SPRINGFLAKES – Slice #4 — IRISH’s Story

irish-springflakes

   SPRINGFLAKES  

  EXO`s ??? & OC`s Chunhee 

   with EXO & iKON Members  

  adventure, slight!action, fantasy, romance, slice of life story rated by PG-17 served in chapterred length  

Disclaim: this is a work of fiction. I don’t own the cast. Every real ones belong to their real life and every fake ones belong to their fake appearance. Any similarity incidents, location, identification, name, character, or history of any person, product, or entity potrayed herein are fictious, coincidental, and unintentional. Any unauthorized duplication and/or distribution of this art and/or story without permission are totally restricted.

2016 © IRISH Art & Story all rights reserved

— release hurt with a truth —

Reading list:

〉〉   Slice #1Slice #2Slice #3  〈〈

 Slice #4

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Prince’s Eyes…

Aku tidak tahu emosi apa yang menguasaiku saat melihatnya berdiri di podium itu, bicara dengan penuh keyakinan, sama sekali tak curiga pada bahaya yang ada dibalik sumpah itu.

Kuakui aku sedikit takut saat ia menyebutkan namanya. Aku tidak ingin ia berubah menjadi pesuruh ketika ia mengubah namanya. Tapi melihat tatapannya padaku saat tahu aku yang akan menandainya, aku tahu … ia tidak berubah.

Aku tahu dia masih gadis manusia yang dua kali ini sudah kucicipi darahnya. Karena setelah selama ratusan tahun aku bertahan hidup dengan meminum darah hewan, darahnya adalah darah manusia pertama yang aku cicipi.

Aku tidak menginginkan darah manusia lain. Hanya dia.


██║│█║║▌ SPRINGFLAKES │█║║▌║██
 Slice #4

Saat ia kembali ke tempat tinggal kecilnya, aku merindukan aroma darahnya yang selama empat hari memenuhi ruanganku. Dan ketika ia kembali tak sadarkan diri selama sembilan hari, aroma darahnya adalah hiburan tersendiri bagiku.

Tubuh gadis itu sangat lemah.

Karena seorang manusia seharusnya tidak jatuh pingsan setelah vampire menghisap darahnya—terutama karena aku yakin aku tidak menghisap terlalu banyak dan tidak menyisakan sedikit pun racunku di tubuhnya.

Tapi ia langsung ambruk. Itu artinya, dibalik raut dingin dan tatapan lembut miliknya. Dibalik sepasang pedang perak, anak panah dan pakaian yang membuatnya terlihat seolah bisa mengalahkan apapun itu, ia lemah.

Walaupun ia sangat kuat karena bisa membiarkan lengannya terluka karena pedang yang dihunuskan Junhoe waktu itu, dan saat ia melindungiku untuk ke gerbang depan, aku tahu ia sanggup melawan kesakitan itu karena keinginan kuatnya untuk menang dan melindungi bangsanya.

Tapi saat ia sendiri yang melakukan kesalahan dan terpaksa menerima hukuman? Ia tidak berkutik dan aku melihat sosok aslinya. Ia masih sama seperti gadis kecil yang sepuluh tahun lalu tertunduk ketakutan saat melihat vampire.

Dan apa alasanku menandainya?

Tentu saja karena aku tidak ingin ia diperbudak oleh salah satu diantara tiga vampire ketua yang kupercaya itu. Bukan karena aku tak percaya pada mereka. Aku hanya tidak ingin membayangkan nya berubah menjadi seperti salah satu dari mereka.

Menjadi pembunuh seperti vampire pemusnah, atau mengorbankan dirinya seperti vampire pelindung, dan bahkan menjadi pesuruh.

Setidaknya jika ia bersamaku aku bisa memastikan bahwa ia hanya akan melakukan tugas ringan dan tidak akan mengubahnya menjadi sosok menyeramkan disini.

Aku suka melihatnya seperti saat ini.

Saat ia terus bicara membantahku, mempertanyakan keputusanku, menatapku tak mengerti dengan sepasang bola mata berwarna cokelat bening miliknya, dan melihatnya mengalihkan pandangan saat ia tak menyukai keputusanku.

Saat ia mendengus kesal, atau membantah dengan suara lembutnya. Aku tahu ia gadis yang baik, hanya saja kehidupan yang kacau di sini memaksanya untuk berubah menjadi seperti ini.

Sebenarnya aku sungguh ingin sekelompok kecil manusia ini musnah. Sehingga kami tak harus repot-repot menerima perlawanan mereka, atau membunuh mereka dan membuat tubuh mereka terkubur tak berguna. Lebih baik saat aku mengambil sepuluh manusia terkuat diantara mereka, dan menjadikannya bagian dari kami.

Tapi pemikiranku mulai goyah saat aku bertemu dengan gadis manusia ini.

“… kurasa bangsa kami mungkin tak akan bertahan hidup dalam sehari jika vampire lain yang ada disini.”

Ia percaya pada kami. Ia mempercayai kami lebih dari caranya mempercayai bangsa kami yang lain. Dan untuk alasan yang tidak kuketahui, aku ingin ia tetap percaya pada kami.

“Lalu aku harus berdiam disini dan menyaksikan kematian bangsaku?”

Ia tak ingin bangsanya musnah. Ia ingin melindungi bangsanya walaupun itu artinya mengorbankan hidupnya sendiri.

“… aku menyetujuinya bukan karena aku ingin, tapi karena aku ingin menyelamatkan bangsaku.”

Aku terdiam.

Aku tak pernah melihatnya menatapku dengan tatapan terluka. Tapi ia pasti akan menatapku seperti itu jika aku memusnahkan semua bangsanya. Dan aku tak ingin … Aku tidak ingin ia menatapku sebagai seorang vampire kejam.

“Haruskah aku membunuhnya saja?”

Aku tersentak saat mendengar ia bergumam pelan di depan ruanganku. Hah. Bagus sekali. Aku baru saja akan memutuskan untuk membiarkan manusia-manusia itu hidup saat manusia yang menjadi alasan perubahan pikiranku itu mengutarakan bahwa ia ingin membunuhku.

“Ah, benar, aku bisa menyelinap ke dalam ruangannya dan membunuhnya, lalu aku bunuh diri. Oh …” aku terus mendengarkan ucapannya, “apa yang mungkin terjadi setelah itu? Haruskah aku membuat satu pedang lagi? Melihatnya diam saja saat diserang hari itu, aku yakin ia sama sekali tak bisa menggunakan pedang.”

Mengetahui kelemahanku, dan merencanakan hal seperti ini saat aku bisa mendengar jelas rencananya?

“Dia bahkan tidak tahu jika ada vampire dibelakangnya. Vampire macam apa dia, apa dia tak punya kemampuan?”

Aku mendengus kesal.

“Benar. Itulah kenapa dia selalu bersembunyi dibalik pengawalnya. Satu-satunya kemampuannya adalah merusak tanaman saat Ia lewat.”

Apa ia sedang mencoba menguji kesabaranku?

“Tunggu, bagaimana jika aku membunuhnya, lalu lari saja dari tempat ini. Ah, benar, dengan begitu aku bisa mencari tempat lain untuk tinggal.”

Aku mengkeretakkan rahangku menahan marah.

“Ah … Aku tidak sabar melihatnya berubah menjadi abu. Seperti yang terjadi pada vampire lain yang ku bunuh.”

Aku mendengar suara langkahnya di depan ruanganku. Dan tanpa sadar, aku berubah menjadi sosokku yang sebenarnya. Sosok ku yang bahkan tak pernah dilihat oleh satupun vampire selama ini.

“Dia pasti sendirian didalam, dan juga tak ada satupun orang disini, aku hanya perlu membunuhnya dan lari dari tempat ini.”

Aku menatap dingin ke arah pintu ruangan yang perlahan terbuka, dan aku melihat gadis itu melangkah masuk, membelakangiku, dan menutup pintu ruangan ini, menguncinya.

“Apa yang kau lakukan?”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Chunhee’s Eyes…

Aku bernafas lega saat sudah ada didalam ruangan. Aku khawatir jika saja salah satu dari mereka mungkin ada didalam sini dan berusaha mencelakai pemuda itu. Aku harus memberitahunya.

“Apa yang kau lakukan?”

Aku berbalik dan terkesiap saat melihat makhluk menyeramkan melayang ditengah ruangan ini. Dengan raut menyeramkan, bola mata hitam dan cakar panjang. Sayap hitam lebar juga ada dipunggungnya.

Sontak aku menutup kedua mulutku, menahan diriku untuk tak menjerit ketakutan.

“Kau mencariku, benar bukan?” sosok mengerikan itu berucap.

“P-Pangeran?” ucapku tak percaya saat mengenali suaranya.

Sosok itu terbang mendekatiku, dan kuakui aku benar-benar ketakutan sekarang. Seperti ini kah sosok aslinya?

“Kenapa?” ucap sosok itu santai.

Aish, apa yang sedang kau lakukan?” ucapku kesal, aku berdiri dan menatapnya kesal. Apa ia sedang menakutiku lagi?

“Kenapa menakutiku? Kau mau membunuhku dengan berubah menjadi monster mengerikan seperti ini?” ucapku, tanpa sadar menarik lengan menakutkannya agar ia tak lagi terbang seperti itu.

Bagaimana jika seseorang di luar sana menyadari bahwa ia sedang terbang?

Aku tersentak saat ia mendorongku ke sudut ruangan, dan menekan leherku, membuatku kesulitan bernafas.

“Pangeran!” ucapku kesal, berusaha menyentakkan tangannya, tapi tangannya seperti beton, mencekikku begitu erat.

Aku meronta, tapi ia tampak benar-benar tak ingin melepaskanku. Apa yang ia sedang lakukan!? Tatapanku tertuju pada jendela lebar beberapa meter dibelakangnya. Dan melihat sosok berpakaian serba hitam ada disana.

“Pangeran, lepaskan aku …”

“Dan membiarkanmu melakukan rencanamu?”

“Rencana?” aku menatapnya tak mengerti.

Aku tak bisa berdiam saat sosok itu masuk ke dalam ruangan ini. Ia benar-benar vampire yang aneh! Bagaimana mungkin ia tak menyadari kehadiran sosok itu!?

Tanpa bicara apapun aku mendorong lengannya, dan menarik pedangku, dengan segera menahan serangan sosok itu. Sosok itu tampak sangat terkejut melihat monster mengerikan yang ada di belakangku ini.

“Pergi dari tempat ini sebelum aku melenyapkanmu.” aku bergidik mendengar suara pangeran ini, dan sosok dihadapanku tampak sama ragunya denganku.

Pada siapa ia bicara? Padaku? Pada sosok ini? Apa yang mungkin terjadi sekarang? Siapa yang akan ia lenyapkan? Salah satu diantara kami? Atau kami berdua?

“Aku akan menyelesaikannya. Kau pergilah dari tempat ini.” ucapku pada sosok didepanku.

Ia mendengus.

“Kau bahkan hampir mati karenanya.”

“Aku yang lebih dulu ada disini. Jadi kau pergilah.” ucapku lagi.

Entah karena sosok ini sangat bodoh karena percaya padaku? Atau karena ia juga sama takutnya sepertiku sekarang?

“Selesaikan bagianmu dan laporkan pada ketua.” ucap sosok itu sambil melesat keluar dari jendela.

Ia pikir aku salah satu darinya?

Aku baru saja bernafas lega saat tiba-tiba saja seseorang menarik bahuku dengan kasar, dan kembali menyentakkanku ke tembok.

“Pangeran! Hentikan!” bentakku padanya.

Tapi ia tak mempedulikanku. Tidak tahukah dia aku sedang melindunginya!?

Aku terkesiap saat seseorang berusaha membuka grendel pintu ruangan itu. Dan aku menatap pemuda ini.

“Lepaskan aku, aku sedang tidak bercanda.” ucapku.

Tapi saat aku akan bergerak pergi, aku terhenti saat mendengar geraman sangat keras, yang sanggup membuat jendela ruangan ini pecah, dan bahkan aku mendengar suara bantingan diluar ruangan. Benda-benda lain di ruangan ini ikut hancur.

Dan saat aku bahkan belum sadar pada apa yang terjadi, aku terpaku saat aku merasakan sesuatu yang tajam menusuk leherku.

Dia pasti melakukannya lagi … Menghisap darahku. Tidak. Tidak boleh. Aku tidak boleh tidak sadarkan diri. Aku harus melindunginya …

Aku terlalu kesakitan untuk sadar bahwa ia tak hanya melakukannya sekali. Ia kembali menancapkan taringnya di tempat lain, memberiku kesakitan lain. Cekalannya terasa seolah Ia bisa mematahkan lenganku, dan menghancurkan rahangku.

“P-Pangeran …”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Prince’s Eyes…

“Pangeran! Pangeran!”

Aku menarik taringku dari leher gadis ini. Darah sekarang mengalir keluar dari lehernya, dan ia terjatuh saat aku melepaskan cekalanku.

“Jangan keluar …” aku melemparkan pandanganku ke arah gadis ini, nafasnya terdengar sangat pelan dan terputus-putus, “mereka … mereka ingin membunuhmu …”

Aku segera berubah menjadi sosok manusia, dan mengenakan jubahku. Lalu membuka pintu. Aku terkesiap saat keadaan diluar ruangan jadi hancur karena geramanku. Dan aku melihat beberapa orang berpakaian serba hitam ada di lantai.

Tatapanku segera tertuju pada dua pengawal yang ada di sana.

“Terjadi penyerangan lagi pangeran. Tiga puluh vampire sudah melindungi manusia di dalam istana kita. Pangeran harus bersembunyi. Dimana gadis manusia itu? Kenapa ia ada disini dan melindungi pangeran?”

Aku tersentak. Tunggu, apa tadinya gadis itu … ia hendak melindungiku?

“Ia ada bersamaku. Dan aku akan segera bersembunyi.”

Aku menutup pintu ruanganku, dan menatap tubuh gadis itu. Bodohnya aku. Aku sudah tahu ia tak akan berpikiran buruk, tapi mengapa emosiku terpancing begitu mudah karena ucapannya tadi?

“Lee Chunhee.” aku mengguncang pelan tubuhnya, tapi wajahnya terlihat sangat pucat, seperti keadaannya setelah dua kali ini aku menghisap darahnya.

“Lee Chunhee!” ulangku, tunggu, apa ia akan butuh waktu lebih lama lagi untuk sadar? Bodoh. Seharusnya aku mendengarkan ucapannya tadi dan tidak menyerangnya.

Aku mengangkat tubuh Chunhee, dan mengetuk dinding ruanganku pelan. Sebuah pintu kecil terbuka dan aku segera masuk. Tempat ini satu-satunya tempat persembunyianku. Seharusnya aku tak membawa siapapun ke dalam tempat ini.

Aku tersentak saat mendengar Chunhee terbatuk pelan.

“Pangeran … Mereka … Mereka ingin …”

“Aku tahu. Diamlah. Kau kehilangan banyak darah.” ucapku, tak perlu pencahayaan apapun bagiku untuk tahu jalanan di depanku dengan benar.

Dan aku tidak perlu khawatir akan ada orang yang menemukan pintu rahasiaku. Hanya aku yang bisa membukanya. Aku sampai disebuah ruangan berbatu kecil dan remang. Dan aku membaringkan tubuh Chunhee di batu mendatar disana.

Aku duduk disebelah Chunhee, dan mengusap bekas darah di lehernya. Merasa bersalah karena menyerangnya saat ia ingin melindungiku, dan membuatnya tahu sosok seperti apa aku sebenarnya.

Tanpa sadar aku memperhatikan wajah Chunhee. Wajahnya tak tergolong cantik jika dibandingkan dengan manusia-manusia lain yang hidup dengannya. Ia punya kulit putih pucat, dan lesung pipi yang anehnya ada di sudut bawah bibirnya, membuatnya terlihat unik dan manis saat tersenyum.

Hanya saja ada dua bekas goresan kentara di wajahnya, membuat wajah manisnya terlihat sedikit kaku. Matanya yang tampak begitu cantik dengan bola mata cokelat bening, juga postur tubuh mungil. Tingginya bahkan mungkin hanya sebatas bahuku tanpa sepatu besarnya.

Rambut cokelatnya selalu tergulung dan terikat erat, membuatku tidak bisa menggambarkan sepanjang apa rambutnya. Jemari-jemarinya begitu kurus dan tampak rapuh.

Secara keseluruhan, aku memandangnya sebagai seorang manusia yang amat rapuh. Seolah satu kali saja menghempaskannya aku mungkin bisa meremukkan tulang-tulangnya—hal yang awalnya tadi akan kulakukan padanya karena kupikir ia ingin membunuhku—tapi sekarang melihatnya seperti ini, pantaskah aku untuk berlindung pada seorang manusia rapuh sepertinya?

Bukankah sebagai seorang pria aku yang pantas melindunginya?

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Chunhee’s Eyes…

Aku membuka mataku perlahan, dan terdiam saat melihat bebatuan vulkanik saat mataku terbuka. Tak ada suara apapun di tempatku berada sekarang selain suara tetesan air yang menggema dikejauhan.

Aku mengedarkan pandanganku, dan terdiam saat melihat pemuda itu ada tak jauh dariku.

“Pangeran?”

Ia menoleh, dan menatapku dengan sepasang mata silvernya.

“Bagaimana bisa kau terbangun?”

Nde?”

“Kau bahkan tertidur tidak sampai satu hari.”

Aku segera bangkit, dan menatap sekitarku.

“Dimana kita?” ucapku, dan aku kembali tersentak karena ia sudah ada dihadapanku, menatapku … seolah khawatir?

“Kenapa dengan ekspresimu? Sesuatu yang buruk terjadi? Apa mereka melukaimu?”

“Maafkan aku.”

“Apa?”

“Aku menyerangmu kemarin. Padahal kau berusaha melindungiku.”

“AAh …” aku terdiam, dan menatapnya.

“Kau tidak perlu meminta maaf, bukankah sudah jadi resikoku untuk terluka?”

Mendengar ucapanku, ia memandangku, lama.

“Kau tidak marah padaku?”

“Untuk apa aku marah?” aku bertanya balik.

“Karena aku melukaimu.”

Aku menggeleng pelan.

“Tidak. Aku tidak marah padamu pangeran.”

Ia akhirnya terdiam.

“Aku benar-benar minta maaf. Aku begitu marah mendengarmu berucap seperti itu diluar ruanganku.”

Aku mengerjap beberapa kali.

“Kau mendengarnya?”

“Kau pikir pendengaranku sama sepertimu?”

“Ah … Pantas saja kau menyerangku. Kau pasti mengira aku mau membunuhmu.” ucapku pelan

Aku dan dia akhirnya sama-sama terdiam.

“Pangeran …”

“Hmm?”

“Itu tadi … Benar-benar kau?”

Ia kali ini menatapku.

“Kalau sampai ada orang lain yang tahu, kau akan mati. Aku tak pernah berubah menjadi sosok asliku.”

Keundae, vampire itu melihatnya.”

“Bodoh. Sekarang semua musuhku sudah tahu seperti apa sosok asliku.”

Mianhae …” aku tertunduk.

“Lupakan. Kau bahkan sudah memberitahu mereka semua kelemahanku.”

Nde?” aku terkesiap.

“Aku tak bisa menggunakan pedang. Dan tidak bisa mengetahui keberadaan vampire lain didekatku.”

“Apa?” aku benar-benar terkejut mendengar ucapannya.

“Dan melihatmu dengan mudah ambruk karena aku menghisap darahmu, aku mulai merasa bodoh karena memintamu menjadi pengawalku. Sementara aku tak bisa mempercayai pengawalku sendiri.”

“Tunggu, kau tidak percaya pada pengawalmu sendiri?”

“Ya. Entah kenapa aku yakin mereka mungkin saja berbalik menyerangku suatu hari nanti.”

“Lalu bagaimana denganku? Kau percaya padaku?”

Ia menatapku sejenak, dan mengangguk.

“Aku percaya padamu.”

Aku terdiam, jantungku kembali berdegup tidak karuan mendengar ucapannya. Ia percaya padaku? Ia percaya pada manusia sepertiku? Padahal sisi jahatku sangat ingin melenyapkannya dan membebaskan bangsa kami?

Tapi Ia percaya padaku. Ia percaya aku tidak akan melukainya, mencelakainya, dan akan melind—

“Entah kenapa aku percaya kau tidak akan membiarkanku terluka. Aku … Percaya kau akan melindungiku.”

Aku tersentak. Bagaimana bisa ia mengucapkan apa yang baru saja kupikirkan?

“Chunhee-ah.”

“Ya pangeran?”

“Bisakah aku benar-benar percaya padamu?”

Apa yang harus kukatakan? Bahwa aku sebenarnya ingin membunuhnya? Bahwa sebenarnya aku ingin menjauh darinya, dari semua vampire ini? Bahwa aku sebenarnya begitu ingin bangsaku terbebas?

“Chunhee-ah?”

“Pangeran …” aku menatapnya, menatap paras sempurnanya yang jadi hal indah pertama yang kulihat selama dua puluh satu tahun hidupku ini.

Aku menarik pedangku, dan menjatuhkannya, aku juga melepaskan sarung anak panahku. Aku menjauhkan semua senjata yang bisa melukainya. Dan menyisakan sebuah pisau kecil.

“Sebagai manusia, aku sangat ingin membunuhmu. Aku ingin menjauh darimu, aku ingin bebas, aku ingin hidup dengan manusia yang lainnya.”

Ia yang awalnya menatapku, mengalihkan pandangannya.

“Tapi aku sudah bersumpah. Dan sebenarnya, jika aku tadi bisa memilih, aku pasti memilih vampire pelindung, karena aku sangat ingin bisa melindungi siapapun. Keundae, bukankah kau yang menandaiku?”

“Itu artinya, aku harus patuh padamu, bukankah begitu?”

Ia kembali menatapku.

“Seharusnya begitu …” ucapnya terdengar pelan.

“Dan aku harusnya mendengar keinginanmu, benar bukan?”

Ia mengangguk pelan.

“Kalau begitu, apa keinginanmu? Tentangku? Tentang bangsaku? Tentang bangsamu? Tentang tempat ini? Kau bisa memberitahuku, dan memintaku bersumpah tak akan memberitahu siapapun. Kau tahu aku tak mungkin menolak keinginanmu karena sumpah itu bukan?”

Awalnya ia menatapku, diam, tapi kemudian sudut bibirnya terangkat, dan melengkung membentuk senyuman. Ia tersenyum. Bukan senyum dingin yang kulihat sebelumnya.

“Aku benar-benar boleh mengatakannya?”

“Tentu saja, kau seorang pangeran, kau bisa mengucapkannya.”

Ia mengangguk-angguk pelan, dan tampak berpikir.

“Tentang bangsaku dan tempat ini … Sejujurnya aku ingin memperluas kerajaan ini, dan menghentikan perang disini. Memusnahkan semua pengkhianat didalam kerajaan ini. Lalu … Tentang bangsamu …” ia menatapku, membuatku menunggu ucapannya.

“Dulu aku sangat ingin manusia musnah, tapi setelah bertemu denganmu, kurasa aku ingin jika manusia tetap ada. Dan jika aku bisa memperluas kerajaan ini, mungkin akan kupertimbangkan tentang memberi kalian tempat yang lebih aman dan kehidupan yang lebih layak.”

“Benarkah?” aku berucap.

“Ya. Aku bersungguh-sungguh.”

“Tidak ada lagi pengorbanan sepuluh orang setiap tahun?”

“Tidak ada.” ia kembali tersenyum, dan menatapku, lama, matanya perlahan berubah menjadi hitam kelam, sangat menyejukkan, dan terlihat sangat manusia.

“Kita mungkin bisa hidup berdampingan. Manusia dan vampire.”

Dadaku menghangat mendengar ucapannya. Bukankah ia menjanjikan hal yang sangat bermanfaat untuk bangsaku?

“Dan tentangmu, Lee Chunhee, manusia pertama yang kucicipi darahnya, satu-satunya orang yang ku tandai, satu-satunya yang pernah melihat sosok asliku …” ia terdiam sejenak.

“Apa aku benar-benar boleh mengucapkan keinginanku?”

Aku mengangguk yakin.

“Ucapkan saja. Apapun itu, dengan imbalan kehidupan indah yang kau harapkan tadi, aku akan melakukannya.”

Ia akhirnya mengangguk-angguk dan tersenyum.

“Aku ingin kau tetap ada disisiku, sampai dua keinginanku terwujud.” ucapnya.

“Hanya itu?” ucapku sedikit terkejut.

“Hanya itu. Aku hanya ingin punya seseorang yang bisa kupercaya dan mempercayaiku. Seseorang yang akan tahu semua tentangku, dan kuketahui semua tentangnya. Seseorang yang bisa menemaniku menyelesaikan masalah, dan kubantu menyelesaikan masalahnya.”

“Bukan sebagai pesuruhku, bukan juga sebagai penjagaku. Tapi sebagai bagian dari diriku.”

Aku menyernyit.

“Bagian dari dirimu?”

“Ada satu ritual bangsa kami, yang akan membuat dua orang terikat, bukan pernikahan. Tapi terikat secara batin maupun fisik, juga pikiran. Kebanyakan dibangsa kami melakukan ini, tapi manusia menyebutnya sebagai persahabatan.”

“Tunggu … Apa maksudmu kau ingin kita—”

“Maukah kau melakukan ritual itu denganku? Aku janji, setelah semua keinginanku terwujud, kau …” ia terdiam sejenak, “kau boleh kembali ke bangsamu.”

“Apa?” aku terkesiap.

Ia menatapku, tapi kedua manik matanya tampak tidak fokus, seolah ia tengah berpikir sangat keras.

“Kau boleh kembali ke bangsamu, tinggal bersama mereka.”

Perlahan pandanganku tentang bangsa vampire yang kejam, luntur. Ia baik. Sangat baik. Dan yang harus kulakukan hanyalah menemaninya untuk sementara, melindunginya.

“Kenapa kau sangat baik padaku, pangeran?”

Ia menatapku sejenak.

“Karena setelah bicara denganmu aku tahu tidak semua manusia berpikiran buruk tentang kami. Dan aku tak pernah bicara begitu banyak dengan siapapun. Berada diruangan besar itu membuatku sungguh tertekan.”

“Aku tak punya teman, tak punya keluarga, semua orang hanya menurutiku karena aku pangeran. Untuk alasan itu, aku benci manusia. Karena mereka bisa bersikap seperti keluarga dan teman bagi semua orang disekitarnya.”

Aku terdiam, tapi aku kemudian tertunduk. Ucapannya membuat air mata menggenang dipelupuk mataku.

Ia hanya ingin punya teman. Bukan kekuasaan seperti ini.

“Pangeran …”

“Ya Chunhee?”

“Ayo kita lakukan ritual itu.”

۩۞۩▬▬▬▬▬▬ε(• -̮ •)з To Be Continued ε(• -̮ •)з ▬▬▬▬▬▬▬۩۞۩

.

.

.

Cuap-cuap by IRISH:

Berawal dari kegalauan setelah nonton drama featuring ngedit ini chapter bareng sama dengerin Wildest Dream-nya mbak Taylor, jiwa aku semakin tergonjang-ganjing gatau harus ngebuat nasib Chunhee seperti apa. HIKS.

Belum lagi semua komentar di chapter-chapter sebelumnya ngebuat aku makin galau nentuin who will be the prince of this story. SERIUS, entah kenapa, nentuin cast itu gak semudah menarik dan menghembuskan nafas, kawan.

Dan entah kenapa, iseng-iseng aku pengen tau sebenernya siapa sih yang kalian anggep cocok buat jadi male lead castnya. Berhubung di chapter 5 nanti bakal bener-bener ada cast yang jelas, so … gak ada salahnya kan aku bikin vote sekarang? Dan juga, ini vote aku ambil dari dua nama yang paling banyak disebut di kolom komentar buat jadi castnya.

Happy Sunday guys, walaupun kalian gak meninggalkan komentar silahkan tinggalkan vote!

P.S: karena castnya sudah kutentukan jadi sebenernya vote ini gak akan berefek pada siapa castnya :v miane rider tersayang, ane lebih seneng sama cast yang ane pilih sendiri.

P.P.S: P.S ini kubuat 6 jam setelah ngepost chapter 4 karena ane lupa bikin PS tadi :v

Catch Me On:

askfm facebook gmail instagram line soundcloud twitter wattpad wordpress

145 tanggapan untuk “SPRINGFLAKES – Slice #4 — IRISH’s Story”

  1. Ini sumpah apapun, baekhyun plz :”v cocok ini pake bgt kalo baekhyun xD
    dan auto ngakak bagian “satu satunya kemampuannya adalah merusak tanaman saat ia lewat” // apa ia sedang mencoba menguji kesabaranku ❤ ❤
    berasa ni pangeran nista bngt ka rish :"v

  2. Ah ak tersentuh sama ucapan pangeran nya ..
    Mw jd temen aja kok ribet ya ..
    Pada mula nya sehun lah yg ada di gambaran awal baca ini ff .. tp sepertinya bukan ya ?

  3. Kak irish ffnya selalu tentang vampire kusukaaaa kak lanjut ff selanjutnya ya ku suka semua ff kak irish
    Btw itu pangerannya siapa ?
    Yg ku bayangin dri chap pertama chanyeol soalnya dri ff yg lain chanyeol jarang ? Ada sih di kajima tapi dikit 😂 ya blh ya
    Love u kak irish

  4. I vote for Sehun ^ ^
    3 Vampir Ketua itu sp aja y? Apa yg d’oldest di exo? Umin, Suho, Lay? & para pengkhianat’ny itu nugu, mmbr exo jg? trus musuh2 mrk? Ko bs y, si Prince pny bbrp weaknesses mcm yg dijabarin Chunhee diatas? How come? Is there something wrong/smcm tragedi sblm ‘kelahiran’ si Prince ini, yg bikin dy jd ga perpek gt? Tp everyone is unique, trmsk Vampir, msng2 pasti pny klebihan & kelemahan msng2 jg y 🙂

  5. Aq lupa sudah ninggalin jejak apa blm.. Biar enak komen aja dah…
    Yg pasti aq msh berharap Baek yg jd Prince, walopun sdh ditentukan apa slahnya ngarep2 dikit kan ya? hehehe…

  6. omegat kak, chunhee. Berani banget dia.. Cuma 1 yg dari kemaren jadi pertanyaan. Chunhee makannya apa ya, apa dia gak laper ? Haha pertanyaan konyol tapi mengusik lo kak.. jadi pengen lihat visualnya pangeran dengan sosok aslinya.. Kalo aku cuma bisa bayangin sayapnya aja kak, dari film snow white and the hutsman sayap musuhnya waktu jadi monster dari kumpulan burung gagak *ngomong apa aku ? Abaikan kak kalo gak penting .. Wkwkwk

    1. XD oiya, dia belum makan ya? ah mungkin aja chunhee diet XD wkwkwkwkwkw /kemudian digampar/
      XD btw aku malah bayanginnya sayap macem di film … /akulupanamanya, nanti kalau inget aku sebutin/ XD

    2. Mungkin dia udah kenyang karena di gigit ama baek terus. Jadi dia lupa kalo belum makan.. Hahaha
      Film apa kak indo? Korea? Barat? Maleficent bukan? Soalnya dia punya sayap juga. Besar lagi!! ..

    3. XD kenyang? XD wkwkwkwkkwkwk film baraatt, film lama sih, tentang anu–EH INGET TETIBA SAMA JUDUL FILMNYA PAS NGETIK INI KOMEN.

      VAN HELSING.
      AKU BAYANGIN SAYAPNYA CEM PAMPIR2 DI SANA XD XD

  7. ah, vote paling banyak sehun, main cast nya sehun, dimana2 sehun, mafia sehun, jahat2 an sehun, vampire sehun. sehun sehun sehun sehun terus… bosan ngeliatnya. padahal sebelumnya aku berharap baek yg jadi mc nya juga, walaupun mungkin baek udah terlalu sering buat dijadiin mc di ff kak irish, tapi baek jarang banget, bahkan mungkin nggak pernah jadi mc di ff tentang vampire. mungkin emang tergantung cocok nggak nya jadi mc, tapi sekali2 seenggaknya mc nya kali ini baek, atau mungkin klo kak irish pengen sehun juga, mc nya dibikin 2, tapi aturan mainnya tetep sama. mian, aku nggak protes, aku cuman mengatakan hal yang tidak bisa dan tidak ingin kuterima (apa bedanya?? 😀 😀 😀 )
    mian jadi curhat juga 😀
    fighting 🙂 😀

  8. jebbal…jebbal…
    Byun Baekhyun, udah mentok banget di imajinasi itu si Baek.
    Meskipun Sehun adalah suamiku dan bapak dari anak-anakku #ngimpi #ditamparplakkk
    Baekhyun cocok banget jadi prince-nya, apa yang harus aku lakukan agar si BONCABAI jadi main castnya? haruskah aq ngevote berkali-kali?
    Maafkan aku Sehun, sungguh istrimu ini tidak bermaksud selingkuh ><
    IRISH, ff yang One and only ditunggu updatenya

    1. XD buakakakakakka sampe imajinasinya mentok di cabe ya saking gregetnya XD wkwkwkwkwkwk jangan ngevote berkali-kali~ kasian tauu ~ kwkwkwk

  9. Aku gak vote..
    Sesungguhnya yg kupengen jadi pangeran itu chenchen wkwkwkwkwk..

    awalnya waktu dia dingin dan songong aku pikir “aaah sepertinya ini sehun”
    etapi terus dia berubah jadi kaya pemilihan presiden, dia kampanye beri visi misi, kusempat pikir dia pak jokowi *dibakar *dirajam
    pas dia melembut entah kenapa aku tibatiba pengen pangerannya chenchen aja.. chenchen aja pokoknya wkwkwkwkwk..

  10. Apa yang harus aku lakukan agar baekhyun menjadi main cast :” btw maaf komen di chapter sebelumnya typo bertebaran soalnya nulisnya pake perasaan penuh luka :v kepooo ff nya kayanya bakal bikin ga bisa tidur kalau ga lanjut niih hehehe…. lanjut yaaa, fighting!!!!!

  11. wahh…semakin menarik..eaaa… ka kalo boleh vote.. pasti aku pilihh……….jengjengjeng…….
    gaada*/buangketrotoar\ bercanda..abaikan
    aku pilih byun baekhyun….baek ya kak.. ya kak.. tp klo sehun sbenernya jg gpp sih..wkwk.. semangatyakak.. lanjuti lg ffnya..

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s