[EXOFFI FREELANCE] The Story of Vampire (Chapter 20)

p0

Tittle/judul fanfic: The Story of Vampire – Chapter 20

Author: Leehaera17

Length: Chapter

Genre: Mystery,Romance,Vampire,Married Life, supernatural

Rating: PG-17

Main Cast & Additional Cast:

Main Cast :

Xi Luhan, Park Chanyeol – Exo, Park Jongbi (OC)

Supporting Cast :

Oh Sehun, Do Kyungsoo, Kim Jongin, Suzy ( missA), Lay, Xiumin, Tao, Suho, Chen, Kris

Disclaimer :

FF ini hasil kerja sendiri yang sudah pernah di publish di Wattpat author, bisa baca di sana, ID : Leehaera17, semua tokoh hanya sebagai aktor protagonist dan antagonist, tidak ada maksut untuk melecehkan fandom manapun

jangan lupa Comment dan Like ya ☺

Di chapter ini sebenernya author pengen ceritain lebih lanjut tentang initi masalah tapi lebih baik kalo  di jadiin satu aja ke chapter selanjutnya supaya ga bingung, maaf-ya… yang ini hanya Filler tapi jangan sampai di lewatkan karna masih ada kejutan lain… coba kalian anlisa, sebenarnya apa yang terjadi… apa Jongbi sebenarnya mengingat masalalunya ? terus kenapa kalau jongbi mengingat semuanya dia berpura – pura tidak bisa mengingat semunya ? silahkan meninggalkan Comment ☺

Trimakasih…

Enjoy !!

Chapter 20 – Filler

 

Jongbi membuka matanya pelan, tatapannya langsung tertuju pada langit – langit kamarnya, ia mencoba menggerakan tubuhnya yang begitu letih, entah mengapa Jongbi meresa belakangan ini tubuhnya benar – benar seperti kekurangan energy,

 

“ selamat pagi.. ” suara rendah Kyungsoo masuk ke telinga Jongbi,

 

“ kyungsoo-aa… selamat pagi ” kata Jongbi pelan,

 

Jongbi duduk di tempat tidurnya, ia melihat sisi kamarnya yang sedikit berangtakan, terlihat bahwa seseorang tidur di sana,

 

“ apa ayahmu tidur di sini semalam ? ” kata Jongbi bertanya pada Kyungsoo yang ada do ambang pintu kamar,

 

“ sepertinya.. ” kata Kyungsoo dengan senyum khasnya,

 

Jongbi mulai bergerak turun dari tempat tidurnya,

 

Kyungsoo dengan sigap langsung memegang tangan Jongbi saat Jongbi berusaha turun dari tempat tidur,

 

“ aku tidak apa – apa Kyungsoo-aa… ” kata Jongbi masih dengan nada lemasnya,

 

“ aku hanya membantu ” kata Kyungsoo masih dengan senyum hangatnya,

 

Jongbi berhasil berdiri dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi,

 

Ia menatap dirinya di cermin, pantulan wajahnya yang seperti mayat hidup membuatnya sedikit terpaku, tidak ada perawatan wajah juga cream – cream yang biasa ia gunakan setiap hari, badannya yang semakin mengurus dan rambutnya yang menipis,

 

“ uhuk.. uhuk.. ” Jongbi terbatuk cukup keras, ia merasa tubuhnya kurang sehat,

 

Jongbi memutuskan untuk mandi, berganti pakaian dan keluar dari kamarnya di sambut oleh keributan orang ber-lalu – lalang  di depan kamarnya,

 

“ pagi Jongbi ” kata Xiumin yang masih sibuk dengan laptopnya,

 

“ oo… Jongbi-aa selamat pagi ” kata Lay yang merapikan barang – barang kedokterannya,

 

“ selamat pagi ” kini suara Luhan yang terdengar dari pintu belakang,

 

“ selamat pagi semua.. ” kata Jongbi dengan senyum manisnya,

 

“ di mana Sehun ? ” kata Jongbi bertanya pada Xiumin orang yang paling dekat dengannya,

 

“ oo.. mereka katanya ingin membeli stok makanan, aku juga tak mengerti makanan apa yang akan mereka beli ” kata Xiumin pasrah,

 

“ oo.. baiklah.. ” kata Jongbi dan beranjak kearah dapur untuk mengambil minuman,

 

di sisi lain Sehun juga Chanyeol berjalan di pinggir kota seoul,

 

“ Sehun-aa.. berhati – hatilah dengan keluarga Keisus ” kata Chanyeol tiba – tiba,

 

“ memangnya ada apa ? ” kata Sehun menjawab,

 

“ sepertinya mereka menyimpan rahasia ” kata Chanyeol lagi,

 

“ aku tidak takut, aku tau bahwa mereka bukan orang jahat, lagi pula tidak mungkin bunda mau menikah dengan orang jahat ” kata Sehun lagi,

 

“ dan Kyungsoo adalah kakak tiriku, aku percaya dia bukan orang jahat ” kata Sehun melanjutkan,

 

“ kau ini masih naïf Sehun-aa, kau mudah untuk di perdaya ” kata Chanyeol mejawab kesal,

 

“ ayah yang tidak bisa percaya.. bukan aku.. aku tak perlu takut dengan paman Luhan juga Kyungsoo dan Paman Zhang.. mereka orang baik dan tidak mungkin berusaha untuk menyakiti bunda, mereka mencintai bunda sama sepertiku ” kata Sehun malas dan berjalan masuk ke salah satu supermarket,

 

Sehun mengambil keranjang dan mulai melihat – lihat barang – barang yang ada di sana, ya… seperti yang kita pikirkan, Sehun hanya mengambil makanan yang setidaknya mirip atau hampir sama dengan makanan yang ada di café,

 

“ apa sudah selesai.. ” Chanyeol bertanya saat melihat Sehun di salah satu lorong,

 

“ aku tidak tau harus membeli apa lagi .. ” kata Sehun bingung,

 

“ apa yang kau beli ? ” kata Sehun saat melihat keranjang ayahnya yang di penuhi oleh botol – botol minuman,

 

“ anak kecil tak perlu tau.. ” kata Chanyeol dan berjalan pergi di ikuti Sehun,

 

mereka berdua mengantri di kasir yang berbeda,

 

“ semuanya 1800 Won tuan ” kata seorang wanita yang menjadi pelayan kasir,

 

Sehun mengeluarkan semua uang yang ada di sakunya membuat semua mata tertuju pada Sehun, ia sama sekali tidak mengerti tentang uang, apalagi uang manusia, Sehun memberikan 20 lembar uang 1000 won kepada kasir wanita itu, dan wanita itu menerima dengan wajah bingung,

 

“ maaf tuan.. dua lembar saja cukup ” kata wanita itu,

 

“ benar kah ? ” kata Sehun lagi, lalu ia mengambil uang yang ia berikan tadi kepada wanita itu dan memberikan tiga lembar,

 

“ apa ini cukup ” kata Sehun lagi,

 

“ iya tuan ” kata wanita itu masih dengan wajah tak percaya,

 

“ baiklah ” kata Sehun dan melenggang pergi,

 

keramayan terdengar,

“  dia pasti anak orang kaya… ”

“ pasti anak konglomerat… ”

“ jangan – jagan dia anak yakuza ”

 

hulur – hilir percakapan orang – orang di kasir membuat seseorang mengikuti Sehun dari belakang,

 

Sehun terus melangkah dan sengaja untuk berjalan memutar melalui gang sempit dan menghentikan langkahnya,

 

“ SERAHKAN SEMUA UANG YANG KAU PUNYA ” suara seorang laki – laki terdengar,

 

Sehun membalikan tubuhnya,

 

“ siapa kau ? ” kata Sehun bingung melihat seorang paru bayah berpakaian buruk dan menodongkan pisau lipat di depan wajahnya,

 

“ UANG ATAU NYAWAMU ! ” kata orang itu lagi sambil menodongkan pisau lipatnya kerah Sehun,

 

“ apa ? ” kata Sehun santai,

 

“ HIAAAAHH !! ” laki – laki paru baya itu berteriak saat berusaha menusukan pisau lipat di badan Sehun dan Sehun dengan mudahnya mengelak, ia berdiri di belakang laki – laki itu dan memukul punggung laki – laki itu pelan dan membuatnya tersungkur ke tanah,

 

“ ada – ada saja ” kata Sehun lagi dan melanjutkan perjalanannya,

 

ia terus berjalan tiba – tiba sebuah suara mengagetkannya,

 

“ SEHUN ! ” suara seorang perempuan yang tak asing baginya memasuki indra pendengarannya,

 

ia memutar wajahnya dan mendapati Kim Nana berlari kearahnya,

 

“ ada apa ? ” kata Sehun to the point,

 

“ kau ini sombong sekali aku hanya ingin menanyakan keadaan Jongbi, sepertinya dia sakit, belakangan ini ia sering terbatuk keras di kelas dan lemas, juga aku jarang melihatnya selain di kampus, apa Jongbi ada masalah ” kata Nana bingung,

 

“ tidak ” kata Sehun ketus dan berjalan menjauh,

 

“ dasar manusia es batu -_- ” kata Nana dan Nana juga ikut berlalu,

 

“ bunda sakit ? apa benar ” Sehun terus bertanya dalam hati, memang bisa di katakan belakangan ini Jongbi menjadi sedikit aneh dan lemas,

 

“ ah.. tidak.. mungkin bunda harus banyak istirahat ” kata Sehun lagi untuk menyenangkan hatinya,

 

“ bunda…. ” Sehun memberikan senyum hangannya saat sampai di rumah dengan kantong belanjaannya di sambut oleh Jongbi yang berada di ambang pintu,

 

“ Sehun-aa kau sudah pulang ? ” kata Jongbi mencoba mengambil barang belanjaanya,

 

tapi Sehun tidak memperbolehkan ibunya untuk membawa belanjaan,

 

“ bunda duduk saja di sana ” kata Sehun menunjuk kearah meja bar yang ada di dapur,

 

Jongbi membalas dengan senyum khasnya, “  Baiklah… ” kata Jongbi dan berjalan kearah meja itu,

 

Sehun mengikuti dari belakang dan mulai memperhatikan tubuh ibunya,

Memang kalau di lihat – lihat bundanya semakin kurus dan kulitnya yang begitu lusuh,

Sehun hanya bisa terus memandang punggung bundanya yang berjalan di depannya, melihat Jongbi ingin duduk di kursi yang cukup tinggi dan kesusahan, Sehun memberikan lengannya sebagai penopang,

“ bunda benar – benar tak punya tenaga sama sekali ” Sehun berkata dalam hati,

Sehun berjalan masuk mengitari meja bar dan masuk ke dapur, ia mulai mempersiapkan sarapan untuk bundannya,

 

“ hari ini aku akan menyiapkan sarapan untuk bunda  ” katanya bangga,

 

“ baiklah.. ” kata Jongbi lagi,

 

“ UHUK – UHUK ” Jongbi terbatuk keras

 

“ bunda.. tidak apa – apa ? ” kata Sehun panik,

 

“ tidak.. hanya batuk biasa saja ” kata Jongbi dan kembali memberikan senyum paling menawannya,

 

Sehun hanya tersenyum pahit,

 

“ cahh.. ini dia roti bakar buatan Sehun ” kata Sehun senang dan memberikan sepiring roki bakar kepada bundanya,

 

“ trima kasih .. ” kata Jongbi pelan,

 

Sehun berdiri di depan Jongbi menatap Jongbi menyuap rotinya ke dalam mulut,

 

“ uhuuk uhuuk ”

 

untuk kesekian kalinya Jongbi terbatuk keras,

 

“ ini ” kata Kyungsoo memberikan segelas air minum pada Jongbi,

 

Jongbi meminumnya pelan dan meletakan gelas itu di meja,

 

“ trimakasih Kyungsoo-aa ” kata Jongbi di sela – sela kunyahannya,

 

“ dimana ayahmu ? ” Jongbi bertanya pada Kyungsoo,

 

“ aku rasa ia kembali ke kerajaan ” kata Kyungsoo lagi,

 

“ dan ayahmu ? ” kini mata Jongbi mengarah pada Sehun yang ada di depannya,

 

“ ayah tapi membeli banyak botol minuman, mungkin ia kembali ke rumah untuk menyimpannya ” kata Sehun lagi,

 

“ baiklah.. ” kata Jongbi lagi dan menghabiskan suapa terakhir rotinya,

 

setelah selesai sarapan Jongbi berjalan ke kamarnya dan membuka tasnya,

 

“ kemana benda itu ? ” Jongbi berbicara sendiri dengan pikirannya,

 

Jongbi terus mengobrak – abrik tasnya, mengeluarkan semua isinya di lantai dan mulai melihat satu per satu benda yang ada di tasnya,

 

“ kemana benda itu ” kata Jongbi masih dengan serius mencari sesuatu,

 

“ Mencari ini ” tiba – tiba suara Xiumin terdengar dari pintu masuk,

 

“ Xiumin… ada apa kau men… ? ” kata – kata Jongbi terputus kala mata Jongbi tertuju pada sebuah botol berwarna putih yang ada di tangan Xiumin,

 

Xiumin menutup pintu kamar dan berjalan menuju Jongbi,

 

“ tidak usah takut.. aku menemukannya terjatuh di lantai kemarin, tidak ada yang tau ” kata Xiumin masih dengan wajah polosnya,

 

Jongbi hanya terdiam, tidak ada kata – kata yang pastas ia ucapkan kali ini,

 

“ kenapa kau menyembunyikannya dari kami semua ” Xiumin duduk di kursi panjang dekat jendela,

 

“ aku.. hanya berharap agar saat aku pergi semua orang tak akan merasa sedih.. ” kata Jongbi menundukan kepala,

 

Xiumin menundukan kepalanya,

 

“ aku tidak pernah menyangka ini semua akan terjadi… apa Lay tau ? ” Xiumin bertanya,

 

“ tentu… dia orang pertama yang tau dan aku harap menjadi yang terakhir, tapi… sekarang kau juga tau ” kata Jongbi lagi,

 

“ dengar Jongbi aku tidak akan memberi tau siapapun, tapi kau harus janji untuk menjaga kesehatanmu” kata Xiumin lagi,

 

“ sudahlah.. jangan menghiburku, aku tau aku tidak akan pernah bisa hidup normal lagi, biarkan aku menikmati kehidupanku ” kata Jongbi,

 

“ ya… jangan menyerah seperti itu, aku dan Lay akan mencoba semampu kami untuk menolongmu.. ” Xiumin berjalan kearah Jongbi,

 

“ untuk sementara, ini akan membantu ” kata Xiumin lagi dan memberikan botol putih itu di tangan Jongbi,

 

Xiumin berjalan kearah pintu,

 

“ trimakasih Kryo.. (XIUMIN) ” kata Jongbi pelan, tapi dapat di tangkap oleh Xiumin,

Xiumin berhenti di tempatnya, ia tersenyum kecil saat nama aslinya terdengar,

 

“ ania…. Xiumin is enough ( tidak…. Xiumin saja cukup) ” kata xiumin lagi, dan melanjutkan perjalanan keluar dari ruangan Jongbi,

 

TBC

18 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] The Story of Vampire (Chapter 20)”

  1. Hai kak. Keren keren, ff nya making kece. Hmmmm tapi sekarang jarang bgt ya Luhan-Jongbi moment nya, huhu… rindu nih kak. Makin memicu adrenalin tapi saranku bwtin pengimbang nya kak,biar gak tegang terus. Romance-marriage life-mistery nya biar imbang gitu… . Ok, I’m waiting for the next chapter. 파이팅 언니!

  2. Apa an weh? Jongbi sakit apaan? Penyakit kanker? Penyakit hati? Ato sejenisnya? Jadi penasaran kan -.
    Terus itu ingetan Jongbi udh utuh kembali?
    Itu Sehun koplak ngasih 20 lembar banyak amat
    Dtunggu kelanjutannya thor!!

  3. jongbi sakit? maksudnya waktunya hidup nggak akan lama lagi gitu?! aa.. ko jadi melo gini. nanti sehun ama kyungsoo gimana dong? 😦

  4. hallo kakak, maaf baru komen di chapter ini,,ahh ceritanya makin seru ni,q jadi penasarn sebenarnya jongbi sakit apa sich,, q suka ma sehun dia slalu berfikir positif,,q pengennya nanti jongbi ma chanyeol aja ya,oohh q suka banget ma ff kakak soalnya bahsanya gampang d mengerti g’ alay kayak yang lainnya pokok keren dah , 2 jempol dah,d tunggu lanjutannya,fighting kakak!!!!

  5. Waahh,,kira” jongbi sakit apa yaa..??
    Sehun sama kyungsoo sayang bgt sama jongbi,,

    Kasihan kalau jongbi nanti kenapa”…

    Ditunggu kelanjutan karyanya yaa… 🙂

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s