[EXOFFI FREELANCE] Hopefully Sky (Chapter 3A)

Hopefully Sky

Hopefully Sky

EXOs Oh Sehun, OCs Im Sena, & JYJs Kim Jaejoong

Sad, SchoolLife, Romance Story Rated by T Served In Chaptered Lenght

Disclaimer : this is a work of fiction. I dont own the cast. Every real ones belong to their real life and every fake ones belong to their fake appearance. Any similarity incidents, location, identification, name, character, or history of any person, product, or entity potrayed herein are fictious, coincidental, and unintentional. Any unauthorized duplication and/or distribution of this art and/or story without permission are totally restricted.

 

Chapter 1 | Chapter 2

~ Hopefully Sky ~

 

Sena Mengerang Kesakitan Saat Eunji Mengobati Luka Di Sudut Bibirnya. Sedangkan Jessica, Sedari Tadi Ia Menggendong Seorang Anak Laki-Laki Putra Majikannya, Kim Kibum.

 

“Aku Tak Tau Jika Kau Berani Memukul Seseorang.”Jessica Berkata Seolah Menyindir Sena Yang Tertunduk Takut.

 

“Eonnie, Dia Tak Akan Melakukan Hal Seperti Itu Tanpa Sebuah Alasan. Sena-ya, Apa Alasanmu Memukul Tzuyu?”Eunji Mengelus Pelan Pergelangan Tangan Sena.

 

“A-aku Tak Suka Jika Seseorang Menjelek-Jelekan Keluargaku..Aku Tak Tau Jika..,”

 

“Cukup!”Potong Jessica Marah. Apa Yang Di Katakan Sena Terlalu Menyakitkan Baginya. Apa Yang Di Katakan Semua Orang Pada Sena Selalu Benar. Mereka Miskin Dan Menyedihkan. Ya, Itu Memang Benar.

 

“Kau Terlalu Sering Mengatakan Hal Tak Penting, Sena-ya. Aku Tak Suka Itu.”Jessica Pergi Meninggalkan Eunji Dan Sena.

 

“Tak Apa. Aku Tau Kau Pasti Punya Alasan Untuk Semua Itu…”Eunji Menjeda Perkataannya.

 

“Dan Aku Selalu Percaya Denganmu, Apapun Yang Kau Katakan. Karena Aku Yakin Semua Yang Kau Katakan Adalah Sebuah Kejujuran.”Lanjutnya Lalu Mengecup Kening Sena Dan Berakhir Keluar Dari Kamar Sena.

 

“A-aku Hanya Berusaha Untuk Membuat Kalian Bangga…”Gumam Sena.

 

~ Hopefully Sky ~

 

Jaejoong Berjalan Melewati Seorang Siswa Nerd Yang Sedang Meringis Kesakitan. Ia Khawatir Akan Luka Yang Ada Di Pelipis Siswa Tersebut, Tubuh Kecil Dan Mata Bulat Dengan Kacamata Yang Bertengger Di Hidungnya. Sudah Terbaca Jika Siswa Itu Nerd.

 

“Apa Yang Terjadi?”Tanya Jaejoong Sambil Membantu Siswa Tersebut Bangun Dari Aksi Terjatuhnya.

 

“A-aku…”Siswa Tersebut Menjeda Perkataannya. Ia Tak Yakin Untuk Mengatakan Hal Yang Sebenarnya Pada Jaejoong.

 

“Ada Apa? Katakan Padaku.”Jaejoong Sedikit Memaksa.

 

“A-aku Di Pukuli Lagi..”

 

“Di Pukuli Lagi? Siapa Yang Memukulmu? Katakan Padaku.”Jaejoong Mulai Tak Sabar.

 

“Di Pukuli…O-oh Sehun..”

 

“Apa?! Kau,-Tidak. Bagaimana Bisa?”Tanya Jaejoong.

 

“A-aku Membela Sena Dan Inilah Yang Terjadi.”Jawabnya.

 

“Membela Sena? Oh, Aku Mulai Gila. Sebenarnya Apa Yang Terjadi Di Antara Sehun Dan Sena? Kenapa Mereka Seolah Tak Saling Mengenal?”Tanya Jaejoong Bertubi-Tubi.

 

“Apa Ini Ada Hubungannya Dengan Sena Yang Selalu Tertunduk Takut Saat Berhadapan Dengan Sehun Dan Juga Kau Yang Di Pukuli Sehun?”Tambahnya Lagi.

 

“Kau Cari Tau Sendiri. Bukankah Kau Teman Sehun? Ah, Pasti Akan Sangat Sulit Bicara Pada Anak Berandalan Yang Tak Pernah Mau Mendengarkan Perkataan Orang Lain Itu.”Siswa Tersebut Berdiri Lalu Menepuk Bahu Jaejoong Sambil Tersenyum Meremehkan.

 

“Namaku Do Kyungsoo. Kau Bisa Bertanya Padaku….”Kyungsoo Sedikit Tak Yakin.

 

“Jika Kau Ingin Tau Kebenarannya, Kim Jaejoong.”Lanjutnya Lalu Pergi.

 

“Kebenaran Antara Sehun Dan Sena? Aku Harus Mencari Tahu.”

 

~ Hopefully Sky ~

 

“Cepat Atau Lambat Jaejoong Pasti Akan Mengetahui Kebenarannya, Hun-ah.”

 

“Aku Benar-Benar Sial Semenjak Mencium Paksa Sena Saat Beberapa Tahun Lalu.”Gerutu Sehun Kesal.

 

“Sepertinya…Do Kyungsoo Memang Benar-Benar Mencari Masalah Denganmu.”Celetuk Seorang Siswa Bermata Panda Yang Berada Di Sudut Ruangan Tersebut.

 

“Apa Maksudmu, Luhan?”Sehun Menggeram Pelan Saat Ia Mulai Mengerti Arah Pembicaraan Luhan.

 

“Dia Memberikan Jaejoong Clue Untuk Hubungan Masa Lalumu Dengan Sena Beberapa Tahun Yang Lalu.”Jawab Luhan Dengan Nada Sedikit Meremehkan.

 

“Sudah Ku Katakan Padamu, Oh Sehun. Kapan Kau Akan Mendengar Perkataan Orang Lain?”Sahut Siswa Bernama Byun Baekhyun Dengan Nada Kesal.

 

“Diam Kau Baek!”

 

“Kenapa Kau Begitu Keras Kepala? Apa Kepalamu Terbuat Dari Batu? Aku Tak Habis Fikir Denganmu, Oh Sehun.”Baekhyun Keluar Dari Ruangan Tersebut Di Ikuti Luhan, Chanyeol, Kai, Dan Suho.

 

“Arrgh! Aku Benar-Benar Gila Sekarang!”Serunya.

 

“Aku Memintamu Untuk Jujur, Oh Sehun.”Jaejoong Memasuki Ruangan Tersebut Dengan Perasaan Sangat Marah.

 

“Hanya Karena Sena Mendapatkan Pernyataan Cinta Dari Kakak Kelasnya, Kau Marah Dan Membencinya. Cih, Benar-Benar Kekanak-Kanakan.”

 

“Apa Maksud Perkataanmu?!”Seru Sehun.

 

“Aku Tau Semuanya, Kau Tak Dapat Berbohong, Oh Sehun.”

 

“Oh, Aku Tak Peduli Sekarang. Kau Ingin Mengatakan Hal Apapun Aku Tak Peduli.”

 

“Kau Tak Peduli?”Tanya Jaejoong Lebih Ke Dalam Kata Sindiran.

 

“Ya, Aku Tak Peduli.”Jawab Sehun Berlalu Melewati Jaejoong.

 

“Kau Tak Marah Kan Jika Sena Menjadi Milikku?”Sehun Menghentikan Langkahnya.

 

“Apa Maksud Perkataanmu?”

 

“Bukankah Kau Tak Peduli?”

 

“Semoga Berhasil Dengan Hubunganmu.”Ucap Sehun Lalu Melanjutkan Jalannya.

 

Oh’s House

 

Sehun Merebahkan Dirinya Di Kasur King Size Miliknya. Ia Menghela Nafas Berat. Apa Yang Harus Ia Lakukan? Apa Ia Harus Melanjutkan Aksi Bullynya Pada Sena?

 

“Oppa!”Seru Adik Sehun Sambil Membawa Dua Buah Paspor. Kasur Sehun Berdecit Saat Adiknya, Oh JiHyo Ikut Merebahkan Diri Di Sampingnya.

 

“Oppa, Keberangkatan Kita Ke Manhattan, New York Dua Minggu Lagi. Ini Paspor Milikmu.”

 

“Aku Tak Yakin Bisa Beradaptasi Dengan Semua Yang Ada Di Sana.”Gumam Sehun Yang Masih Bisa Di Dengar JiHyo.

 

“Hey, Ayolah. Kita Harus Yakin. Dan Semangat Untuk Ujianmu, Oppa.”JiHyo Bangun Dari Tidurnya Lalu Keluar Dari Kamar Sehun.

 

“Aku Yakin Kau Pasti Bisa Tanpaku…”

 

~ Hopefully Sky ~

 

Sehun Meminum Minumannya Sembari Menatap Sekeliling Kantin Yang Di Penuhi Siswa Dan Siswi. Ia Membenarkan Posisi Duduknya Saat Baekhyun, Luhan, Chanyeol, Suho, Dan Kai Datang.

 

“Kenapa Kau Begitu Murung, Hun?”Tanya Suho.

 

“Aku Akan Pindah Ke Manhattan.”Ujar Sehun To The Point.

 

“Secepat Ini?”

 

“Kakek Menyuruhku Untuk Kuliah Bisnis Di Sana. Ia Juga Ingin Mengubah Perilaku Berandalanku Agar Tak Terlambat Di Kemudian Hari.”Tutur Sehun.

 

“Oh, Ayolah. Sehun Kita Tak Akan Berubah Kecuali Dia Operasi Plastik.”Ujar Kai.

 

“Kau Akan Kembali Kan?”

 

“Tentu, Luhan Hyung.”Semua Yang Berada Di Sana Hampir Tersedak.

 

“Sehun Kecil Kami Kembali.”

 

 

Hari Pertama Ujian Bukanlah Hal Yang Susah Bagi Sehun. Ia Mengerjakan Semuanya Dengan Mudah. Di Hari Ujian Pertama Dia Memang Hadir Tapi Setelah Hari Kedua Dan Ketiga Dia Tak Lagi Hadir.

 

“Hari Ini Hari Terakhir Ujian Dan Hari Terakhir Ia Berada Di Seoul. Mungkin Ia Akan Melupakan Kita Semua.”

 

“Ya, Memang Seharusnya Begitu. Sehun Kaya, Cerdas, Dan Berbakat. Dia Sangat Jauh Untuk Di Raih.”

 

~ Hopefully Sky ~

 

Sena Menatap Sebuah Lembaran Kertas Berwarna Biru Muda. Ia Meremas Kertas Itu Sambil Terisak Sedih Mengingat Kegagalannya.

 

‘Gagal’

 

Seolah Kata Itu Selalu Menjadi Kata Yang Paling Di Bencinya Namun Tak Dapat Di Hindarinya. Ia Hanya Punya Satu Pilihan Yaitu, ‘Menyerah’.

 

“Ma’af Nona, Apa Anda Bisa Menunjukan Bakat Anda Selain Dance?”

 

“Ya?”

 

“Apa Anda Bisa Menyanyi? Bisakah Anda Tunjukan Bakat Anda Yang Lain?”

 

“S-saya Bisa Bernyanyi..”

 

“Bernyanyilah.”

 

Kata ‘Gagal’ Itu Seolah Pergi, Ia Tak Percaya Bisa Melalui Semuanya Tanpa Jalan ‘Menyerah’. Karena Keyakinanmu Bisa Mengubahmu. Kenapa Ia Tak Sedari Tadi Yakin Pada Tujuannya? Uh, Tuhan Memang Memiliki Cara Tersendiri Agar Hambanya Kuat Terhadap Masalah Yang Di Hadapinya.

 

TBC

 

Gimana? Gaje? Absurd? Ah, Sepertinya Aku Harus Minum Akuah. Thanks. Jangan Lupa Comment+Kritik+Sarannya Ya!!Sorry Kalau Kependekan.

See*Hoya

10 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Hopefully Sky (Chapter 3A)”

  1. koq gk ada moment sena-sehun di chapter ini???
    apalagi bntr lagi sehun mau pergi, sedih deh 😦
    kesalahpahaman belum berakhir tp udh mau pisah lagi….
    moga di chapter depan ada moment manis antara sehun dan sena 🙂

  2. [“Aku Yakin Kau Pasti Bisa Tanpaku…”] apa maksud dari kata2 ini thor??
    apakah sehun sengaja ngelakuin itu agar sena tidak terlalu sedih saat dia pergi ke Manhattan??
    dan yang terakhir,apa sena sedang audisi?? apa dia jadi artis??
    chapter ini penuh tanda tanya thor?? next ya thor biar semua pertanyaannya terjawab
    AUTHOR SEMANGAT:v

  3. Miris jadi sena yaa…
    Sehun sayang baik dikit kek ke sena.. Kalo gak nanti aku cium loh #digamparramerame kekeke~

    next author
    fighting ^^

  4. Next kakk.,
    Next chap d panjangin lg ya kakk#seenak jidatt..kkk

    Kakk buat sehun jdi lebih baik lg dong kasian sena
    Pdahal sehun msi ada rasakan sma sena,
    Sehun nanti kmu nyesel loh gtuin sena

    D tunggu next chapnya kakk:-)
    Hwaiting!!!

  5. pendeekkkk…
    oh sena mau jadi artis yaa…
    iya lho msti sukses biar bisa bangga in…ihhh ngenes tau cerita sena

    moga aja sehun bisa berubah..sehun kan baik
    next..next..

  6. Chapter ini agak pendek ya author??? tapi rapopolah pagi2 udah bisa baca ff sehun juga udah seneng banget… ^_^ keep fighting and writing thor 😉

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s