[EXOFFI FREELANCE] Romance Phobia (Chapter 4)

PicsArt_05-22-01.41.20

Romance Phobia

Author

Shiraayuki

Main Cast

Im Nayeon x Byun Baekhyun 

Length

Multichapter

Genre: School life, Romance, Funny, Familyship, etc.

Rating: Teen

Ini ff murni pemikiran author. Gak ada prolog maupun teaser. Jika ada kesamaan tokoh, cerita, dan lainnya itu mungkin tidak sengaja. Jangan ada yang menjadi plagiat kalau mau Negara kita maju, okeh? Maaf soalnya banyak typo sana-sini. Oke langsung aja yuks!

Kursus macam apa ini?!”

Chapter #4 [Kursus dengan Mr. Byun?]

Dua hari berlalu begitu saja, Nayeon dan Baekhyun sudah akur seperti biasanya, ralat, tiba-tiba akur maksudnya. Buktinya hari ini mereka sedang memakan mie ramen bersama di kantin. Tak ada perasaan canggung diantara mereka, layaknya sahabat mereka bercanda gurau bersama. Nayeon dan Baekhyun mungkin sudah terbiasa bersama. Dan semoga itu bertahan lama.

Ya, apa kau tidak menonton berita, eoh? Bagaimana kau bisa tidak tau kalau Jia Miss A keluar dari Miss A?” Baekhyun mulai membahas berita yang sedang panas dikalangan penggemar musik Korea, mengingat girlgrup bernama Miss A itu memiliki penggemar yang cukup banyak. Dan Baekhyun mungkin salah satunya.

“Tidak, aku juga baru tahu setelah kau memberi tahunya.” Nayeon menjawab acuh tak acuh, masih asyik menyeduh  kuah ramennya.

“Apakah kau seorang haters dari Miss A?” Baekhyun menyipitkan matanya, sambil menunjuk wajah Nayeon dengan sumpitnya.

“Tidak! Aku menyukai Miss A. Ya, apa kita tidak bisa ganti topik pembicaraan saja?” Nayeon mulai risih, apa sih untungnya membicarakan hal ini?

Geurae, aku akan mengganti topik jika kau menyanyikan satu saja lagu Miss A sambil menunjukkan koregrafinya.” Baekhyun menatap Nayeon dengan tatapan menantang, Nayeon mendesah pelan kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Baekhyun.

“Baekhyun-ah, aku tidak bisa melakukannya. Apa kau tidak takut jika aku mimisan lagi karena menyanyikan liriknya yang mengandung kata-kata blabla (cinta)? Seperti goodbye blabla goodbye?” Nayeon menjauh kemudian memakan mie ramennya lagi.

“Dasar picik, pantas saja Lee Hyolyn menjambakmu kemarin. Apa susahnya sih menyanyikan itu?”

“Apa aku harus menjahit mulut cerewetmu itu? Kau bahkan lebih cerewet dari seorang gadis yang sedang datang bulan sekalipun.” Nayeon berucap gemas, Baekhyun hanya menggembungkan pipinya. Nayeon kesal mengingat kejadian itu, ditambah lagi dia harus melihat wajah mengenaskan Hyolyn saat pingsan kemarin, yang sampai sekarang Nayeon tidak tahu penyebabnya.

“Kau bukan pria tulen, ya? Atau kau pria jadi-jadian?” Nayeon memicingkan matanya.

Ya, apa maksudmu? Kau mau aku banting, eoh?” Baekhyun menjitak dahi Nayeon dan itu hanya membuat Nayeon meringis pelan sambil mengelu-elus jidatnya.

“Waahh? Kau sudah punya teman ya, Im Nayeon?” Tamu tidak diundang tiba-tiba duduk tepat disebelah Nayeon, membuat Nayeon memutar bola matanya malas.

“Oh, Kang J-ssi. Kau akrab dengan Nayeon?”  Baekhyun memandang pemandangan aneh ini sambil menunjuk-nunjuk Juliet, dia menyingkat nama Juliet menjadi J. Tapi tak ada raut heran di wajah Juliet.

Apa kau tidak bisa membedakan akrab dengan musuhan?’ Nayeon membatin sambil menatap Baekhyun kesal.

“Aku pikir Nayeon tidak pernah punya teman.”

Tuk!

Nayeon menendang tulang kering Baekhyun, membuat Baekhyun meringis memegangi kakinya dan menatapnya seolah mengisyaratkan ‘Apa?Kenapa?’

Juliet terkekeh, mengibaskan rambutnya kebelakang kemudian berujar.

“Aaah, aku bukan teman dekat Nayeon. Kami hanya sekedar kenal saja, tapi aku mengetahui rahasia penting Nayeon.” Lagi, Juliet mengibaskan rambutnya ke belakang.

“A-aah, kalau begitu buat apa kau duduk disini?” Baekhyun menopang dagu kemudian menatap Juliet dengan tatapan seram.

“Memangnya kenapa? Ada yang salah?”

“Tentu saja, kau bukan siapa-siapanya Nayeon dan juga bukan siapa-siapaku, jadi buat apa kau bergabung dengan kami?” Baekhyun kembali dengan ramennya, mengalihkan matanya dari Juliet.

M-mwo? Ya, kau pik-,”

“Tidak usah membela diri sendiri, pada akhirnya kau juga kalah. Kau pilih mana, kami yang pergi atau kau yang pergi, nona Kang?” Nayeon benar-benar kaget dengan kalimat-kalimat yang meluncur dari mulut Baekhyun barusan. Baekhyun malah dengan santai melontarkan kalimat tersebut.

Dia pikir Baekhyun adalah seorang pria yang hanya tau menggombal, melucu, atau bicara yang tidak penting namun kali ini sebaiknya dia harus menepis jauh pikirannya tersebut. Baekhyun selalu baik padanya.

“Cih, baiklah kau menang! Kau menang Im Nayeon, puas?!” Juliet berdiri, kemudian mengibaskan poninya ke samping lalu pergi dengan tatapan berapi-api kepada Nayeon. Dia berjalan dengan langkah lebar-lebar membuat seisi kantin menatapnya heran.

“Byun, apa yang kau lakukan?” Nayeon berbisik, sambil memasang raut wajah heran.

“Tidak apa-apa, aku hanya tidak suka melihatnya.” Baekhyun menjawab cepat kemudian menyeduh kuah ramennya.

“Kenapa?”

“Karena dadanya rata, itu saja.” Baekhyun menjilat bibir atasnya, kemudian berdiri hendak pergi.

Mwo? Jadi maksudmu aku-,”

“Dadamu tidak rata walaupun hanya beda tipis dengan gadis sinting tadi.” Baekhyun pergi sambil tersenyum jahil membiarkan Nayeon dengan rasa kesalnya.

“Apa katamu?!”

^^

“Nayeon-ah, aku sudah lama ingin menanyakan hal ini padamu.” Baekhyun menghentikan langkahnya membuat Nayeon juga melakukan hal yang sama, mereka sedang dalam perjalanan menuju halte bis.

“Apa itu?”

“Apa kau tidak ingin mengobati penyakitmu?” Baekhyun menatap Nayeon, berharap semoga pertanyaannya tidak membuat perasaan Nayeon sedih.

“Tentu saja aku mau! Tapi apa yang bisa aku lakukan?” Nayeon tersenyum kecut, lalu memainkan alas sepatunya dengan trotoar.

“Aku bisa membantumu!” Baekhyun memegang pundak gadis itu, lalu menggoyang-goyangkan tubuh Nayeon.

“Apa? Mana mungkin.” Nayeon terkekeh, ucapan Baekhyun bagaikan sebuah lawakan baginya.

“Aku serius, apa kau mau mencobanya?” Baekhyun tersenyum yakin, membuat Nayeon menjadi penasaran.

“Memangnya apa itu?”

“Sebuah kursus.” Baekhyun menjentikkan jarinya.

“Eh? Kursus? Kursus apa?” Nayeon tidak mengerti maksud Baekhyun.

“Begini, aku akan membantumu menghilangkan phobiamu. Agaknya, aku jadi seorang saem sekaligus pelatih bagimu.” Baekhyun tersenyum puas, Nayeon nampaknya berpikir sebentar.

Sepertinya tidak ada salahnya aku mencobanya. Tapi apakah berguna?’

Beberapa menit berpikir akhirnya Nayeon menemukan jawabannya.

“Baiklah, aku mengerti. Sepertinya itu bakalan berguna, walaupun tidak sembuh seutuhnya paling tidak aku bisa menikah nantinya.” Nayeon mengepal tangannya dengan semangat dan meninjukannya ke udara.

“Menikah? Kau sampai berpikir ke situ?” Baekhyun membulatkan bibirnya menggaruk pelan alisnya, dia merasa jalan pikiran Nayeon sedikit aneh.

“Kapan kita bisa mulai?” Mata Nayeon bersinar, mengabaikan pertanyaan Baekhyun.

“Eh, itu,” Baekhyun mengetuk dahinya dengan jari telunjuknya sambil memajukan bibirnya.

Baekhyun benar-benar bukan pria tulen.’ Nayeon bergidik ngeri sambil menggeleng pelan melihat ekspresi Baekhyun yang sedang terpampang di hadapannya sekarang.

Tapi dia itu tampan, baik hati dan perhatian.’ dia memegang dagunya sambil mengangguk-angguk.

Walaupun sedikit narsis.’

“Besok bagaimana?” Baekhyun bertepuk membuyarkan lamunan Nayeon, Nayeon kemudian mengangguk setuju. Lalu mereka berhigh five sambil mengucapkan yes tiga kali dan tertawa bersama.

^^

Hari pertama kursus dengan Byun Baekhyun, Nayeon begitu semangat. Dia tidak sabar menghilangkan penyakit gilanya ini. Dengan langkah bak prajurit perang dia menuju ke atap sekolah, tempatnya dan Baekhyun selalu nongkrong.

Matanya menyipit ketika angin menghembus wajahnya, kemudian dia melihat Baekhyun sedang menarik nafas sambil memejamkan matanya.

“Aaah, dia memang tampan walaupun sedikit aneh.” Nayeon bergumam, entah gumamannya di dengar Baekhyun atau apa yang membuat pria labil itu tiba-tiba menoleh ke arahnya. Nayeon mendelik kaget, disusul dengan kekehan Baekhyun.

“Kau sudah disini?” Baekhyun berjalan kearah Nayeon dengan tangan yang dimasukkan ke saku celana seragam sekolahnya. Baekhyun berjalan dengan gaya cool-­nya. Ini baru pertama kali Nayeon melihatnya.

“I-iya, kau sudah lama?”

“Tidak, tidak, kalau begitu langsung kita mulai saja ya?” Baekhyun mendorong tubuh Nayeon di depannya, kemudian mendudukkan gadis itu di sebuah tikar yang telah disiapkannya.

Dia juga duduk disana, mengeluarkan sebuah notes kecil yang Nayeon sama sekali tidak tahu apa isinya. Baekhyun membacanya, kemudian mengangguk-angguk pelan.

“Itu untuk apa, Byun?” Nayeon menunjuk notes itu, Baekhyun hanya tersenyum misteri kemudian memasukkan notes itu kembali ke saku jas sekolahnya.

“Bukan apa-apa, ayo kita mulai.”

“Byun, menurutku hari ini kau sangat misterius dan mencurigakan. Aku malah takut setelah kursus ini phobiaku tidak sembuh melainkan sebuah phobia baru yang muncul.” Nayeon menepuk pundak Baekhyun pelan.

Phobia apa yang muncul?” Baekhyun penasaran, Nayeon tersenyum singkat kemudian berbisik,

“Baekhyun phobia.” Jitakan Baekhyun mendarat mulus di dahi Nayeon kala kalimat itu telah selesai di ucapkan Nayeon. Baekhyun memasang ekpresi gemas, gemas membunuh Nayeon. Nayeon hanya terbahak, sambil menepuk-nepuk tangannya.

“Baiklah nona Im, acara bercanda sudah selesai. Sekarang Byun sonsaengnim sekaligus Byun coach akan membantu menyembuhkan penyakit sintingmu.” Nayeon memutar bola matanya malas, entah mengapa semangatnya yang tadi mengebu-gebu telah musnah bak ditiup angin.

“Pertama, kata yang paling gampang yang terdiri dari lima huruf c.i.n.t.a, cinta!” Huwek, Nayeon mual tiba-tiba tapi Baekhyun terus melanjutkan aksinya. Nayeon juga tidak mau kalah, dia menahan kuat-kuat dirinya agar tidak muntah, mimisan, ataupun pingsan.

“Sekarang ikuti aku, arasseo?”

Ne!”

“C,”

“C,” Nayeon mengikuti Baekhyun dengan semangat. Suaranya terdengar tegas dan yakin.

“I,”

“I,”

“N,”

“N,”

“T,” Baekhyun juga semakin semangat karena Nayeon juga sangat bersemangat, Baekhyun yakin penyakit Nayeon akan sembuh beberapa hari lagi.

“T,”

“A,”

“A,”

“CINTA!” Baekhyun membentuk jari jempol dan telunjuknya menjadi bentuk hati.

“BLABLA!” Nayeon mengikuti gerakan Baekhyun namun kata yang diucapkannya beda.

Mwo? Cinta, bukan blabla, apa susahnya sih mengucapkan kata cinta?” Baekhyun menarik kembali keyakinannya, penyakit Nayeon butuh waktu beribu-ribu tahun agar sembuh!

“Itu, aku tidak berani mengucapkannya. Kau mau menentengku pulang hari ini?”

“Tapi kau ingin sembuh, kau harus yakin! Ck, kalau begitu kita ulangi lagi.”

Dan begitu seterusnya, satu jam berlalu hanya dengan mengeja ulang kata ‘cinta’ tapi Nayeon selalu mengucapkan cinta dengan ‘blabla’. Awalnya Baekhyun masih sabar dengan Nayeon tapi kali ini dia tidak mampu bersabar lagi. Ini sudah pukul empat sore, dan Baekhyun belum makan apa-apa.

Baekhyun akhirnya naik pitam, emosinya sudah di ubun-ubun satu jam dia menahannya tapi kali ini dia tidak sanggup lagi. Tiba-tiba dia bangkit berdiri membuat Nayeon harus mendongak untuk melihatnya.

“CINTA, CINTA, CINTA, BUKAN  BLABLA, IM  NAYEON!!” Baekhyun mengentak-hentakkan kakinya kesal, membuat Nayeon tersenyum kecut sambil menutup telinganya.

“Mengatakan cinta saja kau susah dan kau mau menikah? Kau melucu ya? Pokoknya aku tidak mau tahu, kau harus bisa mengucapkan kata itu!” Mendengar itu Nayeon berdiri, memainkan bibirnya dengan penuh emosi.

Ya! Kursus macam apa ini? Seharusnya kau mengajariku dengan sabar bukannya malah teriak-teriak tidak jelas begini!”

“Lalu aku harus apa? Menunggu selama bertahun-tahun untuk mendengar kata ‘cinta’ itu keluar dari mulutmu, begitu?” Baekhyun menokok kepala Nayeon, Nayeon meringis sesaat kemudian mengepal kuat tangannya.

“Huh, Ya, aku berhenti, aku tidak mau kursus atau apalah ini! Biarkan saja begini, aku tidak butuh bantuanmu!” Nayeon mendecak sebal, tidak ada gunanya menaruh harapan pada Byun gila ini, pikirnya.

“Apa? Baiklah, sesukamu saja, awas saja kalau nantinya-,”

Puk!

Kalimat Baekhyun terputus karena Nayeon memukul kepalanya, gadis itu segera kabur saat itu juga.

“Argh, Ya, gadis sinting tidak tahu malu!” Tiba-tiba Nayeon berbalik, mendekati Baekhyun lagi.

Mwo?”

Puk!

Lagi, kepala Baekhyun menjadi korban keganasan Nayeon.

Aishh, gadis sinting itu!”

Namun sang tersangkan segera kabur lagi. Membuat Baekhyun benar-benar berada pada puncak kemarahannya. Jujur saja, Baekhyun tidak pernah merasa semarah ini.

“IM NAYEOOON!!!”

^^

“Ugh, kenapa tubuhku rasanya panas sekali?” Nayeon mengipas-ngipas wajahnya dengan tangannya. Dia memutuskan untuk pulang, daripada melanjutkan kursus gila –menurutnya– itu .

Dengan langkah lebar-lebar, dia berjalan menuju halte bis. Namun, tiba-tiba tangan seseorang memegang pundaknya. Nayeon mengira itu Baekhyun dan–

“Pergi kau, Byun Baekhyun, sialan!” –Nayeon refleks mendorong orang itu dengan kuat, sehingga orang tersebut jatuh dengan kuat ke trotoar.

“Argh, sakit sekali.” mendengar rintihan itu, Nayeon menoleh dan dia seketika mendelik kaget dia menutup mulutnya karena orang yang dia dorong adalah, Chanyeol.

“Astaga, oppa!” Nayeon lekas mendekati pria bertelinga peri itu, kemudian membantunya berdiri.

“Kau baik-baik saja, oppa. Aduh, apa yang sudah kulakukan?” Nayeon memenuhi pria itu dengan tatapan khawatir sekaligus takutnya.

“Hehe, aku tidak apa-apa.” Chanyeol nampaknya terkekeh terpaksa, karena bokongnya sangat sakit saat ini.

“Maafkan aku, oppa. Aku salah sangka, aku tidak berniat melakukan itu.” Nayeon meringis, rasanya dia ingin menangis. Chanyeol hampir mati karena dorongan mautnya.

“Iya aku mengerti jadi tidak apa-apa.”

“Tapi oppa,”

“Sudahlah, ayo kuantar kau pulang.” dengan papahan Nayeon, Chanyeol dan gadis itu menuju sepeda motor Chanyeol yang terparkir rapi di pinggir jalan.

Nayeon masih merasa bersalah walaupun Chanyeol sudah berkali-kali mengatakan tidak apa-apa. Dia tetap terus mengucapkan permintaan maaf. Hingga akhirnya, Chanyeol menyuruhnya naik ke sepeda motornya, dan memintanya untuk berpegangan erat. Saat berada dalam perjalanan pun tidak hentinya Nayeon menggumamkan kata maaf.

^^

Sesampainya dirumah, Nayeon tidak menceritakan soal Chanyeol pada kakaknya. Dia lebih memilih menceritakan pertengkaran hebatnya dengan Baekhyun pada Yoona. Dia takut kakaknya akan  mengamuk semalaman karena mengetahui pacarnya hampir tewas di tempat tadi. Yoona sesekali tertawa mendengar ceritanya, namun tawanya tiba-tiba berhenti saat menyadari sesuatu yang ganjal.

“Nayeon kau bilang apa tadi?”

“Aku bilang Byun narsis itu memaksaku untuk mengatakan cinta.” Yoona terbelalak, kata cinta yang barusan di ucapkan adiknya bagaikan sebuah slow motion baginya.

“Nayeon aku tidak salah dengar ‘kan?” Yoona memegang pundak adiknya dengan senyum semangat.

“Salah dengar bagaimana, onnie?” Nayeon mengerutkan dahinya, apa hari ini semua orang berlagak aneh?

“Kau mengucapkan kata cinta!” Yoona tersenyum menunjukkan deretan gigi-gigi putihnya.

“Mana mungkin aku mengucapkan kata cin-ta … onnie?!” Nayeon juga kaget, pasalnya ini pertama kalinya semenjak 6 tahun terakhir dia mengucapkan kata sacral itu.

“Aku bisa onnie, aku bisa!!” Nayeon memeluk kakaknya senang, Yoona juga tak kalah senang. Pantas saja, sewaktu diatap tadi Baekhyun meneriaki kata cinta dia tidak apa-apa.

Nayeon tidak bisa tidur semalaman, dia terlampau senang malam ini. Dia tak menyangka bahwa kursus bersama Baekhyun langsung mujarab pada hari pertama. Nayeon memegangi dadanya, jantungnya begitu berdebar menunggu hari esok. Ia tidak sabar lagi bertemu dengan Baekhyun. Dia sudah membayangkan wajah songong Baekhyun saat mendengar berita besar ini. Tapi dia senang akan hal itu.

^^

Ekspetasi selalu berbeda dengan realita, itu benar. Nayeon mengakui kalimat itu, pasalnya Baekhyun sama sekali tidak menggubrisnya hari ini. Bahkan laki-laki itu seperti sangat jijik dan seolah tidak peduli terhadap Nayeon. Nayeon mendesah pelan, berjalan sendirian di tengah lorong sekolah yang ramai. Biasanya akan nada Baekhyun yang selalu menjahilinya tapi hari ini semua itu hilang. Baekhyun menghindarinya hari ini.

“Ha-ah, aku bahkan lupa kalau aku bertengkar dengannya semalam.” Nayeon menunduk, bibirnya mengerucut. Ia menyesali perkataan dan perbuatannya semalam.

“Argh.” Tiba-tiba saja Nayeon meringis ketika seseorang menjambak rambut kuncir kudanya. Yang menjambak hanya tersenyum puas, kemudian mengacungkan ibu jari dengan posisi terbalik kearah Nayeon. Itu seorang gadis, tapi sedikit menyeramkan.

“Siapa dia?” Nayeon mengernyit, memegang rambutnya untuk sekedar merapikannya.

“Suruhanku.” suara itu, suara yang Nayeon benci. Suara yang terkesan mengejek dan membuat pendengarnya gusar.

“Kau lagi?” Nayeon menatap pria itu malas, melanjutkan langkahnya yang terhenti namun tangan kekar pria itu mencegat lengannya.

“Apa maumu?” Dengan sebelah alis terangkat, Nayeon menatap pria itu kesal. Ia malas menambahkan embel-embel sunbae di dalam perkataannya.

“Menamparmu.” jawab pria itu singkat, jangan bilang kalau pria bernama Taeyong ini ingin menamparnya untuk mambalas perbuatannya kemarin.

Nayeon menarik lengannya, namun itu sia-sia karena cengkraman pria itu sungguh kuat.

“Lepaskan aku!” Kali ini mereka berdua menjadi tontonan, Nayeon benci ini ia tidak mau masalah pribadinya di bawa ke depan umum.

“Tidak, sebelum aku menamparmu.” nada dingin lepas begitu saja dari bibir Taeyong, entah mengapa emosinya selalu melonjak tiap kali melihat gadis ini. Masa bodoh dengan orang yang mulai berbisik-bisik tentangnya.

“Baiklah, tampar kalau begitu.” Nayeon menunjuk pipinya, tapi Taeyong tak kunjung menamparnya.

“Aku masih tahu diri, mana mungkin aku menamparmu ditengah keramaian seperti ini.” Taeyong tersenyum sinis, membuat Nayeon berdecih kasar.

“Masalah kita belum selesai.” Taeyong mencampakkan Nayeon, gadis itu terdorong kebelakang sedikit. Ia hanya meringis, mengurut pelan lengannya yang sakit karena dicengkram kuat oleh Taeyong.

“Cih. Mentang-mentang dia seorang sunbae sudah berlagak hebat.” Nayeon menatap punggung Taeyong dengan tatapan menusuk. Ia benci sekali pada pria itu saat ini.

“Kau kekasihnya?” seseorang mendekati Nayeon dengan tatapan tidak suka.

Mwo?!”

^^

Dengan cepat Nayeon menaiki tangga menuju atap sekolah, berharap agar Baekhyun tengah menunggunya disana. Namun sesaat setelah dia membuka pintu ia hanya mendapati hembusan angin yang menerpa wajahnya.

“Humm … aku terlalu berharap.” Ia tersenyum miris, terbukti Baekhyun masih marah padanya.

“Mencari Baekhyun?” Nayeon tak perlu menoleh ke asal suara, ia sudah tahu itu suara siapa.

“Bukan urusanmu, nona Kang.” Nayeon hendak pergi, tapi kalimat Juliet menghentikan langkahnya.

“Kudengar, kalian sedang melakukan kursus, ya?” Nayeon menoleh ke gadis itu, lalu memasukkan kedua tangannya ke saku jasnya.

Nayeon tertegun, gadis ini selalu tahu rahasianya. Apa gadis ini menguntitnya? Tapi Nayeon menepis itu lalu menyahut perkataan gadis itu.

“Sekarang kau jadi salah satu sasaeng fans-ku, ya?” Dia menaikkan sebelah alisnya.

“Cih. Jangan salah paham. Aku hanya menjalankan rencana.” Juliet mengibaskan rambutnya kebalakang seperti biasanya.

“Rencana? Kau mulai gila ya?”

“Dengar ya, Im Nayeon ini adalah sebuah peringatan. Aku sedang berusaha membalaskan dendamku padamu. Jadi persiapkan dirimu karena aku akan membeberkan penyakitmu ke seluruh sekolah. Dan disitu kau akan bertekuk lutut padaku.” Gadis itu mendorong tubuh Nayeon ke belakang.

“Balas dendam? Memangnya aku salah apa padamu? Dan setauku orang yang balas dendam itu tidak bilang-bilang.” Nayeon maju ke depan mendorong balik gadis bernama Juliet itu.

“Kau sudah lupa, ya? Tenang saja kau akan mengingatnya setelah penyakitmu diketahui oleh seisi sekolah.” Juliet mendorong tubuh Nayeon ke samping, membuat Nayeon terjatuh.

Oppss, maaf tanganku tertiup angin. Lagipula kau menghalangi jalan Ju-liet.” Gadis itu menekan kata Juliet agar penyakit Nayeon kambuh, dan itu benar karena setelah dia pergi Nayeon langsung muntah.

Setelah selesai mengeluarkan isi perutnya, Nayeon mengelap pelan bibirnya. Mengapa sekarang semua orang membencinya? Dia bisa memaklumi Baekhyun yang marah karena itu memang salahnya. Tapi ada apa dengan Taeyong dan Juliet?

Nayeon ingin menangis tapi dia tidak mau hal itu terjadi. Dia tidak mau menangis hanya karena ancaman-ancaman orang gila semacam Juliet kepadanya. Ia hanya perlu bersabar dan menghadapi semua itu. Tapi apa penyebab Juliet ingin balas dendam?

^^

Nayeon tidak menyangka kalau dia terlalu lama berlatih di atap. Hidungnya masih merah karena mimisan tadi, penyebabnya adalah dia berlatih mengucapkan kata ‘Juliet’ dan ‘Romeo’ agar gadis bernama Juliet itu tidak lagi meremehkannya. Tapi usahanya belum cukup karena dia belum bisa mengucapkan kata itu.

Langit sudah gelap dan dia baru saja turun dari bis. Berjalan menuju rumah dalam keadaan gelap seperti ini membuat Nayeon merinding, dia menggengam kuat tali tasnya. Jalanan begitu sepi, tidak ada suara. Nayeon jadi membayangkan yang tidak-tidak, tapi dia lekas menggeleng-gelengkan kepalanya agar semua pikiran buruk itu menghilang.

“Tidak apa-apa Im Nayeon, hantu takut padamu.” Nayeon mengangguk yakin, kemudian berjalan dengan yakin juga.

Tapi tiba-tiba seorang pria meloncat ke depannya, membuat dia terpekik kaget.

“AAAAA.. hmph.” Tangan pria itu membekap mulut Nayeon cepat. Pria itu berambut keriting, yang hanya memaki sebuah coat coklat lusuh dan kumis yang tebal melekat di bawah hidungnya.

Jangan-jangan dia orang mesum?’ Nayeon membatin, dia berusaha teriak setelah itu namun tangan pria itu masih tetap membekap mulutnya.

“A-aku aa-kan melepasmu, kalau kau mau melihatnya satu kali saja.” Pria itu berucap, kini Nayeon merasa firasatnya benar. Ini adalah orang mesum yang meminta dirinya untuk melihat ‘anu’ nya.

Nayeon menggeleng cepat, membuat pria itu menatapnya garang. Kemudian pria itu mengeluarkan sebuah pisau dengan sebelah tangannya dari kantongnya dan mengarahkannya ke wajah Nayeon. Nayeon semakin takut saja, bahkan air matanya sudah berada di pelupuk matanya sekarang. Hanya tinggal menunggu menetes saja.

“Sekarang bagaimana?” Nayeon pasrah, dia mengangguk. Pria itu tersenyum senang dan melepaskan bekapannya dari mulut Nayeon. Nayeon ketakutan , sangat malah. Kakinya bahkan hampir tidak sanggup menopang tubuhnya.

Pria itu mengambil jarak di depan Nayeon kemudian membuka kacing coat­nya. Dia hanya tinggal menariknya saja untuk menunjukkan sesuatu di balik pakaian lusuh itu.

“Kau jangan menutup mata, itu curang namanya. Jika kau curang maka pisau ini akan menancap di perutmu. Dan jangan kabur!” Nayeon mengangguk mendengar ancaman pria itu, ia kemudian menutup matanya pelan seraya mengambil napas. Setelah yakin, dia membuka matanya lebar dan pria itu mulai menghitung.

“Satu… dua … tiga!” Tepat hitungan ketiga pria itu membuka pakaiannya namun Nayeon tidak melihat apapun karena seseorang membalikkan tubuhnya. Walaupun begitu, Nayeon tetap menangis. Dia sangat bersyukur karena tidak perlu melihat ‘anu’ pria mesum itu di usia mudanya. Orang ini penyelamat baginya.

Pria mesum itu kaget karena melihat seseorang di dekat Nayeon, dia berlari kencang sangat kencang malah.

YA!” Orang yang menolong Nayeon hendak mengejarnya tapi orang itu tidak tega membiarkan Nayeon menangis sendirian disini. Dia pun mengurungkan niatnya dan memutuskan untuk menenangkan gadis itu.

“Sudah tidak apa-apa sekarang.” Orang atau tepatnya pria yang menolong Nayeon itu berucap tapi yang dia dapat bukan sebuah sahutan melainkan sebuah pelukan yang sangat erat menghantam tubuhnya. Nayeon memeluk pria itu, membuat pria itu terlonjak kaget. Dadanya bahkan ikut berdebar.

“Huhuhu.. terimakasih.”

Pria itu tertegun, membiarkan bajunya basah karena air mata Nayeon. Sambil tersenyum tipis dia membelai rambut gadis itu. Nayeon melepaskan pelukannya dan saat itu juga mata pria itu membelalak karena kaget melihat wajah gadis yang ada di depannya sekarang!

.

.

.

To be continue.

 

Author gila datang, membawa RP chapter empat guys!! Aaah, maaf ya Shiraa gak ngepost kemarin padahal ff-nya udah siap di ketik. Itu semua ada alasannya lho. Alasan pertama, kuota akses internet Shiraa abis. Kedua, Shiraa belum punya duit buat ngisi kuota. Dan terakhir, Shiraa mau membuat readers penasaran 😀 /gomene/.

Selanjutnya, Shiraa mau nanya pada readers bagaimana dengan chapter empat ini? Karena sebenarnya ada kejadian yang melanda chapter empat. Begini, author sudah siapin chapter empat dengan matang tapi manusia sirik yang disebut dengan ‘adek’ menghapus separoh dari chapter empat dan memindahkan foldernya. Akhirnya Shiraa jadi mewek diujung kamar, sedih karena harus mengetik ulang separuhnya lagi. Shiraa mau balas dendam dengan cara memukul mahkluk bernama adek tapi Shiraa salah pukul kawan-kawan. Maksudnya salah pukul adalah, adek Shiraa itu kembar so Shiraa mukul dan ngejambak yang gak salah dan malah meneraktir yang salah, Bego kan? Padahal gue kakaknya tapi masih aja salah orang. Dan adik Shiraa yang dipukul /gak sengaja/ ngadu ke emak  karena Shiraa mukulnya kuat banget plus jambakan maut:v. Dan begitulaaa.. (P.s: adek shiraa sejenis cowok)

Jadi, kalau ada cerita chapter empat ngawur/selalu ngawur kok Shir/ mohon readers maklumin, ye? Maafkan juga karena chapter yang ini fokus banget sama Nayeon karena disinilah semuanya bermula. Oke, Shiraa akhiri curhatan gak jelas ini dan memutuskan untuk pamit kepada kalian.

Saya Shiraa dan Saya Baekhyun, pamit undurkan diri, sampai jumpa di chapter selanjutnya. Salam olahraga! /ceritanya Shiraa lagi barengan Baekhyun nih, setelah ini mau makan bakso goreng bareng, soalnya ‘kan Baekhyun lagi berantem ama Nayeon. Ngawur lagi :v mian :3/

 

 

 

Chapter #5 [Onnie dan oppa putus? Mana mungkin.]

 

Iklan

52 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Romance Phobia (Chapter 4)

  1. tadinya aku udah mikir”akhirnya baekhyun nunjukin sisi kerennya” itu loh pas dia belain nayeon dari juliet
    ternyata pemirsa hanya karna dadanya rata/digeplak author
    hahaha aku shok tapi akhirnya ketawa pas baca bagian itu:v

    nugu? siapa yang nolongin nayeon? baekhyun kah?

  2. Romans phobia…ah aku swneng banget ama ff ini…alur cerita,kata dari setiap kalimat…semua
    ..terutama main cast…baekkie baekkie…bacon boncabai..haha…
    Seneng… Ditunggu ya thor kelanjutannya..FIGHTING ya thor buat nulisnya!!!!!

    • Wuah terima kasih banyak ya 😀 Sooyeon 😉 kalau kamu senang aku juga senang 😂 ditunggu ya bakal update Minggu ini chapter 5 nyaa 🙂 salam boncabai 😀

  3. Shiraa-ssi annyeong! ㅋㅋㅋ
    Aku pembaca marathon yg baru ninggalin jejak di chapter ini. Miaannnnnn ._. Dan diusahakan akan muncul di chapter selanjutnya jugaak hehehe.

    Sumpah yaa aku ngakak di chapter ini. Begitu udah di eja per huruf, disatuin jadi cinta ehh nayeon tetep aja ngomong blabla wkwkwk. Emm kayanya sih yg nolongin chanyeol yaa?? Soalnya kalo si taeyeong kan kaya benci banget sama nayeon. Sedangkan itu dipeluk nayeon malah ngelus kepala kaan. Berasa sayang gituu. Ah terus next chapt judulnya juga gituuu. Ah tapi au ah kebanyakan spekulasi cem album baru aja hahahahah.

    Ditunggu kelanjutannya yaa shiraa-ssi 헤헤헤
    화이팅!!
    -XOXO-

    • Hihihi maraton? Kalau gitu makasih ya udah singgah walaupun lagi maraton sekarang 😂😂
      Siapa hayo yang nolong?? Kalo penasaran mohon ditunggu ya chap 5 nyaa 🙂 fighting😉

  4. haloha shirayuki,
    balek-balek ff nte nongol aja di laptop ane…
    ntu nasibnya miris amat ama si kembar. yg ngehapus pasti adek lu yg narsis, yg bilang kalo cara ngebedain mereka berdua itu lewat ngelihat muka dia yg katanya lebih ganteng kan?
    ente kagak bisa move on dari itazura ya neng?
    itu siapa yg jadi irie-nya? ane sih berharapnya ntu si taeyong..:) (lalu gigampar/plakk)
    abaikan, next chap please…:)

    • Kemarin itu Shirayuki lagi sarap karena ffnya dihapus jadi lupa mana yang cakep mana yang gak Shaeki 😂. Btw lu baru pulang udah nongol aja di ep-ep orang 😀
      Emang agak sulit move on dari itakiss :v kepokan siapa irienya?
      Doain aja moga-moga tebakan lu bener Ki 😀

      Terimakasih sudah singgah, ditunggu yaa cuk 😀

  5. Siapa itu yg nolongin Nayeon? Baekhyun? Taeyeong? Ato Chanyeol?
    Di pikiran langsung nongolnya Taeyeong :v
    Itu si Juliet ngapain dah :v
    Itu Nayeon semangat amat yah, baru bisa bilang cinta sihh lanjutkan nak
    Ditunggu next chap yak!
    Anu author adeknya di tulis pake spidol aja namanya biar gk ketuker dan gk salah ngehajar 😂😂

    • Siapa ya? Rahasia dong :v mohon Ditunggu next chapnya 😀 makasih ya sudah singgah 🙂

      Hihihi 😀 boleh juga tuh, biar gak ketuker lagi gomawo ya 😀

  6. senang banget tau ka2 update
    eski telat sih bcanya
    hore nayeon berhasil bilang kata cinta
    makasih buat baek yang ngajrin
    tapi baek kok ngambek lama2 sih

    bagian akhirnya bkin penasaran kak
    jangan bilang chayeol yang nolongin,hbis kyak nya chanyeol perhtian sama nayeon kyak pas hbis bertengkar sama baek aja chanyeol yang anterin nayeon pulang…

    baekyun dimana nayeon direbut orang tu

    mksih y kak udh update
    d tggu lanjutannya

    • Aku juga senang 😀 terimakasih banyak atas kunjungannya Vi2 💋 yang nolongin Nayeon masih rahasia :v

      Ditunggu ya kelanjutannya 🙂

  7. Yaahh si byun marah…

    Balas dendam apa itu si kang ?? Aku tarik rasa kasihan ku yg dichap sebelum” nya buat si kang.. Ternyata dia mengerikan wkwkk

    siapa itu yg nolong nayeon ?? Semoga si byun yaaaaa hahaa

    lanjuuuutttt author
    fighting^^

    • Kang memang sedikit mengerikan :v
      Siapa ya yang nolong Nayeon?? 😀

      Terima kasih telah berkunjung 🙂 mohon ditunggu nextnya yaa 🙂

  8. duhh jangan jangan chanyeol yg nolong??????!!!!!
    ahh kan sukanya ma baekhyun,,/ eheehe shira aku jg mau ditraktir makan bakso bareng baekhyun, wkwkwkw,,
    next episode..ditunggu ya!

    • Siapa hayo?
      Terimakasih sudah mampir 🙂 Ditunggu ya next chapternya 😀

      Btw Baekhyun nya cuma mau bareng aku aja:v /Mian😂😂/

  9. Akhirnya, berayukur banget aku, seenggaknya Nayeon nua bisa bilang CINTA, aalaupun ROMEO JULIET belum bisa
    Ngomong2, siapa yg nolongin Nayeon tadi? Moga2 Baekhyun, aminn

    • Siapa ya yang nolongin? Terimakasih sudah singgah 🙂 ditunggu ya chapter selanjutnya biar kamu tahu siapa yang nolongin Nayeon 🙂

  10. sebelumnya maaf banget thor aku mungkin baru komen di chapter ini dan lupa atau nggak komen di chapter sebelumnya. selanjutnya aku usahain kasih komen. tapi serius aku suka banget ama ide ceritanya, lucu juga ya ampun XD baekhyun naik pitam ngajarin anak orang sampe nggak dibicarain seharian 😀
    itu yg nolong nayeon chanyeol bukan? feeling aku mengatakan itu *sok banget -_-* trus karena liat judul untuk chapt selanjutnya *apa hubungannya?! :3*
    tapi bener tuh chanyeol putus ama kakaknya nayeon?
    ditunggu kelanjutannya!!

    • Makasih banyak ya 🙂 yang nolongin Nayeon dan kisah YoonYeol bakal terbongkar di chapter selanjutnya jadi mohon ditunggu 🙂

  11. audh aduh
    chap yang ditunggu tunggu akhirnya datang
    jeng jeng
    gak kalah seru sma chap kemarin,
    duh duh… udah bisa bilang cinta yahh, hehehe
    btw siapa yah yang nolongin nayeon….. penasarann hehehehe
    next next

  12. Woahh akhirnya update jga chap4nya yg aku tunggu”..wkwkwk
    Kaya’nya taeyong ya yg nolongin nayeon?
    Wahh jgn” nanti taeyong jdi suka sma nayeon..kkk

    Kakk kox bsa slah pukul adek sih.. kan ksian yg gx slah & yg slah mlah enak .kkk
    Emg wajahnya mrip bgt ya smpe gx bsa bdain??
    Adik kakk sejenis cowok???maksudnya apa tuh?#gx mudeng.. #crewetnihanak/kabur sbelum d tendang..wkwkwk Mian^^v
    Yg sabar ya kakk 🙂

    Next kakk
    D tunggu next chapnya.. 🙂
    Hwaiting!!!

    • Siapa ya yang nolong? Jangan-jangan kamu? 😂
      Adeknya mirip banget jadi begitulah:v. Terimakasih sudah singgah, mohon ditunggu ya 🙂

  13. ceritanya selalu lucu…. jangan-jangan yang nolong itu si taeyeong ya? maaf baru komen di chapter ini,soalnya baca nya ngebut…. keep writing!!

    • Iyakah? Siapa ya yang nolong Nayeon? Gak apa-apa, terimakasih sudah singgah 😘 mohon ditunggu 🙂

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s