[EXOFFI FREELANCE] Baekrin Love Story #2 Belive Me!

m

[Baekrin Love Story] #2 Belive Me!

Byun Pelvis’s Story Line.

 

Cast                  : Byun Baekhyun , Ahn Seulrin (OC).

Other cast         : Kim Chanri (OC) , member EXO.

Genre               : Romance , Fluft , Friendship.

Rating              : 15+

Leght               : Series

Disclaimer       : Ff series ini murni 100% dari otak saya. Dibuat dengan ide sendiri tanpa campur tangan lain. Dan yang paling penting ff ini tidak menjiplak ff milik author lain. Tidak sama sekali . Jadi maaf banget kalau mungkin ada kesamma tokoh, alur, dan kejadian. Saya benar benar tidak ada niat menyamai.

 

Anyeong readers!! (ng’dance Cheer up-TWICE) 😛

Nongol lagi nih he he . Masih dengan FF seris BaekRin .

Mungkin kurang baik tulisanku ini. Post yang #1 gak banyak yang komentar.

Tak apa, author tetap semangat lanjut demi para readers yang minta next.

Author berusaha membuat readers senang.

So happy reading deh…

Sorry for typo.

***

https://exofanfictionindonesia.wordpress.com/2016/05/10/exoffi-freelance-baekhyun-baekrin-love-story-1-be-my-girl/

**

 

Suasana di Jungwon High School dipenuhi oleh siswa/i dan para walinya masing masing. Hari ini adalah tepat kelulusan siswa kelas 12 . Semua siswa memakai almamatir khas sekolah itu dan memenuhi bangku yang terjajar rapi di aula besar .

“Saya berharap semangat dan  kesuksesan selalu menyertai kita semua.  Sekali lagi terimakasih

Seulrin barusaja menyelesaikan pidato panjangnya, suara tepuk tangan mengiringi langkahnya yang semakin menuruni panggung. Acaranya sudah akan selesai . Gadis itu kembali duduk di kursi sebelumnya, tepat disebelah eommanya.

“Aigo putriku sungguh luar biasa. Selamat ya sayang” Ucap sang eomma  bangga sembari menangkup pipi purti kesayangannya. Seulrin tersenyum manis dan memeluk erat eommanya.

Hari yang ditunggunya datang juga ,  hari dimana ia melepaskan seragam SMA dan masuk ke Universitas. Sungguh tak terbayang, rasanya ia baru kemarin menjalani masa orientasi sekarang ia akan memulainya lagi di Kampus.

“eomma aku sudah tambah dewasa kan?”

“ne, kau sudah dewasa putriku.”

Seulrin ,melepas pelukan hangatnya. Gadis itu sangat senang eommanya sudah bisa hadir di acara wisuda sekolah, ya walau sang Appa tak bisa datang karena dinas diluar Negeri tapi Seulrin tak pernah menuntut. Ia tak ingin menjadi beban orang tua.

“eomma , terimakasih selama ini sudah mengurusku dengan baik. Terimakasih sudah membibingku belajar. Aku janji kedepannya kan semakiiiin baik lagi. Gomawo eomma. Saranghae”

“aigo, kau membuat eomma terharu sayang. Terimakasih juga sudah membuat eomma sangat bahagia hari ini.”

Seulrin mengangguk , lagi ia memeluk sang eomma.

SEULRIN POV

Tuhan , betapa baahagianya aku hari ini.

Aku tersenyum, tertawa dan menangis bersama teman teman. Kami berfoto bersama, saling mengait janji dan sama sama membuat kenangan.

Sungguh, rasanya sangat sedih melepas masa masa SHS yang  paling membahagiakan . Aku berpidato panjang untuk memberi motifasi dan juga arahan untuk teman temanku tadi, wah persiapanku belakangan ini tak sia sia. Aku bersyukur karena Namjaku membantu semua keperluanku.

Ah iya, aku lupa dengannya, ya ampun sedari tadi aku hanya fokus pada acara tanpa memikirkan namjaku itu. Bahkan meliriknya belum kulakukan, hemm aku merindukannya.

Ku sapukan pandanganku keseluruh aula besar ini. Ratusan siswa mulai meninggalkan bangku karena acara sudah selesai. Kenapa sosoknya tak terlihat? Apa dia sudah pulang?

Ya ampun kurasa dia melupakan janjinya hari ini.

“Rin-ah eomma kembali keperusahaan ne. Apa kau mau langsung pulang hemm?”

“emm anhiyeo eomma. Ada sesuatu yang harus kuurus. Tak apa aku bisa pulang sendiri”

“Baiklah kalau begitu eomma pergi. Dah sayang!”

Aku membalas lambaian eomma, terus mengamati sampai hilang di pintu keluar . Pandanganku masih disana,

Tepat saat itu juga aku melihat seseorang berlari kearahku , aku tersenyum karena orang yang kucari menghampiriku. Namja yang mempunya status namjachinguku itu semakin dekat dan merentangkan kedua tangannya.

“Seul-”

“stt jangan disini, ayo”

Aku menarik tangan  namjachinguku ke suatu tempat. Namja ini protes tapi aku tak menghiraukannya. Langkahku semakin cepat menuju belakang gedung ini, ya aku memilih tempat yang aman.

Aku bukannya ingin bersembunyi tapi aku hanya takut eomma masih ada dilingkungan sekolah.

“ckk Seulrin-ah. Kenapa harus ditempat ini hemm?”

Kami sudah sampai, tanpa membalas pertanyaan aku memeluk tubuhnya sangat erat. Membenamkan wajahku di dada bidangnya . Awalnya Baekhyun diam tapi setelah kira kira lima detik ia membalas memelukku tak kalah eratnya.

“Baekhyun-ah . Saat mebahagiakan dalam hidupku adalah saat melihat senyum eomma, Appa , dan juga kau”

Aku mendengar Baekhyun terkekeh dan melepas pelukan, kedua tangan hangatnya menangkup pipiku. Wajahnya dengan cepat ia dekatkan padaku tapi sebelum ia melakukan hal ‘itu’ aku menutup mulutnya.

“stt jangan disini. Ini tempat umum.” Aku mengatakan itu dengan berbisik, namja itu menyingkirkan tanganku dibibirnya. Tatapannya sudah sangat jelas menggambarkan kekesalan.

“Wae? kau takut ada yang melihat? Ya ampun chagi kau sudah lulus dan pangkat ketua kelasmu sudah dicabut”

“tapi tetap saja ini lingkungan sekolah . Aku tidak mau-”

“ne ne kau tak mau pamormu jelek sebagai Sunbae. Aku tau”

Ya Tuhan kenapa namjaku ini harus mempout bibirnya? Jika seperti ini mana tahan aku menahannya. Jujur saja itu sangat e… sexy.

Aigo otakku mulai lagi.

aku tersenyum manis padanya, berusaha menghilangkan rasa kesal dihatinya.

“Baekhyun-ah. Aku sangat bahagia hari ini.”

Pada akhirnya Baekhyun tersenyum membalasku, ia menciumi punggung tanganku . Ah aku tau, dia sedang melampiaskan kegagalannya untuk mencium bibirku.

“Selamat untukmu Chagiya. Kau lulus dengan nilai baik.”

“kau juga kan? Selamat Baekhyun-ah.”

“kau harus janji untuk mendaftar di universitas yang sama denganku, jika tidak maka aku tak akan mau kuliah”

Aku membulatkan mataku, apa yang dia katakan? Ya ampun hanya jika karena aku tak mendaftar di universitas yang sama dengannya ia seperti itu. Huh ya kuakui namjaku ini sangat imut dan juga childish.

“Mana boleh seperti itu?”

“ah pokoknya kau harus bersamaku sampai mati”

Ya sudahlah lebih baik aku meng’iya’kan apa perkatakannya. Jika tidak ia akan terus mengoceh seperti burung .

Aku mengangguk mantap membuatnya tersenyum senang.

Tuhan terimakasih sudah mengirimkanku seorang namja yang selalu membuat hariku berwarna.

Aku mencintai Byun Baekhyun, namjaku.

**

Suasana malam hari di kota Seoul sungguh ramai. Lampu berbagai warna kelap kelip semakin menambah nuansa cantik  kota ini.

Aku membuka jendela kaca mobil Baekhyun untuk merasakan angin segar diluar sana. Anginnya sangat menyegarkan.

“hari ini kau senang?”

Aku menoleh pada Baekhyun yang fokus menyetir.

“emmm”

Hari ini kami pesta besar bersama Chanyeol, Kai, Chanri dan lainnya. Hampir satu hari kami bersama merayakan kelulusan.

“mau melakukan hal tadi lagi?”

“mwo? Ckk jangan harap”

Kulihat Baekhyun tertawa lebar. Kenapa ia terus membahas masalah tadi, sungguh menyebalkan.

Satu jam lalu kami baru saja melakukan hal konyol. Kami semua main turt or dare , sialnya saat bagianku aku memilih dare.

Dengan gamblangnya Chanyeol menyuruhku untuk mencium Baekhyun didepan umum. Aku menolak tapi Chanyeol malah semakin memberi perintah yang lebih ekstrim.

Pada akhirnya aku menurut untuk….

mencium Baekhyun ….. selama 3 menit.

Itu sudah sangaat lama bagiku. Jika kau memutar sebuah lagu maka lamanya aku mencium Baekhyun akan berakhir jika musik selesai.

“Seulrin-ah . Ada telfon, tolong angkatkan”

Aku melirik ponsel Baekhyun yang bergetar di dasboard mobil. Kuraih benda pipih itu dan melihat layarnya. Disana terpampang jelas nama seseorang . Aku mengernyitkan dahiku  melihat nama itu..

“Siapa?”

“Kim Taerin”

“Apa?”

Dengan sangat cepat Baekhyun meraih ponselnya ditanganku dan memencet tombol laju otomatis pada mobilnya. Hei tingkahnya membuatku curiga saja,

“Kenapa tak diangkat? Siapa Kim Taerin itu?”

“emmm dia temanku.”

“kenapa wajahmu seperti panik begitu?”

“mwo? Panik apanya?”

Benar . Dia terlihat aneh setelah membaca nama ‘Kim taerin’ itu.

“cepat beritau!”

Aku mendesaknya, Baekhyun memasukan ponsel kedalam saku celananya dan menjauhkan wajahku dengan telunjuknya.

“apa kau akan baik baik saja jika aku mengatakannya?”

“hemm. Setidaknya kau tidak membuat aku membunuhmu”

“ckk aku tak yakin untuk mengatakannya jika kau mengetahui siapa  dia itu”

Baekhyun justru membuatku semakin penasaran, namja itu kembali fokus pada jalan dan mengabaikan rasa resah dalam hatiku.

Kim Taerin, nama itu. tentu saja pasti Yeoja.

“sudah cepat katakan Baekhyun-ah”

“hahh baiklah akan kuberitau. Kim Taerin itu adalah yeoja yang sangat menyukaiku, dia selalu mengejar ngejarku selama ini. Tapi sekarang dia-“

“sudah cukup!”

Aku mengehentikan kata katanya, menyebalkan sekali. Kenapa dia tanpa ragu mengetakan itu?

“aku belum selesai bicara Chagiya. Kim Tae-“

“aku bilang cukup , cukup , cukup! haisss”

Aku memukul lengannya keras dan sepertinya sangat sakit sampai ia mengelusnya. Rasakan! Siapa suruh dia membuatku merasakan apa yang namanya ‘cemburu’.

“kau sangat tega pada namjamu”

“rasakan. Jika kau mengatakan tentang gadis itu didepanku maka aku akan sangat marah”

“wuahh apa kau sangat cemburu hemm? Aigo kekasihku sangat mencintaiku eoh”

Pipiku ditarik sana sini oleh Baekhyun, kupukul lengannya lagi tapi tak membuat menghentikan aksinya.

“Baekhyun-ah  lepassss!”

**

Author POV

Baekhyun memakirkan mobil mewahnya tepat didepan pintu gerbang halaman rumah Seulrin. Namja itu mengikuti Seulrin yang sekarang sudah membuka pintu mobil, setelahnya Baekhyun berdiri tepat dihadapan kekasihnya.

“Gomawo Baekhyun-ah. “

“untuk apa?”

“Ckk tentu saja karena kau sudah mengantarkanku. Juga karena kau sudah membuatku senang hari ini”

Baekhyun tersenyum dan mengacak pelan ujung rambut Seulrin, tapi setelahnya ia merapikan rambut kekasihnya seperti semula. Jika tidak Seulrin pasti mengamuk.

“ sudah kewajibanku untuk membuatmu bahagia”

“emmm . kalau begitu aku masuk dulu ne. anyeong!”

Seulrin berbalik untuk membuka pintu gerbang tapi batal karena Baekhyun memeluknya dari belakang. Melingkarkan tangan kekarnya dipinggang Seulrin.

“Baekhyun-ah”

“Changiya, kapan aku boleh memperkenalkan diri pada orang tuamu hem?”

Seulrin menghela nafasnya mendengar apa yang Baekhyun katakan. Gadis itu melepas tangan Baekhyun dan berbalik menatap namja itu.

“jangan sekarang Baekhyun-ah.”

“kenapa? Kau selalu mengatakan itu. Aku sangat ingin bisa mengenal eomma-mu. Aku ingin beliau tau jika aku adalah namjachingumu”

Seulrin menggenggam kedua tangan Baekhyun, gadis itu tersenyum hangat. Ia tau senyumannya bisa melegakan hati namjachingunya.

“jika sudah saatnya aku akan memperkenalkanmu kepada Eomma dan Appa.”

“kapan? Sampai mereka mencarikanmu pasangan?”

Seulrin melunturkan senyumnya mendengar apa yang Baekhyun katakan . Namja’nya memang sangat kekanakan menurutnya.

“Bersabarlah. Dan jangan mengatakan hal itu lagi. Orang tuaku bukan orang kolot yang akan menjodohkan anaknya . Apa kau terlalu sering menonton drama huh?” ucap Seulrin sangat cepat dan dengan nada menusuk . Baekhyun  memanyunkan bibirnya pertanda kesal.

“iya, maaf. Habisnya kenapa kau selalu melarangku bertemu eommamu?”

“bukan apa apa. aku hanya merasa belum waktunya saja”

Baekhyun menghela nafas dan menghembuskannya kasar. Ia rasa hanya akan sia sia memaksa seorang Ahn Seulrin yang keras kepala setengah mati.

“Baiklah, aku akan menunggu sampai kau mengizinkan. Chagiya , kalau begitu aku pulang dulu”

“hemm hati hati. Jangan menerima panggilan selama mengemudi dan matikan saja jika ia terus menelfonmu!”

“ckk baiklah. aogoo apa kau masih saja cemburu?”

“haiss sudah sana! “

Seulrin dengan cepat berbalik dan membuka gerbang dan masuk, meninggalkan Baekhyun yang masih saja tersenyum misterius. Namja itu kembali masuk dalam mobilnya untuk kembali ke apartemen mewahnya dikawasan Gangnam. Ia sangat bersyukur mempunyai yeoja seperti Seulrin, harinya sungguh menjadi indah.

**

Next day…

.

Pagi cepat sekali datang , matahari sudah bertengger manis dilangit timur. Sebuah benda bulat berdering berkali kali untuk membangunkan tidur seorang putri yang sangat nyenyak.

Berkali kali juga gadis yang bersembunyi dibalik selimut tebal itu mengumpat dan menutup telinganya rapat dengan bantal. Mungkin jika ia sudah tak menyayangi benda bernama jam weker itu ia sudah membantingnya habis.

Gadis itu menghela nafas lega setelah bunyi berisik itu berhenti, ia sedikit heran tapi setelahnya  cuek dan kembali ke alam mimpinya.

Baru tiga detik ia merasakan ketenangan kakinya sudah ditarik tarik.

“ckk Eomma biarkan aku malas malasan hari ini. aku sangat lelah”

gadis itu, Ahn Seulrin berbicara masih dibalik selimut . Tidak menghiraukan eommanya yang mungkin sebentar lagi akan berteriak

1

2

3

“YAA!! Yeoja malas bangunlah. Aigo kau masih menjadi babi betina rupanya eoh?”

Dengan seketika Seulrin membuka lebar matanya,

Suara itu bukanlah suara eommanya,

Suara itu adalah suara yang  sangat dirindukannya .

Seulrin menyingkap selimut yang menutupi tubuhnya, detik itu juga membulatkan matanya melihat siapa yang sedang berdiri sembari melipat tangan didada.

“S-Sehun-ah?”

Seulrin mengucek matanya dan mengerjap ngerjapkanya berkali-kali. Gadis itu hanya sedang memastikan penglihatannya tak salah. ia hanya memastikan jika saat ini bukanlah mimpi.

“Ya, ini aku Oh Sehun yang sangat tampan melebihi siapapun. Dasar kau ini ta-”

“HUAAA OH SEHUN!!”

Seulrin berdiri dan berlari diatas ranjang, dengan cepat ia menubruk tubuh namja yang sangat lama tak dijumpainya. Memeluknya dan berbputar putar.

“ uhuk.. y-ya aku tak bisa bernafas pabboya”

“ya ya ya kenapa kau tak bilang jika kembali ke Korea? Ahh kau sangat sombong ternyata. Kau melupakanku hah? Ya tega sekali kau”

Tanpa dosa Seulrin mencubit keras lengan kurus Sehun, membuat namja itu berteriak.

“ya kau kasar sekali. Aku baru datang kau malah menyiksaku” kesal Sehun sembali mengelus lengannya.

“salahmu karena kau tak pernah memberiku kabar “

namja bernama Oh Sehun itu memanyunkan bibirnya kesal, padahal Sehun sudah mengorbankan waktu istirahatnya untuk bertemu Seulrin tapi yeoja itu malah seperti macan betina .

“ckk apa kau tak merindukan sahabatmu ini?”

“huwaaaa saku sangaattt merindukanmu.”

Seulrin hendak memeluk Sehun lagi tapi bahunya ditahan.

“ckk wae?”

“dasar jorok. Sana mandi”

“tidak mau”

“cepatlah! Kau tega membiarkan namja pendek itu menunggumu didepan pintu seerti orang hilang huh?”

Seulrin mengernyitkan dahinya bingung.

Namja?  Seulrin masih berfikir sampai tiba tiba mengingat satu satunya namja yang ada diotaknya.

“MWO?”

Gadis itu berlari menuju jendela dan melihat siapa yang berada dibwah sana.

***

Author POV

Aku berjalan cepat menuruni anak tangga yang bertumpuk ini, tak memikirkan jika aku bisa jatuh jika tak berhati hati. Kini aku sudah rapi setelah tadi dengan gugupnya membersihkan diri dan juga berias tentunya.

“sayang kau tak sarapan? Ayolah kau tak rindu makan dengan Sehunnie heumm?”

“iya , kau senang sekali menyiksa cacing diperutmu itu”

Aku berhenti menatap eomma yang sedang meletakan sesuatu dimeja makan dibantu dengan Sehun.

Ya , sejak kecil sahabatku itu sangat dekat dengan eomma. Bahkan ia sudah menganggap eomma dan appa seperti orang tuanya. Aku bisa menjadi anak kedua jika Sehun dirumah.

“iya iya aku akan sarapan. Tunggu sebentar eomma”

Kulanjutkan langkah tertundaku untuk menuju depan. Bodohnya aku karena melupakan jika hari ini ada jadwal kencan dengan Baekhyun, setelah pusing memikirkan kelulusan tentu saja kami butuh refreshing bukan?.

Harusnya aku sudah berada di tempat yang kami janjikan satu jam yang lalu. Huhh  pasti Baekhyun tak sabar sampai datang kerumah.

Aku membuka pintu utama dan mencari sosoknya,

Dia duduk bersender didepan mobilnya.

Aku berlari untuk mendekatinya, namja itu berdiri sembari memasang  tampang kesal  .

“kanapa lama sekali? Jangan bilang kau baru saja bangun tidur”

“Mianhae, kau tau kan aku sangaaaat lelah karena semalam?”

Kulihat Baekhyun menghela nafasnya dan tersenyum hangat seperti biasanya. Baguslah, aku yakin Baekhyun tak akan mudah marah padaku.

Aku menangkup kedua pipinya menekannya sampai membuat bibir mungil Baekhyun membentuk pout.

“aigoo namjaku baik sekali… Saranghaeyo!!”

Baekhyun meraih tanganku yang masih berada dipipinya dan menariku semakin dekat. Kami akan…

“aigo aigo drama apa ini huh?”

Huhhhh…

Kegiatan Baekhyun yang hendak mendekatkan wajahnya padaku gagal. Oh astaga apa barusaja namjaku akan menciumku didepan rumahku sendiri. Hah bisa mati aku jika ketahuan eomma.

Baiklah Oh Sehun , kurasa aku harus berterimakasih padamu.

“Diamlah Oh Sehun! Kau tak pernah melihat orang pacaran ya?”

“wahh jadi namja pendek ini kekasihmu? Eomma lihat putrimu ini! dia sudah mulai berani pacar_hmpppp”

Aku membekap mulut Sehun dengan tanganku  . jangan sampai Sehun  membongkar semuanya. Eomma tak boleh tau sebelum aku yang memperkenalkan sendiri siapa Baekhyun. Rasanya tak spesial jika eomma mengetahuinya bukan dari mulutku sendiri.

“diamlah Oh Sehun. Jika kau mengatakannya pada eomma sekarang maka aku akan mengundang Jung Hana kemari agar kau dibuntuti olehnya. Kau mau hah?”

Lihatlah, jika aku membahas Jung Hana si gadis penguntit maka Sehun akan langsung seperti orang trauma. Kena kau,

“jangan mengancamku. Ckk baiklah aku akan menutup mulutku. Cih lagian kenapa harus pacaran diam diam?”

“tsskkk itu bukan urusanmu”

“owhhh jadi kau tak menganggapku sahabatmu. Aigoo jinjja”

“bukan seperti itu pabbo , kau-“

“ekhhm”

Aku tak melanjutkan bicaraku karena Baekhyun menengahi , namja itu berdiri disampingku dengan ekspresi yang sangat datar. Aku yakin ia tak baik baik saja,

“anyeonghaseyo, Oh Sehun Imnida. Aku adalah teman sejak lahir Seulrin. ya, orang terdekatnya Seulrin”

“Byun Baekhyun imnida, pacar Seulrin”

Aku menatap kedua namja dihadapanku ini, wajah Baekhyun sudah tak mengenakan lagi. Sedangkan ekspresi Sehun kali ini sangat misterius, kufikir ia sengaja membuat Baekhyun kesal.

“wahhh kau bisa membuat Seulrin menjadi pacarmu? Apa kau betah dengan gadis galak sepertinya? Kau mau dengan babi betina? aigoo”

Sepertinya aku harus menghentikan ini sebelum Sehun membongkar semua sifat jeleku.

“Seulrin bukan babi betina. Dan aku sangat senang berada disampingnya” balas Baekhyun sembari menggenggam tanganku. Aku tau Baekhyun tak suka siapapun menjelekanku termasuk sahabatku sendiri. Aku tersenyum menang pada Sehun.

“wah ternyata namjamu sangat keren”

“diamlah Sehun-ah. Kau menyebalkan , sudah sana masuk!”

Kulihat Sehun hanya memeletkan lidahknya dan berbalik masuk kedalam rumah, baru saja aku akan bicara pada Baekhyun tapi terhenti karena pintu rumah tebuka memunculkan sosok eomma. Gawat…

“Seulrin-ah. Wahh ada temanmu? Kemarilah ajak dia masuk”

“a-ahh iya eomma”

“Anyeonghaseyo Ajhuma” Baekhyun melepas tanganku dan menyapa eomma sangat sopan.

Disana eomma tersenyum lebar , aku yakin eomma suka dengan seseorang yang rapi dan  sopan. Dan namjaku masuk dalam kategori itu

“ne nado anyeong. Seulrin ajak temanmu makan bersama”

“arraseo”

Setelah mengatakan itu eomma masuk, setelah pintu benar benar tertutup aku menghela nafas lega. Huh setidaknya eomma tak memberi tatapan galak pada Baekhyun,

Jujur saja biasanya eomma tak akan pernah suka jika aku terlalu dekat dekat dengan namja yang belum dilihatnya. Eomma hanya tak mau aku memilih namja yang salah yang nantinya hanya menyakitiku. Huh… eomma terlalu banyak melihat drama.

“Baekhyun-ah. Maaf ne”

“untuk apa?” jawabnya datar, namja ini masih memasang ekspresi datar.

Aku tau mungkin saja Baekhyun kesal melihatku sangat dekat dengan Sehun.

“emm karena Sehun tadi, dan juga karena eomma tak tau jika kau adalah-“

“gwemchana. Aku akan mengakuinya sekarang”

“Mwo? Y-ya tapi Baekhyun-ah bagaimana jika eomma tak menyukainya? Aku takut eomma tak setuju jika aku mempunyai namjachingu”

Baekhyun menggenggam kedua tanganku , tatapan datar nya berubah menjadi hangat . Senyum juga terpatri dibibirnya,, ya Tuhan ini membuatku sangat terpesona. Jantungku selalu saja bedetak sangat cepat.

“jangan khawatir. Tak ada salahnya kan kita mencobanya? Belive Me!” ucap Baekhyun meyakinkanku. Benar juga apa katanya, kita harus mencobanya.

“baiklah, aku  percaya padamu. “

**

Kami sedang sarapan sekarang, Baekhyun duduk disampingku dan Sehun duduk disamping eomma. Namja itu mengobrol dengan eomma sejak tadi, membuat aku dan Baekhyun terabaikan .

“eomma “

Aku memanggil eomma untuk mengentikan acara ngobrol serius mereka.

“hemmm.”

“kenapa kau memasak menu ini?”  aku bertanya sembari  menunjuk berbagai makanan dihadapanku.

“heiiii… ini spesial untuk Sehun yang baru saja kembali dari Kanada. Eomma rasa Sehun merindukan menu ini , iya kan Sehunnie?”

“ne majjayeo. Lihatlah ! eomma saja perhatian padaku sedangkan kau apa? kau tak menyambutku dengan spesial”

“yakkk Oh Sehun neo jinjja!”

Aku mengankat sumpitku berusaha memukul keningnya, tapi namja itu bersembunyi dibalik bahu eomma.

“ckk sudahlah. Kalian ini tak usah bertengkar. Biasanya saja saling bersikap manja, kau tak menyuapi Sehun seperti dulu”

“Uhukk..uhukk”

aku menolehkan kepalaku kesamping, kearah Baekhyun yang sedang terbatuk batuk menepuk dadanya. Hah kurasa ia kaget sampai tersedak seperti itu,

dengan cepat kusodorkan segelas air padanya. Baekhyun meminumnya secara perlahan. Kutatap eomma dan Sehun dengan tatapan horor.

“M-mianhamnida”

“aigo kau tak apa? makanannya terlalu pedas atau bagaimana?” tanya eomma pada Baekhyun, huh baguslah kufikir Baekhyun akan langsung kesal mendengar apa kata eomma barusan.

“anhiyeo ajhuma. Makanan ini sangat lezat, wahh aku seperti makan direstoran”

“wahh benarkah? Aigoo selain tampan kau pandai memuji ya ha ha”

Aku geli melihat eomma yang tersenyum sembari memegangi kedua pipinya senang. Ckk tak ada Appa sifat mudanya keluar juga.

“aku mengatakan yang sesungguhnya. Wah anda sangat mudah tersenyum, pantas saja anda terlihat awet muda. Itu menurut pamanku yang seorang dokter kecantikan”

“wuah benarkah? Ahh kau bisa saja anak muda. Ah iya siapa namamu nak?”

Dengan sigap Baekhyun berdiri dan membungkukan badannya, hah benar juga sedari tadi belum meperkenalkan diri.

“jeneun Byun Baekhyun Imnida, ajhuma saya adalah namjachingu Seulrin. Bangapsumnida. Senang bisa mengobrol dengan anda”

Aku menelan ludahku kasar setelah Baekhyun berhasil mengatakannya, sudahlah aku tak berani memandang eomma. Kurasa setelah ini eomma akan menariku dan menanyaiku berbagai pertanyaan seputar ‘pacaran’ .

“Seulrin-ah apa itu benar?”

Benarkan? Eomma sudah mulai betanya dengan nada lirihnya. Jebal jebal jangan .

“emm ne eomma. Baekhyun namjachinguku”

Baekhyun yang sudah duduk menggenggam erat tangan kananku,

“sebentar, Byun Baekhyun ya? Sepertinya aku tak asing dengan namamu.  Byun? Byun Baek- ….. Owhh astaga!”

Tiba tiba saja eomma meninggikan suaranya. Membuat aku dan Baekhyun mendongak.

“kau Byun Baekhyun? Siswa dengan nilai terbaik setelah Kim JunMyeon, kau putra dari Byun Seunghwa? Pemilik Byun Company?”

“e ..n-ne  ajhuma. Majjaseo”

Eomma menutup mulutnya tak percaya, ahh arrayeo . Mungkin eomma tau Baekhyun dari majalah langganannya. Ya namjaku ini sangat populer dikalangan bisnis karena orang tuanya yang hebat.

“astaga… pantas saja aku tak begitu asing denganmu. wahh selamat untuk kalian. Seulrin-ah kenapa kau tak cerita pada eomma heumm”

“ya! Eomma kan selalu marah jika aku terlalu dekat dengan namja selain Sehun. Aigoo “

“eomma. Putrimu itu pacaran diam diam, kau tau mereka hendak berciuman juka aku tak memergokinya didepan rumah”

Aku membulatkan mataku pada Sehun, namja tengik itu mulai mengadu. Lihatlah nanti pasti aku akan mengirim sesaeng bernama Jung Hana padanya.

“jinjayeo? Ha ha kalian mengingatkan saat eomma pacaran dengan appa”

Aku menghela nafasku lega karena eomma tertawa seperti orang sangat bahagia , rasakan Oh Sehun! Usahamu membuat eomma marah gagal 100%. Aku tersenyum menang padanya yang memutar kedua bola matanya.

Kulirik Baekhyun yang juga tersenyum.

Benar apa kata Baekhyun.

Aku percaya padanya, namjaku ini memang jjang.

***

Aku bersenandung didalam mobil Baekhyun yang sedang melaju. Hari ini kami sangat bahagia karena sudah mendapat restu pacaran dari eomma .

Ha ha perkiraanku salah,

Kufikir eomma akan langsung menyuruhku memutuskan Baekhyun, aku mengira eomma tak akan menyukai Baekhyun.

Tapi apa yang terjadi barusan sudah membuatku senang.

Eomma mengobrol banyak dengan Baekhyun, mereka langsung akrab. Bahkan aku menahan Sehun yang ingin mengacaukan pendekatan Baekhyun dan eomma. Maafkan aku tapi ini demi kebaikan hubungan ku dengan Baekhyun.

Menurutku kepercayaan orang tua adalah yang nomor satu dan Sehun si biang onar itu tak boleh mengacaukannya.

Sejak dulu Sehun  itu selalu saja menggangguku saat dekat dengan namja. Entah apa itu motifnya tapi sepertinya Sehun hanya ingin melindungiku dari namja yang tak benar. Huh sama saja dengan eomma.

“chagiya kau senang heumm?”

Aku mengangguk semangat , kurangkul sebelah lengan Baekhyun yang sedang mengemudi dan namjaku ini hanya menunjukan deretan gigi rapinya.

“Hemmm. Gomawo karena sudah memberanikan  diri untuk memperkenalkan diri pada eomma. Huh kau tau aku sangat cemas tadi”

“eommamu sangat baik , dia sangat mudah akrab”

“ya, itu karena menurutnya kau itu keren Baekhyun-ah. Eomma memang begitu, dia sangat terobsesi pada Appa yang dulunya adalah flower boy.” Terangku pada Baekhyun.

Memang eomma dulunya sangat mencintai Appa yang berstatus flower boy saat universitas. Dan sekarang setelah appa berhasil menjadi dokter spesialis diluar negri membuat eomma kesepian. Jadilah ia sangat menyukai anak yang tampan dan juga berbakat untuk meredakan rasa rindunya pada Appa yang jauh disana . Ughh kupikir eomma terlalu tua untuk itu.

“wuahh benarkah? Dan sekarang menurun pada anaknya? Aigo ini memang takdir eoh”

“arraseo. hyaa kau sangat percaya diri”

Aku melepaskan lenganku untuk membiarkan Baekhyun fokus menyetir. Tapi namja itu justru mengaitkan jemarinya pada jemariku .

“aku tak menyukai Oh Sehun itu”

“waeyo? dia sebenarnya anak yang baik walau sangat menyebalkan. Sehun sudah seperti saudaraku sendiri Baekhyun-ah”

“dia selalu menempel padamu. Apa ia tak memikirkan siapa aku ini untukmu?”

Aku mendekatkan wajahku padanya yang terlihat sedang sebal. Aku memencet tombol laju otomatis pada mobilnya, ya ini adalah jalanan lurus dan juga cukup sepi jadi….

‘Chu’

Aku mencium bibirnya cepat, namja ini hanya mematung menatapku. Ya aku memang sudah gila mengecupnya disaat seperti ini.

“eohh namjaku ini cemburu rupanya. Aigo kyeowoo”

Aku menarik pipinya seperti apa yang ia lakukan malam itu, Baekhyun merarik tanganku membuat wajahku mendekat padanya. Dengan cepat ia menarik tengukku dan menempelkan bibirnya pada bibir tipisku.

Emm ini sangat manis…

Baru tiga detik Baekhyun melumat lembut bibirku aku sudah tersadar , kerana Baekhyun menahan tengkuku yang tak bisa membuatku bergerak maka aku memencet klakson mobil untuk menyadarkannya.

Bisa bahaya jika Baekhyun kehilangan kesadarannya. Kami masih dalam keadaan menyetir dan jalanan ini tak seluruhnya lurus. Aku tak mau mati konyol disaat seperti ini.

“Ya Seul-“

“aishh apa yang kau lakukan? Kau bisa membuat mobil ini menabrak trotoar ”

Aku memotong perkataan Baekhyun yang mungkin saja akan protes. Sebenarnya mukaku saat ini sangat panas karena menahan malu.

Ya tentu saja malu karena aku berciuman dengan baekhyun didalam kendaraan yang masih melaju. Apa kata orang nanti jika melihat perbuatan kami?

“Siapa suruh kau hanya mengecup bibirku . Kesempatan sangat langka kau menciumku terlebih dulu tapi satu detikpun tak ada”

“tapi kau tak harus menciumku lama saat mengemudi pabboya”

“owwhh jadi aku boleh menciummu lama saat  di apartemen barumu nanti. Sepuas yang aku mau? Gotcha!!!”

“m-mwo?  ya jangan mimpi”

“ayolah sayang kau bilang aku tak harus menciumu saat mengemudi itu artinya aku bisa menci-“

“geuman!!!”

“ayo kita ke apartement barumu untuk melakukannya.”

“Shireo.”

“ayolah ayolah”

“no!”

“yakk”

Sepanjang perjalanan menuju tempat kencan kami hanya berdebat soal apartement baruku dan juga tantang  emmm …  kisseu.

Karena lulusdengan baik aku  mendapatkan hadiah dari  Appa sebuah apartement mewah dan itu membuatku  sangat senang karena bisa bebas dari  eomma.

Tapi masalahnya hanya satu,

Mungkin Baekhyun setelah ini  akan bersikap seenaknya termasuk  saat ini.  Saesange!!!

“Jangan berani melakukannya , ada eomma dan Sehun disana yang sedang memindahkan barangku”

“Tak apa . Eommamu pasti mengijankan kita kisseu. Eoh ? eoh?”

“yakk mana mungkin? Dasar Byuntae!”

“mungkin . Belive Me!”

“micheoso!!!”

“ne nado Saranghae”

“ya aku bilang kau gila Baekhyun-ah!”

“ne neomu neomu saranghaeyo Seulrin-ah!”

“yakkk Byun Baekhyuuun!”.

.

.

.

Finish

To Be continue …. (next series)

 

 

Penting! Bacalah!

Hai readers. Senangkah baca ff series saya ini? jika iya pasti rajin komentar dong..he he

Cuma mau bilang nih.

Kalau baca ff ini diingat ingat dari yang [baekrin love story] #1 ne.

Karena setiap cerita ada kaitannya dengan next series  …

Bar gak bingung aja nantinya.

Ok??.  😀

.

Begitulah endingnya… bagaimana ? sangatlah panjang? Puas?

Atau GaJe?

Hemm pasti iya. Mian ne aku bikinya pake ide yang terbatas.

Tapi aku udah bikin sebaik mungkin nih…. jadi tolong hargailah usahaku ini 😀 .

Ok readers??? Ok lah ya.

 

Ingat ini bukan ff chapter.

Ini ff series yang menceritakan kisah cinta Baekhyun&Seulrin.

Chapter dan series itu beda loh ya….

 

Begitulah…

Ok jika masih mau lanjut tolong tinggalkan komentar untuk motifasi saya ^^.

Bye

See you next series…

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Baekrin Love Story #2 Belive Me!”

  1. Akhirnya muncul jga nih klanjutanya..kkkk

    짱..
    Bagus kakk.,
    Tdi aku udah tegang”nya pas baekhyun ngenalin drinya ke eommanya seulrin sbg namja chingunya, krain eommanya bkal marah/gmna gtu..ehhhh taunya slamat baekrin klian sdah d rstui olh eommanya seulrin..kkk
    Tdak slahnya mncoba..wkwkwk

    Itu kyanya sehun ska sma seulrin/gmna yaaa??#bingung
    Next kakk
    D tunggu klanjutanya ya..^_^
    Hwaiting!!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s