[EXOFFI FREELANCE] Choose One (Chapter 6)

ff

[EXOFFI FREELANCE] CHOOSE ONE (CHAPTER 6)

Title : Choose One

Author : RF.Aeri

Length : Chapter

Genre : Romance, Friendship, Sad

Rating : PG-17

Cast : Bae Irene RV, Oh Sehun EXO, Kang Seulgi RV

Main Cast : Son Wendy RV, Byun Baekhyun EXO, Kim Jong In EXO

 

Disclaimer : Fanfiction pertama yang dibuat Author real 100% buatan author, tapi beberapa bagian diambil dari kisah nyata autor*abaikan*. dan beberapa bagian terinspirasi dari drama korea dan cerita-cerita romance lain. Dan ingat! Typo bertebaran dimana-mana, maklum pemula. Okey cukup basa basinya, selamat membaca~ ^_^

CHAPTER 6

Irene berjalan di jalan sepi sungai Han, Irene menatap langit penuh bintang, indah sekali. Irene berjalan sambil menundukkan kepalanya,dan tiba-tiba, ia tidak sengaja menabrak seseorang, Irene hampir terjatuh tetapi, Irene dapat menahannya. Dengan cepat ia meminta maaf kepada orang yang ia tabrak.

Mianha-“ Irene berhenti berbicara setelah melihat orang yang ia tabrak. Ia tidak mampu berbicara lagi. Dengan cepat, Irene meninggalkan tempat itu dan segera menghindar dan berjalan pelan, menjauh.

Seseorang menarik lengan Irene sehingga badan Irene berbalik dan betapa kagetnya Irene ketika melihat siapa yang menarik tangannya.

“Apa apa Sunbae?” Irene melepaskan pegangan tangan Sehun.

“Kenapa kau menghindariku dan menjauhiku? Kenapa kau tidak meminta maaf setelah kau menabrakku?, dengan seenaknya kau berlalu tanpa meminta maaf terlebih dahulu, apa ibumu mengajarkanmu seperti itu?” Sehun menatap mata Irene yang kini sudah berkaca-kaca.

Irene tidak menjawab apapun, ia hanya bisa diam. Irene sendiri tidak tau kenapa ia menghindari Sehun. Rasanya Irene ingin menangis, tetapi dengan sekuat tenaga Irene menahannya.

“Jawab aku” Sehun menaikkan nada bicaranya menjadi lebih keras. Irene tetap tidak menjawab.

“Ku bilang jawab aku!” bentak Sehun, Sehun tidak mempu menahan amarahnya, entah kenapa Sehun menjadi sangat marah ketika Irene tidak melanjutkan permintaan maafnya tadi. Setelah membentak Irene barusan, Sehun merasa sangat bersalah, Sehun ingin meminta maaf, tetapi belum sempat Sehun meminta maaf, Irene sudah pergi menjauh, kini Irene berlari.

Sehun hanya menghembuskan nafas berat, menundukkan kepalanya sambil menempatkan kedua tangannya di pinggangnya. Lalu mengacak rambutnya kesal.

Irene berlari sambil menghapus air mata yang terus keluar dari matanya, setelah lumayan jauh, ia berhenti berlari dan berjalan pelan. Irene masih kaget dengan bentakan Sehun tadi. Irene menarik nafas panjang, Irene mencoba menenangkan diri.

Setelah beberapa menit kemudia, Irene sudah berhenti menangis, walaupun matanya masih terlihat merah. Irene menikmati angin malam kota Seoul, mencoba menghilangkan beban pikiran yang terus menghantui Irene, menyegarkan otaknya yang sudah penuh dengan pikiran negatif.

Irene sudah keluar dari kawasan sungai Han, ia sedang berada di trotoar jalanan, terlihat gedung-gedung menjulang tinggi, lampu-lampu menyala disana-sini, orang-orang bermai-ramai meminum botol-botol wine dan soju, tertawa bercanda bersama teman-temannya.

Irene benar-benar sangat iri kepada kehidupan mereka, ia tidak pernah merasakan hal itu, ia tidak pernah minum-minum bersama teman-temannya, tidak pernah tertawa dan bercanda seperti orang-orang pada umumnya, sekalinya bercanda, Irene hanya bercanda dengan Wendy, saja.

Irene berjalan sambil meperhatikan sekitar. Tiba-tiba mata Irene tertuju kepada sebuah mobil berwarna silver, ia melihat seorang perempuan yang sangat ia kenali, ibunya. Lagi-lagi ia melihat ibunya dengan seorang pria, pria yang sama. Irene terus memperhatikan mobil itu, sampai akhirnya Irene melihat mobil itu memasuki area hotel yang baru saja ia lewati. Sebentar hotel?.

Irene berbalik arah dan segera mengikuti mobi silver itu. Mobil itu berhenti di tempat parkir, Irene melihat pria yang sedang bersama ibunya itu keluar dari mobil, lalu membukakan pintu untuk ibunya itu, terlihat ibunya tidak berjalan dengan baik, ibunya berjalan kesana sini, sepertinya ibunya sedang mabuk.

Pria itu merangkul ibunya dan masuk kedalam hotel. Dengan cepat, Irene mengikutinya dari belakang, berpura-pura menjadi pengunjung hotel, kebetulan ia membawa sebuah kaca mata, Irene memakai kacamata itu.

Irene sampai di lantai 4 hotel yang ia masuki, Irene keluar dari lift dan segera mencari jejak pria misterius dan ibunya itu. Lorong hotel yang sepi, ada beberapa kamar di kanan kirinya, lampu berwarna kuning membuat terang dinding yang berwarna putih itu.

Irene terus memperhatikan 2 orang lumayan jauh dari hadapannya, terdengar suara manja dari ibunya dan suara rayuan dari pria misterius itu. Tiba-tiba sebuah pemandangan yang membuat Irene terkejut terlihat di kedua mata Irene. pria misterius itu mencium bibir ibunya, dan segera memasuki kamar hotel yang berada di dekatnya. Irene menutup mulutnya yang sudah terbuka lebar, tidak percaya dengan apa yang sedang terjadi.

Irene terdiam sejenak menatap kebawah. Beberapa saat kemudian, Irene berjala menuju lift dan segera meninggalkan lantai 4. Mata Irene berkaca-kaca, Irene memasang wajah tidak percaya dan juga kesal.

Pintu lift terbuka, Irene keluar dari lift dan segera berjalan keluar gedung hotel. Irene berjalan menuju arah sungai Han, lagi. Selain meminum soju untuk menghilangakn beban pikirannya, ia selalu pergi ke sungai Han, melampiaskan semua kekesalannya.

Kini Irene tidak ingin pulang, hanya satu tujuan Irene saat ini, Sungai Han. selain Sungai Han, tidak ada lagi tempat yang ingin Irene kunjungi saat ini, meski harus tertidur di kursi taman sungai Han, ia tak apa. Irene tidak ingin pulang, tidak ingin bertemu dengan ibunya, tidak ingin berbicara dengan ibunya, mengangkat telfon ibunyapun Irene tidak mau, Irene meraih ponselnya dan segera mematikan ponselnya.

Saat ini, Irene benar-benar kesal dan marah, ia tidak percaya ibunya dapat melakukan hal itu, dan sebelum Ibunya masuk kedalam kamar bersama pria misterius itu, Irene mendengar bahwa ibunya akan menikah dengan pria itu satu minggu lagi. Bisa-bisanya Ibunya tidak memberi tahu sama sekali tentang pernikahannya kepada anaknya. Irene benar-benar membenci ibunya.

Irene berjalan di pinggiran Sungai Han yang sepi, saat ini, benar-benar tidak ada orang yang berlalulalang. Alam seperti mengizinkan Irene untuk melampiaskan seluruh kekesalannya di sungai itu. Irene menundukkan kepalanya dan mulai menitikkan air matanya.

Irene kembali mengangkat  kepalanya dan segera menghapus air mata yang sudah keluar dari matanya. Berjalan dengan pelan, melihat jalanan kosong di depannya. Tak jauh dari tempatnya saat ini, Irene melihat seorang laki-laki sedang menghadap kearah sunga Han.

Laki-laki itu mengalihkan pandangannya kearah Irene, Irene menyadari laki-laki itu tengah melihatnya, Sehun Sunbae. Air matanya sudah berkumpul di pelupuk mata Irene. Perlahan Sehun mulai berjalan kearah Irene, persis ketika Sehun berjalan mendekati Irene, Irene berlari kearah Sehun sambil menangis. Irene langsung memeluk badan Sehun erat, sambil menangis. Sehun pun ikut memeluk Irene erat.

Irene menangis dengan keras, Sehun mengelus rambut Irene lembut. Sebelumnya Sehun belum pernah mendengar Irene menangis sekeras ini, Sehun merasa kasihan kepada Irene saat ini. Entah apa yang sedang terjadi pada Irene, Sehun tidak mengetahuinya, yang pasti, Sehun sangat khawatir kepada Irene.

Tidak ada yang berbicara sama sekali, sepi. Sehun dan Irene berada di dalam mobil Sehun, Irene sudah berhenti menangis sejak 10 menit yang lalu. Irene masih menundukkan kepalanya. Irene benar-benar terlihat sangat kacau saat ini.

“Irene­-ah, kau baik-baik saja?” Sehun menatap Irene khawatir.

Irene hanya mengangguk.lalu beberapa menit kemudian, Irene mulai berbicara.

“Sunbae, Maafkan aku” Ucap Irene sambil menundukkan kepalanya, Sehun yang mendengar itu langsung tersenyum.

“Tidak apa-apa, aku mengerti. Irene-ah, aku mohon, kau jangan terlalu banyak memikirkan banyak hal” Ucap Sehun tiba-tiba, Irene langsung melihat kearah Sehun tak sampai 10 detik, Irene menundukkan kepalanya.

“Aku tidak tau apa yang sedang terjadi saat ini, aku benar-benar mengkhawatirkanmu. Aku harap kau bisa menceritakan semua masalahmu kepada orang yang kau percayai, jika kau terus memikirkan masalah itu sendiri, kau tidak akan mampu mengatasinya, kau butuh seseorang untuk membantumu” Sehun dapat menebak bahwa saat ini Irene sedang memikikan banyak hal, banyak hal yang buruk telah menimpa Irene, dan Irene selalu memendamnya, Irene tidak mau menceritakannya kepada orang lain.

Irene mengangkat kepalanya lalu menatap Sehun. Sehun menempatkan tangannya diatas kepala Irene, mengusapnya pelan.

Jantung Irene berdetak lebih kencang dari sebelumnya, berdetak tak karuan, laki-laki dihadapannya saat ini membuat Irene merasa nyaman, membuat hatinya hangat, Irene tidak pernah merasakan kehangatan itu sebelumnya, Irene tidak bisa menahannya, ia benar-benar,…. MENYUKAI SEHUN.

Sehun sudah mengetahui perasaan Irene. Saat di sungai Han sore tadi, ketika Irene sedang bersama Wendy, Irene bercerita kepada Wendy bahwa ia menyukai Sehun, Sehun mendengarnya, saat itu Sehun sedang berjalan tepat di belakang Irene dan Wendy.

“Irene-ah” ucap Sehun serius.

“Ne?”

Would you be mine?” Kata-kata Sehun barusan membuat jangtung Irene berdetak lebih kencang dari yang sebelumnya. Wajah Irene bersemu merah, malu. Ia tidak tau harus berbuat apa. Irene diam beberapa saat, dan mangguk.

Detik itu juga, Sehun memeluk Irene erat, kini mereka sudah menjadi sepasang kekasih. Sudah lama sekali Sehun menginginkan jawaban itu, Semenjak Irene menolaknya di uks lalu, Sehun tidak pantang menyerah.

Sehun sudah melupakan kejadian dimana Irene menyuruhnya untuk menjuhi Irene, dan Sehun tidak mau tau alasan kenapa Irene menjauhinya. Perasaan negatif Sehun kepada Irene sudah Sehun hapus. Sehun ingin memulai kehidupan barunya dengan seorang kekasih, membuka lembaran baru.

Sehun memnghentikan mobilnya di depan sebuah minimarket, Sehun keluar dari mobilnya dan segera masuk kedalam minimarket untuk membeli beberapa makanan, sementara Irene menunggu Sehun di dalam mobil.

Tak lama, Sehun sudah kembali ke dalam mobil, memberikan makanan yang sudah ia beli kepada Irene.

“Irene-ah, kenapa kau tidak ingin pulang kerumah? Ibumu pasti mengkhwatirkanmu” Tanya Sehun tiba-tiba.

“Emm.. aku ingin jalan-jalan sebentar saja, dan ibuku tidak ada dirumah” Jawab Irene.

Sehun hanya mengangguk dan mulai menancap gas, mulai menuju jalan raya, selama di dalam perjalanan, Sehun dan Irene tertawa bersama, mendengarkan gurauan yang terdengar dari radio mobil Sehun.

Irene sangat menikmati saat-saat seperti ini, mempunyai seorang kekasih sangat menyenangkan, itulah kesan pertama Irene berpacaran dengan Sehun.

Sehun melihat Irene yang sedang tertidur, kepalanya tersandar ke jendela mobil. Sehun membenarkan posisi tidur kekasihnya itu. Sehun menatap paras cantik Irene, tersenyum kecil.

“Hhh, mau bagaimana lagi? Ia tidak ingin pulang”

****

“Irene-ah, kenapa kau menerima Sehun Sunbae? Apa yang kau lakukan? Apa kau gila?” ucap seseorang yang sedang berdiri di depan Irene, wajah, rambut, dan seluruh tubuhnya sama persis dengan Irene, pakaian yang ia pakaipun sama.

“Siapa kau?” ucap Irene tegang, ia benar-benar tidak tau apa yang sedang terjadi, Irene melangkah mundur.

“Jiwamu yang lain” kembaran Irene itu tersenyum kecil.

“Maksudmu?” Irene mengangkat alisnya tidak mengerti.

“Sudahlah, kau tidak perlu tau. Kenapa kau menerima Sehun sunbae? Jelaskan padaku” kembaran Irene itu melangkah mendekat.

“Apa kau gila? Bukankah Seulgi melarangmu untuk mendekati Sehun? Bukankah kau ingin memperbaiki pertemananmu dengan Seulgi? kenapa kau keras kepala sekali?” kembaran Irene itu melangkah lebih cepat.

“Putuskan Sehun sekarang juga! Tidak peduli baru menjadi pasangan atau sudah lama berpacaran, yang pasti, kau harus cepat memutuskannya. Kau lebih memilih sahabat atau pacar? Jika sahabat kau harus memutuskan sehun, dan jika kau lebih memilih pacar, semua orang terdekatmu akan menjauhimu. Ingat itu?! Sesuatu yang buruk akan terjadi”

Irene memuka matanya perlahan, cahaya matahari menyilaukan mata, udara pagi menerpa wajah halus Irene. Irene memperhatikan sekitar, tempat yang asing baginya. Irene turun dari ranjang yang entah milik siapa, ia berjalan pelan kearah pintu yang terbuka.

Irene bersender ke dinding berwarna cream yang ada di sebelahnya, pandangannya mulai membuyar, kepalanya sangat pusing. Irene menahannya dan terus berjalan hingga Irene mendapati seorang laki-laki yang sedang berdiri di depan sebuah kulkas. Irene menegakkan badannya, berusaha menjadi seperti seseorang yang baik-baik saja.

“Ahh.. kau sudah bangun?” Laki-laki itu melihat kearah Irene yang sedang berdiri tak jauh darinya.

Ne, tapi sekarang aku ada dimana?”

“Di apartemen-ku” Laki-laki yang ternyata kekasih Irene itu meneguk air yang berada di gelas yang ia pegang.

“Ohh di apartemen. Hah?! Apartemen? Apartemen-mu sunbae?” Irene merubah ekspresi wajahnya, terkejut.

“Kenapa kau begitu terkejut?” Ucap Sehun heran.

“Ahh tidak, tidak apa-apa” Jawab Irene malu.

“Emmm… sunbae, sepertinya aku harus segera pulang, Ibuku sepertinya sudah menunggu” Irene menggaruk kepalanya yang tidak gatal, lalu berbalik menuju sofa, yang diatas sofanya terdapat tas miliknya.

Grep!

Sehun memeluk Irene dari belakang. Seperti di dalam drama-drama yang sering di tonton Irene, Irene begitu terkejut hingga ia tak dapat berkata apa-apa. Sehun menempatkan kepalanya di bahu kecil Irene, mengeratkan pelukannya.

“Irene-ah, apa aku bisa dekat denganmu lagi? Apa keberadaanku masih mengganggumu?” Ucap Sehun lirih. Irene hanya diam setela mendengar perkataan Sehun. Irene merasa selama ini ia terlalu berlebihan.

“Tidak, kau tidak menggangguku lagi sunbae. Maafkan aku, selama ini aku sudah membuatmu selalu dalam kesulitan” Irene menundukkan kepalanya.

“Tidak, kau tidak membuatku dalam kesulitan” Sehun melepaskan pelukannya, Sehun membalikan badan Irene menjadi menghadapnya.

“Terimakasih Irene, sudah mau menjadi kekasihku” Sehun memeluk Irene, lagi.

Suasana yang belum pernah Irene rasakan sebelumnya, Irene merasa sangat senang, Irene bahagia. Irene membalas pelukan Sehun. Mulai saat ini, Irene akan menjalani hidupnya dengan seorang kekasih.

 

Tak terasa, liburan sudah selesai, semua mahasiswa Universitas kembali ke kelas masing-masing, menunggu dosen mereka datang. Irene dan Wendy sedang duduk di bangku paling depan, sibuk dengan ponsel masing-masing.

Suara pintu terbuka membuat pandangan mereka teralih ke sumber suara. Seorang laki-laki tinggi masuk kedalam kelas, laki-laki itu tersenyum manis kearah Irene, Irene membalas senyuman laki-laki itu, Sehun.

Mahasiswa yang berada di kelas terheran-heran dengan apa yang baru saja terjadi. Mereka semua bertanya-tanya, mengapa Sehun dan Irene saling melemparkan senyuman mereka? Sebelumnya mereka tidak seperti ini, apa mereka berpacaran?, dan lain sebagainya. Sampai akhirnya, Sehun mengkonfirmasi hubungannya dengan Irene. seketika, kabar Sehun dan Irene berpacaran tersebar keseluruh penjuru Universitas, semua orang di Universitas mengetahuinya, Sehun dan Irene menjadi trending topik, semua orang membicarakannya.

Hari ini, hari yang menurut Irene sangat menyebalkan, ketika Irene berjalan di koridor menuju kelasnya, semua pasang mata memperhatikannya, berbisik ke teman di sebelahnya.

Ponsel Irene bergetar, dengan cepat Irene meraihnya. Tertera nama Kang Seulgi di layar ponselnya, dengan ragu, Irene mengangkatnya.

“Yoboseyo?” Irene berbicara lebih dulu.

“Temui aku di atap Universitas, aku ingin berbicara hal penting denganmu” sambungan terputus, Seulgi memutus panggilannya. Irene menghela nafas berat, Irene tau hal ini akan terjadi.

TBC

Udah berapa lama Author menemani kalian dengan FF ini? Detik-detik menuju selesainya FF Choose One. Hehe:D. mungkin 2 sampe 3 Chapter lagi. Author bingung plus pusing, mau dilanjutin sampe beribu-ribu chapter*lebay* takutnya para readers bosen, ide-ide udah ilang dari otak author, gatau harus gimana lagi buat ngelanjutin ff CO. dan lagi, waktu luang author buat nulis ff udah kesita sama buku-buku tebel pelajaran.*maklum pelajar*. Jadi mohon maaf atas semua kesalah penulisan, alur yang kecepetan, alur yang ga jelas, de el el.

Author usahain di ff terbaru Author yang selanjutnya ga akan seGaJe yang sekarang. Doain semoga Author dikasih kemudahan buat bikin ff selanjutnya!. J gomawo~

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

11 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Choose One (Chapter 6)”

  1. Seulgi nyebelin banget si, berilah kebahagiaan untuk mantan sahabatmu itu -mungkin- kekeke
    Yeay akhirny dari jaman purba ampe jaman batu mereka pacaran juga, seneng rasanya hehehe^^
    Next thor!^^
    Semangat yh thor untuk bwt fanfic dan meladeni buku setumpuk hehehe^^ Hwaiting!

  2. Akhirnya mereka pacaran “) yuhuu seneng bgt. suka sama couple ini ^^
    seulgi sadar deh… sehun itu sukanya sama irene!!! lanjur trus thor 🙂

  3. Uwaaaaa itu seulgi mau ngapain??? Anak baru juga. Kan yg udah kenal sama sehun dukuan kan irene. Kenapa dia yg sirik gasuka gitu deh?? Nyebelin -_-

    Ditunggu kelanjutannya yah author-nim! Hehehe. Hwaiting..

    -XOXO-

  4. Sehunnie.. 🙂 ..kkkk

    Seulgi!! Mau apa dia?
    Iri aja sma irene..huh
    Smoga wendy/sehun tau klo irene mau ktemu seulgi d atap spaya bsa mncegah hal” yg d buat seulgi ke irene..

    Next kakk
    D tunggu klanjutanya 🙂
    Hwaiting!!

  5. Oh Sehun oh sehun mengapa kau selalu membuat hati wanita berbunga-bunga 🙂 dan untuk pertama kalinya ff ini di update 2x seminggu bener ngak thor??? keep writing and fighting yooo 😉

  6. Oh Sehun oh sehun mengapa kau selalu membuat hati wanita berbunga-bunga 🙂 dan untuk pertama kalinya ff ini di update 2x seminggu bener nfak thor??? keep writing and fighting yooo 😉

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s