EVENING SKY – Slice #1 — IRISH’s Story

irish-evening-sky

   EVENING SKY  

  EXO`s Chanyeol & OC`s Sarang  

   with EXO & Lovelyz Members  

  dystopia, fantasy, romance story rated by T served in chapterred length  

Disclaim: this is a work of fiction. I don’t own the cast. Every real ones belong to their real life and every fake ones belong to their fake appearance. Any similarity incidents, location, identification, name, character, or history of any person, product, or entity potrayed herein are fictious, coincidental, and unintentional. Any unauthorized duplication and/or distribution of this art and/or story without permission are totally restricted.

2016 © IRISH Art & Story all rights reserved

Reading list:

〉〉 Teaser 〈〈

Slice #1

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Sarang’s Eyes…

Hidup di dunia yang dingin dan kasar sudah biasa bagiku. Aku tinggal di Gedung Penyembuhan—begitu mereka menyebutnya—sejak aku lahir, kurasa. Dan sampai tujuh belas tahun aku hidup di dunia yang bagiku sangat aneh ini, aku belum pernah melihat dunia luar di malam hari.

Dokter bilang dunia luar di malam hari sangatlah berbahaya. Aku tinggal di kota Seoul—kudengar nama ini beberapa tahun lalu—tapi aku tidak tahu jelas seperti apa kota Seoul itu. Aneh kan? Selama 17 tahun aku hanya tinggal di dalam gedung ini, yang sudah menjadi rumahku. Dan aku punya pekerjaan.

Tugasku adalah merawat orang-orang yang di rawat di sini. Kebanyakan dari mereka tidak seperti manusia pada umumnya. Pernah aku menemukan seorang wanita yang punya kemampuan terbang, dan perempuan itu punya taring. Vampire. Begitu kami menyebut bangsa mereka—tapi aku tidak mengerti mengapa mereka membedakan antara Vampire dan Manusia.

Menakutkan, terkadang. Dan menyedihkan. Apa sebelum aku lahir dunia juga seperti ini? Entahlah. Tapi yang aku tahu, keadaan menjadi kacau seperti ini sudah ratusan tahun lebih, artinya, saat aku belum lahir, dunia sudah jadi seperti ini bukan?

Ya, mungkin juga.

Ah. Satu lagi yang jadi pertanyaanku.

Mengapa namaku Sarang? Hanya Sarang. Tanpa tambahan kata apapun. Begitu singkat dan jelas. Apa aku lahir di gedung ini? Siapa orang tuaku? Mereka tidak pernah mau mengungkapkannya. Padahal aku sangat penasaran.

██║│█║║▌ Evening Sky │█║║▌║██

  Slice 1

PIP. PIP.

Aku mematikan alarm kamarku. Kamarku bernuansa putih, tidak hanya kamarku, tapi seisi gedung ini berwarna putih, termasuk bagian luar gedung—aku pernah beberapa kali keluar gedung. Walaupun seluruh gedung berwarna putih, tapi kami—yang tinggal di gedung—memakai pakaian berwarna biru dan terkadang hitam atau hijau. Hanya pasien yang tinggal di bilik kecil saja yang memakai pakaian putih.

“Kau sudah bangun Sarang?” suara Sujeong.

Seperti yang ku pertanyakan. Kebanyakan orang di sini punya nama dengan susunan tiga kata, seperti Ryu Sujeong, lalu dokter Soojung, dan banyak orang lainnya. Hanya namaku yang terdiri dari satu kata dan tidak mirip dengan nama mereka. Kurasa namaku bukan seperti nama orang-orang disini.

“Aku sudah bangun,” jawabku. Aku memang sudah bangun sejak satu jam yang lalu. Dan aku sudah siap bertugas. Oh, ya, Sujeong adalah rekan kerjaku.

“Cepatlah keluar, sudah waktunya bekerja,” kata Sujeong, ia pasti menungguku dengan membawa dua troli 3 tingkat yang biasa kami gunakan bertugas.

“Aku keluar sekarang,” ucapku sambil menguncir rambut panjangku, sangat berbahaya jika rambut di biarkan tergerai saat bekerja, pasien di sini sering melakukan tindakan kasar yang menyakitkan.

Aku keluar dari kamarku, sekarang masih ada waktu setengah jam sebelum tugasku di mulai, dan nanti jam delapan dokter Soojung akan mengajakku untuk memindahkan beberapa pasien lagi.

Aku suka saat bekerja bersama dokter Soojung, dia sangat baik dan pintar, dan yang jelas, tugas ini akan di lakukan di luar gedung, aku suka saat aku punya kesempatan untuk keluar gedung.

“Kau berbeda sekali hari ini,” ucap Sujeong sambil memandangku, ia memang sering menggodaku seperti ini. “Kau bicara apa?” tanyaku sambil menggelitiknya, ia sangat tidak suka jika aku melakukan hal itu.

Aw! Sudah hentikan! Ayo kita sarapan dulu,” ajak Sujeong.

Aku menggeleng pelan lalu menarik troliku.

“Aku ingin selesai lebih cepat hari ini, dokter Soojung akan mengajakku memindahkan pasien nanti jam delapan,” tolakku.

“Eh? Baiklah, kalau begitu sempatkan dirimu untuk makan nanti oke?” kata Sujeong. “Oke. Sampai bertemu nanti,” kataku sambil mendorong troliku ke gerbang kamar, yang jadi pembatas antara ruang isolasi dan ruang perawatan umum.

Annyeong Sarang,” sapa Jiae, ia bertugas menjaga gerbang hari ini.

“Oh Jiae-ah, bisa ku minta kertas tugasku hari ini?” pintaku.

Jiae memberiku selembar kertas.

“Berhati-hati lah Sarang-ah …” kata Jiae.

“Oh, gomawo,” kataku sambil berpamitan padanya.

Ia mengangguk dan tersenyum padaku. Aku langsung mendorong troliku ke ruang makan, lalu mengecek kertas tugasku. Sepuluh orang. Seperti biasanya. Hmm. Semuanya vampire.

Aku melangkah ke kulkas besar tempat penyimpanan kantong darah untuk para vampire. Sebenarnya aku tidak begitu suka berhadapan dengan vampire. Mereka membuatku takut. Terutama vampire baru yang tahun lalu di tangkap oleh dokter Soojung.

Ia seorang vampire yang cukup menakutkan, sungguh. Tapi untungnya sampai detik ini mereka tidak pernah, maksudku, belum melukaiku sama sekali. Dan umm, kami dekat. Kurasa. Kami sering bicara satu sama lain. Lucu bukan? Bagiku bicara dengan mereka adalah … hiburan.

Ruangan masih kosong saat aku datang, jadi aku bisa memilih darah-darah yang baru datang. Mereka sangat suka darah yang masih segar. Tidak sedikit dari mereka yang umm, pernah mengatakan bahwa mereka ingin darahku—itu menakutkan, sungguh—dan sejak saat itu aku tahu, mereka suka darah yang masih segar.

Setelah memilih tiga puluh kantong darah, aku berjalan menuju kamar mandi. Kuambil sepuluh kain bersih dan kuletakkan di tingkat kedua. Tingkat ketiga selalu kugunakan untuk menaruh sisa—baik itu bungkus dari kantong darah, ataupun kain yang sudah kugunakan membersihkan mereka.

Langkah terakhir, check clock pekerja. Aku menunjukkan kartu pegawaiku ke mesin pengintai, setelah mesin itu berbunyi, aku bisa memulai tugasku.

 ██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Vampire pertama. Mijoo. Dan ia sudah disini selama 2 tahun lebih. Aku masuk ke kamarnya perlahan. Ia terikat di ujung kamar, seperti biasanya. Kurasa vampire memang tidak tidur, itulah mengapa ruangan bagi vampire hanya berupa ruangan kosong berwarna putih dengan satu patung berbentuk manusia, dan satu wastafel.

Tugasku adalah, pertama, memastikan bahwa mereka bersih, artinya, dengan kainku yang kubasahi dengan air dari wastafel, aku harus membersihkan mereka—dalam hal ini hanya wajah, leher, lengan, dan kaki mereka—lalu merapikan mereka—merapikan rambut mereka—dan kemudian aku akan menuangkan darah dari kantong ke dalam patung melalui kepala patung.

Darah yang kutuangkan akan mengumpul di leher patung, dan vampire itu bisa menyerangnya seolah patung itu manusia sungguhan. Ada yang unik dari patung itu, saat aku belum mengisinya dengan darah, patung itu berwarna putih pucat, dan setelah ku isi darah, warnanya berubah kecokelatan.

Kemudian tugas terakhirku, setelah darah di patung itu habis, aku harus membersihkan darah yang tercecer di lantai atau dinding. Nah, setelah semua tugasku berakhir, aku bisa pindah ke vampire lain.

Gomawo Sarang-ah,”

Cheonmaneyo Mijoo-ya.” aku tersenyum padanya.

“Kau orang pertama yang menjawabku,” katanya.

“Maksudmu?” aku memandangnya.

“Setiap orang yang kuajak bicara atau saat kukatakan gomawo pada mereka, aku di abaikan, tapi kau selalu menjawabku,” ia tersenyum. “Akan sangat tidak sopan jika aku mengabaikan kalian,” kataku sambil membersihkan patung yang ada di dekatnya.

“Kau juga tidak mengabaikan yang lain saat bicara?” tanyanya.

Aku mengangguk.

“Ya, bicara dengan kalian membuatku dapat banyak cerita baru, hidup kalian penuh dengan kejutan,” kataku, memang, cerita para vampire sangat menarik dan penuh petualangan, hal yang tidak akan pernah ku dapatkan disini.

“Kau manusia yang baik Sarang-ah …” ucapnya sambil memandangku.

Gomawo Mijoo … Kalian juga selalu baik padaku,” aku tersenyum lalu beranjak ke troliku, “Aku pergi dulu,” sambungku.

Sekitar dua jam setiap harinya aku bertugas di pagi hari seperti ini. Dan sekarang tugas terakhirku. Di vampire kesepuluh. Ingatkah kalian saat ku katakan bahwa ada vampire baru yang menyeramkan? Dialah orang nya.

Namanya Park Chanyeol. Dan dia … sempurna. Jika ia seorang manusia, sudah kupastikan aku akan jatuh cinta padanya. Umm, tidaklah aneh kukatakan begitu bukan? Tapi dia seorang vampire. Dan juga, aku punya Jongin, ia kekasihku. Walaupun tinggal di dunia seaneh ini, aku dan Jongin bisa punya hubungan. Sungguh lucu.

Aku mengintip dari jendela, vampire itu tidak ada di tempatnya. Dimana dia? Rantainya juga terlepas. Aku memberanikan diri untuk masuk, walaupun perasaanku sudah kacau.

Baiklah. Aku harus berhati-hati jika bertugas di ruangan ini. Dokter Soojung bilang dia adalah vampire spesial, aku tidak tahu apa bedanya ia dengan vampire yang lain, tapi dari auranya saja, aku bisa melihat perbedaannya dengan vampire lain yang ada disini.

Perlahan, aku menyusup masuk ke dalam ruangan tempat ia—

GREP!

Aku terkesiap saat seseorang menarik lenganku dan mendorongku ke tembok. Chanyeol! Inilah yang paling tidak kuinginkan dari semua tugasku! Tertangkap oleh pasien!

“L-Lepaskan!” bentakku sambil mendorong lengannya, tapi ia menahan kedua lenganku dengan tangannya yang dingin. Ia jelas lebih tinggi dariku, dan aku mulai takut. Ia mencekikku. Kumohon. Siapapun. Tolong aku. Nafasku mulai terputus-putus saat kurasakan kakiku tidak menyentuh lantai. Kini ia mendekatkan wajahnya ke leherku. Tidak! Tidak! Aku tidak mau mati ditangan seorang vampire!

“K-Kumohon … tidak…” rintihku pelan, ia mengabaikanku, dan aku merasakan sesuatu yang lembap dan dingin di leherku.

Tanganku mengentak-entak di tembok. Astaga! Bisa-bisanya di saat ini aku ingat bahwa aku tidak pernah mengisi baterai gelangku. Gelang itu hanya berguna sebagai pengancam. Dalam sisa-sisa kekuatan yang kumiliki, aku berusaha menggapai alarm di tembok.

NGIIIIIIINNNNNGGGG!

Ia mencekikku lebih kuat lagi, tapi saat aku merasakan sesuatu yang tajam menyentuh leherku. Ia seolah terhenti. Apa suara alarm itu yang menghentikannya?

“Jangan… bunuh aku …” rintihku.

Ia menurunkanku. Tapi kini jemarinya mengelus leherku, membuatku bergidik ngeri sementara aku terbatuk-batuk berusaha menetralkan pernafasanku.

“Sarang! Kau baik-baik saja!?”

Kudengar teriakan Jongin yang sangat kukenali, sebelum kusadari ia sudah ada diruangan tempatku berada dan sekarang tengah merobohkan tubuh Chanyeol, menyuntiknya dengan cairan penenang dan membuat Chanyeol—

Ugh!”

—ambruk di atas tubuhku.

Wajah kami begitu dekat, membuat kinerja jantungku semakin kacau. Ia terpejam, dan melihat wajahnya seperti ini entah mengapa membuatnya menjadi berkali lipat lebih sempurna. Dan … membuat jantungku berdegup tidak karuan.

Jongin menarik kasar tubuh Chanyeol, membuatku—tidak tahu mengapa tidak ingin Ia diperlakukan begitu—sebelum beberapa orang menerima tubuh Chanyeol darinya.

“Bawa dia ke ruang isolasi. Kurung dia disana. Cih, makhluk bodoh.” umpat Jongin sambil sedikit menendang tubuh pemuda itu.

Jongin adalah saudara Soojung, dan ia sama berkuasanya seperti saudaranya. Aku juga tidak tahu mengapa ia bisa menyukaiku.

Dan melihat wajah vampire itu membuatku teringat bahwa nyawaku terancam mati beberapa detik yang lalu. Aku hanya diam memandang pemuda itu diseret oleh beberapa orang, Ia akan ada di ruang isolasi.

“Sarang-ah?” Jongin membuyarkan lamunanku.

“Aku baik-baik saja.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Chanyeol’s Eyes…

Aku tersadar. Baiklah. Mereka mengunciku di ruang isolasi sekarang. Sudah seminggu ini aku terkunci di ruang isolasi. Tapi tidak masalah. Satu yang jadi masalah. Gadis itu … ia … Sama persis seperti yang ku kenal. Kejadian itu memang sudah lama, sekitar tujuh belas tahun. Tapi tanda itu … tanda yang ada di leher gadis itu …

Chanyeol! Cepat! Kita tidak boleh terlihat disini! teriak Jongdae mengingatkanku bahwa kami baru saja menghabisi satu keluarga manusia sebagai makan malam kami.

Aku sudah akan beralih jika aku tidak mendengar suara tangisan. Bayi. Pasti darahnya sangat manis. Aku mengikuti instingku mencari sumber tangisan itu. Dan kutemukan bau bayi itu di dalam rumah lain. Tidak ada siapapun di rumah ini, vampire lain pasti sudah menghabisi mereka.

Chanyeol! Jongdae menyadarkanku.

Tunggu, aku ada hidangan penutup. aku melesat masuk ke dalam rumah itu, dan kutemukan bayi itu di dalam kamar, ia tengah menangis.

Nafsu vampireku sudah akan keluar, kugendong bayi itu, saat aku akan keluar dari kamarnya, aku sedikit bingung melihat kamarnya penuh dengan hiasan berbentuk hati.

Chanyeol! Jongdae mendatangiku, ia juga tampak tidak sabar menghabisi bayi ini, tapi hatiku merasakan hal lain

Yang lain pasti menyukai darahnya, desis Jongdae.

Aku memandang wajah bayi itu, ia seorang gadis. Aku bisa tahu itu dari pakaiannya yang berwarna merah muda. Tapi hal lain mendesakku untuk menyelamatkan bayi itu.

Dia tidak untuk di habisi. tandasku sambil membawa bayi itu keluar rumah.

Apa!? Chanyeol! Berikan bayi itu! bentak Jongdae.

Aku harus mencari tempat untuk menyelamatkan bayi ini.

Chanyeol! suara Suho hyung.

Aku menoleh.

Dia milikku hyung. ucapku, Suho hyung mengerti, ia menahan saudaraku yang lainnya untuk merebut bayi itu dariku

Tandai dia. kata Suho hyung.

Tunggu. Bukankah menandai hanya diperbolehkan jika kita punya pasangan? Aku … Menandai bayi ini? Apa instingku menyuruhku untuk menyelamatkan bayi ini karena nantinya aku di takdirkan untuk bersamanya?

Cepat! perintah Suho hyung.

Aku meletakkan bayi itu di tanah. Hanya satu luka Chanyeol. Jangan lepas kontrol. Aku menggores leher bayi itu dengan taringku, dan dengan cepat kusembuhkan lukanya. Luka bulan sabit kecil ada di leher bayi itu sekarang.

Aku sudah menandainya. Ia milikku sekarang. Dan vampire lain tidak akan bisa melukai atau menyentuhnya. Tapi apa mungkin aku akan bertemu dengannya lagi? Aku terikat dengannya sekarang.

Tinggalkan dia, takdir akan mempertemukanmu lagi dengan nya nanti, kata Suho hyung.

Aku menggigit ujung jariku, darah keluar dari sana. Aku menggunakan darahku untuk menulis kata ‘Sarang’ di pakaian bayi itu. Sarang. Cinta. Perasaan terhebat yang ada di dunia ini. Aku sungguh berharap ia akan diberi nama Sarang oleh seseorang yang mungkin menemukan,

Tunggu hyung, aku tidak bisa membiarkan nya disini, aku melesat mencari persembunyian manusia yang tercium.

Di depan sebuah tenda, aku meninggalkan bayi itu. Takdir akan mempertemukan kita nanti. Aku yakin itu. Aku mengusap pipi bayi itu sebentar, lalu aku melesat kembali pada saudaraku.

“Hyung, bagaimana aku akan tahu dia nanti? tanyaku.

Saat kau bertemu dengannya, dan mengatakan bahwa kalian sudah terikat, saat kau sudah mengatakan semua fakta ini padanya, dia tidak akan bisa hidup jauh darimu. Ia akan terus mencarimu. kata Suho hyung.

Takdir memang mempertemukan kami kembali.

KRIET

Aku memandang takjub karena gadis itu ada disana. Ia tampak takut padaku. Ah. Aku hampir membunuhnya waktu itu. Tidak Chanyeol. Dia sudah kau tandai. Dia milikmu. Memang. Gadis itu milikku. Dan ia harus jadi milikku sekarang.

۩۞۩▬▬▬▬▬▬ε(• -̮ •)з To Be Continued ε(• -̮ •)з ▬▬▬▬▬▬▬۩۞۩

.

.

.

Cuap-cuap by IRISH:

NO, Chanyeol, NO.

Jangan goda aku buat ngegampar ente, cukuplah di teaser imej aja dirimu terlihat nista dengan rambut merah menyala ala boncabe. Siyalan. Jangan bikin aku ngedelete fanfiksi ini karena ente begitu gak bening …

Anyway, cerita ini akan kupost tiap hari Rabu, LOL.

Catch Me On:

askfm facebook gmail instagram line soundcloud twitter wattpad wordpress

151 tanggapan untuk “EVENING SKY – Slice #1 — IRISH’s Story”

  1. ya Allah aku kira chanyeol beneran bakal ngebunuh sarang karena insting vampire nya -_- but sarangkan udh punya jongin.. bakal ada cinta segitiga kayaknya,. intinya aku baru baca ff ini aku tertarik karena cerita fantasynya keren tentang Vampire.. ijin baca ya kak irish =D

  2. akhirnyaaaa, aku nunggu ampe tamat dulu ceritanya baru berani baca, biar ga kena teror pengen baca lanjutannya haha. Byw ngakak pas baca ttg rambut merah chanyeol haha. Dirimu kurang bening emang kalo rambutnya merah chan… masih beningan baekhyun hoho *salah fokus*

  3. ff nya rilis mei.. aku baru baca part 1 bulan juli..huh telat banget.. tapi gapapa deh.. baca part 1 aja langsung nge fly.. keren buanget..

  4. HALO KAK IRISH!!! wkwk… Inget aku gk? Gk inget? Ya sudah lah T-T. Yg pasti aku adalah penggemar berat mu semenjak aku membaca cerita abnormal berjudul KAJIMA.

    AKU SENENG BANGET
    kenapa?
    KARENA DI “EVENING SKY” CAST NYA CEYE
    HORE!!!
    YEAY!!!
    HORAS!!!
    #abaikan-_-

    Ceritanya keren kan 👍👍

    “dirimu (chanyeol) terlihat nista dengan rambut merah menyala ala boncabe” -irish

    Sejujurnya, omongan mu ini agak menyayat hati loh, kak. Btw, makasih udh bikin fanfic EVENING SKY. Karena bias ku itu Ceye. And pliss… Tolong jangan buat chanyeol tersiksa di sini. Cukup di KAJIMA dia ternistakan dan selalu disiksa oleh sang author yg tak punya perasaan T-T

    Entah kenapa, disetiap fanfic yg kak irish buat, pasti makhluk astral selalu menyertai ceritamu ini.
    Kak irish sehat kan? Sudahlah… Sekian comment dari ku. Bye bye kak ^^

    1. BUAHAHAHAHA ADA LAGI YANG NYASAR DI CERITA ABNORMAL CIPTAANKU, AKU SAMPE TERHURAY XD XD XD WKWKWKWKWK
      BTW, SI CHANYEOL EMANG TERLIHAT NISTA DENGAN RAMBUT MERAH ITU XD XD XD
      etahlah XD aku emang suka bikin cerita yang mengandung makhluk astral XD mau gimana lagi ~

  5. Jd nyesel kmaren ga lanjut bc ver 1 ini smp slese, trnyt.. romance2 seruu.. hm, si chanyeol udah kena imprint sm si baby girl 🙂 bhkn ksh nickname tu baby ky Jacob ke Renesmee di Twilight Saga : Breaking Dawn Part 2. RS Vampires tp para pekerja RS tu just normal human being? Semata krn kecanggihan Hi-Tech smp bs ngandangin vampires gt? Wow.. DuFan Irish memang.. astrall!

  6. huhu 😭😭😭😭😭
    maapkan daku kak irish, baru kesampaian baca ini epep 😭
    karena sudah kukatakan di salah satu epep kakak klo aku jarang online beberapa hari bahkan minggu lalu 😭😭😭
    jangan hukum aku kakak..
    ini si CHANdal jadi Pampir? dia pampir? huduh dia pasti pampir dengan kadar ke pedean yang di atas rata rata, cocok.
    untung jadi pampir dianya, coba klo jadi MAK LAMPIR. ahNklo MAK LAMPIR mah cocoknya si BAEBAEK sambel BONCABAI.
    fighting kakak

    1. XD kamu mah telat menyasarnya di sini XD wkwkwkwkwkwkwk
      iya aku paham, efek mudik kan ya wkwkwkwk XD
      HADUH KENAPA NAMA DIA JADI CHANDAAAALLL WKWKWKWKWKWK XD

    2. CHANDAL kan kalo dia aku culik gampang jadinya *ala ala maling sendal di masjid gitu* kkkkk
      dan itu umpanya si Thehun yang ngomong, #aneh /mulai kagak waras akunya/ ->/gegara EXO’rDIUM, huwaaa😭/

  7. Kak irish ane muncul lagi yuhuuuuu🙌 ini masih chapter awal tapi udh bikin aku bahagia loh karena pcy main castnya kan jarang nih. Makasih kak irish telah memberi kesempatan kepada Chanyeolie

  8. Ya ampuun kak irisshhh beneran dehhh kenapa setiap cerita yg kak irish buat selalu keren, bukin penasarann ><
    Good job kakkk

  9. baru baca dan aneh aja, ada aj pekerjaan ngerawat vampir,, itu sdh terikat pekerjaan itu apa gmn ya? emg sih genre fantasi gini ini yg bikin bingung tp nnt selanjutnya yg bikin deg deg ser. keren deh km bikin ceritaa…

  10. Wawww aku baru sempet baca ff ini
    Dan ga lain ceritanya tentang vampir
    Aku suka cerita tentang vampir, aku baca chap selanjutnya ya irish
    Hwaiting ^^

  11. Alo kak irish *sokakrab aku line2003*gananya
    Ff nya keren beeuuttt!! (y) dapt ide dri mna sih kakkk(?)

    chanyeol cullen? Kkkk~ kalo gitu sarang swan dong :v

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s