Rooftop Romance (Chapter 3) – Shaekiran

rooftop-romance

Rooftop Romance

By: Shaekiran

 

Main Cast

Wendy Son (RV), Chanyeol, Sehun (EXO)

 

Other Cast

Baekhyun (EXO), Kim Saeron, Irene, Joy, Seulgi (RV), Taeil (NCT), Kyuhyun (SJ), Taeyeon (SNSD), Sulli (Ex- F(X))

Genres

Romance? Family? Frienship? AU?

Length Chapter | Rating PG-15

Disclaimer

Idenya cerita ini murni datang dari otak author yang otaknya rada senglek banyak (?). Maaf untuk idenya yang mungkin pasaran dan cast yang itu-itu aja. Nama cast disini hanya minjam dari nama-nama member boy band dan girl band korea.Ff ini juga dipost di wp pribadi aku (shaekiran.wordpress.com). Happy reading!

 

Previous Chapter

Teaser 1 | Teaser 2 | Teaser 3 | Chapter 1 | Chapter 2 | [NOW] Chapter 3 |

“ Hei kau! Apa kau yang bernama Son Wendy?”

 

-Chapter 03-

 

“Lama tidak bertemu nona.”

Ya! Siapa kau ?!”

 

Author POV

 

Wendy menatap namja berpakaian serba hitam di depannya. Apa orang ini sedang syuting film mata-mata? Lalu coba jelaskan pada yeoja itu mata-mata mana yang tiba-tiba saja menyapa targetnya dengan senyuman yang lebih mirip seringaian itu.

 

“Siapa kau?”

 

Wendy mulai bertanya lagi. Gadis itu merutuki dirinya sendiri sekarang. Haruskah dia melepas sandalnya lagi atau berlari ke bawah dan meminta bantuan pada salah satu sunbae-nya yang mungkin saja belum tidur? Lagi-lagi Wendy bisa mendengar seringaian orang yang berdiri sekitar 5 meter darinya.

 

Trakk!

 

Tiba-tiba tempat itu menjadi terang, tak seremang atau segelap yang sebelumnya. Wendy menengadahkan kepalanya ke atas dan nampak baginya sebuah lampu yang tadinya tidak ada sama sekali disana, setidaknya lampu itu belum ada saat dia melempar Chanyeol dengan ramen.

 

“Tak usah bingung begitu nona Wendy. Tadi aku hanya memperbaiki lampunya selagi kau pergi makan malam di sana.”

 

Namja itu kemudian menunjuk rumah di depan rumah atap itu. Benar saja, itu rumah Chanyeol. Orang ini bahkan tau darimana yeoja itu dan nama asingnya. Siapa dia? Stalker kah? Atau…

 

“Apa kau orang suruhan appa?”

 

Wendy kemudian mengeluarkan spekulasi terakhirnya yang tadinya salah dia tunjukan pada Chanyeol. Namja berwajah datar itu sedikit tertawa hambar.

 

“Kau tidak mengenaliku? Padahal aku yang paling semangat saat mengejarmu di bandara Incheon kemarin siang nona.”

 

Selesai sudah. Yeoja itu menepuk kepalanya pelan, merutuki dirinya sendiri yang sangat mudah ditemukan. Wendy menatap orang itu lagi dari ujung kepala sampai ujung sepatu kets yang dia paTaeil.

 

“Mau apa kau kemari?”

 

Wendy kemudian bertanya sambil..yah kalian taulah apa senjata ampuh dari gadis itu.

 

“Ah, tenang dulu nona. Kau tau kan sandal itu tak akan mempan padaku seperti namja yang tadi?”

 

Namja itu menunjuk ke arah sandal yang sedang dipegang putri majikannya itu dengan sedikit kekehan geli.

 

“Stalker. Dia mengikutiku sedari tadi ternyata. Kenapa kau tidak menyadarinya sama sekali Wendy?”

 

Gadis itu kembali merutuki dirinya sendiri dalam hati. Merutuki sikap cerobohnya.

 

“Ada telfon dari Tuan. Dia ingin kau yang mengangkatnya.”

 

Namja itu memberikan handphone-nya kepada Wendy. Yeoja itu mau tidak mau meletakkan sandalnya kembali dan mulai menyapa orang di seberang lautan sana.

 

15 menit. Hanya 15 menit tapi sukses membuat yeoja itu gondok setengah mati. Hampir saja dia membanting benda persegi panjang itu ke lantai kalau saja namja pemiliknya tidak segera mengambil benda itu kembali. Wendy menatap namja itu lagi. Ah, appa-nya itu benar-benar.

 

“Siapa namamu?”

 

Sekedar berkenalan. Setidaknya gadis itu perlu tau nama orang yang sebentar lagi akan terus menempel padanya kemana pun dia pergi itu. Stalker sejati yang sudah disiapkan appa-nya.

 

“Moon Taeil. Kau bisa memanggilku Taeil.”

 

Namja bernama Taeil itu menjawab pertanyaan Wendy dengan cukup lengkap. Tak mau berlama-lama, yeoja itu segera mengusir Taeil pergi.

 

“Baiklah Taeil. Aku mau tidur sekarang, dan kau silahkan pergi tidur ke rumahmu sendiri. Tenang saja, aku tidak akan kabur. Dan lagi, jangan panggil aku nona atau Wendy. Panggil aku Seunghwan.”

 

Selesai mengucapkan itu semua, Wendy langsung masuk ke rumah atapnya dan membanting pintu berwarna biru itu keras-keras tanpa mempedulikan jawaban Taeil. Namja itu nampak bengong melihat tingkah majikannya itu sekarang.

 

“Arogant sekali. Paling tidak tawarkan aku ramen yang tadi kau lempar itu. Kau tau bagaimana dinginnya mengintaimu dari tadi nona? ”

 

Taeil membatin sambil memandangi pintu biru yang baru saja dibanting si empunya itu. Dia merapatkan jaketnya kembali.

 

“Aishh, dinginnya..”

 

Lagi-lagi namja itu membatin dan mulai menuruni tangga rumah majikannya itu. Yang dia inginkan sekarang adalah makanan hangat ditambah segelas coklat panas. Dia sangat lapar setelah seharian membuntuti yeoja itu. Untung saja dia mau cepat-cepat tidur jadi jam kerja Taeil menjadi sedikit berkurang.

 

***

 

Wendy POV

Apa-apaan ayah itu. Memangnya aku ini tetap menjadi bonekanya seumur hidup apa? Yang benar saja. Aku bahkan masih ingat bagaimana intonasi suaranya yang benar-benar menyebalkan selama 15 menit tadi. Arggh! Membuatku tidak bisa tidur saja.

Aku akhirnya memutuskan keluar dari rumah atapku. Menatap sekeliling tempat tinggal baruku ini dari ketinggian sepertinya ide yang menarik. Sesekali ku teguk coca-cola kaleng yang baru saja ku pungut di lantai depan rumahku. Kalian tau kan apa maksudku? Tentu saja minuman bersoda itu adalah salah satu benda yang ikut ku lemparkan pada namja bernama Chanyeol yang salah ku kira sebagai suruhan appa-ku. Sementara suruhan appa yang sebenarnya sepertinya sudah pergi sekarang. Nampaknya perintahku menyuruhnya pulang cukup berhasil.

 

Ya! Bukannya tadi kau sudah mau tidur Seunghwan-ssi?”

 

Sialan! Aku bisa mendengar suara namja tukang mengatur itu. Ternyata dia tidak penurut sama sekali. Dengan secepat kilat aku berlari kembali ke rumah atapku. Menutup pintu biru itu keras-keras seperti yang terakhir kali ku lakukan. Aku rasa pintu ini akan segera rubuh besok jika aku terus membantingnya seperti malam ini.

 

Aku berusaha memejamkan mataku. Ah, tidak bisa. Itu sangat sulit.

 

Kresekk.

 

Si bodyguard satu itu juga berisik sekali. Bagaimana aku bisa tidur kalau namja itu sangat berisik memakan cemilannya? Ah, memikirkan suara cemilan itu malah membuat perkataan appa kembali terngiang di kepalaku.

 

“Kalau kau tidak mau kembali ke apartemen yang sudah ku sediakan di Seoul tidak apa-apa. Tidur saja di tempat yang kau mau dengan syarat bodyguard itu selalu mengikutimu kemanapun. Aku sudah mencari pelindung terbaik yang seumuran denganmu sehingga kau bisa menggangap -nya sebagi teman. Dan lagi, karena kau tetap bersekolah si SMA yang ku tentukan berarti kau satu sekolah dengan calon tunanganmu. Namanya Oh Sehun. Pacaranlah dengannya.”

 

“YA APPA! Aku tidak mau. Enak saja sampai pacarku juga ditentukan olehmu. Biarkan aku mencari pasanganku sendiri. Kau kira aku tidak laku apa? Yang benar saja appa!”

 

“Kalau begitu coba cari pacar yang bisa ku akui. Tampan rupawan, pintar, berbudi baik dan patut dibanggakan. Satu lagi, dia harus bisa melindungimu dengan kemampuannya sendiri.”

 

“Arasseo. Kalau aku menemukan namja seperti itu, appa harus membatalkan pertunanganku dan mengusir bodyguard itu dariku.”

 

“Tentu saja. Asal namja itu benar-benar punya semua hal yang ku ingingkan.”

 

Dasar bodoh kau Son Wendy. Mana ada orang seperti itu di sekolahmu? Kau harus mencarinya kemana sekarang? Hah, kalau saja kau tidak jatuh cinta dengan kakak tirimu dan merusak hari pertunangannya mungkin ini semua tidak terjadi.

 

Hati kecilku sering memarahiku yang arrogant pada semua keputusan appa. Aku tau itu sebuah kesalahan besar dengan menyetujui tantangan appa. Dia pasti sudah memainkan taktik bisnisnya padaku sekarang.

Tapi tunggu, siapa katanya tadi? Oh Sehun? Sepertinya aku pernah mendengar nama itu sebelum ini. Tapi dimana? Arrghhh!!!! Aku mengacak rambutku frustasi. Mana smartphone-ku? Sepertinya aku butuh lagu sekarang sebelum frustasi ini membuat memori suara merdu dan permaina piano kakak tiriku itu terngiang kembali di kepalaku sebagai pelampiasan.

 

***

 

Author POV

 

Gadis bersurai coklat itu kembali menenggelamkan kepalanya di meja. Jam kosong. Kim Taeyeon, guru sejarah mereka tak hadir hari ini karena urusan pribadi. Membosankan, benar-benar membosankan.

 

“ARGHHH!!! CHANYEOL OPPA…….”

 

Tiba-tiba saja semua yeoja di kelas itu berteriak, kecuali Seunghwan yang sedang asyik menenggelamkan wajahnya di meja tentunya.

 

“Ya chingudeul..Kenapa kalian harus berteriak? Tidak takut apa guru kelas sebelah datang dan memarahi kita semua?”

 

Tanpa sadar Seunghwan yang merasa ‘terganggu’ dengan teriakan yeoja-yeoja sekelasnya itu angkat bicara, membuat 21 pasang mata itu menatap yeoja bersurai coklat itu tajam.

 

“Ya Son Seunghwan! Apa di Busan tidak ada namja yang menjadi idola, eoh?”

 

Kali ini Sulli yang angkat bicara, setidaknya itulah nama yeoja itu yang diingat Seunghwan kalau tidak salah.

 

Kajja, kajja. Kemarilah. Karena kau siswi baru jadi kami akan mengajarimu. Sini eonni ajarkan.”

 

Kali ini Sooyoung yang angkat bicara. Dia menarik Wendy yang sedang tiduran itu ke jendela yang sudah penuh sesak dengan kerumunan yeoja itu.

 

“Apa kau tau kenapa semua namja di kelas kita menghilang?”

 

Seunghwan menggelengkan kepalanya pelan setelah mendengar pertanyaan tidak masuk akal dari Sooyoung itu. Yeoja bermarga Park itu pun kemudian menunjuk seorang namja berpostur tubuh tinggi yang sedang memasukkan bola basket ke dalam ring.

 

“Karena dia. Karena semua namja di kelas kita merasa rendah diri pada orang itu, apalagi saat kelas 3A melakukan pelajaran olahraga dimana kita bisa melihat pemandangan seindah surga dari sunbae yang berkeringat itu.”

 

Yeoja-yeoja yang lain langsung membenarkan perkataan Sooyoung yang menjelaskan dengan menggebu-gebu itu.

Ya Park Sooyoung, jangan sampai Sungjae memutuskanmu lagi. Aku capek harus menjadi penengah setiap kali kalian putus nyambung.”

 

Kali ini Seulgi yang mencoba mengingatkan Sooyoung bahwa yeoja bersurai hitam itu sudah mempunyai seorang namchin bernama Yook Sungjae.

 

“Biar saja, toh dia sedang asyik di kantin.”

 

Dengan santai yeoja itu menjawab nasihat Seulgi dan kembali fokus menerangkan tentang sunbae mereka itu pada sang sisiwi baru yang adalah Wendy.

 

“Kau sudah merasakan sensasi kehebatan sunbae itu?”

 

Kali ini bukan Sooyoung lagi yang bertanya karena sekarang Seulgi yang nampak masa bodoh dengan namja itu malah terang-terangan memuji sunbae yang sedang bermain basket di lapangan.

 

“Memangnya apa kelebihan Chanyeol sunbae selain fisiknya yang tinggi dan…tampan?”

 

Wendy menelan ludahnya sendiri saat selesai melontarkan pertanyaan itu. Bayangan dada bidang Chanyeol yang kemarin menempel di kepalanya tiba-tiba muncul ke permukaan hingga gadis itu harus berulang kali berusaha memfokuskan diri. Memangnya salah siapa kalau dia tidak pernah dipeluk namja selama ini sehingga efek pelukan tidak sengaja dari sunbae itu benar-benar luar biasa?

 

“Itu karena kau belum mengenalnya. Dia itu namja tersempurna yang pernah ada. Dia memenangkan setiap lomba yang dia ikuti. Mau itu lomba olahraga, akademik, musik, dan banyak lagi. Kau tidak akan bisa menemukan orang sepertinya lagi dengan mudah.”

 

Sooyoung kembali menjelaskan dengan rinci. Wendy yang mendengar itu malah semakin bingung dibuatnya.

 

 

Wendy POV

 

“Itu karena kau belum mengenalnya. Dia itu namja tersempurna yang pernah ada. Dia memenangkan setiap lomba yang dia ikuti. Mau itu lomba olahraga, akademik, musik, dan banyak lagi. Kau tidak akan bisa menemukan orang sepertinya lagi dengan mudah.”

 

Ya, apa maksud Park Sooyoung? Memangnya ada orang seperti itu?

 

Sooyoung yang menangkap aura kebingunan dariku ini sepertinya mau menjelaskannya lebih rinci. Ada juga gunanya punya chingu seperti yeoja satu ini yang full informasi.

 

“Maksudnya sunbae itu jenius.”

Dia mengucapkan satu kalimat itu lalu berhenti sebentar. Dia menarik nafasnya pelan dan kembali melanjutkan penjelasannya.

 

“Soal akademik jangan ditanya lagi. Dia tidak pernah belajar tapi dia selalu bertengger di posisi pertama saat pengumuman hasil ujian. Olahraga? Kau liat sendiri kan tubuhnya yang atletis itu? Musik? Itu satu yang sama sekali tidak boleh kau ragukan dari dia. Dia bahkan bisa membentuk band dengan satu orang Park Chanyeol sebagai gitaris, bassis, drummer, pianis, vokalis dan rapper. Pokoknya dia sempurna dalam segala hal. Fisik? Lihat saja tampang mempesonanya yang seperti setengah dewa itu.”

 

Aku sedikit terpaku mendengar penjelasan lebih lanjut dari Sooyoung. Sebegitu sempurnanyakah seorang Park Chanyeol yang kemarin dia lempar dengan plastik berisi ramen?

 

“Pokoknya, dia orang yang patut dibanggakan. Apalagi dibanggakan sebagai pacar.”

 

Tunggu, kata-kata Seulgi sedikit mengingatkanku pada sesuatu. Dibanggakan? Ah, benar juga. Perkataan appa kemarin kembali terlintas di otakku.

 

“Kalau begitu coba cari pacar yang bisa ku akui. Tampan rupawan, pintar, berbudi baik dan patut dibanggakan. Satu lagi, dia harus bisa melindungimu dengan kemampuannya sendiri.”

 

Aku mulai berpikir lagi. Chanyeol tampan, harus ku akui dia memang tampan rupawan. Satu syarat appa terpenuhi. Pintar? Kalau melihat penjelasan Sooyoung tadi, Chanyeol sunbae pastilah sangat pintar. Baik? Kalau baik itu bisa diatur. Lagipula namja itu kelihatannya tidak jahat-jahat amat. Patut dibanggakan? Tentu saja orang seperti itu wajib dibanggakan, apalagi dia menang banyak lomba di berbagai bidang. Tinggal satu lagi.

 

“Apa dia bisa bela diri?”

 

Ya, pertanyaan terakhir yang bisa melengkapi list yang diberikan appa kemarin.

 

“Tentu saja. Dia itu sabuk hitam taekwondo.”

 

Jawaban Seulgi membuatku seperti terbang ke langit ke 7 dan ingin menari hula-hula disana. Sempurna. Ternyata tidak sulit mencari orang seperti yang diinginkan appa.

 

“Tapi, dia juga terkenal playboy. Hampir semua yeoja di sekolah ini pernah berkencan dengannya.”

 

Playboy? Justru itu semakin sempurna Sooyoung-ah. Dia pasti mau jadi pacarku, ani..berpura-pura jadi pacarku agar aku terbebas dari perjodohan yang sudah disiapkan appa.

 

Ya! Apa yang sedang kalian lakukan? Berhenti berkumpul di bangkuku.”

 

Sebuah suara berat tiba-tiba membuyarkan lamunan indahku. Kini semua yeoja di kelasku sedang menatap namja itu dengan tatapan ingin memakannya hidup-hidup.

Ya Oh Sehun. Makan saja di kantin sana. Kami masih sibuk memperhatikan oppa kami. Salah sendiri bangkumu menjadi tempat paling strategis untuk melihat oppa.”

 

Kali ini bisa ku lihat Sulli yang bicara. Aku sangat yakin nama yeoja itu adalah Choi Sulli karena aku sudah melihat name tagnya. Perdebatan sengit pun terjadi diantara namja itu dengan yeoja-yeoja kelasku.

 

Tunggu, Oh Sehun katanya tadi?

 

“Seulgi-ah, berapa orang namja bernama Oh Sehun di sekolah ini?”

 

Kang Seulgi yang mendengar pertanyaanku langsung menatapku aneh seperti melihat alien saja. Tak lama kemudian sebuah tawa keluar dari mulut yeoja itu.

 

Ya, apa maksudmu? Tentu saja hanya ada satu namja bernama Oh Sehun di sekolah ini”

 

Mataku sukses membulat sempurna saat mendengar jawaban Seulgi. Jadi calon tunangan yang dimaksud appa adalah teman sekelasku sendiri? Pantas saja kemarin aku merasa seperti pernah mendengar nama namja itu sebelumnya.

 

“ Hei kau! Apa kau yang bernama Son Wendy?”

 

 

To Be Continued

 

 

 

 

 

 

 

59 thoughts on “Rooftop Romance (Chapter 3) – Shaekiran

  1. Woaaaaaaahhh chanyeol keren bgt 🙂 y ampyuuuunn dy cocok bgt bt pacar yg diinginkan ayahnya wendy 😀 ooo…. Sehun jg ada dsitu ???

    • Duduh, Chanyeol kan emang selalu keren di segala situasi dan kondisi /plakk/😄
      Cucok pan? Makanya Wendy ngebet si chan , hehe..:D
      Iyaps, ada bang thehun juga😄
      Thanks for reading, baca next chap yaw.😀

  2. Ping-balik: Rooftop Romance (Chapter 13) – Shaekiran | EXO FanFiction Indonesia

  3. Ping-balik: Rooftop Romance (Chapter 14) – Shaekiran | EXO FanFiction Indonesia

  4. Aih…. mas bulaaaaan!!!!! Ente kenapa jadi bodyguard nya???? Pengen jadi wendy😭
    Si taeyeon juga kok jadi guru sejara? My favorit bias….

    Keep writing and fighting

    • Kenapa ??? Wae?? aku juga pengen jadi wendy kalo gitu chingu, dikelilingi cogan mulu,😄 /PLAKK/
      Kenapa jadi guru sejarah? Gak tau juga chingu, cuma cameo aja kalo taeyeon disini.😄
      Eh, sama dong bias kita /PLAKK/😄

      Thanks for reading, cintakuh padamuh❤

  5. Oh my gawd, wendy mulain mikir buat jadiin chanyeol pacar ni
    Ah kacau

    Iya ya sehun juga pasti taulah ya kalo tunangannya sekolah d sekolah yg sama ama dia
    Ckckckkc

    • Iya, kacau si wendy. Main rekrut suami ane aja,(*open you eyes..😂🔫)
      Iya, sehun curiga noh sama identitas wendy, wkwkwk..😂
      Baca next charter ya chingu,thanks for reading.😉😊

  6. nah chanyeol cocok dah sama wendy.. udah masuk persyaratan jadi menantu appanya wendy
    tapi sehun cogan juga
    yodah sehun buat gua ae
    okeokeh lanjut baca lagi

    • Wkwk, cocok yak? 😂😂
      Calon nanti yg baik, tapi sayang playboy,xixixi..😂
      Iya, bang cadel juga cogan, monggo di embat chingu, kalo saya mah setia sama bang tiang aja.(?)😂
      Monggo dilanjut bacanya chingu.😄
      Thanks for reading.😉😊

    • Nanti deh liat gimana endingnya sama author sengklek ini chingu..😄
      Wkwk, kayaknya iya deh chingum. Wendy kan disini gila macem authornya. 😄
      Baca next chap ya. Udah ada chap 4 nya lo di exoffi. Thanks for reading.😄

    • Wkwk, syukur deh kalo chingu suka..😄
      Tunggu next chap ya, liat aja nanti wendy di pairing sama siapa ama auhtor labil ini. 😂
      Thanks for reading chingu..😄

  7. Aku jatuh cinta sama cerita ini. Berharap momen wenhun walau wendy g ama sehun…. Hehe (jgn di tabok ya readersmu ini, wkwk)

    • Jatuh cinta, oh sejuta rasanya (*dilempar tetangga ama setrikaan karena nyanyi teriak” yg falsnya nyampek ke kantor kelurahan..😂)
      Blm tentu lho siapa couple disini, author yg shaeki ini kan labil..😂 (*ditabok 😂)
      Gak bakal ditabok kok chingu, paling disuruh baca ff ini ampe tamat aja..😄😁😂 (*lalu malah ane yg ditabok /abaikan/😂)

      • Pasti aku baca sampai tamat. Alnya aku mampir ke sini tiap hari buat ngecek updatenya. Btw, bodyguardnya seumuran? Aduh, bolehlah ada momen wendytaeil juga (banyak cincong ni readers, wkwk)
        Wait for update authornim….

      • Bagus deh kalo chingu mau baca ff abal” ini sampai tamat, jeongmal kamsahamnida..😄😄
        Iya, ntu bodyguardnya seumuran, bapaknta si wendy otaknya rada gesrek sih, biar anaknya jangan kabur kali, kan kalo dikasih bodyguard ahjussi” kan ntar wendy nya males, nah nih dikasih bodyguard tamvan dan seumuran, kan enak tuh.
        😄😄😁😂 (*trus shaekiran digampar..😂) tenang, bakal ada momen wentaeil kok, yg pasti ff ini konflik cinta banget banget, wkwkwk.😂😁
        Thanks for reading chingu..😄 jangan lupa mampir lagi ke chapter selanjutnya ya..😄😄

  8. Kyaaaaa~….
    Keren banget ff nya…
    Pokoknya aku gak mau tau nih ff harus di lanjut titik. Hehehe
    Semangat ya thor nulisnya

  9. Akhir akhirnya greget weh 😂 akhirnya mereka sadar dan tebakan sayah benar, sudah Wendy ama Sehun aja jangan ama tiang 😂😂
    Jam lama lama thor nextnya gregetan nih
    Di tunggu nexrnya hoho!

    • Gregetan, jadinya geregetan (*malah nyanyi kan minta ditabok shaekirannya..)😂
      Aish, si yeol disamain ama tiang..😂
      Tunggu next chap chingu..😄
      Thanks for reading..😄

    • Syukur deh kalo reader bilang makin seru (*joget hula” depan rumah tetangga lalu dilempar pakek panci sayur) 😄
      Tunggu next chapter ya…thanks for reading.😁

  10. woahhhh, tambah seruu kak author^^
    next ya kak^^
    udah gak sabar nihh, hehehe /emang gak sabaran mulu/ maklumin sifat reader satu ini yakk..^^

    • Syukur deh kalo tambah seru..😄
      Sabar ya nunggu next chapnya, karena shaeki gak bisa janji cepet nge next ff ini karena real life shaeki lagi gak mendukung..😂😔
      Thanks for reading, jangan lupa tunggu next chap yo. 😄😄

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s