[SUHO BIRTHDAY PROJECT] “Kejutan… Hidup…???”

PhotoGrid_1463995967575.jpg

“Kejutan Hidup…..???”

Cast : Kim Joon Myeon (Suho), Shin Ji Hoo (Jihoo/Yeoja) (OC), etc.

Genre : Fluff, Romance, Humor

Lenght : Oneshot

Rated : T

.

Disclaimer : Story belong to me. Cast belong to God.

Author : ren171

.

.

Enjoy it, guys! ^^

~~

Kim Joon Myeon biasa dipanggil Suho, bertengger di atas bangku taman sibuk melirik jam Rollexnya. Namja tampan yang sedang sibuk menggali ilmu di Universitas Seoul itu mulai lelah menungggu sahabatnya yang pasti memakai jam karet, karena apa? Sudah hampir satu jam Suho dibiarkan berkarat disana. Iya..mereka janjian di Festival Musim Semi demi tugas kuliah.

“Argghhh!! Kemana Lay?!” keluh Suho sambil melihat jam tangannya untuk keseribu kali.

Bukan hanya lelah, ia sudah teramat bosan. Dia berusaha menelepon Lay, sahabat sekaligus teman kerja kelompoknya, lagi dan lagi. Tapi percuma saja, tidak ada jawaban.

“Lay, kamu dimana?!” gerutunya.

.

“HUWAAAAA!!! JIHOO-shi!!! TUNGGUUUU!!! SHIN JI HOO!!” suara teriakan segerombol orang berlarian tunggang langgang membahana memenuhi udara.

“Wow, apa itu tadi?” pikir Suho. Rasanya seperti mendengar petir menyambar. Sepersekian detik cetar dan hilang.

“Shin Ji Hoo?” terdengar familiar. Suho menjentikkan jemarinya, teringat sahabatnya Lay sedang tergila–gila dengan artis bernama Shin Ji Hoo, Yeoja cantik blesteran Korea-Canada.

“Permisi, bolehkah aku duduk disini?” suara samar terdengar, memecahkan lamunan Suho. Membawanya kembali ke dunia nyata.

“Iya…” Suho menoleh.

“OMO!!!” pekiknya kemudian. Ia mengelus–ngelus dada bidangnya karena terkejut. Betapa tidak, orang yang menyapanya memakai kostum Domba.

“Maaf, kamu pasti kaget. Panas sekali disini,” keluh orang dibalik kostum, ternyata seorang Yeoja.

“Hahaha, kaget sedikit dan…tentu saja panas, kamu sedang memakai kostum,” jawab Suho.

“Ah, kamu benar, aku lupa…”

Dering telepon terdengar, nampak Yeoja itu berdiri dan bersusah payah menjawab ponselnya. Lihat bagaimana ia kesulitan mengambil ponsel, kepala Domba yang besar itu membuatnya tak bisa melihat dengan benar.

Dia berputar – putar sambil terus merogoh saku kostumnya. Syukurlah…tangannya hanya memakai sarung tangan biasa, coba kalau memakai versi kaki Domba, mana muat masuk dalam saku sekecil itu. Dan lagi…apa dia tidak ingin melepas kostum itu sebentar saja? Hahaha! Suho hanya bisa bergumam sambil senyum–senyum sendiri dibuatnya.

Gaya Yeoja itu lucu dan terlihat apa adanya. Setelah berhasil menjawab ponsel, ia kembali duduk di samping Suho. Seperti ingin membicarakan sesuatu, tetapi naas, datang lelaki paruh baya, memarahi dan menyeret Yeoja itu.

“Kamu bukannya menghibur pengunjung!! Sebentar lagi acara dimulai…!”

Yeoja berkostum Domba berlalu mengikuti lelaki itu pasrah. Suho hanya dapat terpaku kemudian tersadar melihat ponsel Yeoja tadi tertinggal di bangku.

“Hei…hei!! Kamu…Domba!!!” Suho mencoba memanggilnya. Tetapi langkah mereka terlalu cepat, hilang dalam kerumunan. Bahkan suara Suho mungkin tak terdengar sama sekali, begitu riuh disana.

.

“Aiiishh!!” Suho menggerutu ketika suara sahabat semata wayangnya terdengar memanggilnya dari belakang.

“SUHO! MAAF LAMA MENUNGGU!” Lay spontan memeluk Suho dengan nada kegirangan, melompat–lompat seperti Dora yang berhasil menemukan harta karun.

“YAAA!!! LEPAS LAY!! KAU GILA HAH?! JANGAN MEMELUKKU!!!” Suho seketika melepas tangan Lay yang melingkar cantik di leher Suho. Dengan sedikit dorongan, akhirnya Suho dapat lepas dari kukungan Lay.

“Hehehe, mianhe, aku sedang bahagia!” seru Lay tanpa dosa, memasang tampang terimutnya dan apa itu? apa dia sedang tersipu–sipu seperti anak gadis yang akan dinikahkan??? Astaga!!!

“Kemana saja kamu?”

“Aku sudah melihatmu duduk disini daritadi. Tapi apalah dayaku Suho-shi, aku…aku…Kyaaa…aku…sangat bahagia!!!”

“Sekarang jam berapa?!?!” ujar Suho siap dengan death glare dan kacak pinggangnya.

“SUHO!!! AKU MELIHAT JIHOO!! SHIN JI HOO!!! DIA CANTIK SEKALI!!!” cerocos Lay tanpa menjawab Suho, menerawang langit, melukiskan khayalan dalam balon berbentuk hati diatas kepalanya.

DOR!! Suho menusuk balon itu dengan jarum. Kembalilah ke dunia nyata Lay!

“Mau Jihoo…Jisoo…atau Ji…mat kalimasada atau apalah aku tidak perduli!! Suho mulai memonyong–monyongkan mulutnya ngomel tanpa titik koma.

“Iya, iya maaf. Kamu tahu bagaimana aku mengidolakannya bukan? Baiklah, kutraktir Jjangmyeon sebagai permintaan maafku. Call?? Ayolah Suho maafkan aku…ya???” Lay bahkan beraegyo, demi apa Suho hari ini melihat sahabatnya seperti ini. Kemana perginya si Manly? Bergidik rasanya bulu Roma Suho.

“Hentikan Lay, aku tidak ingin muntah. Oke aku maafkan. Tapi ingat, jangan pasang wajah seperti itu lagi. Sungguh Lay, demi dewa Kelinci di atas sana, aku tidak ingin meminta untuk amnesia karena kau,” seru Suho sambil menahan tawa.

Suho ingin sekali tertawa berguling–guling melihat Lay yang terlihat imut seperti anak gadis perawan yang sedang jatuh cinta itu.

“Aku sedang jatuh cinta, kalau ingin tertawa, tertawa saja! Ketika kamu merasakannya, jangan salahkan dewa Domba jika kau akan dikutuk melebihi apa yang kulakukan hari ini,” ancam Lay dengan senyum devilnya.

“Aku tidak akan merona dan beraegyo sepertimu Lay. Ahhh seharusnya aku merekammu tadi. Kau begitu lucu…..” Suho kembali menahan tawa sembari menutup mulutnya dengan tangan.

“Oh! Ponsel baru?” Lay menunjuk ponsel terupdate dan termahal ditangan Suho.

“Eh? Ini? Bukan punyaku. Tadi ketinggalan. Ayo kita pergi, acara sudah dimulai,” Suho lalu memasukkan ponsel itu ke dalam tasnya.

.

Suho melirik jam di atas nakas tempat tidur sambil mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk yang melingkar di leher. Setelah berendam air hangat, keluar lengkap dengan piyama tidur warna putihnya. Matikan lampu dan terlelap hingga pagi.

Belum lama memejamkan mata, terdengar dering ponsel. Suho menyalakan lampu dan mencari sumber suara itu. Ternyata berasal dari tasnya.

“Ini dia! Oh ya ampun aku lupa…” Suho menepuk jidatnya, teringat bahwa sedang membawa ponsel Yeoja berkostum Domba itu. Terlihat di layar ponsel itu tulisan “Unnie”

“Apa harus kujawab? Bagaimana ini? Ini dari kakaknya, lebih baik kujawab,” batinnya.

“Hallo…” jawab Suho ragu.

“Hei pencuri…Tolong kembalikan ponsel saya. Berapa uang yang Anda mau? Saya akan berikan.” suara Yeoja terdengar sedikit marah di ujung sana membuat Suho merasa tidak nyaman.

“Maaf saya bukan pencuri. Saya tidak bermaksud mengambilnya,”

“Oke, bisa kembalikan ponsel saya sekarang?”

“Apa kamu gadis berkostum Domba itu?”

“…..Bagaimana kamu tahu?”

“Hahaha! Kau meminta duduk disampingku tadi di Festival Musim Semi. Sepertinya lelaki paruh baya itu membuatmu hilang ingatan pada ponselmu,” seru Suho sambil cekikikan.

“Oh! Jadi kamu!”

“Iya, kamu sudah ingat? Aku berada di apartemenku saat ini. Bagaimana caraku mengembalikan ponselmu?”

“Ehm…dimana apartemenmu? Biar aku kesana,”

“Baiklah, aku SMS alamatnya.”

.

Ting tong…Ting tong…Ting tong…

Tengah malam, Bel apartemen Suho berbunyi. Sontak Suho yang notabene sudah hilang kendali akan rasa kantuknya pun terhenyak. Ia segera menghampiri pintu sambil mengusap–usap matanya.

“Siapa…?” Suho berbicara pada layar kecil di tembok dekat pintu. Memang ya Holkay itu beda. Dia bisa tahu siapa yang datang karena CCTV terpasang dimana-mana. Bisa mendengar suara pengunjungnya tanpa harus membuka pintu dulu.

“Hei, ini aku,”

“…..”

“Buka pintunya,”

“…..”

“Hei!!!”

Ting tong,Ting tong,Ting tong!!!

Pantas saja tak ada jawaban, Suho masih memejamkan mata bersandar ditembok.

“Oh!!!”

Suho terhenyak lagi, bel tanpa spasi itu berhasil membuat matanya terbuka.

“Gadis Domba itu…” batinnya kemudian.

Crekkk!

“Silahkan masuk. Maaf lama menunggu,”

“…..Permisi, apa kamu tidak ingin berganti baju dulu?”

“Baju???” Suho menatap penampilannya. Astaga!!! Apa dia hanya memakai celana panjang tanpa memakai piyama putih setelannya? Seingatnya, ia memakai lengkap setelan baju tidur itu. Lalu ada apa dengan rambut acak – acakkan ini???

“OMO!!”

Brakkk!!

Suho segera menutup pintu dan kembali masuk. Meninggalkan cekikikan dari si gadis.

Setelah menutup telepon tadi, rupanya Suho yang ingin berganti baju sudah sempat membuka baju atasnya. Namun rasa kantuk yang mendalam membuatnya tergeletak tanpa sadar dikasur empuk bulu angsanya. Apa mau dikata, ketika bel berbunyi dengan kesadaran kurang dari 100% tentu spontan ia terbangun menghampiri pintu tanpa mengecek penampilan.

“Suho kamu sudah gila!!! Mau pamer ABS?! HAH?! Bodoh!!!” Suho mengutuk dirinya sendiri sambil berganti pakaian.

Sesaat kemudian…

“Maaf aku ketiduran ketika menunggumu. Ini, ponselmu,” Suho menyerahkan ponsel pada Yeoja berkostum Domba yang sudah duduk cantik di sofa.

Ponsel itu segera diterima.

“Terima kasih…..ehm…”

“Aku Suho….”

“Iya…Terima kasih Suho-shi, maaf tadi aku memanggilmu pencuri,”

“Tidak masalah, hehehe…tetapi, kenapa kamu masih memakai kostum Domba itu? Ini sudah lewat tengah malam,”

Oh benar. Yeoja itu masih memakai kostum Domba sama seperti tadi.

“Ahhh sebenarnya…maukah kamu membantuku lagi?”

.

“Ahhh…susah sekali! Sempit sekali…ahhhh..aahhh..”

“Auwww…ahhh…ahhh, bisa lebih cepat sedikit, Suho-shi?”

“Ahhh, sebentar… ahhhh…ehhmmppp…sedikit lagi..”

“Auuwwwww SUHO-SHI!!!”

“AKHHHHH…”

“SAKIIIITTTTT!!! SUHO-SHI!!!”

“AKKHHHHH…..BERHASILLL!!!”

Deru nafas mereka bergejolak bersama, entah kenapa saat ini pasokan oksigen disana serasa habis.

“Hosh..hosshhh..hosshhh..”

“Suho-shi, ahhh..terima kasih. Kamu sudah membantuku lagi,”

“Ahhh..ahhh, lain kali kamu harus bilang pada pembuat kostumnya, jangan membuat ukuran yang terlalu pas, susah sekali melepasnya,”

Rupanya si gadis meminta bantuan Suho untuk melepaskan kostum kepala Domba darinya. Sampai ngos–ngosan gitu ya…Hahaha!!!

Tampilan cantik dihadapannya, dengan wajah yang penuh peluh dan rambut yang sedikit basah, membuat Suho terpana. Bahkan senyum gadis itu mampu melunturkan birunya langit di dalam hatinya.

“Suho-shi?” gadis itu mulai melambai–lambaikan tangannya di depan wajah Suho.

“Suho-shi?” panggilnya lagi. Kemudian menepuk singkat lengan Suho.

Sadarlah Kim Joon Myeon!!!

“……..Ah, iya. Maaf…akan kuambilkan minum…” Suho kikuk sekali.

Suho kembali dengan dua gelas jus jeruk.

“Ehm, kamu belum menyebutkan namamu,” ujar Suho kemudian.

“Ahhh benar. Namaku…hmmppph…”

“SUHO!!! SUHO!!! SUHO!!! BUKA PINTUNYA!!!”

Tiba–tiba terdengar suara gedoran di pintu, suara yang tidak asing.

“Sebentar, aku akan kembali,” pamit Suho pada si gadis.

Suho melangkah membuka pintu.

“Lay?!”

Lay bukannya menjawab langsung menerobos masuk ke dalam apartemen. Betapa terkejutnya ia melihat seonggok gadis diatas sofa.

“SUHO!!!”

“Apa Lay? Jangan berteriak!!!”

Setelah menutup pintu, Suho segera menyusul Lay dengan menutup telinganya. Sungguh suara Lay cetar membahana.

“SUHO!!! JADI KAMU KEKASIH SHIN JI HOO?!?!?! AKH…JIHOO-SHI!!!”

Suho terkejut. Serasa tersambar petir di siang bolong dan tersiram air kutub selatan.

“APA?!” Suho membelalakkan matanya, mulutnya menganga seperti buaya kelaparan.

.

Crek..crek..crekkk…!!       (“maaf ini bukan suara pintu terbuka.. :D”)

“Maafkan aku Suho-shi, aku sedang menyamar kemarin untuk menghindari fans. Ternyata mereka mengikutiku. Aku sudah merepotkanmu. Sekarang kamu akan menerima banyak pertanyaan dan berbagai gangguan dari para wartawan ini. Kamera–kamera itu akan membuat matamu silau seharian, hehehe…”

“…..” Suho masih antara ada dan tiada. Percaya atau tidak, dia seharian bergelayut dengan artis terkenal.

“Tenang saja, akan kuurus semuanya. Terima kasih untuk semuanya, tunggu kejutan dariku,”

Benar, Yeoja itu adalah Shin Ji Hoo, artis yang membuat sahabat Suho hilang akal.

Kejutan? Kata Jihoo! Kejutan hidup untuk Suho???

Jihoo menjabat tangan Suho sesaat kemudian berlalu meninggalkannya bersama gerombolan wartawan yang asik mengambil gambar. Suho hanya bisa diam tanpa sepatah katapun. Syok!

.

Satu Minggu kemudian…

Hidup Suho berubah 180 derajat karena kejadian itu. Berita yang menyebutkan…”Shin Ji Hoo menginap di apartemen kekasihnya” membuat gempar seantero Korea. Suho mendadak terkenal, bahkan sering dibuntuti paparazzi.

Jihoo belum mengkonfirmasi berita tersebut, Suho pun tidak berkomentar apa-apa.

Hingga suatu hari, Lay membawa majalah terbaru.

“Suho kamu harus membacanya,”

“Apa?”

“Lelaki itu bernama Suho. Saya berkenalan dengannya di Festival Musim Semi. Kami mengalami peristiwa yang tidak terduga dan kejadian lucu bersama. Belum ada status hubungan apa–apa diantara kami. Tapi kalian bisa mengharapkan berita baik dari saya selanjutnya. Saya secara pribadi meminta maaf karena mengunjunginya malam itu, tapi sungguh kami tidak melakukan apapun. Dia hanya membantu saya,” Lay membacakan berita itu untuk Suho.

Suho menarik nafas lega berharap hidupnya kembali seperti semula.

“Wah, hidupmu tidak akan sama lagi sekarang. Jujur, aku sangat menyukai Jihoo, tapi aku sangat bahagia jika kamu yang bersamanya,” ujar Lay tiba – tiba.

“Apa maksudmu???”

“Kamu tidak bisa menerjemahkan perkataan Jihoo, ‘berita baik selanjutnya’?” jelas Lay.

“…..” Tidak disangka kejutan hidup ini mendatangi Suho. Lalu bagaimana menurutmu Suho-shi menjadi kekasih artis terkenal?

Mendadak bel apartemen Suho berbunyi. Seorang lelaki muda berdiri membawa kotak besar.

“Tuan Suho, ada kiriman untuk anda,”

Ada kartu ucapan diatas kotak itu.

“Selamat Ulang Tahun Suho-shi!!! Aku menyiapkan kejutan untukmu. Aku ingin kamu datang…”

Dari : Gadis berkostum Domba🙂

Segera Suho membuka kotak besar itu. Sebuah setelan jas hitam lengkap dengan kemeja putih dan dasi kupu – kupu.

“HAH………..?!?!?!?!?! Kejutan……lagi?!”

Suho kembali menganga selebar mulut kuda nil. Sedangkan Lay, cekikikan dibelakangnya. Siapa lagi pemberi info ulang tahun Suho?

Akhirnya Suho datang dengan seretan dan borgol ditangannya karena tidak ingin datang. Tentu saja Lay pelakunya.

“SURPRISE….!!!”

“Ji..Jihoo-shi?!”

Cup~

Kecupan singkat melayang indah di pipi Suho. Sungguh yang punya pipi tidak siap.

“Ji..Ji…Jihoo-shi, kamu…”

“Full surprise for you, Suho-shi. Jangan terlalu terkejut, masih banyak kejutan yang kusiapkan untukmu…kajja!!!”

Jihoo menarik lengan Suho berkeliling menikmati pesta yang spesial disiapkan untuknya. Iringan lagu selamat ulang tahun membahana memenuhi pesta outdoor itu. Begitu indah dengan pemandangan bintang–bintang di langit.

“Suho-shi, make a wish…” seru Jihoo, berdiri disamping Suho. Suho memejamkan mata sejenak, lalu meniup lilinnya.

“Terima kasih karena menjadi kejutan hidup untukku. Kutunggu kejutan lain darimu, Dombaku…” Suho berbisik pelan membuat Jihoo tersipu.

Tanpa sadar Suho dan Jihoo saling bertatapan penuh cinta.

End~

A/N

Thanks a lot for kakak admin yang mengadakan “SUHO BIRTHDAY PROJECT” #KISS AND HUG

Wish for happy reading to admin and chingu semuanyaaaaa!!! ^^

Maklum harap maklum kalau ada typo dan feel yang tak sampai ke hati. Memohon dengat amat sangat buat reviewnya reader! J

Biar lebih baik kedepannya. Ya? Oke ya??? Aku sudah beraegyo loh ini,😀

Teengggkyuuu~~

6 thoughts on “[SUHO BIRTHDAY PROJECT] “Kejutan… Hidup…???”

  1. Hahahaha..
    Sudah ku duga klo kostum dombanya gx bsa d lpas..wkwkwk
    Msa ada yg btah make kostum domba yg euhh gerah pastinya smpe malem kya gtu..kkk

    Ciieee suho oppa/suitsuit*plakk*abaikan😀
    Woah ktawa mlu dri tdi smpe skarang gra” critanya#curhat/abaikan
    Oke kakk critanya asik nih..
    D tunggu crita yg lainya kakk..🙂

    • hahaha emng leader itu co cuittt dr sononya.. hebat bsa nebak kostum gk bsa lepas😀
      q ikut event birthday exo lain loh! sehun baekhyun sm luhan🙂

  2. ya ampun… jd inget pas mereka pakai kostum pas konser..🙂
    sweet deh.. holkay bukan jadi artis disini tapi punya cewek artis.. hahahahaha nice thor!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s