[EXOFFI FREELANCE] Can You Love Me?

20160601214842.jpg

Tittle : Can You Love Me?

Author : Babyseo

Genre : School-life, romance, fluff, little-comedy

Length : Oneshoot

Rating : T

Main Cast : Oh Sehun

      Park Seoyeon

      And Other

Disclaimer : FF ini murni hasil buah fikirku. Nama cast hanya meminjam dan tidak bermaksud untuk mengubah karakter aslinya. Don’t plagiarism and sorry for typo.

A/N : ini sequel atau prequel(?) entahlah :3 intinya ini ada sangkut pautnya sama truth or dare dan bubblegum, jadi disaranin buat baca ff sbelumnya ☺

Poster by BerryChanArt

HAPPY READING^^

Sehun hampir mengelilingi seluruh bangunan sekolah tapi dia belum juga menemukan sosok yang sangat ia rindukan, bahkan jika Sehun berpapasan dengan siswa lainnya dia langsung menanyakan keberadaan gadis pujaannya, tapi yang ia dapatkan hanya gelengan kepala. Uh, jika setengah jam kedepan Sehun masih belum menemukan keberadaan gadis pujaannya, dia bersumpah akan menyabotase ruang penyiaran.

Mata Sehun menangkap sesosok gadis yang mungkin harapan satu satunya untuk menemukan gadis pujaannya. Langkah kaki Sehun mendekati gadis yang sedang sibuk dengan ponsel ditangannya.

“Park Cheonsa!”

Merasa namanya dikumandangkan seseorang, gadis yang tadinya sedang sibuk berkutat dengan ponsel itupun mendongak. Matanya mendapati seorang namja berperawakan tinggi yang tak lain adalah Oh Sehun.

“Wae? Mencari Seoyeon?”

Cheonsa hapal betul dengan kelakuan Oh Sehun akhir akhir ini. dia selalu saja menempel layaknya permen karet pada sahabat, Seoyeon.

Sehun tersenyum mengiyakan ucapan Cheonsa.

“dia sedang menenangkan fikirannya di halaman belakang sekolah”

Tanpa perlu repot repot mengucapkan terimakasih, kaki panjang Sehun sudah melangkah cepat menuju halaman belakang sekolah. Cheonsa mendengus kesal, dia merasa tidak dihargai oleh Oh Sehun -_-

Cheonsa benar, saat Sehun sudah dibelakang sekolah, kedua matanya menangkap sesosok objek yang kini dengan manis duduk bersandar pada pohon maple  dan juga buku tebal ditangan –yang sehun yakini adalah novel-

Langkah kaki Sehun mendekat, tapi kemudian dia berhenti dijarak kurang lebih satu meter dengan Seoyeon. Matanya memicing(?) guna memperjelas pandangannya. Seketika kedua mata sipit Sehun itu membulat. Sehun yakin jika sekarang dia sedang mengunyah makanan sudah dipastikan dia akan tersedak atau bahkan menyemburkan makanannya. Novel yang dibaca Seoyeon-nya ( Sehun mengeklaim Seoyeon miliknya ) itu adalah Explicit Love Story. Demi  Dewa! Itu adalah novel keramat ber rated M.

Semenjak sepuluh menit terakhir, Sehun sudah duduk disebelah kanan Seoyeon dan ikut andil dalam membaca novel keramat itu. Dan tentu saja Seoyeonnya tidak menyadari kehadirannya karena Seoyeon terlalu fokus dengan novel keramat itu (Sehun memutuskan untuk menyebutnya novel keramat).

Asal kalian tahu, Seoyeon sedang membaca di bagain yang err… kalian mengertilah. Sehun sendiri terkagum kagum dengan  penulis novel itu, bagaimana bisa dia menulis sebegitu rinci tanpa mimisan?

“aku tidak menyangka kau adalah penggemar novel dewasa”

Mendengar sebuah suara, Seoyeon segera menutup novel yang tidak semestinya ia baca. Umur Seoyeon baru menginjak 17 tahun pada bulan april kemarin. Seoyeon menoleh bersamaan dengan Sehun, membuat kedua remaja ini saling berhadapan dalam jarak yang sangat dekat.

Bunyi detak jantung Sehun sudah tidak beraturan, selalu seperti ini jika berada didepan Seoyeon. Begitupun Seoyeon, seperti ada perasaan aneh saat manik mata mereka berdua bertemu.

Mereka berdua bertahan diposisi seperti disebuah drama drama itu lumayan lama. Hingga akhirnya Sehun mendekatkan wajahnya.

Entah karena dorongan apa, Seoyeon menutup kedua matanya. anggap saja Seoyeon terbawa oleh suasana, jadi dia memilih untuk menutup kedua matanya.

Dan suasana romantic itu rusak karena sebuah kalimat yang sehun bisikan ditelinga Seoyeon.

“Bagaimana jika nanti malam kita mempraktekannya?”

Setelah kalimat yang tidak semestinya di ucapkan itu, Sehun mendapat novel keramat itu berulang kali memukul kepala yang tidak bersalah.  Sehun berusaha melindungi kepalanya dengan kedua tangannya, tapi tetap saja Seoyeon tidak menyerah. Dia masih tidak berhenti memukul kepala sehun dengan novel keramatnya.

“dasar namja mesum! Pervert! Menyebalkan!”

“bukankah setelah membaca novel tadi kau tahu cara caranya”

Wajah Seoyeon kini lebih merah daripada kepiting rebus. Demi kerang ajaib yang agung! Bagaimana bisa makhluk sejenis ini bisa berkeliaran disekitar Seoyeon. Seoyeon memperkuat pukulannya.

“YAK! Hentikan! Appo! Oh Seoyeon! Hentikan!”

Oh Seoyeon? Sejak kapan Seoyeon berganti marga? Namanya Park Seoyeon bukan Oh Seoyeon!

Karena Seoyeon masih mempunyai hati, jadi dia menghentikan aksi kekerasannya. Seoyeon meletakkan novel keramat itu disamping kirinya.

“Sejak kapan kau disini?”

Sehun terlihat berfikir sejenak “mungkin sekitar limabelas menit yang lalu. Kau tahu aku hampir mengelilingi sekolah demi mencarimu. Sekarang jam sekolah dibebaskan dan kau malah terduduk manis dengan novel keramat dibelakang sekolah”

Seoyeon memutar bolamatanya malas. Seoyeon hanya bertanya empat kata namun Sehun menjawabnya berkali kali lipat. Hari ini memang jam sekolah dibebaskan karena para guru terjebak rapat selama beberapa jam. Semua murid boleh berkeliaran semaunya asalkan masih ada di lingkungan sekolah. Tentu saja semua murid tidak menyiayiakan kesempatan ini, mereka akan berkeliaran sesukanya, bergosip ria tentang boyband SM yang tampan tak terkalahkan, atau mungkin bermain game dan masih banyak lagi yang mereka lakukan.

Seoyeon sendiri menjauh dari keramaian, memilih terduduk manis dihalaman sekolah yang sepi dan membaca novel keramat ini (sejujurnya seoyeon tidak terlalu tahu jika novel ini sangat ‘keramat’).

“ommo! Lihatlah”

Tangan Sehun menunjuk sebelah kiri Seoyeon. Membuat Seoyeon reflek menengok ke kiri. Dan seketika matanya melebar. Matanya melebar bukan karena objek yang ditunjuk Sehun melainkan karena sekarang posisi Sehun sedang tidur dengan pahanya yang menjadi bantal bagi kepala Sehun.

“Yak! Bangun! Kau fikir ini bantalmu!”

Seoyeon menggerak-gerakkan kakinya, berusaha menyingkarkan kepala Sehun.

“aku lelah setelah mengelilingi hampir bangunan sekolah demi menemukanmu, jadi biarkan seperti ini dulu.”

Sehun memejamkan matanya, membiarkan Seoyeon yang terus terusan menggerutu tidak jelas. Toh, walaupun Seoyeon menggerutu tapi dia mengizinkan Sehun meminjam bagian atas lututnya untuk bantal Sehun.

Wajah Seoyeon menunduk, menatap wajah damai Sehun yang sedang terpejam. Wajah Sehun tidaklah buruk, malah jauh dari kata buruk. Rahang tegas, mata yang akan membentuk bulan sabit jika tersenyum, hidungnya yang mancung dan bibir yang err,, menggoda?

Segera Seoyeon mengusir pikiran tentang bibir yang menggoda. Ini pastilah efek karena Seoyeon membaca novel keramat itu -_- . tapi bibir semanis buah cerry itu memang menggoda. bukankah Seoyeon sudah pernah mencicipinya? (baca: truth or dare, bubblegum). Uh, wahai pikiran negative! Pergilah dari otak Seoyeon!

Seoyeon sendiri sadar bahwa dia punya sedikit perasaan dengan Sehun. Ya, sedikit. Karena sisa perasaannya masih tertanam pada Kim Junmyeon si ketua OSIS.  Andai saja mempunyai dua kekasih itu lumrah, pastinya Seoyeon akan memacari Oh Sehun dan juga Kim Junmyeon. Astaga! Kenapa tingkat kepercayaan diri Seoyeon meningkat? Hey! Kim Junmyeon tidak mencintai Seoyeon ani ani, maksudnya, Kim Junmyeon belum mencintai Seoyeon.

Jemari jemari tergelitik untuk menjamah wajah bak malaikat milik Sehun (walaupun bagi Seoyeon, Kim Junmyeon lebih malaikat). Jemari Seoyeon menyelusuri wajah Sehun, dari mata indahnya turun ke hidung mancungnya turun ke..

“YAK! OH SEHUN! KENAPA KAU MENGGIGIT JARIKU?”

Segera Seoyeon mengangkat jarinya menjauhi wajah Sehun. Pria ini benar benar menyebalkan. Padahal Seoyeon sedang mengagumi wajah bak malaikat milik Sehun tapi Sehun merusaknya dengan menggigit jari Seoyeon. Seketika predikat wajah bak malaikat yang Seoyeon berikan telah tergantikan dengan pangeran kegelapan Lord Voldemort.

Sehun hanya tersenyum bodoh, dan masih tidak berniat untuk bangkit dari posisi tidurnya.

“Oh Seoyeon!”

Seoyeon memutar bola matanya. “namaku Park Seoyeon bukan Oh Seoyeon”

“ini mulutku, terserah aku mau memanggilmu dengan sebutan apa”

Seoyeon menghela nafas,.Ya, terserah titisan pangeran kegelapan ini saja.

“sampai kapan aku harus mengejarmu?”

Sontak wajah Seoyeon menunduk, menatap Sehun yang juga sedang menatapnya. Uh, lagilagi posisi seperti disebuah drama drama.

Buru buru Seoyeon mengalihkan pandangannya. Berlama-lama menatap Sehun bukanlah pilihan yang baik untuk kesehatan jantungnya.

Sampai kapan sehun akan mengejar Seoyeon? Seoyeon sendiri tidak tahu. Yang jelas Seoyeon mencintai Kim Junmyeon dan mempunyai sedikit perasaan untuk Sehun.

“entahlah”

Hanya itu yang keluar dari bibir Seoyeon. Seharusnya Seoyeon berkata pada Sehun untuk mencari gadis lain, tapi Seoyeon sendiri tidak yakin apakah hatinya akan baik baik saja melihat Sehun bersama gadis lain.

Sehun bangkit dari posisi tidurnya. Dia memilih duduk disebelah Seoyeon. Hening menyergap mereka berdua.

Hingga akhirnya Sehun merengkuh tubuh mungil Seoyeon (Seoyeon sangatlah mungil bagi Sehun, tingginya bahkan hanya sedada Sehun). Lagi lagi mata Seoyeon melebar, dia tidak tahu maksud perbuatan absurd namja pervert ini.

“Yak! Apa yang kau lakukan?” protes Seoyeon karena seringkali diberlakukan tak adil. Hay! Tadi saja Seoyeon hanya menjamah wajah Sehun sudah digigit, dan sekarang dengan kurang ajar Sehun merengkuhnya. Apa Seoyeon harus menggigit Sehun?

“Kau mendengarnya? Detak jantungku selalu berdetak lebih cepat saat aku dekat denganmu”

Seoyeon mendengarnya, mendengarnya dengan jelas malah. Detakan jantung Sehun yang tak terkendali itu. Seketika wajah Seoyeon merona. Apa Oh Sehun benar benar menyukainya sebanyak ini? lalu kenapa Seoyeon masih belum juga bisa mencintai Sehun sebanyak Sehun mencintai Seoyeon? Lalu kenapa Seoyeon masih mendambakan cinta orang lain yang sama sekali tidak ditujukan olehnya? Bukankah itu sama artinya jika Seoyeon tidak bersyukur?

Sehun melepas pelukannya. Diliatnya sepasang mata berwarna coklat indah itu. Wajah Sehun mendekat, membuat mata coklat indah milik Seoyeon itu terpejam. Dan kali ini Sehun tidaklagi merusak suasana. Sehun menempelkan bibirnya ke bibir tipis indah milik Seoyeon (bagi Sehun, semua yang terukir di tubuh Seoyeon sangatlah indah).

Sehun hanya menempelkan bibirnya, tidak berniat melumat bibir Seoyeon. Karena kali ini Sehun hanya ingin Seoyeon merasakan seberapa besar cinta Sehun pada Seoyeon.

Setelah cukup lama Sehun menempelkan bibirnya pada Seoyeon, dia melepas kontak bibir itu. Seoyeon membuka matanya, dan hal pertama yang dia lihat adalah senyuman tulus dari bibir sehun.

“suatu saat nanti, aku akan membuat detak jantungmu tidak lagi beraturan saat didekatku. Ya, suatu saat nanti. jadi tunggulah saat itu”

Sehun bangkit dari duduknya, melangkah meninggalkan Seoyeon yang masih membeku karena perlakuannya.

Baru beberapa langkah, Sehun membalikkan badannya.

“Oh Seoyeon!”

Mendengar namanya dipanggil, Seoyeon segera sadar dari –membeku akibat kalimat romantic sehun-.

Seoyeon menatap Sehun yang berjarak sekitar dua meter dari tempat Seoyeon, “Wae?”

“setelah kau selesai membaca novel itu, bolehkah aku meminjamnya? Aku ingin mempelajarinya agar kita lebih hebat diranjang!”

Wajah Seoyeon semerah buah cerry, seharusnya dia memang tidak membaca novel keramat ini. tangannya segera meraih novel keramat disamping kirinya dan melemparkannya kearah  Sehun yang sedang tertawa penuh kemenangan.

“Dasar namja mesum! Menyebalkan! Titisan iblis! Pervert! Gila.”

FIN~

Holaa Readers~ XD  setelah hiatus yang kek hibernasi babyseo kambeek :v padahal rencananya hiatus Cuma sampai habis UN. Tapi karena terdesak keadaan baru nongol sekarang XD adakah yang masih inget couple ini? ‘-‘ #enggak XD . babyseo sadar diri kalo couple ini tak terlalu fenomenal di dunia ff :v . omong omong soal novel Explicit Love Story itu beneran novel korea karya Lee Sae In. dan disana banyak adegan tak senonoh :3 jadi buat yang merasa belum cukup umur jangan dibaca novel keramat itu :v Babyseo aja ga berani buat baca -_-

Sekian cuapcuap yang terlalu panjang dari babyseo 😀 jangan lupa kritik saran ya readers ☺

 

18 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Can You Love Me?”

  1. Yaampun masih aja dikejar. Semangat mengejar cinta mas hun! Jangan nyerah! Kami mendukungmu!!
    Tapi aku yakin kalo seoyeon mesti degdegan juga pas abis digituin. Secintanya dia sama junmyeon pasti dia bakalan meleleh sama sikapnya sehun. Yg baca aja tahan napas gimana seoyeon cobaa?? Hahah.
    Ditunggu kelanjutannya yaah babyseo huehehe. Semangaaattttt!!!
    -XOXO-

  2. lanjut….lanjut….
    bikin seoyeon cinta ma sehun dong kak…
    kasihan sehun masak gk dibales” cintanya 🙂
    sehun jangan pernah mnyerah ya, teruslah berjuang untuk mndapatkan hati seoyeon 🙂
    faighting ^__^

  3. Aduh ampun akh sehun byuntae banget -_- tapi dilanjut ceritanya kak wkwk 😉 oke kita tunggu ff or squel berikutnya keep writing and fighting yooo 😉

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s