[EXOFFI FREELANCE] Marriage Without Love (Chapter 13)

fanfiction-marriage-without-love

Title : Marriage Without Love

Author : Jung Ki Ki

Genre : Romance, Comedy, Marriage – Life

Leght : Chapter

Rating : 15+

Cast :

  • Park Chan Yeol
  • Jung Eun Ji
  • Kim Myung Soo
  • Ahn Ha Ni

Disclaimer :

  FF ini benar benar buatan saya, namun beberapa alur saya dapat dari beberapa Drama. Jika ada kesamaan yang lain pun, saya minta maaf namun saya tekankan bahwa FF ini murni buatan saya. Terima kasih.

Author’s Note :

  WARNING!! Typo bertebaran dimana mana.

Inspiration :

  • Marriage Not Dating
  • Full House
  • The Girl Who Sees Smile

Summary :

  Pernikahan tanpa cinta, dialami oleh Pasangan muda ini. Mereka menikah tanpa adanya perasaan cinta dan membuat mereka mengalami Kisah Pernikahan yang unik.

 

 

Chapter 13

Sebuah situasi dan suasana yang buruk, bahkan paling buruk, sepanjang masa ia menjalin hubungan kontrak dengan pria berprofesi sebagai Dokter itu. Sungguh, ia tak mengerti bagaimana harus menghadapi 2 pria yang mulai beradu mulut kencang.

“Eun Ji-ah.. ” panggil Chan Yeol lirih, dan menahan amarah-nya. “Antara aku dan Myung Soo,, mana yang akan kau … pilih?”

Deg.. apa-apaan ini? Kenapa jadi bertanya antara memilih? Apa itu masuk akal?

“Eun Ji-ah.. ” panggil lagi Myung Soo juga lirih. “Jawab, siapa yang akan kau pilih diantara kami. Kau harus menjawabnya sekarang.” Ahh.. kenapa Myung Soo harus ikut-ikutan meminta jawaban dari pertanyaan konyol itu?

Ini sungguh diluar batas kemampuannya. Kenapa ia jadi harus memilih antara 2 pria tampan ini? Aduh.. apa yang harus ia lakukan?

“Aku … ”

 

*** ***

 

Park Chan Yeol berjalan mendahului Jung Eun Ji menuju mobil-nya yang terparkir. Eun Ji berusaha untuk menyamai langkah-nya, namun, sebaliknya, Chan Yeol memercepat langkahnya. Menyebalkan!

Eun Ji terus melakukannya sampai amarah-nya sudah di ujung tanduk sekarang. Detik kemudian, ia menghentikan langkah-nya. Ia tak ingin mengikuti atau sekedar mengantarkan Suami Kontrak-nya itu.

Serasa tak ada lagi yang mengikuti-nya, Chan Yeol menghentikan langkah-nya dan detik kemudian menolehkan kepala-nya sampai ia harus membalikkan badannya sekali.

“Apa yang kau lakukan disana? Tanya heran Chan Yeol.

“Aku tak mau mengikuti-mu atau mengantarmu ke mobil.” Ucap Eun Ji.

“Apa?”

“Seharusnya, aku benar benar marah sekarang. Kenapa malah kau yang harus mendiam-kan aku seperti ini?”

“Siapa? Aku?? Kapan?!”

“Kau sungguh menyebalkan!” Ucap Eun Ji kesal sembari menatap pada Chan Yeol. Berharap bisa mengutuk pria itu, sekarang juga!!

“Kau ini kenapa? Jangan membuat-ku bingung.”

“Aku? Bukankah itu dirimu?” Timbal Eun Ji. “Kau berkelahi dengan Myung Soo lalu tiba-tiba aku menjadi bahan pelampiannya. Kau meminta-ku untuk memilih salah satu dari kalian. Apakah itu masuk akal?”

“Walau pada akhirnya kau tidak menjawab, bukan?”

“Tetap saja. Kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu dan tentu aku tak bisa menjawab. Kalian adalah orang-orang terdekat-ku, orang-orang yang aku sayangi.”

“Apa kau sedang menyatakan bahwa cinta-mu kau bagi menjadi 2?”

“Apa?”

“Siapa kekasih-mu dan bukan kekasih-mu? Jawab aku!!”

Aduh!! Ini takkan berhasil untuk dihentikan. Auh!!

“Tentu kau adalah Kekasih-ku, dan Myung Soo adalah Sahabat-ku. Haruskah itu dipertanyakan?”

“Lalu, kenapa kau tidak menjawab-nya seperti itu tadi? Apa sulitnya kau menjawab bahwa kau memilih-ku. Jelas-jelas bahwa kau mencintai-ku.”

Huh~ ia jadi kebingungan untuk membalas ucapan Chan Yeol. Kenapa ia merasa dipojokkan sekarang?

Berjarak 4-7 langkah diantara keduanya. Mereka hanya menatap satu sama lain dari jarak sejauh itu. Eun Ji dengan pemikiran yang lain dan Chan Yeol yang menunggu alasan gadis-nya itu. Huh~ jadi, apa jawaban-mu, Jung Eun Ji?

Singkat cerita, Jung Eun Ji kembali ke apartemen dan menemukan Kim Myung Soo yang sedang membereskan piring-piring yang ada di meja makan. Eun Ji yang merasa tidak enak hati, segera menghampiri dan membantu Myung Soo.

“Aigoo~ kenapa kau melakukannya? Jika kau seperti ini, Istri-mu bisa menjadi  Suami-mu nanti.” Ujar Eun Ji sedikit guyon.

“Benarkah?” Timbal Myung Soo.

“Tentu saja. Kalian bertukar peran dalam rumah tangga kalian.” Ujar-nya lagi.

“Itu tak masalah selama kami bisa bahagia sampai 100 tahun lebih lamanya. Sampai kami bosan untuk saling mencintai.” Timbal Myung Soo.

Mendengar-nya, entah sedikit membuat Eun Ji goyah. Entah kenapa, ia jadi terbayang bahwa cinta sejati-nya adalah Kim Myung Soo.

“Tidak! Itu takkan mungkin. Dan aku tidak bisa berpikiran se-konyol itu.” Batin Eun Ji sembari menggelengkan kepala-nya, mengelak semua apa yang ia bayangkan.

“Eun Ji.. kau baik-baik saja?” Tanya Myung Soo dan membuat Eun Ji membuyarkan lamunannya.

“Apa? Euh.. aku baik-baik saja.” Dan kembali melanjutkan kerjanya.

 

The Other Place

“Kau harus menerima-nya, demi kepopuleraritas-mu sebagai Idol, Ahn Ha Ni.” Seorang pria bernota bene sebagai CEO di agensi Ahn Ha Ni bernaung. Ia beragumen tentang persoalan sang Artis yang belum juga mengambil keputusan untuk mengambil tawaran web drama tersebut. “Ini sudah hampir 1 minggu tawaran tersebut dilayangkan, dan aku belum juga mengambil keputusan.”

“Ya.. aku masih memikirkannya, tapi kenapa anda mendesak-ku untuk menerimanya?” Timbal seorang Ha Ni yang duduk di hadapan CEO tersebut.

“Aku sudah mengatakan, ini demi kau. Semenjak kita mengadakan konferensi pers 6 bulan yang lalu, popularitas-mu menurun.” Jelas sang CEO.

“Ha Ni.. ”

“CEO.. ” Panggil seseorang yang baru saja membuka pintu ruang milik CEO tersebut. Ia Kim Hee Chul.

“Hee Chul-ah!! Kau disini?” Pekik CEO.

“Hee Chul.. kenapa akhir-akhir ini ia sering muncul di hadapanku? Ahh.. sial!!” Batin Ha Ni kesal.

“Yeah~ aku ingin berkunjung.”

“Hey~ bukankah beberapa hari yang lalu kau datang? Sebegitu besar-kah kau rindu padaku?”

Detik kemudian, Hee Chul terkekeh mendengar apa yang dikatakan Mantan CEO-nya itu. “Lebih besar setelah Ha Ni.”

Deg.. apa maksud-nya? ‘Lebih besar’ darinya? Apa yang ia bicarakan?

“Ya ampun~ Hee Chul, kau masih pandai bercanda.”

Baiklah,, Ha Ni mulai merasa panas setelah Senior-nya itu datang. Ia akan pergi.

“CEO.. aku akan kembali ke apartemen.” Ujar Ha Ni.

“Ahh.. baiklah. Ahh ya,, tentang web drama itu, segera konfirmasi-kan padaku.”

“Baik.. ” Ha Ni bangkit dari duduknya dan segera meninggalkan ruangan tersebut.

Ha Ni dengan sedikit kekesalan hanya bisa bergumam tentang Hee Chul. Ya ampun~ beberapa hari ini ia terus dipertemukan dengan sosok menyebalkan itu. Sedikit cerita saja bahwa saat ia masih menjadi Trainer, Kim Hee Chul adalah salah satu Senior yang sering menjahili-nya. Tak peduli seperti apa suasana yang menemani, pria cantik itu selalu me-bully dirinya.

Jika-pun ia balas dendam dengan pria itu, pada akhirnya ia mendapat balasan lagi. Sungguh malang. Dan mengingat masa-masa saat itu, sungguh membuat dirinya ingin terjun dari gedung bertingkat 100. Huh!!

Ahn Ha Ni yang telah berdiri di sebuah lift, menekan tombol panah ke bawah. Huh~ ia segera ingin pulnng ke apartemen dan melanjutkan tidur-nya. Namun, baru saja bersyukur setelah terlepas dari borgol itu, ia kembali dikaitkan dengan borgol tersebut.

“Hey~ sudah mau pulang?” Sahut seorang Kim Hee Chul.

“Bukan urusan-mu.” Jawab sinis Ha Ni.

“Benarkah? Padahal, aku akan memberi tumpangan gratis untukmu.” Timbal Hee Chul. “Sayang sekali.. ”

“Jika pun aku pulang, aku takkan menerima tawaran Senior.” Timbal balik Ha Ni. “Terima kasih.. ”

“Yeah~ aku takkan memaksa juga tentang tawaran-ku barusan.” Ujar Hee Chul lagi. “Tapi, aku akan memaksa-mu untuk menerima tawaran web drama itu.”

“Maaf?” Ha Ni terpekik mendengar-nya. Huh~ sebenarnya apa yang diinginkan Hee Chul?

 

*** ***

 

Park Chan Yeol, Dokter tampan itu baru saja memasuki mobil-nya. Sudah malam, tapi ia belum berada di apartemen. Sesuatu hal membuat-nya gila. Maksud-nya, ia merasa bersalah pada Eun Ji hari ini. Ia memang tengah -sedikit- berkelahi dengan Kim Myung Soo dan membuat amarah-nya juga ia lampiaskan pada Jung Eun Ji. Sungguh jahat ia memang, namun sudahlah.

Chan Yeol yang membeli sebuket bunga, sekarang mengendarai mobil untuk menuju apartemen-nya.

Sesampainya di gedung apartemen, ia segera memasuki gedung tersebut dan menuju apartemen. Sedikit ada kegugupan saat ingin mendorong knop pintu itu.

Tidak.. ini tidak benar, Park Chan Yeol.

“Hey~ kau seperti pecundang, Park Batu.” Gumam-nya yang bahkan sampai menyebut dirinya ‘Park Batu’. Apa ia sudah menerima sebutan dari Eun Ji itu?

Chan Yeol meraih dan mendorong knop pintu itu sampai terbuka.

Disisi lain, Jung Eun Ji terlihat sedang membuat jus. Euh.. tiba-tiba saja ia ingin minum jus, tepatnya jus jeruk. Mungkin, ini keinginan sang calon anak.

Detik kemudian, Eun Ji mengalihkan pandangannya ke jam dinding. Sudah pukul 8 lebih, kenapa 2 pria itu tak kunjung pulang. Selebih Chan Yeol, seharusnya ia sudah pulang 2 jam yang lalu.

“Huh~ kemana mereka? Hanya karena sedang berkelahi, mereka tidak pulang? Yang benar saja!!” Gerutu Eun Ji sebelum meminum jus jeruk-nya yang sudah jadi.

“Kata siapa aku tidak pulang?” Sahut seseorang tiba-tiba. Park Chan Yeol!!

“Park Chan Yeol?! Kau sudah pulang?”

“Apa kau memang tidak ingin aku pulang?”

Detik berikutnya, Eun Ji berjalan cepat menghampiri Chan Yeol dan memberikan sebuah pukulan ke bahu pria itu. Tentu hal itu membuat Chan Yeol kesakitan.

“Yak!! Kenapa tiba-tiba memukul-ku? Aish.. sakit sekali!!” Timbal Chan Yeol.

“Aku hanya khawatir, jika salah satu dari kalian tidak pulang. Aku benar benar kesepian.” Ujar Eun Ji.

Tunggu,, apa itu? Apa yang ada dibalik punggung Chan Yeol?

“Kau bawa sesuatu?” Tanya Eun Ji.

“Apa?” Pekik Chan Yeol. Haruskah ia berikan bunga itu sekarang?

Chan Yeol menarik tangannya yang ia sembunyikan di balik punggung-nya. Ia memberikan sebuket bunga itu pada sang gadis tercinta.

“Euh.. bunga? Untuk apa kau membawa bunga?”

“Sebagai tanda penyesalan-ku.” Ucap Chan Yeol. “Aku menyesal karena menjadikan-mu pelampiasan keamarahan-ku.”

Eun Ji tersenyum, sedikit ingin menggoda pria itu juga. “Ahh.. jadi, kau sudah mengaku kalau kau salah? Tentu, kau harus memiliki perasaan tersebut.” Ujar Eun Ji. “Tapi, tak hanya itu. Kau dan Myung Soo juga harus saling meminta maaf.”

“Apa? Kenapa jadi begitu?”

“Kau tidak mau?”

“Tentu saja.. bahkan, sampai Jun Ho lahir ke dunia ini, aku takkan pernah meminta atau menerima maaf darinya.”

“Hey~ Chan Yeol.. ”

“Ada sebuah alasan mengapa aku bersikap acuh tak acuh dengan Myung Soo selama ini, Eun Ji-ah. Jadi, mengertilah.. ” dan setelah itu, Chan Yeol pergi meninggalkan Eun Ji untuk ke kamar-nya. Aduh.. kenapa malah jadi seperti ini?

 

Jung Eun Ji’s POV

  Benar.. seumur hidup-ku, mengenal Park Chan Yeol dan Kim Myung Soo, tidak pernah melihat mereka saling akrab. Ini sedikit misteri bagiku. Kenapa mereka seperti itu?

Ahh.. aku ingat! Aku pernah dengar kalau keduanya pernah berada di 1 sekolah dasar yang sama. Apakah sesuatu pernah terjadi saat mereka masih anak-anak?

Aku memasuki kamar dan melihat Chan Yeol sudah mengganti pakaian-nya. Ia duduk di pinggir kasur kami. Apa ia baik-baik saja?

“Chan Yeol.. ” panggil-ku lirih. “Kau baik-baik saja?”

Ia menarik nafas-nya dan menggerakkan tangannya ke wajah. Apa yang terjadi?

“Eo.. Eun Ji,, ada apa?” Sahut-nya yang sekarang telah menghadapkan dirinya padaku.

“Apa kau baik-baik saja?” Tanya-ku lagi.

“Tentu.. memangnya, aku kenapa?”

“Apa kau baru saja menangis?”

“Tidak.. aku tidak menangis.”

“Jangan bohong!” Tidak,, aku tahu ia bohong.

“Eun Ji.. aku– ”

“Katakan semuanya! Kenapa harus kau simpan sendiri jika ada aku disini?” Ucap-ku. “Bukankah aku pernah mengatakannya? Bahwa, percayalah padaku untuk mendengar semua keluhan-mu. Aku tidak ingin melihat-mu seperti ini lagi. Ini menyakitkan untuk aku rasakan juga.”

Oh ayolah~ Park Chan Yeol,, aku sungguh tak kuat menghadapi emosi ini.

“Kau.. sungguh ingin mendengarnya?”

“Tentu.. aku akan mendengar sampai semua luapan-mu hilang.”

Chan Yeol menarik nafas-nya lagi dan kemudian bangkit dari duduk-nya. Ia berjalan mendekati-ku dan setelahnya menatap tajam padaku. Meraih kedua tangan-ku dan detik kemudian berusaha tersenyum tegar untukku. Tidak,, jangan lakukan.

 

Flashback Naration

  13 Tahun yang lalu, tepatnya saat kisah 2 Sahabat yang sama-sama duduk di bangku kelas 5 Sekolah Dasar terukir. Mereka bersahabat sejak salah satu dari mereka masuk ke sekolah tersebut berkat kecerdasannya. Mereka selalu bersama, tak peduli sebuah cerita duka menimpa, mereka tetap bersama.

Namun, sampai suatu hari, seorang bocah laki-laki bernama lengkap Kim Myung Soo mulai mendapatkan perlakuan tak terpuji dari beberapa anak di sekolah. Mereka me-bully Myung Soo hanya karena seorang Myung Soo yang hanya anak ingusan bisa masuk ke sekolah elite tersebut. Mereka yang me-bully Myung Soo hanya bisa berasumsi tentang Myung Soo yang hidup dengan kemiskinan bisa datang ke sekolah tersebut.

Park Chan Yeol, Sahabat Myung Soo, berusaha untuk melindungi Sahabat-nya. Namun, ia selalu mengurungkan niatannya hanya karena takut. Chan Yeol -kecil- adalah sosok yang lemah. Dibanding Myung Soo, Chan Yeol lebih takut jika sesuatu hal buruk terjadi padanya.

Sampai suatu hari, sebuah keretakan dalam hubungan persahabatan mereka mulai tumbuh. Hari itu adalah hari saat Kim Myung Soo dihajar habis-habisan dengan genk bully itu. Sedangkan, disisi lain, Park Chan Yeol yang melihat-nya hanya bisa diam terpaku. Myung Soo yang biasanya akan tetap diam dengan semua perlakuan itu, pada akhirnya meminta pertolongan dari Sahabat-nya. Namun, apa yang terjadi? Chan Yeol pergi meninggalkannya tanpa sedikit pun menolehkan  pandangan ke arah Myung Soo. Seakan ia tak peduli lagi dengan keadaan Myung Soo hari itu.

Myung Soo yang menyadari hal itu berpikiran buruk tentang Chan Yeol yang meninggalkannya. Baik, ia merasa buruk bahwa seorang Chan Yeol mulai mengkhianati persahabatan mereka. Semenjak hari itu juga Chan Yeol terus menghindar darinya dan mulai bergaul dengan anak lain. Tak masalah jika ia dengan anak lain, tapi haruskah ia memertaruhkan persahabatan mereka juga? Itulah yang dipikirkan oleh Myung Soo.

Namun, diluar sana, Park Chan Yeol memiliki alasan mengapa ia pergi meninggalkan Myung Soo yang benar-benar terpuruk saat itu.

 

Flashback Off – Author’s POV

 

  Kembali ke waktu saat ini dan masih dengan keadaan dimana Jung Eun Ji bersama Park Chan Yeol tengah berbaring di kasur dalam posisi saling berpelukan. Eun Ji yang tepat berada di dada Chan Yeol mendengarkan secara seksama cerita Chan Yeol. Seksama dalam arti tak ingin melewatkan 1 kata-pun. Karena, baginya, hal ini cukup penting untuk ia dengarkan.

“Lalu, apa yang terjadi? Dan, apa alasan-mu meninggalkan dan menjauh diri dari Myung Soo?” Timbal Eun Ji menanyakan hal yang masih tak ia mengerti.

“Aku membuat sebuah perjanjian dengan genk bully itu.” Ujar Chan Yeol. “Aku meminta untuk mereka berhenti menyakiti Myung Soo. Awalnya mereka menolak, mereka bilang sudah menjadi ‘rutinitas’ untuk menyiksa Myung Soo saat itu. Tapi, aku tidak menyerah sampai sebuah pemikiran terlintas.”

Diam untuk sejenak, dan Eun Ji masih asik dengan posisi-nya saat ini.

“Aku bilang, aku rela menjadi budak mereka sampai lulus Sekolah Dasar. Aku tak masalah jika 1 tahun lebih menjadi budak mereka. Yang terpenting, Myung Soo tak lagi di-bully oleh mereka.”

Eun Ji benar-benar tak menyangka bahwa sebuah cerita seperti itu pernah terjadi pada sosok Park Chan Yeol. Ia rela dibenci, diperbudak, demi sebuah persahabatan. Bahkan, sampai sekarang, Chan Yeol masih bersikap acuh tak acuh pada Myung Soo. Sampai sekarang.

“Setelah kelulusan, aku dan Myung Soo tidak lagi bertemu sampai aku datang ke sekolah kalian.”

Eun Ji mengangguk dan ia kembali teringat masa-masa setelah kedatangan seorang Chan Yeol ke SMA-nya.

“Kau ingat, di hari pertama aku datang, aku sudah dihadapkan oleh genk bully lagi. Aku masih tidak tega melihat anak yang disikapi secara tidak adil. Jadi, aku mencoba menolong-nya.”

“Benar.. dan aku masih ingat.” Sahut Eun Ji kembali teringat hari itu. “Ya ampun.. aku jadi ingin tahu nasib mereka yang memukuli-mu.”

Chan Yeol menyinggungkan senyuman dan kembali berkata bahwa ia tak peduli bagaimana mereka memukuli-nya. “Tapi, setelah kau meninggalkan aku di ruman sakit, Myung Soo datang menemui-ku. Dan untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, aku kembalo berbicara dengannya.”

 

Flashback On

  Beralih pada kejadian 7 tahun yang lalu, melihat seorang Jung Eun Ji yang mencoba membantu membopong Park Chan Yeol untuk keluar dari rumah sakit.

“Sudahlah.. kau pergi saja. Aku sudah tak apa.” Ujar Chan Yeol.

“Apa maksud-mu ‘tak apa’, huh?” Timbal Eun Ji. “Dalam keadaan seperti ini, apa masih pantas disebut ‘tak apa’?! Kau ini.. ”

“Bukankah kau bilang sudah menghubungi orang tua-ku? Mereka akan segera datang. Kau tak perlu khawatir.”

Eun Ji hanya menggerutu mendengar ucapan Chan Yeol.

“Sudahlah.. kau pergi saja! Aku yakin dalam 5 menit mereka datang.” Ucap Chan Yeol lagi.

“Baiklah.. baiklah.. aku pergi.” Ucap Eun Ji yang mau menerima suruhan itu. Suruhan? “Ahh.. kenapa kau begitu cerewet.. ” gumam Eun Ji kesal.

“Apa kau bilang?” Tanya Chan Yeol tiba-tiba. Tidak, ia merasa bahwa gadis itu seperti mengumpat padanya.

“Tidak.. aku tidak bilang apa-apa.” elak Eun Ji bohong. “Ya sudah.. aku pergi sekarang.”

Dan setelahnya, Eun Ji meninggalkan Chan Yeol sendiri. Baik, sembari menunggu orang tua-nya, Chan Yeol duduk di bangku yang tersedia di rumah sakit tersebut. Menunggu cukup membosankan, tapi mau bagaimana lagi?

Namun, saat seseorang menghampiri-nya, bukan orang tua-nya, melainkan orang lain berhasil membuat-nya sedikit terkejut.

“Myung Soo.. ” gumam Chan Yeol melihat pria yang ber-seragam sama dengannya.

Kim Myung Soo, ia kembali bertemu dengan pria itu lagi? Tapi, apa yang dilakukannya disini? Apa ia sedang sakit?

Jujur saja, ada rasa senang ia bisa bertemu dengan Sahabat-nya itu. Tapi, perasaan senang itu tak bisa ia tunjukkan sedikit-pun. Tak bisa.

“Kita bertemu lagi.. ” ucap Myung Soo,, menyapa??

“Ya.. setelah 5 tahun. Tidak terasa.” Timbal Chan Yeol sedikit dingin.

“Tapi, bukankah seharusnya tidak bertemu lagi? Ini memuakkan untukku.”

‘Memuakkan’?? Benarkah begitu?

“Benarkah? Aku tidak yakin jika aku juga begitu.”

Baiklah,, apa lagi? Ia sungguh  tidak tahu harus bagaimana.

“Kau memang jahat, Park Chan Yeol.” Ucap Myung Soo tiba-tiba yang berhasil membuat Chan Yeol mengerutkan alis-nya. Apa yang dimaksud oleh Myung Soo? “Kau melupakan-ku saat aku di-bully oleh mereka. Tapi, kenapa berbeda untuk yang saat ini? Kau baru datang ke sekolah kami, tapi sudah berhadapan dengan preman-preman itu? Ini tidak adil.”

“Aku hanya ingin menyelamatkan-nya. Apa tidak boleh? Apa itu dosa untuk membantu sesama teman?”

“Teman? Teman??” Gumam Myung Soo meremehkan apa yang dikatakan oleh Chan Yeol barusan. Apa artinya, dulu mereka bukan teman?

“Kau datang kemari untuk berbasa-basi padaku? Itu membuang-buang waktu saja, Kim Myung Soo.” Ujar Chan Yeol blak-blakkan dan detik kemudian ia bangkit dari duduk-nya. Dan pergi meninggalkan Myung Soo yang masih diam di tempatnya.

Chan Yeol masih merasakan perasaan bersalah itu. Ia masih merasakan kesakitan saat harus ‘menghianati’ Myung Soo. Sungguh kejam memang! Tapi, hanya itu satu-satunya jalan yang bisa membuat Myung Soo dan dirinya saling membenci.

 

Flashback Off

 

“Bukankah aku lebih dari sekedar jahat, Eun Ji-ah?? Aku rela menghianati sahabat-ku sendiri demi ketenangan dalam hidup-nya. Aku memang tidak berguna.” Ujar seorang Chan Yeol yang saat ini tengah menangis atas kesalahan yang ia perbuat pada Myung Soo.

Jung Eun Ji, gadis itu juga tak bisa lagi membendung air mata-nya. Ia juga menangis dalam pelukan Chan Yeol. Dan malam itu, hanya ada air mata yang menemani mereka.

 

*** ***

 

Di hari berikutnya, Jung Eun Ji bersama Park Chan Yeol dan Kim Myung Soo kembali terlihat sedang sarapan bersama. Dan hanya ada keheningan diantara mereka.

“Eun Ji-ah.. ” panggil Myung Soo lirih, memecah keheningan. “Apakah siang ini kau punya waktu?”

“Apa?” Pekik Eun Ji sedikit tersentak. Sedangkan Chan Yeol yang mendengar-nya hanya diam dan terus menyantap makanan-nya.

“Aku ingin mengajak-mu untuk me-review apartemen yang aku lihat kemarin. Hanya sekedar memastikan untuk aku tinggali atau tidak.”  Ujar Myung Soo.

“Ohh.. euh,, biar aku ingat-ingat apa aku memiliki waktu siang ini.” Timbal Eun Ji.

Kemudian, Eun Ji mencoba untuk melirik mata-nya ke arah Chan Yeol. Euh.. kenapa pria itu terlihat cuek? Apa ia tidak marah, sedikit-pun?

“Ada apa dengannya? Kenapa ia malah bersikap seakan tak peduli dengan ajakkan Myung Soo untukku? Ahh.. ayo~ Park Chan Yeol!! Peka-lah sedikit.. ”  batin seorang Eun Ji.

Disisi lain, Myung Soo melihat sikap Eun Ji. Seakan mengerti dengan keadaan keduanya, ia pun mencoba sedikit membuat ‘masalah’.

“Bisakah aku mengajak Istri-mu, Park Chan Yeol?” Tanya Myung Soo tiba-tiba dan berhasil membuat Chan Yeol tersentak. Ia bahkan hampir mengeluarkan makanan yang sudah ia kunyah itu.

“Apa yang baru saja kau katakan?” Timbal Chan Yeol yang masih tak percaya dengan apa yang ia dengar beberapa detik yang lalu.

“Setidaknya, aku harus meminta ijin darimu dulu. Karena, kau adalh Suami-nya, bukan?” Ucap Myung Soo bermaksud -sedikit- menyindir Chan Yeol.

Baiklah,, Chan Yeol, jangan buat dirimu emosi di pagi yang cerah ini! Jangan!!

“Memang, apa yang bisa aku lakukan? Jika, ISTRI-KU memiliki waktu, ia akan menemani TEMAN PRIA-NYA itu.” Baik,, ia memang mempertahankan kesabarannya. Namun, ia ingin menyindir balik dengan memberikan penekanan atas 2 kata ganti itu.

Eun Ji hanya bisa mengutuk dirinya atas tingkah laku 2 pria ini. Ya ampun~ sungguh keterlaluan.

“Eun Ji-ah.. ” panggil Chan Yeol dan berhasil membuat Eun Ji tersentak. “Jika kau memiliki waktu, kau harus menggunakannya dengan Teman Pria-mu itu.”

Haruskah? Apa itu tidak masalah?

“Baiklah.. aku juga tidak ada jadwal hari ini.” Ucap Eun Ji. “Dan, jam berapa kita pergi, Myung Soo?” Tanya-nya pada Myung Soo.

“Jam 1 Siang.”

“Baiklah.. ”

Dan berikutnya mereka hanya menikmati sarapan mereka dengan pikiran mereka masing-masing. Seperti itu.

 

*** ***

 

Ddeng!!  Sebuah kertas berisikan kontrak ia menerima atau menolak tawaran web drama berjudul ‘Ms. Temper and Mr. Innocent’, berada di hadapan Ahn Ha Ni saat ini. Baik,, ia benar-benar memikirkannya dengan matang atas keputusan yang telah ia buat semalaman. Keputusan itu adalah …

Blam!!” Sebuah suara dari pintu yang terbuka dan kemudian memperlihatkan seoramg pria memasuki apartemen milik Ha Ni itu. Dia adalah manager Ha Ni.

“Ya ampun, oppa! Tak bisakah kau mengetuk pintu-nya dulu? Mengejutkan-ku saja.. ” rutuk Ha Ni yang merasa terkejut.

“Kudengar dari Asisten Min, kau menerima tawaran web drama itu. Apa itu benar?” Tanya Manager Ha Ni to the point.

Untuk sesaat, Ha Ni menghela nafas dan menjawab pertanyaan tersebut dengan 2 kali anggukkan kepala.

“Tapi, bukankah kau bersikeras untuk menolak karena Hee Chul?”

“Setelah aku pikir-pikir,, ini adalah kesempatan untuk memperbaiki kepopularitas-ku yang semakin buruk. Aku juga tak bisa beristirahat untuk waktu yang lama, bukan?” Timbal Ha Ni.

“Iya,, apa yang kau katakan memang benar.”

“Tak peduli siapa lawan main-ku, walaupun dia adalah Senior Hee Chul, aku benar-benar memantapkan diri untuk web drama ini.”

Sang manager tersenyum mendengar kata-kata yang menurut-nya bijak itu. Yeah~ sekarang, Ha Ni memang sudah berubah, tidak seperti dulu saat masih ada Chan Yeol di hati kecil-nya. Ini benar-benar baik!

“Hari ini aku akan menemui CEO untuk memberikan konfirmasi atas tawaran web drama ini. Kau tak perlu khawatir.” Ujar Manager Ha Ni.

“Iya.. ” dan berikutnya, dengan sebuaj bolpoin di tangan kanan-nya, ia menandatangani kontrak atas persetujuan-nya untuk berakting di web drama sebagai Ms. Temper tersebut.

 

*** ***

 

Beralih pada Jung Eun Ji yang terlihat bersama Kim Myung Soo siang ini. Seperti janji awal mereka, Eun Ji akan menemani Myung Soo untuk melihat-lihat apartemen baru Myung Soo.

“Untuk ruang tengah-nya cukup luas dan menjadi satu dengan dapur dan ruang makan. Ada 2 ruang pribadi, salah satunya kamar tidur. Dan kamar mandi ada di dekat dapur.” Seorang wanita yang diketahui pemilik bangunan tengah menjelaskan setiap ruangan yang ada di apartemen pilihan Myung Soo itu.

“Dari yang aku lihat, lumayan, aku suka.” Komentar Myung Soo.

Eun Ji terlilat diam saja. Ia memang tidak berniat berucap walau 1 kata. Ia ‘kan HANYA menemani.

“Berapa harga sewa perbulan-nya?” Tanya Myung Soo.

“Untuk 3 bulan pertama, cukup 350 ribu won. Tapi seterusnya, menjadi 500 ribu won.” Ucap wanita tersebut.

“Ohh.. baiklah. Kalau begitu aku akan mengambil-nya. Namun, aku akan pindah akhir minggu ini.”

“Baik.. tolong,, tanda tangani kontrak terlebih dahulu.”

Dan kemudian, wanita tersebut memberikan sebuah map berisi kontrak yang harus ditanda tangani Myung Soo dan Myung Soo menerima-nya.

Untuk sesaat, wanita tersebut sempat melirik diri Eun Ji. Bukan apa-apa, tapi Eun Ji hanya diam saja sedari tadi. Apa ia canggung?

“Nyonya tak peru canggung.”

“Apa?” Pekik Eun Ji tersentak dengan ucapan waniga tersebut. Tunggu, ‘nyonya’?

“Apakah kalian baru saja menikah?”

“Menikah? Si-siapa? Aku dengan siapa?”

“Tentu saja dengan Tuan tampan itu.”

“Apa?”

Grep!!  Detik kemudian, seorang Myung Soo meraih bahu kecil Eun Ji untuk mendekap padanya dan hal itu berhasil membuat Eun Ji bingung juga terkejut.

“Kami tidak menikah, maksud-ku, kami bukan pasangan yang sudah menikah.” Ucap Myung Soo sembari memberikan map-nya kepada wanita tersebut.

“Maaf?” Pekik wanita tersebut.

“Tapi,, aku janji akan menikahi-nya.”

“Myung Soo.. ”

“Ahh.. kalian pasangan kekasih?” Tebak si wanita.

“Tidak juga.”

“Ahh.. ini membuat-ku kesulitan. Jadi, kalian ini … ”

“Sahabat.” Potong Eun Ji segera. Ya ampun~ ia sungguh merasa gemas dengan mereka berdua.

“Ohh.. Sahabat– ”

“.. jadi cinta. Aku pastikan itu.”

“Myung Soo!!”

Singkat cerita, Kim Myung Soo mengajak Jung Eun Ji untuk makan siang di sebuah restoran sederhana yang tak jauh dari gedung apartemen yang baru saja mereka kunjungi. Namun, seperti-nya sesuatu terjadi pada Eun Ji. Apakah ia masih marah dengan sikap Myung Soo tadi? Benar,, ia merasa pria itu berlebihan. Ia kesal.

“Kau masih marah?” Tanya Myung Soo sedikit ragu.

“Tidak, aku tidak sedang marah.” Ucap Eun Ji, sedikit ketus, bohong.

“Jangan bohong! Aku tahu kau marah dengan sikap-ku tadi. Baiklah,, aku mengaku salah.” timbal Myung Soo.

“Huh.. tapi, kau sungguh keterlaluan. Bagaimana bisa kau berkata seperti itu pada gadis yang sudah menikah dan akan memiliki seorang anak?”

Detik kemudian, senyum yang sedari tadi menempel di wajah tampan itu memudar dengan cepatnya. ‘Gadis yang sudah menikah dan akan memiliki anak’, entah kenapa kalimat itu, akhir akhir ini, menjadi kalimat yang paling menakutkan untuknya.

Tak lama kemudian, pesanan mereka telah datang dan terhidangkan di hadapan mereka. Namun, mereka tak segera untuk menyantapi-nya. Ada apa lagi ini?

“Aku rasa, aku tak perlu mengingatkannya tentang aku yang sudah mengetahui rahasia kalian.” Ucap Myung Soo. “Tapi, kenapa kau seakan masih menutupi semua itu?”

Eun Ji terdiam. Baik, ia mengakui atas ucapan Myung Soo. Walau pria itu mengetahui fakta yang ada, entah kenapa, ia masih beranggapan untuk tetap menutupi semua fakta itu.

“Eun Ji-ah.. apakah aku terlihat bodoh di mata-mu?”

“Kenapa kau berpikiran seperti itu? Memang, kapan aku memikirkannya?”

“Baru saja.”

Eun Ji kembali terdiam. Apa perlu ia mengalihkan pembicaraan?

“Jangan berpikir untuk mengalihkan pembicaraan!”

Aish!! Ini sungguh menyebalkan. Huh~

 

*** ***

 

Singkat cerita, Jung Eun Ji terlihat sedang berada di apartemen-nya. Ia berada di kamar dan tengah berteleponan dengan Sahabat-nya, Bang Min Ah.

“Kurasa, Myung Soo masih mengharapkan aku. Ahh~ aku kira ia akan melupakan aku setelah mengetahui aku dan Chan Yeol saling mencintai.” Ucap Eun Ji pada Min Ah.

“Kenapa begitu? Tidak mudah jika seseorang yang sudah lama menyukai-mu tak lagi memiliki perasaan itu.” Timbal Min Ah yang terlihat ada di toko bunga-nya.

“Maka dari itu,, kenapa ada kisah seperti itu? Ya ampun!”

“Hey~ lihatlah dirimu juga! Kau bahkan menyukai Chan Yeol lagi, bukan? Aigoo.. ”

“Hehe.. itu termasuk spontanitas.”

Dan Min Ah hanya menghela nafas.

“Eun Ji-ah.. ”

“Eum.. ada apa?”

“Maafkan aku.”

“Euh.. kenapa tiba-tiba minta maaf?”

“Sebenarnya, aku-lah orang yang memberi tahu pada Myung Soo tentang pernikahan kontrak kalian. Aku sungguh minta maaf.”

“Ahh.. benarkah? Eum.. aku rasa kau punya alasan lain melakukannya, bukan?”

“Ya.. kau benar.” Min Ah menarik nafas-nya dalam-dalam. “Saat tahu kau mulai menyukai Chan Yeol lagi, itu bukanlah masalah bagiku, Eun Ji-ah. Selama itu baik untukmu. Tapi, setelah kau bercerita tentang Chan Yeol yang juga menyukai-mu, aku ragu. Maksud-ku, jika kalian benar-benar menikah sungguhan, aku takut kau akan tersakiti lagi oleh Chan Yeol.”

“Min Ah.. bagaimana bisa kau berpikiran seperti itu. Aku yakin, aku tetap akan bahagia dengan Chan Yeol selamanya.”

“Maka dari itu, aku menghentikan Myung Soo.”

“Apa maksudmu? Menghentikan apa?”

“Alasan mengapa Myung Soo pergi ke Amerika, itu karena-mu. Ia bermaksud untuk melepaskan perasaan-nya terhadap-mu. Namun, aku menghentikannya dengan mengatakan pernikahan kontrak itu.”

Eun Ji tak bisa berkata apa-apa. Sekarang ia baru mengetahui semua itu? Ahh.. kenapa ia begitu bodoh?!

“Kupikir, jika kau nanti-nya bisa bersama Myung Soo, kau bisa bahagia dengannya. Tapi, aku rasa itu salah.”

“Min Ah.. selain dirimu, apakah ada yang mengetahui alasan kepergian Myung Soo ke Amerika?”

“Chan Yeol,, aku dengar itu dari Myung Soo.”

“Chan Yeol??”

 

Park Chan Yeol’s POV

“Aku pulang.. ” ucap-ku setelah memasuki apartemen.

Tunggu,, sepi? Kemana semua orang? Eoh.. tidak untuk Rival-ku itu. Ia sudah tidur di sofa. Baiklah,, aku memang terlambat pulang dari klinik. Hari ini jalanan macet dan sebelum itu aku memiliki banyak pasien hari ini. Ahh~ ya ampun!! Lupakan saja!

Aku berjalan pelan dan memasuki kamar-ku. Disana, aku melihat Eun Ji juga sudah tertidur di tempat tidur. Ini berhasil membuat rasa lelah-ku menghilang saat melihat pulas-nya gadis itu. Dan berikutnya, aku memutuskan untuk mandi.

Singkat cerita, aku kembali ke kamar dengan badan yang sungguh menggoda. Maksud-ku, menggoda hanya untuk Eun Ji. Ahh.. ya ampun! Di dekat Eun Ji, ingin sekali menggoda-nya setiap saat. Hehe..

“Chan Yeol.. ” eo.. Eun Ji?

“Ya ampun,, kau terbangun? Maafkan aku ya.. ”

“Tak apa.” Detik kemudian ia melihat jam dinding dan berkata lagi. “Tapi, ini sudah jam 10. Kau pulang terlambat lagi?” Ia duduk di tepi kasur.

“Ya.. hari ini adalah hari yang benar-benar melelahkan.”

“Ahh.. kasihan Ayah-mu, Jun Ho-ya. Demi kita, ia rela bekerja keras.”

“Haha.. bukan apa-apa.” Ini sedikit membuat-ku salah tingkah.

“Apa kau sudah makan malam?”

“Iya sudah. Sebelum pulang, aku makan bersama Baek Hyun tadi.”

“Tumben makan di luar.”

“Tak masalah, bukan? Aku hanya ingin mencari rasa baru untuk lidah-ku. Setiap hari juga masakan rumah yang aku rasakan.”

“Ahh.. ”

Detik kemudian, keduanya terdiam. Sesaat, sesuatu hal mengganggu pikiran mereka. Sampai gadis bermarga Jung itu kembali bersuara.

“Chan Yeol-ah.. ”

“Iya.. ada apa?”

“Kau.. kau akan bersama-ku selamanya, bukan?”

“Apa yang kau bicarakan? Tentu saja. Aku akan bersama-mu sampai kita mati nanti.”

“Tak peduli banyak halangan yang membatasi cinta kita?”

“Tentu~~ itu tetap akan menjadi bukti bahwa aku mencintai-mu.”

Eun Ji tersenyum. Ia bangkit dari duduk-nya dam berjalan ke arah-ku. Dan mengecup bibir-ku dengan menarik bahu-ku untuk sedikit menyamai tinggi-nya. Euh.. ini sedikit membuat-ku terkejut, sekaligus salah tingkah.

“Aku mencintai-mu.” Ujar-nya setelah melepas kecupan yang hanya berselang 3 detik itu. Ia menatapku dengam ketulusan disana.

“Aku juga mencintai-mu, Ibu Park Jun Ho.”

Dan sedetik kemudian, aku menarik dagu-nya dan mencium-nya. Aku tidak terima dengan ‘ciuman 3 detik’ tadi. Aku ingin lebih lama lagi. Haha!!

 

 

To Be Continue … …

 

 

Yeay!! PART 13 IS COMING!! Maaf yaa saya telat, soalnya minggu kemarin saya dibuat kebingungan buat lanjutan part-nya. Berkali kali sampe saya rombak cerita ini biar nyambung sampe The Last Chapter nanti. Dan minggu kemarin saya juga punya banyak tugas, jadi gk sempet buat nge-post.

Oh ya, tentang MWL season 2-nya, saya kasih bocoran cast utama-nya yakni si bang Suho ama aktris Park Bo Young. Tahu Park Bo Young kan? Kalo belum tahu, mending searching tentg dia dulu deh. Hehe.. dan di MWL – 2, saya janji enggak ada yang namanya cinta segitiga, cuman bakal ada konflik ama keluarga nanti. Jadi,, masih ada yg tertarik?? Biar saya semangat buat tetap nge-post disini.

Ya sudah.. dan jngan lupa komen yaa, biar saya semakin semangat buat lanjutin. Ayo~~ kurang 3 chap lagi ini!! *^▁^*

15 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Marriage Without Love (Chapter 13)”

  1. Aku gemes sama min ah.
    Ah tapi terimakasih min ah. Dengan begitu ji melihat chan mengorbankan perasaannya. Dan myungsoo penghalangnya. Hahahaha ini dari sudut pandangku. Melihat bagaana ji bersikap pada chan.

  2. Aigoo…aigoo…..ini gmn coba. Eunji jgn ragu sm chanyeol ya. Aku yakin Chanyeol beneran cinta ko sm km. Myungsoo sumpah greget banget!!!! Next next kak

  3. Chanyeol rela ngelakuin apapun demi sahabatnya….jadi terharu.. 😦 Ternyata Dia baik yakk 🙂
    Tambah seru thor, Chanji tambah romantis..hehe
    Next yahh 🙂

  4. Akhirnya setelah sekian lama muncul juga lanjutannya hehehe. Maaf baru komen disini huhuhu abis mau baca smpek mentok dan yap ini keren bgt aku suka tpi sebel sama si myung soo. Harusnya relain tuh kan istri sahabtnya eeh
    Wah ada yg ke 2 wah suho lang kaya hahaha wah enggk sabar tunggunya. Tapi pleasee lanjutin smpek ini happy ending jgm berhnti tengah jalan thor 😆😆😆

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s