[EXOFFI FREELANCE] Coundour (Chapter 4)

Untitled-1

Judul    : Candour [Chapter 4]
Author  : halolen28
Cash     :   – Irene
– Krystal
– Sehun
– etc.
Genre   : Romance/Hurt/Friendship
Rating  : T
Disclaimer : original bikinan aku^^ kata² membingungkan mungkin bertebaran komen-juseo^^

 Happy Reading

-Chapter 4-

“Maukah kau menjadi temanku?”

“Hah? Apa?” Irene mulai tertawa. “Kau tak perlu meminta izin untuk menjadi teman ku Sehun”

“Tentu saja itu perlu,siapa tau kau tidak nyaman dengan keberadaan ku”

“Hahaha. Baiklah Oh Sehun,mari kita berteman” Irene mengacungkan kelingkingnya di depan Sehun.

Sejenak Sehun ragu,tapi kemudian ia menyambut kelingking Irene dengan kelingkingnya, “Teman” Sehun tersenyum. Senyumnya cerah sekali, dan itu membuat Irene menyadari betapa tampannya Sehun.

***

Krystal berlari di koridor kelasnya. Ia terlambat mengikuti jam olahraga,karna itulah ia terburu-buru.

BRUKK!!

AWWW!!

“Yakk!! Apakah kau tak punya mat-” Krystal terkejut. “Oh Sehun”

Sehun berdiri. Ia membersihkan kemejanya yang kotor.

“Ahh mianhae Sehun-ah” Krystal cepat-cepat berdiri,tiba-tiba ia menjadi kikuk di depan Sehun.

“Dasar ceroboh. Menyebalkan” Sehun meninggalkan Krystal dengan grutuannya.

Krystal hanya menatap punggung Sehun yang mulai menjauh.

“Bahkan gerutuan serasa pujian untuk ku. Tapi .. Kenapa ia tak memakai seragam olahraganya? Apa dia sakit? Dia terlihat baik-baik saja”

***

“Hei Krys,darimana saja kau?” Irene menyapa Krystal yang baru saja tiba di lapangan.

“Aku mengalami sedikit masalah tadi. Kau tau,aku baru saja bertabrakan dengan pangeran es itu” pipi Krystal merona.

“Benarkah? Dia baru saja kemari, sepertinya dia meminta izin tidak mengikuti jam olahraga”

“Wae? Apa dia sakit?” tanya Krystal.

“Entahlah,sepertinya dia ada keperluan lain”

***

Sore itu sekolah sudah lengang tanda para murid sudah pulang sejak siang tadi.

Seorang gadis duduk di pinggir lapangan basket untuk menonton pangerannya bermain basket bersama teman-temannya.

“Tak apa jika aku hanya bisa melihatmu dari jauh seperti ini. Tapi,tak bisakah aku sedikit mendekat? Sedikit saja,izinkan aku mendekati mu”

***

Sehun baru saja selesai bermain basket dengan teman-temannya, beberapa hari lagi klub basket sekolahnya akan bertanding basket dengan klub sekolah lain,karna itulah Sehun dan teman-temannya harus berlatih lebih giat.

“Permainan mu bagus sekali,kawan. Aku yakin kita akan menang jika ada kau” teman Sehun menepuk bahu Sehun.

“Terima kasih”

“Kami pulang dulu. Sampai jumpa,Hun” teman-teman Sehun melambaikan tangannya pada Sehun,yang di balas Sehun dengan anggukan kecil.

Sehun berjalan seorang diri di pekarangan sekolah. Matahari mulai tenggelam di barat,membuat bayangan Sehun terlihat jelas.

Di depan gerbang,ia bertemu dengan Krystal. Awalnya Sehun hanya akan melewatinya begitu saja. Tapi tiba-tiba Krystal menarik pergelangan tangan Sehun.

“Sehun-ssi”

Sehun memandang pergelangan tangannya yang di genggam oleh Krystal. Krystal kemudian menyadari arah pandang Sehun. Buru-buru Krystal melepaskan pegangannya.

“Sehun-ssi,bisa kita bicara?”

***

Krystal dan Sehun duduk di tepi Sungai Han dengan minuman kaleng di tangan mereka.

Tatapan mata Sehun lurus kedepan,begitu pula dengan Krystal. Krystal membuang nafas berat sebelum membuka obrolannya dengan Sehun.

“Sehun-ssi,ada yang ingin ku bicarakan dengan mu” Krystal memainkan kaleng minuman di tangannya.

“Katakan. Waktuku tak banyak” dingin Sehun.

“Hemm,kau pasti tau jika aku menyukai mu. Itu sangat ketara dari sikapku padamu. Tapi kau mengabaikan ku. Meski begitu,aku tak bisa berhenti menyukai mu. Sehun-ssi,kenapa sulit sekali mendekati mu? Kenapa kau begitu dingin? Hah,Sehun-ssi,tak bisakah kau memberiku kesempatan?” Krystal memandang Sehun yang masih menatap lurus kedepan.

Sehun berdiri kemudian berbalik. Krystal juga ikut berdiri. Ketika Sehun mulai melangkah tanpa memberi reaksi,Krystal lantas memanggilnya “Sehun-ssi” Sehun berhenti. Kemudian melirik kebelakang.

“Kalau begitu teruslah mencoba” katanya kemudian.

“Apa itu artinya kau memberiku kesempatan?” tanya Krystal penuh harap.

Sehun berlalu tanpa mengatakan apa-apa lagi pada Krystal.

***

Malam itu Irene sedang berkutat dengan buku paket di meja belajarnya,hingga ponsel putih miliknya nya berbunyi tanda sebuah pesan masuk.

[ From : 342 xxx

Annyeong chingu]

“Nomer siapa ini?” tanya Irene pada dirinya sendiri.

[To : 342 xxx

Nuguseo? ]

Irene menaruh ponselnya dan kembali berkonsentrasi dengannya bukunya. Namun tak lama kemudian ponselnya kembali berbunyi.

[ From : 342 xxx

Aku,teman mu. Pohon besar belakang sekolah ]

Seolma(mungkinkah)? Sehun?” Irene memicingkan matanya.

[To : 342 xxx

Sehun,kau kah itu? ] Irene menunggu balasan pesannya.

[From : 342 xxx

Binggo. Kau pasti terkejutkan? Kkk~]

“Yak,darimana dia mendapat nomer ku?” Irene bergumam lirih.

***

Semalam Irene tidur larut karna Sehun terus mengiriminya SMS hingga tengah malam. Akibatnya sekarang Irene berada di kelas dengan lingkaran hitam dimatanya.

“Baechuu,ada apa dengan matamu?” Krystal menyentuh lingkaran hitam di bawah mata Irene.

“Ini karna seseorang yang terus mengirimiku pesan tak penting semalaman” Irene mem-pout kan bibirnya.

“Nugu?” tanya Krystal.

“Ah,ani~ bukan siapa-siapa”

“Aihh,jangan membalas pesan dari orang asing. Arraseo?”

“Ne araseo” Irene tersenyum pada Krystal.

“Ahh,kemarin …. Aku bicara dengan Sehun. Dan kau tau,sepertinya dia memberiku kesempatan untuk mendekatinya” Krystal merona.

“Nde? A-ah,benarkah?”

“Eoh” Krystal berseri-seri yang dibalas senyuman kecil oleh Irene

***

Sekolah sudah bubar sejak jam lalu,tapi Irene dan Sehun masih menghabiskan waktu mereka di pohon besar belakang sekolah.

Sehun berbaring di rerumputan dan Irene duduk melamun di ayunan.

“Irene-ssi” suara Sehun membuyarkan lamunan Irene. “Apa yang sedang kau lamunkan?”

”Tidak ada” jawab Irene sekenanya.

“Kemarilah. Berbaringlah disampingku. Palli” Sehun menepuk rumput di sampingnya.

Irene ragu. Tapi akhirnya ia menuruti Sehun.

Perlahan ia berdiri dari ayunan,kemudian berjalan ke arah Sehun yang tak jauh dari ayunan.

Irene duduk di samping Sehun sebelum akhirnya ikut merebahkan dirinya disana.

“Ahh,nyaman sekali” Irene membenarkan posisinya dan memejamkan matanya. Sehun tersenyum kecil ke arah Irene.

“Aku tak pernah berteman dengan siapa pun selama 5 tahun belakangan” Irene melirik kearah Sehun yang tiba-tiba saja menceritakan kisah hidupnya.

“Orang tua ku bercerai waktu itu. Keluarga ku tiba-tiba berantakan. Mereka hidup masing-masing hingga melupakan bahwa anak mereka terlantar. Meski mereka masih memberiku uang dan membiayai kehidupanku,tapi bukan itu yang aku butuhkan,hanya kasih sayang dan perhatian mereka yang aku harapkan. Hingga 3 tahun lalu aku memutuskan tinggal sendiri,aku rasa itu pilihan terbaik. Aku tak ingin berhubungan atau berteman dengan siapa pun karna aku takut ditinggalkan” Sehun menyelasaikan kisahnya.

Sehun dan Irene melakukan kontak mata.

1

2

3

4

5

“Jadi,aku tampan kan?” Sehun menyeringai.

“Apa? Kau memuji diri mu sendiri?” Irene tertawa. “Tapi,kenapa kau menyeritakan itu semua padaku?” Irene memeringkan tubuhnya hingga menghadap Sehun.

“Karna kita teman” Sehun tersenyum. Senyum Sehun membuat Irene berdebar. Debaran yang belum pernah Irene rasakan.

***

“Jadi bagaimana kalau akhir pekan nanti kita belanja bersama?”

“Seperti nya menyenangkan”

“Ada beberapa hal yang ingin aku beli”

“Baiklah. Sebentar ya?”

“Eoh”

Krystal berdiri di depan kaca toilet untuk merapikan riasannya selagi menunggu Irene.

Ponsel Irene yang tergeletak di meja toilet tiba-tiba berbunyi tanda pesan masuk.

“Eoh? Itu ponsel Irene? Ada pesan masuk,dari siapa?”

Krystal hendak mengambil poselnya,tiba-tiba~

TBC

3 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Coundour (Chapter 4)”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s