Cool Prince (chapter 8) |nea_sandya

bg-blue

Twitter : @nea_sandya

Ig           : nea9426

Hati2 typo bertebaran….. ^^

COOL PRINCE

 

CHAPTER 8

 

Author  : nea_sandya/ nea9426

Main cast  : Oh Sehun [EXO] | Park Nea Yeon [OC] | Kim Jong In(kai) [EXO]

Support Cast  : Kim Yoona (OC)

                 EXO OT12

                            Lee Hyejin (OC)

                        Jung Riri (OC)

                               Choi Siwon (Suju)

                                     Lee Donnghae (Suju)

                             Jung Soo Jng (fx)

Genre  : School life, romantic, comedy(maybe)

Rating  : PG 17

Leght  : CHAPTER

                                                                                 Please enjoy reading…

 

#Sehun POV

Sedari tadi keluar dari kelas aku merasa di awasi atau lebih tepatnya di ikuti. Kemungkinan besar paling sasaeng fans lagi. Aku heran kepada semua fans yang kadang suka mengikuti ku, seakan mereka tak pernah lelah mencurahkan waktunya untukku. Bahkan terkadang mencuri2 fotoku. Aku tak begitu suka dengan para fans ku karena sebagian besar hanya melihatku dari wajah saja, bukan karena apa adanya diriku. Baiklah apa aku harus menyalahkan kedua orang tuaku karena melahirkan ku dengan wajah yang begitu menawan di atas rata2? Eh?

“Oh Sehun!!”

 

 

#Chapter8

 

“Oh Sehun!!”

“Yakk Oh Sehunnnn!!”

Aku merasakan tepukan pada pundak kiriku. Aish anak ini memang benar-benar nekat. Sebenarnya tadi aku ingin pura-pura tidak dengar dan ingin langsung pulang. Tapi anak ini sangat mengganggu. Segera kulihat anak yang sedari tadi membututiku ini. Namun yang ku temukan di luar dugaan ku sama sekali. Ternyata apa yang aku temukan? Bukan hanya seorang anak tapi dua orang anak. Dan kau tahu yang lebih membuatku terkejut? Mereka adalah Hyejin dan Nea yeon, sungguh di luar dugaan bukan? Mau apa mereka? Sampai membuntutiku sampai kemari.

“Huft.. Waeyo?” Dengan muka datar, tanpa basa basi lagi aku tanya mereka.

“ Igo.” Hyejin menyerahkan kotak kado kecil kepadaku. Perhatianku kini tertuju pada kado yang diberikan Hyejin. Namun sebelum aku sempat mengkonfirmasi benda apa yang ada di tanganku ini, mereka sudah hilang meninggalkan ku dengan segala pertanyaan yang tak terjawab. Wow kecepatan melarikan diri mereka benar-benar patut untuk aku puji.

Untuk beberapa saat kupandangi kotak kecil dengan warna pink soft  yang tak lupa dililit pita merah.  Ya itulah warna khas kado dari perempuan bukan? Rasa penasaran menggerayang memenuhi pikiranku. Apalagi Hyejin yang memberikannya. Kiranya apakah gerangan isi dari kotak ini? Sudahlah sebaiknya aku buka di rumah saja.

 

#Nea yeon POV

Apa yang aku lakukan tadi sungguh gila. Padahal aku hanya mengantar tapi kenapa aku jadi merasa malu juga? Wajah ku juga terasa amat panas. Wooww. Bagaimana nanti kalau aku bertemu dengan Sehun di sekolah. Semoga dia tidak mengira yang aneh-aneh. Huft.

“ Kenapa kau masih saja melamun?”

“….”

“Yeonni!”

“PARK NEAYEON!!”

“Yakk! Kenapa kau meneriakkiku seperti itu. Bisa-bisa bukan hanya kepalaku yang pecah namun seluruh kaca toko ini juga akan bernasib sama.”

“hey! Aku sudah memanggilmu dengan manis nan lemah lembut tapi apa? Aku sedari tadi juga sudah mengajakmu bicara panjang kali lebar. Dan semua perkataanku tak ada satupun yang kau kau cerna!”

“ Benarkah? Memang tadi kau bicara apa Yonna?”

“ Sahabatku ini selain makannya banyak dan ceroboh sekarang di tambah kurang pendengaran ya? Sungguh terlalu. Ck”

Entah mengapa pikiranku sedang tidak berada dalam tempatnya. Sehingga semua omongan Yonna seperti air yang mengalir di air terjun niagara. Eh?

“ Apa kau masih memikirkan Riri ya?”

“anniyo..”

“ Atau jangan-jangan kau malah memikirkan Oh Sehun?”

“mwol? Apa tidak ada hal yang lebih gila yang bisa kau katakan Yonna ah?”

“hehe lantas apa yang kau pikirkan?”

“ah molla.”

“aish jinja. Ayo cepatlah mana yang kau pilih? Kita sudah terlalu lama memilih disini. Apa kau tidak lihat sedari tadi pramuniaganya memperhatikan kita terus?”

“hmmmm iya-iya sebentar, sepertinya kemarin waktu melewati toko ini aku melihat soft case EXO tapi kenapa sekarang sudah tidak ada?” Tanganku kini sibuk mencari-memilah-dan memilih di deretan softcase yang mungkin sudah bosan melihatku.

 

#Author POV

Tanpa mereka sadari sejak masuk ke toko seorang pria yang lebih tepatnya adalah pemilik toko, memperhatikan gerak-gerik mereka yang sedang sibuk memilih softcase. Bukan karena mereka aneh atau terlalu lama memilih, namun tersirat ada hal lain di pikirannya. Ya mungkin juga karena toko sedang lumayan sepi jadi dari pada melamun jadi dia memperhatikan mereka. Entahlah.

“hei! Siwon ah kau sedang melihat apa?” celetuk namja yang baru datang tanpa basa basi.

“bukan apa-apa..”

Tanpa di suruh iris matanya mengikuti arah pandangan temannya itu. Dan terlihatlah kedua perempuan sedang berdiri di depan rak softcase. Namun beberapa detik kemudian kedua perempuan itu malah berbalik dan berjalan mendekat.

“ Permisi apakah softcace exonya sudah tidak ada?”

“ Maaf kemarin softcase exonya memang laku keras jadi hanya dalam beberapa hari sudah habis terjual.”

“yahh jadi tidak akan ada stok yang seperti itu lagi?” sebelum si pemilik menjawab pertanyaan Nea yeon temannya yang tadi datang malah langsung menyela.

“ hei, Siwon ah. Bukannya kemungkinan ada stok lagi?”

Donghae memberikan kode kedipan mata pada Siwon. Tanpa harus menunggu lama Siwon langsung tahu apa yang berada di dalam otak Donghae.

“ hmmmm ya mungkin? Tapi aku tak bisa menjanjikannya.” Siwon menjawab pertanyaan Neayeon dengan nada aman.

“ Bagaimana kalau kau meninggalkan nomor handphonemu saja? Supaya nanti kalau ada stok baru yang datang langsung kami beritahu.” Donghae menawarkan solusi untuk Neayeon.

Siwon membelalakan matanya sampai hampir keluar. Dia tidak tahu harus berkata apa lagi. Ya, sekarang jelas sudah apa tujuan dari temannya yang bernama Donghae itu. Ia hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya atas kelakuan temannya itu. Dan benar adanya ujung-ujungnya Donghae berhasil meminta nomor Neayeon dengan alasan tadi. Padahal kami juga tahu pasti kalau softcase model itu tidak akan keluar lagi. Donghae pintar sekali memanfaatkan kesempatan dengan baik, memang gadis tadi lumayan manis walau penampilannya tomboy. Tapi bukankah gadis itu masih SMP? Gila! Sangat jauh di bandingkan kami yang sudah berkepala dua?

 

–o0o—

 

#Sehun POV

Tak pernah kuduga aku akan menerima hadiah seperti ini. Bukannya apa-apa aku hanya tidak ingin mengulangi kesalahanku dulu. Menerima salah satu hadiah akan menyebabkan situasi menjadi sangat sulit. Seperti dulu……

*Flash Back

Hari ini aku sangat senang sekali karena berhasil menang di perlombaan matematika SD tingkat daerah. Hatiku juga semakin senang mengingat peringkat kedua adalah Jung Soo Jung. Gadis yang selama ini selalu bersaing denganku. Namun bukannya benci karena dia sainganku, melainkan rasa senang yang sanagat sulit aku artikan. Selain pintar Soo Jung adalah anak yang cantik dan baik hati. Sudah berkali-kali kami berada di perlombaan yang sama. Dan hal itu membuatku semakin dekat dengannya apalagi sekolah kami yang bersebelahan. Mungkin terlihat sedikit aneh, karena ada dua sekolah dasar yang hanya berbataskan tembok.

Kamipun terkadang sering berbicara saat bertemu di perlombaan. Hubungan kami semakin dekat, hingga waktu masuk sekolah menengah pertama. Aku sering menyapanya saat bertemu di sekolah. Hal yang tidak pernah aku lkukan pada perempuan lain. Entah kenapa Soo Jung terlihat spesial di mataku. Seolah dia bersinar di antara kerumunan perempuan lain.

Hingga suatu hari hal yang sangat tidak aku inginkanpun terjadi. Waktu itu Soo Jung menyuruhku untuk menemuinya sepulang sekolah. Tak terkira bagaimana perasaanku karenanya. Seusai pelajaran berakhir tanpa butuh waktu lama akupun langsung menuju tempat yang Soo Jung janjikan.

Ditemani dedaunan kering dan udara yang cukup dingin kutunggu sosok Soo Jung yang tak kunjung datang. Aku mulai gelisah, apakah aku datang terlalau cepat atau mungkin aku salah tempat? Udaranya juga semakin dingin saja. Kumasukkan tanganku ke dalam saku jas demi menghindari udara dingin.

Beberapa menit kemudian muncullah sosok yang sangat aku tunggu. Namun tanpa aku duga dia datang bersama seseorang yang kukenal sebagai teman Soo Jung. Belum habis rasa terkejutku temannya langsung maju kehadapanku dengan menyodorkan kotak yang ada di bawanya.

“ Terimalah. Semoga kau suka. Su-su-dah lama aku menyukaimu.”

DEG!!

Apa-apaan ini? Soo Jung menyuruhku datang hanya untuk ini? Sungguh gila. Bahkan aku menunggunya sampai kedinginan. Rasa marah dan kecewa yang kurasakan sudah tidak terbendung lagi. Segera kutinggalkan mereka berdua tanpa sepatah katapun. Namun gengaman tangan Soo Jung menghalangi langkahku. Aku tersentak dengan perlakuan Soo Jung. Terlebih tangan Soo Jung terasa sangat dingin.

Sorot matanya seakan mengatakan agar aku jangan pergi namun jika melihat lebih kedalam lagi tersirat rasa sakit yang amat menyedihkan. Aku terdiam, terpaku seakan ikut merasakan rasa sakit itu. Hatiku bergelut. Sekarang apa yang sebaiknya aku lakukan? Haruskah aku melakukan apa yang Soo Jung inginkan. Atau pergi saja meninggalkan mereka.

Perlahan kulepaskan genggaman tangan Soo Jung.

“Maaf.” Hanya itulah kata yang keluar dari mulutku sebebum aku benar-benar meninggalkan mereka.

Sejak hari itu hubunganku dengan Soo Jung semakin renggang, akupun jarang menyapanya. Bagaimana aku bisa menyapanya? Sementara temannya selalu menempel padanya. Itulah awalnya aku tidak menerima hadiah dari perempuan. Aku tidak mau ada yang tersakiti lagi. Biarlah aku dikata sombong atau apapun.

*Flashback end

Kuhela nafasku untuk mengurangi beban pikiran masa laluku. Kupijat perlahan pelipisku. Ingatan itu. Aku merasa bodoh. Melakukan hal yang sama lagi seperti dulu. Aku sangat membenci perempuan itu! Bagaimana tidak setelah aku buka hadiah dari Hyejin ternyata didalamnya adalah hadiah dari orang yang sama seperti dulu. Ya dialah Jung Riri.

Orang yang sangat aku tidak suka. Penyebab dari rusaknya hubunganku dengan Soo Jung. Sekarang apa? Dia memperalat temanku lagi! Sungguh Licik. Benar-benar tak tahu malu. Selain itu tingkahnya juga sangat tidak aku suka, dia selalu terlihat menggoda semua laki-laki terlebih di hadapanku. Seperti cacing kepanasan. Aku sudah muak dengan segala tingkahnya yang tidak pernah berubah. Kalau saja dia bukan teman Soo Jung mungkin sudah aku beri pelajaran supaya menjauh dari kehidupanku.

 

Keesokan harinya….

Suasana yang semakin dingin pagi hari ini. Terlebih hatiku ikut menjadi dingin. Kalau bukan karena ibu menyuruhku pergi membeli tisu toilet pasti seratus persen aku tidak akan keluar rumah. Apalagi di hari libur yang dingin seperti ini.

Demi menghilangkan rasa bosan, kuedarkan pandanganku pada dedaunan warna warni yang berserakan di jalanan. Terlihat sangat cantik. Baiklah setidaknya hal ini bisa memberiku energi positif. Ternyata ada juga beberapa orang yang sedang mengabadikan moment ini dengan kamera handphone mereka. Kalau di perhatikan lagi, hari ini memang cuacanya bagus. Walau udaranya cukup menusuk.

Seusai membeli tisu toilet kupustuskan untuk duduk sebentar di taman. Sejenak menikmati pemandangan indah ditemani tisu toilet dan sekaleng kopi panas boleh juga.

“Ayo cepatlah Ne chan. Hahaha”

“Nami chan jangan berjalan jauh-jauh. Tunggu ne chan.”

“Lihatlah daun-daun ini sangat indah Ne chan.”

Sayup-sayup terdengar suara perempuan dan anak kecil mulai mendekat ke arahku. Sekilas aku tidak terlalu memperhatikan gerak gerik mereka. Namun lama kelamaan sepertinya aku menenal sosok yang sedang bermain dengan anak kecil itu. Kutajamkan pandangan mataku mencoba menangkap obyek lebih jelas. Dan benar dia memang orang yang aku kenal. Perempuan itu Park Neayeon.

Ya karena sebenarnya rumah kami tidak terlalu jauh. Jadi banyak kemungkinan kami bisa bertemu secara tidak sengaja seperti sekarang. Diam-diam kini kuperhatikan Neayeon yang sedang bermain dengan anak kecil itu. Apakah anak kecil itu adiknya? Terlihat tidak begitu mirip tapi sangat akrab bermainnya.

Mereka tertawa dan saling mengejar satu sama lain. Terkadang Neayeon menaburkan dedaunan kering ke anak kecil itu. Sungguh menyenangkan melihat tingkah mereka. Ternyata di balik sifat tomboynya Neayeon sangat perhatian dan lembut ketika bersama adiknya.  Sifat yang tidak pernah aku lihat di sekolah.

Tak terasa seulas senyum menghiasi wajahku. Aku sangat terhibur dengan kehadiran mereka. Entah sudah berapa lama aku memperhatikan mereka. Eh tunggu. Sekarang aku tersadar sudah jam berapa ini? Gawat! Ibu pasti sudah menunggu lama. Segera kubawa kantong tisu beserta kaleng kopi yang sudah tak terisi lagi dan melangkah pergi.

 

 

=> nea9426

Haduhhh sebelum nea selaku author cuap-cuap bahas chapter 8, pertama-tama nea akan minta maaf yang sebesar-besarnya pada para readers karena ff ini sudah lama terbengkalai satu bulan lebih. Timpukin author!! #plak

Karena berbagai alasan ini itu dan anu makanya ini ff terdelay begitu lama. Kepengennya sih bisa ngepost setiap minggu tapi bagaimana ya? Manusia hanya bisa merencanakan. Selanjutnya Allah yang ngatur. Hehe

Semoga para readers pada bisa maklumi dan tetap setia di sisi author. #cieilahh

Okey sekarang tentang chapter8 disini makin banyak support cast yang nea sendiri binggung kok bisa nambahin begitu banyak bumbu penyedap rasa. :V (kan ceritanya sebagai ganti sudah hiatus satu bulan gitu. Haha) semoga kalian suka dan tidak bingung dengan jalan ceritanya ya?

Dan di chapter ini tidak ada Kai, soalnya Kai sedang aku suruh liburan dulu. Katanya dia lagi capek nggak mau godain Neayeon. Haha

Ya sudah ya nanti wordsnya jadi tambah banyak gegara cuap-cuap nea yang mungkin juga bisa menambah waktu kalian membaca ff ini. Hehe

Jangan lupa setia tunggu FF ini ya? Dan yang utama L+C+R nya!!! Biar nea nggak delay-delay lagi. 😀

11 tanggapan untuk “Cool Prince (chapter 8) |nea_sandya”

    1. Nah itu dia yang nea bingung? Sebenernya tuh Sehun suka yang mana?

      Nea: Ayooo jawab!!! (*seret Sehun dan paksa buat jawab)

      Sehun: pasrah di seret author

      Nea : Jangan bilang Sehun suka sama Kai.. nah loh? hahaha #plak

      Sehun : (*diam degan muka cengo)

      😀

  1. Duh aku kaget pas ada Siwon ama Donghae :v bukannya mereka wamil malah muncul disini :v Malah Kai yg liburan *disuruh author katanya :v
    Btw next thor^^

    1. kerenkan?? Mereka khusus spesial nea panggil langsung dari asrama wamilnya buat ngisi FF ini lohhhh :V

      hohoho ceritanya tidak ada anak.. bapaknya pun boleh banget lahhh.. (*kai–>donghae*) 😀

  2. Yeeyy hadir lg deh nih ff wkwk lama amat author.. Aku nyampe lupa” ingat tau baca nya :v

    okelah tetep seru kok 😉
    lanjuutttt author ..

  3. Haaiii kakk 🙂
    Salam kenall^^

    Maaf ya aku baru coment di chap skarang coz tdi bcanya ngebutt..hehe^^v
    Aku suka bangett loh crita yg kakk buat 🙂
    Wah wah kliatanya sehun dah mulai suka sma nayeon nih tpi blum dia sadari..kkk

    Ya kakk knapa kai oppanya di suruh liburan sih kurang rame jdinya^^v
    Kan gx ada yg godain nayeon..kkk
    Eitss.. capek nggak mau godain Neayeon katanya?,wkwkwk Kai oppa puasa dulu kali ya kakk godain nayeonya..hahaha
    Tambahanya Ada siwon sama donghae oppa ya 🙂

    Next kakk
    Dtunggu klanjutanya ya kakk
    Hwaiting!!! 🙂

    1. hai juga adek….
      salam kenal juga 😀

      aduhh gpp dek..
      jadi ceritanya readers baru nih??
      asyikkk!!! 😀

      biasa nih sehun suka jual mahal. maklum titlenya kan Cool Prince. jadi harus di dorong ke jurang dulu biar sadar. nah loh? :V

      begitulah, kan ceritanya puasa para setan dan pengganggu nggak bole keluar dulu. (terus kai itu sejenis setan kak?) bukan dia cuma monster #plak digampar fans Kai :V

      iya kedepannya mungkin akan ada banyak sekali bumbu penyedap rasanya. tapi hanya keluar di beberapa chapter doank nggak di setiap chapter sampai end kok.

      okey sangkyu!! syudah comment begini panjang dan nea juga bales dengan yang panjang2. haha

      jadi tambah semangat nulis! 😀

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s