[EXOFFI FREELANCE] The Answer is You (Chapter 8A)

The Answer is You [Chapter 8 #A]

 Untitled[1].jpg

ByunPelvis’s Story Line

.

Cast                 : Kim Hyemi (oc) , Byun baekhyun, Oh Sehun.

Other cast        : Kim Minji (oc)  , Park Chaerin (oc) , Park Chanyeol, Lee Yeonju (oc), Kim Seulgi (Red   Velvet)  and member EXO lainya.

Genre : Sadness , Romance , Angst .

Rating : +13

Leght  :  Chapter

Disclaimer : ff ini murni buatan saya. Terinspirasi dari kehidupan nyata dan juga drama.^^  point’nya aku gak niru cerita author yang kemungkinan ada kesamaan alur,tokoh, atau tempat . Jika ada maafkanlah .

 

“aku tak pernah tau ada yang lebih menyedihkan dari kisah hidupku.”

*

*

Preview chapter 7

“Nak , tolong anakku . Anakku tenggelam bersama gadis itu. Cepat tolong mereka”

“Apa?”

Baekhyun menolehkan kepalanya ke laut dan tepat saat itu juga matanya membualat  melihat siapa  yang sedang berusaha naik ke permukaan air disana.

Karena masih tak percaya ia menoleh  pada dimana Hyemi berdiri sebelumnya.

Tak ada gadis itu, hanya ada sebuah camera yang tergeletak begitu saja dipasir.

“Andwe,,. HYEMI-YA!!!”

Dengan sekuat tenaga Baekhyun berlari menuju laut, rasa cemas yang luar biasa menguasainya.

.

Sehun menoleh saat mendengar Baekhyun yang berteriak sangat keras memanggil Hyemi, ia melihat Baekhyun sedang berlari kencang menuju laut.

Namja itu terkejut saat pandangannya beralih pada sosok yang dikenalinya terbawa ombak.

“Hyemi!” lirihnya.

Benang layang layang yang dipegangnya  terlepas begitu saja.

Sehun berlari menuju Hyemi, jaraknya lebih dekat dari Baekhyun saat ini.

.

Hyemi merasa rongga dadanya dipenuhi air, ia tak punya tenaga lagi untuk naik kepermukaan lagi. Kakinya keram dan pandangannya mulai mengabur, tangannya semakin erat memeluk gadis kecil yang berusaha diselamatkannya.

Sebelum benar benar menutup matanya ia sempat berfikir jika ini adalah akhir hidupnya.

‘mianhae’

**

Other side.

“eonni  apa kau benar benar akan melakukannya? kau melukai seseorang hanya demi Sehun ?”

“inilah hidup Seulgi-ya. Kita harus melakukan apapun agar mecapai sebuah tujuan”

“tapi apa harus dengan melukai seseorang ?”

Gadis yang lebih tua dari yeoja bernama Seulgi itu meletakan gelas dengan kasar, ia menuangkan soju untuk yang kesekian kalinya. Saat hendak meminum lagi tangannya ditahan.

“Yeonju eonni hentikan.  Kau sudah sangat mabuk. Ahhh kau merepotkanku”

“ha ha aku akan menyingkirkannya Seulgi-ya. Aku akan melenyapkannya! Dia merebut Sehunku!”

“haisss kau mabuk berat. Jika aku bukan keponakan baikmu maka sudah kutinggalkan”

Gadis berambut pirang itu mebayar beberapa lembar uang kepada bar tender. Ia merangkul lengan Yeonju dan membawanya keluar.

**

“HYEMI-YA!!!”

Baekhyun menceburkan dirinya dilaut dan berenang semakin dalam mencari dimana posisi Hyemi saat ini. Perasaannya sangat takut , ia tak pernah sekalipun membayangkan gadis yang begitu berarti untuknya meninggalkannya.

Namja itu masih berenang sampai menemukan Hyemi  dan sosok lain yang tak sadarkan diri. Dengan cepat ia mendekat untuk meraih tubuh keduanya .

Tapi sayang, ia kurang cepat karena saat ini sudah ada yang mendahuluinya meraih tubuh Hyemi ,pada akhirnya  Baekhyun hanya menyelamatkan sosok kecil  yang juga tenggelam bersama Hyemi.

.

.

“Aigoo anakku. Hiksss terimakasih nak. Kau telah menyelamatkan anakku” ucap ajhuma yang baru beberapa menit lalu meminta tolong pada Baekhyun.

“Hemm ne ajhuma. Lihatlah putrimu baik baik saja”

Baekhyun tersenyum lega karena anak kecil yang ditolongnya cepat sadar tanpa mendapatkan pertolongan nafas.

Ia berdiri dan mencari sosok lain, pandangannya cemas seketika saat melihat Sehun yang berusaha menyadarkan Hyemi.

Baekhyun berlari mendekat dan merebut Hyemi dari pelukan Sehun.

“Hyemi kau mendengarkanku? Hei sadarlah kumohon. Hyemi-ya jebal!” Baekhyun takut luar biasa, namja itu meletakan kepala Hyemi dipasir .

Ia menyadarkan Hyemi dengan menekan dada gadis itu, berusaha agar  Hyemi memuntahkan air yang berada diparu paru.

Tapi berkali kali Baekhyun mencoba Hyemi masih tak sadar.

“Hyemi-yaa kumohon.  KIM HYEMI!!”

Baekhyun tak bisa menahan air matanya kali ini, ia sangat cemas hal buruk terjadi pada Hyemi. Tak ada jalan lain selain nafas buatan. Baekhyun dengan tangan gematar meraih wajah Hyemi dan mendekatkan mulutnya.

1

2

3

Sudah tiga kali Baekhyun melakukannya tapi Hyemi masih memejamkan mata,

Sementara Sehun yang masih syok hanya terdiam melihat usaha  Baekhyun.  Ia tak tau harus bagaimana, melihat Hyemi tenggelam sudah cukup membuatnya lemas.

Rasa sesak didadanya tiba tiba muncul. Entah apa tapi yang utama ia sangat takut Hyemi tak sadar.

“ Baekhyun-ssi”

Baekhyun tak menghiraukan panggilan Sehun karena ia masih berusaha membuat Hyemi sadar,

“Hyemi kumohon sadar-“

“uhukk”

Hyemi memuntahkan air yang memenuhi paru parunya, gadis itu kesusahan mengambil nafas . Perlahan matanya terbuka dan mengerjap , pandangannya masih tidak begitu jelas .

Baekhyun yang melihat itu lantas memeluk  Hyemi, ia sangat bersyukur Hyemi baik baik saja. Matanya masih mengeluarkan air mata, tapi ia sangat lega .

Sehun yang disana juga menghembuskan nafas lega, setidaknya ia tidak telat membawa Hyemi keluar dari laut.

“T-tolong”

Hyemi mencengkram kaus Baekhyun , gadis itu masih trauma dengan apa yang barusaja dialaminya. Berada didalam air dan tak bisa bernafas membuatnya takut.

“Hyemi kau bersamaku. Jangan khawatir. Maaf , maafkan aku Hyemi-ya”

Hyemi tak menjawab , gadis itu merasa pandangannya mengabur. Dan suara Baekhyun tak didengarnya lagi.

Hyemi tak sadarkan diri lagi.

*

*

“ Pakaiannya sudah kuganti. Aku akan mengambilkannya  sup hangat”

Baekhyun langsung masuk ke kamar Hyemi setelah halmoni selesai bicara dan pergi.

Dilihatnya gadis yang sedang terbaring disana, tapi Hyemi sudah sadar saat ini. Gadis itu menatap kosong jendela yang ada dikamar itu.

Sekali lagi perasaan Baekhyun menjadi sangat kacau. Yang ada diotaknya saat ini adalah perasaan menyesal karena ia tak menjaga Hyemi dengan benar. Ia sudah cukup tau jika Hyemi telah mengalami trauma  untuk beberapa hal.

“Hyemi-ya”

Hyemi menoleh, tepat kepada Baekhyun. Melihat wajah pucat Hyemi mebuat Baekhyun semakin mendekat, namja itu duduk disamping Hyemi dan menggenggam tangannya.

“Kau sudah tak kedinginan heumm?”

Hyemi hanya menanggapi dengan gelengan, gadis itu masih syok saat membayangkan terseret ombak besar.

“Seharusnya aku yang menyelamatkan gadis kecil itu. Kenapa kau tak meminta bantuanku atau Sehun huh?”

“M-Mian.”

“jika saja Sehun-“

“Hyemi-ya!!! Astaga , kau baik baik saja kan?” tiba tiba Chanyeol datang, membuat perkataan Baekhyun tidak selesai.

Namja yang sudah seperti oppa bagi Hyemi itu memeluknya  .

“ya, kau nekat sekali . bagaimana bisa kau tenggelam aigooo. Untung ada Baekhyun yang menolongmu. “  tutur Chanyeol tanpa jeda. Baekhyun memutar malas kedua bola matanya, ia lebih memilih diam.

“Hemm nan gwemchana” balas Hyemi singkat.  Namja tinggi itu merubah posisinya menjadi duduk dihadapan Hyemi.

“Iya kau harus baik baik saja. Jika terjadi sesuatu padamu maka aku sebagai oppamu akan marah. Ya ampun kenapa Baekhyun bisa lalai ? Dia tak bisa menjagamu dengan baik eoh”

“Ya apa apaan kau Park Chanyeol.”

“Diamlah Byun Baekhyun. Aku sedang marah padamu karena tidak bisa menjaga Hyemi”

Keduanya bertatapan sengit didepan Hyemi. Gadis itu tersenyum melihat pertengkarang kecil kedua namja didepannya.

Ia tau pertengkaran itu tak serius.

“Sudahlah. Aku baik baik saja”

Baekhyun yang hendak membuka mulutnya tak jadi karena pintu terbuka memunculkan sosok halmoni yang terlihat repot membawa nampan. Dengan sigap Baekhyun membantu, baru selangkah ia jangkau tapi Chanyeol sudah merebut nampan yang berisi semangkuk sup dan juga  segelas air hangat.

“Biar aku yang menyuapi Hyemi”

“Ya Park Chanyeol biar aku saja,aku yang merasa bersalah”

“Ckk tidak, aku saja yang menyuapi Hyemi”

“Park Chanyeol”

“Byun Baekhyun”

Keduanya saling berebut untuk menyuapi Hyemi,bahkan saling menarik nampan . Halmoni hanya bingung menatap bergantian Baekhyun dan Chanyeol.

Sedangkan Hyemi tertawa dalam diam melihat kedua namja yang lebih terlihat bak anak kecil sedang berebut mobil mainan. Sungguh kekanakan, tapi Hyemi suka itu.

“Aigoo anak muda. Kalian ini hanya masalah menyuapi saja saling berebut. Apa cucuku angat spesial huh? Ya sudah kemarikan biar aku saja yang menyuapi Hyemi”

Masih melongo Chanyeol melihat tangannya yang sudah kosong. Nampan yang tadi dipegangnya sudah diambil Halmoni.

“ini karena kau Baekhyun-ah”

“ckk enak saja”

,

,

Sehun sedang menyendiri diberanda rumah sederhana itu .

Namja itu menatap langit gelap yang begitu indah , mengamati beberapa bintang yang muncul disana, tapi sebenarnya fikirannya terbang ke tempat lain.

Ditemani dengan sebuah musik mellow dari ponselnya, entahlah malam ini tiba tiba saja namja itu ingin mendengarkan music berirama tenang dan sedih.

‘Kim Hyemi’

Sebenarnya ia masih memikirkan gadis itu. Sehun masih  mengingat kejadian siang tadi saat menolong Hyemi.

Ia panik dan tak bisa melakukan apa-apa. Hanya membuat Hyemi sadar saja ia tidak becus. Entah apa jadinya jika Baekhyun tak cepat membantu untuk menyadarkan .

“huh”

Sehun mengacak rambutnya frustasi, ia sangat ingin melihat keadaan Hyemi tapi entah kenapa rasanya begitu aneh saat melihat Baekhyun selalu di samping Hyemi. Ya sejak dari pantai tadi Baekhyun tak pernah meninggalkan Hyemi sejengkangpun.

“Hahh sial. Dasar gadis menyebalkan. Kau memenuhi otakku”

“Siapa yang memenuhi otakmu OH Sehun?”

Sehun menoleh kebelakang dan menemukan Baekhyun berjalan mendekatinya. Mendadak ekspresi  Sehun berubah menjadi datar. Sedatar lantai yang dipijakinya saat ini.

“Eopso” balasnya dan kembali menatap langit. Namja itu juga langsung mematikan musik di ponselnya, ia takut baekhyun akan tertawa nantinya. Namja sepertinya harus selalu terlihat cool.

“Kau memikirkan Hyemi?” tanya Baekhyun lagi membuat Sehun menoleh.

Namja itu melipat tangan didepan dadanya dan bersender pada tiang.

“Kenapa kau sangat ingin tau Baekhyun-ssi?”

“kau menyukai Hyemi kan?”

Sehun tak langsung menjawab , namja itu sengaja membuat Baekhyun jadi penasaran . Namja itu mengendikan bahunya .

“ini, berikan pada Hyemi. Mungkin sangat pagi aku akan kembali ke Seoul dan  tak bertemu Hyemi.” Ucap Sehun setelah berhasil merogoh sesuatu dalam saku jeansnya.

Sehun menyerahkan sebuah benda berkilau pada Baekhyun.

Sebuah benda milik Hyemi yang sudah disanderanya sejak pertama bertemu .

Gelang perak milik Hyemi

Baekhyun sekarang ini sedang membulatkan matanya melihat benda yang disodorkan Sehun.

Dengan cepat ia mengambilnya .

“Ya! Bagaimana bisa gelang Hyemi ada padamu?”

Bukannya menjawab Sehun malah berlalu, meninggalkan Baekhyun yang masih terdiam menatap benda berkilau ditangannya.

Gelang itu adalah pemberiannya, gelang yang didapatkan dari eommanya dan khusus diberikan untuk orang yang sangat berarti untuknya.Ia heran bagaimana bisa gelang Hyemi ada pada Sehun.

Mungkinkah Hyemi sangat sering berada disisi Sehun selama ini?

Atau Hyemi memberikannya untuk Sehun? Oh itu lebih tidak mungkin lagi.

.

.

“Anak nakal. Kau mau meninggalkanku setelah eommamu? lain kali kau harus hati hati Hyemi. Kau tau halmoni sangat khawatir saat Baekhyun membawamu dalam keadaan pingsan. Aku sangat takut”

“Mianhamnida Halmonie. Aku janji tak akan membuatmu khawatir lagi.”

Halmoni memeluk cucu kesayangannya itu hangat, beliau bersyukur  melihat Hyemi baik baik saja. Ia sangat berterimakasih pada Tuhan karena masih menyelamatkan cucunya. Setelah melepas pelukan , Halmonie mengambil sesuatu dilaci meja.

“Hyemi kau masih ingat ini?”

Hyemi melihat isi album foto yang ditunjukan  oleh halmoni-nya.

Difoto itu terlihat ia yang dulu masih kecil berselca bersama eomma dan Appa-nya. Hyemi mengangguk karena berhasil memutar memori itu, dimana saat ia berkebun dibelakang rumah Halmoni bersama kedua orang tua yang masih baik baik saja.

“dan kau lihat ini? aigoo bukankah ini namja itu huh? Byun Baekhyun eoh?” ucap Halmoni setelah membuka lembar berikutnya.

Hyemi tersenyum melihat foto Baekhyun yang menggenggam tangannya, foto itu  saat ia merayakan ulang tahun ke 6 .

“Sekarang kau tumbuh dewasa nak. Kau sangat mirip eommamu. Wajahmu, sifatmu sangat mirip dengan eommamu”

Halmonie mengelus sayang pipi cucunya. Kemudian wanita lanjut usia itu meraih album lain. Disana berisi foto pernikahan Appa dan juga mendiang eomma-nya.

“ini-?”

“lihatlah, kau sangat mirip bukan. Ha ha kau ini duplikatnya eommamu Hyemi”

Hyemi tersenyum, memang benar difoto itu ia berasa melihat dirinya sendiri.

“aku tak pernah melihat foto ini”

“ne foto ini eommamu yang meminta halmoni untuk menyimpannya”

Hyemi memfokuskan matanya pada sosok Appa yang terlihat sangat berbeda. Entah mengapa rasanya sangat tidak mencerminkan sebuah kebahagiaan.

Wajah appa’nya didalam foto itu terkesan sangat dingin.

“Halmoni , mengapa hanya eomma yang tersenyum?”

Senyum Halmoni perlahan luntur, detik itu juga beliau langsung menyimpan kembali album foto itu.

“Hyemi kau sudah dewasa. Mungkin sudah saatnya aku menceritakan tentang orang tuamu dimasa lalu.”

Hyemi mengerjap. Ini adalah kesempatan  untuknya, ia tak bernah berfikir sampai disitu. Ia dengan senang hati akan mendengar setiap flashback yang akan halmonienya ceritakan.

Ia akan tau dibalik semua nasib hidupnya saat ini.

Bagaimana bisa seorang Park Shinhye dan Kim Minji hadir dalam keluarganya, bagaimana bisa Appa-nya tak begitu peduli dengan kematian eommanya.

“Bagaimana kisah mereka halmonie?”

“Hyemi-ya , eommamu adalah korban perjodohan kami”

Flashback.

Pernikahan yang tak pernah dikehendaki itu terjadi. Kim Tan dan juga Ahn Shinyeong (eomma Hyemi) kini sudah resmi menyandang status pengantin baru.

Ahn Shinyeong adalah dokter pribadi keluarga Kim Tan, ia sudah sangat berjasa selama 2 tahun untuk menangani penyakit ayah Kim Tan.

Tapi Tuhan berkata lain, tepat dimusim semi itu  pada akhirnya ayah Kim Tan menghembuskan nafas terakhirnya dan beliau meminta sesuatu yang harus mengorbankan dua perasaan.

Permintaan terakhirnya adalah agar putranya menikah dengan Shinyeong . Dalam kata lain mereka dijodohkan.

Kim Tan tentu sangat menolak pernikahan konyol itu lantaran ia tak pernah tertarik dengan dokter pribadi Appa’nya itu.

Alasan lainnya adalah karena ia sudah mempunyai kekasih yang sangat dicintainya, bahkandalam waktu dekat  ia sudah berencana untuk melamar gadisnya yang bernama Park Shinhye, si gadis yang bekerja sebagai sekertarisnya sendiri. Tapi rencananya itu hancur seketika karena Appan-ya

Takdir berkata lain .

Ah tidak , sebenarnya Kim Tan tak pernah menganggap pernikahannya dengan Shinyeong itu takdir, pernikahannya adalah kesalahan belaka. Secepat mungkin ia akan menceraikan Shinyeong dan kembali dengan kekasihnya.

Kim Tan hanya ingin membuat Appanya pergi dengan tenang.

*

Tapi sebuah kesalahan yang lebih buruk terjadi.

Malam itu Kim Tan mengalami frustasi berat, ia mabuk berat.

Diputuskan oleh kekasihnya (Park Shinyhe),  wanita yang sangat dicintainya membuat dirinya sangat terpukul, seberapapun ia mencoba untuk bertahan tetap sia sia. Kekasihnya memilih menyerah untuk terus bertahan.

Padahal Park Shinhye saat itu sedang mengandung anaknya. Ya sungguh berengsek dirinya karena menghamili kekasihnya sendiri padahal ia sudah 2 bulan menikah dengan Shinyeong.

Malam itu juga Kim Tan melampiskan kemarahannya pada Shinyoung yang tak mengetahui apapun.

 Ia meniduri Shinyeong dengan paksa, pandangannya saat itu hanyalah kekasihnya, dibayangannya hanya ada kekasihnya.

.

Satu tahun berlalu , Kim Tan sudah memiliki putri dari hubungannya dengan Shinyoung, selama itu juga ia tak pernah lagi bertemu dengan kekasihnya.

 Ia sangat merasa bersalah, hidupnya selalu dibayang bayang dengan penyesalan.

Secara tak langsung dua gadis telah disakitinya , entah bagaimana ia menebus kesalahannya.

Sebuah keputusan di ambilnya. Ia memutuskan untuk mencoba mencintai Shinyeong dan juga putri kecilnya, Kim Hyemi.

Mereka membesarkan putrinya bersama sama dengan cinta.

Saat hubungan mereka berlangsung harmonis selama 7 tahun, tiba tiba Kim Tan menemukan keberadaan Park Shinhye . Janjinya untuk menjaga keluarga kecilnya dengan Shinyeong goyah.

Kim Tan menjadi sangat egois . Ia ingin Shinhye juga menjadi bagian dari keluarganya, ia tak peduli dengan keluarga besarnya yang pasti akan murka.

 Kim Tan meminta Shinhye untuk hidup bersamanya, ia tak tega melihat kehidupan Shinhye yang menyedihkan  disaat Minji kecil tumbuh.

Kim Tan nekat,

Hari itu ia membawa Shinhye dan Kim Minji putri lainnya kerumah.

 Shinyeong yang saat itu sedang  bahagia bersama Hyemi ‘putrinya’ terkejut, ia tak pernah tau jika suaminya mempunyai putri dari wanita lain. Yang diketahuinya adalah Kim Tan berubah mencintainya dan tak akan memiliki wanita lain.

Shinyeong marah dan kecewa, disaat ia sudah mulai mencintai Kim Tan dan keluarga kecilnya tapi justru suaminya yang menghancurkannya.

Keharmonisan yang dibangun keduanya pupus begitu saja dihari itu.

Pertengkaran hebat terjadi, malam itu juga Shinyeong pergi , wanita itu membawa Hyemi bersamanya.

Sejauh mungkin Shinyeong ingin pergi , semakin Kim Tan mencegah untuk pergi.

Shinyeong tak ingin putrinya mendapatkan dampak kehancuran keluarganya.

Malam itu Shinyeong menyetir tengah malam. Ia sungguh muak terus berada didekat suaminya.

Tapi naas,  mereka mengalami kecelakaan hebat yang merenggut salah satu nyawa hilang. Doa Shinhye untuk pergi jauh terkabul,

Shinyoung meninggal dengan perasaan hancurnya, meninggalkan Hyemi yang juga merasakan kesepian karena ditinggal sang eomma.  

*

#FLASHBACK END.

.

Hyemi berjalan menyusuri tepi pantai  dengan tatapan kosong, seputar kenangan masa lalu berputar diingatannya. Perlahan air mata sakit itu keluar dari mata beningnya, gadis itu terisak dan memukul pelan dadanya.

Ia tak pernah menyangka kehidupan eommanya lebih pahit dari hidupnya, ia tak pernah tau hati eommanya lebih hancur dari hatinya.

Ternyata hidup eommanya lebih menyedihkan.

Biarlah jika ia semakin membenci appa-nya saat ini.  Ia sangat kecewa dengan perilaku appanya dimasa lalu.

Kisah Appa-nya, eomma-nya , dan Park Shinyhe adalah sebuah cinta segitiga.

Entah siapa yang patut disalahkan,

Ketiganya adalah sama sama orang yang terluka, mungkin.

“e-eomma. Hiks… Kenapa semua harus terjadi padamu?”

Tiba tiba kenangan kejadian masa lalu terlintas dibenaknya. Kecelakaan , hujan deras dan teriakan berputar diotaknya bagai roll film yang berjalan.

Gadis itu menutup telinganya karena mendengar rintihan sanga eomma saat itu. Dimana cairan merah mengalir dengan derasnya memenuhi wajah eommanya.

“Andwe! eomma”

Ia memejamkan matanya dan tak terasa terus melangkah . Arah jalannya tak menentu , bahkan kakinya sudah menyentuh ombak.

Rasa dingin air laut tak membuatnya sadar, bayangan banyangan kejadian menyeramkan dalam hidupnya terus melintas, suara suara ledakan dan juga hujan terus terdengar ditelinganya.

“Tidak! Eomma! Kajima!”

Batas lutut Hyemi terendam ombak.

Kejadian seperti tadi siang mungkin akan terulang jika seseorang tak menarik tangannya dan membawanya ke tepi.

”KIM HYEMI KAU GILA HAH?”

Hyemi membuka kelopaknya, gerak matanya tak tentu arah. Keringat dingin perlahan membasahi pelipisnya.

Sehun meneriaki Hyemi yang masih terdiam ,  tak ada reaksi sama sekali . Gadis itu terlihat sangat ketakutan.Ia mencengkram baju Sehun bahkan tanpa sadar  memeluknya .

“Selamatkan eomma, aku mohon!” racau Hyemi dengan nada lirih.

Sehun yang hendak bicara mengurunkan niatnya. Namja itu dapat merasakan tubuh Hyemi yang bergetar.

“a-aku takut. Eomma ..”

Tangannya terulur untuk mengelus puncak kepala Hyemi.

Entah mengapa melihat Hyemi seperti itu membuatnya merasakan sesak didadanya, tak pernah sekalipun ia melihat Hyemi yang keras kepala dan menyebalkan kini menangis. Sehun sungguh tak tau bagaimana kehidupan gadis itu sampai seperti itu.  Mungkinkah Hyemi mengalami trauma yang begitu dalam?

Sehun semakin penasaran dengan gadis yang berada dipelukannya itu.  Yang ia tau Hyemi mempunyai masalah dalam keluarga, kata lain Hyemi adalah dampak dari ‘broken home’ .

.

.

.

“Kau sudah merasa baikan?”

Keduanya duduk dipasir pantai , Hyemi memeluk kakinya dan menatap lurus kedepan dengan pandangan kosong. Sisa air mata dipipinya masih membekas.

setelah susah payah membuat Hyemi tenang , Sehun mengajak gadis itu untuk menikmati angin malam.

Sehun yang bingung mau melakukan apa hanya menggambar asal asalan di pasir pantai.

“ya Kim Hyemi apa kau masih takut?” ucapnya lalu menolehkan wajahnya pada Hyemi.

Sehun menghembuskan nafasnya untuk yang kesekian kalinya karena tak mendapat jawaban dari Hyemi.

“Yakk jangan seperti patung! Astaga kau mengacuhkanku. Padahal aku sudah membiarkanmu memeluku, itu tidak gratis” ucap Sehun pada akhirnya dengan nada kesal. Niat baiknya untuk berbicara lembut dengan Hyemi mendadak lenyap.

Sehun puas karena Hyemi berhasil menoleh, gadis itu menatapnya datar tapi menusuk.

“Mwo? Mwo?” tanya Sehun karena merasa ditantang.

“jangan percaya diri. Aku tak sengaja memelukmu” ucap Hyemi sembari beranjak dari duduknya.

“Apa? aigo gadis ini. Kau memang harus diajari bagaimana caranya berterimakasih”

“Oh Sehun apa kau tak pernah iklas menolong ?”

“ya jika yang aku tolong itu kau” balas Sehun semakin mendekatkan wajahnya pada Hyemi.

“Kau selalu mambuatku kesal. Wae?” tanya Hyemi dengan nada datarnya.

Sehun memejamkan matanya sejenak sebelum membalas. Belum sempat ia membuka suara Hyemi sudah berlalu, namja itu mengejar dan meraih tangan Hyemi. Entah kenapa ia sangat suka menahan Hyemi dengan cara itu.

“Apa kau tak tau apa arti semua itu? apa kau terlalu bodoh Kim Hyemi?”

Hyemi menatap mata tajam  Sehun , ia tak mau menebak apa yang Sehun ucapkan. Hyemi lebih menunggu Sehun untuk mengatakan dengan mulutnya sendiri.

“Aku selalu membuatmu kesal, aku selalu mengganggumu, dan aku selalu mengejekmu apa kau tak tau apa artinya” tanya Sehun dengan lantang. Namja itu mengeluarkan semua emosinya atas ketidak pekaan Hyemi padanya.

Hyemi masih diam ,  gadis itu tersenyum tanpa arti.

“Karena kau membenciku. Kau kesal denganku,kau tak menyukaiku”

Sehun melepas genggaman tangannya dari lengan Hyemi. Namja itu menatap Hyemi dengan pandangan sendu. Niatnya untuk mengungkapkan perasaanya batal begitu saja.

“Benar. Kau benar, karena aku membencimu Kim Hyemi”

Sehun pergi meninggalkannya, dengan langkah lebar namja itu meninggalkan Hyemi yang terdiam .

Angin malam itu menerbangkan rambutnya yang tergerai, helaan nafasnya terdengar sangat berat.

Entah bagaimana Hyemi menjalani hidupnya, ia tak pernah tau. Ia merasa tak pernah menghargai orang orang yang peduli padanya.

Atau mungkin ia yang tak suka dipedulikan?

Apalagi karena hanya rasa kasihan.

“kau bohong Oh Sehun” senyum miris terpatri dibibirnya. Ia merasa dirinya selalu hidup dalam kebohongan.

Drttt.. drttt…

Ponselnya bergetar, Hyemi merogoh sakunya dan melihat siapa yang menelfon.

‘Baekhyun’

Nama itu tertera dilayar ponselnya. Mungkin namja itu mencarinya karena tak menemukannya dikamar.

Hyemi melihat jam dipojok kiri layar ponsel.

Jam 01.00 .

tak terasa ia sudah berdiam diri sampai pukul 1 pagi.

Hyemi tak mengangkat panggilan Baekhyun, ia lebih memilih untuk berjalan kembali kerumah halmoninya, sebelum kehebohan terjadi karena kekhawatiran seisi rumah.

.

.

Seulgi  berada  di apartement kecil milik Yeonju, ya sudah beberapa bulan  gadis berambut pirang itu tinggal bersama kakak sepupunya . kedua orang tuanya pergi entah kemana.

Gadis itu menatap sedih Yeonju yang terbaring diranjang, apalagi jika melihat luka sayatan yang berada dilengan yeonju.

“kau sampai melukai dirimu karena frustasi eonni”

Seulgi tau betul jika luka sayatan itu atas perbuatan Yeonju sendiri.

Seulgi sangat menyayangi Yeonju, gadis itu tak pernah mendapat kasih sayang yang seutuhnya dari kedua orang tuanya, bahkan mungkin kedua orang tuanya sudah membuangnya.

Hanya Yeonju yang selalu perhatian padanya. Bahkan tak jarang Yeonju membantu biaya sekolah Seulgi walau tak sepenuhnya.

Tapi yang membuatnya lebih sedih adalah karena kakak sepupunya itu berubah sejak 2 tahun ini. hanya karena seorang Oh Sehun.

Yeonju berubah menjadi gadis yang pemurung dan juga nekat. Seulgi sudah berkali kali menggagalkan usaha bunuh diri Yeonju.

Ia selalu berbohong pada Yeonju jika Sehun masih mencintai gadis itu. Sehun akan kembali dan menikahi Yeonju. Ya itulah kesalahan terbesarnya karena membohongi Yeonju. Kebohongannya menmbulkan harapan di hati Yeonju.

“ Eonni. Apa yang harus kulakukan? Aku ingin kau seperti dulu lagi”

Seulgi menangis, jujur ia sangat ingin Yeonju berubah ceria seperti dulu. Berubah menjadi gadis yang lembut dan juga ceria seperti dulu.

Gadis itu membenarkan selimut yang menutupi Yeonju dan beranjak pergi,

Baru dua jenjang , langkahnya terhenti karena menginjak sebuah foto.

Ia mengerutkan dahinya karena seperti tau siapa gambar yang ada difoto itu.

“Kim Hyemi?”

Seulgi masih diam memandang foto itu sampai kemuadian menutup mulutnya, ia tau siapa Hyemi karena satu sekolah dengannya.  Hyemi juga terkenal karena kepandainnya .  Hyemi berada dikelas akademik sementara ia berada dikelas seni.

“Apa Kim Hyemi yang- ……S- Seolma“

Gadis itu terduduk ditepi ranjang.

Sungguh ia tak menyangka gadis seperti Hyemi-lah yang membuat eonni-nya frustasi .

“Jadi wanita itu…?”

TBC

.

.

Pamm pamm pammm…….

Anyeong aeri-ya!!!!!

Ada yang nunggu ff aku yang satu ini?

.

.

Mian banget ne karena lama pos.

Tau kan ya kalo minggu ini ada UAS.

Dan kegiatan ngetik terhenti total. Makannya pos’nya luama banget.

^^ it’s okey lah ya??

.

Haduhhh ceritanya makin mulur kaya sinetron.

Maaf kalo membosankan, ya beginilah kalo ketubruk sama kegiatan sekolah.

Ide jadi gak berkembang luas karena mikir ini itu. apalagi uri Oppa bakalan comeback kyyaaaaa makin kacau ini pikiran.

Ya udah sampe disini dulu dehh… nati bakal sapa sapaan di chapter berikutnya aja.

See you next chapter ne!!!

(hope you like & coment^^)

Khaseyooo!!!…

15 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] The Answer is You (Chapter 8A)”

  1. Ahirnya rasa penasaran ini terbayar..
    Terkuak sudah asal usul cinta segitiga ayahnya hyemi…
    -[Btw kasian yaa orangtuanya minji X hyemi saling terlukai, trus anak nya juga ikut jadi korban. Hyemi dicuekin ayahnya & minji dibenci hyemi… padahal mereka berdua pasti bisa akur kalo keadannya gaserumit itu…]-

    Tapi ada hal baru yang buat penasaran nih
    Seulgi pas tau cewe yang di maksud itu hyemi ,bakal ngelindungin hyemi atau malah ikutan ngebenci hyemi?
    Trus seulgi kan satujurusan sama minji tuuh..
    Kalo misalkan seulgi jadi benci hyemi, akankah dia menghasut minji?

    Kita tunggu saja kelanjutan ceritanya di chapter berikutnyaa
    Author semangat nulisnyaa yaaaa!!! 🙂 😉

  2. semakin hari semakin menyakitkan saja kondisi yeonju. hyemi semakin kecewa pada ayahnya karena cerita masa lalu yang di ceritakan neneknya. belum ada tanda-tanda bahwa yeonju akan menyerang hyemi ya? bagus kalau begitu. tetapi sehun dan baekhyun harus tetap melindungi hyemi di tempat neneknya itu. dua kali hyemi terancam nyawanya karena kecerobohannya/?
    hampir lupa sih sama cerita sebelumnya jadi agak baca di bagian akhir chap sebelumnya 😀
    seulgi sepertinya akan salah paham dan ikut membeci hyemi serta kemungkinan terburuknya ia juga akan melukai hyemi. musuh hyemi bertambah dan akan semakin banyak karena kesalah pahaman mereka semua. YANG TEGAR YA HYEMI :*
    BUAT AUTHOR JUGA SEMANGAT YA NULIS CHAPTER SELANJUTNYA AKU MENCINTAIMU SERTA PARA MANUSIA LAINNYA/? #hilapkakchoqahgajelas:”)

  3. Uwaaaaaa makin rumit makin complicated ._. Khawatir sama seulgi pas tau kalo eonni nya jadi begitu gara gara hyemi yg deket sama sehun. Padahal hyemi deket sama sehun pun gara gara sehun yg nempel terus. Takut hyemi jadi kena bully sama seulgi. Nanti jadi makin dramatis hidupnya hyemi. Kan kasiaannn. Kaya ga ada bahagianyaaaa. Mau happy ending laahhh. Mau hyemi sama sehun ajaahhhh :”’
    -XOXO-

  4. Bagus kak, kak kapan next nya, fighting and keep writing kak, sebenernya si aku suka hye mi sama sehun krna sehun sering membuat hye mi kesal kan supaya dpt perhatiannya wkwk…

  5. Ahkhirnya lanjut juga, makin kesini makin complicated yaaa
    Jadi Hyemi sebernanya suka juga sama Sehun ???
    Next yaaaaa ^^

  6. Baru dapet ff ini sekarang… maafkan aku yang telat ini author untuj chapter2 selanjutnya akan selalu tinggalkan jejak. Salam kenal author #sokakrabaku ditunggu lanjutannya. Izinkan aku untuk baca chapter sebelum2nya authornim. Keep writing and fighting yosh yosh 😉

  7. next next next
    aduhh jadi nanti siapa yang dipilih hyemi yahh.. akhhhh pasti hyemi frustasi tuhh milih oppa ganteng
    huakakakaka

    hehehe

    fighting^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s