[EXOFFI FREELANCE] I Live With Satan Soo (Chapter 10)

PicsArt_1447739230208.jpg

Tittle : I Live With Satan Soo

Author : Evina93

Length : Chapter

Rate : 15

Genre : Family, romance, comedy

Cast : Do Kyungsoo (EXO), Shin Mingi (OC), Bang Minah (G-day), Kim Seokjin (BTS)

Other cast : Member EXO, Lu han, Han Shin young (OC)

Author notes : Maaf membuat para readers yang setia nunggu kelanjutan ff saya yang masih abal ini. Akhirnya saya kembali dari hibernasi yang panjang.

Chapter 10

Kyungsoo segera membawa Mingi masuk kedalam kamar dan menidurkannya. Keringat dingin masih terus keluar dari tubuh mingi. “Bagaimana ini?” gumam kyungsoo panik. Mingi tidak pernah seperti ini sebelumnya, bahkan ketika udara dingin diluar sana ia jarang terkena flu, tapi apa sekarang?

Kyungsoo mengambil ponselnya dan menekan beberapa digit angka kemudian meletakan handphone tersebut ketelinganya “Ibu bagaimana ini? Mingi . .” ia menelpon nyonya do.

“Ya, baiklah aku akan memberitahu dokter park, eum, ibu cepatlah kemari” ujar kyungsoo, ia mematikan telponnya. Ia segera menelpon dokter Park untuk datang.

“Mingi bersabarlah sebentar lagi dokter akan datang” kyungsoo mengelus kepala mingi.

Mingi meraih tangan kyungsoo dan menggenggamnya erat. “Ibu, ayah jangan tinggalkan aku. Kumohon” racunya. Matanya masih terpejam namun kerutan nampak begitu jelas di dahinya. Jelas terlihat dalam tidurnya mingi sangat ketakutan. Namun kyungsoo masih belum tahu apa yang menyebabkan mingi setakut itu. Apalagi ketika mingi memanggil kedua orang tuanya.

“Sebenarnya apa yang terjadi padamu?” tanya kyungsoo.

“Ibu” racu mingi

“Tenanglah aku disini” kyungsoo balas menggenggam tangan mingi. Entah ini sihir atau bukan, mingi sedikit terlihat tenang dibanding sebelumnya.

***

Jin sedang duduk disuatu kedai, ia kembali menegak beberapa gelas soju. Mukanya sudah memerah pertanda ia mabuk.

“Dia istriku!!!” kata-kata itu terus saja terngiang di telinga Jin. Apa

ia kalah? Ia tidak mengira Mingi akan secepat itu meninggalkannya. Sudah berpa lama mereka menikah? Apa mereka benar-benar saling mencintai? Berbagai macam pertanyaan keluar di dalam pikiran jin.

“Arrrggg, ahjuma aku minta satu botol lagi!!” teriak jin.

Seorang ahjuma pemilik kedai mendekati jin dan menyerahkan satu botol soju di mejanya. “Aigo, anak jaman sekarang, masalah cinta sedikit saja mabuk-mabukan” sang ahjuma menggelengkan kepalanya kemudian meninggalkan jin.

Jin kembali menuangkan sojunya namun ia seperti melihat siluet seseorang dihadapannya. Ia menegakan kepanya dan menyipitkan matanya. “kau?” tanya jin.

Orang tersebut duduk dihadapan jin. “Aku minah, Bang Minah. Sepertinya kau juga baru tau masalah tadi sampai mabuk seperti ini” ujar minah dengan menyunggingkan smirknya.

“To the poin saja. Ada perlu apa kau menemuiku?” tanya jin.

“Bagaimana kalu kita bekerja sama?” tawar minah

“Apa maksudmu?”

***

“Bagaimana keadaannya dok?” tanya kyungsoo.

“Apa ia tadi ia berada di suatu tempat yang tinggi?” tanya dokter.

Kyungsoo mengerutkan keningnya sedikit berpikir “Ia naik bianglala tadi” jawab kyungsoo.

Dokter Park mendesah “Begini, ia mengalami taruma terhadap ketinggian. Mungkin traumanya kambuh tadi. Maka dari itu ia jadi seperti ini” Jelas dokter park.

Nyonya do yang berada disampingnya mendesah “Tidak akan terjadi apa-apa kan dok?” tanya nyonya do.

“Biarkan saja ia istirahat. Kalau begitu saya permisi dulu” pamit sang dokter.

“Mari saya antar” nyonya do mengatar sang dokter keluar.

Kyungsoo mendekati mingi dan kembali menggenggam tangannya “Kenapa kau tidak pernah bilang jika kau memiliki trauma. Apa kau tidak menganggapku? Ku mohon cepatlah sadar” kyungsoo mengecup tangan mingi.

“Kyung bisa bicara sebentar?” tanya nyonya do.

“Ada apa eomma?” “Ikut ibu” nyonya do dan kyungsoo berjalan menuju ruang tengah. Mereka duduk saling berhadapan.

“Ku pikir sudah saatnya aku menceritakan ini padamu” ujar nyonya do.

“Apa maksudmu?” tanya kyungsoo tidak mengerti.

“Pertama aku ingin bertanya, apa kau tidak heran jika aku langsung menyuruhmu menikah dengan mingi?” tanya nyonya do.

“Tentu saja aku heran, dulu ketika aku mengenalkan minah padaku kau terilaht biasa saja seperti tidak tertarik tapi ketika mingi muncul ibu dan ayah langsung menyukainya” jelas kyungsoo panjang lebar.

“Rubah sialan itu” ujar nyonya do.

“Ibuu . .”

“Apa? Kau masih menyukainya?” tanya nyonya do.

“Itu, entahlah” jawab kyungsoo.

“Dengarkan aku baik-baik do kyungsoo. Aku tidak akan merestuimu dengannya sampai kapanpun” ancam nyonya do.

“Terserah, lagi pula aku . .”

“Kau menyukai mingi” potong nyonya do. Semburat merah tiba-tiba muncul di pipi kyungsoo.

“Aigo, jadi sudah ya. Ternyata usahaku dan luhan berhasil haha”

“Ibu mengenal luhan?” tanya kyungsoo.

“Ups, apa aku berkata luhan tadi?”

“Ibuuu”

“Haha baiklah. Aku dan luhan mempunyai rencana untuk mendekatkan kalian. Dan kau pikir ibu langsung menyuruhmu menikah tanpa melihat latar belakang mingi? Kau salah. Ibu mencari tahu semua, dan ketika ibu mencari tahu ibu dikejutkan dengan sebuah fakta. Shin mingi adalah anak dari teman lama ibu. Dan kau tau, kami berniat menjodohkan kalian dulu haha” nyonya do mengingat masalalu.

“Aish, memangnya ini masih jaman juseon” kyungsoo menggerutu.

“Jangan menggerutu, buktinya kau menyukainya sekarang” skak wajah kyungsoo kembali memerah.

“Aigoo, anak eomma lucu sekali. Belum pernah aku melihatmu seperti ini” goda nyonya do.

“Diamlah! Ibu cerewet sekali. Lalu apa yang terjadi pada orang tua mingi?” tanya kyungsoo.

“Itu dia, hal ini ada sangkut pautnya dengan trauma yang ia alami. Keluarga mingi mengalami kecelakaan pesawat ketika ia berumur 15 tahun. Mereka akan melakukan perjalanan bisnis, namun naas pesawat yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan. Kedua orang tua mingi meninggal dan hanya ia yang selamat. Sejak saat itu ia takut sekali pada ketinggian” jelas nyonya do.

Kyungsoo terdiam sejenak “Aku bodoh, menantangnya naik bianglala tanpa tau trauma yang ia alami ini pasti berat baginya” kyungsoo melirik kedalam kamar mingi. Tampak mingi yang masih tertidur disana.

“Sudahlah itu bukan salahmu, lagipula kau tidak tau bukan? Sekarang istirahatlah biar eomma yang menjangga mingi” nyonya do mengelus sayang punggung anaknya.

“Tidak eomma biar aku sa . .”

Braggg

Terdengar suara pintu seperti terbanting.

“ANAKKU!!!” seseorang masuk kedalam rumah kyungsoo dengan berteriak.

“Appa apa yang kau lakukan?” tanya kyungsoo.

“Ya! Do kyungsoo harusnya aku yang bertanya padamu. Apa yang kaulakukan pada anak kesayanganku huh?!” tuan do menunjuk kyungsoo.

“Ya, aku anakmu dia itu menantumu! Lagipula aku tidak melakukan apapun” ujar kyungsoo.

“Dasar anak nakal! Kemari kau” tuan do menghampiri kyungsoo dan memukul-mukul anaknya.

“YA, Appo, ibu tolong aku, ya, appa ini sakit ya ya” teriak kyungsoo.

“enguh” terdengar lenguhan dari dalam kamar.

“Apa kau akan membangunkan mingi jika kau memukulku terus” ujar kyungsoo.

“Kali ini kau aku lepaskan, anakku kau tidak apa-apa?” tuan do akan menghampiri mingi namun ditahan kyungsoo.

“Biar aku yang menjaganya, appa dan eomma kembalilah pulang” ujar kyungsoo.

“Kau mengusirku?!” tanya tuan do.

“Aish bukan itu maksudku” kyungsoo sedikit frustasi menghadapi ayahnya ini.

“yeobo, ayo kita pulang saja. Soo ingin berduaan dengan istrinya” senyum nakal nyonya do. Tuan do membulatkan matanya. “oh, arra. Ayo kita pulang” ujar tuan do dan segera menggandeng istrinya.

“astaga eomma, bukan itu maksudku aish” kyungsoo mengacak rambutnya. Kenapa ia mempunya orang tua seperti mereka.

“Kyungsoo jaga mingi baik-baik jika tidak” tuan do memberi sarat memenggal lehernya.

Glek

Kyungsoo menelan air liurnya, “A. . arra” ujar kyungsoo.

“Kalau begitu kami pergi dulu” pamit keduanya.

“Hh . . merepotkan saja” ujar kyungsoo. Ia berbalik menuju tempat tidur mingi.

Mingi membalikan posisinya menjadi menyamping. Sepertinya dia sudah baikaan.

“Mingi apa kau tertidur?” tanya kyungsoo.

Namuan hanya dibalas oleh dengkuran halus mingi. Kyungsoo tersenyum.

Ia segera menidurkan dirinya disamping mingi. Ia memandang begitu lama wajah mingi. Kemudian salah satu tangannya menyentuh pipi mingi. “Aku tidak akan membiarkanmu kesakitan lagi” ujar kyungsoo dengan senyumnya kemudian ia menarik mingi kedalam pelukannya.

Entah kyungsoo tau atau tidak, di dekapan kyungsoo mingi tersenyum namun masih terpejam. Bahkan ia membalas pelukan kyungsoo. Kyungsoo yang awalnya kaget kemudian menjadi senang. Entahlah seperti banyak kupu-kupu berterbangan didalm perutnya.

***

Matahari pagi sudah meuncul di permukaan langit. Sinarnya bahakan sudah menembus di sela-sela gorden kamar mingi.

Mingi sedikit menggeliat, entahlah tidurnya terasa nyaman semalam. Ia sedikit membuka matanya, pemandangan pertama yang ia lihat adalah wajah tertidur kyungsoo. Ia mengerjepkan matanya beberapa kali untuk memastikan. Benar itu kyungsoo, kenapa ia tidur disini? Pikir mingi. Namun ketika melihat posisi mereka mingi sedikit kaget. Apa yang terjadi? Pikir mingi. Namun entah sihir dari mana ketika melihat wajah terlelep kyungoo ia menjadi menikmatinya, sadar atau tidak ia tersenyum.

“Apa aku setampan itu sampai membuatmu terpesona?” tanya kyungsoo masih dengan mata terpejam.

Mingi yang kaget berusaha lepas dari kyungoo namun sayang kyungsoo menarik kembali tubuh mingi sampai berada dipelukannya. Kemudian ia membuka mata, “Apa kau sudah baikkan? Tapi kenapa wajahmu merah? Apa kau demam?” kyungsoo menempelkan tangannya didahi mingi dan dahinya. “Tidak demam ujarnya”.

“Kyung lepaskan aku” mingi berusaha lepas dari pelukan kyungsoo namun kyungsoo malah menarik tubuh mingi sehingga bibir mereka bersentuhan dan membuat mingi membelalakan kedua matanya kaget.

tbc

17 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] I Live With Satan Soo (Chapter 10)”

  1. Alhamdulillah setelah sekian lama menunggu… Kyungsoo udah Suka, mingi juga udah Suka.. tapi hati2 ya kyung, ada yang berniat tidal baik
    Waspadalah waspadalah
    Sukaaa, ditunggu lanjutannya, semangat ya

  2. Ternyata mingi punya trauma ketinggian yaa…

    So sweet banget pas bagiaan terakhirnya😱😍😍😍

    Next thooorrr

    Btw aku pendatang baaru lho thooorrr

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s