[EXOFFI LINE@] Deep Medals (Ficlet)

deepmedals

[FF from adders]
DEEP MEDALS BY. annisamardhatillah

Main Cast Lu Han x Byun Nara (OC)
Rating PG
Length Ficlet
Genre Angst — Tragedy

Backsound Lu Han – Medals

Disclaimer Sebuah fanfiction sederhana dari hasil pemikiran author sendiri. Jika ada unsur kesamaan itu hanya ketidak sengajaan. Maaf untuk typo(s) dan (jika) ceritanya kurang memuaskan. Enjoy luv reader(s)!

*

Its my very first dream
Where the story begins

From : Deer-Han
Maaf.

Kening gadis bersurai pendek itu berkerut. Ada apa ini? Kenapa tiba-tiba Luhan minta maaf seperti ini? Apa karena pria itu tidak sempat bertemu —bahkan memberi kabar selama seminggu— dengan kekasihnya yang bermarga Byun ini?

Nara berusaha menyambungkan panggilannya lewat ponsel pintar miliknya. Tapi, ayolah. Kenapa Luhan tidak mengangkatnya? Tolong. Jangan membuat jantung adik Baekhyun ini serasa akan hancur lima sekon kemudian.

Tanpa pikir panjang, Nara menyambar cardigan silvernya lalu melesat menuju mansion keluarga Lu.

*

Kediaman Keluarga Lu

Lelaki bermata rusa itu menggenggam erat ponselnya. Tanpa siapapun sadari, airmatanya sudah membanjiri wajah tampannya. Ponsel yang sudah terus-menerus berdering Ia abaikan. Tidak. Bukannya Luhan tidak peduli dengan wanita yang mengkhawatirkannya sekarang. Tapi. Rasanya begitu sakit jika harus mendengar suara kesayangannya. Bodohnya, Ia merasakan penyesalan dan tidak rela.

“Maaf, Byun Nara. Maaf…”

With unknown scenes ahead
And ocean breeze at my face

*

Nara tiba dengan nafas yang terengah-engah karena lelah berlari dari halte depan tadi. Bodohnya Ia terus meruntuki jalanan Seoul yang padat sehingga menyebabkan dirinya terjebak cukup lama di tengah macet.

Persetan.

Yang penting sekarang Ia ada di depan rumah Luhan. Jantungnya sedari tadi berdetak bodoh dan tidak jelas seperti kehilangan sesuatu. Nara menekan bel rumah megah tersebut dengan tidak santai. Seperti dikejar dosen Kang —dosen terkiller di Kyunghee Univ., tempatnya berkuliah dengan Luhan—.

Tiba-tiba saja, kepala seorang wanita paruh baya menyembul dari pagar kayu khas Kanada di rumah Luhan.

“Bibi Shim,” panggil Nara “Mana Luhan?”

“Nona Byun, Tuan muda Luhan… apa anda belum tahu?”

“belum tahu… maksud Bibi?”

“Tuan muda Lu sudah berangkat ke bandara Incheon, Ia akan mengejar medali pertamanya di Jerman. Tapi, apa nona benar-benar tidak tahu sebelumnya?”

*

When I need to stand alone on the faraway battlefield
My dreams become my weapon

“Pria gila. Luhan bodoh. Aku benci kau Luhan!” Hanya itu yang Byun Nara bisa lakukan. Nara sebisanya mengejar Luhan ke bandara Incheon. Ia tak mau tahu, Ia harus mendapat penjelasan kenapa tiba-tiba pria berdarah Beijing itu pergi tanpa pamit secara baik kepada kekasihnya sendiri. Nara hanya bisa mengacak kasar rambutnya. Sesekali supir taxi terheran di balik kaca di atasnya.

“Tolong cepatkan sedikit taxi-nya.” ujar Nara.

“Baik, Nona.”

Beberapa menit kemudian, Bandara Incheon sudah nampak di mata Nara. Dengan cepat, Nara turun dari taxi dan menghiraukan semuanya. Ia berlari, hingga—

*

“Aku melupakan sesuatu di paman Lee, aku menyusulnya dulu, Bu.” ucap Luhan pada Ibunya.

“Cepat, ya.”

Luhan mengangguk lalu mempercepat langkahnya untuk menyusul Paman Lee. Ia menepuk pundak pria paruh baya yang Ia maksud. Untung saja Paman Lee tidak jauh dari tempat Luhan tadi.

Di sisi lain, Ibu Luhan teringat dengan seseorang. Byun Nara. Ya. Apa Luhan sudah berpamitan pada perempuan manis itu? Kenapa Nara tidak mengantar Luhan? Karena Luhan juga sudah tidak bercerita tentang Nona Byun itu akhir-akhir ini.

Luhan membungkuk beberapa derajat pada pria di hadapannya, kembali berpamitan pada Paman Lee.

“Kejar medalimu disana. Banggakan orang-orang yang menyayangimu, Lu.”

“Pasti Paman. Baiklah, Aku pergi dulu. Selamat tinggal. Tolong jaga Bibi Shim,” dan Byun Nara jika bisa.

Luhan berbalik arah lalu menatap jalan di depannya. Waktu keberangkatannya masih lama. Setidaknya Luhan tidak harus berlari seperti tadi.

Tiba-tiba saja Luhan melihat orang-orang berkerumun di jalan khusus taxi yang berada tepat di depan pintu masuk keberangkatan. Hati Luhan seperti di janggal sesuatu. Jantungnya terasa berlari detik ini juga mendekati kerumunan itu.

“Lu!” panggil seseorang. “Cepat kemari, Nak!”

Luhan hanya mengangguk lalu dengan berat hati meninggalkan tempat itu. Hanya satu yang terpikir di benaknya sebelum terbang menuju Jerman. Semoga Byun Nara mengerti permintaan maafnya.

*

Dengan cepat, Nara turun dari taxi dan menghiraukan semuanya. Ia berlari, hingga—

BRAAK

Tubuh kecil Nara terpental begitu saja. Kepalanya yang membentur tepat di atas aspal bersimbah cairan kental merah dengan cepatnya. Mata-nya terasa berat, tubuhnya terasa amat-teramat sakit. Orang-orang berkerumun lalu beberapa di antaranya menghubungi ambulance.

Perlahan, wanita bermarga Byun ini tidak sadarkan diri. Jemarinya yang masih menggenggam ponsel silver secara tidak sengaja mengetuk layar benda tersebut dan melesatkan sebuah pesan.

To : Deer-Han
Hentikan permintaan maafmu, Rusa Bodoh. Jika tidak bisa menemuiku hari ini, kau harus teguh menemuiku nanti. Harus! Kau menyanyangiku kan? Baiklah. Anggap diriku ada di dalam medali itu, Lu!

While the wounds I carry
Become my growth
No matter how long tomorrow’s road is

I’ll set sail once again
With my medals

F I N

5 tanggapan untuk “[EXOFFI LINE@] Deep Medals (Ficlet)”

  1. Ouh sad 😦
    Kasian nara
    Luhan!!! knapa gx ngmong langsung aja ke nara klo mau meraih medali prtmanya ke jerman#kesel
    Kan jdinya kya gttuuu naranya 😥

    Squel dong kakk.. #뿌잉뿌잉 ..wkwkwk

  2. aahh keren keren,butuh sequel ini, ahh apa nara tertabrak? ahh luhan bodoh? butuh sequel author-nim butuh sequel ini, duh kasian nara-nya ~_~

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s