Rooftop Romance (Chapter 4) – Shaekiran

 

Rooftop Romance

Rooftop Romance

By: Shaekiran

Main Cast

Wendy Son (RV), Chanyeol, Sehun (EXO)

Other Cast

Baekhyun (EXO), Kim Saeron, Irene, Joy, Seulgi (RV), Taeil (NCT), Kyuhyun (SJ), Taeyeon (SNSD), Sulli (Ex- F(X))

Genres

Romance? Family? Frienship? AU?

Length Chapter | Rating PG-15

Disclaimer

Idenya cerita ini murni datang dari otak author yang otaknya rada senglek banyak (?). Maaf untuk idenya yang mungkin pasaran dan cast yang itu-itu aja. Nama cast disini hanya minjam dari nama-nama member boy band dan girl band korea.Ff ini juga dipost di wp pribadi aku (shaekiran.wordpress.com). Happy reading!

Previous Chapter

Teaser 1 | Teaser 2 | Teaser 3 | Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | [NOW] Chapter 4 |

“Sekarang jawab, kau mau jadi pacarku atau aku akan lompat dari atap ini!”

-Chapter 04-

 

“Seulgi-ah, berapa orang namja bernama Oh Sehun di sekolah ini?”

Ya, apa maksudmu? Tentu saja hanya ada satu namja bernama Oh Sehun di sekolah ini”

 

Author POV

 

“ Hei kau! Apa kau yang bernama Son Wendy?”

 

Seorang namja berkulit seputih susu bertanya dengan nada menyelidik ke arah yeoja yang sekarang suskses terdiam mematung. Namja bermarga Oh itu bahkan bisa melihat bulir demi bulir keringat jatuh menetes dari pelipis Seunghwan yang seperti baru dihukum berlari 5 kali keliling lapangan sepakbola karena ketauan membolos di jam pelajaran, padahal nyatanya yeoja itu hanya duduk diam di kelas sedari tadi.

“Kau Son Wendy kan?”

Sehun kini kembali bertanya sambil menunjuk ke arah yeoja bermarga Son itu, membuat tetesan air bernama keringat semakin turun dari keningnya.

“Kau bicara denganku?”

Wendy mulai memainkan sandiwaranya. Dia sangat berharap aktingnya ini mumpuni dan mampu mengelabui namja yang notabene calon tunangannya itu.

“Tentu saja aku bicara padamu. Memangnya siapa lagi orang yang bermarga Son di kelas ini selain kau Wendy?”

Yeoja bernama asli Wendy itu mulai menggaruk-garuk tengkuknya. Reflek saja tangan kanan yeoja itu menggaruk bagian yang sebenarnya sama sekali tidak gatal itu.

“Hmmm, ……”

Wendy bergumam, takut bicara lebih akan membuatnya semakin mati kutu.

“Hmmm apa?”

Kini Sehun kembali bertanya sambil melihat Wendy dari ujung kepalanya sampai ujung sepatu hitam bertali yang sedang gadis itu pakai.

“Kalian bicara apa sih? Ya! Sehunniee. Kau sedang mengantuk ya? Dia ini Son Seunghwan, dari Busan. Mana punya dia nama barat Wendy seperti yang kau bilang,eoh? Kau mengingau karena kebanyakan minum es teh manis di kantin ya?”

Sooyoung yang merasa geram dengan percakapan kedua teman sekelasnya itu berusaha menengahi. Yeoja berperawak cukup tinggi untuk ukuran yeoja seumurannya itu kemudian memperhatikan Seunghwan, seperti meminta penjelasan pada yeoja itu tanpa peduli mata elang Sehun yang sudah menatapnya tajam sedari tadi.

“Iii…iya….namaku Seunghwan, bukan Wendy. Aaa..Aku tidak punya nama luar.”

Wendy melanjutkan kebohongannya dengan tergagap. Kalian tau apa yang dia rasakan sekarang? Tentu saja perasaan merasa beruntung. Beruntung karena ada Sooyoung yang notabene sering asal ceplas-ceplos itu membantunya bicara yang sebenarnya sudah mati kutu sedari tadi.

 

-Sehun POV-

 

“Iii…iya….namaku Seunghwan, bukan Wendy. Aaa..Aku tidak punya nama luar.”

Aku sama sekali tidak percaya dengan ucapan gagap yeoja di depanku ini. Nampak gadis itu kini berdiri gelisah dan bola matanya bergerak-gerak liar seperti berusaha tidak bertatapan mata langsung denganku. Takutkah? Tapi dia bilang dia bukan Wendy yang dimaksud appa, jadi siapa calon tunanganku itu?

“Kalau begitu aku pergi dulu Sehun-ssi, Sooyoung-ah. Aku mau ke perpus sebentar, ada buku yang ingin ku pinjam.”

Yeoja itu pergi begitu saja tanpa menunggu jawabanku ataupun Sooyoung yang sudah seenaknya ikut campur dalam pembicaraan kami. Dia benar-benar tidak sopan sama sekali. Tapi sikapnya itu, benar-benar seperti ketakutan. Aku harus mencari tau lebih. Aku yakin dia pasti ada hubungannya dengan perjodohan ini.

”Wendy-ssi.”

Gadis itu terus saja berjalan tanpa menghiraukan panggilanku. Jadi dia benar-benar bukan Wendy yang kucari?

“Seunghwan-ssi?”

Kali ini yeoja itu berbalik dan langsung menatapku, masih dengan keringatyang sesekali menetes. Aku heran, apa Seoul sepanas itu?

“Hati-hati Seunghwan-ssi,  jangan sampai terpeleset karena lantai perpus baru saja di Pel tadi.”

Aku menunjuk lantai yang sedang dia injak di dekat pintu kelas. Yeoja itu hanya mengangguk singkat, menunduk dan pergi ntah kemana. Bisa ku dengar langkahnya yang seperti berlari. Aku jadi bertanya-tanya sendiri. Sebegitu menakutkannya kah aku?

 

-Wendy POV-

 

“Hati-hati Seunghwan-ssi,  jangan sampai terpeleset karena lantai perpus baru saja di Pel tadi.”

Berhenti bicara bodoh! Ah, keringat ini juga tidak mau diajak kerja sama. Ku anggukkan kepalaku singkat dan langsung berlari saja keluar kelas. Sial, bagaimana dia bisa mengira bahwa aku adalah Wendy? Memang sih aku Son Wendy seperti yang dia maksud, tapi tunggu. Disini kan aku memakai nama Koreaku, jadi bagaimana bisa namja itu tau kalau aku adalah Son Wendy? Untung saja otakku masih bisa bekerja tadi.

BRUGHHH!!!

“Ah, Ceosongheyo…”

Bisa ku dengar suara seorang yeoja yang baru saja menabrakku meminta maaf sambil memungut bukunya yang terjatuh. Aneh sekali, kenapa dia yang minta maaf padahal aku yang baru saja menabraknya?

Anniyo Sunbae-nim. Aku yang salah. Ceosongheyo…”

Aku balas minta maaf pada yeoja cantik yang baru saja ku tabrak ini sambil membantunya memungut buku-bukunya yang berjatuhan. Sunbae? Jangan bodoh, aku bisa melihat garis 2 di dasi yang dia pakai, otomatis yeoja bersurai kecoklatan ini adalah sunbae-ku.

“Ah, arasseo. Aku pergi dulu.”

Yeoja itu pun pamit setelah aku memberikan beberapa buku yang baru saja ku pungut. Tidak lupa dia menyuggingkan senyum manis yang benar-benar manis. Cantik sekali.

Sepeninggal Sunbae bernama Kim Saeron itu yang tentunya ku tau setelah membaca name tagnya, aku baru sadar tujuanku yang sebenarnya. Perpus. Ah, jangan bilang aku tiba-tiba amnesia karena baru saja bertabrakan dengan orang. Pabo Wendy!

Akhirnya sampai juga aku di perpustakaan. Beruntung! Buku fiksi yang sudah ku incar dari kemarin itu sudah bertengger kembali di tempatnya. Kalian tau, semalam saat pertama kali aku menginjakkan kakiku di sekolah dan perpustakaan ini, aku melihat buku fiksi yang sangat menarik dan ingin meminjamnya. Dan kalian tau apa kata eonni penjaga perpustakaan? Dia bilang buku itu sudah di booking. Ah, aku kesal sekali. Tapi cepat juga orang yang kemarin mem-booking buku ini mengembalikannya. Baguslah, jadi aku bisa cepat-cepat membaca buku itu.

Eonni, aku pinjam buku ini.”

Aku berucap sambil menyerahkan kartu pelajarku pada eonni penjaga perpustakaan bernama Seohyun yang kemarin melarangku meminjam buku. Yeoja itu langsung mengambil kartu pelajarku dan mengetik sesuatu di monitor komputer di depannya.

“Kau harus memulangkannya paling lama minggu depan, atau buku ini kena denda. Arasseo?”

Yeoja penjaga perpustakaan itu berucap sambil mengembalikan kartu pelajarku. Aku hanya mengangguk mengerti dan langsung pergi dari ruangan itu.

Noona, seperti biasa. Arasseo? Aku pergi dulu. “

Bisa ku dengar suara bass khas lelaki berucap saat aku hampir sampai di pintu keluar. Masa bodohlah. Ku bolak-balik sedikit buku yang baru saja ku pinjam. Isinya ternyata menarik seperti dugaanku.

“Jangan menghalangi jalan nona.”

Aku menaikkan kepalaku dari keasyikan membolak-balik buku fiksi di tanganku. Park Chanyeol?

Tanpa menunggu jawabanku, namja yang kemarin ku lempar dengan ramen itu langsung berlalu begitu saja. Aku rasa dia masih marah padaku. Wajar saja sih, aku sudah salah paham dan bahkan melemparinya.

Tunggu, dia naik ke atap? Bisa ku lihat namja bermanik gelap itu berbelok ke kanan dan tentu saja aku bisa membaca tulisan bahasa inggris yang berarti tangga di dinding itu. Ini bagus. Aku bisa memintanya menjadi pacarku, bukan …tapi pacar bohonganku dan aku akan terbebas dari aksi perjodohan yang disiapkan appa. Good idea Wendy.

Gwenchana? Yeoboseyo? Gwenchana? Ceosongheyo Kyungsoo-ssi. Aku benar-benar minta maaf. Aku tidak bermaksud. Ne? Yeoboseyo? Kyungsoo, apa kau mendengarku? Yeob…”

Tunggu, dia sedang bicara dengan siapa? Kenapa panik begitu? Bisa ku lihat namja tinggi itu terlihat khawatir, atau lebih mirip ketakutan? Kenapa ekspresinya sampai segitunya?

“Anu..Chanyeol sunbae..”

Aku mengeluarkan suaraku pelan, sedikit memberi tau kalau sekarang namja yang sedang berjongkok dengan handphone tergeletak begitu saja di lantai itu sedang tidak sendirian di atap. Dia mengalihkan pandangannya yang sedari tadi tertutupi oleh kedua telapak tangannya ke arahku. Matanya. Ah, aku baru sadar kalau matanya benar-benar tajam.

“Kenapa kau bisa ada di sini nona penyewa?”

Dia bertanya dengan nada tidak suka kepadaku. Sepertinya mood-nya sedang tidak baik sekarang. Aku memberanikan diri melangkahkan kedua tungkaiku mendekatinya yang kini sudah berada dalam posisi berdiri.

“Itu…aku punya sebuah permintaan. Bisa kau mengabulkannya sunbae?”

Aku memberanikan diri. Terserah mood-nya sedang buruk atau apa. Yang pasti dia harus mengabulkan permintaanku ini.

“Aku tidak mau. Pergi sana!”

Dia berteriak padaku sambil menunjuk ke arah tangga. Ah, dia mengusirku rupanya. Sialan. Kalau saja aku sedang tidak butuh bantuannya, aku sih rela-rela saja membuka sepatuku dan melemparnya seperti kemarin-kemarin.

“Tapi kau bahkan belum mendengar permintaanku.”

Ingin rasanya ku ucapkan kalimat itu dengan nada tinggi , tapi aku sadar kalau aku harus melunak. Harus Wendy, kau butuh bantuan namja menyebalkan ini.

“Aku tidak mau!”

Lagi-lagi dia berkata dengan nada marah. Sekarang bisa ku lihat dia berjalan ke arahku. Tapi, ah..padahal ku kira dia mau menghampiriku, ternyata dia hanya melewatiku dan langsung berjalan menuju tangga turun.

“Jadilah pacarku!”

Reflek ku tahan pergelangan tangan namja menyebalkan itu. Dia menghentikan langkahnya dan langsung menatapku dengan wajah marahnya yang kini ditambah mata kebingungan. Aku yakin, dia pasti menganggapku sinting sekarang.

 

-Chanyeol POV-

 

“Jadilah pacarku!”

Bisa ku rasakan pergelangan tanganku yang ditarik yeoja sinting yang kemarin melempariku dengan ramen karena salah paham. Otomatis aku menghentikan langkahku dan langsung menatapnya heran. Sepertinya yeoja satu ini benar-benar tidak waras.

“Apa katamu?”

Aku bertanya lagi, sekedar mengecek kalau pendengaranku sedang tidak bermasalah.

“Jadilah pacarku sunbae..”

Bisa ku lihat yeoja bernama Son Seunhwan itu menatapku dengan penuh harap sekarang. Dia tetap memegangi tanganku dengan erat. Apa dia takut aku kabur? Dasar tidak waras. Padahal kemarin dia melemparku dengan sangat keras.

“Apa kau gila? Kita bahkan baru bertemu selama 2 hari nona.”

Aku melepaskan tanganku dengan paksa dan langsung memelototinya dengan mata mengintimidasi. Dia menundukkan kepalanya. Jangan bilang yeoja ini menangis. Aku paling benci air mata dari seorang yeoja cengeng.

“Aku tau aku gila dan kita bahkan baru bertemu selama 2 hari. Tapi tolong, jadilah pacarku Chanyeol sunbae..”

Dia memegangi tangan kananku dengan kedua tangannya lagi, seperti meminta permohonan pada dewa saja. Aku menatapnya dari atas ke bawah. Aku jadi khawatir kalau gadis ini benar-benar gila seperti spekulasiku selama ini. Sepertinya aku harus menghubungi setiap rumah sakit jiwa di Seoul, atau paling tidak di seluruh Korea. Siapa tau ada pasiennya yang lepas dan alasan masalah kejiwaannya adalah karena ditolak cintanya oleh namja yang dia sukai. Mcmc..

Andwae! Aku tidak mau.”

Aku menolaknya dengan tegas dan bahkan melepas tangannya dengan paksa. Untung saja yeoja ini tidak jatuh karena kau melepaskan tangannya dengan keras. Langsung saja ku tinggalkan dia dan berusaha berjalan secepat mungkin turun dari atap sekolah yang berisi yeoja sinting ini.

“Ku mohon. Tolong aku Chanyeol sunbae..”

Sekarang tidak hanya tanganku, tapi juga kakiku? Bagaimana bisa seorang yeoja berlutut sambil memegangi kaki namja? Dasar sinting!

“Sudah ku bilang aku tidak mau Seunghwan-ssi!”

Aku berteriak cukup keras dan aku yakin yeoja sinting ini bisa mendengarnya dengan sangat-sangat jelas. Dia tidak bereaksi. Dia menatapku nanar. Kali ini mata memelasnya berubah menjadi mata seperti ingin memakanku hidup-hidup saja. Lepas dari sorot matanya yang berubah 360 derajat itu, akhirnya yeoja satu ini berdiri dan melepaskan kakiku. Syukurlah. Warasnya yeoja ini kembali rupanya.

“Sekarang jawab, kau mau jadi pacarku atau aku akan lompat dari atap ini!”

Kali ini dia berteriak dan langsung berlari ke arah ujung atap sekolah. Aku menatapnya yang sedang mengambil ancang-ancang melompat itu dengan tatapan tidak percaya. Sekarang aku bisa mengambil kesimpulan. Ternyata kewarasan yeoja itu tidak kembali sama sekali, bahkan tingkat kewarasan yeoja sinting ini semakin turun dari batas rata-rata kewarasan manusia normal. Dasar gila!!

 

-To Be Continued-

36 thoughts on “Rooftop Romance (Chapter 4) – Shaekiran

  1. Ping-balik: Rooftop Romance (Chapter 14) – Shaekiran | EXO FanFiction Indonesia

  2. Aih si cunyul… jangan gitu nyul karma masih berlaku. Sekarang sih ia nganggep wendy gila, besok kamu yang tergila gila ama wendy baru tau rasa
    Keep writing and fighting

    • itu bahasanya eki ngatain orang miring alias kurang waras chingu :V /plakk/
      koplak kan? wkwkw, awas beneran dikira warasnya turun dari batas normal lo sama yg ngeliat /plakkk/😄
      Thanks for reading, cintakuh padamuh❤

  3. Jadi sehun belum tau wajahnya wendy ya, gimna sih tunangan tapi gak pada tau wajah masing2 minimal ckckckkc

    Ah bener wendy tingkat kewarasannya dibawah normal
    Wkwkwkkw

    • Iya, sia” tunangan tapi gak kenal wajah, wkwkwk..😂😂 abis dijodohin ortu sih chingu, jadinya yah macem wendy sehun.. 😂😂
      Iya, Wendy itu warasnya dibawah rata”, 😂
      Thanks for reading chingu, baca next chap yaw…😉😉😊

  4. Hwaaa kakk aku telat bcanya..huhu😦
    Itu wendy kok maksa bnget ya kakk?

    Knapa gx sma sehun oppa aja sie kan sehun oppa jga tampan..kkk^^

    Kakk aku izin bca chap 5nya ya🙂

    • Aduh, gpp kog telat bacanya. Yg penting tetep nyempetin buat baca ff abal” ini.😊😉
      Itu maksa” terus wendy-nya, iya, sehun kan juga ganteng. Masalahnya wendy mau berontak sama bapaknya, jadi dia nyari orang sesuai persyaratan dan terbitlah chanyeol ke permukaan (?)😂
      Monggo dibaca chap 5nya..😉😊
      Thanks for reading..😉

    • Duh, Wendy maksa mulu nih..😂😂
      Gak mau nurut sama appanya dia, berontak gitu chingu..😂😂
      Thanks for reading. Tunggu next chap ya, jangan bosan sama ff absurd ini.😉😁

  5. Kenapa kau berbohong wahai kawan, ingat berbohong itu dosa kawan /apa ini, tolong abaikan/
    Kenapa kgk jujur aja seh, kan Sehun ganteng ugha
    Si Wendy pake acara ngancem segala 😑😑
    Ditunggu nextnya qaqa/?

    • wkwkw…ceritanya si Wendy gak mau jujur trus gak mau dijodohin sama Sehun karena dia gak mau nurut perkataan bokapnya, yah..macem membrontak gitu chingu..:)
      ngancem biar mau bang Yeolnya, xixxixi..:D
      tunggu next chap ya. minggu depan kembali seperti biasanya, 2 chap per minggu.🙂
      thanks for reading chingu.🙂😀

  6. duh.. yeoli oppa akhirnya nerima gak yahh..
    kayaknya sih nerima deh.. hehe /aduh kayaknya bukan wendy yang gila/
    kalo gak diterima… masa pemeran utama mati, kan galucu.. hehe^^

    next kak author^^
    fighting**

    • Wkwkwk, tapi ini bukan sinetron indonesia lo yg pemeran utama mati bisa hidup lagi..😂😂
      Makanya tunggu chap selanjutnya biar ngeliat bang Yeol nerima Wendy atau nggak..(*ceknya lagi promosi..😂😂)
      Emang bukan wendy yg gila, tapi authornya yg shaeki ini yg sengklek otaknya.😂😂
      Tunggu next chap ya, thanks for reading.😄

  7. Mbak wendy mbok ya jujur aja gitu sama mas cahyo. Kenapa ndadak minta mas cahyo jadi pacarmyaa. Biar lega jugaa. Lagian kenapa juga gamau di jodohin sama sehun? Kan sesama golongan bgst kan ganteng mestiii. Kalo mbak wendy gamau sini lah sehun buat aku aja hahahahah.
    Lanjut ya thor yaaaa. Ditunggu kelanjutannya dan semoga kebih panjang dari iniii huehehehe.
    Hwaiting!!
    -XOXO-

    • Wendy nya ogah nurutin permintaan bokapnya wahai readers..😂😂
      Jujur gimana nih maksudnya sama bang Yeol?😄
      Tunggu next chap ya.😄
      Nanti dipanjangin lagi deh..😁
      Thanks for reading..😄

  8. Anu Chanyeol-ssi yang gila bukan Wendynya tapi Authornya 😂 /plak/ dan mbak Wendy ancamannya parah sekale 😂 kenapa gak sekalian loncat dari tugu Monas aja mbak? /Apasih?/ Next dong Shaeki 😂 , dan kurang panjang nih 😆 tolong dipanjangin lagi yaa ☺

    • Njaii, 😂
      Tapi bener jugak sih shira, yg sengklek alias gila itu bukan wendy, tapi authornya yg shaeki ini..😂🔫
      Wendy gak loncat dari monas karena monas itu gak ada di koriya neng, masa dia udah ngancem tapi mesen tiket dulu ke ina, kan gak lucu deng..😂😂
      Ntar deh dipanjangin lagi garem..😂😄😜
      Thanks for reading..😁😄

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s