkan aksinya, dia seakan tidak peduli dengan keadaan Baekhyun yang babak belur. Bahkan Ten sudah ngeri melihat keadaan Baekhyun sekarang. Wajah penuh luka dan darah, bibir yang sobek, darah dari mulut, matanya membengkak, dan ah.. Ten sudah terlalu takut melihatnya. Ten juga heran kenapa Baekhyun tidak mati.

YAA!” Seluruh mata yang tadinya tertuju pada Baekhyun kini beralih ke arah gadis yang sedang memegang keranjang sampah dengan tatapan benci serta marah. Taeyong juga tak terkecuali bahkan pukulan terhenti saat ini.

Baekhyun tidak sanggup lagi melihat siapa yang berteriak ke arah mereka. Tubuhnya sangat sakit saat ini. Namun dia sangat berterima kasih kepada gadis yang berteriak itu.

“Apa yang kalian lakukan padanya, eoh?!” kali ini gadis itu mencampakkan keranjang sampahnya dan berlari menuju Baekhyun.

“Im Nayeon?” gumaman Taeyong menyebabkan Ten hanya menggeleng pasrah, ‘Jadi pria yang dihajar Taeyong ini yang dekat dengan Nayeon? Hm.. peluang Taeyong semakin kecil.’ batinnya.

“Baekhyun-ah, gwenchana?” Nayeon segera menghampiri Baekhyun, ditatapnya pemuda itu dengan nanar. Air matanya tertahan di pelupuk matanya melihat keadaan Baekhyun yang sangat mengkhawatirkan saat ini.

“Ka-kaukah … itu … Nayeon-ah?”

Eoh.” Nayeon tidak berani memegang wajah pria itu, takut jika sentuhannya menyebabkan rasa sakit pada Baekhyun.

Nayeon tidak lagi bisa menahan emosinya, tiba-tiba dia berdiri, menghampiri Taeyong yang tengah terdiam menatapi Nayeon dengan penuh penyesalan di hatinya.

“Kau puas? KAU PUAS SEKARANG?!” Nayeon menatap Taeyong dengan penuh benci, seakan pria itu tidak layak hidup sekarang.

Taeyong hanya diam, matanya terus menatap Nayeon. Baru kali ini dia menyesal memukul seseorang, baru kali ini. Sebenarnya dia tahu bahwa Baekhyun lah pria yang akrab dengan Nayeon namun, dia tidak menyangka gadis ini akan semarah ini.

“Apa satu luka saja tidak cukup, sunbae? Kenapa kau tidak membunuhnya sekalian, eoh?” Nayeon menarik kerah kemeja Taeyong lalu melepaskannya dengan kasar.

“A-aku–” Taeyong hendak menjawab namun Nayeon tidak membiarkannya menyelesaikan kalimatnya.

Congratulation, aku yang tadinya membencimu semakin membencimu sekarang!” Nayeon menangis, menangis bukan karena dia semakin membenci Taeyong tapi karena mengingat keadaan Baekhyun.

“Dan satu lagi sunbae, kurasa kita tidak bisa berteman karena aku membencimu, sangat membencimu.” perkataan Nayeon seakan hampir membunuh Taeyong. Taeyong terlalu memanjakan emosinya dan inilah yang dia dapatkan. Kalimat pedas dan rasa benci dari gadis yang dia sukai.

Lekas Nayeon mendekati Baekhyun, “Kau bisa jalan Baekhyun-ah?” pertanyaan Nayeon hanya mendapat anggukan pelan dari Baekhyun. Dengan perlahan, Nayeon mengalungkan lengan Baekhyun di lehernya dan memapah Baekhyun berjalan. Meninggalkan Taeyong, Ten, dan anak buah mereka yang hanya diam menyaksikan kemarahan Nayeon barusan.

“Apakah aku yang membuatnya menangis?” Taeyong menoleh dengan tatapan kosong ke arah Ten selepas menghilangnya Nayeon dan Baekhyun dari pandanganya.

Ten hanya mendesah pelan kemudian menjawab, “Bukan, bukan kau yang membuatnya menangis tapi … kau yang membuatnya semakin membencimu.” Ten lekas pergi dari sana, diikuti kedua anak buah mereka tadi meninggalkan Taeyong yang masih meratapi kesalahan fatalnya.

^^

“Terima kasih ssaem, hati-hati di jalan.” Nayeon menunduk kepada Hara-ssaem yang telah bersedia membiarkan jok mobilnya terkena darah Baekhyun. Ya.. Hara-ssaem mau mengantar Nayeon dan Baekhyun dengan mobilnya, membayar sebagian biaya administrasi, dan melaporkan kejadian ini kepada kepala sekolah.

Jangan kira Nayeon ingin balas dendam sehingga dia ingin melaporkan kejadian ini kepada kepala sekolah, ini semua agar sunbae-nya yang bermarga Lee itu merubah kebiasaannya.

Setelah mobil Hara-ssaem hilang dari pandangannya, Nayeon dengan cepat kembali menuju ruangan tempat Baekhyun dirawat. Betapa kagetnya dia saat tiba di ruangan Baekhyun karena pria itu sudah duduk dengan santai sambil memakan makan siangnya padahal sewaktu tiba di rumah sakit pria itu seakan tidak memiliki nyawa lagi.

“Aku rasa aku sudah gila karena sudah mengkhawatirkanmu.” Nayeon mendesah pelan seraya duduk di kursi yang berada di samping ranjang Baekhyun. Baekhyun menoleh ke arah Nayeon setelah meletakkan sendok yang dipakainya untuk memasukkan makanan ke mulutnya.

“Kau sudah makan siang, Nayeon-ah?” Baekhyun tersenyum manis namun tak nampak manis karena luka lebam yang memenuhi wajahnya.

“Kenapa kau rela wajahmu dipukuli seperti ini?” Nayeon mengabaikan pertanyaan Baekhyun.

“Tanganku dicekal, mana mungkin aku bisa melawan. Lagipula, sunbae itu memang tidak akan bisa dikalahkan.” Baekhyun menyengir, membuat Nayeon memutar bola matanya kesal.

“Bilang saja kau tidak bisa berkelahi.” Nayeon menatap Baekhyun sebal.

“Tapi, aku senang aku dipukul seperti ini.” Baekhyun tersenyum jahil, membuat Nayeon kembali menatapnya.

“Karena Nayeon datang dan menangis untukku.”

Mwo? Ya dasar hid–”

Perkataan Nayeon terhenti karena Baekhyun tiba-tiba memeluknya, sangat erat. Mata Nayeon membulat sempurna saat tubuh pria bermarga Byun itu mendekap tubuhnya. Dia bahkan merasa bukan Baekhyun yang terluka melihat betapa eratnya pria ini memeluknya.

Gomawo, Nayeon-ah.” bisik Baekhyun ditelinga Nayeon, membuat jantung Nayeon tiba-tiba berdebar dan pipinya memanas. Baekhyun yang heran karena Nayeon diam saja membuatnya terpaksa melepaskan pelukannya dan namun ia terkejut karena mendapati gadis itu tengah menangis.

“Nayeon-ah?” Baekhyun memegang pundak gadis itu, ia bingung mengapa gadis ini menangis.

“Jangan terluka lagi, Byun. Dan jangan biarkan orang lain memukulmu lagi. Apa kau tidak tahu bagaimana khawatirnya aku tadi, eoh? Kupikir kau akan mati tadi.” Baekhyun tertegun, ia sadar akan sesuatu sekarang, sesuatu yang selama ini dia ragukan. Tapi sekarang dia tidak ragu lagi, sekarang dia yakin bahwa dirinya telah jatuh cinta pada Nayeon. Benar, dia mencintai gadis ini.

Baekhyun mengangkat tangannya kemudian menghapus air mata Nayeon dengan kedua ibu jarinya.

“Hm … aku mengerti, jadi jangan menangis lagi.”

“Berjanjilah jangan terluka lagi.” Nayeon menatap mata Baekhyun dengan mata merahnya, Baekhyun tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya, “Aku berjanji.” Baekhyun memeluk Nayeon lagi, dan kali ini Nayeon membalas pelukannya.

^^

Taeyong’s side

Sekarang aku sudah berdiri di depan kamar Baekhyun dengan sebuket bunga ditanganku. Dengan santai aku membuka pintu itu. Namun rasa santaiku berubah jadi ragu karena Nayeon berada di sana, dia yang tadinya tertawa bersama Baekhyun berubah menjadi menyeramkan saat mereka menyadari aku datang kemari.

Aku tersenyum kaku, mendekati mereka dengan jantung yang hampir copot karena tatapan mereka sangat tidak mengenakkan.

“Ada apa, sunbae?” aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal ketika Baekhyun tiba-tiba bertanya.

“ Aaah … begini, soal yang kemarin maafkan aku. Aku benar-benar kelewatan kemarin, aku terlalu memanjakan emosiku.” aku berujar membuat mereka berdua menatapku dengan penuh heran.

“Tolong maafkan aku Baekhyun-ssi, Nayeon-ssi!” aku menunduk sembilan puluh derajat, inilah pertama kalinya aku menunduk seperti ini. Ini terpaksa, kalian tahu untuk apa? Untuk membuat Nayeon terpesona dengan sikapku ini. Jangan kira aku akan melepaskan Baekhyun begitu saja. Memang aku sedikit menyesal memukul Baekhyun tapi aku tidak akan membiarkan dia bersama Nayeon.

Author’s side

Baekhyun dan Nayeon saling bertukar pandang. Bingung antara heran, kaget, terpukau, atau apalah ketika melihat sunbae mereka yang menunduk seperti ini.

“Aaah … soal itu …” Baekhyun bahkan bingung ingin menjawab seperti apa.

“Aku paham jika kalian tidak bisa memaafkanku secepat ini. Tapi aku berjanji tidak akan memukul orang lain lagi.” Taeyong menegakkan tubuhnya kemudian memberikan buket bunga tadi pada Baekhyun.

“Kalau begitu, aku permisi.” Taeyong berbalik menuju pintu dan segera keluar setelah membuka pintu itu. Baekhyun dan Nayeon bahkan tidak sempat mengucapkan sepatah kata.

“Aku yakin sesuatu pasti merasukinya.” Baekhyun sangat setuju terhadap pernyataan Nayeon barusan.

“Apa kau menyihirnyasehingga dia menjadi seperti itu?” Baekhyun melirik Nayeon, perkataannya membuat Nayeon menoleh ke arahnya dengan cepat.

Mwo? Tidak, mana mungkin aku melakukan itu.” Nayeon melambai-lambaikan tangannya pertanda tidak.

“Berarti aku yang sudah tersihir bukan Taeyong sunbae.” Baekhyun tersenyum manis, membuat pipi Nayeon menjadi warna pink lagi.

“Berisik.” Nayeon menokok kepala Baekhyun membuat pria itu meringis namun tidak dipedulikan oleh Nayeon.

^^

Hari ini Baekhyun telah kembali sekolah, beberapa siswi lega melihat Baekhyun selamat dari maut yang mungkin hampir mendatanginya kemarin. Wajah Baekhyun sudah kembali seperti semula, tidak ada bekas luka lagi di wajah tampannya. Dia lega telah meninggalkan rumah sakit, jangan kira ayah dan ibunya tidak datang menjenguknya ditengah kesibukan mereka, adiknya –Kim Yeri– juga datang menjenguknya padahal dia sedang study tour ke pulau Jeju, belum lagi seluruh teman sekelasnya datang memenuhi ruangannya.

Bel istirahat berbunyi, semua siswa dan siswi di kelas Baekhyun dan Nayeon lekas berlari keluar kelas menuju kantin. Tak terkecuali Baekhyun dan Nayeon, bahkan mereka berdualah yang pertama kali memesan makanan di kantin itu. Setelah mereka duduk dan meletakkan nampan mereka di meja segerombolan orang mulai memasuki kantin dengan cepat dan rebut-rebutan.

“Oh iya, Nayeon-ah kenapa dua hari terakhir tadi kau tidak datang ke rumah sakit lagi?” Nayeon hampir tersedak donat yang sedang dia makan mendengar pertanyaan Baekhyun.

“Aaah.. itu.. aku masih dihukum oleh Choi-ssaem, membersihkan toilet guru selama sebulan setiap pulang sekolah.” jawab Nayeon dengan nada pasrah.

Mwo? Sebulan? Wah … guru killer itu benar-benar. Lalu bagaimana dengan kursus kita yang baru sehari dilaksanakan?” Baekhyun meminum susu rasa strawberry yang dia beli tadi.

“Tergantung padamu, sih.” Nayeon mengunyah donat rasa coklatnya.

“Kita lanjut saja, aku akan menunggumu membersihkan toilet.”

“Jadi kau tidak akan membantuku? Hanya menunggu saja?” Nayeon memandang Baekhyun kesal.

“Siapa yang mau membersihkan tempat terkutuk itu? Ngomong-ngomong, bagaimana keadaan Taeyong sunbae?” Kali ini Baekhyun berbisik.

“Dia tidak berubah, masih tetap sama seperti sebelumnya.” Jawaban Nayeon membuat Baekhyun mengangguk-angguk mengerti.

“Jadi perkataannya ‘Aku paham jika kalian tidak bisa memaafkanku secepat ini. Tapi aku berjanji tidak akan memukul orang lain lagi’ hanya bualan saja?” Baekhyun mencibir, disahut oleh anggukan setuju dari Nayeon.

“Aku kira dia sudah berubah. Ternyata ucapannya hanya bulan belaka.”

“Tapi perasaanya padamu bukan bualan lo Nayeon-ssi.” Ten duduk dengan santai di samping Baekhyun kemudian mulai memakan makanannya.

Nayeon dan Baekhyun mengenal Ten, karena pria itu selalu berada di samping Taeyong. Dan Ten adalah salah satu siswa yang berprestasi di bidang olahraga basket meskipun dia berandal.

“Maksud, sunbae?” Nayeon menyatukan kedua alisnya, Baekhyun juga bingung.

“Dia menyukaimu, Nayeon-ssi.” Nayeon mendadak mual, Baekhyun segera mendekati Nayeon dan menutupi telinga gadis itu dengan tangannya.

“Jadi Taeyong sunbae menyukai Nayeon, begitu sunbae?” Baekhyun memicingkan matanya, Nayeon membiarkan Baekhyun menutup telinganya karena dia tahu apa maksud dari tindakan Baekhyun.

“Hm … tapi sepertinya Nayeon sangat membencinya, ya? Namun, Taeyong bukan tipe orang yang gampang menyerah. Dia sudah menyusun rencana, yang salah satunya adalah … menyingkirkanmu.” Ten mengucapkan kalimat itu tanpa menghilangkan senyuman dari wajahnya.

“Jangan kira Taeyong sudah membiarkanmu ya, Baekhyun-ssi. Taeyong itu munafik lo. Dia pasti akan merebut Nayeon darimu.” Ten semakin tersenyum, “Aah.. aku tidak sabar menyaksikan pertarungan ini.” Ten bahkan memakan makanannya dengan santai sambil tersenyum.

“Apakah kalian akan membunuhku dengan cara memukulku seperti kemarin?” Baekhyun tersenyum sinis, “Mungkin saja.” Kali ini Ten yang tersenyum sinis, membuat Baekhyun  membelalakan matanya.

“Ah ..  aku pindah tempat duduk saja, ah iya– aku ingin menanyakan hal ini padamu Baekhyun-ssi. Bagaimana perasaanmu terhadap Nayeon?” Ten mengangkat nampannya, Baekhyun hanya menatap sunbaenya yang diam-diam mematikan itu dengan tatapan santai.

“Aku menyukainya, apa itu salah?” Ten tersenyum mendengar jawaban Baekhyun.

Ini pasti menarik.’ batin Ten kemudian pergi meninggalkan Baekhyun juga Nayeon.

Selepas perginya Ten, Baekhyun menjauhkan tangannya dari telinga Nayeon. Nayeon yang tidak mendengar apapun, segera menyerang Baekhyun dengan pertanyaannya.

“Apa yang dikatakan, Ten sunbae?”

“Bukan apa-apa.” Jawaban Baekhyun membuat Nayeon ber-oh ria kemudian melanjutkan memakan makanannya.

^^

“Aku istirahat sebentar, Byun.” Nafas Nayeon terengah-engah dia berjalan menuju kursi yang disediakan Baekhyun kemudian duduk disana. ‘Masih ada tiga minggu lagi.’, pikirnya.

“Hm …” Baekhyun hanya berdehem, ia masih kepikiran pembicaraannya dengan Ten tadi.

“Nayeon, kau sudah bisa mengatakan kata cinta ‘kan?”

“Iya, Romeo dan Juliet juga.” Jawab Nayeon dengan nada senang.

“Bagus kalau begitu.” Baekhyun mendongakkan kepalanya, menatap langit.

“Kita belajar kata apa hari ini?” Nayeon yang sudah terkumpul tenaganya berjalan mendekati Baekhyun.

“Suka, menyukai, sayang, menyayangi–” Kalimat Baekhyun terhenti karena Nayeon tiba-tiba berlari menjauhinya dikarenakan dia hendak muntah.

“Keluarkan saja, Nayeon-ah.” Baekhyun terkekeh pelan, namun dia teringat perkataan Ten lagi.

Hm … tapi sepertinya Nayeon sangat membencinya, ya? Namun, Taeyong bukan tipe orang yang gampang menyerah. Dia sudah menyusun rencana, yang salah satunya adalah … menyingkirkanmu.

“Su-suka, begitukah?” Baekhyun terperanjat saat mendengar Nayeon mengucapkan kata suka dengan cepat.

“Kau sudah bisa mengatakannya?” Baekhyun segera mendekati Nayeon, Nayeon tersenyum tipis kemudian menjawabnya,

“Belakangan ini, aku hanya muntah saat mendengar kata-kata seperti suka. Tapi setelah muntah rasanya kata itu gampang diucapkan.”

“Mungkin phobiamu berangsur-angsur sembuh, tapi kau belum bisa melihat adegan romantis ‘kan?” pertanyaan Baekhyun dibalas sebuah anggukan dari Nayeon. “Aku bahkan pingsan setelah melihat onnie blabla (berciuman) dengan Chanyeol oppa di atap kemarin.”

“Kau sudah ceritakan padaku kemarin.” Baekhyun menyentil dahi Nayeon.

Nayeon terkekeh sambil mengelus dahinya, “Sepertinya kursusmu berbuah banyak, Byun.” Nayeon menyengir kuda lalu melanjutkan kalimatnya, “Walau hanya dua hari.” kali ini Nayeon tertawa namun hanya sendirian. Baekhyun seakan tidak peduli dengan perkataannya barusan.

“Maaf, tapi apakah kau sedang memikirkan sesuatu?” Nayeon menatap Baekhyun penuh tanya, dari raut wajah Baekhyun jelas menunjukkan sesuatu mengganggu pikiran pemuda itu.

“Nayeon-ah, bagaimana perasaanmu terhadapku?” Baekhyun menatap Nayeon dengan serius kemudian mendekatkan wajahnya dengan wajah gadis itu. Nayeon hanya menelan ludahnya dan menatap Baekhyun dengan kaget.

Eung.. itu …”

 

To be continue

 

Hai, hai, halo! Sekarang kamu berada di ujung halaman chapter enam. Oh, iya Shiraa mau nanya readers maunya ff  RP ini sampe chapter berapa, ya? Shiraa mau tahu keinginan readers-nim sekalian :v. Dan sedikit bocoran nih … bentar lagi perang bakalan dimulai, Baekhyun dengan Taeyong beserta sekutunya dan Nayeon dengan Juliet beserta kebenaran yang akan terungkap apa sih penyebab balas dendam Juliet. Dan satu lagi, Phobianya Nayeon juga bakalan mau sembuh nih :v tuh.. Shiraa baik ‘kan bagi-bagi rahasia. Jadi .. mulai dari sekarang Shiraa gak akan bikin judul untuk chapter selanjutnya di chapter yang ini. Jangan marah yaa … sekian dulu kicauannya, jarka!

Iklan

64 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Romance Phobia (Chapter 6)

  1. kasian sama baekhyun garagara si taeyong
    tapi aku ko jadi suka yaa sama karakternya taeyong walaupun rada ngeselin hehe
    soalnya aku suka yang badboy gitu*gak nanya

    makin seru nih ka
    daebak lah
    keep writing ka

  2. ngeselin banget sih tu si taeyong pake acara mukulin baekki segala. gue bunuh juga tu si taeyong.
    oh ya karena authornim buat per chapternya udah panjang×lebar jadi sampek chapter 10 udah sangat memuaskan, itu sih pendapat aku ya thor. kalo mau dibuat sampek 20 juga gapapa, aku akan selalu jadi reader setia deh buat ROMANCE PHOBIA ini. ceritanya menarik nggak bikin bosen aku buat baca di ff. hahaha😁😁, keep writing thor!!

    • Kapan sih si Taeyong gak ngeselin? Bunuh aja, bunuh! 😀 thanks yaa ❤ aduh, terhura baca komenankamu thanks, thanks, thanks ❤

  3. Hiih! Dasar taeyeong menyebalkan! Ngomongnya nggak akan mukul orang lagi? Tapi malah mukulin orang banyak! Semoga baekhyun gpp dan berakhirnya dengan nayeon.. Next kakk aku suka bgt ff ini! 😆😆😆

    • Aku juga sebal, sebal, sebal 😂
      Ceritanya Taeyong nya PHP 😀 Amin Baekyeon berakhir happy 😆
      KYAAA!! Daku tersanjung jika dikau menyukai ff abal-abal ku ini 😂 😆

      Terimakasih sudah mampir dan kasih review buat shiraa, lupyu ❤

  4. Si taeyong jatuh cinta,omaigat… dasar cari perhatian bgt..baiknya kalo di depan nayeon doang.. bener bener tuh anak asing..

    Ngebayangin aja waktu baek si ratu eyeliner itu sakit..yg jengukin satu kelas masuk ruangannya..pastinya kayak pasar hewan?

    Aha baek juga suka nayeon..lha terus nayeon suka nya sama siapa?? Kalo dari tingkahnya dia kayaknya juga suka sama baekhyun..penasaran bgt

    Ah iya..si Ten itu beneran temen taeyong gak sih?? Masa temen sendiri dibilang munafik..dasar ganteng ganteng pengkhianat..eh loh???

    Ini dibikin chap 10 aja kayaknya uda banyak bgt deh..soalnya shiraa bikin tiap chap nya panjang bgt jadi seneng deh…

    Wah wah ada bocorannya itu..buat chap selanjutnya… ditunggu ya…

    • Iya Taeyong caper banget jadi cowok kan? Masalahnya tuh dia ganteng banget jadi aku tuh gak kuat iman membencinya 😆😆

      Ratu eyeliner? Busyet, Baekhyun koleksi eyeliner kalik ya? Atau dia udah bisa jadi sales kalo udah dapat penghargaan jadi ratu eyeliner sejagat 😂😂

      Nayeon mah apa atuh .. 😂😂 dianya itu plin-plan pake begete tapi kok cantik ya?

      Ten jadi apa juga bisa, TENtara, TENaga, TEN itu multi fungsi 😂😂 tapi aku cinta padanya 😍😆😆
      /Aku ngawur muku kayaknya/

      Dihhh senangnyaa bikoss kamu juga senang, tengkyu udah ninggalin jejak and mampir di sini 😍 cintakuh padamu!! ❤

  5. Shiraa-ssi aku cuma sekedar menyampaikan pendapat aku aja sii. Gatau aku lebih seneng kalo ada judul dan bukan spoiler itu. Lebih penasaran dan nerka nerka sendiri aja hehehe. Tapi kalo dibikin spoiler pun tak apa. Kan terserah gimana nyamannya author yg buat ajaa hehehe.

    Terus gatau siapa nanti yg bakal jadi sama nayeon. Dari awal main castnya kaya nayeon-baekhyun. Tapi ganutup juga nanti nayeon sama taeyong. Ah molla. Diikutin alurnya aja lah yaaaa heuehehehe.

    Emm untuk chapter kayanya 10-12 cukup. Eh atau kebanyakan ya? 10 aja deh kalo gitu. Soalnya shiraa-ssi bikin ceritanya udah panjang. Dan itu memuaskan! Hehehe.

    Ditunggu selasa depan yaah author shiraa hehehe. Semangaaattt!!!
    -XOXO-

    • Terimakasih banyak buat sarannya yaa 😍😍 Shira makin semangat nih 😂😂

      Terimakasih sudah mampir dan ngasih review😉 😘 Ditunggu yaaa ☺

    • Salam kenal juga 😊 gak apa-apa 😚 Terimakasih sudah mampir yaa 😍😍 mohon ditunggu next chapnya 😘

    • Iya Taeyong makin lama makin jahat disini tapi di dunia nyata makin baik 💙 Terimakasih sudah singgah yaa 😍😘

  6. hallo thor, maaf baru komen 😀 ff nya bagus thor, main kesini makin bagus 😀 5 jempol buat author 😀 tapi jempol satunya minjem punya tetangga hehe 😀 selalu setia menunngu chap selanjutnya thor 😀

    • Weswes 5 jempol? 😂 Satunya minjem tetangga? 😂 Waduh jempol tetangganya gak dipotong kan? 😅 Terimakasih sudah singgah yaaa 😍😍 mohon ditunggu next nyaa 😍😍 salam sukses alay dari Ten 😂

  7. haii… sorry baru bisa komen di chapter ini (maklum hbs baca langsung tidur)😂 gilaaa gue suka banget ni ff tiap baca makin penasaran . ditunggu chapter berikutnya yooo

    • Apado gwenchana, saranghagi ttaemune /njir aku ngapain sih?/ 😂😂

      Aahh.. makasih udah mampir dan suka sama ff yang sedikit blabla ini 😂😂 Mohon ditunggu next chapnya 😘😘😍

  8. Tidak Taeyeong jangan ganggu Nayeon ama Baek…..
    Gara gara mukul Baek makin dibenci ama Nayeon noh, btw Juliet mana? Kangen nih /amit”/ si Baek masa kalah ama Taeyeong lu kan bisa bela diri.
    Semoga Bank dan Nayeon dijauhi dari muslihat jahat/?
    Ditunggu nextnya yo! Fighting!

    • Gangguin aja Tae 😂😂 Kayaknya pembenci Taeyong meningkat nih? 😂😂 Aku juga kangen Juliet nih :v ntar kita kunjungi bareng-bareng deh 😂 Tangannya kan ditahan, gak bisa mukul dong :v

      Terimakasih udah mampir selalu ya 😍😍

  9. Joah, Baekki romantis banget 😀😂😂, semoga aja Nayeon nya juga suka sama Baekki, ah, kenapa sih Taeyeong nya berusaha menyingkirkan Baekki, Taeyeong itu… caper amat jadi orang 😂😂😂

    • Baekhyun banyak yang memuji-muji dirimu nih :v eh.. Nayeon nya suka gak ya? 😙😙
      Mari kita bacok Taeyong bersama-sama 😠 /gakdeng/

      Terimakasih sudah mampir yaa 😘😘

  10. sebanyak banyaknya aja ya shira master-nim 🙆 ku ga suka taeyong :” dia jahat.. udah tau baek tuh mungil kok ya main pukul pukul aja .. kasian,dd kan sedih /blah/ ku juga pengen liat nayeon blg suka ke baek 😂

    semangat ya!💕🙌

    • Wkwk, master-nim? 😗 Terimakasih banyak yaa, aku harus memanggil dirimu apa? Cahayakah? 😂 Bakal aku bikin banyak-banyak nanti 😂

      Itu Taeyong ingin membuat Baekhyun berubah semakin gentle/? Baekhyun kan kecil-kecil cabe rawit :v meskipun kecil pesonanya pecah kesana-kemari :v 😆😆

      Terimakasih kasih yaa sudah mampir dan kasih review, cintaku padamu 💕💕 /kena virus alay dari Ten/

    • Ah Lala, begitukah? 😁 Lala pilih satu dong, ini kan bulan puasa gak boleh serakah 😁😁. Aku atau ffku?? Pasti aku ‘kan? 😂 /Plak/

  11. Ahai, si Baek nyadar jugak dia jatuh cinta.😂
    Itu si bang bankok kampr*t ya, udah bocorin rahasia teman, eh bilang temen sendiri munafik lagi..😂
    Itu satu kelas Teri balek dari Pulau jeju neng makanya ruangan baekhyun penuh sama temen sekelasnya? Super sekali..😂😂
    Kayak ane bayangin nih garem, kalo ff ente beneran kejadian di dunia nyata, khususnya adegan Taeyong gebukin baek, 😂 lucu ya, adek gebukin abang..😂😂
    Next shira..😄

    • Jangan ngatain abang Bangkok kita kampr*t Shaeki, walaupun disini memang sedikit munafik dianya :v

      Itu maksudnya Yeri datang ke rumahnya sakit bukan sama sekelasnya tapi teman sekelas Baekhyun loh mas 😂😂

      Ini memang kisah nyata antara diriku, dirimu, dan dirinya 😭😭 /apasih?/ Lucu emang kayak kamu 😘

      Makasih udah review Shaekiranku 😍😍

    • Bang bangkok, wakwaw..😂😍🙈
      Ane kira sekelas yeri datang dari jeju, kan sesuatu bingits..😂
      Oalah, baver nih mbak, baver..😂🔫
      Sama” shirayukiku..😘😂

    • Memangnya tuh sekelas Yeri pensnya Baek? Ampe datang seluruhnya buat ngelihat Baekhyun aja? 😂😂 Jangan baver nyong, lagian baver bukannya sejenis baper? /Ah? 😅/

    • Bisa jadi, siapa tau mereka ngefans bang baek yg udah insap nyabe di pengkolan depan rumah ane trus jadi dokter cinta,😂😂
      Sama aja neng,..😂😂🔫

    • Shae kalo lapar makan gih :v otak lu warasnya udah kendor noh 😂😂 perbaikin dulu, entar Chan makin botak gara-gara istrinya (busyet?) Sarap 😂😂. Bang Chan entar selingkuh sama gue/? 😆 /Dorr 🔫🔫 gue ditembak mati sama Sehun, wkwk/

    • Aih, emang blm makan sih, efeknya otak yg gesrek ini makin gesrek.😂
      Iya, ntar laki ane makin setres mikirin tingkah bininya yg otaknya gesrek mulu..😂😂 (?) Lah, sempet bang chan selingkuh ama ente ane embat tuh laki ente si bang cadel. Orang bang tiang setia sama ane. (?) (*ditembak mati sama readers yg lain..😂🔫)

  12. Wah makin seru aja thor..
    untung baek selamat ya dari amukan taeyong.
    Si baek dengan santai bilamg ke ten dia menyukai nya..hmm.. tar diadu ke taeyong perang besar2an nih..
    Mungkin untuk chapter jangan panjang2 thor..

    Next next!! Fighting

    • Baekhyun kan manly sekarang 😂 Ini worldwar kali ya 😂😂 Terimakasih sudah mampir dan kasih review 😘

    • Hahaha iya semenjak dimonster jadi manly lagi 😂 nah bener thor worldwar ke 3 mungkin 😂
      Iya thor 😆

  13. huaaaaa, baekbaek oppa …. untung aja selamat..
    duhh.. apa nih perasaan nayeon ke baekbaek, aku yakinnya sih nayeon masih bingung gituh.. hehe sok tempe yakkh akuhh /manggut-manggut/
    moga baekbaek jadian ama nayeon yakk… ehehehehhe
    next kak author nim, fighting^^

  14. wkwkwk… taeyong memang gila bingit. udah tau baekhyun dekat ama nayeon. ko malah dipukulin gitu. saingan sih saingan, tapi pintar juga lah buat strategi :v
    eh baekhyun mau nembak nayeon?! nayeon nggak bakal pingsan kan?
    aaa.. penasaran gimana mereka berusaha rebut hati nayeon 😄

    • Taeyong kan bejat tapi tamvan 😂 entar aku bilang sama Taeyong biar gak main kekerasan 😁 Nayeon pingsan gak ya?? Terimakasih sudah mampir 😘 ditunggu yaa 😉

  15. Kyaaa snengnya tebakan ku bner terus 🙂 Tuhh kan taeyong sma baekhyun oppa suka sma nayeon, tpi aku gx tau nayeonya bkal pilih siapa?
    Yeayy akhirnya nayeon mau sembuh jga dri phobia yg aneh itu..wkwkwk
    Waw waw waw sbentar lgi perang akan d mulai Baekhyun dengan Taeyong beserta sekutunya dan Nayeon dengan Juliet,kkk
    Tpi perang dunia yg kbrapa nih kak?..hahaha^^v
    Kyanya si juliet dendam sma nayeon karna julietnya suka sma baekhyun oppa kali ya??#cmannebakk 🙂
    Humm chapter?? Mungkin 9/10 ya kakk end nya itu si usul dri aku, klo yg lain mah gtau aku mah ngikut aja deh 🙂
    Maaf kakk mungkin coment aku terlalu banyak ya..hehehe^^v

    Next kakk aku pnasaran bangeetttttt loh sma klanjutanya 🙂
    Dtunggu loh kakk sangaatttt^^

    Hwaiting!! Hwaiting!! 🙂

    • Perang dunia kelima kali ya :v? Juliet dendam kenapa yo? 😁 Kayaknya aku bikin 10 chap aja kali ya 😉? Komen kamu nambah semangatnya aku loh 😘 Monggo ditahan rasa penasarannya ya 😂 Minggu depan chapter tubuhnya bakal lepas landas 😃 Terimakasih udah mampir plus ngasih review buat Shira 😍😍

    • Waw ke5 ya?..wkwkwk
      Kyanya sih kya gtu kakk juliet suka sma baekhyun oppa..haha
      Ok dtahan dlu smpe mnggu dpan aku tunggu kox kakk 🙂
      Ne cheonma eonni ^^

    • Semoga firasatnya benar, tapi jangan terlalu berharap sama firasatnya ntar akunya dikira seorang PHP 😂😂😂
      Gomawo 😆😗💕💕

    • Perang dunia kelima kali ya :v? Juliet dendam kenapa yo? 😁 Kayaknya aku bikin 10 chap aja kali ya 😉? Komen kamu nambah semangatnya aku loh 😘 Monggo ditahan rasa penasarannya ya 😂 Minggu depan chapter tujuhnya bakal lepas landas 😃 Terimakasih udah mampir plus ngasih review buat Shira 😍😍

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s