[EXOFFI FREELANCE] Pain Killer (Chapter 3)

 

Pain Killer Cover 2.jpg

PAIN KILLER Part 3

Author : HyeraKim

Main Cast : OC, Kim Jongin aka Kai

Additional Cast : Find it by yourself!

Genre : Hurt/Comfort, Angst, Romance, School Life, AU

Ratting : PG

Length : Chaptered

Disclaimer : The PLOT own by HyeraKim. NO PLAGIARISM!!! Cast own by their parents and God. OC create by me and my friend.

A/N : Ramadhan tiba ramadhan tiba.. yeay yeay *lempar petasan* wkwk.. Berhubung ini bulan ramadhan, yakni bulan penuh pengampunan.. Author selaku makhluk paling berdosa yang udah bikin cerita absurd yang tak kelar kelar ini memohon maaf lahir dan batin yaa para reader tercintah *muncrat* dan juga Selamat Berpuasa bagi yang menjalankan.. Yeaayyy…. FF nya lanjut nih, selama belum ditemukan adegan yang tiiiitttt *sensor*, ya semoga aja baca FF ini bisa bikin puasa makin semangat. Sambil ngabuburit mungkin wkwk.. yay cukup sekian. See you all…

HAPPY READING!!

PLEASE LEAVE A COMMENT!!

You cut back my pain like a Pain Killer

@Pain_Killer@

Part 3 >>>

Jeon Jungkook selalu merasa dirinya bodoh setelah melihat kejadian siang tadi. Suatu hal diluar nalarnya yang tak pernah ia bayangkan akan terjadi. Melihat bagaimana gadis yang dicintainya berada dalam kungkungan pria lain, lantas dirinya sendiri tak dapat melakukan pembelaan atas cinta sepihaknya. Jungkook tak pernah berpikir akan menjadi sebodoh ini tentang cinta, mencintai seseorang yang seharusnya juga tak ia cintai. Bahkan seseorang yang seharusnya ia sayangi sebagai sosok lain bukan sosok wanita yang memikat jiwa raganya. Jungkook kira dialah yang paling dekat jadi mudah untuk memilikinya namun naas, ada orang lain yang lebih dekat.

A View Hours Ago (OHSE High School Break time)

Jungkook menajamkan penglihatannya, mengabsen dengan teliti setiap siswi OHSE yang memasuki kantin, ia tak mendapati apa yang ingin dia temukan hingga ia memilih duduk didekat pintu masuk dan menunggu sosok yang ia kehendaki. Lima menit sudah ia menunggu, merasa wanita itu mungkin tak akan kemari, Jungkook berjalan menyusuri koridor menuju ruang kelas 2-2. Itu memang bukan ruang kelasnya tapi dia mencari sosok gadis yang sejak kemarin mengisi kepalanya. Ia mengintip dari pintu belakang kelas melihat isi ruangan yang ternyata kosong itu. Jungkook mendengus pasrah.

Ia berjalan kearah lain hingga membawanya menangkap sosok gadis yang dicarinya tengah berada diatap sekolah. Ia menundukkan kepalanya terlihat sibuk dengan sesuatu ditangannya. Jungkook tersenyum simpul, hingga dirinya pun menyusul menaiki anak tangga menuju atap sekolah. Bayangan wajah itu yang akan kesal melihatnya terukir jelas diatas kepalanya, sama seperti kemarin saat Jungkook mengganggunya. Jungkook tersenyum sejenak sebelum membuka pintu keatap. Ia membuka tanpa ragu masih dengan senyuman khasnya yang terukir manis.

Pemandangan dihadapannya membuatnya terdiam kaku. Matanya membulat sempurna, dadanya bergemuruh. Perasaan panas menggerogoti dadanya hingga ia merasa kepalanya mulai pening. Telapak tangannya mengepal tanpa ia sadari membuat buku-buku jari tangannya memutih. Dia memang melihatnya, seseorang yang dicarinya tapi dia tengah berada dalam pelukan pria lain. Pria lain yang sejauh ini menjadi sosok yang tidak disukainya. Pria yang bahkan memberikan kesan pertama sangat buruk dengannya setahun lalu. Dia Kim Jongin putra tunggal dari seorang pria bernama Kim Woobin.

Hyera mendongak menatap langit malam yang menghitam, saat ini ia tengah terduduk dibalkon kamarnya seorang diri. Menerawang ingatan masa lalu, ia terlalu sering melakukannya meski sebenarnya ia tak boleh melakukannya. Hal ini dapat membuat gangguannya datang sewaktu-waktu. Ia tak peduli, memang apa salahnya mengenang ibunya? Ia sangat merindukan ibunya. Sesosok yang sangat ingin ia peluk saat ini, pelukan hangat yang selalu ibunya berikan saat Hyera tengah lelah karena belajar seharian. Pelukan hangat yang selalu ibunya berikan saat Hyera sedang sakit. Pelukan hangat yang selalu ibunya berikan saat Hyera ketakutan pada sesuatu. Pelukan yang selalu memberikan kenyamanan baginya.

Oh wait.. Hyera baru ingat, ia merasakan pelukan seperti itu siang tadi. Yah.. tak bisa ia pungkiri kalau pelukan seorang Kai sehangat pelukan ibunya. Meski Hyera berniat melupakan kejadian itu sebenarnya, mengingat itu membuat pikirannya menjadi liar. Dia jadi teringat kejadian di halte dan bagaimana Kai mengantarnya pulang dengan taksi. Dia pasti sudah gila. Mengingatnya membuat perasaan hangat mengaliri tubuhnya diikuti dengan desiran aneh diperutnya. Hyera segera menggelengkan kepalanya.

“Sedang apa disini noona?”

Hyera hampir memekik ketika mendengar sebuah suara yang tiba-tiba muncul dari arah kirinya. Si biang keladi malah tertawa mendapati raut terkejut Hyera. Dasar bocah sialan, umpat Hyera dalam hati. Dengan memberengut kesal ia menatap tajam sosok pria itu.

“YAK! Kau pikir kau itu siapa beraninya masuk kamarku tanpa mengetuk pintu!! Kau gila ya?,” Omelnya. Seketika Jeon Jungkook memekik kegirangan.

“AHAHAHA… Maaf Maaf.. habisnya kau terlalu asik melamun sampai tidak dengar ketukan dari pintu..”

Itu bohong, Jungkook tidak mengetuk pintu. Dia berdiri sangat lama menatap Hyera melalui celah pintu kamar yang tak tertutup rapat. Jungkook memperhatikannya sangat lama hingga akhirnya melangkah masuk.

Saat ini kedua sosok itu hanya diam menatap kosong kedepan. Mereka sama-sama tenggelam kedalam pikiran mereka masing-masing. Kehampaan menyelimuti hingga menit ketiga puluh dan keduanya masih setia bungkam. Tak tahan dengan kediaman ini Jungkook berusaha memikirkan sesuatu untuk sekedar mengajaknya berbicara.

“Boleh aku bertanya?”

Jungkook tersentak, dirinya yang tengah berusaha memikirkan sesuatu untuk dibicarakan tapi malah Hyera yang bertanya sekarang. Tapi setidaknya ia lega karena dapat keluar dari suasana hening yang mengerikan seperti beberapa saat lalu. Jungkook mengangguk sebagai pertanda jawaban atas pertanyaan Hyera.

“Kau kenal Kai?”

Jungkook merasakan darahnya yang berdesir cepat. Ia sempat menatap Hyera sejenak sebelum memberi penjelasan. “Memang kenapa?”

Suaranya ia tekan sebisa mungkin agar tak terlihat jika ia sedang dalam keadaan terpancing emosi sekarang.

“Ani, lupakan..”

Hyera kembali menghadap kedepan.

“Kau kenal dia?”

“Eoh? Emm aku sekelas dengannya..”

“Tidak ada murid yang tidak mengenalnya seantero sekolah.. dia bahkan sama terkenalnya dengan pangeran sekolah..”

“Apakah dia seburuk itu? Aku dengar dia yang paling bermasalah..”

“Ya itu benar, dan bisakah kita membicarakan hal yang lain?”

“Emm maaf..”

Keduanya kembali bungkam beberapa menit. Sampai giliran Jungkook membuka mulut.

“Kau suka bermain DJ?”

Hyera sontak menolehkan kepalanya menatap Jungkook penuh tanda tanya.

“Ah sebenarnya saat aku melihatmu didepan pintu aku menyapamu dengan Kaylee kan? Aku berada di pub malam itu..”

“Apa? Berapa banyak sih siswa OHSE yang ada disana malam itu?”

“Aku tidak tahu kalau ada banyak, aku bisa kesana karena mereka semua tahu aku anak pemilik pub, tidak tahu dengan yang lain..”

Hyera mendengus. Bagaimana mungkin di Negara ini bisa-bisanya anak SHS memasuki pub. Seelit apapun pub itu, tetap saja bukan tempat bermain para remaja dibawah umur bukan? Meski Hyera juga salah satu yang berada disana, tapi tidak untuk bermain seperti yang lain. Dia sedang mengikuti ayahnya saat itu sampai ia diizinkan memainkan meja DJ.

“Noona..”

Hyera menatap lamat-lamat raut Jungkook yang tiba-tiba berubah serius.

“Kai, jangan dekat-dekat dengannya.. kau bisa menyesalinya suatu saat..,” Tukas Jungkook sebelum akhirnya meninggalkan Hyera seorang diri. Sedangkan Hyera masih berusaha mencerna kata-kata Jungkook, memangnya kenapa dengan Kai? Dia memang terlihat buruk tapi tidak selalu terlihat buruk juga. Hyera menghela napas panjang lalu menghembuskannya dengan perlahan. Ia tak tahu kehidupan seperti apa yang sedang dihadapinya saat ini. Banyak orang baru yang tak ia ketahui latar belakangnya, dan itu membuatnya pusing. Hanya saja ia satu hal yang membuatnya tenang adalah yang paling aman saat ini.

@Pain_Killer@

Pantulan bayangan dicermin itulah yang selalu ditatapnya. Pantulan dirinya tentu saja, Hyeri mendenguskan napasnya saat kembali memikirkan hal yang baru saja ia lakukan. Dia begitu gila dan rakus dengan kata khawatir terhadap sahabatnya hingga melakukan hal yang terlampau bodoh. Menyusulnya. Like an idiot, right? Hyeri memang punya sifat over protektif pada sahabat semata wayangnya itu siapa lagi kalau bukan Kaylee? Yah dan sekarang dia berkali-kali mengumpat karena Kay harus bersekolah ditempat yang sama dengan seorang pria menyebalkan yang menjadi biang kecelakaan kecilnya di bandara tempo hari. Damn it.

Dengan langkah berat hati ia menapakkan sepatu kulit kecoklatan berhak tujuh sentinya menuju tangga yang akan menuntunnya kelantai bawah. Hell.. kenapa sekolah di Korea Selatan dimulai pukul delapan sih? Seingatnya di Boston berangkat pukul delapan pun dia tidak akan terlambat. Dengan menggerutu ia melangkah ke counter dapur. Rumah neneknya ini tidak terlalu besar, karena neneknya yang tidak menyukai rumah besar, yah maklum saja usianya sudah lebih dari setengah abad jadi wajar saja kalau alasan seperti rumah yang besar akan membuatnya kesulitan berjalan kesana-kemari sudah menjadi hal yang lumrah.

Hyeri terdiam kaku ditempatnya saat ini, bukan karena ada maling atau ada tikus atau ada hal lain tapi karena seseorang yang berdiri memunggunginya saat ini. Oh damn.. it so sexy. Punggung tinggi tegap yang terlapisi kemeja santai itu sangat bersinar dimata Hyeri. Kang Minhyuk merupakan kegilaan lain yang membuat seorang Yesslyn Yoon bersedia dengan senang hati kembali ke Negara kelahirannya ini. Meski usia mereka terpaut tujuh tahun tak membuat Hyeri merasakan hal seperti Kang Minhyuk terlalu tua untuknya, faktanya dokter magang Seoul Hospital itu selalu membuatnya merasa jantungnya hampir meloncat keluar saat dia hanya melihat punggungnya saja.

Kalau saja Minhyuk tak berbalik dan memanggilnya mungkin saat ini Hyeri sudah hampir pingsan karena serangan jantung. Jantungnya berdetak jauh dari kata normal terlalu cepat. Siapa tahu saja pembuluh darahnya tiba-tiba pecah karena hal itu. Apapun yang terjadi toh Kang Minhyuk akan menjadi dokter spesialis jantung dimasa mendatang, jikalau suatu saat hal seperti serangan jantung menyerangnya. Hyeri pun duduk dimeja makan, tangannya langsung menyambar garpu dan menusukkan tomat lalu memasukkannya kedalam mulutnya. Menu paginya yang baru saja diselesaikan Minhyuk adalah salad dan sepotong roti panggang.

Mungkin satu pertanyaan teknis berlaku disini. Kenapa Kang Minhyuk berada dirumah ini? Jawabannya terlalu sederhana, Minhyuk adalah cucu dari nenek Hyeri. Maksudnya nenek Yoon dulu pernah mengadopsi seorang anak yang saat ini menjadi sosok ayah Minhyuk. Jadi bisa dikata Minhyuk juga merupakan cucu nenek Yoon. Dan fakta bahwa cucu kandung nenek Yoon hanyalah Hyeri seorang membuat daftar alasan kenapa Minhyuk ada dirumah ini. Tentu saja jawabannya karena nenek Yoon tidak ingin tinggal dirumah seorang diri.

Hyeri baru saja menjejalkan roti panggangnya saat Minhyuk membuka mulut, melontarkan kata-kata yang membuat mood Hyeri yang berubah-ubah pagi ini menjadi down.

“Putri tidur sepertimu tidak cocok sekolah di Korea.. lihat saja kau sudah hampir terlambat tapi masih dengan santainya menikmati salad buatanku..”

Hyeri menyebikkan bibirnya kesal. Pasalnya itu tuduhan palsu, yang benar saja! Hyeri bahkan sudah terbangun sejak jam diponselnya menunjuk pukul empat pagi. Dia tak lagi dapat memejamkan mata hingga ia memutuskan untuk bermain game favoritnya sebentar namun nyatanya tidak sebentar. Dia baru sadar bahwa dia bermain lebih dari dua jam. Hingga pukul setengah tujuh dia baru saja menginjak lantai kamar mandi. Dan asal kau tahu Yoon Hyeri bukan tipe yang bersiap dengan cepat. Kalau sudah urusan bersiap-siap dia sudah seperti kura-kura. Membersihkan diri saja hampir satu jam lamanya, memasang riasan tipis di wajahnya juga tidak memakan waktu sedikit, belum lagi menjatuhkan pilihan memakai sepatu kesekolah. Oh itu sangat lama. Jadi dia sangat tidak terima jika dituding keterlambatannya karena dia terlambat bangun/?

“Diam kau oppa.. ini bukan karena aku kesiangan bangun..” ucapnya.

Sepersekian detik berikutnya ia sudah mengisi mulutnya dengan sayuran. Mengunyahnya dengan kasar lalu menelannya cepat-cepat. Sepertinya dia lapar, karena masih bisa makan dengan down mood nya. Minhyuk terkekeh melihat Hyeri makan seperti orang kelaparan. Salah sendiri semalam dia bilang tidak ingin makan padahal Minhyuk sudah membuatkan pasta seafood favoritnya.

====

Bersyukurlah pada jalanan yang tak terlalu padat dan kemampuan membalap yang dimiliki Minhyuk. Kini Hyeri sudah menginjak halaman depan OHSE High School meski faktanya gerbang tertutup sesaat setelah ia melintas. Setidaknya ia tidak terlambat, tapi Minhyuk pasti terlambat. Ia tersenyum geli memikirkan salah satu residen tahun pertama rumah sakit Seoul datang terlambat, pasalnya arah rumah sakit tempat magang Minhyuk berlawanan arah dengan OHSE High School dan pria itu dipaksa habis-habisan olehnya untuk mengantarnya lebih dulu. Rasakan pembalasan jituku Kang Minhyuk, batinnya.

Tiga puluh menit kemudian Hyeri sudah menginjakkan kakinya didepan ruang kelas 2-1, setelah tadi ia mencari guru Jang. Seorang guru wanita tiga puluh tahunan yang katanya merupakan wali kelasnya. Ia melangkah masuk setelah guru Jang memanggilnya dari dalam kelas. Setelah berhadapan dengan banyak siswa ia berdehem sejenak dan setelah guru Jang memberinya izin ia memperkenalkan diri.

“Hai.. namaku Yoon Hyeri, aku lebih suka dipanggil Yoon meski itu marga, karena Hyeri terlalu pasaran.. salam kenal..”

Hyeri membungkuk setelahnya. Guru Jang menunjuk salah satu bangku nomor dua dari depan dan menyuruhnya menempatinya. Guru Jang bilang pemiliknya pindah sekolah beberapa hari yang lalu. Ia pun duduk dan menyiapkan salah satu buku kosongnya, sejenak ia melirik kearah bangku dikirinya yang paling dekat dengan jendela. Barang pemiliknya ada, berupa tas yang tergantung dan beberapa buku tebal diatas meja. Sejenak dia berpikir, pasti pemiliknya seorang yang membosankan dan sangat pintar pasalnya buku yang berada diatas meja itu merupakan salah satu buku biologi tentang anatomi tubuh manusia, katakan Hyeri pernah melihatnya sekali di kamar Minhyuk. Sepertinya bocah yang duduk disana ingin jadi dokter.

Tok. Tok.

Hyeri mengalihkan pandangannya pada pintu yang tergeser dan terbuka. Seorang pria bertubuh menjulang dengan dagu lancip muncul dari balik pintu membawa setumpuk buku tebal diikuti dengan…

Astaga, Hyeri mengangakan mulutnya. Pria itu, tidak-tidak ia harap ini tidak nyata. Ia menatapnya dan berusaha memastikan kalau ia tak salah lihat. Seringaian di bibir pria itu ketika menatapnya membuatnya sadar ini bukan khayalan. Dia memang pria ditaman tempo hari. Pria yang membuatnya tersungkur di Bandara dan meninggalkannya begitu saja. Dia Park Chanyeol.

Dia berdoa dalam hati semoga pria itu hanya mengantar sesuatu kedalam kelas ini dan bukan merupakan siswa dikelas ini namun belum sempat doanya selesai terucap pria itu semakin mendekat kearah bangku dan.. dan dia ..dia duduk di bangku sebelah Hyeri. Hyeri terlampau shock saat ini, pria itu menduduki kursi yang baru saja ia simpulkan sebagai bangku seorang yang pintar dan bercita-cita menjadi dokter. Rasanya benar-benar diluar nalar, bagaimana mungkin pria itu? Hyeri tiba-tiba merasa mual ketika pria itu mengedipkan sebelah matanya yang tersembunyi dibalik kacamata.

“Nah Yoon Hyeri-ssi..”

Tatapan Hyeri kembali kearah Guru Jang yang masih berada didepan kelas.

“Kau beruntung duduk disamping ketua kelas, kau bisa bertanya dengannya jika ada pertanyaan, dia bisa mengantarmu keliling lingkungan sekolah saat istirahat nanti, kau punya waktu kan Chanyeol?”

“Ne..” Jawab Chanyeol.

Takdir apa lagi ini? Astaga.. benar memang kata Minhyuk ia tak cocok bersekolah di Korea.

====

Hyeri terus menggerutu berjalan dibelakang pria menjulang bermarga Park itu. Ini keterlaluan, dia pikir langkah Hyeri selebar miliknya apa. Dan Hey, sejak tadi pria itu tidak menerangkan apapun dan hanya berjalan seenak jidatnya. Benar-benar menyebalkan, kenapa pula harus dia ketua kelasnya. Dan orang tidak bertanggung jawab sepertinya mana bisa menjadi ketua kelas? Memang sepintar apa sih dia itu? Hyeri diam-diam terus merutuki pria itu dalam hati.

BRUK.

“Akkh..”

Hyeri menjerit ketika tubuhnya bertubrukan dengan Chanyeol (lagi).

“Kau tidak apa apa?”

Hyeri menggerutu kesal, kesabarannya sudah habis. Sudah tiga kali dia dibuat jatuh pria menyebalkan itu. Chanyeol menghampirinya berniat membantunya berdiri namun tangannya ditepis oleh Hyeri. Dia bangkit sendiri sambil memegangi keningnya yang memang menubruk langsung bagian punggung Chanyeol.

“Sudah hentikan! Aku muak karena kau selalu membuatku naik darah!”

“Hei.. apa salahku? Kau saja yang tak memperhatikan langkahmu!”

“YA! Kau sudah menabrakku tiga kali, kau lupa?”

“Kau bercanda, aku hanya menabrakmu sekali, dan tadi itu kau yang menabrakku”

“MWO?? Waah…”

Hyeri mengibaskan tangannya berkali kali didepan wajahnya bermaksud mengurangi rasa panas yang membuat kepalanya terbakar saat ini. Sedangkan Chanyeol melipat kedua tangannya didepan dada. Mereka beradu tatapan tajam selama beberapa kali.

“KKAAU!! AKU-“

“Yesslyn??”

====

Hyera menggerutu kesal saat Kai tiba-tiba mengusik tidurnya. Pria itu terus-terusan menusuk-nusuk bahu Hyera dengan jari telunjuknya membuat Hyera benar-benar kesal.

“Apa yang kau mau?” Tanya Hyera kesal.

“Aku lapar, ayo kita ke kantin..”

“Kau kan tidak punya uang..” Sahut Baekhyun.

Kai menatap Baekhyun dengan tatapan membunuh lalu menarik kartu dari sakunya. Baekhyun menjatuhkan rahangnya melihat pria yang nyatanya kekayaannya lebih melimpah darinya itu masih memegang black card miliknya. Hyera memutar bola matanya lalu menatap Baekhyun yang duduk disebelahnya dibangku Kai tepatnya. Pria yang tingginya tak melebihi Kai itu hanya mengangkat bahunya. Ekspresinya yang terkejut tadi kini sudah berubah terlampau datar, seolah dia megerti kalau memang Kai memiliki sifat seperti itu.

“Kau menyebalkan..” Tukas Hyera lalu beranjak dari tempatnya. Ia berjalan menuju pintu diikuti Kai dan Baekhyun. Namun sesaat kemudian berganti Kai yang menyeret tangannya, menggenggam jemari kecil Hyera. Baekhyun yang berjalan dibelakangnya sempat terkejut namun dengan cepat ia dapat mengerti apa yang tengah terjadi. Nampaknya sahabat super dinginnya itu punya hal lain selain dirinya yang dapat membuatnya meleleh. Baekhyun sedikit kesal akan hal itu, karena rasanya sekarang dia seperti obat nyamuk sampai ia berhenti didepan sebuah kelas. Mengerling nakal kearah salah satu siswa perempuan didalam sana, bukan Baekhyun kalau berniat menggoda satu gadis saja faktanya sekali kerlingan tiga gadis mengerubunginya.

Hyera masih bingung dengan yang terjadi. Sikap Kai benar-benar berubah seratus delapan puluh derajad sejak kemarin. Bahkan pria itu bisa beraegyo didepannya demi makan bersama kekantin. Namun anehnya Hyera mau-mau saja mengikuti keinginan Kai. Saat ini mereka hanya berjalan berdua, entah kemana perginya Baekhyun yang tadi mengekor dibelakang mereka. Entahlah, ia tidak peduli. Bahkan ia mengabaikan tatapan siswa lain yang melintasi mereka. Oh Astaga! Hyera baru sadar kalau Kai itu nomor satu disekolah ini sebagai yang terburuk. Dan semua warga sekolah tahu akan hal itu. Namun keanehan yang kedua ia rasakan, ia tidak peduli karena ia juga merasa nyaman dengan genggaman Kai yang begitu hangat. Ia tahu jantungnya berdebar sekarang, dan ia juga tahu ada perasaan aneh yang membuat seluruh tubuhnya terasa seperti dialiri aliran listrik.

Hyera tak mau terlarut dengan pikirannya yang membuatnya tidak mengerti. Hyera menghentikan langkahnya ketika Kai juga melakukan hal yang sama.

“Ada apa?”

Kai tak menjawab, dia hanya menunjuk kearah depan dengan dagunya yang diayunkan kedepan. Yang Hyera lihat saat ini adalah seorang pria yang tengah beradu mulut dengan wanita. Tunggu! Ia menyipitkan matanya berusaha mengenali wajah itu. Astaga! Itu kan…

“Yesslyn..” Panggilnya, cukup keras hingga membuat pemilik nama menoleh kearahnya.

====

Kini giliran Kai yang menggerutu, dia tidak habis pikir bisa duduk berhadapan dengan salah satu orang yang masuk kedalam Black List nya. Dia benar-benar tak menikmati makan siangnya, lagipula kemana sih Baekhyun. Setidaknya jika ada Baekhyun, mereka bisa mencari meja lain. Masalahnya Baekhyun tidak ada dan dia tidak suka makan sendiri. Berkali-kali yang dilakukannya hanya mendenguskan napasnya. Sejenak ia melirik gadis disampingnya yang asik berbicara dengan orang dihadapannya. Seorang gadis juga, kalau tidak salah namanya Yesslyn tapi gadis cerewet itu tak mau dipanggil Yesslyn dan minta dipanggil Yoon. Kai memutar kedua bola matanya mengingat itu. Belum lagi banyak yang menjadikan mereka pusat perhatian, mengingat disini si pembuat onar sedang duduk berhadapan dengan pangeran sekolah. Kai kembali menatap pria dihadapannya, mereka mengadu tatapan beberapa saat dan berakhir dengan dengusan keduanya. Kai kembali bertopang dagu, dia bisa mati kebosanan terjebak di posisi ini.

Tak jauh berbeda dengan Kai, Chanyeol yang duduk dihadapan Kai juga merasakan hal yang sama. Salahkan Oh Sehun yang sedang mengerjakan pekerjaan ilmiah didalam laboratorium kimia bersama guru Jang. Yah, Sehun punya kesibukan lain sebagai asisten guru Jang yang merupakan penanggung jawab penelitian ilmiah disekolah ini. Lagi pula memang tak ada yang lain jika bukan Sehun, Chanyeol sendiri juga tak tahu mendetail tentang kimia, dia lebih suka biologi daripada kimia. Rumus molekul terlalu rumit, serumit posisinya sekarang. Dia terjebak disini bersama Yoon Hyeri, gadis yang yah dia akui dia tidak benar-benar mengajaknya beradu mulut tadi sebenarnya, dia hanya amat menyukai cara gadis itu kesal. Karena semakin dia kesal semakin pula dia terlihat cantik. Dan parahnya didepannya saat ini adalah Kai musuh bebuyutan Sehun. Dia tak ingin ikut campur dengan urusan mereka sebenarnya namun kadang ia harus terlibat.

“Jadi kau sekelas dengannya..?”

Chanyeol maupun Hyeri langsung bertatapan satu sama lain, namun beberapa saat setelahnya Hyeri langsung membuang muka dan memutar kedua bola matanya.

“Menyebalkan.. tidak bisakah kita sekelas saja? Kau tau orang ini menggagalkan aksi surprise ku padamu!”

Chanyeol menyebikkan bibirnya, lalu ikut membuang muka. Baiklah sekarang Chanyeol juga mulai kesal karena terus menjadi bahan untuk disalah-salahkan. Memangnya sebesar itu ya kesalahannya?

“Kau tidak akan betah berada dikelasku.. semuanya orang berisik, apalagi yang namanya Baekhyun..”

Hyera berhenti sejenak lalu menggelengkan kepalanya. “..benar-benar seperti radio,” lanjutnya.

“Tapi setidaknya ada kau..”

“Kelasku sudah penuh..,” Sahut Kai sinis. Membuat Hyeri menatapnya kesal. Bukan hanya kelasnya yang penuh sebenarnya. Toh Kai tidak peduli jikalau pun benar kelasnya masih bisa diisi tapi yang ada dipikirannya adalah ketika gadis bermarga Yoon yang segitu akrabnya dengan Hyera sekelas dengannya. Itu akan membuatnya mati perlahan-lahan, pasalnya selama mereka mengobrol akan terselip guyonan yang membuat Hyera akhirnya menunjukkan senyumannya yang sangat manis dan saat itu Kai pasti akan menahan napasnya. Kai hanya tak mau mati muda karena sekedar melihat senyum Hyera.

“Lagipula memangnya dia mau sekelas dengan gangster sepertimu..?” Sahut Chanyeol diikuti sebuah senyuman miring.

“Shut your f**kin’ mouth!! You want I ripped your mouth??”

“Then you do!!”

Kai mulai berdiri hendak meraih kedua kerah baju Chanyeol, namun tangannya segera dicengkeram oleh Hyera.

“Stop it! What the hell are you doing?? And you Chanyeol.. our problems isn’t over yet!!”

Hyeri menengahi, lalu memberi pesan dengan sorot matanya pada Hyera dan diapun pergi. Detik berikutnya Hyera menarik tangan Kai menjauh. Berbahaya jika mereka berkelahi sedangkan puluhan pasang mata sudah menjadikan mereka pusat perhatian semenjak dengan tidak wajar empat orang itu duduk pada satu meja. Tentu saja membuat gosip berkoar, antara pangeran sekolah, si pembuat onar dan dua murid pindahan dari Boston.

====

“Kenapa sih kau mudah sekali terpancing emosi?”

Pertanyaan Hyera menggantung begitu saja diudara. Pertanyaan yang sudah terlontar sejak berjam-jam yang lalu dan kini saat kedua berada di halte pun pertanyaan itu belum terjawab. Mereka diam satu sama lain, Hyera diam dengan berkedok pada mp3 playernya dan Kai diam dengan game pada ponsel miliknya. Suasana mengerikan yang tercetak sejak langkah mereka keluar dari gerbang sekolah. Sialnya lagi Kai tidak bisa membawa motornya, Baekhyun dengan licik mencurinya lagi. Bocah itu selalu dapat hukuman dari ayahnya dan berakhir dengan motornya yang disita tapi korbannya bukan Baekhyun, justru Kai yang selalu menjadi korban saat motor Baekhyun disita. Tapi setidaknya Baekhyun membuatnya berjalan ke halte hingga ia dapat bertemu Hyera maksudnya bersama Hyera.

Kai masih sibuk dengan smartphone miliknya saat Hyera menatapnya dalam keheningan. Diam-diam Hyera merekam dengan teliti setiap lekuk wajah pria itu. Hyera menelan salivanya dengan susah payah melihat garis rahang tegas pria dihadapannya. Bisa dibilang itu adalah garis rahang terindah yang pernah dia lihat dari sekian pria yang pernah dikenalnya. Oh Astaga izinkan Hyera untuk menyentuhnya, dia sudah sangat bernapsu untuk menyentuh dan mengusap rahang itu. Hyera semakin menahan napas ketika tiba-tiba Kai menatapnya.

Kai merekam jelas setiap inchi lekuk wajah Hyera dikepalanya, mata bulatnya dengan iris coklat gelap yang berbinar, pipi gembungnya yang membuat Kai tak kuasa menahan hasrat untuk mencubitnya. Turun pada bibir pinknya yang tipis dan terlihat manis jika dikecap. Oh Astaga! Apa yang Kai pikirkan. Dia segera memutus kontak mata dengan Hyera lalu menghirup oksigen sekuat-kuatnya, rupanya ia lupa bernapas sepersekian detik lalu. Hyera juga melakukan hal yang sama. Menatap iris coklat gelap milik Kai terlalu lama selalu membuatnya terasa seperti ditelanjangi, matanya menyorot begitu tajam. Lama-lama berdua disini bersama Kai dapat membuatnya mati muda karena selalu lupa bernapas. Beruntung bus menuju kerumahnya segera tiba. Ia segera bangkit dan melihat Kai sekilas. Pria itu sedang mengalihkan pandangan. Hyerapun meninggalkan pria Kim itu di halte.

====

“Hyung.. kau harus menjemput Shin Ae Noona pukul dua dibandara!”

Byun Baekhyun adalah makhluk terlicik yang pernah Minseok kenal. Dan itu menjadi kesialan terbesar untuknya karena makhluk itu adalah adiknya sendiri. Tambahan lagi satu kesialan baginya memiliki sepupu yang sifat otoriternya melebihi ibunya sendiri. Kau tahu apa yang bisa dilakukan Shin Ae jika keinginannya tak dipenuhi? Dia bisa membuatmu berdiri dineraka Tuan Byun yang merupakan ayah Minseok sendiri. Tuan Byun memang tak menyeramkan seperti ayah Kai mungkin, tapi saat marah dia bisa menjabel semua yang melekat pada tubuhmu dan itu sangat berbahaya bagi Minseok maupun Baekhyun.

Bayangkan saja sekitar sejam yang lalu Baekhyun menelponnya dan mengatakan Shin Ae harus dijemput pukul dua, sedangkan sekitar pukul setengah dua dia memiliki jadwal terapy dengan pasiennya. Terpaksa dia meminta orang lain menggantikannya sementara, dan setibanya di Bandara setelah bertemu dengan Shin Ae wanita itu justru mengatakan hal yang membuat telinganya panas.

“Woomin Oppa? Kau tidak sibuk mau menggantikan Baekhyun menjemputku?”

Minseok ingin sekali membunuh Byun Baekhyun detik itu juga.

“Sudahlah Oppa.. Baekhyun mungkin sibuk, sebentar lagi kan ada ujian kenaikan..”

Suara-suara Shin Ae yang bersifat menenangkan amarah Minseok itu melebur begitu saja didalam Aston Martin hitam metallic yang dilajukan Minseok. Shin Ae tahu Minseok terlanjur marah dan ribuan ucapan tak akan berlaku, tapi setidaknya dia mencoba.

“Lagipula aku tahu kau sibuk, mana mungkin aku memanggilmu..”

Shin Ae melirik Minseok sekilas lalu bergidik sendiri melihat pria yang biasanya memiliki pembawaan yang tenang itu kini tengah mengeraskan rahangnya dan menunjukkan tatapan membunuh yang dapat menelan Baekhyun mentah-mentah. Benarkan? Ini salah Baekhyun tak ada, hubungannya dengan Shin Ae jadi dia tak perlu repot-repot menurunkan suhu badan Minseok yang hampir seratus derajad celcius itu. Hanya saja rasanya membosankan bersama Minseok yang sedang marah. Ia tak akan membuka suaranya secuilpun meski biasanya pria itu masih termasuk golongan yang irit bicara namun setidaknya tak separah ini juga.

Alasan Shin Ae memilih Baekhyun bukan hanya karena Minseok sibuk bekerja tapi juga karena Baekhyun itu seperti radio. Dan Shin Ae lebih suka radio yang menyala tidak jelas daripada radio yang kehabisan baterai, sangat membosankan. Kalau itu Baekhyun, pria itu pasti sudah menanyakan bagaimana Perancis sebulan ini tapi impiannya untuk menceritakan pengalamannya berada di Negara menara Eiffel itu gagal total karena pria berisik itu malah mengutus Malaikat Kegelapan. Biar saja Shin Ae mengatakan itu, toh dia yang merasakan suasana kegelapan yang menyelubung kedalam seisi mobil.

Minseok tahu jika dia pergi kerumah sakit sekarang dia hanya akan mengacaukan dirinya. Jadi dia lebih memilih mengacaukan Baekhyun daripada mengacaukan dirinya didepan pasiennya. Aston Martin black metallic miliknya sudah memasuki halaman depan kediaman Byun. Bertepatan sekali ada motor Baekhyun didepannya tak perlu pikir panjang lagi.

BRAAK..

“Oppa.. apa yang kau lakukan?”

Pekik Shin Ae saat menyadari Minseok menabrak motor yang terparkir didepannya dengan sengaja. Tanpa menjawab pria itu keluar dari mobilnya dan menghampiri Byun Baekhyun yang saat itu masih berdiri didepan pintu dengan mulut menganga. Minseok segera menarik telinga Baekhyun dan menyeretnya masuk kedalam rumah diiringi dengan teriakan memelas Baekhyun.

“Hyung.. Hyung sakit… Hyung apa salahku? Hyung Hyung berhenti… Hyung…”

“Masih bertanya dimana kesalahanmu? Kemana saja kau hah? Aku meninggalkan pasienku karena kau Byun Bacon!!”

Baekhyun mengusap-usap telinganya yang serasa hampir putus.

“Tapi kenapa kau tabrak motornya?”

“Karena aku kesal denganmu bodoh!”

“Tapi itu…”

“…itu hukuman untukmu! Kau mengacaukan jadwalku! Kau tahu berapa pasien yang kutelantarkan? Kau benar-benar iblis Baek..”

“Dengarkan aku dulu hyung..”

Belum sempat Baekhyun melanjutkan kalimat pembelaannya Minseok sudah mengambil payung yang entah kenapa ada disana dan membuat Baekhyun lari terbirit-birit dan terjadilah kejar-kejaran antara kakak-beradik itu. Shin Ae yang mendapat tontonan gratis kini sudah duduk manis disofa panjang, sesekali dia menggelengkan kepalanya. Ia melirik ponsel Baekhyun saat terdengar suara getaran. Ia meraihnya dan melihat pesan yang diterima Baekhyun dari kontak ber ID Kim Kai.

_Hey bodoh.. kapan kau kembalikan motorku? Aku akan keluar malam ini_

Shin Ae berpikir sejenak, detik berikutnya ia tertawa dengan keras membuat kakak-beradik yang berlarian tak jelas itu berhenti dan menatap kearahnya.

“Masalah besar Byun, kalian akan kena masalah besar..”

Shin Ae mengangkat ponsel Baekhyun, Baekhyun berlari menghampirinya. Ekspresinya berubah pucat seketika saat membaca pesan teks dari Kai.

“Kenapa sih hyung kau tak bisa membedakan motor biru dengan hitam metallic??”

“Apa maksudmu?”

Minseok masih dengan amarah tertahan kini ikut mendudukkan diri diatas sofa.

“YANG KAU TABRAK TADI MOTORNYA KAI, WOOMIN HYUUNG!!!!”

<<< Part 3 Cut

Next Part Preview

BEEEPP…

Shit. Apa-apaan? Membuat kaget saja. Sopir bus tiba-tiba mengklakson dengan sangat keras membuat seluruh isi bus termasuk Jungkook cukup terkejut dengan bunyi klakson bus yang ditumpanginya sendiri. Ia merasa bahunya tidak berat lagi. SIAL. Gara-gara klakson itu Hyera terbangun. Hyera masih mengerjapkan matanya berkali-kali saat Jungkook dengan wajah cemberut menatapnya datar.

“Sejak kapan kau disini?”

Pertanyaan pertama yang dilontarkan Hyera hampir membuat Jungkook menjatuhkan rahangnya, tapi dia hanya membulatkan matanya saja.

“Jadi sejak tadi itu aku hantu begitu? Hey Noona.. aku sudah berada disebelahmu sejak keluar dari gerbang rumah ngomong-ngomong..”

Hyera mengingat-ingat. Tapi dia tidak menangkap wajah Jungkook sama-sekali sejak tadi. Earphone ditelinganya membuatnya terlena dengan lagu hip hop yang meracau dengan keras dan dia memang terkantuk-kantuk saat berjalan ke halte, jadi mungkin dia memang tidak terlalu peka kalau memang Jungkook disampingnya.

“Ooh..”

@Pain_Killer@

6 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Pain Killer (Chapter 3)”

  1. hahaha, aq ga bs bayangin klu minseok marah, muka se cute gt dan aq jg ga bs bayangin dia jewer kupingnya baekhyun, hahaha…….

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s