[EXOFFI FREELANCE] Hopefully Sky (Chapter 4)

Hopefully Sky By Hoya~2.jpg

█ Hopefully Sky █

█ EXO’s Oh Sehun, OC’s Im Sena, & JYJ’s Kim Jaejoong

Sad, SchoolLife, Romance Story Rated by T Served In Chaptered Lenght

Disclaimer : this is a work of fiction. I don’t own the cast. Every real ones belong to their real life and every fake ones belong to their fake appearance. Any similarity incidents, location, identification, name, character, or history of any person, product, or entity potrayed herein are fictious, coincidental, and unintentional. Any unauthorized duplication and/or distribution of this art and/or story without permission are totally restricted. █

█  █

 

~ Hopefully Sky ~

 

Sena Menyesap Coffee Latte Miliknya Seraya Menghela Nafas Panjang Mengingat Hari Sudah Semakin Siang. Ia Masih Penasaran Siapa Pria Yang Mengiriminya Sebuah Pesan Singkat Terkesan Dingin Tadi Pagi.

 

Drrtt!Drrtt!Drrtt!

Ponsel Sena Bergetar Menandakan Sebuah Pesan Masuk. Layar Ponsel Yang Semual Mati Menjadi Menyala.

 

‘Maaf, Aku Tak Bisa Datang..’

 

Pesan Itu Menjadi Saksi Bisu Dirinya Yang Memendam Rasa Kesal. Bagaimana Tidak, Sudah Hampir Satu Setengah Jam Ia Menunggu Orang Itu Dan Sekarang Hasilnya Hanya Sia-Sia.

 

“Eoh, Sena Eonnie!”Seorang Gadis Dengan Pakaian Sekolah SMP Menghampirinya Yang Mengumpat Kesal.

 

“Ah, JiHyo.”Balas Sena.

 

“Bagaimana Kabar, Eonnie?”

 

“Baik, Sangat Baik. JiHyo-ah.”

 

“Ah, Kenapa Eonnie Tidak Pernah Ke Rumah Lagi Semenjak Tiga Tahun Yang Lalu? Aku Merindukan Masakan Eonnie, Lelucon Eonnie, Dan Tak Lupa Merindukan Eonnie.”Sena Terkekeh Mendengar Perkataan JiHyo.

 

“Eonnie Selalu Sibuk Sampai-Sampai Lupa Dengan Waktu. Nanti Jika Ada Waktu Eonnie Akan Mengunjungimu, Tak Perlu Khawatir Eonnie Janji.”

 

“Ah, Eonnie!”Seru JiHyo.

 

“Ya. Ada Apa, JiHyo-ah?”

 

“Kenapa Akhir-Akhir Ini Oppa Selalu Bersama Kkamjong Bukannya Bersama Eonnie?”Tanya JiHyo. Sena Seperti Di Sambar Kilat, Apakah JiHyo Bisa Menghilangkan Kata Sehun Di Setiap Katanya. Apa JiHyo Tak Tau Jika Ia Merasa Sakit Setelah Mendengar Nama Sehun?

 

“Eum..Kan Eonnie Sudah Katakan Bahwa Eonnie Sibuk Dan Bahkan Lupa Waktu Untuk Bersama Teman-Teman.”Jawab Sena.

 

“Hehehe, Tak Perlu Khawatir. Aku Akan Menelpon Oppa..”

 

“Jangan!”Cegah Sena Cepat. JiHyo Menghentikan Peregerakannya.

 

“Sehun Oppa Sedang Sibuk. Kasihan Jika Dia Di Ganggu.”Alasan Tepat Sena Membuat JiHyo Mengangguk Cepat.

 

“Eonnie Benar, Oppa Sedang Sibuk Mengurus Kepindahan.”

 

“Huh? Kepindahan? Apa Maksudmu, JiHyo-ah?”

 

“Apa Oppa Tak Memberi Tahu Eonnie?”Sena Menggeleng Tak Yakin. Ia Masih Mencerna Semua Perkataan JiHyo Yang Terkesan Ambigu Baginya.

 

“Kami Akan Pindah Ke Manhattan. Apa Eonnie Benar-Benar Tak Tau?”Sena Menggeleng Lagi. Tapi Ia Dengan Cepat Menggeleng Lagi.

 

“Ada Apa, Eonnie?”

 

“Aku Harus Mencari Sehun, Apa Kau Tau Di Mana Sehun?”Tanya Sena Terkesan Tak Sabaran.

 

“Ya. Di Lapangan Basket Komplek, Oppa Sedang Bermain Basket Sendirian”Jawab JiHyo. Sena Menyambar Mantel Biru Navy Miliknya, Lalu Berlari Menuju Parkiran Sepeda.

 

“Kenapa Ia Tak Pernah Memberitahu Kebenarannya Padaku?”Gumam Sena.

 

 

Sehun Memasukkan Bola Basket Ke Dalam Ring Dan Kembali Mengalahkan JongIn Yang Sedang Mengatur Nafasnya. Ia Terlihat Gelisah Setelah Sesaat Mengirimi Sena Sebuah Pesan Singkat.

 

“Hun, Aku Menyerah. Kau Terlalu Gesit Untuk Menjadi Lawanku.”JongIn Menyerah, Ia Tak Kuat Melawan Pria Jangkung Di Depannya.

 

“Sudah Kuduga. Kau Bukan Lawan Yang Tepat, Kim JongIn.”Sindir Sehun.

 

“Ya, Aku Pergi Dulu. Ibu Menungguku Di Butik.”JongIn Berdiri, Mengambil Tasnya, Lal u Pergi Meninggalkan Sehun Sendirian Di Lapangan. Sekitar Satu Setengah Jam Sehun Berada Di Lapangan Ini. Mungkin Ia Akan Rindu Dengan Semua Yang Ada Du Sini.

 

“Oh Sehun, Kita Akhiri Saja Semua Ini..”Sehun Menegang Seketika. Itu Sena, Kenapa Ia Berada Di Sini? Bagaimana Ia Bisa Tahu?

 

“Aku Lelah, Aku Ingin Semuanya Kembali Seperti Semula. Aku Ingin Kau Selalu Ada Di Sampingku. Aku Mencintaimu, Sangat Mencintaimu…”Sena Menjeda Perkataannya.

 

“Sangat Sulit Membuatmu Percaya Padaku. Tapi Aku Yakin Suatu Saat Kau Akan Menjadi Milikku, Menjadi Langitku. Karena Kaulah Langit Terindah Bagiku..”Lanjutnya. Sehun Menitikkan Air Matanya. Ia Tak Kuat, Ia Sangat Lemah Saat Di Dekat Sena.

 

“Aku Percaya. Selalu Percaya Padamu, Im Sena….”Sehun Menarik Nafasnya Lalu Menghembuskannya Perlahan.

 

“Tapi, Semuanya Terlambat. Luhan Benar, Di Sini Aku Yang Salah. Aku Yang Bodoh Karena Tak Mendengar Perkataanmu. Ma’af Aku Tak Yakin Bisa Kembali…”Sehun Menjeda Lagi.

 

“Padamu Lagi…”Lanjutnya. Seolah Tak Peduli Dengan Sena, Sehun Mengambil Langkah Pergi Dari Lapangan Tersebut.

 

“Aku Bodoh Karena Selalu Berharap Padamu…”

 

~ Hopefully Sky ~

 

Jessica Memeluk Sena Penuh Kehangatan Sedangkan Eunji, Ia Tak Dapat Berkata Apa-Apa. Ia Berfikir Pasti Ada Alasan Sehun Melakukan Dan Juga Mengatakan Semua Itu.

 

“Kau Harus Menunggunya, Mungkin Ia Belum Siap Menerima Kenyataan..”Eunji Mencoba Memberikan Nasihat Kepada Sena.

 

“Kenyataan Apa Lagi?”Sena Sedikit Berteriak.

 

“Kau Harus Bisa Melepaskannya, Sena-ya…”Kata Eunji. Sena Menggeleng Pelan. Harus Berapa Kali Ia Mengatakan Cinta Pada Sehun, Harus Berapa Kali Ia Jujur Pada Sehun. Kenapa Sehun Selalu Menolak Pernyataan Cintanya? Apakah Semua Yang Di Katakan Sena Hanya Lelucon Selama Ini?

 

“Aku Tak Tau Harus Berbuat Apa…”

 

“Ikuti Apa Kata Hatimu, Bukankah Kau Punya Langit Indah? Tunjukan Bahwa Kau Bisa Berdiri Sendiri Tanpanya. Suatu Saat Jika Dia Kembali, Ku Janjikan Ia Akan Bertekuk Lutut Di Hadapanmu. Aku Janji Akan Hal Yang Kukatakan.”Eunji Menyenggol Pergelangan Tangan Jessica.

 

“Jika Ia Tak Kembali?”Tanya Sena. Jessica Hanya Menggeleng Pelan.

 

“Kau Bisa Istirahat. Eunji-ah, Bantu Eonnie Memasak Di Dapur.”Jessica Dan Eunji Keluar Dari Kamar Sena.

 

“Ya, Aku Bodoh Karena Mengejar Pria Yang Sangat Membenciku Sejak Lama..”

 

Drrtt!Drrtt!Drrtt!

Ponsel Sena Bergetar, Layar Yang Semulanya Mati Menjadi Menyala. Tertera Nama ‘Kim Jaejoong’ Di Layar Tersebut. Dengan Perasaan Malas Ia Mengambil Ponselnya Yang Berada Di Atas Nakas.

 

“Yeobseoyo!”

“…”

“Ah, Ani. Ada Apa?”

“…”

“Ma’af, Aku Sedang Sibuk Sekarang Mungkin Lain Waktu.”

“…”

“Sekali Lagi Ma’af, Jaejoong-ssi..”

“…”

“Bye~”

 

“Seolah Hanya Kim Jaejoong Pria Terbaik Di Dunia Ini..”Gumamnya.

 

“Ya, Tak Seperti Si Brengsek…”Sena Menjeda.

 

“Si Brengsek Oh Sehun..”Lanjutnya.

 

 

Sena Mendudukan Dirinya Di Sofa Dekat Jendela Besar Di Sudut Kamarnya. Sedikit Mengeratkan Jaket Biru Navy Nya Yang Melorot. Udara Malam Terasa Sangat Dingin, Tak Seperti Hari Biasanya. Ya, Bisa Saja Dingin Malam Ini Dapat Membekukan Hatinya Yang Terasa Sangat Panas.

 

“Aku Bodoh Karena Terlalu Berharap Padamu…”

 

“Aku Bodoh Karena Terlalu Mencintaimu..”

 

“Dan Aku Bodoh Karena Telah Memilihmu Sebagai Cinta Pertamaku..”Sena Kembali Diam.

 

“Kenapa Coffee Yang Ku Minum Selalu Terasa Hambar Sejak Tiga Tahun Yang Lalu?”

 

“Kenapa Semangatku Selalu Memudar Sejak Tiga Tahun Lalu?”

 

“Dan Kenapa Air Mataku Selalu Mengalir Tanpa Di Minta Sejak Tiga Tahun Yang Lalu?”

 

“Kenapa Semuanya Berubah? Apakah Ini Jalan Terbaik Yang Tuhan Berikan Padaku? Apa Aku Harus Menunggu Lagi? Apa Aku Harus Bersabar Lagi? Tuhan, Kumohon Berikan Aku Jawabannya..”

 

~ Hopefully Sky ~

 

Sehun Pov

 

“Sekeras Apapun Kau Mencoba Untuk Melupakannya Jika Dia Memang Takdirmu, Dia Tak Akan Pernah Ke Mana-Mana. Jalan Tuhan Memang Terkadang Rumit Dan Tak Dapat Di Mengerti Tapi Dengan Jalan Itulah Tuhan Dapat Mengetahui Bahwa Hambanya Itu Kuat Atau Tidak Dalam Cobaan Yang Di Berikannya…”Kata-Kata JiHyo Terlalu Menyakitkan Bagiku. Di Usianya Yang Masih Muda Kenapa Ia Begitu Dewasa Dalam Hal Pengertian?

 

“Aku Tak Tau Dan Tak Ingin Mencoba.”Jawabku.

 

“Hei! Oppa Biasanya Lebih Dewasa Tapi Kenapa Dalam Masalah Seperti Ini Menjadi Kekanak-Kanakan?”

 

“Oppa Tak Tau, JiHyo.”

 

“Ish, Oppa Ini Memang Tidak Peka..”

 

“Aku Tak Perlu Peka, Dan Tak Ingin Mencoba Mencari Tahu Apa Yang Namanya Peka.”

 

“Ya Ya Ya. Memang Seharusnya Oppa Mengatakan Hal Itu. Inilah Yang Membuat Sena Eonnie Lebih Memilih Tao Sunbae.”

 

“Karena Aku Tidak Peka? Begitu?”

 

“Oppa Ini Berpura-Pura Bodoh Atau Memang Bodoh Sih?”

 

“Aku Tak Tau.”

 

“Ah, Sudahlah. Cepat Temui Sena Eonnie Sebelum Semuanya Terlambat. Cepat! Cepat!”

 

“Hei, Oh JiHyo!”

 

“Aku Yang Mengatakannya Atau Oppa Yang Mengatakannya Secara Langsung.”Anak Ini Memang Sangat Menyebalkan.

 

“Ayo! Cepat Oppa! Fighting!”

 

“Ak-,”

 

“Oh, Astaga! PSP Ini Jika Jatuh Dari Atas Sini Akan Sangat Istimewa!”Seru JiHyo Membuatku Kaget Setengah Mati. PSP Ku Dalam Bahaya Sekarang.

 

“Cepat! Tak Ada Waktu Lagi Sebelum-,”

 

“Iya Iya, Aku Pergi!”

 

Sehun Pov End

 

~ Hopefully Sky ~

 

Sehun Menghela Nafas Panjang Saat Berhadapan Tepat Di Depan Pintu Rumah Sena. Ia Masih Bingung Dengan Apa Yang Di Lakukannya Sekarang. Mengetuk? Ah, Tidak Mungkin Itu Sangat Memalukan Mengingat Ia Yang Membuat Sena Menangis. Menelpon? Ah, Itu Juga Tidak Mungkin Mengingat Ia Tak Pernah Meminta No Telpon Sena. Menaiki Secara Diam-Diam Lewat Jendela? Ah, Itu Mungkin Memang Ide Yang Gila Tapi Mau Bagaimana Lagi.

 

“Aku Harus Cepat Sebelum JiHyo Melakukan Hal-Hal Yang Di Luar Fikiran Pada PSP Ku Dan Juga Mengakhiri Semua Kesalahfahaman Ini.”Gumam Sehun.

 

 

Sena Masih Saja Menangis Di Dekat Jendela. Keningnya Berkerut Sesaat Setelah Mendengar Suara Decitan Tangga Yang Di Naiki. Ia Sudah Menduganya, Itu Pasti Tetangga Sebelah Yang Baru Pindah.

 

“Psst, Sena..”Panggil Seseorang Lebih Ke Dalam Kata Bisikan.

 

“Sehun!”Serunya Tak Percaya.

 

“Sstt, Bisa Kau Diam? Jika Kedua Eonnie Mu Tahu Aku Di Sini Bagaimana Jadinya?”

 

“Ma’af..”

 

“Tak Perlu Minta Ma’af, Disini Aku Yang Patut Di Salahkan Karena Tidak Mau Mendengarkan Penjelasanmu..”Sahut Sehun.

 

“Kau Mema’afkanku?”Tanya Sena.

 

“Berapa Kali Sudah Kukatakan Bahwa Itu Bukan Kesalahanmu?”Tanya Sehun.

 

“Aku Tak Menghitungnya..”Jawab Sena.

 

“Hhh, Baiklah. Im Sena Dengarkan Aku. Aku Tak Akan Mengulang Pertanyaan Ini, Kau Hanya Perlu Mengatakan Ya Atau Tidak. Ok?”

 

“Hmm..”Sena Menjawab Seraya Mengangguk Cepat.

 

“Aku Menyukaimu, Maukah Kau Menjadi Kekasihku?”

 

“Ya?!”Seru Sena Kaget.

 

“Ssstt, Kau Bisa Pelankan Suaramu?”Sena Mengangguk.

 

“Apa Jawabanmu?”

 

“Aku Tak Tau..”

 

“Hey, Bagaimana Bisa Seperti Itu?”

 

“Aku Memang Tak Tau Jawabannya.”

 

“Kau Harus Menjawabnya!”

 

“Tapi Aku Tak Tau Jawabannya!”

 

“Apa Jawabanmu?!”

 

“Berapa Kali Sudah Kukatakan! Aku Tak Tau! Aku Tak Tau!”Seru Sena Lebih Nyaring Dari Sebelumnya.

 

“Kau Harus Menjawabnya, Im Sena!”

 

“Aku Tak Tau, Oh Sehun!”

 

“Aku Ingin Kau Menjawabnya!”

 

Brakk!

 

TBC

 

Hai, Gimana Chapter Kali Ini? Gk Nyambung? Sorry, Klo Ada Typo…Masih Tetap Sama, Comment+Kritik+Sarannya Ya!!!Ok Aku Mau Klarifikasi Sebenarnya Pemeran Im Sena Aslinya Itu Im Hangyul Atau Lebih Tepatnya Jessica Jung. Berkenaan Waktu Itu Aku Takut Gak Terima FF Dengan Cast Member EXO Dan Member SNSD Jadi Aku Ganti Dengan Ulzzang. Jadi Jangan Bingung Kalau Posternya Gambar Jessica ex SNSD Ya…

7 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Hopefully Sky (Chapter 4)”

  1. Jawab “ya” dong….
    Hyo!! Moment sena-sehun nya kurang..!
    Apakah nnti sehun beneran pindah???
    Trus sena gmna???
    LDR an gitu???
    Akh**** ak dibuat mati penasarann…
    Ditunggu next chap

  2. tinggal jawab “ya” apa susahnya sih?
    katanya cinta tapi jawab gitu aja gk tau….
    apalagi sehun mau pergi, cepat jawab iya sena, sebelum terlambat okey…

  3. Next kakk,
    Jihyo pemikiran mu sungguh dewasa untuk anak seusianya and sehun opa mlah kbalik ya..ckck 🙂
    Iya sbenernya aku jga msih agak bingung sih kakk sma critanya#garuk” kpala^’v
    Tpi gpp cba aku pahami dikt” 🙂
    Dtunggu klanjutanya kakk

    Hwaiting!! ^^

  4. Lanjut kak fighting and keep writing yoo 😉 walaupun agak bingung pas ceritanya tapi aku akan berusaha memahaminya chapter agak membingungkan :/

    1. It’s Hoya~

      Sengaja Di Percepat Biar Selesainya Juga Cepat. Dan Aku Juga Bingung Sama Ceritanya😂Untuk Kamu Makasih Udah Baca FF Yg Gajenta Demi Dewa*Lah Uttaran😂😂

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s