[EXOFFI FREELANCE] Dream (Chapter 13)

DREAM - CHAPTER 10

DREAM  –  CHAPTER 13

[JEJU-DO –  JEJU ISLAND ]

Author: Azalea
Cast : Bae Suzy (Miss A), Byun Baekhyun (EXO), Kim Myungsoo (Infinite)
Genre : Romance, Sadness.
Rating : +17
Length : Chapter
Disclaimer : Cerita ini murni dari otakku sendiri. Kalian juga bisa baca ff ku ini di wattpad. Nama id ku mongmongngi_b, dengan judul cerita DREAM. Jangan plagiat, ataupun me re-upload ff ini tanpa sepengetahuanku.

Credit poster by RAVENCLAW

Cerita Sebelumnya : CHAPTER 1 ( DREAM )  ->  CHAPTER 2 (REAL?)  ->  CHAPTER 3 (DEJA VOO)  ->  CHAPTER 4 (FATE) -> CHAPTER 5 (설레다 [ SEOLLEDA – BERDEBAR ])  – > CHAPTER 6 (LOCKVOGEL – PEMIKAT) -> CHAPTER 7 (SWEET MORNING) -> CHAPTER 8 (VERWIRRT) -> CHAPTER 9 (LÜGE – KEBOHONGAN) -> CHAPTER 10 (INSTINKT – INSTING) -> CHAPTER 11 (DINNER) -> CHAPTER 12 (BAEKHYUN STORY)

Sudah hampir empat hari Suzy berada di Pulau Jeju untuk melakukan observasi lokasi pembangunan hotel Baekhyun sekaligus observasi hotel-hotel yang berada di sekitarnya. Baekhyun memang tidak main-main mengenai ucapannya yang akan menanggung seluruh biaya akomodasi tim Suzy saat di pulau Jeju.

Semua fasilitas yang tim Suzy terima saat ini gratis, karena memang Baekhyun yang menanggungnya. Dan ini merupakan hotel ke empat yang mereka tempati dalam empat hari belakangan ini.

Karena tim Suzy berjumlah empat orang maka mereka memesan satu kamar untuk satu orang dengan kelas yang berbeda. Mereka memesan satu kamar cadangan lagi sebagai tempat berkumpul mereka ketika sedang mengerjakan proyek rancangan tersebut.

Seperti sekarang ini, Suzy sedang mengerjakan desain rancangan hotel tersebut di sebuah kamar suite di salah satu hotel bintang lima yang ada di pulau Jeju. Semua rekan Suzy sedang makan malam di restoran yang ada di lantai satu di hotel ini, meninggalkan Suzy di kamar hotel itu sendirian.

Suzy tidak terbiasa jika sedang bekerja disela dengan acara-acara lain. Dia termasuk orang yang bekerja terus-menerus tidak bisa diselingi oleh kegiatan lain hingga pada akhirnya membuatnya lupa sendiri pada segala hal, seperti waktu, makan, bahkan istirahat pun dia melupakannnya, karena saking asyiknya menggambar desain bangunan.

Tapi konsentrasinya seakan pecah saat ini. Tidak ada keinginan untuk menggambar tapi tidak ada juga keinginan untuknya makan malam bersama rekan-rekannya di restoran. Pikirannya terlalu berkecamuk saat ini, dan itu karena satu orang. Byun Baekhyun.

Sudah hampir lima hari dirinya tidak menghubungi Baekhyun, dan Suzy kesal akan hal itu. Tapi memang sebenarnya Suzy sendiri tidak memiliki nomor handphone Baekhyun sehingga dirinya tidak bisa menanyakan kabar dari prianya itu.

Mengingat pertengkarannya yang terakhir dengan Baekhyun hanya karena sebuah alasan konyol membuatnya semakin kesal akan dirinya sendiri. Dengan tidak sabaran Suzy menyambar gelas wine yang ada di dekatnya, berusaha menjernihkan pikirannya.

Sebenarnya Suzy masih dilarang untuk meminum minuman beralkohol, tapi apa mau dikata, Suzy tidak bisa bekerja jika tidak ada wine di dekatnya. Otaknya seakan tidak bisa bekerja saat cairan itu tidak memenuhi kerongkongannya.

“Ke mana yang lainnya?” ucap sebuah suara dari arah pintu masuk dan berhasil mengejutkan Suzy yang tengah asyik meminum wine kesukaannya itu hingga membuat cairan itu sedikit menyembur dari mulutnya dan berhasil mengotori kertas desain yang sedang dia kerjakan.

Suzy terbatuk-batuk saat wine tersebut ada yang masuk ke dalam saluran pernafasannya. Dirinya sedikit memukul-mukul dadanya untuk meredakan rasa sakit akibat tersedak minuman.

Gwaenchana?” tanya orang itu lagi sambil segera menghampiri Suzy, dan mengusap-usap punggung Suzy.

Wajahnya begitu khawatir saat melihat Suzy masih juga tidak berhenti terbatuk-batuk. Setelah cukup reda, Suzy segera membalikkan badannya untuk menghadap orang yang sudah membuatnya tersedak minumannya sendiri karena terkejut.

Suzy memandang orang yang di depannya ini tidak percaya. Bukankah dia ada di China? Bagaimana dia bisa sampai ke sini? Bukankah dia mengatakannya sendiri jika urusan di sana tidak tahu akan selesai kapan? Lantas kenapa sekarang dia ada di sini? Tanyanya dalam hati.

Seakan mengerti arti dari tatapan Suzy yang diberikan padanya, pria itu pun menghela nafas dalam, kemudian membawa Suzy ke dalam pelukan hangatnya.

“Aku tidak bisa berkonsentrasi bekerja, karena aku meninggalkan wanitaku dalam keadaaan marah padaku.” Ucapnya sendu sambil mengeratkan pelukannya.

Ich vermisse dich so sehr, liebe (Aku begitu merindukanmu, sayangku).” Tambahnya lagi sedikit berbisik di telinga Suzy.

“Maafkan aku.” ucap Suzy setelah sekian lama hanya diam berdiri menikmati pelukan hangat Baekhyun yang sudah lima hari ini tidak ia rasakan.

Perlahan tangannya terulur untuk memeluk pinggang Baekhyun. Merasakan Suzy yang membalas pelukannya membuat Baekhyun merasa begitu senang. Baekhyun tidak dapat membohongi dirinya sendiri jika dia memang benar-benar merindukan Suzy, terlebih pertemuan terakhir mereka yang berakhir dengan pertengkaran. Tapi semua itu sirna saat dirinya sudah bertemu dengan Suzy.

Perasaannya menguap begitu saja.

“Kenapa kau meminta maaf, hm?” tanya Baekhyun sedikit tidak mengerti.

“Karena sudah bertindak kekanak-kanakan saat kau akan pergi ke China.” Jawab Suzy sambil menenggelamkan wajahnya pada dada bidang Baekhyun. Menghirup aroma yang begitu dirindukannya.

“Aku suka cara kau marah padaku, tapi aku juga bingung bagaimana cara menanganinya.” Jawab Baekhyun jujur. “Kalau kau tidak suka, katakan saja padaku. Aku paling tidak suka jika aku tidak mengerti akan sesuatu, karena itu akan membuatku penasaran. Dan berjanjilah padaku, jangan pernah meninggalkanku dalam keadaan bingung seperti kemarin lagi, hm?” Lanjut Baekhyun sambil menenggelamkan wajahnya di leher Suzy.

Ich verspreche (Aku janji).” Balas Suzy sedikit teredam karena wajahnya berada persis di dada Baekhyun.

Good. Sekarang, biarkan aku menebus perasaan rinduku padamu.” Jawab Baekhyun, kemudian meregangkan pelukan mereka, lalu menarik dagu Suzy dengan jari telunjuknya agar sedikit menengadah ke atas.

Mata mereka sejenak saling bertemu pandang, keduanya tersenyum , dan perlahan Baekhyun mendekatkan wajahnya pada Suzy, membuat Suzy langsung menutup matanya. Perlahan tapi pasti Baekhyun mengecup lembut bibir Suzy berkali-kali.

Tapi itu tidak berlangsung lama, karena ciuman lembut itu sudah berubah. Tanpa Suzy sadari Baekhyun sedikit menuntunnya untuk lebih mendekat ke arah pinggiran meja makan bundar yang ada di ruangan itu.

Tangan kanan Baekhyun masih memeluk pinggang Suzy, sedangkan tangan kirinya berusaha menyingkirkan kertas-kertas yang berserakan di atas meja tersebut agar tidak menghalangi kegiatannya. Sedangkan tangan Suzy sendiri sudah mengalung di leher Baekhyun yang terkadang akan sedikit meremas rambut hitam Baekhyun karena gemas.

Mendapat perlakuan manis dari Baekhyun membuat Suzy merasa lemas sendiri dan membuatnya semakin merapatkan tubuhnya pada Baekhyun. Seakan mengerti keadaan Suzy, Baekhyun pun mengangkat tubuh Suzy untuk duduk di atas meja tersebut tanpa melepaskan ciuman mereka.

Kedua tangan Baekhyun bersandar pada pinggiran meja. Secara perlahan-perlahan tubuh Suzy didorong Baekhyun untuk berbaring di atas meja tersebut. Dan Baekhyun memposisikan tubuhnya di antara kedua kaki Suzy. Sekarang tidak ada lagi ciuman antar bibir, karena Baekhyun sedang mengeksplorasi leher Suzy.

Mengecupnya dengan lembut, yang kadang membuat Suzy melenguh manja. Keadaan Baekhyun sudah sangat mengenaskan, karena kedua kancing kemeja atasnya sudah terbuka dengan sebagian kemejanya tidak masuk ke dalam celana kain hitamnya. Lengan kemeja hitamnya sudah tergulung sebagian. Dan tatanan rambutnya sudah sangat acak-acakkan karena Suzy meremasnya gemas.

Tidak jauh berbeda dengan Baekhyun, keadaan Suzy juga sangat mengenaskan. Walaupun rambutnya dia gelung ke atas, tapi entah kenapa sekarang gelungan rambutnya itu sudah tidak ada. Kancing kemeja jeans yang digunakannya sudah terbuka hampir semuanya. Dan wajahnya merona menahan gelombang hasrat yang selalu ia rasakan saat bersama Baekhyun.

Selama beberapa saat mereka hanya bercumbu mesra di atas meja, sampai Baekhyun mendengar bunyi klik dari pintu dibuka. Dengan terburu-buru dia bangkit dari atas tubuh Suzy dan memaksa Suzy untuk bangkit juga dari atas meja tersebut.

Kesadaran Suzy yang belum sepenuhnya pulih membuatnya berdiri dengan terhuyung-huyung. Suzy mengerjapkan matanya bingung saat melihat Baekhyun segera memperbaiki penampilannya. Tidak berapa lama kemudian Suzy mendengar suara-suara tawa dari beberapa orang yang sedang berjalan ke arahnya.

Seakan sadar siapa yang akan datang itu, buru-buru Suzy pun merapihkan penampilannya. Wajahnya tiba-tiba pucat saat suara-suara itu semakin dekat dengan posisi di mana dirinya dan Baekhyun berada.

Melihat Suzy yang sedang berusaha mengkancingkan kemejanya, Baekhyun pun membantu Suzy dengan merapihkan rambut Suzy yang terlihat acak-acakan. Baekhyun langsung menjauhkan tangannya dari kepala Suzy saat mendengar seseorang memanggil nama Suzy.

“Suzy-ya…kami bawakan kamu makan ma…OMMOO!!!” ucapnya terhenti saat melihat Baekhyun sedang menatapnya sambil tersenyum kaku sedangkan Suzy sendiri sedang membalikkan badannya.

“Namjoo-ya, ada apa?” tanya seorang lagi yang bernama Jinki saat melihat Namjoo hanya diam mematung di pintu masuk ke ruangan makan yang ada Suzy dan Baekhyun.

“AH,, annyeonghaseyeo…” ucapnya begitu gugup sambil menganggukkan kepalanya saat menyadari Baekhyun ada di sana dan sedang dipandang Namjoo.

Baekhyun hanya bisa tersenyum ramah dan sedikit menganggukkan kepalanya juga untuk menjawab sapaan dari laki-laki bernama Jinki itu. Namjoo dan Jinki masih belum berani menghampiri posisi Baekhyun dan Suzy hingga membuatnya berdiri di ambang pintu masuk ke ruangan itu.

“Kenapa kalian hanya berdiam diri di situ?” tanya seorang laki-laki lagi yang bernama Kyungsoo saat melihat heran rekan-rekannya hanya berdiam diri saja. Saat pandangannya menatap ke depan, barulah dia sadar apa yang telah membuat keduanya hanya diam saja. “Annyeonghaseyeo…” sapanya kaku saat menyadari kehadiran Baekhyun di sana.

Baekhyun membalas sapaan Kyungsoo sama seperti apa yang dia lakukan pada Jinki. Setelah itu tidak ada lagi yang berani bersuara. Suasana canggung begitu terasa di ruangan ini. Suzy masih belum berani menatap wajah rekan-rekannya itu. Hingga akhirnya Baekhyun mengeluarkan suaranya untuk memecahkan keheningan tersebut.

“Aku datang untuk melihat sudah sejauh mana kalian bekerja selama ini.” Ucapnya kaku sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

Semua rekan-rekan Suzy hanya bisa menganggukkan kepalanya tanda mengerti tanpa mengutarakan sepatah kata apapun untuk menanggapi Baekhyun. Suasana kembali menjadi canggung, dan Baekhyun sungguh tidak menyukainya.

“Karena kalian sudah di sini, sebaiknya aku pergi. Nona Bae tadi sudah menjelaskannya sedikit padaku tentang rancangan yang sedang kalian buat.” Ucapnya lagi saat Baekhyun sadar jika letak kertas-kertas rancangan itu tidak pada tempatnya.

Kyungsoo, Namjoo, dan Jinki hanya bisa mengangguk lagi sebagai jawaban. Kemudian Baekhyun sedikit melirik Suzy yang masih belum berani menunjukkan wajahnya untuk menatap rekan-rekannya itu. Baekhyun kemudian menghela nafas dalam sebelum melanjutkan ucapannya.

“Terima kasih Nona Bae atas penjelasannya tadi.” Ucap Baekhyun bohong yang mau tidak mau membuat Suzy membalikkan tubuhnya untuk menghadap Baekhyun.

Kemudian Baekhyun tersenyum senang saat melihat keadaan Suzy yang sudah lebih baik. Suzy kemudian tersenyum kaku saat Baekhyun masih tersenyum ke arahnya.

Ich warte auf dem parkplatz des Hotels 10 Stunden später . Kommen Sie alleine. (Aku tunggu di parkiran hotel jam 10 nanti. Datanglah sendirian).” Lanjut Baekhyun pada Suzy.

Mendengar perkataan Baekhyun padanya itu membuat Suzy sangat berharap ketiga rekannya itu tidak ada yang bisa mengerti bahasa Jerman, sehingga mereka tidak akan bisa mengerti apa yang telah dikatakan Baekhyun padanya. Dan untungnya, semua rekan kerja Suzy tidak ada yang bisa bahasa Jerman, sehingga rahasia antara Suzy dan Baekhyun masih tersimpan rapih.

Setelah mengatakan itu Baekhyun berjalan untuk keluar dari ruangan itu tanpa banyak bicara lagi. Suzy hanya bisa menantap punggung Baekhyun dengan perasaan yang bercampur aduk. Sedangkan rekan-rekan Suzy hanya bisa menatap Suzy dengan pandangan yang meminta penjelasan tentang apa yang sebenarnya sudah terjadi di sini.

 

~ tbc ~

 

Aku mau membuat pengumuman untuk kalian.

Aku akan hiatus dari dunia kepenulisan. Dan masa hiatusku itu aku ngga tau akan berakhir kapan. mood menulisku benar2 hilang. Aku minta maaf. Segala cara udah aku lakukan agar bisa menulis lagi, tapi hasilnya nihil. Tidak ada lagi keinginan untuk menulis. Mungkin karena ini sudah mendekati bulan Ramadhan.

Selama sebulan penuh itu, aku akan menghilang, dan entah kapan aku akan kembali. tapi tenang saja, semua ceritaku bakal aku lanjutkan, walaupun entah itu kapan akan berakhirnya.

Kalian reader setia dream tenang saja, aku akan berlaku adil antara pembaca di wattpad sama di exo ffi. Di wattpad sudah sampai chapter 18, dan aku usahakan sebelum ramadhan tiba, kalian sudah baca sampai chapter 18.

Dan untuk yang my lady, kayaknya mau aku rombak ulang. Tapi itu masih rencana. Kita lihat saja nanti jadinya kayak apa.

Sekian cuap-cuap ngga pentingku.

Sampai jumpa di chapter selanjutnya….

 

Regards, Azalea

38 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Dream (Chapter 13)”

  1. Sumpah deg degan aku bacanyaaa
    Mereka mainnya diatas meja sih didapur lagi wkwk
    Untung gak ketauan :v
    Apa yg bakalan terjadi selanjutnya yaaa kkkk~

  2. Waaaaa aku kira suzy yg nyamperin baek. ternyata baek yg nyamperin. Duuh langsung hot begitu yaaaaa hahah. Emang kamarnya suzy engga di kunci dulu biar ga langsung pada masuk seenaknya? Hehehe.

    Yah cuma bisa berharal mood nulisnya author azalea cepet balik biar ceritanya cepet lanjut hehe. Tapi tenang aku akan sabar menunggu author! Hehehe.
    Semangat author-nim!
    -XOXO-
    nb : aku ganti uname. Sebelumnya tikannisa hehehe.

  3. aigooo berasa baru baca udh ketemu si TBC ajaaaa..

    pendek tapi sukses bikin gregettt arghhh untung baekhyun cepet geraknya dan peka jadi ngga ketauan dehh hihihi.

    hiayusnya jangan lama” ya 😀 😀

  4. hiatus??? aaaaah…😔😔
    jangan lama” yaaa…
    di tunggu kelanjutannya …
    oh iya, yg di wattpad apa namanya???

  5. Yah Hiatus:( padahal ud seneng dream fast post huhu tp gpp deh kan author jg punya kesibukan sendiri hehe semoga mood nulisnya cepet sembuh ya thor. Dream di wattap ud chap 18 thor? Huhu sayang ngga punya wattap. Penasaran banget sama dream suzy baeknya makin hari ini romancenya makin a6 wgwg
    Wait for next chap, fighting ^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s