Wife

12485941_947909008630286_7778693891545412971_o

 

Wife

Author: Honeybutter26

Cast : Oh Sehun | Park Hani

Genre : Fluff | Marriage | Romance

Rate : PG 15+

Length: 1012 w.c

Summary:

“It’s what a wife must do by herself, Sehun. I’m your wife.Sudah menjadi tugasku untuk memenuhi semua keperluanmu. Lagipula yang istrimu itu aku, bukan asisten rumah tangga kita ataupun tukang binatu. Selama aku mampu, aku akan melakukan semuanya sendiri untukmu, juga untuk Sena. Karena aku harus memastikan sendiri bahwa itu sempurna dan yang terbaik untuk kalian berdua. Apapun itu. ”

***

Sehun pulang ketika jarum pendek di arloji yang melingkar dipergelangan tangannya menunjuk pada angka sebelas sementara jarum panjangnya sendiri berada pada angka lima. Setelah melepas sepatu kemudian menggantinya dengan sandal rumah, Sehun berjalan untuk masuk menuju ruang tengah. Meregangkan ikatan dasi yang terasa mencekik tenggorokan juga menggerakkan sedikit pundak untuk meringankan rasa kaku disana.

Lampu apartemen masih menyala pertanda Hani kembali menunggunya pulang untuk kesekian kali. Wanita keras kepala itu selalu saja begini meski sudah ia peringatkan untuk tidur dulu dan tak perlu menunggu. Sehun sebenarnya tak tega melihat Hani meringkuk disofa yang pastinya tak nyaman untuk gerak tubuhnya.

Tapi Hani adalah Hani, manusia sekeras batu yang selalu mau menang sendiri. Tapi sesungguhnya Sehun menyukai itu, menyukai setiap kali Hani menatapnya dengan tajam saat pendapatnya tak ingin dibantah. Karena setelahnya wanita itu akan mengatakan hal-hal dengan banyak sekali Helium yang mampu membuat Sehun lepas dari gravitasi kendati wajahnya masih sedatar papan ski.

Namun kali ini Sehun mengrenyit ketika sampai diruang tengah yang didapatinya hanyalah kekosongan. Tumben seklai, pikirnya. Apa mungkin Hani sudah tidur? Sebenarnya Sehun tak mau ambil pusing, tapi melihat Hani yang menunggunya pulang kerja sudah menjadi kebiasaan. Dan ketika kini dirinya tak mendapati wanita itu dalam keadaan yang sama entah kenapa ada yang kurang dalam perasaannya.

Jadi Sehun memutuskan untuk pergi ke dapur, mengambil segelas air minum lalu mandi. Tubuhnya benar-benar lengket setelah seharian berkutat di kantor juga lapangan. Perusahaan sedang mengadakan proyek baru dimana ia terlibat sebagai salah seorang supervisor di lapangan.

Dan Sehun hampir saja telonjak ketika mendapati seorang wanita berada didekat dapur, lebih tepat disamping mesin cuci. Dari belakang Sehun tahu itu Hani, memang siapa lagi? Rambut hitam panjangnya dikucir kuda dan membuatnya bergerak sesuai gerak tubuh Hani. Pundaknya naik turun mengikuti gerakan tangannya yang maju mundur memegangi setrika.

“Sayang, kenapa belum tidur?” Tanyanya dengan melingkarkan lengan pada leher Hani hingga membuat deru napas mereka bersentuhan karena Hani yang menengokkan kepalanya.

“Kau sudah pulang? Mandilah dulu, aku akan menyelesaikan ini. Kau sudah makan?” Sehun menggeleng yang dibalas Hani dengan sebuah elusan dipipi dan senyum tipis yang begitu manis.

“Akan kuhangatkan makanannya, kau bisa makan setelah mandi,” Sehun mengangguk dan pergi setelah menyematkan satu kecupan dipipi istrinya.

***

“Kenapa menyetrika malam-malam?” Tanya Sehun dengan tubuh yang maju mundur karena Hani yang tengah memijati punggungnya.

“Sena rewel sekali seharian ini, aku jadi bisa menyelesaikan semua pekerjaan saat anakmu sudah tidur. Sebenarnya aku cukup diuntungkan karena tadi siang kau tidak pulang, aku tak sempat memasak,” Hani memberi cengiran saat Sehun menoleh.

“Apa dia sakit?”

“Iya, badannya sedikit hangat tadi. Tapi sekarang sudah turun dan sudah lumayan tidak rewel lagi,” Jelasnya kemudian melanjutkan kegiatan memijat punggung Sehun.

“Sayang,” Panggil Sehun, menggapai tangan Hani dipunggungnya untuk menghentikan wanita itu.

“Kau yakin tak butuh asisten rumah tangga?” Tanyanya dengan menatap tepat pada kedua bola mata Hani yang berwarna gelap. Wanita itu mengulum satu senyum simpul yang selalu membuat Sehun melemas.

“Aku kan sudah bilang tidak berkali-kali, Sehun. Jangan menawariku untuk hal itu lagi. Lagipula jika aku benar-benar butuh nanti, aku pasti akan mengatakannya padamu. Tapi untuk saat ini aku rasa belum perlu.”

Sehun menghela napasnya, berbalik agar sepenuhnya berhadapan. “Tapi aku tak tega melihatmu kelelahan seperti ini. Kau mengurus Sena seharian, lalu setiap malam aku selalu mendapatimu yang masih berkutat dengan pekerjaan rumah dan desainmu. Belum lagi kau yang selalu keras kepala untuk menungguku pulang, menungguku makan malam, menyiapkan air untuk mandi bahkan harus terbangun lagi ditengah malam saat Sena menangis. Aku merasa tak berguna saat melihatmu seperti itu, sayang.”

Hani kembali tersenyum, ia bahagia memiliki Sehun yang selalu memperhatikannya. Sungguh, baginya tak ada yang lebih baik untuk mendampinginya selain pria ini. Diraihnya tangan Sehun lalu membawanya untuk dielus dipipi.

“Apa kau berpikir aku seperti seorang asisten rumah tangga?” Sehun memandangnya ragu namun mengangguk kecil setelahnya yang membuat Hani terkekeh.

“Kenapa?” Tanyanya.

“Kau masih bertanya? Sayang, aku menikahimu bukan untuk membuatmu menjadi seperti ini. Aku tidak melarangmu untuk menghabiskan waktu di butik atau jika kau ingin bertemu dengan teman-temanmu.”

“Sehun, dengar,” Hani membawa tangannya menangkup pipi Sehun yang membuat mereka kembali saling menatap satu sama lain.

“Mungkin kau merasa seperti itu, tapi aku tidak. Aku bersyukur kau masih mengijinkanku untuk bekerja juga bermain bersama yang lain diwaktu tertentu. Tapi bukan berarti semua yang terjadi sekarang membuatku tidak bisa melakukan itu semua. Aku menikmati peranku, sebagai istrimu, sebagai ibu dari anakmu, juga sebagai partner hidupmu dalam segala hal.”

Sehun masih terdiam, menunggu Hani yang sepertinya belum selesai dengan rangkaian kalimat yang akan dilontarkan. Ia merasakan kasur dibawahnya bergerak saat Hani mempersempit jarak diantara mereka.

“Selama ini kau juga sudah bekerja terlalu keras untuk memenuhi kebutuhan hidupku juga Sena. Aku merasa bahwa ini adalah salah satu hal yang bisa kulakukan untuk dapat mengimbangimu. Jangan pernah berpikir bahwa apa yang kulakukan seakan itu adalah kesalahan yang membuatmu terluka, membuatmu merasa tidak pantas atau yang lainnya.”

It’s what a wife must do by herself, Sehun. I’m your wife.Sudah menjadi tugasku untuk memenuhi semua keperluanmu. Lagipula yang istrimu itu aku, bukan asisten rumah tangga kita ataupun tukang binatu. Selama aku mampu, aku akan melakukan semuanya sendiri untukmu, juga untuk Sena. Karena aku harus memastikan sendiri bahwa itu sempurna dan yang terbaik untuk kalian berdua. Apapun itu.”

Binar mata Hani begitu mantap mengatakan serentetan kalimat yang kini membuat Sehun tertegun. Pria itu tak sanggup berkata-kata lagi. Hani memang tak pernah terduga, selalu saja ada kejutan yang membuat Sehun terbang diatas nirwana bersama para bidadari setiap harinya.

Menarik tengkuk wanita itu, kemudian Sehun membawa bibir mereka untuk saling bertemu. Mengecap, meresap dan merasakan manisnya cinta disetiap relief belahan bibir delima sang istri. Hingga bibir itu kini tampak lebih merah dan mengkilap oleh salivanya saat pertautan itu terlepas.

Jemarinya menyusuri pipi Hani yang tak lagi sebulat seperti saat wanita itu tengah hamil beberapa waktu lalu. Darahnya berdesir dengan hebat menuju jantungnya dan membuat dadanya sedikit sesak oleh perasaan yang begitu menyenangkan.

“Kurasa sampai kapanpun aku tak akan pernah menyesal sudah memilihmu. Aku berjanji kau pun akan merasakan hal yang sama. Terimakasih untuk tinggal disisku dan mempercayai si brengsek yang terkadang membuatmu menangis ini. Terimakasih untuk semua hal yang sudah kau berikan padaku. Aku mencintaimu.”

I do love you, hubby.”

 

FIN

 

17 tanggapan untuk “Wife”

  1. Aigooooo gemes sumpah sumpah bgt gemes nya kebangetan,ada gk satu yg kaya sehun gini mau lah buat aku aja hihihi😂😂😂 sumpah hani beruntung dpt sehun,sehun beruntung dpt hani pasangan keren suka 👍👍

  2. aq terharu….tak terasa hingga meneteskan air mata.
    mereka berdua adlh pasangan paling romantis yg pernah kutemui…
    setiap kata yg mereka brdua ucapkan, selalu mampu mmbuat darah kita brdesir hebat 🙂
    salut banget deh sama merek brdua 🙂
    sweet….sweet…sweet like candy 🙂

  3. Manis banget… ^_^ sehun sama hani serasi banget sih mengertu satu sama lainn aku meni speechless bacanya… jadi pengen kaya hani wkwk keep writing and im so love your fanfiction honeybutter eonni…

  4. Sisain aja satu yang kayak Sehun ya Tuhan, tapi untuk aku aja ya :v. Sehun ngemesin banget :v, lagi dong kak kisah-kisah HunHaninya 💏

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s