[EXOFFI FREELANCE] You Are: CheosSarang (First Love)! (Chapter 2)

You Are CheosSarang (First Love)!.jpg

Title/judul fanfic: “You Are: CheosSarang (First Love)!” [Chapter 2]

Author: TACHAN

Length: Chaptered

Genre: Drama, Romance

Rating: PG-13

Main Cast:

  • Lee Hyunee [OC]
  • Park Chanyeol
  • Kim Jongin (Kai)
  • Jung Eunbi (Eunha)
  • Im Nayeon

Additional Cast:

  • Oh Sehun
  • Byun Baekhyun

Disclaimer: FAN FICTION INI MURNI HASIL PEMIKIRAN TACHAN SELAKU AUTHOR DAN MERUPAKAN CERITA FIKSI. JIKA ADA KESAMAAN DENGAN PENGALAMAN DUNIA NYATA, MOHON DIMAAFKAN. PARA CASTS MERUPAKAN MILIK TUHAN, KELUARGA, DAN AGENSI MEREKA MASING—MASING. DIMOHON DILARANG MEMPOSTING ULANG ATAUPUN MENJIPLAK CERITA INI TANPA IJIN DARI TACHAN.

Happy Reading~

LEE HYUNEE P.O.V

Aku mengecek semua peralatan kameraku, seperti lensa, tripod, dan lainnya. Aku mengecek jam tanganku. Waktu sudah menunjukan pukul 12 siang lebih 30 menit. Aku bergegas membawa semua peralatanku menuju ruang klub musik.

“Ah, ya, ini dia,” Aku pun segera membuka pintu kaca dihadapanku. “Permisi,”

Hanya ada seseorang didalam sana, duduk di hadapan sebuah piano klasik warna hitam. Mendengar suaraku, orang itupun menoleh.

DEG! Seketika sekujur tubuhku serasa membeku. Jika ini hanyalah mimpi, kumohon jangan bangunkan aku sekarang.

Dia berdiri dan mendekat kepadaku.

“Ah, kau yeoja yang kemarin itu… aku benar-benar minta maaf telah menabrakmu,” ia tersenyum. “Namaku Park Chanyeol, mahasiswa teknik tingkat atas,”

Aku masih terdiam dan menari-nari dalam pikiranku sendiri.

Hello? Gwaenchana yo?” ia melambai-lambaikan tangannya di depan wajahku.

“Ah… a.. aku tidak apa-apa… Na.. namaku Lee Hyunee, mahasiswi teknik tingkat pertama,” aku merasa canggung berbicara dengannya.

Kemudian, dia melirik barang-barang yang kubawa.

“Ada apa kau kemari dengan membawa semua peralatan itu?” Tanya nya.

“Hmm.. Sun.. Sunbae, aku ditugaskan kemari untuk mengambil foto member klub musik yang akan diwawancarai untuk keperluan majalah kampus,”

“Oh… Jadi, kau fotografernya? Kau yang akan memfotoku?”

Ja..Jadi? Dia…

“Ja.. Jadi, kau yang akan aku foto, Sunbae?”

Namja di hadapanku itu mengangguk mantap. Lalu, ia meraih tas perlekapan kameraku. Kini, ditangannya menyisakan sebuah tripod.

“Aku tahu ini semua pasti berat sekali. Kau persiapkan saja tripod dan lainnya,” ia meletakkannya di sebuah sofa dan ia berjalan menuju cermin di ruangan itu. Ia membenarkan rambutnya yang ia tata ke atas. “Apakah rambutku ini sudah rapi? Atau haruskah aku tambahkan gel rambut lagi?”

Aku pun yang sedang mempersiapkan untuk pemotretan akhirnya menoleh. Ia menghampiriku dan sedikit menunduk mendekatkan wajahnya didepanku.

“Bagaimana?” tanyanya lagi.

DEG! ‘Astaga… aku tidak bisa mengendalikan diriku. Ini terlalu dekat,’ pikirku.

“Ti.. tidak perlu, Chanyeol sunbae. I..I.. Itu sudah tampak bagus,” jawabku gugup.

“Kenapa kau gugup begitu? Ah, wajahku terlalu dekat ya? Mian,” ia memberikan senyumnya yang menawan itu lagi.

Aku berusaha tersenyum dan kembali bersiap-siap. Tak membutuhkan waktu lama, aku sudah selesai mempersiapkan semuanya. Ya, karena sebenarnya peralatannya tidak sebanyak dengan yang biasa digunakan untuk foto studio. Kemudian, aku berjalan mendakati Chanyeol sunbae yang sedang duduk di sofa sambil membaca sebuah majalah tentang musik. 15 menit lagi pukul 01.00 pm, namun Nayeon sunbae belum datang. Aku ingin duduk di sofa tapi aku merasa ragu.

“Duduk saja disebelahku,” ia seperti mengetahui isi pikiranku. Segera saja aku duduk disebelahnya.

Sejenak hening. Ia masih terpaku dengan majalah musik itu. Tiba-tiba aku teringat Eunha yang berjanji untuk menemaniku. Tanganku merogoh saku celana dan mengeluarkan handphone-ku dari sana. Aku mengirim pesan pada eunha agar ia cepat datang kemari.

“Kau mahasiswi tahun pertama, ya? Kau masuk jurusan apa?” Chanyeol sunbae bertanya saat aku masih sibuk dengan handphone-ku.

“Teknik Arsitektur, sunbae,” aku menjawab sambil menoleh kearahnya.

Jinjja? Kalau begitu kau masuk jurusan yang sama denganku. Hahaha… daebak!” pekiknya girang.

“Ah begitu, ya…” tanpa sadar akupun tersenyum lebar.

“Permisi…” seseorang datang ke ruangan ini.

“Yak… Eunha-ah… kukira kau lupa,” ujarku.

“Maaf, aku telat hehehe,”

Chanyeol sunbae melihat kearah kami dengan bingung.

“Ah iya sunbae, ini temanku datang untuk membantuku membawa barang-barangku nanti,” ucapku. Seketika Eunha menoleh dengan cepat dan memandang tajam kearahku. Akupun menyenggol lengannya dan berbisik, “Sstt… aku tak mungkin bilang, kan, bahwa aku memintamu menemaniku karena aku takut dengan Nayeon sunbae?”

“I… Iya benar. Aku akan membantunya nanti. Namaku Eunha,” Eunha pun membungkukkan badannya memberi hormat.

“Ah begitu… Sebenarnya, kau tidak perlu kemari. Aku pasti akan membantu Hyunee membawa barang-barangnya,” Chanyeol sunbae pun berdiri menghampiri kami. “Oh iya, namaku Park Chanyeol.”

“Eh.. Ti.. Tidak perlu sunbae, aku tidak apa-apa, kok, jika menolong Hyunee. Hari ini juga aku sedang tidak sibuk,” jawab Eunha.

“Baiklah,” Chanyeol sunbae hanya mengangguk-anggukkan kepala.

“Bisakah kau menemaniku ke toilet terlebih dahulu?” tanyaku pada Eunha. Eunha pun bersedia. “Chanyeol sunbae, aku dan Eunha ke toilet dulu, ya”

“Okay,”

 

Hyunee P.O.V END

 

Author P.O.V

 

Di toilet wanita di kampus itu, hanya terdapat dua wanita yang sedang berbincang di depan cermin. Ya, siapa lagi kalau bukan Hyunee dan Eunha…

“Eunha-ya, kau tau? Namja tadi itu yang kemarin menabrakku. Dan ternyata dia yang akan aku foto,” pekikku.

“Mwo?! Jadi, orang itu yang kau sukai?!” Eunha menampilkan ekspresi terkejutnya.

“Hmm… Sepertinya begitu,”

“Wow… dia tampan, tinggi, dan sepertinya berbakat dalan hal musik,”

“Sudah pasti begitu,”

“Pantas saja kau menyukainya. Aku sangat senang mengetahuinya,”

“Hmm… Aku masih ragu tentang perasaanku. Aku bahkan baru mengenalnya hari ini. Aku juga belum mengetahui sifat dan kepribadiannya. Aku rasa aku hanya sekedar kagum padanya,”

Aku pun melirik ke arah arloji yang ada dipergelanganku.

“Sepertinya Nayeon sunbae sudah datang. Ayo kita kembali ke ruang klub musik,” ajakku.

Mereka pun melangkahkan kaki mereka keluar dari toilet menuju ruang klub musik, dimana Chanyeol menunggu. Dari luar, terdengar suara tawa seorang pria dan seorang wanita. Suara itu sepertinya berasal dari ruang klub musik.

Saat sampai di pintu ruang tersebut, Hyunee dan Eunha melihat Chanyeol sedang mengobrol dengan seorang perempuan. Ya, perempuan itu adalah Im Nayeon. Mereka tampak akrab sekali.

“An-Annyeong, Nayeon sunbae,”

Annyeong! Kau kemana saja? Oh iya, kemarin aku lupa menanyakan namamu. Siapa namamu?” ujar Nayeon ramah. Hyunee terlihat bingung melihat tingkah salah satu sunbae nya ini yang terlihat berbeda dengan kemarin.

“Lee Hyunee imnida,”

“Okay… Kalau begitu kita mulai saja sekarang,” ujar Nayeon lagi.

 

Author P.O.V END

 

Lee Hyunee P.O.V

 

Aku segera menyiapkan diri di posisiku tentunya dengan kamera kesayanganku. Nayeon sunbae mulai mewawancarai Chanyeol sunbae. Aku pun yang memotret Chanyeol sunbae hanya bisa terkagum-kagum. Chanyeol sunbae terlihat sangat santai menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan Nayeon sunbae. Sesekali mereka terlihat bercanda dan tertawa bersama. Mereka terlihat sangat akrab sekali. Disisi lain, aku juga merasa tidak nyaman melihat mereka seperti itu. Wae geurae, Hyunee-ah? Pabo! Aku ini kenapa, sih? Kenapa aku bertingkah seperti ini?

“Coba perlihatkan keahlianmu dalam bermain piano, Park Chanyeol-ssi,” gumam Nayeon sunbae.

Yak! Jangan memanggilku seperti itu. Apa kau tak pernah mengenalku sama sekali, eoh?” protes namja itu.

“Okay okay… jangan seperti itu Yeollie namchin-ku, hihihi…”

DEG!

Namchin? Namja chingu? Apa aku tidak salah dengar? Na-Nayeon sunbae adalah pacarnya Park Chanyeol? Namja itu?

“Tsk,” Chanyeol sunbae hanya mendecakkan lidahnya. Ia pun langsung beranjak menuju sebuah piano klasik berwarna hitam. Tidak berapa lama, ia memainkan piano dan menghasilkan irama-irama yang indah untuk didengar.

Meskipun begitu, aku masih tidak bisa fokus. Badanku seketika melemah. Perasaanku seperti sakit dan dadaku terasa sesak mendengarnya.

Eunha yang sedari tadi duduk di sofa, menoleh ke arahku. Tatapannya seperti sedang berkata “Kau tak apa-apa?”

Ia yang melihat ekspresiku pun terlihat khawatir. Aku pun mengangguk dan berusaha tersenyum ke arahnya. Setalah itu, aku kembali memotret Chanyeol sunbae yang sedang bermain piano.

Tanpa sadar sesi wawancara telah selesai. Aku pun merapikan peralatan kameraku dibantu oleh Eunha.

“Aku khawatir. Kau pasti sedih dan kecewa,” bisik Eunha.

Aku pun masih merapikan peralatan tanpa menoleh ke arah Eunha.

“Apa kau baik-baik saja? Wajahmu terlihat pucat,” tiba-tiba Chanyeol sunbae berdiri di depanku.

Gwaenchanha yo,” sekali lagi aku berusaha tersenyum.

“Baiklah. Aku ingin melihat dan meminta foto-fotoku tadi. Hmm… tapi, sebaiknya nanti saja. Aku akan menghubungimu nanti. Bolehkan aku meminta nomor ponselmu?”

“Ah… iya,” ia pun menyodorkan handphone-nya padaku dan tanpa lama aku mengetik nomor ponselku lalu menyerahkannya kembali ke pemiliknya.

Aku sudah selesai merapikan barangku dan aku segera berjalan menuju pintu. Disana terlihat Nayeon sunbae tengah berdiri sambil memeluk tubuhnya sendiri. Ya, udara memang terasa dingin di luar karena saat ini hujan deras sedang turun.

Chanyeol sunbae pun mendekati yeoja itu lalu segera memakaikan jaketnya pada tubuh yeoja itu. Yeoja itu pun menoleh. Aku yang tidak ingin berlama-lama disini segera berpamitan dengan mereka. Eunha pun membuntutiku dari belakang.

 

Park Chanyeol P.O.V

“Lihatlah kau masih peduli denganku. Aku tahu kalau kau masih mencintaiku,” Nayeon tersenyum padaku.

“Aku hanya sudah memaafkanmu. Tapi, jika aku berbuat baik terhadapmu bukan berarti aku masih mencintaimu, bukan?” ujarku enteng sambil membalas senyumannya.

Aku pun segera mengunci pintu ruang klub musik dan menuju tempat aku memarkirkan mobilku. Dia masih terpaku di depan pintu.

Aku masih memikirkan Lee Hyunee, hoobae-ku. Kenapa wajahku pucat dan terlihat menyedihkan seperti itu? Apa dia sakit? Pikiran-pikiran itu terus melayang di benakku.

Tiba-tiba, handphone-ku bordering, menyadarkanku dari lamunanku.

Yeoboseyo… Baekhyun-hyung,” aku pun mengangkat telepon dari temanku, Byun Baekhyun.

“Chanyeol, aku sudah berada di depan kampus dekat tempat parkir mobil. Aku tunggu,”

“Okay, aku segera kesana,”

Aku pun mematikan sambungan teleponnya.

 

Park Chanyeol P.O.V END

 

Author P.O.V

“Iya, aku sedikit kecewa. Ya, hanya sedikit,” ujar Hyunee sambil terus berjalan di samping sahabatnya itu. Eunha hanya bisa menenangkan sahabatnya yang sedang bersedih.

“Hyunee-ah!,”seseorang tiba-tiba memanggil Hyunee saat mereka berdua sampai di depan kampus. Hyunee pun menoleh dan Eunha pun mau tak mau juga ikut menoleh.

“Ah, Kai oppa. Annyeong,”

“Annyeong. Eunha, kau juga ada disini. Kalian mau kemana dengan semua barang yang kalian bawa ini?” tanya Kai.

“Kami mau pulang, oppa,” jawab Eunha bersemangat.

“Oh begitu…,” Kai menganggukkan kepalanya. “Bagaimana jika kalian kuantar pulang saja? Lagipula wajah Hyunee kenapa pucat seperti itu? Apa kau sakit?”

“A-Ani…,”

Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Kai sudah meletakkan punggung tangannya di dahi Hyunee dan alhasil membuat Hyunee terkejut dan kikuk.

“Suhu badanmu tidak panas, syukurlah,” Kai pun tersenyum manis. “Tapi, sebelum kalian sampai sakit sebaiknya kalian kuantar pulang. Ini sedang turun hujan.”

“Baiklah. Terima kasih banyak, oppa,” Hyunee pun membungkukkan badannya berterima kasih.

Kai pun langsung mengambil alih barang-barang yang dibawah oleh kedua yeoja di hadapannya itu. Mereka bertiga lalu berjalan menuju tempat parkir. Untung saja tempat parkir di kampus mereka teduh sehingga mereka tidak kehujanan.

Namun ternyata ada seseorang yang mengamati mereka dari kejauhan.    ..

 

——————————————————————————————————————————-

 

Suasana café itu begitu tenang. Banyak orang yang sedang berkunjung, ya, walaupun sebagian besar dari mereka hanya berteduh di depan café karena hujan sedang mengguyur kota Seoul ataupun sekadar memesan kopi dan berbincang-bincang. Seperti dua namja ini. Seorang namja memesan cappuccino dan seorang lagi memesan vanilla latte. Selebihnya, mereka hanya berbincang-bincang.

“Bagaimana sesi wawancaramu dengan Nayeon?” tanya pria yang mempunyai tubuh yang lebih pendek dari temannya.

“Baik-baik saja,” jawab si jangkung.

“Ah… ada yang lebih penting lagi yang ingin aku tanyakan,”

Mwo?”

“Bagimana dengan Hyunee? Hmm.. Hmm?” Baekhyun memperlihatkan smirk nya lalu menyenggol-nyenggol lengan Chanyeol.

“Baekhyunee, berhenti menggodaku seperti itu,”

“Aishh jinjja… Aku tahu aku ini memang imut tapi kau lebih muda dariku. Kau harus panggil aku hyung, kau tahu itu?” Baekhyun pura-pura kesal dan Chanyeol hanya tertawa melihat tingkahnya. “Aigoo… cepat jawab pertanyaanku yang tadi,”

“Aku mendapatkan nomor ponsel nya,” Chanyeol pun dengan bangganya menunjukkan layar handphone-nya pada Baekhyun.

“Hebat untuk kau yang baru pertama kali bertemu dia. Tapi, bisakah kau tidak sombong seperti itu? Kau tahu, aku lebih dulu mempunyai nomor ponselnya daripada kau,”

“Aishh… ini pertemuan yang kedua,” protes Chanyeol. Ia kembali meletakkan handphone-nya di meja dan menyeruput cappuccino-nya.

“Oh iya, aku lupa,” ujar Baekhyun kemudian. Sesaat dia hening dan ia tiba-tiba teringat akan sesuatu. “Tadi aku melihat Kai menghampiri Hyunee dan temannya,”

“Kai?” Chanyeol mengerutkan dahinya.

“Iya, dancer populer di kampus kita itu,” terang Baekhyun lagi. “Dia tampak akrab dan perhatian dengan Hyunee. Dia bahkan mengecek suhu tubuh Hyunee seperti ini,” ia meletakkan punggung tangannya di dahi Chanyeol. Ia memperagakan kejadian yang ia lihat tadi.

Jinjja? Bagaimana Hyunee bisa kenal dengan Kai? Bukankah Kai satu angkatan dengan kita?”

“Entahlah,” Baekhyun menaikkan bahunya. Lalu, menyeruput vanilla latte-nya.

Kini, Chanyeol memainkan sendok yang ada di cangkirnya sambil bertanya-tanya pada pikirannya.

‘Apakah Hyunee mempunyai pacar? Apakah Kai itu pacarnya?’

Author P.O.V END

 

Lee Hyunee P.O.V

 

“Silahkan duduk dulu, oppa,” ujarku ketika kami bertiga sampai di apartemenku.

Kai oppa dan Eunha meletakkan barang-barangku di ruang tamu. Aku pun segera menuju dapur untuk membuatkan minum untuk teh hijau hangat untuk mereka. Setelah selesai, aku pun datang dengan dua cangkir di atas nampan yang kubawa.

“Kau tak perlu repot-repot Hyunee-ah,” ucap Kai oppa padaku.

Gwaenchanha yo… ini sebagai tanda terima kasihku,” aku pun ikut duduk di sofa bersama mereka.

“Hmm… Matcha! Pas sekali. Aku sangat suka green tea,” Kai oppa terlihat girang sekali. Kuakui, ia terlihat sangat tampan.

‘Ya meski tak setampan Chanyeol sunbae. Aishh! Apa yang kau pikirkan, Lee Hyunee.’

“Hyunee?” Eunha melambai-lambaikan tangannya di depan wajahku, menyadarkanku dari lamunanku. “Kau melamun?”

“Ah.. A-Aniyo hehe… aku hanya ikut senang jika Kai oppa menyukainya,” kilahku.

Tiba-tiba handphone Kai oppa pun berdering. Ia segera mengeluarkannya dari saku jaketnya dan mengangkat teleponnya.

Yeoboseyo… Sehunnah aku ada di apartemen Hyunee… Aku mengantarkan Hyunee dan Eunha pulang… iya, dia disini memangnya kenapa?… Mereka mendengarnya hahaha… tak usah khawatir seperti itu… Okay, sampai nanti,”

Ia mematikan layar handphone-nya.

“Apa itu Sehun oppa yang barusan meneleponmu?” tanya Eunha.

“Iya, kau benar,” jawab Kai oppa.

Eunha hanya mengangguk.

“Oh iya, maaf aku tidak bisa lama-lama disini. Aku ada janji dengan Sehun. Ngomong-ngomong, teh buatanmu enak sekali. Bisakah kau sering-sering buatkanku teh? Hahaha,”

“Ah, terima kasih banyak, oppa, sudah membantuku dan Eunha. Tentu saja, oppa. Jika kapan-kapan kau mau lagi, aku bisa buatkan untukmu,” jawabku tanpa sadar senyumku mengembang di wajahku.

 

——————————————————————————————————————————-

 

Aku merenggangkan tubuhku yang baru saja bangun pagi ini. Aku terbangun karena handphone-ku berdering. Aku pun segera mengambil handphone-ku yang tergeletak di atas nakas. Terlihat sederet nomor telepon di layar tanpa nama kontak.

“Siapa yang meneleponku pagi-pagi begini… Tsk,” gerutuku.

Yeoboseyo…” aku mengangkat telepon.

“Hyunee-ah, ini aku Park Chanyeol,” ujar orang yang meneleponku.

Sontak aku membelalakkan mataku. Park Chanyeol meneleponku?!

 

To Be Continued…

 

Annyeong~ Mianhae untuk kalian yang menunggu kelanjutan fanfic ini dengan lama… aku kemarin lagi sibuk banget dan lagi ga di Indonesia jadi ga sempat ngelanjutin fanfic nya…

Like and comment nya ya guys. Kamsahamnida chingudeul~

6 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] You Are: CheosSarang (First Love)! (Chapter 2)”

  1. Author-nim annyeong! Aku readers baru ff mu hehehe. Maafkan yg baru meninggalkan jejak di chapter ini hehe.

    Jadi chanyeol tertarik sama hyunhee? Kai pun juga tertarik sama hyunhee? Terus nanti cinta segitiga? Kai-hyunhee-chanyeol? Omooooooo o.O tapi kok baek ngeledek chanyeol sama hyunhee? Emang baek tau kalo chan suka sama hyunhee? Emm aku bingung hehehe. Yah ditunggu kelanjutannya aja deh. Semangat author-nim!
    -XOXO-

    1. welcome to my imaginary world~~ sipp gpp kok^^

      yahh begitulah.. hyunee diperebutkan 2 cogan(?) iya jd pas di chapter 1, baekhyun sm chanyeol di mini market ketemu hyunee kan.. nah disitulah chanyeol tau ttg hyunee dr baekhyun (pas bagian ini cuma tersirat aja, ga dijelasin scr detail :)) )

      sippp ditunggu ya… gomawo 😀

  2. aigoo.. kirain yeoli oppa yang liat kai, ternyata baekbaek toh.. hehe

    next kak^^
    gapapa lama, kan yangpenting di next^^
    fighting^^

  3. Hwaaaa akhirnya ff yg di tunggu” di update jga 🙂
    Kirain gx bkal d lanjut,coz dah lmayan lama jga tpi kan sayang klo gx d lanjut critanya bagus kakk and aku suka..
    Dan syukurlah akhirnya d lanjut juga, aku dah nunggu” loh kakk 🙂

    Hmmm ternyata yg liat hyunee masuk ke mobil kai itu baekhyun toh kirain chanyeol oppa 🙂
    Eoh o_O emg kakk lg kmna gx ada d indonesia??#plaakkk/mautauaja..hehehe/mianhae^^v

    Next juseyoo 🙂
    Aku tunggu loh kakk next chapnya
    Hwaiting!! ^^

    1. terima kasih sudah mau membaca dan menunggu updatenya ^-^)/
      iya hihihi…
      iya kemarin lg di malaysia sm singapura jd ga sempet update… mianhae >< gpp kok kepo.. aku jg suka kepoin org xD /plakk

      siappp!!!
      gomawo yo~~

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s