[EXOFFI FREELANCE] DREAM (Chapter 14)

DREAM - CHAPTER 10

DREAM  –  CHAPTER 14

[GEHEIMNIS – RAHASIA]

Author: Azalea
Cast : Bae Suzy (Miss A), Byun Baekhyun (EXO), Kim Myungsoo (Infinite)
Genre : Romance, Sadness.
Rating : +17
Length : Chapter
Disclaimer : Cerita ini murni dari otakku sendiri. Kalian juga bisa baca ff ku ini di wattpad. Nama id ku mongmongngi_b, dengan judul cerita DREAM. Jangan plagiat, ataupun me re-upload ff ini tanpa sepengetahuanku.

Credit poster by RAVENCLAW

Cerita Sebelumnya : CHAPTER 1 ( DREAM )  ->  CHAPTER 2 (REAL?)  ->  CHAPTER 3 (DEJA VOO)  ->  CHAPTER 4 (FATE) -> CHAPTER 5 (설레다 [ SEOLLEDA – BERDEBAR ])  – > CHAPTER 6 (LOCKVOGEL – PEMIKAT) -> CHAPTER 7 (SWEET MORNING) -> CHAPTER 8 (VERWIRRT) -> CHAPTER 9 (LÜGE – KEBOHONGAN) -> CHAPTER 10 (INSTINKT – INSTING) -> CHAPTER 11 (DINNER) -> CHAPTER 12 (BAEKHYUN STORY)  -> CHAPTER 13 (JEJU DO – JEJU ISLAND)


 

“A…aku ke kamar mandi sebentar.” Ucap Suzy sedikit gugup sepeninggal Baekhyun.

Eoh…” jawab Namjoo seadanya.

Kyungsoo, Namjoo, dan Jinki hanya memandang bingung dengan sikap Suzy yang tiba-tiba berubah. Kemudian mereka saling pandang dengan tatapan bingung untuk mencari jawaban atas pertanyaan yang tidak terungkap terhadap satu sama lain. Namun pada akhirnya mereka mengangkat bahunya masing-masing saat tidak menemukan jawaban atas pertanyaan itu. Lalu berjalan menuju meja makan untuk melanjutkan pekerjaan mereka yang sempat tertunda.

Mereka bertiga sedikit tidak menyadari jika tata letak dari kertas-kertas desain itu sudah berubah tempat dan agak sedikit kusut. Terlebih lagi mereka tidak tahu jika tempat itu merupakan saksi bisu kegiatan panas Baekhyun dan Suzy beberapa waktu lalu.

Di lain tempat, lebih tepatnya di kamar mandi di kamar suite tersebut. Suzy sedang memandangi penampilannya yang sedikit kusut. Bibirnya sedikit bengkak, dan lipsticknya sedikit berantakan.

Suzy membasuh wajahnya dengan air untuk lebih membuatnya segar di hadapan rekan-rekannya. Merapihkan kembali penampilannya agar rekan-rekannya itu tidak curiga padanya ataupun Baekhyun. Kancing teratas kemeja Suzy sengaja dia buka. Rambut coklatnya dia ikat menjadi satu hingga menjuntai di punggungnya.

Suzy kembali mengoleskan lipstick merah menyalanya pada bibirnya, lalu setelah itu keluar dari kamar mandi tersebut untuk bergabung kembali bersama rekan-rekan kerjanya. Suzy dapat melihat ketiga rekannya sedang menggambar rancangan mereka pada kertas di meja makan itu.

“Kenapa lama sekali?” tanya Kyungsoo dingin saat merasakan keberadaan Suzy di sampingnya.

“Bukan urusanmu.” Jawab Suzy tidak kalah dingin. Dan Kyungsoo hanya mendengus kesal.

“Untuk apa CEO Byun kemari? Bukankah dia seharusnya ada di China?” tanya Jinki dengan pandangannya tertuju kertas yang ada di depannya.

“Bukankah dia tadi sudah bilang tujuannya datang kemari?” jawab Suzy yang malah berbalik bertanya pada Jinki.

“Tapi tadi dia mengatakan sesuatu dalam bahasa asing yang tidak aku mengerti, dan sepertinya kau tahu apa maksud dari perkataannya itu. Benarkan Suzy-ssi?” tanya Jinki lagi masih dengan rasa penasaran yang amat sangat tentang perkataan Baekhyun pada Suzy tadi.

“Dia hanya bilang kalau kita harus mengerjakan proyek ini sebaik mungkin. Jangan sampai mengecewakannya. Kurang lebih maksudnya seperti itu.” Jawab Suzy bohong karena tidak mungkin dia mengutarakan maksud asli dari perkataan Baekhyun padanya tadi.

“Sudahlah, kenapa kita malah jadi berdebat tentang hal yang tidak penting seperti ini.” Ucap Namjoo mencoba untuk menengahi perdebatan kecil antara rekan kerjanya itu. “Yang aku herankan adalah, kenapa semakin hari dia terlihat semakin hot saja ya, kau juga menyadarinyakan Suzy-ssi?” Ucap Namjoo sambil membayangkan penampilan Baekhyun tadi.

“Aku tidak memperhatikannya.” Ucap Suzy kembali bohong, padahal sebenarnya dia juga membenarkan ucapan Namjoo tentang Baekhyun.

“Aku tidak percaya kau tidak terjerat oleh pesonanya? Apa pesona Myungsoo telah membutakan matamu? Aku pikir CEO Byun itu lebih hot dari Myungsoo jika dilihat dari sisi mana pun.” Ucap Namjoo sambil kembali menerawang tentang Baekhyun dan itu semakin membuat Suzy merasakan hawa panas di sekitarnya.

Sebuah pukulan ringan dilayangkan Kyungsoo ke kepala Namjoo dengan menggunakan pensil yang sedang dia pegang untuk menyadarkan Namjoo dari lamunannya yang tidak-tidak tentang Baekhyun.

Ya!! Apo!!” protes Namjoo sambil mengusap kepalanya yang terkena pukulan Kyungsoo karena Kyungsoo berhasil membuyarkan lamunannya tentang Baekhyun.

“Berhentilah melamunkan seseorang yang sudah jelas sangat jauh di dalam jangkauanmu, karena itu hanya membuang-buang waktumu saja!” Jawab Kyungsoo dingin membuat Namjoo semakin mengerucutkan bibirnya kesal pada Kyungsoo.

“Kau tidak tahu apa yang akan terjadi di hari esok Kyungsoo-ssi. Mungkin saat ini CEO Byun belum tertarik padaku, tapi mungkin sajakan di masa depan dia akan menjadi suamiku? Pikiranmu itu terlalu sempit, Kyungsoo-ssi.” Balas Namjoo kesal karena Kyungsoo berkata kejam dengan menyadarkan posisinya saat ini yang sangat jauh dari Baekhyun.

Suzy dan Jinki yang melihatnya hanya bisa terkekeh geli. Selalu saja seperti ini. Mereka berdua memang tidak pernah akur, tapi kalau sudah menyangkut pekerjaan, mereka berdua bisa memposisikan diri dengan bersikap seprofesional mungkin.

Mendengar Namjoo yang memuji penampilan Baekhyun dan mengutarakan secara terang-terangan tentang rasa tertariknya pada Baekhyun membuat perasaan Suzy sedikit tidak suka. Cemburu? Ya, Suzy cemburu karena Baekhyun begitu mudahnya menjerat hati perempuan hanya dengan menggunakan pesonanya saja. Dan Suzy kesal akan hal itu.

Tapi Suzy tidak bisa mengungkapkan jika dia sedang kesal pada Namjoo, karena rahasia antara dirinya dan Baekhyun akan terungkap. Pada akhirnya dia hanya diam, berusaha menutupi perasaan sesungguhnya yang sedang dia rasakan saat ini. Memakan dengan malas makanan yang dibawakan oleh rekan-rekannya itu.

Tidak terasa dua jam pun telah berlalu. Semua orang telah kembali ke kamarnya masing-masing untuk beristirahat, kecuali Suzy. Tanpa sepengetahuan ketiga rekannya, Suzy berjalan ke arah parkiran hotel tempat dia menginap untuk hari ini.

Dengan berjalan sedikit tergesa-gesa Suzy menghampiri Baekhyun yang sedang berduduk di atas kap mobilnya sambil jarinya memainkan handphone yang ada di tangannya. Baekhyun terlalu berkonsentrasi pada apa yang ada di hadapannya, hingga ia tidak sadar jika Suzy sudah berada tepat di depannya.

Baekhyun langsung mengalihkan pandangannya dari handphone yang dipegangnya saat dia dapat menghirup wangi parfum yang digunakan Suzy. Baekhyun hanya bisa tersenyum saat mendapati wajah Suzy yang sedang cemberut padanya.

“Apa yang lebih menarik yang ada di handphone mu itu dari pada aku?” tanya Suzy kesal sambil menyilangkan tangannya di depan dada.

“Tidak ada.” Ucap Baekhyun santai sambil mematikan handphonenya dan menaruhnya pada saku celana kainnya.

“Kau bohong. Pasti ada perempuan lain di luar sana yang sedang kau sembunyikan dariku, kan?” Ucap Suzy masih menatap kesal Baekhyun.

“Tidak ada.” Jawab Baekhyun santai sambil menatap gemas Suzy.

“Lantas, kenapa kau langsung mematikannya saat aku sudah ada di hadapanmu?” ucap Suzy masih kesal.

“Karena kau jauh lebih menarik untuk aku pandangi dari pada handphone dengan email-email yang tidak penting tentang sesuatu yang akan membuatku stres setiap harinya itu.” Jawab Baekhyun lagi yang langsung membuat Suzy bersemu merah.

“Aa…” ucap Suzy menggantung saat dia tidak tahu harus menanggapi rayuan Baekhyun seperti apa, karena Myungsoo tidak pernah merayunya seperti ini. Suzy menggigit bibir bawahnya gugup, dan hal itu memancing sesuatu yang gelap di dalam diri Baekhyun.

Tanpa bisa Suzy cegah, Baekhyun langsung mengecup bibir Suzy saat dia merasa tidak tahan dengan sikap Suzy yang membuatnya semakin gemas itu. Tidak berapa lama kemudian Baekhyun menjauhkan wajahnya dari wajah Suzy. Dapat dilihatnya wajah Suzy semakin merona malu karena untuk pertama kalinya dia dicium seseorang di tempat umum.

Suzy segera mengedarkan pandangannya untuk melihat apa ada yang melihat kejadian tadi atau tidak. Dan untungnya tidak ada orang di parkiran itu selain mereka berdua karena memang hari sudah hampir tengah malam.

“Ayo…” ucap Baekhyun memecahkan keheningan mereka berdua sambil menggenggam tangan Suzy dan menuntunnya untuk masuk ke dalam mobil sport merah itu. Suzy tiba-tiba teringat kejadian seminggu yang lalu dimana dia untuk pertama kalinya bertemu dengan Baekhyun. Tidak lama kemudian Baekhyun ikut bergabung dengan Suzy dan duduk di samping.

“Mau kemana kita?” tanya Suzy saat Baekhyun tidak memberitahunya tempat yang mereka tuju.

“Villa ku.” Jawab Baekhyun dengan pandangan masih tertuju pada jalan raya.

“Kenapa harus ke villa mu? Bukankah kita bisa tidur di hotel?” tanya Suzy heran pada Baekhyun.

“Aku ingin menunjukkan sesuatu padamu.” jawab Baekhyun lagi penuh teka-teki.

“Apa itu?” ucap Suzy dengan penuh antusias.

“Rahasia.” Jawab Baekhyun lagi dengan santainya dan berhasil membuat wajah berbinar Suzy hilang seketika.

“Ck, ayolah beritahu aku.” ucap Suzy kukuh.

“Aku bilang itu rahasia, sayang. Artinya itu memang rahasia, okey?” balasnya lagi yang semakin membuat Suzy cemberut tidak suka.

“Ckk,, menyebalkan!!” gerutunya saat tahu perkataan Baekhyun tidak bisa diganggu gugat.

“Aku juga sayang padamu.” Balas Baekhyun yang semakin membuat Suzy kesal. Tapi dibalik rasa kesalnya itu terbesit rasa senang yang teramat sangat di hatinya.

Setelah itu tidak ada lagi percakapan di antara mereka. Hingga tidak terasa hampir satu jam perjalanan telah mereka tempuh, maka sampailah mereka berdua di villa yang dimaksud Baekhyun.

Baekhyun memarkirkan mobilnya di garasi villa tersebut. Walaupun villa tersebut tidak ada penghuninya, tapi semua lampu dari villa tersebut sudah menyala, menandakan ada orang yang telah menyalakannya.

Suzy dan Baekhyun berjalan beriringan masuk ke dalam villa tersebut. Tempat ini memang tidak berubah sejak terakhir kalinya Suzy meninggalkannya, dan Suzy selalu menyukai desain dari villa ini.

“Anggap saja rumah sendiri.” Bisik Baekhyun di telinga Suzy saat mereka sudah berada di dalamnya.

“Kenapa lampunya menyala?” tanya Suzy heran sambil mengikuti Baekhyun yang terus berjalan semakin memasuki villa tersebut.

“Ada asisten rumah tangga yang setiap pagi dan sore datang ke villa ini untuk membersihkannya dan menyalakan lampunya.” Jawab Baekhyun sambil melihat-lihat isi lemari wine-winenya.

“Kau mau wine?” tanya Baekhyun saat merasakan Suzy berada di belakangnya sedang memperhatikannya.

“Tadi aku sudah banyak meminum wine, dan aku rasa kepalaku sedikit pusing. Tapi sepertinya satu gelas lagi tidak masalah kan?” jawab Suzy membuat Baekhyun sedikit mengangkat alisnya tidak suka saat menyadari Suzy sudah banyak meminum wine.

“Kalau begitu sebaiknya kau minum air putih saja.” Balas Baekhyun yang kembali membuat Suzy cemberut kesal. Entah sudah keberapa kalinya pada hari ini Suzy cemberut karena orang yang sama.

“Menyebalkan!!” gerutu Suzy lagi sambil menghentakkan kakinya untuk menjauh dari tempat Baekhyun berada. Berbeda dengan Suzy, Baekhyun malah tersenyum melihatnya.

Tidak berapa lama kemudian Baekhyun menyusul Suzy ke ruang keluarga yang ada di villa itu. Baekhyun mengedarkan pandangannnya ke segala arah untuk mengetahui posisi Suzy saat ini. Senyuman Baekhyun semakin merekah saat dia melihat Suzy sedang duduk di kursi yang berada di Grand Pianonya sambil menekan-nekan sembarang tuts piano yang ada di depannya.

Baekhyun pun berjalan perlahan mendekat ke arah grand piano itu dengan dua buah gelas ditangannya, yang satu berisi wine putih dan yang satu lagi berisi air putih biasa. Suzy masih asyik menekan tuts piano itu hingga tidak menyadari jika Baekhyun sudah berdiri di sampingnya sedang memperhatikannya.

“Jika kau memainkannya seperti itu, kau akan membuat rusak pianoku.” Ucap Baekhyun yang keberadaannya masih diabaikan Suzy. Seketika Suzy pun menghentikan aksi konyolnya itu, kemudian menatap Baekhyun yang ada di sampingnya.

“Benarkah?” tanyannya dengan nada yang tidak percaya. Dan Baekhyun hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. “Lalu apakah kau bisa memainkannya dengan baik?” tanya Suzy antusias melupakan rasa kesalnya pada Baekhyun.

“Tentu saja. Kau pikir piano ini hanya pajangan semata?” ucap Baekhyun penuh percaya diri dan dibalas dengan anggukkan polos dari wajah Suzy.

“Kalau begitu mainkan sebuah lagu untukku.” Pinta Suzy pada Baekhyun yang tidak bisa Baekhyun tolak sama sekali.

“Dengan senang hati.” Jawab Baekhyun. Kemudian Baekhyun mengecup ujung kepala Suzy dan langsung mendudukkan dirinya di samping Suzy. “Kau siap?” tanya Baekhyun pada Suzy yang ada di sampingnya, dan Suzy membalasnya dengan tersenyum senang.

Setelah itu Baekhyun langsung meletakkan jari-jemarinya di atas tuts piano itu, dan tidak lama kemudian jari-jemari Baekhyun yang panjang pun menakan tuts-tuts piano itu dengan lincahnya. Alunan nada yang indah terdengar dari piano itu dan membuat perasaan Suzy menjadi nyaman.

Baekhyun memainkannya dengan penuh penghayatan, membuat Suzy seakan terbawa ke dalam lagu yang sedang dimainkan pria yang ada di sampingnya. Lagu itu begitu lembut, hingga membuat Suzy menyandarkan kepalanya pada pundak Baekhyun. Walaupun Suzy tidak tahu judul lagunya, tapi Suzy dapat merasakan jiwa dari lagu tersebut.

Sesekali Baekhyun akan kembali mengecup puncak kepala Suzy yang ada di pundaknya tanpa menghentikan permainan pianonya. Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya lagu pun berakhir tapi Suzy masih enggan memindahkan kepalanya dari pundak Baekhyun.

“Apa judulnya?” tanya Suzy dengan tangannya yang meraba-raba tuts-tuts piano yang ada di depannya.

“Yiruma – Dream.” Jawab Baekhyun.

“Lagunya bagus.” Balas Suzy.

“Hmm…” jawab Baekhyun setuju. Baekhyun kemudian menolehkan wajahnya untuk menatap Suzy yang ada di pundaknya. Lalu tangan Baekhyun mengelus lembut pipi Suzy dan membuat Suzy beranjak dari pundak Baekhyun untuk menatap Baekhyun.

Suzy memandang Baekhyun dengan raut bingung, tapi Baekhyun hanya tersenyum lembut padanya.

Werden Sie teil des traumes sein? (Maukah kau menjadi bagian dari mimpiku?)” tanya Baekhyun lembut pada Suzy dengan menatap Suzy lekat.

Ja, ich will (Iya, aku mau)” balas Suzy setelah sekian menit hanya menatap Baekhyun.

Kemudian mereka berdua saling melemparkan senyuman bahagia terhadap satu sama lain. Ya, mereka tidak bisa memungkiri jika mereka sangat bahagia dengan rahasia yang mereka miliki saat ini.

 

~ tbc ~

 

 

35 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] DREAM (Chapter 14)”

  1. Sumpah romantis bangetttttt
    Apalgi pas baekhyun main piano buat suzy, itu kerasa banget suasana romantisnyaa huhuhu
    Jdi baperrrr :’)

  2. Aissh, bapering nih bcany thor, mungkin krna feelny dpet bnget ya -kekeke-,,, Ksihn myungsoo, tpi mau bgaiman lgi aku lebih suka #BaekZy semangat ya thor buatny ^^ Fighting

  3. Lama kelamaan pasti juga bakal kebongkar. Tinggal tunggu ajaaa. Tapi garela kalo hububgan mereka kebongkar terus dipisahin. Garelaaaaaaa!!! Udah baek sama suzy aja yah yah yaaahhhhh. Meskipun mereka bikin yg jomblo cuma bisa gigit jari ajaahhh ._.

    Ditunggu kelanjutannya yahhhh. Yah kapan pun itu pasti ditungguin kook hehe. Semangat author-nim!
    -XOXO-

  4. Adduhhh, baaapeeerrrrr aaaakkkuuuttttt. Ikut meleleh aku bacanya. Sweet bnget baekki disini.
    Ngomong2 kak, Kakaknya bisa bahasa Jerman ya?? Wahh keereennn kaloo bisaaaa!!!
    Terus, aku kok merasa aneh sama kata2 baekki yang ‘maukah kau menjadi bagian dari mimpiku?’
    Nah loh, berarti kalo nanti baekki bangun dari mimpinya dan kembali kehidupan nyata, dia tidak akan bisa bertemu dengan suzy karena suzy hanyalah bagian dari mimpinya? Ahh, mudah2 jangannnn. Gk rela kalo mereka pisah, wkkwkwk.

    From, Cantikapark61

  5. Baek suzy makin hari makin bikin envy ih, btw kapan mereka kebongkarnya? Dan gimana reaksi orang2 sekitar mereka terutama myungsoo O.O
    Ok nextnya di tunggu yah jd inget kalo authotnimnya mau Hiatus huhu

  6. trus myungsoo gimana tuh..pdhl dia udah berharap lebih sma suzy..

    eaeaea. .kesian myungsoo
    dihhh ada gitu orng seromantis itu..pesen satu dong..dikirim kerumah yakk..

    next..next..

  7. OMEGOOTTTT.. ini baekhyun sweet bangeet….. bikin senyum gaje hati melelel hehehe..
    myungsoo apa kabar yaaaa..
    jadi penasarn nnti klo ketahuan gimna yaaa..???
    seru seru seru dehh pokokonyaa..

    semangat teruss yaaaa..
    nnti hiatusnya jangan lama” kami menungguuuuuuuuuuuuu 😀

  8. Heol mereka berdua bikin iri aja……
    Tpi q juga penasaran gimana akhirnya nanti hub mereka berdua itu semoga aja bahagia

  9. sampe sekarang aku penasaran gimana gemparnya semua orang waktu tau hubungan mereka?
    hahahaha

    ditunggu next chap nyaa

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s