[EXOFFI FREELANCE] Dream (Chapter 12)

DREAM - CHAPTER 10

DREAM  –  CHAPTER 12

[BAEKHYUN STORY]

Author: Azalea
Cast : Bae Suzy (Miss A), Byun Baekhyun (EXO), Kim Myungsoo (Infinite)
Genre : Romance, Sadness.
Rating : +17
Length : Chapter
Disclaimer : Cerita ini murni dari otakku sendiri. Kalian juga bisa baca ff ku ini di wattpad. Nama id ku mongmongngi_b, dengan judul cerita DREAM. Jangan plagiat, ataupun me re-upload ff ini tanpa sepengetahuanku.

Credit poster by RAVENCLAW

Cerita Sebelumnya : CHAPTER 1 ( DREAM )  ->  CHAPTER 2 (REAL?)  ->  CHAPTER 3 (DEJA VOO)  ->  CHAPTER 4 (FATE) -> CHAPTER 5 (설레다 [ SEOLLEDA – BERDEBAR ])  – > CHAPTER 6 (LOCKVOGEL – PEMIKAT) -> CHAPTER 7 (SWEET MORNING) -> CHAPTER 8 (VERWIRRT) -> CHAPTER 9 (LÜGE – KEBOHONGAN) -> CHAPTER 10 (INSTINKT – INSTING) -> CHAPTER 11 (DINNER)

 


 

“Kenapa kau memanggilnya eomma?” tanya Suzy saat mereka sudah berada di dalam mobil Baekhyun menuju ke kediaman Suzy.

Eomma? Maksudmu ibunya Kai?” tanya Baekhyun tanpa mengalihkan perhatiannya dari jalanan.

“Ya, ibunya Kai.” Jawab Suzy sambil menatap lekat karena penasaran kepada orang yang ada di sampingnya itu.

“Itu karena aku sudah menganggap beliau sebagai ibuku sendiri.” Jawab Baekhyun santai. “Beliau sangat baik padaku. Aku sangat menyayangi dan menghormatinya seperti ibu kandungku sendiri.” Jelas Baekhyun.

“Begitu rupanya.” Balas Suzy sambil mengalihkan perhatiannya menuju jalanan yang ada di depannya.

Sekitar dua puluh menit yang lalu mereka pamitan dari restoran ibunya Kai. Beliau memperlakukan Suzy layaknya menantunya sendiri, dan Suzy sangat menyukainya. Pantas saja Baekhyun menganggap ibunya Kai itu seperti ibunya sendiri.

“Kenapa kau begitu penasaran?” tanya Baekhyun balik kepada Suzy.

“Entahlah. Awalnya aku kira Kai berasal dari keluarga yang bercukupan seperti dirimu, tapi ternyata dia berasal dari keluarga yang sangat sederhana.” ucap Suzy jujur tentang pemikirannya selama ini.

“Kai dan aku bertemu saat kami kuliah di Harvard. Dia mendapatkan beasiswa untuk bisa kuliah di sana. Karena kami sama-sama orang korea yang bersekolah di sana, makanya kami bisa akrab. Yang membedakannya hanya selama ini aku tinggal di Amerika. Kai membuatku merindukan tanah kelahiranku. Makanya sekarang aku sedang mencoba untuk memindahkan kantor pusat Park Hyatt ke Seoul, agar aku bisa tetap tinggal di sini.” Jelas Baekhyun.

“Nayeon? Bagaimana Kai bisa menikah dengan Nayeon? Aku pikir Nayeon masih terlalu muda untuk menjadi seorang istri sekaligus ibu.” tanya Suzy lagi begitu penasaran.

“Kau penasaran tentang Nayeon?” tanya Baekhyun memastikan.

“Hm..aku penasaran seperti apa dia sebenarnya, karena sepertinya dia sangat berani padamu.” Ucap Suzy kembali memperhatikan Baekhyun.

“Dia sepupuku. Ibunya adalah adik dari ayahku. Makanya dia sangat berani padaku. Umurnya dengan Kai terpaut 7 tahunan. Mereka menikah saat usia Nayeon baru 19 tahun. Hal itu membuat keluarga besar kami kurang menyetujui pernikahan mereka, tapi Nayeon bersikeras akan tetap menikah dengan Kai. Dan aku menjadi salah satu yang mendukung mereka berdua. Sebagai hadiah pernikahan, aku membelikan sebuah apartemen di gedung apartemenku yang sekarang untuk mereka tempati. Tapi semenjak Theo lahir, keluarga besarku secara perlahan mulai menerima pernikahan mereka. Mungkin karena aku belum memberikan penerus keluarga Byun pada mereka.” Jelas Baekhyun panjang lebar yang diakhiri dengan sebuah pernyataan yang mengandung banyak arti dan langsung dihadiahi tatapan horor dari Suzy saat tahu ke mana arah pembicaraan itu.

“Bagaimana mereka berdua bisa bertemu?” tanya Suzy lagi mencoba untuk mengalihkan pembicaraan.

“Kau begitu penasaran tentang kehidupan mereka?” tanya Baekhyun sambil sedikit menolehkan wajahnya untuk menatap wajah Suzy.

Keningnya semakin mengkerut saat orang yang ditatapnya sedang memandangnya balik dengan begitu antusiasnya. Baekhyun yang melihat itu hanya bisa menghela nafas dalam tanda menyerah akan permintaan Suzy yang tidak bisa ditolaknya itu.

“Mereka bertemu saat Kai sedang main ke apartemenku di Manhattan. Nayeon langsung jatuh cinta pada Kai. Kemudian dia mengejar-ngejar Kai, yang akhirnya membuat Kai jatuh cinta juga pada Nayeon. Lalu mereka menikah sekitar 2 tahun yang lalu, dan ikut aku ke Seoul. Kau puas?” ucap Baekhyun penuh kesabaran saat menceritakan tentang kehidupan sahabatnya itu pada Suzy.

“Kenapa kau begitu penasaran tentang mereka? Apakau kau tidak penasaran tentang kehidupan diriku sebelum mengenalmu?” tanya Baekhyun lagi karena merasa heran dengan kelakuan Suzy saat ini.

Aniyo. Aku tidak perlu tahu masa lalumu seperti apa. Karena yang aku tatap adalah dirimu yang sekarang, bukan yang ada di masa lalu.” Jawab Suzy yang membuat senyuman langsung tercetak di wajah Baekhyun.

“Kau yakin tidak ingin mendengar cerita masa laluku?” tanya Baekhyun lagi memastikan.

“Aku yakin cerita masa lalu mu tidak ada yang menarik. Kau lahir di keluarga kaya, dan kau langsung memiliki segalanya. Bukankah itu sangat membosankan?” jawab Suzy menyimpulkan sendiri cerita masa lalu Baekhyun.

“Tidak semuanya benar. Aku memang mempunyai segalanya, tapi aku membangun Park Hyatt dengan tanganku sendiri. Sejak SMA aku dituntut untuk memiliki penghasilan sendiri. Entah itu sebagai pekerja part time, atau sebagai kuli sekalipun. Aku memang mendapat semua fasilitas mewah yang keluargaku berikan, tapi untuk kebutuhan sehari-hari aku menghidupi kehidupanku sendiri. Keluargaku sangat keras. Makanya, sejak SMA aku sudah bekerja di perusahaan keluarga. Yah, walaupun itu hanya sebagai OB.” Jelas Baekhyun lagi yang membuat Suzy langsung berubah raut wajah karena terkejut.

“OB?” tanya Suzy tidak percaya.

“Hm..OB.” jawab Baekhyun.

“Seorang pewaris Intercontinental Hotel Group berkerja sebagai OB?” tanya Suzy lagi.

“Bukankah sudah ku bilang, keluargaku itu sangat keras dalam mendidikku.” Jawab Baekhyun begitu gemas karena Suzy tidak mempercayai ucapannya itu. Kemudian mereka terdiam.

“Naeun. Bagaimana kalian bisa bertemu hingga menjalin hubungan?” tanya Suzy setelah sekian lama hanya diam karena sedikit tidak mempercayai perkataan Baekhyun padanya.

“Katanya kau tidak penasaran tentang cerita masa laluku? Kenapa sekarang kau bertanya-tanya tentang masa laluku?” tanya Baekhyun balik mencoba menggoda Suzy. Mendengar itu hanya bisa cemberut.

“Kalau kau tidak ingin menceritakannya, lupakan saja.” Jawab Suzy kesal. Baekhyun hanya bisa tersenyum saat dia berhasil menggoda Suzy lagi.

“Aku bertemu dengan dia saat di Jepang. Saat itu dia sedang melakukan syuting yang kebetulan berlokasi di hotelku. Aku berkenalan dengannya, tidak lama kemudian kami menjalin hubungan. Tapi selama aku berhubungan dengannya, keluargaku tidak pernah menyukainya. Kemudian setelah berhubungan selama 5 tahun, akhirnya hubungan kami berakhir juga. Kau tahu sendiri alasan apa yang menyebabkan hubungan kami berakhir.” Jelas Baekhyun tanpa diminta. Suzy mendengarkan dengan seksama.

“Kau pernah tidur dengannya?” tanya Suzy sedikit berbisik tapi masih bisa didengar Baekhyun.

“Kau yakin ingin tahu?” tanya Baekhyun balik bertanya pada Suzy untuk memastikan Suzy apakah dia ingin tahu atau tidak.

“Entahlah, aku tidak yakin.” Jawab Suzy bingung dengan pertanyaannya sendiri. Tiba-tiba Suzy merasa bingung apakah benar dia ingin tahu masa lalu Baekhyun dengan Naeun atau tidak.

“Aku yakin kalau aku bukan wanita pertama yang pernah tidur denganmu, benarkan?” tanya Suzy lagi.

“Bukan.” Jawab Baekhyun yang membuat hati Suzy sedikit sakit. “Tapi kau adalah wanita terakhir yang akan tidur denganku. Semenjak ada dirimu, hanya kaulah satu-satunya wanita yang akan tidur denganku.” Tambah Baekhyun sambil mengusap punggung tangan Suzy sayang.

Perasaan kecewa yang sebelumnya sempat Suzy rasakan perlahan hilang. Sebenarnya Suzy merasa menyesal karena telah bertanya masa lalu Baekhyun yang pada akhirnya malah membuat Suzy sakit hati sendiri saat mendengarnya.

“Dengar, itu hanya masa laluku. Maafkan aku. Seharusnya aku tidak bercerita tentang itu padamu jika kejadiannya akan seperti ini. Aku sungguh minta maaf.” Ucap Baekhyun lagi saat Suzy hanya diam saja tidak memberikan respon apapun padanya.

“Aku takut akan menjadi salah satu bagian dari masa lalumu.” Ucap Suzy jujur sambil mengeratkan pegangannya pada tangan Baekhyun yang ada di pergelangan tangannya.

“Kau tidak akan pernah menjadi masa laluku, karena kau adalah masa depanku.” Ucap Baekhyun sambil membawa tangan Suzy ke mulutnya.

Sebuah kecupan lembut dia berikan pada Suzy. Hati Suzy kembali menghangat saat Baekhyun mengucapkan hal itu padanya. Semua kegundahan Suzy hilang dalam sekejap. Entah kenapa Suzy begitu percaya akan ucapan Baekhyun padanya meskipun itu sebuah kebohongan sekalipun.

Tanpa terasa mereka sudah sampai di depan rumah Suzy. Baekhyun mematikan mesin mobilnya tepat di depan pintu masuk rumah. Kemudian dia melepaskan sabuk pengamannya untuk menghadapkan tubuhnya ke arah Suzy.

Suzy masih duduk diam di dalam mobil itu, sambil terus menatap Baekhyun. Rasanya sungguh mendebarkan saat bertatapan intens seperti ini. Perlahan Baekhyun menggerakan tubuhnya untuk mendekat ke arah Suzy dan Suzy pun menutup matanya secara otomatis.

Sebuah ciuman lembut Baekhyun berikan pada Suzy. Ciuman itu lama-kelamaan berubah menjadi ciuman yang penuh gairah. Melalui ciuman ini, keduanya menyalurkan perasaan mereka masing-masing tentang apa yang sedang mereka rasakan saat ini.

Setelah sekian lama hanya berciuman, Baekhyun pun melepaskannya dengan enggan. Keningnya dia sandarkan pada kening Suzy. Deru nafas keduanya saling bersahutan. Sesekali Baekhyun akan kembali mengecup bibir Suzy lembut, membuat Suzy seperti melayang di angkasa karena perbuatan lembut Baekhyun padanya itu.

Solange man noch an meiner Seite waren, wird es nur eine Frau in meinem Leben sein, nämlich Sie. So denken Sie nicht über meine Vergangenheit, weil ich nur mit Ihnen über meine Zukunft denken, mein lieber.( Selama kau masih di sisiku, hanya akan ada satu wanita yang ada di hidupku, yaitu kamu. Jadi kau jangan memikirkan masa laluku, karena yang aku pikirkan hanya masa depanku bersamamu, sayangku.)” ucap Baekhyun dengan suara seraknya.

Mendengar itu wajah Suzy seakan memanas. Pipinya bersemu merah, tapi matanya masih terpejam. Sebuah senyuman tercetak jelas di wajahnya, membuat Baekhyun juga ikut tersenyum.

Ich bin nur dir allein . Meine Frau.( Aku hanya milikmu seorang. Wanitaku.)” tambah Baekhyun lagi. Setelah mengatakan itu, Baekhyun pun kembali menyatukan bibir mereka.

Suzy kembali hanyut akan ciuman yang Baekhyun berikan padanya. Setelah sekian lama berciuman, Baekhyun pun melepaskannya. Sedikit mengusap sudut bibir Suzy dengan menggunakan ibu jarinya. Dengan perlahan Baekhyun pun mengusap lembut pipi Suzy penuh sayang.

Mendapat perlakuan seperti itu, Suzy pun membuka matanya. Jarak wajah Baekhyun masih tidak terlalu jauh darinya membuat mereka kembali saling tatap. Sebuah senyuman mereka tunjukan untuk satu sama lain.

Liebe (Sayangku)” ucap Baekhyun sambil menatap mata Suzy langsung. Kemudian mereka kembali terdiam, menikmati moment yang sangat sulit untuk mereka dapatkan.

“Apa kau akan ikut ke Jeju besok lusa?” tanya Suzy dengan suara seraknya saat Baekhyun tidak beranjak sedikit pun. Wajah Baekhyun sedikit mengkerut pertanda dia sedang berpikir.

Jantung Suzy berdebar dengan sangat cepatnya saat menunggu jawaban dari Baekhyun. Entah kenapa Suzy berharap Baekhyun akan ikut ke pulau Jeju bersamanya.

“Maaf. Aku tidak bisa. Besok aku harus terbang ke China untuk mengurus sesuatu di sana, dan aku tidak yakin hal itu akan selesai kapan.” Jawab Baekhyun penuh penyesalan.

Wajah bahagia Suzy langsung hilang seketika. Matanya kentara sekali menatap Baekhyun penuh kekecewaan. Sebenarnya Suzy sendiri tidak tahu mengapa dirinya begitu kecewa saat Baekhyun tidak bisa ikut ke Jeju bersamanya.

Suzy hanya merasa tidak bisa pergi berjauhan dengan Baekhyun. Tapi saat dia mendengar dari mulut Baekhyun sendiri jika dia akan pergi jauh, rasanya begitu menyesakkan di dada Suzy. Setetes air mata jatuh di pipinya, dan secepat itu pula Suzy menghapusnya.

Suzy begitu bingung kenapa dirinya begitu ingin menangis saat ini. Rasanya sangat konyol sekali jika dia benar-benar menangis hanya karena Baekhyun tidak bisa ikut ke Jeju. Tapi itulah yang Suzy rasakan saat ini.

Ingin rasanya dia mencegah kepergian Baekhyun ke China. Tapi Suzy bukan tipe wanita yang ingin menguasai Baekhyun seutuhnya dengan mengabaikan kewajiban Baekhyun yang lain. Suzy sadar, sebelum Baekhyun bertemu dengannya, dia memiliki kehidupannya sendiri, dan Suzy tidak berhak mengatur-ngatur hidup Baekhyun.

Suzy kesal sekesal-kesalnya pada dirinya sendiri karena begitu mengharapkan Baekhyun ikut. Hingga pada akhirnya dia menangisi dirinya sendiri yang begitu bodoh karena tergila-gila pada Baekhyun. Laki-laki yang tidak memiliki hubungan apapun dengannya.

Baekhyun yang terus menatap Suzy untuk melihat perubahan suasana hati Suzy begitu terkejut saat melihat wanitanya itu tiba-tiba menangis hanya karena dia tidak bisa ikut ke Jeju. Perasaan bersalah pun melingkupi hatinya.

Perlahan Baekhyun menggerakan tangannya untuk menyentuh pipi Suzy, tapi Suzy memalingkan wajahnya pertanda dia tidak ingin di sentuh oleh Baekhyun. Tangan Baekhyun hanya melayang di udara karena tidak sampai pada tujuan awalnya.

Suasana romantis di antara keduanya hilang sudah. Suzy marah pada Baekhyun dan Baekhyun bingung karena tidak tahu sudah melakukan kesalahan apa hingga membuat Suzy marah padanya.

“Kalau begitu selamat malam.” Ucap Suzy dingin sambil mendorong tubuh Baekhyun agar menjauh darinya. Suzy merasa sudah tidak bisa menahan tangisannya karena rasa kecewanya pada Baekhyun.

Kemudian Suzy membuka sabuk pengaman, dan keluar dari mobil itu. Suara bantingan pintu di tutup membuat Baekhyun sedikit terkejut. Salahkah dirinya jika dia tidak bisa ikut ke Jeju karena harus mengurus bisnisnya yang ada di tempat lain? Baekhyun sedikit mengacak rambutnya sambil menggeram kesal karena Suzy meninggalkannya dalam keadaan marah.

Sh*tt!!!” geram Baekhyun kesal pada dirinya sendiri.

 

~ TBC ~

 

Setelah aku post di wattpad, aku tidak pernah mengeceknya ulang.

Maafkan aku jika masih banyak typo di dalam tulisanku ini.

Sampai jumpa….^^

Regards, Azalea

 

 

41 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Dream (Chapter 12)”

  1. Kirain cuma baekhyun aja yg posesif ternyata suzy juga kkkkkk~
    Hanya karna baekhyun gak ikut kejeju dia marah, woahh berarti suzy emg udh cinta mati nih sma baekhyun
    Hayooo oppa tanggungjawab wkwkwk 😀

  2. Suzy nangis ya krna gk pngen Baekhyun ke China Hihihi, aku juga ikutn sedih -baper- ^^,,,slalu smngat buat ffny Fighting!!

  3. Aaaaaaaaaa jd baverrrr >„< makin seru ajaaaaa. Lanjut next chap ya thorr. ohiya btw ff yg my lady kpn dilanjutinnyaaaa aku penasaran bgtt ^O^ fightinggg

  4. Kusuka kusukaa
    Lanjut terus yaaa
    Ini salah satu ff yg paliiinggg kutunggu
    Semangat terus buat authornyaa
    Tadi sempet kepikir, pas mereka bermesraan di dalam mobil di depan rumah suzy, lalu myungsoo lihat dan jengjengjeng keadaan mulai menegang hahaha
    Aku jadi penasaran, kapan suzy mutusin myungsoo, dan gimana prosesnya. Apakah berawal dengan kepergoknya suzy pas lagi ama baekhyun atau nggak hohoho

  5. huaaaaaaaaaaaaa, suzy baperan yakk, hehehe
    duhh nasip myungsoo gimana, kasiann
    tapi bakhyun sama suzy disini sweet bgt, top couple gimana gituhh, hehe
    nextttttttt kak

  6. Makin seru aja, Suzy protektif yaa
    Eh btw ini ciuman di mobil di deket rumah Suzy ngga bakal ketauan tuh? Wkwk nextnya di tunggu banget fighting thor

  7. kyaaaaaaa~
    degdegan bacanya. Pipinya pegel senyum muluu hahah. Semakin banyak scene baek-suzy aku makin suka dan melupakan myungsoo hehe. Gakebayang mereka kepisah diwaktu yg mungkin lebih lama. Karena baek sendiri gatau kapan akan selesai. Cuma bisa ngarep setelah urusan suzy di jeju selesai, dia nyusul baek ke cina hehehe. Yah sebagai readers aku hanya bisa berharap dan semua kembali ke tangan author hehehe.

    Ditunggu kelanjutannya author azalea~ ^^
    -XOXO-

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s