Rooftop Romance (Chapter 2) – Shaekiran

Rooftop Romance.jpg

Rooftop Romance

By: Shaekiran

 

 Main Cast

Wendy Son (RV), Chanyeol, Sehun (EXO)

Other Cast

Baekhyun (EXO), Kim Saeron, Irene, Joy, Seulgi (RV), Kyuhyun (SJ)

Genres

Romance? Family? Frienship? AU?

Length Chapter | Rating PG-15

Disclaimer

Idenya cerita ini murni datang dari otak author yang otaknya rada senglek banyak (?). Maaf untuk idenya yang mungkin pasaran dan cast yang itu-itu aja. Nama cast disini hanya minjam dari nama-nama member boy band dan girl band korea.Ff ini juga dipost di wp pribadi aku (shaekiran.wordpress.com). Happy reading!

Previous Chapter

Teaser 1 | Teaser 2 | Teaser 3 | Chapter 1 | [NOW] Chapter 2 |

“Gwe..gwenchana? Ya! Kau baik-baik saja kan?”

.

-Chapter 02-

 

Ya! Apa yang mau kau lakukan dengan sandal itu?”

“ Memangnya untuk apa lagi? Tentu saja untuk melemparimu bodoh.”

 

Chanyeol POV

Apa katanya tadi? Melempariku? Memangnya siapa dia sampai berani-berani mau melemparku dengan sandal kucelnya itu?

BRUGHH!!

Aku bisa mendengar suara gedebug dari sandal yang baru saja gadis itu lempar ke arahku. Dasar yeoja bodoh, memangnya aku mudah dilempar dengan sandal? Tentu saja aku bisa mengelak bodoh.

“Wah, sepertinya sandalmu meleset nona.”

Aku mulai mendekati si penyewa gila ini. Bagaimana bisa eomma menerimanya menjadi penyewa dengan tingkat kewarasan di bawah rata-rata?

“Pergi, jangan mendekat.”

Astaga, apa katanya tadi? Bagaimana kau bisa melemparku dengan ramen dan sandal kalau begini saja kau sudah takut? Liat saja kata-katamu yang terdengar bergetar itu.

Wae? Kau bahkan melempariku sedari tadi.”

Enak saja dia bicara, memangnya kepalaku ini hanya pajangan saja? Kau tau bagaimmana sakitnya ditimpuk dengan ber-cupcup ramen sekaligus wahai gadis kurang ajar?

“Pokoknya jangan mendekat.”

Dia mulai berbicara lagi, masih dengan nada bergetar karena ketakutan. Dasar aneh. Ya. Apa kau mau mengancamku dengan sebelah sandalmu lagi? Memangnya apa gunanya mengacungkan sandalmu itu hah? Kalau kau tadi mengacungkan pistol seperti milik appa baru aku takut. Dasar gadis aneh.

Aku kembali berjalan mendekat ke arah yeoja yang tidak bisa ku lihat wajahnya dengan jelas karena berada di dekat tangga yang gelap itu. Tunggu, tangga?

Ya! Jangan berjalan ke belakang lagi, dibawahmu ada tangga bodoh.”

Aku berteriak padanya saat sadar dia terus saja berjalan ke belakang. Dasar bodoh, bagaimana kalau dia jatuh?

“Memangnya ken..”

Dasar gadis tuli, seharusnya kau diam di tempat saja. Dengan secepat kilat aku berlari ke arahnya dan segera menarik lengan gadis yang sebentar lagi akan jatuh dari lantai 2 itu. Bisa ku dengar suara sebelah sandalnya yang jatuh karena terhempas dari tangan yeoja yang sedang ku tarik ini. Ah, kenapa harus posisi seperti ini?

Gwe..gwenchana?”

Aku bertanya dengan nada gugup, bagaimana tidak gugup kalau begini. Argghh!

Wendy POV

“Pokoknya jangan mendekat.”

Aku berteriak pada namja yang ntah kenapa terus saja mendekat ke arahku. Bagaimana ini? Akupun mengacungkan sebelah sandalku lagi ke arahnya. Yah, kalau tidak ada pistol seperti film yang biasa ku tonton, sandal pun jadilah. Siapa tau orang itu takut kan?

“Ya! Jangan berjalan ke belakang lagi, dibawahmu ada tangga bodoh.”

Aku sama sekali tidak peduli dengan apa yang orang suruhan appa ini katakan padaku lagi. Masa bodoh dengan apa yang sedang dia ucapkan.

“Memangnya ken..”

Tunggu, bukankah tadi dia bilang tangga? Mati aku.

Aku menutup mataku saat sadar kalau sebentar lagi badanku akan mendarat di lantai setelah jatuh dari lantai 2 yang ketinggiannya berpuluh-puluh meter itu. Padahal aku baru saja bebas, kenapa aku mati secepat ini?

Gwe..gwenchana?”

Aku membuka mataku perlahan saat mendengar pertanyan itu. Tidak sakit sama sekali. Aku mengerjapkan mataku perlahan. Tunggu, ini bukan pemandangan tangga yang seharusnya ku lihat karena jatuh, ini…

Gwenchana?”

Orang itu bertanya lagi, tapi dengan nada yang sangat lembut. Ah, ini pemandangan sweater warna abu-abu yang dipakai orang suruhan appa tadi dan pemandangan itu sangat..dekat.

Ya! Kau baik-baik saja kan?”

Kali ini nada suaranya berubah menjadi lebih tinggi. Dia melepaskan badanku dari pelukannya sambil terus memegang kedua pundakku. Tunggu, biarkan aku berpikir jernih. Pelukannya?

Astaga, ternyata orang ini baru saja menyelamatkanku barusan. Tapi kenapa harus sampai berpelukan segala? Kenapa sampai dadaku ini menempel di dada bidangnya? Bidang? Omo, aku sepertinya sudah gila sekarang sampai-sampai mendefinisikan bentuk dada namja di depanku ini.

“Oi nona penyewa rumah atap. Kau baik-baik saja kan?”

Kali ini dia bertanya sambil mengibas-ibaskan tangannya di depan wajahku. Ah, ternyata aku melamun. Aku segera memalingkan wajahku darinya. Sial, kenapa wajahku pakai merah segala?

Gwen..gwenchana. A…aku baik- ba..baik sa..ja.”

Sialan! Kenapa pakai acara gagap? Tidak, ini tidak boleh terjadi. Aku harus tegas pada orang suruhan appa ini.

“Huh.. untung saja kau tidak jatuh dan pergi menghadap Tuhan malam ini.”

Dia melepaskan pegangannya pada kedua pundakku. Tunggu, dia tersenyum? Jangan tersenyum bodoh. Dia kemudian merogoh saku celananya dan mengeluarkan sebuah benda persegi panjang berwarna hitam.

Yeoboseyo?”

Dia menggeser tombol hijau di layar yang menyala itu, tapi tidak mengangkat benda itu sampai ke telinganya. Dia malah menyodorkan handphonenya itu ke arahku.

YA PARK CHANYEOL! Berapa lama lagi kau di atas sana, eoh? Cepat bawa penyewa rumah atap itu kemari. Makan malam akan dimulai sebentar lagi.”

Bisa ku dengar suara seorang namja berteriak dari handphone yang disodorkan orang yang katanya bernama Park Chanyeol itu padaku. Dia sepertinya sengaja memasang mode speaker agar aku bisa mendengarnya.

“Kau mendengarnya kan? Aku benar-benar putra pemilik rumah atap ini.”

Dia mulai berucap lagi sambil memasukkan benda elektronik itu kembali ke sakunya. Omo, jadi selama ini aku salah paham pada namja ini? Mau ku taruh dimana mukaku sekarang? Son Wendy, kenapa kau melemparinya tadi? Mana orang ini sudah menyelamatkanku pula.

“Ceosongheyo…”

Aku membungkukkan badanku 90 derajat pada namja ini. Semoga saja dia memaafkan kelakuanku barusan. Dia menatapku sebentar kemudian pergi ke arah tangga.

Arasseo, sekarang ayo ke bawah. Kau dengar sendiri kan tadi?”

Aku segera mengangkat kepalaku dan mengikutinya menuruni tangga.

“Ngomong-ngomong lemparan ramenmu benar-benar tepat sasaran.”

Dia mengoceh lagi sambil memegangi kepala bagian kananya yang tadi kulempar dengan ramen seperti perkataannya.

Byan.”

Dia tidak menjawab dan memilih terus saja berjalan dalam diam . Mau tidak  mau aku terus mengikutinya , tentunya dalam diam seperti yang sedang dia lakukan. Semoga saja orang ini tidak marah lagi padaku karena ‘menimpuk’nya.

Tunggu, jangan-jangan dia mau melaporkan kejadian barusan pada ahjumma kemarin? Mau taruh dimana mukaku ini nanti kalau ahjumma itu tau aku menimpuk putranya yang datang dengan maksud baik? Arrghhh, dasar kau Son Wendy!!

 

***

“Ah, akhirnya kalian datang juga.”

Ahjumma kemarin langsung menyapa kami berdua yang baru saja masuk ke ruang makan. Nampak disana seorang namja lagi yang sedang memainkan smartphone-nya dan satu lagi laki-laki yang nampaknya sudah berumur sedang melipat koran yang sepertinya baru dia baca.

“Duduklah.”

Ahjumma itu berucap lagi sambil menepuk-nepuk kursi di sebelahnya yang kosong.

Ne ahjumma.”

Aku pun memberanikan diri duduk di sebelah ahjumma itu. Dia tersenyum dengan ramah, termasuk kedua laki-laki lain yang ada di ruang makan itu. Chanyeol? Ku rasa dia memasang muka terdatar yang dia punya sekarang.

“Apa yang kau lakukan Yeol? Sini duduk.”

Namja yang sepertinya seumuranku itu menatap Chanyeol yang masih berdiri di tempat. Lelaki bermarga Park itu hanya mengangguk. Aku baru sadar bagaimana rupa Park Chanyeol saat dia duduk di sebelah namja tadi sekaligus di depanku. Tentu saja tadi wajahnya tidak terlalu jelas di mataku tadi karena rumah atap yang agak gelap.

Yah, dia….tampan.

“Aku Byun Baekhyun. Aku putra pertama disini. Salam kenal.”

Namja yang ternyata bermarga Byun itu menyapaku ramah sambil menyodorkan tangan kanannya. Dengan cepat aku menyambut uluran tangan orang itu. Ternyata dia yang berteriak di telefon tadi.

“Son Seunghwan imnida.”

Aku melepas jabatan tangan kami kemudian.

“Park Chan Seol. Kau bisa memanggilku tuan Park atau ahjussi. Aku kepala keluarga disini.”

Aku kembali menyambut uluran Park ahjussi sambil tersenyum. Ternyata aku sudah terbiasa tersenyum tanpa perlu dipaksakan lagi sekarang.

“Namaku Park Joo Han. Marga asliku Nam. Kau bisa memanggilku nyonya Park atau ahjumma saja.”

Kali ini ahjumma di sebelahku yang mengulurkan tangannya. Benar juga, kemarin kami belum sempat berkenalan sama sekali karena ahjumma itu ada keperluan mendadak.

Ah, ne .”

Aku menjawab ahjumma itu singkat sambil tersenyum lagi. Kali ini aku menatap namja yang duduk di depanku. Dia tidak mengulurkan tangannya? Ramah betul. Apa dia masih marah?

“Park Chanyeol imnida.”

Orang itu mengucapkan namanya dan menjabat tanganku singkat. Sialan, membuatku canggung saja.

***

“Kumawo Baekhyun-ssi.”

Aku mengucapkan terima kasih pada orang yang baru saja mengantarku sampai ke depan tangga rumah atapku. Dia membalasku dengan sebuah senyuman manis yang terukir di bibirnya.

Arasseo. Jangan panggil aku begitu. Panggil saja aku Baekhyun.”

Dia menyuruhku menghilangkan kata –ssi dari namanya. Ah, dia benar-benar ramah.

Ne Baekhyun sunbae.”

Kali ini dia tidak protes dengan panggilan yang aku berikan. Toh dia ternyata memang sunbae-ku di sekolah.

“Oh ya, Chanyeol tidak melakukan apa-apa padamu kan?”

Dia bertanya lagi. Bukan Chanyeol yang melakukan apa-apa sunbae, tapi aku yang sudah melempari adikmu itu sampai kepalanya benjol.

Anii.”

Dia sepertinya lega mendengar jawabanku. Dia mulai bicara lagi.

“Sebaiknya kau jangan terlalu menaruh perhatian padanya. Ku liat kau selalu memperhatikannya saat makan malam tadi. Ku beritahu saja, donsaeng-ku itu playboy. Jangan sampai kau menjadi salah satu korbannya nanti.”

Aku melongo mendengar penjelasan Baekhyun. Jadi dia pikir aku menyukai Chanyeol karena tadi aku nampak seperti memperhatikannya?

“Aishh, aku memperhatikannya karena takut orang itu memberitahu kalian kalau aku baru saja melakukan kekerasan padanya. Lagipula bukan aku korbannya, tapi dia Baekhyun. “

Andai saja aku bisa mengatakan itu pada namja satu ini.

“Ah, arasseo. Lagipula aku tidak menyukainya seperti yang kau maksud.”

Aku berusaha menjelaskan itu sesingkat-singkatnya tanpa harus menyinggung alasan kenapa aku memperhatikan adiknya itu.

“Lalu, kau tidak penasaran kenapa marga kami berbeda? Fisik yang tidak mirip sama sekali dan kenapa kami bisa sekelas padahal kami kakak adik?”

Baekhyun mengajukan sederetan pertanyaan yang juga menjadi pikiranku sejak perkenalan tadi. Aku sedikit menggigit bibir bawahku sebelum menjawab pertanyaannya itu.

“Kakak tiri?”

Aku bertanya sepelan mungkin, takut menyinggung perasaan namja satu ini. Dia malah tersenyum padaku. Sepertinya tebakanku benar.

Oh, appa adalah appa Chanyeol dan eomma adalah eomma-ku. Tak usah tak enak hati. Ini sudah jadi rahasia umum. Satu sekolah juga sudah tau. Mungkin karena kau siswi baru makanya kau tidak tau. Kalau tidak, hubungan kami sangat terkenal di sekolahan.”

Dia menjelaskan lagi. Begitu ternyata. Mungkin saja perkataan Baekhyun memang benar, karena kalau melihat fisik mereka berdua maka mereka pasti sangat populer di sekolahan. Aku hanya mengangguk mengerti.

Arraseo. Kau naik dan tidurlah. Selamat malam hoobae.”

Baekhyun pun akhirnya pamit dan kembali ke rumahnya sendiri. Aku segera menaiki tangga menuju rumah atapku sepeninggal Baekhyun. Ah, plong rasanya setelah mengenal mereka sekeluarga. Mereka cukup baik. Apalagi keluarga mereka sama seperti keluargaku. Bedanya keluarga tidak harmonis sama sekali sementara mereka sangat harmonis.

“Lama tidak bertemu nona.”

Aku membulatku mataku ketika mendengar suara orang yang sedang berdiri di depan pintu rumah atapku itu.

Ya! Siapa kau ?!”

 

To Be Continued

44 thoughts on “Rooftop Romance (Chapter 2) – Shaekiran

  1. Ping-balik: Rooftop Romance (Chapter 13) – Shaekiran | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ping-balik: Rooftop Romance (Chapter 14) – Shaekiran | EXO FanFiction Indonesia

  3. Ahahahah baekhyun ngiranya wendy suka sama chanyeol ya wkkwkw

    Nah sekarang baru beneran orang suruhan appanya wendy gw rasa

    • Iya, baek salah ngira. Padahal sebenarnya wendy udah nimpuk kepala adeknya, xixixi..😂😂
      Iya, mungkin aja ntu beneran suruhan aopanya wendy, hayoo..mau kemana lo wen? Xixixi..😂😂
      Thanks for reading chingu, baca next chap yaw..😉😉😊

    • Duh, melotot gimana nih chingu?😂😂
      Kaget ya?Xixixi.. 😂😂
      Udah dilanjut koh chingu, udah sampe chap 5 di exoffi.😄 monggo di cek..😉
      Thanks for reading..😉😊

  4. sumpah serem bgt bagian akhirnya, tiba-tiba ada yang manggil wendy kayak gitu😦
    baekhyun sangat baik yaaaaa beda sama chanyeol *canda

  5. Ahh maafkan dakuh bru dichap ini komen nya stlh dichap awal menjadi reader diam2😀 . Gak ada kerjaan di tengah malam setelah beberapa jam menjadi dokter dadakan akibat ngapalin semua nama ilmiah hewan dn smcm nya . syukurlh chap 2 udh nongol tapi kurang panjanngg~ , kuharap dinext chap panjangin sedikit ya ? Kurang puas wehh . Tapi cerita nya seru ! Ada dibbrpa bagian yng bkin ngakak , oke next chap akan ku tunggu ~ keep writing !

    • Gpp kog chingu, yg penting chingu udah bertransformasi jadi readers yg suka ngoment..😄😄
      Kog jadi dokter tengah malem chingu? Kenapa yak?..😰😅
      Kurang panjang? Nanti kita panjangin lagi deh.😂
      Wkwk, kalo chingu ngakak berarti unsur comedynya lumayan berhasil..(*nari hula” di depan tv lalu dilempar emak pakek sapu..)😂
      Tunggu next chap ya chingu, thanks for reading ff abal” ini..😂😁

  6. aduhhh cute binggow siihh
    ahh , jadi yeoli sama baekbaek beda marga tohh…. pantess, hehehehe
    next, penasaran sama siapa yang di depan pintu tuhhhh, wadohhh pasti nambah seru nihhh

    • Cute binggow…😄😄😄
      Beda marga chingu, bukan kandung soalnya..😭
      Tunggu next chap ya untuk tau siapa yg nonggol, wkwk…😁
      Thanks for reading chingu..😄

  7. Nahloh itu siapaaaa jangan” suruhan bapaknya? Ato si seno? Eh bukan Sehun :v
    Kakak tirinya wendy sapa dan kgk nongol?
    Ditunggu nextnya ya!

    • Siapa hayo? Suruhan bapaknya, si sehun? Baca next chap chingu..😄
      Kakanya wendy blm muncul nih, nanti dia punya adegan tersendiri (*cielah, lagak lu shaeki/plakk/digampar..)
      Thanks for reading, tunggu next chap ya..😄😄

  8. Shaeki, kayaknya aku tahu deh siapa yang nongol di depan rumah atapnya Wendy :v 😗? Btw di next ya, dan kurang panjang neng :v soalnya cepet banget habis :v /kayak kripik singkong pula/ okey fighting!! Semoga yang manggil Wendy nona orang Jepang :v

    • Siapa hayooo???😄
      Kripik singkong? Yg rasa sambalado, ada gak?😂
      Nona orang jepang siapa hayoo??😄
      Thanks for reading, tunggu next chap ya shirayuki..😄😄😄

  9. Hahahaha chanyeol..kkk
    ext next next kakk..
    Aku pnasaran nihh itu siapa yg ada d dpan pntu rmah wendy..
    D tunggu klanjutanya kakk

    Hwaiting!!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s