[EXOFFI FREELANCE] Romance Phobia (Chapter 5)

PicsArt_05-22-01.41.20

Romance Phobia

Author

Shiraayuki

Main Cast

Im Nayeon x Byun Baekhyun 

Length

Multichapter

Genre: School life, Romance, Funny, Familyship, etc.

Rating: Teen

Ini ff murni pemikiran author. Gak ada prolog maupun teaser. Jika ada kesamaan tokoh, cerita, dan lainnya itu mungkin tidak sengaja. Jangan ada yang menjadi plagiat kalau mau Negara kita maju, okeh? Maaf soalnya banyak typo sana-sini. Oke langsung aja yuks!

″Bukankah kalian sangat mesra? Lalu mengapa kalian putus?″

Chapter #5 [Onnie dan oppa putus? Mana mungkin.]

Nayeon’s Side

Sungguh, aku tidak tahu mau berkata apapun. Ini semua diluar dugaanku. Bagaimana mungkin aku memeluk Taeyong sunbae dan menangis di dadanya?! Aishhh, aku sangat malu. Aku masih ingat sekali bagaimana aku memeluk pria itu dengan erat. Padahal aku menamparnya kemarin. Aku harus bagaimana? Bukankah dia juga yang menyelamatkanku? Apa aku harus berterima kasih kemudian pergi meninggalkannya? Lagipula kenapa dia bisa ada di komplek rumahku? Jangan-jangan kami tetangga?

“Hei, ini sudah larut. Apa kau mau menginap di taman ini?” Suara pria itu hampir membuatku mendelik kaget, aku menelan salivaku kemudian menoleh pelan ke arahnya.

“Terima ka-kasih, sunbae.” suaraku aneh tidak? Ah.. malunya!!

“Hm, terimakasih juga telah membasahi kaus kesayanganku.” dia tersenyum, apa aku tidak salah lihat?

“Soal itu, maafkan aku. Aku tidak sadar melakukannya.” Aku menunduk, apakah ini saatnya dia menamparku?

“Tidak apa-apa, rumahmu dimana? Biar kuantar kau pulang.” Ya Tuhan, apakah aku benar-benar sudah gila sekarang? Atau pria ini yang telah merubah sifatnya dalam hitungan jam?

“Itu…itu…”

“Anggap saja masalah kita itu tidak ada. Lagipula mana mungkin aku tega membiarkan gadis pulang sendirian. Ini sudah jam delapan malam.” Aku tersenyum kaku mendengar pernyataan pria itu. Dia benar-benar pria yang berbeda dengan sebelumnya sekarang.

Drtt

Ponselku bergetar pertanda ada pesan masuk, lekas aku mengambilnya dari saku dan membuka pesan masuk itu. Tertulis dari onnie.

Ya, Im Nayeon? Kau ingin keluyuran sampai jam berapa, eoh? Apa kau mau eomma membunuhmu? Cepat pulang selagi eomma dan appa belum pulang!

Aku mendesah pelan, malas sekali rasanya membalas pesan nona labil itu. Oh iya, aku bahkan lupa kalau Taeyong sunbae bersamaku sekarang.

Aku tersenyum kikuk, saat dia kelihatannya menatapku dengan tatapan penuh tanya.

“Terima kasih sunbae tapi aku akan pulang sendiri saja.”

“Tidak, aku akan mengantarmu. Cepat jalan.” Cih, wujud aslinya keluar. Seenaknya saja mendorong-dorong tubuhku dengan tangannya.

Ne.” Aku hanya menerima dengan pasrah, jujur aku sangat membenci pria ini. Tapi bukankah itu namanya tidak tahu terima kasih? Karena pria ini telah menyelamatkan sedikit masa depanku.

“Kau adik perempuan Yoona sunbae?” Aku menoleh cepat ke arahnya, apa sekarang dia sedang penasaran mengenai asal-usulku?

“Ya, begitulah.”

“Pantas saja kalian mirip.”

Mwo?” Aku benar-benar tidak suka jika dibilang mirip dengan onnieku.

“Memangnya kenapa? Bukankah itu benar?” Sekarang aku baru menyadari bahwa pria ini adalah rajanya membuat orang sebal setelah Byun Baekhyun. Hmm … Byun Baekhyun.

“Ya, terserah sunbae saja.” Dia hanya tersenyum tipis.

Keadaan kembali canggung, hanya suara jangkrik yang menemani kami. Sepertinya dua hari ini ada terus yang mengantarku pulang. Lumayan juga.

Sunbae tinggal di sekitar sini?” aku meliriknya singkat, apakah pertanyaanku mengganggunya?

“Hm, aku tinggal di sekitar sini. Bisa dibilang kita tetangga.” jawabnya sambil menoleh ke arahku. Aku hanya mengangguk-angguk, sekarang apa lagi yang harus kutanyakan?

Ah, iya aku ingin bertanya soal yakuza padanya, karena aku tidak tahu itu apa. Tapi sepertinya itu akan menyinggung perasaanya. Ditambah lagi, kemarin Chanyeol oppa memperingatkanku agar jaga jarak dengan Taeyong sunbae karena dia adalah seorang berandalan. Tapi apakah berandalan akan sebaik ini?

Tak serasa, kami sudah sampai di rumahku.

“Ah, kita sudah sampai. Terima kasih sudah mengantarku, sunbae.” Aku menunduk singkat padanya.

“Hm, sama-sama. Kalau begitu aku pergi. Selamat malam.” Dia beranjak, aku hanya menatap kepergiannya. Namun belum sempat aku mengalihkan pandanganku darinya dia berbalik secara tiba-tiba.

“Nayeon-ssi, soal yang kemarin maafkan aku. Sebenarnya itu memang salahku mengangkat rok temanmu tapi aku malah mengancamu dan menyuruh orang menganggumu.” Pria itu berucap sambil menggaruk-garuk bagian belakang lehernya.

“Aaah.. itu, sebenarnya dia bukan temanku sunbae tapi aku tidak suka saja jika wanita diperlakukan seperti itu. Sebaiknya sunbae jangan mengulangi itu lagi. Dan aku juga minta maaf karena sudah menamparmu kemarin.” kenapa aku jadi gugup begini?

“Iya, lupakan saja masalah itu, Anggap saja kita berteman sekarang.” Dia tersenyum kaku.

Heh? Dia bilang apa barusan? Berteman? Secepat itu? Apakah bukan kami yang bermasalah kemarin? Ini seperti hal yang tidak mungkin terjadi.

“Ba-baiklah, aku masuk duluan sunbae.” aku berucap kemudian segera masuk ke dalam rumahku. Kenapa aku merasa gugup, ya?

^^

Author’s Side

“Kau pulang dengan siapa?” Hampir saja Nayeon meloncat karena sosok Yoona dengan masker di wajahnya muncul di hadapannya.

“Huh onnie! Kau mengagetkanku!”

“Jawab pertanyaaku dulu, kau pulang dengan siapa?” Yoona berkacak pinggang, menatap adik satu-satunya itu dengan tatapan garang.

Nayeon memutar bola matanya malas. Dia tidak menggubris pertanyaan Yonna dan memutuskan untuk mandi.

“Cih. Sekarang kau bahkan sudah berani mengabaikan orang lain.” Yoona mendorong kepala Nayeon ke depan.

“Argh, onnie!” Nayeon meringis kesal dia menatap kakaknya dengan sebal, dan dengan langkah lebar-lebar dia pergi menuju kamarnya penuh perasaan marah.

 

Baekhyun’s Side

“Apa masakannya tidak enak, oppa?” aku mendongak, mendapati appa, eomma tiriku, dan adik tiriku –Kim Yeri– menatapku heran. Yah, mungkin karena aku hanya mengaduk-aduk makanan yang di depanku ini sedari tadi jadi mereka heran.

“Enak, memangnya kenapa?” aku tersenyum kaku, sebenarnya aku tidak nafsu makan hari ini.

“Kau sedari tadi hanya mengaduk-aduk makananya saja sayang.” kali ini eomma yang berucap, aku mendesah pelan. Kemudian bangkit berdiri.

“Aku tidak nafsu makan. Kalian lanjut saja makannya, aku permisi.” aku melangkahkan kakiku menuju kamarku. Aku tidak peduli dengan tatapan mereka lagi.

Sesampainya di kamar, aku segera menghempaskan tubuhku ke kasur. Menatap langit-langit kamarku yang berwarna biru cerah itu.

Kenapa aku sedih?

 

Andai saja aku bisa menanyakan hal itu pada cicak yang sedang merayap di dinding kamarku. Pasti aku akan curhat setiap malamnya pada reptil kecil itu.

Oppa, boleh aku masuk?” Yeri datang, pasti anak itu akan menyerangku dengan kalimat ‘Oppa kau kenapa?’

“Oh.”

Setelah jawabanku, pintu kamar langsung terbuka menampakkan Yeri dengan senyuman khasnya. Jangan kira karena kami saudara tiri maka kami akan saling membenci. Itu salah, aku sangat menyayangi Yeri dan eomma tiriku.  Tolong jangan tanyai aku mengenai eomma kandungku.

Oppa, kau kenapa?” benarkan? Aku sudah hafal seluk-beluk gadis ini.

“Tidak ada.” Aku menggeleng pelan, tapi Yeri bukanlah Yeri jika dia segera menyerah untuk memperoleh keinginannya.

“Kau bohong, tidak biasanya kau tidak nafsu makan. Biasanya kau yang menghabiskan seluruh lauk-pauk yang ada di atas meja makan itu.” Yeri memukul lenganku.

Ya, aku tidak serakus itu juga.” aku menjitak jidatnya pelan. Dia hanya tersenyum.

“Baiklah, baiklah. Jadi beritahu aku, apa masalahmu?” Kali ini Yeri menarik lengan bajuku, ah.. adikku ini sama-sama menyebalkan dengan Nayeon.

 

Tunggu, Nayeon? Apa barusan aku bilang Nayeon?

 

“Aaaahh.. jangan-jangan kau bertengkar dengan yeojachingu-mu?” Yeri mulai menebak-nebak sambil menunjuk-nunjuk wajahku, tapi tebakannya sangat salah.

“Aku tidak punya kekasih, sudahlah balik sana ke kamarmu! Aku ingin sendiri sekarang!” Aku menendang tubuh gadis itu sehingga membuatnya jatuh dari tempat tidurku.  Aku hanya melet ke arahnya dan itu membuatnya bangkit kemudian menjambak rambutku.

“Arghh.. apa kau gila?” aku mendorong wajah gadis itu, untung saja itu berhasil membuat gadis itu melepas jambakannya dan menuju keluar kamarku dengan sedikit membanting pintu.

“Dasar aneh.”

Baiklah, sepertinya lebih baik kalau aku tidur saja. Lagipula kenapa aku sedih? Kenapa aku tidak nafsu makan? Aku menarik selimutku dan menutup seluruh tubuhku. Tapi sebuah teriakan terpaksa membuatku bangkit lagi.

EOMMA, OPPA MENENDANGKU KELUAR DARI KAMARNYA KARENA DIA SEDANG MENONTON FILM YADONG!!”

 

“KIM YERI!!”

 

Yoona’s Side

Sungguh tak terasa hari sudah malam. Menatapi ponsel yang tergeletak di mejaku membuatku kesal. Bagaimana bisa pria itu tidak mengirim titik sekalipun padaku hari ini. Dia absen hari ini, aku dengar dari Jhonny  –teman sebangku Chanyeol– kalau Chanyeol sakit. Dan parahnya si brengsek Jhonny tidak mau memberi tahuku Chanyeol sakit apa. Dia hanya bilang kalau bokongnya sakit. Jawaban macam apa itu?

Drrt

Secepat kilat aku meraih ponselku, itu pasti Chanyeol. Segera kubuka dan …

“Sialan!” aku mengumpat karena itu bukan Chanyeolku tapi hanya sebuah pesan spam dari operator. Aishh pria itu, apa dia tidak tau kalau pikiranku sedang di penuhi berbagai pertanyaan? Apa dia tidak memikirkan perasaan khawatirku?

Awas saja, besok di sekolah segera ku pukul kepalanya dengan buku Sainsku! Seenaknya tidak memberiku kabar seharian, menjengkelkan!

 

^^

Author’s Side

Nayeon melangkah tergesa-gesa, pasalnya dia hampir terlambat. Dan untung saja saat dia tiba di kelas suasana kelas masih riuh.

“Haah, untunglah.” Nayeon bernafas lega kemudian berjalan menuju bangkunya. Dia melirik singkat ke arah Baekhyun yang sedang tidur di mejanya. Ia akhirnya duduk di bangkunya dan setelah itu bel pertanda masuk berbunyi. Hari ini dimulai dengan pelajaran matematika. Lekas Nayeon mengeluarkan bukunya dan segala peralatannya.

Park Hae Jin sonsaengnim akhirnya tiba di kelas mereka dan telah memulai sapaan. Nayeon melirik Baekhyun lagi, pria itu masih tidur.

Apakah aku harus membangunkannya?” Nayeon membatin, bingung antara membangunkan dan tidak. Akhinya Nayeon perlahan mengguncangkan tubuh Baekhyun. Hae Jin-saem sudah memulai penjelasannya.

“Baekhyun-ah, bangun. Pelajaran sudah dimulai.” dengan suara berbisik Nayeon terus mengguncangkan tubuh pria itu. Namun hasilnya nihil, tak ada pergerakan sama sekali dari Baekhyun.

“Byun Baekhyun, bangun. Nanti kau dihukum oleh Hae Jin-saem.” Tubuh Baekhyun bergerak, namun dia tidak bangun.

Ya, Byun Baekhyun bangun.” kali ini masih dengan suara berbisik Nayeon menarik hidung Baekhyun.

Alhasil, pria itu bangkit berdiri dan berteriak di kelas.

Ya! Im Nayeon! Berhenti membangunkanku! Ini semua karenamu, aku tidak bisa tidur semalaman!!” mendengar itu seluruh warga kelas menoleh segera ke Baekhyun tak terkecuali Hae Jin-saem. Nayeon tersenyum kikuk ke teman-teman sekelasnya.

Apa-apaan dia? Salahku katanya? Aisshh ini memalukan!’

“Baekhyun-ssi, duduklah.” Hae Jin-saem berucap, mendengar suara itu Baekhyun tersadar. Ia membungkuk ke segala arah dan kemudian duduk.

“Nayeon-ah, apa yang kulakukan barusan?” Baekhyun berbisik kepada Nayeon membuat Nayeon menoleh ke arahnya dengan tatapan kesal.

Ya! Im Nayeon! Berhenti membangunkanku! Ini semua karenamu, aku tidak bisa tidur semalaman!! Itu yang kau katakan dengan posisi berdiri.” Nayeon mendengus kemudian beralih ke papan tulis di depan kelasnya.

Aishh.” Baekhyun mengacak rambutnya frustasi.

 

^^

Yoona mempoutkan bibirnya, Chanyeol memang hadir hari ini tapi Chanyeol mengabaikannya. Chanyeol tak menyapanya, Chanyeol tidak mau melihatnya, dan Chanyeol tidak mau bicara dengannya.

“Yoona-ya, temani aku ke kantin.” Yuri menarik lengan Yoona, namun Yoona menariknya kembali.

“Jangan sekarang Yuri-ya, aku sedang malas bergerak.” Yoona menempelkan pipinya dengan mejanya.

“Ada apa denganmu dan Chanyeol-ah?” Yuri duduk di depan Yoona, mengikuti jejak sahabatnya itu. Mereka saling berhadapan.

“Dia mengabaikanku.”

Mwo?” Yuri mengernyit, dia menarik rambut sahabatnya itu.

“Kau sedang melucu ya? Mana mungkin dia mengabaikanmu.” Yuri memukul kepala Yoona.

Aishh, memang begitu kenyataannya!” Yoona mengelus-elus kepalanya dengan wajah jengkel.

“Pasti kau punya kesalahan, makanya dia melakukannya.” Yuri mengangkat kepalanya, disusul oleh Yoona juga.

“Mana mungkin aku selalu mene– Ah iya!!” Yoona membelalakan matanya. Ia mengingat sesuatu sekarang.

“Ada apa?” Yuri Nampak penasaran, kali ini Yoona memasang tampang sedih.

“Aku melupakan sesuatu.”

 

^^

Entah apa yang terjadi, Nayeon dan Baekhyun telah kembali seperti biasa. Mungkin karena kejadian tadi pagi mereka secara otomatis berbaikan. Padahal tidak ada kata ‘maaf’ yang keluar dari mulut keduanya. Kali ini mereka sedang berjalan di lorong dan membicarakan kursus yang telah tertunda kemarin.

“Hari ini bagaimana?” Baekhyun tersenyum, sambil menatap Nayeon.

“Iya, kalau bisa setiap hari Byun.” Nayeon setuju tapi Baekhyun tiba-tiba cemberut.

Wae? Kau tidak suka, ya?”

“Bukan begitu.” Baekhyun menggeleng manja.

Ck, ada apa dengan pria jadi-jadian ini?’

“Jadi, apa masalahnya?” Nayeon memutar bola matanya malas.

“Jangan memanggilku Byun.” Baekhyun mengguncang-guncang tubuh Nayeon.

“Apa? Memang kenapa? Aku suka memanggilmu begitu.” Nayeon berusaha melepaskan tangan Baekhyun dari pundaknya.

“Aku tidak suka, apa kau mau kita bertengkar lagi?” Baekhyun berhenti dan mendorong Nayeon ke belakang.

“Berapa umurmu sekarang, eoh? Dasar tidak tahu malu, aku suka memanggilmu begitu memangnya kenapa? Kalau kau mau bertengkar ayo!” Nayeon memasang kuda-kuda, tapi tiba-tiba ada seseorang yang menabraknya dari belakang sehingga dia terjungkal ke depan dan jatuh di pelukan … Baekhyun.

Posisi itu bertahan sesaat, hingga Baekhyun berdehem pelan membuat Nayeon tersadar dan lekas menjauhkan tubuhnya dari Baekhyun.

“Maaf.” Nayeon mengalihkan pandangannya, jantungnya berdebar sangat cepat saat ini.

“O-oh.” Baekhyun juga tidak jauh berbeda, bahkan jantungnya yang berdebar lebih cepat.

“A-ah, aku mau ke toilet. Sampai jumpa di atap.” Nayeon segera beranjak kikuk, pipinya bahkan bewarna pink saat ini.

“Toilet ke arah sana Nayeon-ah.” Baekhyun mengingatkan Nayeon yang salah arah sakin gugupnya.

Segera Nayeon berbalik tanpa mengucapkan sepatah kata pun, dia malu, gugup, dan kesal saat ini.

Mwoya? Im Nayeon mengapa kau jadi seperti ini?’ Nayeon merutukki dirinya yang gugup hanya karena hal sepele seperti tadi.

“Ah.. kenapa jantungku begini?” Nayeon memukul-mukul pelan dadanya, wajahnya terasa panas saat ini.

Bruk!

Nayeon menabrak seorang yeoja, dia mundur ke belakang dan melihat wajah gadis itu.

Onnie?” Nayeon kaget, karena Yoona muncul dengan berurai airmata.

“Apa yang terjadi onnie?” Nayeon lekas memeluk kakaknya dari samping dan membawa gadis itu ke taman sekolah mereka.

^^

“Apa yang terjadi?” Nayeon mengelus-elus pundak Yoona dengan wajah khawatir.

“Nayeon-ah, aa-aku dan Chanyeol putus.” Yoona terisak lagi, membuat Nayeon semakin khawatir.

“Oh? Onnie dan oppa putus? Mana mungkin.” Nayeon sama sekali tidak percaya hal ini, itu adalah hal yang tak mungkin terjadi.

“Aku serius Nayeon-ah.” ucapan kakakknya membuat Nayeon bimbang, ini benar atau tidak?

“Bukankah kalian sangat mesra? Lalu mengapa kalian putus?” Akhirnya Nayeon memutuskan untuk percaya hal ini.

“Temannya memberikanku sebuah surat dan isinya kalimat putus dari Chanyeol. Dan Chanyeol mengabaikanku hari ini.” Tubuh Yoona bergetar membuat Nayeon tidak tahan. Tiba-tiba Yoona mengeluarkan sebuah kertas dari sakunya dan memberikannya kepada Nayeon.

Nayeon menerima kertas itu kemudian membukanya.

Astaga, tulisan tangan macam apa ini? Buruk sekali.

“Memangnya apa salah onnie?” Nayeon seperti tidak terima akan hal ini setelah membaca isi kertas itu. Yoona dan Chanyeol baik-baik saja kemarin. Apa yang terjadi, sih?

“A-aku lupa membawa buku yang kupinjam darinya.” Yoona menunduk, sedangkan Nayeon menganga.

Hanya itu saja? Masalah blabla (percintaan) benar-benar mengerikan!

Tidak tahan lagi, Nayeon segera menarik Yoona menuju kelas Yoona. Dia ingin menjumpai pria bernama Chanyeol itu dan memastikan perasaannya terhadap sang kakak. Tidak pernah sekalipun Nayeon melihat kakaknya rapuh seperti ini, ini yang pertama kalinya.

“Chanyeol sunbae!” Nayeon berteriak di kelas orang, membuat seisi kelas melihatnya dengan heran. Dia tidak peduli, dia hanya minta sebuah pertanggungjawaban atas airmata kakaknya. Saat ini dia enggan untuk memanggil Chanyeol dengan sebutan oppa.

“O-oh Nayeon-ah? Apa gerangan yang membawamu kemari?” Chanyeol mendekati gadis itu dengan langkah pelan –pantatnya yang sakit mempengaruhi kakinya– dan wajahnya nampak kaget karena melihat Yoona menangis di belakang Nayeon.

“Yoo-Yoona-ya?”

“Kenapa kau tega mengakhiri hubungan kalian dengan cara seperti ini?” Nayeon menggenggam erat tangan kakaknya.

“Mengakhiri? Maksudmu?”

“Jangan pura-pura bodoh sunbae, kau tidak lihat onnieku menangis?” Nayeon hampir saja menarik kerah kemeja Chanyeol jika saja Yoona tidak menahan tubuhnya.

“Aku pikir ini sebuah salah paham. Aku tidak mengakhiri hubungan kami.” Chanyeol benar-benar bingung dan heran, sebenarnya apa yang terjadi.

“Apakah kau yakin, bagaimana dengan ini?” Nayeon mengeluarkan kertas yang dia dapat dari Yoona dan melemparkannya ke Chanyeol. Chanyeol mengambil kertas itu dengan pelan dan membacanya.

“Bukan aku yang menulis ini! Ini pasti ulah … BRENGSEK KAU JHONNY!!” Chanyeol mendekati pria bermarga Seo dan bernama Jhonny itu dengan cepat. Chanyeol memukul wajah Jhonny hingga tubuh Jhonny terjatuh ke lantai dan Chanyeol meninggalkannya begitu saja.

Dia mendekati Yoona, “Yoona-ya, kita perlu bicara.” Chanyeol lekas menarik tangan gadis itu, meninggalkan Nayeon sendirian dengan wajah melongonya, karena kaget atas perilaku Chanyeol barusan. Tak terkecuali teman-teman sekelas Yoona-Chanyeol mereka juga tak menyangkan kejadian barusan.

Ya! Apa kalian hanya akan diam saja? Tak ada yang mau menolongku?” Jhonny yang merasa diabaikan angkat suara namun tidak ada yang peduli dengannya.

Yuri tiba-tiba datang mendekatinya. Jhonny kemudian tersenyum lalu mengulurkan tangannya.

“Dasar tidak tahu malu!” Yuri menambah luka lebam di wajah Jhonny.

^^

Nayeon sebenarnya masih tidak mengerti apa yang terjadi tadi. Kakaknya putus dengan Chanyeol kemudian Chanyeol berteriak lalu memukul wajah Jhonny. Apa sebenarnya pokok permasalahannya?

“Yaah.. abaikan saja, sekarang waktunya kursus Nayeon-ah.” Nayeon menepuk-nepuk pipinya lalu dengan cepat menaiki tangga menuju atap.

“Baekhyun-ah ayo kita mulai!” Sesampainya di atas, dia segera membuka pintu dan memasang senyumnya. Mengingat tadi dia tiba-tiba gugup di dekat Baekhyun.

Glek!

Nayeon menelan saliva-nya, dia bukan mendapati Baekhyun melainkan kakaknya dengan Chanyeol yang sedang … berciuman. Nayeon diam sesaat menatapi pemandangan itu, hingga akhirnya sepasang kekasih atau apalah namanya tadi menoleh kaget ke arahnya.

“Maaf!” Nayeon segera menutup pintu kembali, jantungnya berdebar cepat. Dia menyandarkan punggungya ke pintu dan memegangi dadanya. Nafasnya terengah-engah juga keringat bercucuran dari dahinya. Kepalanya juga pusing, itu pertama kalinya dia melihat adegan kiss setelah enam tahun lamanya. Dan itu adalah siaran langsung.

“Apa yang barusan yang kulihat?”

Bruk!

Nayeon terjatuh karena, Yoona membuka pintu tempat punggungnya menyandar. Mata Chanyeol dan Yoona membulat sempurna, karena Nayeon mimisan. Cairan kental berwarna merah itu kini mengalir tiada hentinya.

Onnie … oppa.” Nayeon sempat tersenyum singkat sambil melambaikan tangannya sebelum akhirnya dia pingsan.

“Nayeon-ah!!”

^^

Nayeon mengerjap perlahan, berusaha menyesuaikan matanya dengan cahaya lampu di kamarnya. Dia bangkit perlahan dan menyingkirkan selimut dari tubuhnya. Ia masih menggunakan seragam, dia melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya, pukul lima sore lewat lima belas menit. Dia tidak lagi heran dengan seonggok tisu berwarna merah di dekat kasurnya. Dia berjalan terhuyung keluar kamar, menuju dapur untuk minum dan makan. Dia juga sudah biasa kalau tidak ada orang yang khawatir dengannya.

Saat perjalanan menuju dapur dia mendengar suara tawa nge-bass di ruang keluarga. Karena penasaran dia memutuskan untuk berbelok kearah ruangan itu dan melihat Yoona sedang bermain Playstation dengan Chanyeol disana. Jangan tanya mengapa keluarga Nayeon mempunyai Playstation. Melihat mereka berdua Nayeon hanya mampu menelan air liurnya.

“Oh, Nayeon-ah! Kau sudah bangun?” Chanyeol menghentikan aktivitasnya dan mendekati Nayeon.

“Hm.” Nayeon hanya mengangguk lemas, kemudian berbalik menuju dapur. Pipinya memerah, membayangkan adegan kiss in the rooftop tadi. Dia menggeleng-gelengkan kepalanya dan menggumamkan hush!hush! agar bayangan itu menjauh dari kepalanya.

“Yoona sudah memberitahuku penyakitmu, itu agak aneh tapi tenang saja aku tidak akan membeberkannya.” Nayeon tidak tahu ingin bicara apalagi, ingin rasanya dia memukul kepala kakaknya dengan tongkat bisbol ayahnya agar kakaknya itu tidak membicarakan penyakitnya ke orang lain.

“Oh terimakasih sunbae, aku permisi.” Nayeon lekas pergi karena perutnya sudah minta diisi. Lagipula apa lagi yang harus dikatakannya pada mereka?

Tadi mengaku putus, tapi blabla (ciuman) diatap, sekarang main bersama di rumah. Mereka sebenarnya pacaran atau bagaimana sih?Ahh aku benar-benar tidak mengerti soal blabla (cinta).’

“Apa dia marah?” Chanyeol menoleh ke Yoona yang masih asyik dengan stick playstation-nya.

“Tidak, dia selalu begitu saat sadar. Memasang wajah kesal dan tidak mau berbicara.”

 

^^

Nayeon’s Side

Tak terasa sudah jam Sembilan malam ya. Tapi aku masih merasa pusing. Bayangan kakakku yang ber-blabla (ciuman) dengan Chanyeol oppa tadi membuatku takut untuk tidur. Aku takut itu masuk ke mimpiku. Aku memutuskan untuk main game saja di ponselku. Aku mengambil benda kecil itu dari meja dan segera menghidupkannya.

16 panggilan tidak terjawab? Apakah sekarang aku sudah menjadi orang penting sampai-sampai angka enam belas itu bertengger di ponselku?

2 pesan masuk? Dari siapa ini semua? Aku bahkan tidak punya kontak teman sekelasku di ponselku. Aku akhirnya membuka pesan masuk itu dan itu semua dari dua nomor asing. Apakah ini spam?

Aku membaca pesan pertama yang terlebih dahulu masuk,

From: 0xxxx5

Kau baik-baik saja? Aku begitu kaget saat Chanyeol sunbae menggendongmu yang pingsan juga mimisan. Apakah penyakitmu kambuh lagi? Oh~ Nayeon-ah aku khawatir sekali, tolong balas pesanku untuk memastikan keadaanmu. Semoga kau membalas pertanda kau baik-baik saja!

 

Byun Baekhyun

Aku tersenyum dan hatiku sangat senang membaca pesan dari Baekhyun.

“Aaah, Byun kau sangat blabla (sayang) padaku, ya? Mianhae, aku membuatmu khawatir besok aku akan menceritakannya padamu. Tenang aku baik-baik saja, terimakasih atas kekhawatiranmu!” Aku mengirim pesan seperti itu dengan tambahan emoticon sedih juga tertawa, hehehe entah mengapa semangatku muncul walau hanya secuil. Mengapa pesan Baekhyun sangat menghibur ya?

Baiklah pesan yang kedua, masih dari nomor asing.

From: 0xxxx9

Kau kenapa? Apakah sesuatu terjadi? Mengapa banyak darah di sekitar hidungmu dan kau pingsan? Nayeon-ssi apa yang terjadi? Tolong balas pesanku! Dan katakana bahwa kau baik-baik saja!

 

Lee Taeyong

“Oh dari Lee Taeyong … APA LEE TAEYONG?!”

 

To be continue.

 

Cerita Chanyeol-Yoona yang mendadak putus lalu baikan

Dibalik putus

“Yoona-ya ini dari Chanyeol.” Yoona dan Yuri segera mendongak saat Seo Jhonny menyodorkan sebuah kertas yang dilipat rapi kepada Yoona.

“Apa ini?” Tanya Yoona seraya menerima kertas itu, Yuri hanya menatap dengan penuh penasaran.

“Kau akan tahu nanti.” Setelah mengucapkan itu Jhonny segera pergi sambil tersenyum aneh.

“Cepat buka Yoon.” Yuri menepuk-nepuk meja sakin penasarannya.

Yoona membuka kertas itu, kemudian dia melihat keselilingnya.

“Tidak ada Chanyeol di sini. Dia pergi ke kantin dengan Junmyeon tadi.”

Yoona hanya memasang cengiran kemudian membaca isi kertas itu.

Yoona-ya, maafkan aku tapi sepertinya hubungan kita tidak bisa dilanjutkan lagi. Belakangan ini aku merasa sesuatu berubah darimu. Lagipula aku punya gadis lain yang kucintai, jadi kita akhiri saja ya?Terimakasih atas segalanya.

P.s: Jangan lupa kembalikan bukuku yang kau pinjam seminggu yang lalu!

“Apa maksudnya?!” Yuri segera berdiri tapi air mata Yoona telah menetes. Yoona berlari meninggalkan sahabatnya itu. Yuri hanya memasang wajah sedih bercampur kesal. Ingin rasanya dia menampar Chanyeol sekarang juga tapi Yoona pasti membencinya setelah itu. Dan jika mengejar Yoona, Yoona akan lebih dulu mendorong tubuhnya hingga ia jatuh dengan cara jungkir balik.

Dibalik baikan

“Yoona-ya, kita perlu bicara.” Chanyeol menarik tangan Yoona meninggalkan semua mata yang membelalak dan mulut yang membentuk huruf ‘o’ disana.

“Chanyeol-ah..” Yoona melirih, air mata tetap menempel di wajahnya.

Mereka berjalan menuju atap sekolah dan segera Chanyeol memberhentikan langkahnya disana.

“Ini salah paham.” ucapan Chanyeol membuat Yoona yang tadinya menunduk mengangkat kepalanya, matanya masih berair.

“Maksudmu?” Chanyeol mengelap air mata di pipi Yoona mengabaikan pertanyaan gadis itu.

Chanyeol menarik nafas perlahan kemudian berujar,

“Bukan aku yang menulis surat itu. Itu adalah ulah Jhonny yang tidak punya kerjaan dan sirik akan hubungan kita yang langgeng.” Chanyeol mengusap pipi Yoona.

“Jadi … kita tidak putus?” Yoona memegang kemeja Chanyeol sambil mendongakkan wajahnya pada pria itu.

“Mana mungkin kita putus, aku bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya tidak melihatmu. Semalam saja aku sudah frustasi tidak bisa melihat dan mendengar suaramu.”

“Jadi kenapa kau mengabaikanku hari ini dan tidak mengirimiku pesan semalam?”

“Kau tahu, dua hari yang lalu Nayeon mendorongku karena dia mengira aku temannya. Layar ponselku retak dan bokongku sakit sekali hingga sekarang. Hari ini aku mengabaikanmu karena, aku takut kau heran denganku karena bokongku sakit sehingga kau terus bertanya aku kenapa dan jika aku memberitahunya ada kemungkinan kau akan membunuh Nayeon. Kau ‘kan sangat sayang padaku.” Ujaran Chanyeol membuat Yoona berdecih sambil tersenyum, dia mengelap wajahnya dan tersenyum lagi.

“Aku kira kau marah karena aku belum mengembalikan bukumu.” Yoona berucap pelan kemudian mengerucutkan bibirnya.

“Astaga nona Im, kau jual buku itu pun tak masalah buatku. Dan bagaimana bisa kau tidak mengenal tulisan tanganku?” Chanyeol mengacak-acak rambut gadis itu.

“Itu … pikiranku sudah kacau, jadi aku terlalu fokus pada kata putus.” Yoona menunduk perlahan, membuat Chanyeol tertawa kemudian mendaratkan pelukannya pada tubuhnya.

Tiba-tiba saja Chanyeol melepas pelukannya dan menatap manic Yoona dengan serius. Dia menarik dagu Yoona dan mencium bibir gadis itu dengan lembut dan yang Yoona hanya mampu lakukan adalah mengenggam erat kemeja pria bertubuh jakung itu.

Setelah mereka menyudahi aktivitas mereka betapa kagetnya mereka saat mendapati Nayeon sedang menatap mereka dengan mulut menganga.

“Gawat.” Yoona segera berlari menuju pintu yang sudah ditutup disusul oleh Chanyeol dengan wajah keheranan.

Apa yang terjadi?’ Chanyeol membatin.

Yoona segera membuka pintu dan mereka berdua sangat kaget saat Nayeon tiba-tiba terjatuh dengan posisi terlentang di hadapan mereka dengan darah mengalir dari hidungnya.

Onnie … oppa.” Nayeon tersenyum singkat sambil melambaikan tangannya hingga akhirnya dia pingsan.

Dan secara serempak Yoona dan Chanyeol terpekik, “Nayeon-ah!!”

 

Xixixi :D, gak ada curhat di chapter yang ini. Cuma mau bilang terimakasih banyak buat yang terus setia nunggu ff Shiraa yang absurd ini ☺ dan maaf kalau Chapter ini panjang sangat :V⎦

 

Chapter #6 [Sesuatu merasuki Lee Taeyong sunbae.]

Iklan

52 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Romance Phobia (Chapter 5)

  1. mwo taeyong ngirim pesan ke nayeon. wah wah kayanya taeyong suka deh sama nayeon

    kekuatan nayeon hebat juga yaa sampe bokongnya chanyeol sakit gitu hehe
    diurut aja yoel pasti sembuh ko

    next kak

    • Jangan ketipu loh sama sikap baiknya Taeyong :v v😂
      Terimakasih sudah mampir chap selanjutnya sudah nongol tuh ❤

  2. Apa apaan ituh si Taeyong tiba tiba jadi baik begitu ama Nayeon jangan jangan si Taeyong suka ama Nayeon? Klo iya bakal terjadi cinta segitiga? Jeng jeng
    Itu kapel YeolNa kocak banget dan, apalagi pas si chanyeol jelasin kenapa dia ngejahuin si Yoona, sakit tuh pantat 😂😂
    Ditunggu nextnya.. Fighting thor!

    • Menurut survei Taeyong kerasukan sesuatu 😂 Apakah yang terjadi selanjutnya? 😣
      Author juga gak bisa bayangin Chanyeol sakit pantat 😂😂
      Terimakasih sudah singgah, ditunggu chapter enamnya ya 😍😍

  3. Wahh daebak critanya nambah seruuu 🙂
    Tuh kan bner klo taeyong yg nlongin nayeon..kkk
    Ternyata chanyeol sma yoona salah paham gtu and Jhony kurang kerjaan amat ya dia..ckckck
    Wah wah wah jagan” taeyong oppa suka lg sma nayeon, baekhyun oppa jga, tapi nanti nayeonya suka sma siapa ya..wkwkwk

    Hwaaa pnasaran bangeettt nih sma klanjutanya 🙂
    DTunggu next chapnya kakk

    Hwaiting!!

    • Ciee tebakannya benar 😂 iya Chanyeol-Yoona salah paham karena Jhonny si anak kurang kerjaan 😂.
      Hmm.. kira-kira Nayeon suka siapa ya? Sama Sehun mungkin/? Kok Sehun?/ Penasaran? Ditunggu ya next nyaa dipost Minggu depan 😉

      Terimakasih sudah mampir 😘😍

    • Iyakah? Terimakasih ya kyunggi 🙂 😘 mohon ditunggu chapter selanjutnya:) pasti dilanjut dong 😆

  4. Daebak lah tau tau taeyong yg nolongin. Dan taeyong gimana ceritanya dia bisa berubah gitu?? Dia kejedot? Apa tamparan nayeon kenceng banget sampe bikin otak taeyong jadi gesrek??? Buktinya pantat chanyeol aja jadi korban sampe gamasuk sehari. Ah ah tau aahhhh. Next chapter pasti dikasih tau kan yaaaa hehehe. Ah satu lagi! Itu jhony apa apan?? Ujug ujug ngerusak hubungan orang. Udah namanya sok inggris pulaaa. Eh kelakuan ngeselin. Minta di tabok laah ._.

    Keep writing yah shiraa-ssi!
    Ditunggu kelanjutannya hehehe. Hwaiting!!
    -XOXO-

    • Bisa jadi tamparan Nayeon penyebab utama berubahnya otak Taeyong jadi gesrek 😂😂 dan jangan ketipu ya sama sikap Taeyong 😉

      Jhonny biasa lah semacam mahkluk sirik :v yok kita tabok Jhonny bersama 😂

      Terimakasih sudah mampir, ditunggu ya 🙂

  5. Hahahaa ternyata lee taeyong yg nolong :v
    trus trus kenapa taeyong jd so sweet gth tuh ??

    Baekhyun nayeon juga lucu.. Udah baikan ajah cuma gara” hal sepele wkwkwkk

    itu cerita chanyeol yoona bikin ngakak sumpah :v
    dasar jhony biang kerok >.<

    next next auuuuuthor ^^

    • Menurut survei, Taeyong kerasukan/? 😂 Kalo kisah Chanyeol-Yoona kisah nyata itu :v 😂
      Terimakasih sudah mampir, ditunggu ya nextnya 🙂

  6. Njai, pas tebakan ane. Yg nolong nayeon pasti taeyong.😁
    Ntu si jhonny minta digampar ya, iseng bener tuh anak. Eh garem, ente menistakan anak nct mulu disini.. 😅😂
    Gak elit banget sakitnya chan lo buat neng, sengaja ya? Masa sakit pantat, kerenan dikit lah..😂😂😂
    Nayeon kumat lagi rp nya, mcmcmc. Mana baek sama taeyong nge-sms lagi. Ntu si taeyong dirasukin apa neng? Kerasukan cinta? Atau makluk halus?😂
    Next juseyo…😄😄

    • Sebenarnya niatnya Chanyeol tapi Chanyeol kan lagi sakit pantatnya 😂 gpp mereka maklum kok 😂 jadi Chanyeol sakit apa maunya? 😂 Kerasukan apa coba? Tebak lagi deh siapa tahu benar 😁

    • Ni anak, lo nistain abang ane muli deh garem. Kalo chan lagi yg nolong, entar Yoona bener” mutusin bang Yeol karena ngira Chanyeol selingkuh sama adeknya. 😂
      Sakit apa? Pokoknya lebih elit lah, luka kek. Jangan kesurupan. Ntar dia ngaku sama Yoona kalo pacar real life nya itu ane, jan berabe ntar ff ente coeg. (*lalu lo langsung nyanyi OPEN YOUR EYES sama ane..😂😂)

    • Serah gue dah 😂 situ kok repot? 😂 Ntar lain kali gue bikin Chanyeol sakit perut/diare,mencret, dll/ Jangan ngarep deh Shaeki tuh akang Chanyeol gak bakalan bisa lu sentuh 😂 bangun dari mimpi dungs 😂😂

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s