[EXOFFI FREELANCE] CHOOSE ONE (Chapter 7)

ff

Title : Choose One

Author : RF.Aeri

Length : Chapter

Genre : Romance, Friendship, Sad

Rating : PG-17

Cast : Bae Irene RV, Oh Sehun EXO, Kang Seulgi RV

Main Cast : Son Wendy RV, Byun Baekhyun EXO, Kim Jong In EXO

 

Disclaimer : Fanfiction pertama yang dibuat Author real 100% buatan author, tapi beberapa bagian diambil dari kisah nyata autor*abaikan*. dan beberapa bagian terinspirasi dari drama korea dan cerita-cerita romance lain. Dan ingat! Typo bertebaran dimana-mana, maklum pemula. Okey cukup basa basinya, selamat membaca~ ^_^

CHAPTER 7

Ponsel Irene bergetar, dengan cepat Irene meraihnya. Tertera nama Kang Seulgi di layar ponselnya, dengan ragu, Irene mengangkatnya.

“Yoboseyo?” Irene berbicara lebih dulu.

“Temui aku di atap Universitas, aku ingin berbicara hal penting denganmu” sambungan terputus, Seulgi memutus panggilannya. Irene menghela nafas berat, Irene tau hal ini akan terjadi.

Dengan ragu, Irene berjalan mendekati Seulgi yang sedang bediri menghadap bangunan bangunan lain di atap Universitas. Seulgi menyadari keberadaan Irene dan segera berbalik badan.

Annyeong, Ba-e Ire-ne” ucap Seulgi sambil menekan kata Bae Irene. Menatap Irene tajam. Lalu melangkah mendekati Irene.

Wae? Kenapa kau memanggilku kesini? Ada urusan apa?” jawab Irene dingin.

Entah sejak kapan sikap Irene berubah seperti ini, kini Irene terlihat tidak seperti biasanya, Irene menatap Seulgi lurus. Seulgi terheran-heran dengan sikap Irene yang tiba-tiaba berubah.

“Oh, Bae Irene, sekarang kau sudah berubah ya? Ternyata kau bisa seperti ini, kau seperti ingin menantangku” Seulgi tersenyum kecut. Memalingkan wajahnya sebentar dan menatap Irene lagi.

“Aku juga manusia, aku bisa merubah sikapku kapan saja. Benar, aku menantanmu Kang Seulgi” Irene melipat tangannya didepan dadanya, maju perlahan.

Bae Irene! kau pasti bisa! Kau tidak boleh kalah oleh Seulgi yang menyebalkan itu, kau bisa Irene! fighting!. Irene berbicara dalam hati, sebenarnya Irene tidak ingin melakukan hal ini, tetapi, Irene terbawa amarah.

Sebenarnya, sudah lama sekali sejak Seulgi menjadi sahabat Irene. Irene sudah tidak suka dengan sikap Seulgi. Seulgi selalu mengatur hidup orang lain, tetapi dirinya sendiripun tidak ia urusi dengan baik.

Ketika Seulgi mengunjungi rumah Irene pertama kalinya bersama Wendy, Irene mengetahui Seulgi mengambil ponselnya, Irene semakin tidak menyukai Seulgi, menurut Irene, Seulgi orang yang tidak punya sopan santun.

Hari demi hari Irene lewati dengan perasaan ‘benci’ kepada Seulgi, Irene terus menahan dirinya untuk tidak memberitahukan perasaan bencinya kepada Seulgi. Irene adalah tipe orang yang berterus terang, jika ia tidak suka dengan seseorang, Irene akan langsung mengatakannya, tidak peduli seseorang itu membencinya atau tidak, Irene tetap mengatakannya.

Perasaan benci Irene terhadap Seulgi masih berlanjut. Ketika tugas presentasi. Awalnya Irene mencurigai Wendy sebagai pelaku yang menghilangkan file presentasinya, tetapi salah, Irene benar-benar sangat ceroboh. Yang menghilangkan filenya adalah Seulgi. Irene baru menyadarinya dua hari setelah kejadian presentasi. Irene mengingat kembali kejadian sebelum presentasi. Orang yang meminjam laptopnya sebelum presentasi dimulai adala Seulgi, Irene baru menyadarinya, rasanya Irene ingin sekali memarahi Seulgi. Tetapi tidak bisa, Irene memendam rasa amarahnya itu.

Sampai suatu hari, ketika Seulgi meminta Irene menjauhi Sehun. Irene benar-benar tidak terima, Irene berfikir, memang dia siapa? Selalu mengatur hidupku?! Hidupnya saja tidak becus!. Irene meluapkan kekesalannya kepada Sehun. Dan akhirnya Sehun menajuhi Irene.

Irene terus memendam rasa bencinya terhadap Seulgi sampai saat ini. Di atap gedung Universitas, Irene mulai memberanikan diri untuk berterus terang. Irene menarik nafas dalam-dalam, lalu membuangnya perlahan.

“Seulgi-ya. Aku ingin mengatakan sesuatu” ucap Irene dingin.

“Aku yang memanggilmu kesini, dan aku yang harus lebih awal mengatakan suatu hal yang penting padamu” Seulgi tidak terima Irene mengatakan suatu hal lebih dulu darinya.

“Aku duluan” Irene tetapi ingin lebih dulu.

Ya! Apa kau tuli?!” ucap Seulgi kesal. Seulgi mendekatii Irene, dan sekarang Seulgi dan Irene sudah pas berhadapan, seperti akan bertengkar.

“Eumm yaa, aku tuli, mulai sekarang. Aku tidak akan pernah mendengar ataupun mematuhi kata-katamu lagi. Kau dengar itu? Kang seulgi?” Irene mengangkat alis mata kanannya, menatatang.

“Ohh jadi begitu, baiklah. Terserah apa katamu. Dan jangan harap kau akan bahagia bersama Sehun sunbae” Seulgi menatap Irene tajam.

“Mengapa? Sehun sunbae bukan siapa-siapa dirimu, kau hanyalah seorang junior” Irene balas menatap tajam Seulgi.

Mwo? Apa yang kau bilang barusan? Apa aku tidak salah dengar?” Seulgi terlihat tersinggung dengan perkataan Irene.

“HANYA SEORANG JUNIOR” Irene menekankan kata-katanya.

Ya! Kau berani padaku hah?!” Seulgi mendorong bahu kanan Irene.

“Wae? Kau tidak terima?”

“Aish! Menyebalkan sekali kau!” Seulgi mendorong bahu kanan Irene, Irene hampir terjatuh.

“Dengar, kau tidak berhak melarangku. Kau bukan siapa-siapa-ku. Aku akui kau cantik, tetapi hatimu tidak. Kau egois, licik. Kau tidak boleh hidup seperti itu”Irene menatap tajam Seulgi.

Sepertinya Seulgi sudah naik darah. Terlihat dari wajahnya yang mulai memerah. Seulgi menarik kerah baju Irene, hingga Irene sedikit terangkat. “Ya! Dengar baik-baik. Aku seperti ini karena Sehun. Oke, aku egois, licik. Sehun yang membuatku seperti ini” mata Seulgi mulai berkaca-kaca, tidak bisa menahan amaranya, begitupun dengan Irene.

“Kenapa kau membawa-bawa nama Sehun sunbae hah? Salah Sehun sunbae apa? Apa hubungannya sikapmu dan Sehun sunbae?!?” Irene mendorong Seulgi.

“Aku akan akui sekarang. Aku pernah tidur bersama Sehun Sunbae.” Seulgi menundukkan kepalanya. Irene tersentak kaget, tidak percaya.

Mwo?! Apa masudmu? Aku tidak mengerti!” Irene menaikkan nada bicaranya.

“Aku pernah tidur bersama Sehun sunbae. Apa itu kurang jelas?” Seulgi menaikkan kepalanya kembali menatap Irene yang kini sudah meneteskan air matanya.

“Kau tidak boleh berkata yang tidak-tidak! Apa kau ingin mencemari nama baik Sehun sunbae? Kau jangan mengada-ngada” Irene mendorong Seulgi. Marah. Irene benar-benar marah saat ini. Sehun sunbae pasti tidak akan melakuakan hal yang tidak-tidak.

“Aku berkata jujur! Aku tidak menagada-ngada!” Seulgi berteriak kesal, lalu memegangi perutnya. Irene tidak mengerti apa maksudnya itu.

“Kenapa kau memegangi perutmu? Apa kau lapar huh?!” Irene mencoba menghilangkan pikiran-pikiran negatifnya. Irene menghela nafas panjang.

“Kau jangan pura-pura tidak mengerti. Aku sudah tau kau menyadarinya” Seulgi menatap Irene.

“Aku tidak akan pernah percaya apa kata-katamu” Irene menggelengkan kepalanya. Satu, dua tetes air mata keluar dari matanya.

“Terserah, kau mau percaya atau tidak. Aku sudah mengatakan hal yang sebenarnya. Aku egois dan licik seperti ini, aku tidak ingin Sehun sunbae dekat dengan perempuan lain. Sehun sunbae harus bertanggung jawab” Seulgi meneteskan air matanya.

Ya! Berhenti berbicara seperti itu! Sehun sunbae tidak akan melakukan hal yang seperit itu! Kau tidak boleh menuduh Sehun sunbae!” Irene mendorong Seulgi, terus menerus, sampai akhirnya Seulgi balas mendorong.

“Ya! Apa yang kau lakukan?! Kau berani padaku?!” Seulgi terus menerus mendorong Irene.

Irene dan Seulgi saling dorong mendorong, mereka sudah larut dalam amarah masing-masing. Saling beradu kata-kata. Tidak hanya saling mendorong, mereka mulai berani saling menarik rambut lawannya.

“Bulan depan, kami akan menikah” kata Seulgi di tengah perkelahian mereka. Refleks Irene terhenti sejenak. Menatap Seulgi tidak percaya.

“Kau jangan megada-ngada! Kau terus berkata yang tidak benar! Apa yang sebenarnya yang kau inginkan?” Irene berteriak kesal.

“Menikah dengan Sehun sunbae” Ucap Seulgi singkat.

“Ya! Neo Micheosseo?!” lagi-lagi Irene berteriak, lalu menarik rambut Suelgi lagi. ‘melanjutkan’ perkelahian mereka.

Seulgi mendorong Irene dengan keras. Sesuatu terjadi pada Irene, Ia menginjak sebuah benda yang tidak ia ketahui apa itu, ia tergelincir, dan tidak beruntungnya Irene adalah, ia terjatuh dari atas atap gedung Universitas yang bertingkat 5. Seulgi yang menayadari hal itu langsung membuka mulutnya lebar, tidak percaya. Tidak tau harus berbuat apa, Seulgi hanya menyaksikan Irene terjatuh dari gedung berlantai 5 itu.

Apa aku akan mati sekarang? Aku belum siap, aku tidak ingin mati sekarang. Aku ingin mendengar penjelasan Sehun sunbae, aku yakin Seulgi tidak berkata jujur. Tuhan! Tolong selamatkan aku. Irene berbicara di dalam hati sambil menutup matanya, entah apa yang selanjutnya terjadi, Irene hanya bisa pasrah.

Sampai akhinya, Irene sudah tepat berada di atas tanah, Irene terbaring lemah. Jantungnya berdetak dengan cepat, tak karuan. Badannya sangat sakit, Irene terbatuj-batuk. Tidka bisa berdiri.

Seorang mahasiswa melihat Irene terjatuh dari atap gedung Universitas, ia segera memanggil rekannya. Lalu menghampiri Irene. Darah mengalir dari belakang kepala Irene, dan dari telinga Irene. Mahasiswa itu segera menelfon almbulance.

“Kau, tolong panggilkan dosen, siapapun itu. Tolong.” Mahasiswa yang menemukan Irene manyuruh rekannya untuk memanggil dosen.

Irene tidak dapat melihat dengan jelas siapa mahasiswa itu, pandangannya buyar, Irene dapat merasakan cairan yang membasahi bajunya.

“Sehun-ah!” seseorang meneriaki nama Sehun, dia Baekhyun.

“Ada apa Baekhyun-ah? Kenapa kau kesini? Bukannya 10 menit lagi kelas dimulai?” Sehun menatap aneh sahabatnya itu.

Baekhyun tidak berbicara. Wajahnya begitu panik.

“Baekhyun-ah?”

“Irene” Baekhyun menatap Sehun.

“Irene? Ada apa?”.

Suara ambulance terdengar, para mahasiswa sekitar menatap heran kearah ambulance tersebut. Ambulance itu menuju arah gedung management. Dosen dan para mahasiswa memenuhi depan gedung management. Mereka sedang melihat Irene yang sudah berlumuran darah, Irene sedang ditangani petugas UKS Universitas.

Sehun baru datang ke tkp. Sehun terdiam ketika melihat kekasihnya itu berlumuran darah. Dengan cepat, Sehun berlari kearah Irene yang sedang di tangani petugas uks. Tepat ketika Sehun sampai di dekat Irene, ambulance sudah datang. Para petugas ambulance itu segera menurunkan ranjang ambulance dan segera menaikkan Irene ke dalam ambulance.

Sehun memaksa ingin ikut bersama Irene, tetapi petugas dan dosen tidak mengizinkannya. Ambulance itu segera pergi menuju rumah sakit. Mahasiswa yang tadi berkumpul, sekarang sudah berhamburan meninggalkan tkp.

Sehun masih tertegun, tidak percaya. Ia menatapi darah yang berada di atas tanah. Darah Irene. Baekhyun menghampiri Sehun yang sedang diam seperti patung.

“Sehun-ah, kau tidak apa-apa?” Baekhyun menepuk pundak Sehun pelan.

“Menurutmu?” Sehun menatap Baekhyun dengan mata yang memerah, menahan tangisan. Tidak mungkinkan seorang laki-laki menangis di area terbuka seperti ini?. Sehun menahan tangisannya, wajahnya memerah.

Sehun kembali ke kelasnya dengan cepat. Membereskan buku-bukunya dan memasukkanlaptopnya kedalam tasnya. Persis ketika Sehun akan memakai tasnya, dosen sudah berada di kelas dan akan segera memulai pelajaran.

Sehun menghela nafas berat. Mau tidak mau, ia harus segera duduk di tempatnya kembali. Selama pelajaran berlangsung, Sehun sama sekali tidak bisa fokus, ia terus memikirkan keadaan Irene, kekasihnya.

Pelajaran telah selesai, dosen sudah keluar dari kelas. Dengan cepat Sehun meninggalkan kelasnya menuju parkiran mobil, belum sampai ke parkiran mobil, Sehun mendengar percakapan para mahasiswi dan mahasiswa lain mengenai kejadian yang menimpa Irene.

“Ya! Aku dengar Seulgi mendorong Irene dari atap gedung management” ujar salah seorang mahasiswi berkacamata.

Jinjja? Uahh.. daebak, Seulgi yang melakukannya?” balas salah seorang mahasiswa.

“Tetapi ada yang bilang kedapaku, Seulgi dan Irene bertengkar diatas gedung manegement lalu Irene terjatuh” ujar salah satu mahasiswa lain.

Mendengar itu, Sehun segera merubah arahnya, menuju gedung management, Sehun sedang menuju atap gedung management. Mencari Seulgi.

Ketika sedang mencari Seulgi, Sehun melihat Wendy berlari, wajahnya pucat, seperti mengkhawatirkan sesuatu. Sehun dapat menebak, Wendy akan menuju rumah sakit. Kejadian yang baru saja menimpa Irene, kini jadi trending topik di kampusnya. Sehun berkali-kali mendengar semua orang membicarakan Irene dan Seulgi.

Sehun sudah berada di depan pintu atap gedung management, dengan penuh amarah, Sehun menendang pintu itu dengan sanagt keras, hingga pintu itu terbuka. Dengan cepat, Sehun mencari orang bernama Kang Seulgi itu.

Sehun melihat seorang perempuan sedang berdiri menengadahkan wajahnya. Sehun berjalan dengan cepat menuju Seulgi.

“Apa yang kau lakukan kepada Irene?” Sehun berbicara dengan nada tinggi. Seulgi hanya diam, mengelihkan pandangannya kearah Sehun.

Ya! Apa kau dengar perkataanku?!” Sehun berteriak di depan Seulgi, membuat Seulgi tersentak kaget.

“A..Aku tidak melakukan apapun! Ini semua salah Irene!” Ucap Seulgi, matanya berkaca-kaca.

“Kau! Jangan berbohong! Jelaskan padaku! Apa yang terjadi?!” Sehun menaikkan anda bicaranya. Wajanya memerah, menahan marah.

“Irene hanya terjatuh, itu bukan salahku” Seulgi berbicara sambil meneteskan air mata.

“Jika terjadi sesuatu pada Irene, aku tidak akan tinggal diam. Aku akan membunuhmu! Ingat itu” Sehun meninggalkan Seulgi.

Sehun berjalan dengan sanat cepat, orang-orang di sekitarnya melihat Sehun heran. Sehun menuju tempat parkiran, lalu menuju mobilnya.

Sehun mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh, Sehun sedang menuju apartement-nya. Sehun tidak dapat mengendaikan amarahnya. Tidak peduli kecelakaan atau tidak, Sehun tetap terus mengendarai moblnya dengan kecepatan penuh.

Di dalam apartement, Sehun hanya berjalan kesana kemari. Sesekali berteriak kesal, megacak rambutnya. Lalu Sehun berhenti di depan cermin ukuran sedang. Sehun menetapi dirinya di cermin itu.

Apa aku tidak akan bisa bertemu lagi dengan Irene? Apa aku hanya akan berdiam diri disini? Lantas apa yang harus aku lakukan? Menuju rumah sakit?. Ucap Sehun dalam hati. Sehun menatapi terus dirinya dalam cermin.

Deg! Sehun melihat sesuatu di cermin.

Irene?

TBC

Tinggal 1 Chapter lagi! Yeay! ‘-‘. Gimana nih perasaannya udah mau end? Sebenernya Author pengen ngelanjutin ff ini sampe lebih dari 10 chapter, tapi gabisa, Sehun udah ngebet pen nikah sama Author *Gad eng, becanda*. Selamat menunggu Chapter terakhir CHOOSE ONE, minggu depan! See you~

DON’T BE A SIDERS!

 

 

12 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] CHOOSE ONE (Chapter 7)”

  1. Wah gk nyangka udh tinggal 1 chapter lagi
    Seulgi jahat banget si *huh*
    Hunnie gk bnr2 tidur sama Seulgi kn? Mungkin itu cuma buat Irene supaya dia gk fokus, tapi gelisah juga mana yang bener? Otakku yang ini atau yang itu? *abaikan*
    Semoga Irene selamat dan berakhir dengan bahagia kekeke^^
    Semangat yh thorr lanjutttt….

  2. Udah mau end?? Aku kira ini baru masuk klimaks masalahnya loh thooorrr. Emang bener sehun pernah tidur sama seulgi?? Irene ga meninggal kan? Cuma lagi kritis aja kan? Yg diliat sehun bayangan irene siii. Tapi kan irene belum meninggal kan?? Terusan sehun kenapa balik ke rumah dulu? Kenapa harus galau mau ke rumah sakit atau diem di apartment? Kalo sehun khawatir kan mestinya langsung ke rumah sakit. Tapi kenapa malah ke apartment??? Waaaaaaaa terlalu banyak pertanyaan di otak aku niihhh. Maafkan readers ini yaahhh huehehehe. Ditunggu kelanjutannya thor!! Hwaitinggggg!!!
    -XOXO-

  3. Hwaaa sediihh..hiks

    Smoga irene slamat
    tolong ya kakk.. jebal
    and buat jdi happy ending #mmohon
    Ok kakk aku tunggu next chapnya ya
    Hwaiting!! 🙂

  4. Aaa padahal seulgi itu kan baik huhu sedih juga kak seulgi jadi anta gini… -_- eh tapi tadi boongankan masa iya sehun gitu -_- irene ya dabar eonni punya pacar kaya sehun… oke ditunggu chapter selanjutnya ngak sanggup kalo mengucapkan kalimat sakral ‘The End’ gitu keep writing yoo 😉

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s