[EXOFFI FREELANCE] Our Handsome Cat (Chapter 2)

our-handsome-cat-2

Our Handsome Cat

Tittle            : Our Handsome Cat (Chapter 2)

Author        : Dancinglee_710117

Main Cast        :

  • Kim Junmyeon / Suho (EXO)
  • Huang Zi Tao / Tao (EXO)
  • Byun Baekhyun (EXO)
  • Park Chanyeol (EXO)
  • Gong Kyujin (OC)
  • Hyun Ah Jin / Kimberly (OC)
  • Ryu Jung In (OC)

Other Cast        :

  • Lee Taeyong (NCT U)
  • Kim Jong Dae / Chen (EXO)
  • Kim Namjoon / Rap Monster (BTS)
  • Xi Luhan (EXO)
  • Song Naeun (A Pink)
  • Mr. Tuxedo (Secret cast)
  • And other you can find in the story

Genre        : Romance, Fantasy, Friendship, School Life and other

Rating        : T

Length        : Chapter

~Happy Reading~

*Jung In POV*

 

Rasanya seluruh bulu kudukku merinding melihat makhluk mengerikan itu. Aku takut, jujur saja, kucing adalah makhluk paling menakutkan yang pernah aku lihat. Coba bayangkan, bulu mereka yang halus dan penuh kutu itu bersentuhan dengan kulit kita, lalu suara-suara sok imut yang mereka keluarkan entah untuk maksud apa, dan jangan lupa akan wajah menjijikan itu. Apa maksud para hewan berbulu lebat itu dengan menunjukkan wajah polosnya?. Kalian pikir aku terlalu berlebihan?, tidak! ini kenyataan menurutku. Aku benci kucing, itu mutlak.

 

Dan apa yang Kyujin bilang tadi?, dia punya berapa kucing dirumah?. Gila!, itu rumah atau neraka?.

 

“HAATTSSSHI!”

 

Tapi gadis disebelahku ini lebih mengerikan lagi.

 

“HAA… HAA… HAAATTSSSHI!”

 

Tidak bisakah dia berhenti bersin?!.

 

“Kimmie-ssi, aku minta maaf. Aku tidak tahu kalau kau alergi pada bulu kucing.” kyujin terus meminta maaf, sebenarnya bukan salahnya juga. Kimberly alergi pada bulu kucing, kami -terutama Kyujin- tidak tahu soal hal ini, jadi kami -terutama Kyujin- tidak salah kan?.

 

“Kau… HAATSSHI!, jika saja kau tidak memungut kucing itu!” dia menunjuk pada kucing berbulu keemasan tadi yang meringkuk dibawah kursi, “Aku tidak akan susah seperti ini!. Aish mana aku tidak bawa obat, grrr… I hate you!

 

Aku memutar kedua bola mataku malas. Bisa tidak gadis ini bersikap biasa saja? Jangan terlalu berlebihan seperti ini, ck! Menyebalkan.

 

“Eoh?, Jung In mau kemana?”

 

Aku melirik Kyujin sekilas, “Kembali ke kelas, sebentar lagi aku ada tes.” Kataku bohong, aku malas harus berlama-lama dengan manusia semacam Kimberly ini.

 

Kyujin mengangguk lalu mengepalkan tangan keatas memberiku semangat. Aku hanya membalas dengan anggukan pelan dan segera pergi. Begitu sampai di koridor, aku menoleh, sekedar memastikan saja. Dan syukurlah kucing itu hanya berdiam diri di bawah bangku yang Kyujin dan Kimberly duduki.

 

Kucing itu aneh, dan aku tidak tahu apa yang membuatku berfikir demikian.

 

*Author POV*

 

“Ouh, malangnya kau kucing manis.”

 

Dalam perjalanan keluar gedung sekolah, Kyujin terus mengelus kucing yang baru ditemukannya itu. Kucing berbulu keemasan itu juga sepertinya sangat nyaman berada dalam dekapan Kyujin. Namun ketika sampai di depan gerbang, kucing itu melompat turun dan berlari entah kemana. Kyujin hendak mengejar, namun seseorang menghentikan langkahnya.

 

“Si… siapa anda?”

 

Pria dengan tuxedo hitam itu tersenyum tipis.

 

“Kau harus menjaganya.”

 

“Eoh?, apa maksud anda?”

 

Pria itu menoleh pada tumpukan kardus di ujung gang, membenarkan letak topinya yang sedikit miring, lalu kembali menghadap Kyujin.

 

“Kucing itu.”

 

“AH! Jadi anda pemilik kucing itu?”

 

Pria bertuxedo menggeleng, “Aku bukan pemiliknya.”

 

Keduanya terdiam. Hening beberapa saat sampai pria bertuxedo itu berbalik pergi.

 

Chogiyo! Chogiyo!” Kyujin terus berseru memanggil pria misterius tersebut, namun ia tak menoleh maupun berbalik.

 

“Kau hanya perlu menjaganya sampai waktu yang ditentukan, bantu dia, mungkin… kau bisa memilikinya.”

 

Pria itu memasuki salah satu gang, begitu Kyujin hendak menyusul sebuah motor melintas dan hampir menabraknya. Pengendara motor meminta maaf lalu pergi tanpa menunggu balasan Kyujin.

 

“Dimana pria tadi?”

 

Dan begitu Kyujin mencari kembali, pria itu sudah hilang.

 

***

 

Chanyeol melempar tas ranselnya keatas kasur, kemudian duduk di sofa yang jaraknya lima meter dari pintu balkon. Baekhyun yang sedari tadi berada di balkon mendengus pelan melihat kelakuan Chanyeol, begitu malasnya dia sampai menaruh tas sembarangan. Bahkan, beberapa baju dan kaos kaki tergeletak dimana-mana.

 

“Yak! tak bisakah kau membersihkan kamar ini?. Apa kemarin ada badai menyerang Korea?”

 

Chanyeol tak menggubris, dia berjalan menuju kasurnya kemudian merebahkan diri.

 

“Biarkan aku menenangkan diri, Baek!”

 

Baekhyun tertawa mengejek, “Apa ini yang dilakukan pangeran Chanyeol ketika patah hati?”

 

Chanyeol memberikan Baekhyun tatapan tajam, lalu melempar bantal yang berada di jangkauannya.

 

“Kata siapa aku patah hati?. Aku adalah pangeran! Dan mana mungkin pangeran patah hati?”

 

“Chanyeol-ah!, kuingatkan sekali lagi. Song Naeun itu sudah bersama Taeyong. Mereka pacaran. Mereka bersama. Dan kau merana!”

 

Baekhyun mengakhiri ucapannya dengan kekehan, membuat Chanyeol semakin geram tapi ia menahan emosi. Jika dia terpancing, maka Baekhyun akan terus meledeknya.

 

Kembali teringat soal Naeun. Gadis itu berada di kelas dua tingkat tiga seperti dirinya. Gadis itu sangat misterius menurut Chanyeol, hanya kepada orang-orang tertentu Naeun bisa tersenyum. Tak banyak yang ia ketahui dari gadis itu, namun yang jelas, Naeun sudah memiliki kekasih, yaitu Lee Taeyong.

 

Baekhyun yang lelah tertawa akhirnya ikut merebahkan diri disebelah Chanyeol.

 

“Kau harus menyerah soal gadis itu. Contohlah aku, setelah bersama Seulgi, kini aku bahagia dengan Taeyeon.”

 

“Apakah aku harus pacaran dengan gadis yang lebih tua juga?”

 

“Dia tidak tua! Hanya dewasa. Dasar kekanakan!”

 

Chanyeol mencibir, Baekhyun yang mudah marah bukankah lebih kekanakan dari dia?.

 

“Ok. Mungkin aku harus mencoba dengan Sandara noona?”

 

“Kau harus sesuaikan standar mu!. Sandara noona 200% lebih baik darimu!”

 

“Kau belum tahu bagaimana pesona Park Chanyeol.”

 

Baekhyun tidak balas meledek lagi, pria itu memilih untuk kedapur mengambil minuman dingin.

 

“Meong~”

 

Baekhyun mengangkat sebelah kakinya ketika seekor kucing hitam lewat dari bawah kursi. Kucing itu berhenti sebentar lalu menolehkan kepala, melihati Baekhyun dengan mata tajamnya.

 

“Kenapa dengan kucing ini?” gumam Baekhyun, “Chanyeol!” ia berseru memanggil sang pemilik rumah.

 

“APA?” Chanyeol balas teriak dari dalam kamar.

 

“Kucingmu aneh!, dia tidak berhenti menatapku!”

 

“Mungkin dia menyukaimu!. Nikahi saja dia!”

 

Baekhyun mendengus, “Kau gila!. Cepat kemari sebelum dia menyerangku!”

 

Tak lama Chanyeol keluar dari kamar dengan langkah cepat. Wajahnya menatap Baekhyun dengan masam.

 

“Cium saja dia!, nanti juga pergi.”

 

“MIAUW!”

 

Seolah protes, kucing itu bersuara dengan keras kemudian pergi meninggalkan sang pemilik dan tamunya. Baekhyun menaikkan alis heran dengan tingkah aneh hewan peliharaan Chanyeol, tak jauh beda dari tingkah sang majikan, pikir Baekhyun.

 

*Tao POV*

 

Dasar manusia gila!, mana mau aku dicium olehnya!. Dia pikir aku ini penyuka sesama jenis?, aku masih normal! Aku pria normal yang menyukai wanita cantik dan sexy.

 

“Awas ada kucing hitam!, nanti kau kena sial!”

 

Aku terkekeh mendengar ucapan tetangga sebelah. Sudah tua tapi masih percaya pada tahayul!. Mana ada kucing hitam membawa sial?, yang ada itu kau sial karena bersikap jahat padaku!. Kemarin pria tambun itu seenaknya memukuliku dengan sapu hanya karena aku mengambil salah satu potongan kimbabnya. Beruntung Chanyeol menolongku, kalau tidak tubuhku sudah penuh dengan luka lebam.

 

Eh! Ada anak SD hendak menyebrang, tapi dari arah selatan ada mobil yang melaju kencang. Gawat! Dia bisa tertabrak!.

 

“MIAAUUWW!”

 

Aigoo!, aku lupa kalau sekarang aku sedang dalam tubuh kucing hitam kampung ini. Semuanya salah Suho hyung!, jika saja dia tak menyuruhku melakukan itu… kami pasti bisa selamat dan tetap menjadi manusia tampan sampai sekarang. Awas saja jika aku bertemu dengannya.

 

*Author POV*

 

“Morning, mom. Morning, Jack.”

 

Sapa Kimberly pada sepasang suami istri itu kemudian mengambil sepotong roti, lekas-lekas ia mengolesinya dengan selai jeruk kesukaannya.

 

Setelah puas berciuman mesra di depan sang putri, nyonya Watson menatap Kimberly kesal, “Honey!. Can you call Jack as your daddy?!. Now he was your father!”

 

Kimberly bersikap acuh tapi tetap menjawab, “No he wasn’t.” kata gadis itu singkat. Ia sudah selesai dengan sarapannya, Kim mengambil tas dan bergegas pergi ke sekolah. Belum selangkah dia keluar dari ruang makan, pria bernama Jack itu menarik lengannya.

 

“Kau harus bersikap sopan pada orangtuamu.” Ujar jack tegas. Kim berdecak, masih mengacuhkan pria yang kini menjadi ayah barunya itu.

 

“Kimmie, dengarkan apa kata daddy.”

 

Kim berbalik menghadap ibunya, “Mom, please. Jangan buat aku mengulanginya lagi.”

 

Sang ibu tak bisa melawan lagi.Dia tidak mau kejadian setahun lalu terulang. Dimana Kimberly, anak satu-satunya hampir meninggal karena overdosis narkoba. Nyonya Watson, biarpun dia suka berjudi, mabuk-mabukan dan bermain dengan banyak pria, namun dia masih punya hati nurani untuk anaknya. Dia tak ingin Kimberly menjadi sama sepertinya atau lebih buruk, ia ingin Kimmie-nya menjadi gadis baik-baik.

 

Mendapati sang ibu hanya diam, Kim tersenyum puas. “Great!. Kalau begitu aku berangkat, goodbye mom! And… dad.” Walau sempat menolak, akhirnya Kim memaksakan diri untuk memanggil Jack ‘daddy’ seperti yang ibunya ingin. Biarpun Kimberly adalah gadis nakal, dia tak ingin membuat sang ibu sedih akibat ulahnya lagi.

 

Jack menghampiri nyonya Watson. Pria yang lebih muda sepuluh tahun itu memeluk sang istri, memberikan kekuatan lebih untuk wanita itu.

 

***

 

Sejak pelajaran pertama Kimberly hanya memberikan tatapan sinis pada Rapmon yang terus mengajaknya bicara. Bahkan sudah tiga guru yang menegur pria itu karena dianggap sudah mengacau dikelas.Bel istirahat berbunyi, Kim segera ke ruang latih tari. Biasanya ia akan menari sampai waktu istirahat habis bahkan bolos jam pelajaran -kalau dia dalam perasaan yang buruk-.

 

Begitu hendak memasuki ruangan, langkahnya terhenti ketika mendapati orang lain disana. Seorang pria sedang menari dengan lincah, gaya hip-hopnya begitu kental dan jangan lupakan tatapan maut milik pria itu. Dalam sekejap Kim merasa terhipnotis oleh tatapan serta tarian pria yang tidak dia kenal tersebut. Siapa dia? dan kenapa tariannya begitu memukau seperti ketampanannya?

 

Musik berhenti dan pria itu selesai menari, dia hendak menyalakan musik lain sampai matanya bertemu dengan tatapan memuja Kimberly.

 

“Ehem!” Kim berdehem untuk mencairkan suasana kaku diantara mereka, “Aku Kimberly Hyun. Salam kenal, kau?”

 

Pria itu diam, bahkan tidak menyambut uluran tangan Kimberly yang mengajaknya untuk berkenalan. Dia mengambil ponsel yang tergeletak diatas tape lalu pergi begitu saja. Kimberly menatap kepergiannya tak percaya, dia menoleh dengan kesal tapi ada rasa penasaran dalam dirinya. Dia ingin tahu siapa pria itu.

 

***

 

“Jung In-ah, aku kembali ke kelas duluan ya?”

 

Jung In mengangguk acuh dan Kyujin bergegas pergi.Jung In menggigit roti isinya, kemudian melirik kepergian Kyujin. Gadis itu tahu, niat Kyujin pamit bukan untuk kembali ke kelas, tapi melihat Chanyeol yang bermain basket secara diam-diam bersama para fans yang lain.

 

“Cih!”

 

Jung In mendengus lalu kembali memakan roti isinya. Harus gadis itu akui kalau dia juga terpesona akan ketampanan Chanyeol, tapi dia merahasiakan itu. Terlalu beresiko dan tak penting kalau orang lain tahu mengenai hal ini, apalagi Kyujin.

 

“Wah, kau ada disini rupanya!”

 

Jung In mendongak, sempat terkejut mendapati Baekhyun berdiri tepat dihadapannya sambil membawa kotak bekal. Jung In dapat mencium bau kimchi dan telur gulung, dia jadi tak fokus akan apa yang barusan Baekhyun katakan.

 

“Kau mendengarku tidak?!” sentak Baekhyun kesal karena diacuhkan.

 

Jung In berdiri, “Maaf aku harus pergi. Permisi.” Namun tak semudah itu dia bisa pergi. Baekhyun cepat-cepat mencekal tangannya. “Apa?” tanya Jung In dingin.

 

“Masalah kita belum selesai.”

 

“Aku tak merasa punya salah padamu.”

 

Baekhyun molotot tak percaya, “Hah?, kau gadis gila!. Kemarin kau mengataiku dan sekarang bilang tidak punya salah?”

 

Sunbae, mohon jangan mempersulitku.”

 

“APA?” teriakan Baekhyun yang berlebihan membuat banyak orang menatap pada mereka. Beberapa mulai berbisik membicarakan Baekhyun dan Jung In yang tengah bicara empat mata di tengah taman sekolah.

 

“Selama ini kau yang mempersulitku!, kata-katamu membuatku sakit hati!. Kau pikir siapa dirimu bisa seenaknya membuat masalah denganku?!”

 

“Aku Ryu Jung In. Salam kenal.” Dan Jung In buru-buru pergi, tak ingin lebih lama berurusan lagi dengan seniornya itu.

 

Baekhyun tak tinggal diam, dia mengikuti Jung In sambil berseru kesal, meluapkan segala emosinya pada gadis itu. Hingga Jung In lelah, dia berbalik dengan tiba-tiba membuat Baekhyun yang tak siap menabrak kepala Jung In. Pria itu memegang kepalanya yang sakit, rupanya tabrakan itu cukup keras. Baekhyun bisa melihat kepala Jung In yang sedikit berdarah karena setelah bertabrakan dengan Baekhyun, kepalanya kembali menabrak ujung penggaris besi milik siswa yang lewat.

 

Tapi Jung In tidak meringis kesakitan, wajahnya tetap dingin seperti biasa. Hanya saja tatapan matanya berubah menjadi begitu tajam dan menusuk. Dengan tatapan maut itu Baekhyun merasa tubuhnya kaku dan ada sebersit rasa takut. Tapi dia berusaha menutupi itu, dia bersikap menjadi lebih marah.

 

“Karena kau kepalaku sakit!” katanya mengabaikan kondisi kepala Jung In yang berdarah. “Kali ini kuharap kau meminta maaf atas kesalahanmu.”

 

Beberapa murid mulai bergerombol membentuk lingkaran yang mengerubungi Baekhyun dan Jung In di koridor lantai satu dekat taman sekolah. Mereka berbisik-bisik tak jelas sementara Jung In masih diam tak membalas perintah Baekhyun.

 

“Minggir!, minggir!. Permisi!” Chanyeol datang bersama Kyujin dibelakangnya. Kedua orang itu menatap cemas pada teman masing-masing.

 

Jung In mengepalkan tangannya kemudian berjalan mendekat pada Baekhyun yang tak mundur selangkahpun. Begitu jarak tinggal satu meter lagi Jung In langsung menarik kerah baju pria didepannya dengan kasar. Mata tajamnya menatap langsung kedua bola mata Baekhyun yang melotot terkejut.

 

Sunbae…”

 

‘Bugh!’

 

Pukulan keras Jung In terima dari seorang wanita yang tiba-tiba menyeruak masuk kedalam gerombolan siswa-siswi itu. Jung In memegang ujung bibirnya yang berdarah, dia melihat buku tangan wanita itu juga terluka.

 

“Apa yang kau lakukan pada Baekhyun ku?!”

 

Noona!, bagaimana kau bisa ada disini?”

 

Berbagai bisikan kembali terdengar dari para siswa dan siswi yang bergerombol. Membicarakan tentang siapa wanita yang tiba-tiba datang dan langsung memukul Jung In itu.

 

“Apa dia kakak Baekhyun?”

 

“Kalau begitu dia kakak ipar!, wuah cantiknya!”

 

“Tapi kenapa wajahnya berbeda?”

 

“Aku tak melihat kemiripan diantara mereka.”

 

“Kakak Byun Baekhyun cantik juga yah.”

 

Baekhyun menatap geram orang-orang yang membicarakan wanita itu.

 

“DIAM KALIAN SEMUA!” dalam sekejap berbagai macam bisikan itu lenyap. “Dia bukan kakakku!” seru Bakehyun menjelaskan. Dia menarik wanita itu kedalam pelukannya.

 

“Dia kekasihku!, Kim Taeyeon!”

 

~TBC~

 

Ahahahaha alohaaaaa saya datang dengan membawa chapter duaaaaa

Semoga yang ini juga menghibur seperti chapter sebelumnya. Oh iya untuk soal pemeran cameo dan yang disebut oleh Baekhyun itu cuma ketidaksengajaan dan hanya sebagai pemanis untuk ff. penambahan tokoh Taeyeon juga tidak bermaksud menjelekkan atau sebagiannya, cuma kalau pakai Taeyeon feel-nya lebih berasa gitu. Tapi serius author tidak ada maksud menjelekkan atau apapun itu. jadi semoga pembaca mengerti. Author juga minta maaf karena covernya alakadar karena author tidak bisa mengedit karena laptop layarnya eror jadi untuk sementara pakai cover yang ini dulu yeth~~ daripada banyak cingcong…

Silahkan RCL juseyooo~~~

4 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Our Handsome Cat (Chapter 2)”

  1. Seru thor ffnya! Wah siapa kah pemuda yang dance di ruang tari? Tambah penasaran.. Ditunggu chap selanjutnya. Fighting! 😀

  2. Wkwkwk..
    Itu kucing itemnya chanyeol Tao?..kkk
    And pasti kucing persia yg d tmuin kyujin pasti Sehunn yah??#nebak..wkwkwk
    Trus namja yg d tmuin kimberly d ruang dance siapa ya??

    Waah pnasaran nihh..

    Next kakk
    D tunggu klanjutanya 🙂
    Hwaiting!!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s