Love Contract (chapter 5) By. PutriNami

Title : Love Contract // Author :PutriNami //Main cast : Oh Sehun (EXO), Lee Sooyun (Irene red velved), Do Kyungsoo (EXO), Park Nayeong (TWICE)// Length: Chapter// Genre : Comedy romantic (mungkin), AU//Rating :General//

BJEX8611
love contract

 

 

Warning Typo bertebaran

 

 chap1 chap2 chap3 chap4

 

HAPPY READING GAESS ^^

 

 

 

Sooyun Pov

 

Aku terlahir sebagai anak bungsu. Aku memiliki tiga kakak laki-laki yang selalu mengawasiku. belum lagi, ayahku seorang Jendral yang sangat di segani di Korea. Dan semua ini membuat orang-orang yang ada di sekitarku menjauh.

 

aku hanyalah seorang gadis yang terlahir dari keluarga yang sangat menjunjung tinggi suatu tradisi yang menurutku cukup konyol. Sebuah tradisi dari keluargaku yang mengharuskan keturunan perempuannya menikah sebelum mereka berumur 23 tahun.

 

Berbagai macam cara telah aku lakukan agar pernikahan konyol itu tak terjadi padaku. TAPI. Hanya karena seorang Namja ANEH, GILA, DAN MENYEBALKAN itu. semua usahaku menjadi sia-sia. Dan hari ini. di tempat ini. aku berdiri di hadapan sebuah pintu Aula Hotel yang sangat besar sembari menggandeng lengan Ayah ku. Ayah ku mengenakan setelan Jas lengkap yang sangat rapi. Dan  aku mengenakan sebuah Gaun khas Korea yang di sebut Hanbok bewarna merah muda. Dan juga sebuah entah apa namanya, tapi menyurapai mahkota kecil – bertengger elok di atas kepalaku.

 

 

 

 

 

 

 

Bisa kalian tebak mengapa aku mengenakan semua itu??? KARENA INI ADALAH HARI PERNIKAHANKUUUUUUUUUUUU //Teriak dalam hati//. Hari ini aku akan menikah bersama seorang Namja Menyebalkankan bernama OH SEHUNNNNNNNNN.

 

Semuanya bermula saat malam itu. saat di mana semua kebohongan kami berkembang di pulau Jeju. Dimana kebohongan kami meluap dan meletus bagai kembang api yang sangat  indah di hadapan nenek dan ibu Sehun.

 

Andai saja aku tak datang ke pulau Jeju. Andai saja nenek tak bertemu dengan Sehun. Andai saja Kyungsoo tak muncul di hadapan kami. Dan andai saja nenek dan Ibu Sehun tak mendengar pembicaraan kami. ANDAI SAJAAAAAAAAAA. Oh astaga mau mati rasanya.

 

Malam itu. saat makan malam yang tak di rencanakan itu terjadi. Nenek dan Ibu Sehun sangat bersemangat membicarakan Hubungan kami. Belum lagi kakak ku yang ternyata adalah rekan bisnis keluarga Sehun. dan salah satu alasan Sehun datang ke pulau Jeju adalah untuk membicarakan sebuah kerjasama bisnis antara Hotel milik kakak ku dan Hotel Milik keluarganya. Apakah ini sebuah kebetulan atau inikah yang dinamakan Takdir??? Sungguh tak terduga.

 

Belum lagi. dalam makan malam itu, sebuah fakta baru muncul. Fakta dimana ternyata. Rumah keluargaku yang lama dan rumah keluarga Sehun dahulu terletak di kawasan yang sama – Daegu – salah satu kota yang ada di Korea. Tepatnya 17 Tahun yang lalu. Aku tak begitu tau mengenai rumahku yang lama. Aku hanya tau jika dulu keluargaku sempat tinggal di Daegu sebelum aku di pindahkan ke Jepang bersama kakekku.

 

Oh iya. Ngomong-ngomong dengan kakek ku. kakek ku adalah seorang pebisnis di Jepang. Sudah lama kakek ku tinggal di jepang. Dulu aku sempat tinggal di jepang bersama kakek  dan nenek ku selama  kurang lebih 4 tahun.  selama ini nenek ku juga tinggal di jepang. Tapi karena masalah tradisi konyol ini. nenek ku harus kembali ke Korea hingga aku menikah – katanya. Bisa kebayangkan bagaimana penderitaan ku selama nenek tinggal di rumah ku. nenek terus saja membahas masalah tradisi itu.

 

Kembali pada pernikahan ku. jujur saja. jantungku kini berdetak lebih cepat. Mungkin di batas normal. Walau ini pernikahan yang tak kuharapkan. Tapi tetap saja ini pernikahan ku. sebentar lagi aku akan melepas masa kesendirian ku. tapi kenapa harus bersama dengan Namja itu. dan kenapa jantungku terus berdetak seperti ini. hatiku berdebar karena Namja gila itu??? OH MY GOD. Puja kerang ajaib. Astaga kok bisa??

 

Aku jadi penasaran. Apa si Gila Sehun merasakan hal yang sama ?? rasa Gugup mungkin??

 

 

Sehun Pov.

 

 Hari ini adalah hari pernikahan ku bersama si Bodoh itu. entah apa yang terjadi hingga berakhir seperti ini.  dan hari ini. detik ini. aku berdiri menunggu si bodoh itu di atas altar penikahan kami. Di hadapanku ada pendeta yang akan mengikat janji suci kami nanti. Janji suci??? Oh NO. -___-“

 

Aku menikah dengan si bodoh itu?? bagaimana mungkin. Bahkan membayangkannya saja sudah membuatku merinding. Akan jadi apa kehidupanku nanti?? Akankah aku mati  di tangannya?? Wanita itu selalu saja menganiaya ku. seperti apa yang terjadi kemarin. Apa kalian tau apa yang ia lakukan padaku?? Ia menjambak rambutku hingga mau rontok rasanya, hanya karena aku tak ingin mengenakan pakaian tradisional saat pernikahan. Astaga. Mengingat kejadian di butik kemarin  – Memalukan.

 

Dia pikir dia siapa. beraninya wanita gila itu melawanku. Tidak segampang itu melawan ku. Seorang Oh Sehun di kalahkan oleh wanita?? Tidak mungkin.  Terbukti. Saat ini aku hanya mengenakan setelan Jas Pernikahan. Dan kalian tau apa artinya itu?? pertarungan kemarin, akulah pemenangnyaa Ha.Ha.Ha. //tertawa dalam hati//

 

Tapi kenapa lama sekali??? aku sudah lelah menunggunya. Aku harap pesta ini cepat berakhir.

 

Author Pov

 

Tiba saatnya. pengantin wanita memasuki ruang pernikahan. Rasa gugup sooyun kini bertambah saat Pintu aula pernikahan terbuka. Terbukti saat bunga yang ada di lengan Sooyun ikut bergetar. Dan sebelah tangannya menggenggam lengan ayahnya dengan erat. seolah tak ingin jatuh.

 

Ayah sooyun mengusap lengan Sooyun, seolah menenangkan Sooyun.  Sooyun sekilas memandang ayahnya

 

“apa kau sudah siap?” tanya ayah Sooyun. Sooyun hanya mengangguk mengiyakan.

 

Sooyun dan ayah memasuki aula dengan perlahan. Di iringi dengan music khas pernikahan. Berkali-kali Sooyun menelan selivanya sangkin gugupnya. Bayangkan saja. semua mata kini tertuju padanya.

 

Di sisi lain. Sehun memandang kedatangan Sooyun dengan mata berbinar. Seolah melihat sisi lain dari seorang Sooyun. Benarkah itu Sooyun?? Itulah yang ada di pikiran Sehun saat ini.

 

“Aigoo. Menantuku cantik sekali” ucap Ibu sehun yang duduk di barisan paling depan  bersama Suaminya – ayah Sehun.

 

“akhirnya gadis bandel ini menikah juga” ucap nenek Sooyun yang juga duduk di barisan paling depan bersama keluarga Sooyun.

 

 

Kini Sooyun tepat berdiri di hadapan Sehun. Sooyun sangat cantik dengan hanbok pilihan neneknya.  Sangking cantiknya, Sehun sampai tak berkutik di hadapannya. Hingga Ayah Sooyun menyadarkannya.

 

“jangan lepaskan tangan putri ku. jika sampai itu terjadi. Aku akan menembak mu” ucap ayah Sooyun pelan pada Sehun. membuat Sehun bergidik ngeri mendengarnya. Dan dengan terpaksa Sehun menerima lengan Sooyun dan menuntunnya naik ke atas altar.

 

 

 

 

“apakah Kau. Oh Sehun. bersumpah akan mencintai dan mendampingi istrimu hingga akhir hayatmu baik itu dalam senang maupun susah. Sehat maupun sakit, kaya maupun miskin”

 

 

“Saya Oh Sehun, bersumpah akan mencintai dan mendampingi istri saya hingga akhir hayat ku. baik itu dalam keadaan susah ataupun senang, Sehat ataupun sakit, kaya maupun miskin”

 

“dan apakah Kau. Lee sooyun. bersumpah akan mencintai dan mendampingi suami mu hingga akhir hayatmu baik itu dalam senang maupun susah. Sehat maupun sakit, kaya maupun miskin”

 

“Saya Lee Sooyun, bersumpah akan mencintai dan mendampingi Suami saya hingga akhir hayat ku. baik itu dalam keadaan susah ataupun senang, Sehat ataupun sakit, kaya maupun miskin”

 

 

Entah apa yang merasuki Sehun dan Sooyun. Janji itu seakan keluar dengan sendirinya dari bibir mereka. Sooyun bahkan merutuki dirinya sendiri dengan sumpah yang ia katakan hari ini. ketika sumpah itu berakhir dan masing-masing cincin telah bertengger manis di jari sooyun dan Sehun. Maka resmilah mereka menjadi sepasang suami dan istri. Kini Sooyun bukan lagi Lee sooyun melainkan Oh Sooyun.

 

Suasana yang tadinya sangat hikmat kini berubah meriah dengan suara tepukan tangan para undangan. Bunga-bunga kini bertaburan entah dari mana asalnya. Membuat suasana semakin meriah.

 

Dari sisi kiri, tepatnya pada barisan keluarga Sehun. terdengar suara yang sangat tak asing di telinga Sehun dan Sooyun. Suara seorang wanita paruh baya yang menyoraki Sehun dan Sooyun agar segera berciuman di hadapan para tamu. Dan tak lama setelah itu – kini para tamu ikutan menyoraki Sooyun dan Sehun. membuat Sehun dan Sooyun menjadi salah tingkah.

 

“eommaaaaaaa” gumam Sehun kesal.

 

Sehun mengambil nafas beratnya dan menatap sooyun dengan intens.”Yak kau mau apa” tanya Sooyun pelan. Wajahnya menunjukkan raut kepanikan. Wajahnya memerah. Perlahan Sehun mendekat pada Sooyun. Sehun meraih leher Sooyun dan mengecup bibir sooyun sekilas. CATAT hanya mengecup, tak lebih. Tapi kecupan Sehun berhasil membuat mata sooyun membulat tak percaya. Ciuman pertama Sooyun. Oh astaga. Sehun merenggut ciuman pertama soyunnnnn.

 

“awas saja kau Oh Sehun” batin Sooyun menahan emosinya.

 

 

Kini seluruh rangkaian acara telah selesai. Seluruh tamu satu persatu meninggalkan aula pernikahan. Dan tersisa Sehun, sooyun dan seluruh keluarga utama sooyun dan Sehun.

 

“Ahhhhh….apa kau tau. aku sangat bahagia sekali hari ini” ucap ibu Sehun sambil memeluk Sooyun.” Mulai hari ini kau harus memanggilku eomma. arrasheo??”

 

“Ne eomma ^^”

 

“dan panggil aku appa. Sama seperti Sehun” ucap ayah Sehun sambil tersenyum bahagian di hadapan sooyun.

 

Orang tua Sehun sepertinyanya sangat bahagia dengan kehadiran sooyun. Sungguh hari ini membuat kedua orang tuanya bangga dengan menikahi Sooyun. Seorang sosok menantu ideal bagi ibu Sehun.

 

“Sooyun’ah….”

 

“Appa…eomma” kini Sooyun memeluk ayah dan ibunya. Derai air mata kini keluar membasahi wajah cantik sooyun. Derai air mata yang sejak tadi tertahan di pelupuk matanya.

 

“sayang kenapa kau menangis??” tanya eomma sedikit khawatir karena melihat sooyun yang tiba-tiba saja menangis.

 

“kau kenapa?  Apa menantu baruku ini membuatmu menangis??” tanya ayah Sooyun dengan nada bercanda.  Mendengar perkataan ayah Sooyun. Semua orang malah tertawa. Tapi beda halnya dengan Sooyun. Sooyun malah menangis semakin keras.

 

“Aiigoooo… sepertinya cucuku ini sangat bahagia dengan pernikahannya. Sangking bahagianya, cucu ku ini sampai mengeluarkan air mata kebahagianya” dan lagi semua orang tertawa karena ucapan nenek.

 

“halmoni aku menangis bukan karena aku bahagiaaaaaa” rintih sooyun dalam hati.

 

“dasar bodoh” gumam Sehun melihat tingkah Sooyun di sana.

 

 

 

Sehun dan Sooyun memasuki  salah satu kamar yang ada di Hotel tempat mereka mengadakan resepsi pernikahan mereka. Kakak Sooyun telah menyediakan satu kamar yang telah di rancang khusus untuk malam pertama Sooyun dan Sehun.

 

Tidak seperti pasangan pada umumnya. Sehun dan Sooyun memasuki kamar itu dengan perasaan yang buruk.

 

“ Ige Mwoyaa????” gerutu Sooyun saat melihat ada banyak bunga mawar berhamburan di seluruh lantai dan tempat tidur mereka.

 

“wahh…mereka melakukannya dengan sungguh-sungguh” gumam Sehun “Yak… kira-kira ada berapa batang bunga yang mereka korbankan” Tanya Sehun asal.

 

“YAK”

 

Sooyun Pov

 

Alangkah terkejutnya aku saat melihat ada banyak bunga bunga mawar bertaburan di kamar ini. dan lagi, kenapa hanya ada satu tempat tidur di kamar ini??? aiiss menyebalkan. Apa mereka sedang mengharapkan sesuatu dari ku?? Oh astaga. Tak akan ku biarkan. Aiiisss aku muak melihat bunga-bunga ini.

 

“Yak Oh Sehun”

 

“Mwo”

 

“bersihkan semua ini”

 

“MWO?? apa kau gila. Kau bersihkan saja sendiri”

 

dia menyebalkan sekali. apa susahnya menyingkirkan semua ini. dasar pemalas. Lihat lah. Ia hanya duduk dengan santai di Sofa. Apa dia pikir aku tidak lelah.

 

“YAK. Apa kau buta? Mana mungkin aku membersihkan semua ini dengan pakaian seperti ini” saat ini aku masih mengenakan gaun pernikahan ku. bisa kalian bayangkan bagaimana penderitaan ku?? gaun ini membuatku tidak nyaman. Sungguh merepotkan.  Dan semua itu karena namja gila di hadapanku ini. bagaimana mungkin ia membuatku menderita seorang diri.

 

“siapa suruh kau mengenakan pakaian seperti itu”

 

Kurang ajar.

 

“Aaaaacchhhh….Yak..Appo…aaaaaaaccchhhhhh”

 

“Yak ini semua salah mu. apa kau puas mengerjaiku seperti ini?? Ha??”

 

Rasakan itu. seenak jidat ia mengerjaiku. Rasakan gigitan mautku. Apa kalian tau. semua ini karenanya. Ia membuatku menderita seperti ini.  ia mengatakan pada halmoni kalau ia ingin sekali mengenakan Hanbok saat pernikahan padahal sebelumnya aku sudah katakana kalau aku tak bisa mengenakan Hanbok karena aku tak suka berkeringat, tapi ia tetap saja melakukannya. Dan karena itulah nenek menyediakan semuanya untuk kami. Dan tadi, dengan liciknya ia mengatakan pada semua orang jika ia kehilangan hanbok miliknya – sungguh alasan yang tak masuk akal. Dan alhasil ia hanya mengenakan setelan Jas yang sangat nyaman di tubuhnya. Dasar gila.

 

“Yak. Aku akan melaporkan mu ke kantor polisi atas tuduhan penganiayaan” Omel Sehun padaku sambil mengelus tangannya yang telah ku gigit.

 

“Baiklah. Laporkan saja. aku juga akan melaporkanmu atas tuduhan penipuan”

 

“MWO??”

 

“Yak…kau telah menipu keluargaku dan juga keluargamu sendiri. Apa kau lupa. Kau menipu semua orang dengan berkata kau adalah kekasihku. Jika kau tak memulai kebohongan ini, maka semua ini tak akan terjadi ARRA”

 

“mana aku tau jika semuanya akan menjadi seperti ini bodoh. dan lagi. bukannya kau yang mengakui ku sebagai kekasih di hadapan orang itu??. ahhhh…jika dipikir-pikir. Kau lah yang menyebabkan semua ini”

 

Ah benar juga. Jika di pikir lebih dalam. Akulah penyebab semua ini. jika saja aku tak mengakui namja gila ini sebagai kekasihku. Maka Halmoni tak akan salah paham dengan status kami. Tapi….

 

“Yak. Waktu itu kau juga mengakuiku sebagai kekasihmu. Kenapa kau selalu saja menyalahkan ku oh”

 

Autor Pov

 

Dan adu mulut di antara mereka pun terus terjadi.

 

 

Setelah adu mulut mereka berakhir. Sehun bersiap untuk tidur, setelah sebelumnya Sehun menyingkirkan semua bunga mawar yang ada di atas kasur.

 

“apa yang kau lakukan?? Segitu senangnya kah kau sampai kau tak ingin melepaskan gaun pernikahanmu itu?? tck…tck..tckk…”

 

“Yak jangan memancing emosiku lagi. aku sudah cukup lelah untuk meladeni mu”

 

“lalu kenapa kau tak mengganti pakaianmu??”

 

“Se..Sebenarnya. A..aku…” kini Sooyun tampak salah tingkah. Membuat alis Sehun terangkat heran melihat tingkah aneh Sooyun.

 

“sebenarnya apa?? jangan ber aegyeo di hadapanku. tidak cocok dengan mu” ingin rasanya Sooyun melempari wajah Sehun dengan remot Tv yang ada di sebelahnya saat ini. tapi sekuat tenanga ia meredam emosinya.

 

“aku tak punya baju ganti. Bagaimana mungkin aku mengenakan semua itu. Andwe. Lebih baik aku terus mengenakan Hambok ini” Sehun memeriksa apa yang ada di koper Sooyun. Bagaimana mungkin ia tak memiliki baju ganti. Dan Alangkah terkejutnya Sehun saat melihat apa yang ada dalam koper Sooyun. Hanya ada pakaian tidur yang sangat tipis dan beberapa pakaian dalam yang Errr HOT.

 

“YAK BYUNTAE” melihat Sehun telah memegang pakaian dalam yang ada di kopernya. Reflex Sooyun melempari Sehun dengan remot Tv . membuat Sehun lagi-lagi meringis kesakitan.

 

 

“Gumawo” ucap Sooyun canggung saat ia keluar dari toilet dengan menggunakan sebuah Kaos longgar kepunyaan Sehun.

 

“emm” jawab Sehun sekilas. Jujur saja. saat ini Sehun masih kesal dengan kelakuan Sooyun yang melemparinya dengan remot TV. Bisa kalian bayangkan bagaimana sakitnya itu. setidaknya lemparan itu sudah membuat tanda ke biruan di dahi Sehun.

 

“Mi…Mianhae. aku tak bermaksud”

 

“sudah lah. Cepat tidur. aku capek”

 

“di sini??”

 

“tentu saja. lalu kau mau tidur dimana. Di Sofa??” ucap Sehun yang telah berbaring membelakangi Sooyun.

 

Sooyun tampak berpikir. Apa ia sudah gila?? Mengapa ia harus tidur bersama dengan Sehun?? jika dalam drama, di saat seperti ini, biasanya seorang pria yang akan tidur di sofa dan membiarkan wanitanya untuk tidur dengan nyaman di atas kasur.

 

“jangan berharap aku akan mengalah dan tidur di sofa. Aku sudah berbaik hati mengijinkanmu untuk tidur bersama ku” ucap Sehun lagi. seakan ia tau apa yang ada di pikiran sooyun.

 

Dan setelah pertimbangan yang matang. Sooyun akhirnya mengalah dan ikut berbaring di sebelah Sehun. walau bagaimana pun Sooyun dan Sehun telah menikah dan telah resmi menjadi sepasang suami istri. Jika Sooyun tetap bersikeras tak ingin tidur bersama Sehun, maka mau sampai kapan ?? pikiran yang bodoh.

 

Suasana malam mereka di liputi keheningan dan penuh kecanggunan. Sangat berbeda dengan kejadian saat mereka pertama kali memasuki kamar mereka. Rasanya aneh. Apa kah ini kisah malam pertama Sehun dan Sooyun??

 

“emm..apa kau sudah tidur??” Sooyun memberanikan dirinya untuk membuka suara terlebih dahulu. Sooyun yakin sekali kalau saat ini Sehun juga tak bisa tidur sama sepertinya.

 

“Wae?” jawab Sehun singkat

 

“aniya. Hanya saja aku tak bisa tidur. anehkan. Padahal rasanya aku sangat lelah” ucap Sooyun menatap lurus ke arah langit-langit kamar.

 

“aku juga. Aneh sekali” kini Sooyun mengalihkan pandangannya pada Sehun. begitu pula dengan Sehun. tapi hanya sekilas dan Sehun kembali menatap lurus ke arah langit-langit kamar.

 

Sooyun tampaknya sedang berpikir. Ada suatu hal yang ingin sekali Sooyun tanyakan pada Sehun. tapi sepertinya Sooyun masih ragu akan hal itu.

 

“katakana saja. kau boleh menanyakan apapun padaku” mata Sooyun membulat tak percaya. Apa kebetulan Sehun bisa membaca pikiran Sooyun??

 

“aku tak memiliki kekuatan seperti itu. jadi cepat katakan” HOLLL…apa-apan ini. bagaimana mungkin Sehun mengetahui apa yang Sooyun pikirkan??

 

“emm.. itu….aku hanya penasaran saja. kau kan tau sendiri apa alasanku untuk menerima pernikahan ini. lalu kau?? Mengapa kau ingin menikah dengan ku?? mengapa sebelumnya kau selalu menolak perjodohan eomma mu?? padahal ada banyak gadis yang menyukai mu. kenapa kau tak memilih satu di antara mereka??”

 

Kembali hening. Sehun tampak memikirkan ssuatu. Bukan tanpa alasan Sehun menolak semua gadis yang telah di pilihkan untuknya. Tapi dari semua pertanyaan Sooyun. Ada satu pertanyaan yang hingga saat ini Sehun tak mengetahui apa jawabannya.

 

“sebenarnya. Aku tak bisa melupakan cinta pertama ku. karena itu lah”

 

Entah perasaan apa itu. tapi mendengar jawaban Sehun. membuat Sooyun merasakan hal aneh di hatinya. tiba-tiba saja Sooyun ingin menangis.

 

“lalu kenapa kau menikah dengan ku?” pertanyaan ini lah yang tak dapat Sehun jawab. Sehun sendiri tak tau alasan ia menikahi Sooyun. Walau semuanya berawal dari sebuah kebohongan. Tapi entah mengapa, Sehun merasa bahwa Sooyun membutuhkannya dan begitu pula sebaliknya.

 

TBC.

 

Ada apa ini??? mereka main nikah nikah aja. bagaimana nasip mereka nanti yah??? Tunggu kelanjutan chapternya yah ^^

 

Oia mungkin ada yang bertanyaa “kok judul ama isi ceritanya gak nyambungnsih??” nah jawabannya. Akan terjawab pada chapter berikutnya ^^

 

di chapter sebelumnya author bilang ingin di proteksi kan. Emmm setelah di pikir-pikir di chapter ini gak aku protek deh. Mungkin nanti di chapter end-nya aja. hehehe

 

jangan lupa ninggalin jejek kalian yah..biar author lebih semangat nulisnya ^^

 

Bonus :ini pakaian pernikahan Sooyun

2ae9018b33ac3288995a633d21cb424b

52 tanggapan untuk “Love Contract (chapter 5) By. PutriNami”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s