[EXOFFI FREELANCE] CALL ME BABY (Chapter 11)

Call me Baby 12

“CALL ME BABY” (CHAPTER 11)

 

Author               : FikaNofrika

Title                  : “CALL ME BABY”

Main cast          : Byun Baekyun, Choi HyoRi (OC), Kim Jong In (Kai).

Support cast      : find it by yourself ^^

Genre                : Romance, School life, Friendship, Sad.

Rating              : PG- 15/ PG 15 +

Length             : Chaptered

 

FF ini asli 100% buatan dan hayalan Author, jadi jangan PLAGIARISM ! ya readers ^^ . jangan lupa postkan komen di bawah setelah membaca FF ini. Hitung-hitung untuk motivasi melanjutkan karya-karya saya ^^ . MIAN KALAU ADA TYPO DIMANA-MANA .. 😉

Sebelumnya, author minta maaf yah readers baru bisa posting chap 11 ini setelah sekian hari, sekian minggu, sekian bulan, dan sekian tahun author absen posting. Ini dikarenakan author ambil cuti nulis FF soalnya sedang dihadapkan dengan banyak ujian-ujian sekolah dan tugas-tugas sekolah yang selalu menumpuk dan beranak pinak 😀 , maklum author masih di kelas XII jadi harus siap dengan ujian-ujian tsb + UN yang telah author lalui dengan lancar ^^ . sekarang author tinggal nunggu acara wisuda di sekolah, dan untuk mengisi waktu luang yang membosankan, author putuskan untuk melanjutkan chap 10nya, sayang bukan kalau ngk END. Sekali lagi Mian readers jeongmal mianhae. Semoga tetap semangat baca yah, gomawo J

 

* * * *

=Chapter sebelumnya=

“Byun Baekhyun!!??” betapa terkejutnya Hyori ketika mengetahui siapa sebenarnya namja yang tengah berdiri itu.

“a apa yang kau lakukan disini??” Hyori benar-benar tidak bisa mempercayai semua itu. bagaimana bisa dia melihat sosok Baekhyun di saat seperti itu. tapi sepertinya dia harus menerima kenyataan, bahwa yang berdiri tepat di depannya itu benar-benar adalah Byun Baekhyun, namja yang terus membuatnya kesal.

 

Baekhyun yang telah dipergoki Hyori itu pun hanya bisa berdiri mematung. Tampak bahwa dia juga sepertinya terkejut tak menyangka bahwa Hyori akan mengetahui keberadaannya. Dia juga terlihat pucat dengan mata sembab, tampaknya dia telah menangis. Begitulah apa yang tengah difikirkan Hyori ketika melihat keadaan Baekhyun yang berantakan.

 

Hyori pun mencoba bertanya kembali pada Baekhyun, tapi segera Baekhyun memalingkan wajahnya dan mulai berlari meninggalkan Hyori yang masih dihantui rasa penasaran itu.

= Hyori POV =

Byun Baekhyun ? ada apa dengannya ? dan yang lebih penting lagi, kenapa dia ada di depan rumahku ? apa dia tidak sengaja melewati jalan ini ? ahh sepertinya tidak, kalau memang benar seperti itu, lalu mengapa dia berdiam diri di samping mobil Kai, apa dia benar-benar ingin mencurinya ?

Aku pun sudah tak tahan dengan pertanyaan-pertanyaan itu dan bahkan tidak memiliki waktu untuk memikirkannya lebih jauh lagi. Aku harus segera mencari taunya sendiri.

=Hyori POV END=

Hyori yang sempat bertanya-tanya tak mengerti itu pun tanpa berfikir panjang lagi memutuskan untuk mengejar Baekhyun yang tampaknya telah berlari terlalu jauh dari hadapannya.

Hyori tak peduli dengan udara dingin yang terus menyambut tubuh kecil nan rampingnya saat berlari. Tampak jelas dengan peluh yang entah bagaimana bisa menyeruak keluar disaat udara luar terasa begitu dingin. Dia hanya terus berlari meskipun sosok Baekhyun yang sedang ia kejar sudah tak lagi ada di depannya.

Setelah Hyori merasakan kakinya mulai berat untuk diajaknya terus berlari, dia pun memutuskan untuk berhenti sejenak dan menghirup udara sebanyak-banyaknya. Hyori merasakan panas yang menjalar dari wajah ke hatinya. Tenggorokannya terasa sakit seperti terbakar. Dadanya kembang kempis dengan irama yang sangat cepat, begitu pula dengan denyut nadi dan detak jantungnya. Tampak jelas bahwa selama ini Hyori sudah tak lagi mau berlari jauh dan dia sendiri sebenarnya tidak begitu menyukai olahraga.

Hyori menatap sekeliling. HENING…. Itulah yang dirasakan Hyori saat itu. tak ada satu pun orang atau kendaraan yang berlalu lalang di jalan itu. kalau memang ada mungkin telah menabrak Hyori yang memang sedang berdiri tepat di tengah-tengah jalan.

Setelah sekian lama memandangi keadaan sekitar. Hyori pun sukses membuat matanya membulat sempurna saat mengetahui seorang namja dengan rambut coklatnya tengah berdiri tepat di pinggiran danau yang entah apa namanya. Bahkan Hyori tidak menyadari bahwa ada sebuah danau di lingkungan sekitar rumahnya.

Dengan cepat Hyori pun berlari menuju namja itu dan segera menarik lengannya dengan kasar.

“Yak Baekhyun, pabo ya ! apa yang kau lakukan eoh ! aku memang tidak tau masalah apa yang sedang kau hadapi saat ini, tapi bukankah bunuh diri bukan jalan yang terbaik!!” bentak Hyori dengan masih terengah-engah pada namja yang memang tak lain adalah Byun Baekhyun itu.

“bunuh diri !?” wajah Baekhyun tampak bingung.

“Yak! Kau bahkan menyangkalnya !? jelas-jelas kau berdiri tepat di pinggir danau ini dan siap-siap akan melompat, apa kau masih mengelaknya!? Kau benar-benar keterlaluan!!” bentak Hyori lagi.

“Pabo! Apa aku semudah itu ditaklukkan eoh! Lihat, kita sekarang juga berada tepat di pinggir danau, apa itu berarti kita akan melompat dan mati bersama!?:” balas Baekhyun kesal karena ketenangan yang telah ia buat sebelumnya telah hancur akibat ulah Hyori yang menjengkelkan.

Mendengar hal itu, Hyori pun melepaskan cengkeraman tangannya dari lengan Baekhyun dan menunduk malu. Wajahnya kembali memanas dan memerah. Baekhyun sukses membuat Hyori tak bisa berkata-kata lagi.

Baekhyun hanya membuang nafas berat kemudian mulai melepaskan jaket tebal miliknya dan memakaikannya pada Hyori yang saat itu memang tidak sedang memakai pakaian hangat sama sekali. Jelas saja dia segera mengejar Baekhyun tadi tanpa berfikiran panjang lagi.

Hyori hanya terdiam pasrah dengan perilaku Baekhyun yang tiba-tiba. Sebenarnya Hyori sangat terkejut, tapi dia berhasil menguasai dirinya agar tidak terlalu memikirkannya.

“apa kau mengejarku hanya untuk menangkap basah diriku yang ingin bunuh diri?” tanya Baekhyun dengan hangat pada Hyori sambil terus memperhatikan wajah Hyori yang terus saja menunduk. Tapi Hyori pun segera mengangkat wajahnya memandang wajah Baekhyun dengan tatapan tak percaya.

“jadi kau memang hendak melompat ke danau ini? Ah tidak, apa kau memang benar-benat akan bunuh diri di danau ini?” tanya Hyori lagi meminta penjelasan.

Baekhyun pun tersenyum simpul, yah kalau saja Hyori tidak benar-benar memperhatikannya, mungkin senyuman itu tidak akan tampak sama sekali.

Pletak!!

Baekhyun mendaratkan jitakannya tepat di kepala Hyori.

“Yak! Appo! Apa yang kau lakukan eoh!” protes Hyori karena jitakan Baekhyun telah membuatnya meringis kesakitan.

“dengar, aku memang berniat untuk bunuh diri tadi, tapi aku urungkan karena aku merasa bahwa aku terlalu tampan untuk mati sekarang, aku takut kau akan sangat menyesalinya” tawa Baekhyun pun tiba-tiba meledak setelah mengatakannya, dan tentu saja membuat Hyori benar-benar kesal.

“mwo!?? Bahkan di situasi seperti ini kau sempat membanggakan dirimu sendiri eoh! Ahh… aku benar-benar menyesal telah meng- “ belum sempat Hyori melanjutkan kata-katanya, namja yang saat itu tepat berada di depannya kini telah memeluknya erat, yah sangat erat…

“Apa yang kau la-“ lagi-lagi Hyori tak melanjutkan kata-katanya, karena saat itu dia merasakan bahwa namja yang sedang mendekapnya itu tengah terisak. Yah.. dia sedang menangis..,

=Hyori POV=

Ah tidak… apa ini… apa dia sedang menangis sekarang ? apa kata-kataku telah menyakitinya. Tapi bukankah aku sering kali mengatakan kata-kata yang mungkin lebih kasar padanya. Lalu ada apa dengannya.. sungguh aku tidak bisa mengerti dirinya..

Aku tidak lagi bisa berbuat apa-apa dalam situasi seperti ini, apa lagi yang aku hadapi saat ini adalah seorang namja. Aku tidak begitu tau tentang namja.

“tenangkan dirimu..” kataku lembut sambil mambalas pelukannya dan menepuk pelan punggungnya.

Aku tidak tau apakah cara ini berhasil, aku hanya mencoba untuk membuatnya nyaman agar dia mau menghentikan tangisannya yang entah kenapa membuatku sedikit cemas.

Entah berapa menit telah berlalu, aku pun merasakan bahwa isakannya sedikit berkurang dan sepertinya baekhyun mulai tenang. Aku berniat melepaskan pelukannya tapi baekhyun terus menahanku melakukannya.

“tetaplah seperti ini, jebal.. sedikit lagi aku janji” kata baekhyun.

Aku pun tetap berusaha keras melepaskan pelukannya, karena aku ingin mengatakan sesuatu yang menurutku penting untuknya.

“dengarkan aku byun baekhyun!” kataku setelah pelukan baekhyun mulai melonggar. Dia pun segera melepaskan pelukannya, tapi dia sama sekali tak ingin melihat ke arahku.

“apa kau malu? Yak! Apa kau malu!” bentakku padanya.

Dia tampak terkejut tapi dia sama sekali tidak menggubris kata-kataku. Aku pun menghembuskan nafas kasar.

“Yak byun baekhyun, tidak ada salahnya seorang namja menangis, setiap orang pasti memiliki air mata untuk mereka tumpahkan. Jadi bisakah kau melihatku, sebentar saja. Aku ingin mengatakan sesuati padamu, jebal!” mohonku padanya.

Aku tau pasti namja di depanku saat itu sedang mencoba menutupi kesedihan yang amat sangat dariku, dan aku sangat membenci hal itu. hal yang selama ini aku percayai adalah, ketika kau mencoba menyembunyikan kesedihanmu dari orang lain maka kesedihan itu akan terus menumpuk dan menggerogoti hatimu, setelah itu mungkin pikiran-pikiran tidak waras akan bermunculan di otakmu. Mungkin baekhyun beruntung kali ini, karena dia masih memiliki harapan untuk hidup, tapi bagaimana dengan orang lain yang sama sekali tidak mempunyai harapan seperti itu. Mungkin hidupnya akan benar-benar berakhir menyedihkan saat itu juga. tentu saja, Tuhan tidak akan menyukai keputusan seperti itu, bahkan Tuhan mungkin tidak akan menerima disisi mulianya.

Baekhyun pun pelan tapi pasti mulai memberanikan dirinya untuk menatapku, meskipun tampak jelas di matanya bahwa di masih ragu akan keputusannya itu.

“kalau kau ingin menangis menangislah, aku akan menunggumu aku janji. Dan kalau kau ingin membagi kisahmu padaku aku akan dengan senang hati mendengarnya, aku tidak akan pergi sebelum kau menyelesaikan semuanya, aku janji padamu!” kataku lagi mencoba meyakinkannya.

“tidak ada” jawab singkat baekhyun yang kembali mengalihkan wajahnya.

“percayalah padaku, aku tidak akan menceritakannya kepada orang lain baekhyun ah!”

Baekhyun tak menyahut dan mulai melangkahkan kakinya meninggalkanku.

“Yak! Apa kau mau terus seperti ini eoh! Apa kau akan membunuh dirimu sendiri kalau hal seperti ini atau bahkan hal lebih buruk kembali terjadi padamu!” teriakku padanya yang memang benar-benar hendak meninggalkanku sendiri.

Baekhyun menghentikan langkah-langkahnya dan membalikkan badannya lalu berjalan cepat ke arahku. Dia meraih pundakku dan mencengkeramnya keras. Matanya memerah entah karena marah atau karena sisa menangis tadi.

“Kau tidak akan pernah melakukannya!! Kau …. Kau tidak akan memenuhi janji busukmu itu!!” bentaknya padaku.

Entah kenapa aku sama sekali tidak melihat kemarahan di matanya, hanya ada kesedihan dan keputus asaan disana.. yah Byun baekhyun yang menyedihkan.

=Hyori POV END=

Hyori dengan lamat terus menatap tajam mata baekhyun dan mencoba mengartikan arti tatapan itu tanpa memperdulikan pundaknya yang terasa sakit karena cengkeraman kuat tangan baekhyun.

“mian” kata baekhyun singkat ketika menyadari bahwa dia telah menyakiti Hyori. Dia pun kembali menunduk.

“apa kau takut? Apa kau benar sesedih itu byun baekhyun? Aku tidak tau hal buruk apa yang terjadi padamu di masa lalu, tapi bisakah kali ini kau mempercayaiku sebagai seorang teman. Aku janji tidak akan melakukan hal buruk itu padamu” kata Hyori lembut

Hyori sendiri tidak mempercayai kata-kata yang keluar begitu saja dari mulutnya. Mengapa dia mengatakan hal yang dia sendiri tidak mengerti.

Baekhyun tampak terkejut, dia menatap tamat mata indah hyori yang tampak berkaca-kaca. Dia bingung akan melakukan apa, bahkan dia tidak menyangka akan mendapatkan kata-kata itu dari mulut Hyori. Siapa sebenarnya dia… pikir baekhyun.

“kenapa kau sesedih itu? seharusnya aku yang sedih disini” tanya baekhyun berbasa-basi, yah meskipun tidak juga bisa dikatakan seperti itu.

“aku hanya sedih karena kau sama sekali tidak bisa mempercayaiku”

Baekhyun pun mengusap kasar wajahnya dan menghembuskan nafas berat.

“baiklah, aku akan menceritakan semuanya padamu, tapi apa kau mau berjanji sekali lagi untuk tidak menceritakannya pada siapapun, meskipun itu adalah namching mu!?”

“aku berjanji baekhyun ah” kata Hyori mantap.

Baekhyun kembali menghirup udara yang dingin itu dalam lalu menghembuskannya kasar. Dia pun menarik tangan Hyori dan mengajaknya entah kemana.

=Hyori POV=

Aku benar-benar tidak dapat memperayai apa yang sedang aku lihat saat ini. Hamparan bukit hijau dan hamparan danau yang lebih atau bahkan sangat luas dari sebelumnya. Banyak sekali pohon-pohon yang entah apa namanya berdiri tegap dan sangat rindang. Tapi ada satu lagi pohon yang sangat lebat dan satu-satunya yang paling lebat daripada pohon lainnya tegap berdiri dengan gagahnya tepat di dekat danau hijau nan indah itu. di bawahnya terdapat tempat duduk kayu yang tampaknya kurang terawat. Tapi meskipun begitu, tempat itu sungguh menakjubkan indahnya. Entah dari mana baekhyun mengetahui tempat ini, aku bahkan sama sekali tak mengira akan ada tempat seindah ini tepat di sekitar perumahan mewahku yang penuh dengan hiruk pikuk orang-orang bergelimang harta yang setiap harinya akan lebih tertarik mengunjungi klub-klub malam dari pada berekreasi dengan keluarga.

Sesampainya tepat di tempat duduk yang sebelumnya aku perhatikan, baekhyun melepaskan tangannya dari tanganku dan menatapku tajam. Aku pun hanya menatapnya tak mengerti, mengapa dia mengajakku ke tempat seperti itu.

“sepertinya kau tidak percaya kalau di tempat yang penuh dengan kemewahan yang membosankan ini ada tempat seindah ini” kata baekhyun sambil tersenyum kecut.

“kau benar” kataku singkat yang masih saja terpesona dengan bentangan alam indah itu.

“kau adalah orang kedua yang aku ajak ke tempat ini, dan kau adalah orang kedua yang mengetahui tempat ini Hyori ssi, jadi jangan coba-coba kau membuka mulutmu kepada orang lain tentang tempat ini!”

“kenapa kau sangat egois! Bukankah sayang kalau alam seindah ini tidak diketahui orang lain” jawabku tak mengerti.

“ooohhh… kau lebih senang kalau ada banyak orang kesini menikmati keindahan semua ini?”

“tentu saja”

“dan kau juga ingin orang-orang itu merusak semua ini dengan sampah-sampah itu lalu meninggalkannya begitu saja saat semua yang ada disini telah rusak!”

“itu…” aku pun mulai membenarkan kata-kata baekhyun. Memang banyak sekali orang-orang yang tak lagi mempedulikan keindahan ini dan hanya akan menginjak-injaknya apalagi di lingkungan seperti ini, di lingkungan yang apa saja dapat dibeli dengan kertas uang.

“yak! Cukup penuhi janjimu untuk tutup mulut maka aku akan menceritakan semuanya padamu” kata baekhyun lagi. Aku pun menatapnya tajam sampai akhirnya aku menyadari sesuatu.

“yak, kau bilang kalau aku orang kedua yang kau ajak dan mengetahui tempat ini bukan? Lalu siapa orang pertama?”

“apa aku mengatakannya tadi? Aku pasti sedang tidak sadar” elak baekhyun sambil memalingkan wajahnya yang memerah.

“apa semudah itu aku dibodohi olehmu baekhyun ah ! jelas sekali kalau kau mengatakannya, bagaimana bisa kau melupakannya secepat itu eoh!”

“ahhhh…. Lupakan sajalah itu tidak penting, bukankah kau kesini untuk mendengar ceritaku!” kata baekhyun mencoba mengalihkan pembicaraan.

Hyori pun mendengus kesal karena rasa penasarannya yang tak terjawab. Tapi dia pun memilih untuk mengalah dan melaksanakan tujuan awalnya.

“baiklah ceritakan semuanya padaku”

“duduklah, ini akan sangat panjang, aku tidak mau membuat lututmu bengkak karena terlalu lama berdiri”

Hyori pun menuruti perintahnya dengan sedikit kesal, lalu mulai mendengar cerita yang disampaikan byun baekhyun padanya. Yah cerita yang sangat panjang… cerita yang mengiris-iris hatinya… meskipun tak sesakit apa yang tengah dirasakan baekhyun saat itu.

= rumah hyori =

“kenapa hyori belum juga kembali!” dengus Ny. Park kesal bercampur cemas karena Hyori sama sekali belum menampakkan batang hidungnya sejak pamit untuk mengecek mobil Kai beberapa jam yang lalu.

“bahkan makanan telah habis, apa dia pergi kesuatu tempat? Kenapa mendadak sekali” sahut chanyeol yang juga sangat cemas.

“Kai ssi, tante minta maaf, tante tidak mengira kalau Hyori akan bersikap tidak sopan seperti ini padamu” kata Ny. Park pada Kai yang sama sekali tidak berniat berbicara.

“ah tidak apa-apa tante, saya pikir mungkin Hyori sedang ada keperluan mendadak, tante tau sendiri bahwa akhir-akhir ini kegiatan sekolah sangat padat bahkan di hari minggu” kata Kai sambil sedikit menyunggingkan senyumannya meskipun terlihat terpaksa. Yah mungkin memang Kai sedang kecewa terhadap perilaku Hyori yang begitu saja meninggalkannya.

“tapi bukankah dia bisa kembali sebentar ke dalam untuk meminta ijin, dia benar-benar keterlaluan” rengek Ny. Park yang masih tak mengerti akan perilaku anaknya yang tiba-tiba itu.

“ah eomma.. apa jangan-jangan Hyori dibawa kabur oleh pencuri yang memang saat itu sedang berada di depan rumah, bukankah Hyori sangat cantik, pencuri itu pasti lebih tertarik kepadanya dari pada mobil Kai” sahut Chanyeol tiba-tiba yang kemudian berhasil membuat mata Ny. Park dan Kai membulat sempurna.

“Yak Park Chanyeol ! Apa yang sedang kau fikirkan eoh! Bagaimanapun juga seharusnya kau bisa menenangkan situasi yang seperti ini, bukan malah menjadi kompor yang meledak seperti itu!” protes Ny.Park .

“aku hanya mengungkapkan apa yang sedang aku fikirkan saat ini eomma… apa eomma tidak khawatir eoh!?” bela chanyeol

“ah sepertinya itu tidak mungkin” kata Kai.

“bagaimana bisa kau berfikiran kalau hal itu tidaklah mungkin terjadi?”  entah kenapa chanyeol ingin memenangkan argumennya meskipun dia sendiri tidak rela kalau hal itu benar-benar terjadi.

“Hyori ssi pasti akan berteriak sangat kencang saat orang-orang itu akan melalukan hal buruk padanya, bukankah hyori ssi adalah yeoja yang sangat tanggap” Kai kembali menenangkan.

“betul Kai ah! Kau sangat kritis akan hal ini” Ny.park tampak sedikit lebih tenang, tapi…

“yak bagaimana kalau sebelum Hyori berteriak, pencuri-pencuri itu sudah terlebih dulu membekap mulut hyori” balas Chanyeol berapi-api, entah karena bersemangat atau karena semakin menghawatirkan keadaan dongsaengnya itu.

“PARK CHANYEOL!!!!” bentak Ny. Park yang tak lagi tahan dengan argumen Chanyeol yang terus membuatnya khawatir.

Kai kembali termenung keringat dingin mulai menyeruak keluar dari telapak tangan dan kakinya. Tidak… bukan karena udara yang sangat dingin itu. dia hanya merasa khawatir dan semakin menghawatirkan Hyori.

“eomma tidak perlu cemas, saya akan mencari Hyori ssi sampai ketemu, saya akan berusaha semampu saya” kata Kai menenangkan meskipun dirinya sendiri tidak akan bisa setenang yang ia harapkan.

“iya eomma, aku juga akan mencari dongsaeng tercinta dan tercantikku sampai ketemu, aku janji dia akan meminta maaf di depan eomma nanti” kata Chanyeol tak mau kalah.

Ny. Park menghembuskan nafasnya berat lalu menganggukkan kepalanya bertanda setuju,

“baiklah, eomma akan menunggu, tolong temukan hyori”

Chanyeol dan Kai tak menyahut dan hanya menganggukkan kepala mantap. Mereka bahkan telah berjanji kepada dirisendiri untuk menemukan Hyori dimanapun dan dengan keadaan apapun, hidup atau mati.. #plakk… tampar author yang gejeh 😀

Chanyeol dan Kai pun segera menaiki mobil masing-masing dan mulai menjalani misi yang baru saja mereka buat sendiri untuk menemukan dan membawa pulang Park Hyori.

 

* * * *

Hyori sedari tadi hanya melamun sambil sesekali mengelap air matanya yang tak juga kunjung berhenti setelah mendengar cerita baekhyun. Baekhyun yang sedari tadi duduk tepat di sebelah Hyori pun hanya menatapnya tak mengerti, bukankah yang seharusnya menangis adalah dirinya.

“Yak, bukankah seharusnya kau yang menungguku sampai aku dapat menenangkan diriku setelah menceritakan semuanya!? Lalu kenapa semua jadi terbalik sekarang ?” kata baekhyun heran sambil terus menatap wajah Hyori yang memerah.

“mi.. mian… aku benar-benar tidak bisa mengontrol diriku setelah mendengar ceritamu.. aku benar-benar tidak menyangka kehidupanmu sangat menyedihkan baekhyun ah” kata Hyori sambil terus terisak.

“hmmmm… kau benar aku memang sangat menyedihkan sampai harus mendapat belas kasihan darimu”

“itu… mian aku benar-benar tidak bermaksud menyinggungmu baekhyun ah” kata Hyori salah tingkah.

“aku tau… kau tak perlu secemas itu” kata baekhyun kemudian menenangkan.

“aku benar-benar tidak tau apa yang seharusnya aku katakan saat ini, aku sangat ingin menenangkan dan menyemangtimu, tapi aku tidak tau apa yang harus aku lakukan untukmu” kata Hyori yang kembali menangis menyesali dirinya yang tidak dapat berbuat apa-apa untuk baekhyun.

Baekhyun pun tersenyum sangat manis yang sempat membuat Hyori kembali terpana akan ketampanan yang saat itu terlukis jelas di wajah Baekhyun.

“kau tidak perlu melakukan apapun hyori ah, itu akan membuatku semakin buruk. Kau hanya cukup menyimpan cerita itu sendiri, dan aku akan sangat berterima kasih padamu”

“Tapi baekhyun ah…” protes hyori

“apakah namching mu akan marah jika aku memelukmu lagi?” tanya baekhyun tiba-tiba dan berhasil membuat jantung gadis cantik itu melompat ingin keluar.

“mwo? Apa maksudm-“ lagi-lagi perkataan hyori terpotong karena tiba-tiba baekhyun menarik tubuh Hyori kepelukannya dengan hangat, yah sangat hangat sampai menembus tulang dan hatinya.

Sangat lama mereka berpelukan sambil memikirkan banyak hal yang mungkin mereka sendiri tidak mengerti. Tapi di atas sana, di balik indahnya langit biru dan matahari yang malu-malu menampakkan diri di balik awan-awan putih nan lembut, Tuhan sedang merencanakan sesuatu untuk mereka berdua, sesuatu yang indah atau bahkan menyedihkan. Yah.. mereka hanya harus melewati semua itu…

Baekhyun pun dengan pelan mulai melepaskan pelukannya, begitu pula dengan Hyori.

“kalau kau bisa selembut ini padaku, kenapa kau terus berteriak dan berperilaku menjengkelkan kepadaku?” tanya baekhyun dan memasang wajah tak mengertinya.

“yak kau lah penyebabnya! Kau lah yang sangat menjengkelkan byun baekhyun! Kau selalu saja membuatku bingung!” cetus hyori tak terima sambil sedikit memanyunkan bibirnya yang terlihat menggemaskan di mata baekhyun.

“hahahahaha…. Baiklah baiklah.. apa kita baikan saja sekarang hmm?” kata baekhyun menggoda.

“setuju! Lagi pula aku benar-benar tidak ingin bertengkar denganmu terus menerus, itu hanya akan menghabiskan tenagaku di sekolah” jawab Hyori semangat.

“Ok Deal !” kata baekhyun sambil mengulurkan tangannya meminta persetujuan Hyori.

“Deal !” jawab Hyori sambil menyambut tangan baekhyun.

Keduanya pun kembali pada fikiran masing-masing sambil terus menikmati keindahan dan kenyamanan di taman itu. tidak ada satupun diantara mereka yang kembali mengoceh. Paling tidak dia telah berhasil menyingkirkan kebiasaan buruk mereka saat di sekolah yaitu bertengakar, pikir Hyori. Mungkin…

Baekhyun hanya sesekali menatap wajah Hyori menyesal. “sebenarnya ada satu hal lagi yang belum aku ceritakan padamu hyori ah, aku belum siap membaginya padamu, karena aku sendiri tidak mau mengakuinya dan aku hanya ingin berusaha sediri untuk melupakan perasaanku, melupakan bahwa aku masih sangat mencintai seseorang dan berharap dia akan kembali padaku lalu menjelaskan suatu hal, karena aku ingin sekali memaafkannya”

 

* * * *

“Hyori ah dimana kau eoh !” kata Kai pada dirinya sendiri. Dia benar-benar sangat hawatir kalau saja apa yang dikatakan Chanyeol kakak Hyori benar adanya.

Sudah sekitar satu jam di berbelok-belok tak tentu arah dengan mobil mewahnya hanya untuk menemukan sosok gadis cantik Choi Hyori, dan gadis imut itu Park Hyori..

Sebenarnya Kai senang memanggil Hyori tanpa marganya, kebiasaan ini juga sebenarnya dia dapatkan dari Hyori sendiri. Hyori sering kali merasa terganggu dengan marga Parknya karena suatu alasan. Dan mungkin bukan saatnya untuk terungkap di depan publik. J

Tapi bukan hanya Kai yang berputar-putar tak jelas. Park Chanyeol pun melakukan hal yang sama. Di setiap jalan mulutnya tak pernah berhenti berkomat kamit berdoa agar sosok gadis yang sedang dicarinya itu segera muncul di hadapannya dalam keadaan baik-baik saja.

Dan mungkin karena kasihan atau karena melihat kegigihan mulut Chanyeol yang terus memanjatkan doanya, Tuhan pun akhirnya mengabulkan permintaannya meskipun harus didahului dengan rasa sabar yang hampir berada di ujung tanduk.

Chanyeol melihat sosok yeoja berambut hitam panjang yang terurai bebas dengan setelan baju hangat namja yang sebelumnya tidak pernah ia lihat. Chanyeol pun sempat mengira bahwa yeoja itu adalah seorang namja berambut panjang yang menjijikkan. Tapi setelah mengajak mobilnya untuk berjalan merangkak sampai melewati sedikit tubuh ramping itu, Chanyeol pun membelalakkan matanya, dia kaget tapi juga sangat senang ketika ia melihat bahwa dongsaengnya lah yang sedang berjalan lemah itu.

Chanyeol segera turun dari mobilnya tanpa mematikan mesin mobil terlebih dahulu. Dia berdiri tepat di depan dongsaengnya yang tampak linglung itu, kemudian segera memeluknya.

“kemana saja kau hyori ah, oppa sangat menghawatirkanmu”

Hyori tak menyahut dan hanya bisa tersenyum lemah. Chanyeol yang tak merasakan balasan pelukan Hyori pun segera melepaskan pelukannya.

“wae? Gwencanayo? Apa sudah terjadi sesuatu, apa kau memang benar-benar telah diculik? Dari mana baju hangat ini?” tanya Chanyeol bertubi-tubi sambil mencubit kecil jaket yang saat itu dongsaengnya kenakan.

“gwencana oppa, aku tidak diculik” jawab Hyori lemah.

“lalu bagaimana kau-“ Chanyeol pun tak melanjutkan kata-katanya karena segera ia menyadari sesuatu. Yah wajah dongsaengnya itu sangat pucat, bibirnya kering dan matanya sedikit memerah. Terlihat sekali bahwa dongsaengnya itu sangatlah rapuh saat itu.

“ah sebaiknya kita masuk mobil ne, di luar sangat dingin, ja” chanyeol pun menahan rasa penasarannya dan mulai menuntun dongsaengnya itu memasuki mobil sportnya. Setelah membuka dan menutup pintu untuk Hyori, dia pun segera mengeluarkan ponsel dari saku jaketnya dan menghubungi seseorang.

“yeobseo, Kai ah!? Aku sudah menemukan Hyori” “tidak, dia tidak apa-apa mungkin dia hanya butuh beristirahat sebentar” “tidak, tidak perlu, kau pulanglah terimakasih karena sudah ikut mencari, aku akan menghubungimu lagi saat hyori benar-benar tenang” “ne, berhati-hatilah” begitu lah akhirnya Chanyeol menutup percakapannya dengan Kai.

 

* * * *

Kai yang masih juga mau menyerah itu pun berhenti menepi untuk mengangkat telepon yang baru saja masuk.

“yeobseo” jawabnya bersemangat saat mengetahui siapa yang menelpon. Matanya pun kembali membulat ketika mendengar pengakuan Chanyeol di telepon.

“gwaencana? Apa dia tidak apa-apa?” “ah baiklah, aku akan kesana” “hmmm… baiklah aku mengerti, tolong rawat hyori baik-baik, aku akan pulang sekarang” dan telepon pun terputus.

Kai pun lega karena Hyori telah ditemukan, tapi rasa khawatir itu tak juga kunjung menghilang. Dia takut terjadi sesuatu yang buruk pada Hyori. Dia pun hanya bisa menahan kekhawatirannya sampai besok, karena Chanyeol telah memerintahkannya untuk pulang.

 

* * * *

= kamar Hyori =

“Chagia apa kau baik-baik saja?” tanya Ny.Park pada hyori yang sedang berbaring setelah meletakkan segelas coklat panas di meja.

“gwencana eomma”

“eomma tidak akan marah padamu karena telah meninggalkan Kai seenaknya, tapi kau harus menceritakan apa yang telah terjadi”

“tetap saja eomma menyindirku seperti itu.. baiklah tadi saat di depan rumah aku bertemu dengan temanku, dan dia mengajakku untuk ke rumahnya karena ada beberapa masalah yang terjadi secara tiba-tiba, dia hanya langsung menarik tanganku tanpa menanyakan persetujuanku, jadi aku tidak bisa apa-apa dan hanya mengikutinya, itu lah kenapa aku tidak sempat berpamitan pada eomma, oppa, dan Kai, aku benar-benar menyesal eomma, lagi pula aku sedang tidak membawa ponsel” cerita Hyori berbohong.

“tetap saja kamu bisa meminjam ponsel temanmu untuk menghubungi eomma” protes Ny. Park

“eomma, aku tidak ingin merepotkannya, lagi pula tadi benar-benar masalah serius” Hyori beralasan.

“arasseo, beristirahatlah kau tampak lelah, eomma sudah membuatkanmu coklat panas, minumlah selagi itu hangat, itu akan membuat energimu kembali chagia” kata Ny.Park kemudian. Dia mengecup lembut dahi hyori kemudian keluar kamar dan membiarkan Hyori beristirahat.

=Hyori POV=

Apa baekhyun benar-benar tidak apa-apa. Kenapa aku masih memikirkannya. Ini seperti baekhyun masih menyimpan sesuatu yang tidak aku ketahui. Tapi molla… bukankah yang terpenting sekarang aku tidak akan lagi berdebat dengannya di sekolah.

“aahhhh….. jinjja.. kenapa aku terus memikirkannya” kataku dalam hati sambil mengacak rambutku kasar.

-flashback-

“pulanglah hyori ah” kata baekhyun sesampainya mereka di tempat awal dimana hyori salah mengiranya akan bunuh diri.

“gwencana, aku akan menemanimu” putus Hyori.

“tenanglah aku tidak akan bunuh diri, percayalah”

“tapi kau tampak tidak baik-baik saja baekhyun ah”

“yak, kau seharusnya menghawatirkan dirimu sendiri hyori ah, sekarang sangatlah dingin untuk ukuran yeoja sepertimu berada di luar rumah terus, apa kau yakin tidak akan sakit” bujuk baekhyun.

“aku bukan yeoja yang lemah baekhyun ah, gwaencana” bela Hyori yang berhasil membuat baekhyun kesal.

“yak, cepatlah pulang kenapa kau keras kepala sekali, oh atau kau mau kita akan tetap menjadi seperti tom and jerry di sekolah?” ancam baekhyun serius.

“aahhhh… arasseo, aku akan pulang , sekarang juga!” teriak Hyori kesal sambil membalikkan badan meninggalkan baekhyun yang tampak tersenyum penuh kemenangan.

Baekhyun sebenarnya ingin sekali mengantar Hyori sampai ke rumahnya, tapi dia yakin bahwa hal itu akan menambah masalah, mungkin saja dia akan merepotkan Hyori lagi. Jadilah Hyori yang berjalan sendiri sambil terus memikirkan hal-hal menyedihkan yang telah dialami Baekhyun selama ini. Dan pikiran-pikiran itu lah yang membuat tubuh mungil hyori semakin lemah dan membuat wajahnya semakin pucat. Sampai akhirnya Chanyeol menemukannya.

-flashback end-

Aku benar-benar tidak mengira anak sejudes Byun baekhyun telah mengalami masa sesulit itu. apa yang bisa aku lakukan untuknya, dia mungkin sangat kesakitan dan menderita. Dan aku fikir dari situlah kepribadian yang menjengkelkan itu berasal.

=Hyori POV END=

Hyori masih saja terus melamun di dalam selimut tebalnya. Kini dia tak lagi merasakan dinginnya pelukan Baekhyun, bagaimana bisa baekhyun bertahan dengan kaos hitam panjangnya itu. bagaimana bisa dia memberikan jaket tebal yang dia kenakan bahkan saat dia tau udara sangatlah dingin yang bisa kapan saja menusuk kulit hingga tulangnya.

Hyori tidak menyangka bahwa baekhyun adalah namja sebaik itu… atau mungkin Hyori memang telah salah menilai seorang byun baekhyun saat pertama kali bertemu dengannya, entahlah.. biarlah waktu yang menjawab semuanya….

 

* * * *

-sekolah-

“Hyori ahh!!!” teriak Kai saat melihat yeoja cantik itu mulai memasuki gerbang sekolah.

Seperti tidak ingin kehilangan lagi, Kai pun berlari menuju kea rah Hyori yang masih tampak lemah dan…

“Haaachiiuuu…. Ne Kai ah” Hyori pun mengusap-usap hidungnya yang gatal sambil melihat Kai yang tampak khawatir di depannya.

“gwencana? Kau tampak tidak ba-“ Kai tidak melanjutkan kata-katanya saat menyentuh dahi Hyori yang panas.

“yak hyori ah, kau sedang demam kenapa kau sekolah eoh!? Apa eomma dan oppamu mengijinkanmu?” tanya Kai khawatir.

“gwencana Kai ah, aku akan baikan segera, dan aku tadi kabur dari rumah untuk sekolah” jawab Hyori santai sambil berlalu dari hadapan Kai yang terus memandangnya khawatir.

“Hyori ah kau istirahat saja di UKS ne!? aku akan menjagamu”

“Kai ah, jebal.. aku benar-benar ingin sekolah dan mengikuti pelajaran hari ini. Bukankah kau sedang dalam situasi tidak boleh menghalangiku!?” yakin Hyori.

“kundae Hyori ah”

“Kai ah jebal…” Hyori pun mengeluarkan jurus mautnya alias aegyo .

“ahhh… arasseo, tapi kalau keadaanmu memburuk aku akan benar-benar membawamu pulang” Kai pun memutuskan untuk mengalah setelah melihat aegyo hyori yang imut.

“ne kai ah, gomawo” wajah Hyori kembali sumringah dan mulai melangkahkan kakinya menuju kelas. Kai tak lagi bisa berbuat apa-apa dan hanya membuntuti yeoja keras kepala itu.

-di kelas-

“Hyori ah, gwencanayo?” pertanyaan yang menyebalkan pun kembali keluar, dan kali ini dari mulut sahabatnya Soo Eun.

“wae? Kenapa semua orang menanyakan hal yang sama, menyebalkan sekali.. ne naneun gwencana soo eun ssi” jawab Hyori kesal.

“yak, apa salahku kenapa kau sangat kesal eoh, aku hanya menghawatirkanmu pabo ya!” jawab soo eun tak terima di perlakukan kasar oleh hyori.

“mian soo eun ah, suasana hatiku sedang berantakan aku hanya kesal karena selalu ditanyai hal yang sama, itu membosankan” sesal Hyori.

“karena wajah dan tubuhmu yang lemah inilah yang membuat pertanyaan itu selalu muncul di sekitarmu hyori ah. Apa kau sedang demam” soo eun hendak memegang dahi hyori tapi tak berhasil karena hyori segera menghindari tangan soo eun.

“gwencana soo eun ah kau tidak perlu menghawatirkanku”

Soo eun pun hanya menghembuskan nafas kasar, entah kesal atau khawatir, dia hanya harus bersabar dengan sikap keras kepala sahabatnya itu.

Hyori yang sepertinya berhasil meyakinkan Soo Eun itu pun mulai mengeluarkan buku catatan dari tasnya lalu membukannya dan menulis sesuatu disana. Tapi tiba-tiba…

“sepertinya dugaanku benar, itulah mengapa aku menyuruhmu cepat kembali!” kata Baekhyun  dan yang entah dari kapan memegang dahi Hyori yang saat itu memang sedang demam.

Hyori yang melihat perbuatan baekhyun itu pun tak lagi bisa berbuat apa-apa, dia hanya sangat terkejut dengan perilaku baekhyun yang tiba-tiba itu, begitu pula dengan soo eun yang mungkin lebih terkejut dari pada Hyori.

“ja… aku akan mengantarmu ke UKS, demammu parah” kata baekhyun lagi sambil menarik tangan Hyori untuk berdiri dan mengikutinya ke UKS.

Hyori hanya bisa pasrah, dia tak lagi bisa berbuat keras kepala sama halnya dengan apa yang telah ia lakukan pada Kai dan Soo eun. Dia benar-benar merasakan ada perbedaan di antara mereka, baekhyun tampak lebih hangat dan itu membuat Hyori nyaman akan perlakuannya.

Soo eun dan bahkan seluruh isi kelas hanya dapat memandang Baekhyun yang tengah menggandeng tangan Hyori meninggalkan kelas dengan tatapan heran. Mereka sangat terkejut, tentu saja, selama ini hyori dan baekhyun tak pernah akur, dimana ada hyori dan baekhyun disitulah mereka harus menutup telinga rapat-rapat, karena baekhyun dan hyori tidak akan berhenti mengoceh sampai jam pelajaran dimulai.

Dan sekarang…. Mereka tidak sedang bermimpi, tentu saja… lalu mengapa Tom and Jerry bisa akur seperti itu…. yah… hanya Hyori, baekhyun dan Tuhan lah yang tau.. eh ketinggalan, dan para Readers yang tau apa sebenarnya yang telah terjadi pada mereka berdua.. ciieee 😀

Tapi…. Sebenarnya seperti apa cerita yang telah baekhyun sampaikan pada Hyori sampai ia menangis dan terus memikirkannya seperti itu yah??? Lalu siapakah yeoja yang masih sangat baekhyun cintai sampai saat ini, dan apa pula yang telah terjadi pada mereka sampai mereka harus berpisah yah?

* * * *

Sooo…. Cari tau jawabannya di Chap-chap berikutnya yah Readers… keep reading.. author janji bakal lebih seru kok ceritanya. J jangan lupa comment untuk Chapter 11nya yah readers. Pasti akan membuat author semakin bersemangat untuk melanjutkan chap-nya.

Gamsahamnida 😉

4 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] CALL ME BABY (Chapter 11)”

  1. Next kakk, critanya bagusss,
    Huft.. akhirnya baekhyun prhatian jg sma hyori saat d skolah..
    Tpi pnasaran nih apa yg baekhyun critain ke hyori
    Huhh.. next kakk aku sangattt pnasaran sma klanjutanya

    Hwaiting!!

  2. Benar2 bikin dag dig dug saat Hyori ma baekyun lagi pelukan… sama lucu bgt dikira baekhyun ingin bunuh diri dan Chanyeol yang terlalu berlebihan dikira hyori diculik.. hahaha 😀 Hwaiting thor tulis Ff nya ya ..

  3. Gak nyangka ff ini bakalan di update, soalnya udh lama bgt~ aku aja sampai harus baca chapter sebelumnya karna udh lupa cerita nya:D

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s