[EXOFFI FREELANCE] Romance Phobia (Chapter 3)

Romance Phobia

Title

Romance Phobia

Author

RedShirayuki

Length

Multichapter

Genre

School life, Romance, Funny, Familyship, etc.

Main Cast

Im Nayeon/Byun Baekhyun/Im Yoona/Park Chanyeol

Rating

Teen

Ini ff murni pemikiran author. Gak ada prolog maupun teaser. Jika ada kesamaan tokoh, cerita, dan lainnya itu mungkin tidak sengaja. Jangan ada yang menjadi plagiat kalau mau Negara kita maju, okeh? Maaf soalnya banyak typo sana-sini. Oke langsung aja yuks!

^^

“Sebuah puisi cinta untuk Byun Baekhyun

Chapter #3 [Puisi cinta? Aish!!]

“Jujur saja ya, Tuan Byun. Aku tidak mau berhutang bu-.”

“Aku menyukaimu, Nayeon-ssi.”

Sekarang Nayeon benar-benar yakin, sebentar lagi darah segar mengalir lagi dari hidungnya.

“Kau pasti ingin mendengar kalimat itu, kan?” Baekhyun terkekeh pelan, mengalihkan pandangannya dari wajah sempurna Nayeon.

Selang beberapa detik kemudian mata Baekhyun membulat sempurna saat mendapati Nayeon mimisan dan tidak bergerak sama sekali.

“Nayeon-ssi, kau baik-baik saja?” Baekhyun mencubit pelan pipi Nayeon namun tak ada reaksi sama sekali, Nayeon tidak seperti mahkluk hidup sekarang.

Baekhyun kali ini semakin kaget karena secara tiba-tiba Nayeon jatuh dari kursinya dan tak sadarkan diri.

Ya! Im Nayeon!” Baekhyun sontak berdiri, siswa-siswi yang lain tak kalah kaget saat melihat Nayeon tiba-tiba jatuh dan mendarat keras di lantai.

“Apa yang terjadi?”

^^

Pagi hari yang cerah di kota Seoul, namun mendung yang luar biasa di atas kepala Nayeon. Entahlah, Nayeon merasa badannya kurang fit hari ini.

“Im Nayeon, aku mohon jangan menyulitkan aku lagi.” Yoona menatap adiknya dengan intens, kekesalannya sudah bertumpang tindih di atas kepalanya.

Ne.” jawab Nayeon tak semangat. Punggungnya sakit, jidatnya juga, tubuhnya lemas, dan hidungnya perih.

“Awas saja.” Yoona menatap adiknya lagi dengan kesal hingga akhirnya berbelok menuju kelasnya.

Nayeon merasa tidak punya gairah hidup lagi, mungkin siapapun yang melihatnya pasti akan teringat dengan Kotoko di serial Tokyo In Love yang mendadak berubah menjadi menyeramkan karena dia mengira Irie tinggal bersama dengan Matsumoto namun tak seseram itu juga.

“Selamat pagi, Nayeon-ssi!” Nayeon hampir saja mendaratkan tinjuannya ke wajah gadis yang menyapanya ini.

“Blabla?” Nayeon mengernyit, sejak kapan Kang Juliet akrab dengannya? Baru saja Nayeon mengatakan apa? Blabla?

“Kau masih tidak berubah ya, terakhir kali kau juga menyebutku blabla. Apa ini ada hubungannya dengan penyakitmu?” Juliet menatap Nayeon dengan senyuman manis diwajahnya.

“Apa maksudmu?” Nayeon berhenti melangkah, kemudian menatap gadis itu dengan intens.

“Kau marah, ya? Tenang saja aku tidak akan membeberkan penyakit malangmu itu.” Juliet terkekeh, kemudian maju selangkah mendekati Nayeon.

“Tapi jika kau masih berlagak seperti dulu, kupastikan penyakitmu itu akan diketahui oleh seisi sekolah.”

“Cih. Memangnya kau tahu apa?” Nayeon juga maju selangkah.

“Dengar ya, nona Im. Aku tahu segalanya tentangmu, penyakitmu yang terbilang aneh itu mungkin bisa jadi alat ancamanku saat ini.” Juliet mengibaskan rambutnya ke belakang kemudian pergi meninggalkan Nayeon dengan seribu rasa penasarannya.

“Apa gadis pendek itu tahu?”

^^

“Puisi ini akan dibacakan di depan kelas minggu depan, jadi buatlah puisi cinta yang sempurna.” Yoojung-saem sukses membuat Nayeon mengalami keringat dingin saat ini, Yoojung-saem akhirnya pergi keluar kelas dengan wajah puas.

Puisi cinta, termasuk dalam hal yang paling dihindari Nayeon ditambah puisi itu akan dibaca di depan kelas. Mampuslah dia, menulisnya saja dia tidak sanggup apalagi membacanya?

“Baekhyun-ssi, kau mau jadi pasanganku?” gadis bernama Hyolyn yang sempat bersikukuh dengan Nayeon berdiri di samping Baekhyun sambil menggengam lengan pria itu.

“Maaf, nona. Aku sudah berpasangan dengan gadis ini.” Baekhyun mengaitkan tangannya ke leher Nayeon dan menarik gadis itu.

Aishh, pasti gadis ini merayumu ‘kan?” Hyolyn menatap Nayeon dengan tatapan benci.

Nayeon melepaskan tangan Baekhyun dan menatap Hyolyn balik.

“Hai gadis parfum murahan, kau bilang apa barusan? Aku merayunya? Cih, aku ini tidak sepertimu tolong sadari itu. Pria ini yang memaksaku berpasangan dengannya.” Nayeon menyunggingkan bibirnya, kemudian memasang tatapan elangnya.

“Hah, dasar gadis picik.” Hyolyn menarik rambut panjang Nayeon, membuat Nayeon merintih kesakitan.

Ya! Lepaskan aku!Ya!” Nayeon menjambak rambut Hyolyn balik, Baekhyun yang berada diantara mereka hanya tersenyum masam.

Dan sekarang mereka menjadi tontonan seluruh isi kelas, bahkan seisi kelas menyoraki mereka dengan penuh semangat.

Tiba-tiba disamping Hyolyn telah berdiri Hara-saem sambil berkacak pinggang dan menatap kedua gadis itu kesal.

“Kalian berdua, berhenti.” walaupun dengan nada datar, perkataan Hara-saem berhasil membuat kedua gadis itu sadar dan berhenti menyakiti satu sama lain.

“Berdiri di luar kelas, angkat kedua tangan kalian, dan renungkan perbuatan kalian tadi disana!” Secepat kilat Nayeon dan Hyolyn menuju ke luar kelas dan melaksanakan perintah Hara-saem.

Baekhyun hanya tertawa sendiri melihat kelakuan kedua gadis tadi.

Aishh, mengapa aku harus melakukan ini karena gadis sepertimu?” Hyolyn menggerutu, membuat Nayeon ingin menjambak mulutnya.

“Diamlah, kau duluan yang menjambakku, jadi anggap ini salahmu, okey?” Nayeon menoleh kearah Hyolyn, sedangkan yang ia toleh hanya menggerutu tidak jelas walaupun sudah disuruh diam.

Tiba-tiba segerombolan kakak kelas pria yang terdiri dari 5 orang muncul dari arah kanan mereka, Hyolyn berusaha memasang tampang manis sedangkan Nayeon tetap dengan tampang masamnya.

“Hei, hei, ada yang sedang dihukum disini.” ujar salah seorang yang diantara mereka, dari penampilannya seperti dia adalah pemimpin gerombolan ini.

“Hm, ada Lee Hyolyn dan yang ini Im Nayeon.” pria itu melihat nametag mereka berdua. Nayeon hanya menatap mereka jijik, ini pasti gerombolan kutu sekolah ini, pikirnya.

Ya, Lee Taeyong jangan modus. Aku tahu kau melihat apa.” kalimat teman pria yang bernama Lee Taeyong itu membuat gerombolan itu terkekeh.

“Hahaha, jangan begitu Ten. Kau mau membongkar kartu as-ku di depan adik kelas kita?” Taeyong tersenyum manis kearah teman-temannya.

Oppa, bisa minta nomor ponselmu?” Hyolyn mulai meluncurkan strateginya yang terbilang tidak tepat itu.

“Huhu, kau mencoba merayuku ya?” seketika gerombolan itu bersorak, padahal disamping mereka pelajaran sedang berlangsung.

Hyolyn tersenyum malu, pipinya kelihatan memerah. Nayeon hanya berdecih pelan, dia tidak mau berurusan dengan kutu-kutu sekolah ini. Memang mereka tampan-tampan tapu kelakuan mereka tidak cocok dengan wajah mereka.

“Tentu saja, tapi kau tidak masalah kalau aku melakukan ini?” Tiba-tiba Taeyong mengangkat rok Hyolyn ke atas, memperlihatkan sesuatu dibalik rok berwarna krem itu dan itu membuat Taeyong dan teman-temannya tertawa puas.

Hyolyn membatu, harga dirinya seakan terkoyak. Nayeon tidak bisa hanya berdiam diri, di dekatinya Taeyong dan..

Plak!

Dia menampar pipi kanan Taeyong, “Itu untuk modusmu.” dan sekali lagi

Plak!

Tamparan kedua yang mendarat di pipi kiri Taeyong, “Itu untuk kelakuan brengsekmu barusan, sunbae.” Nayeon tersenyum sinis, menatap mata pria bermarga Lee itu dengan tatapan garang.

Keempat teman Taeyong menganga, tak terkecuali Hyolyn. Taeyong mengelus kedua pipinya dan melakukan hal yang sama dengan Nayeon, menatap gadis itu sinis.

“Ada yang berlagak jadi pahlawan rupanya.” Taeyong menarik kerah kemeja Nayeon dan mengangkat tangannya hendak memukul gadis itu, Nayeon hanya menutup matanya. Namun tangan Taeyong ditahan oleh orang lain, yang tak lain dan tak bukan adalah Chanyeol. Tidak merasakan apa-apa Nayeon membuka matanya dan mendapati Chanyeol sedang menahan tangan Taeyong. Chanyeol mencampakan tangan Taeyong.

“Laki-laki macam apa yang hendak memukul seorang gadis?”

Sunbae?” Nayeon memasang raut wajah kaget, ia tidak menyangka dia selamat.

“Pergi.” Chanyeol menyuruh gerombolan kutu itu pergi namun semuanya masih tetap diam ditempat mereka.

“Pergi!” Chanyeol hampir saja memukul kepala salah satu dari kutu itu.

“Cih.” Taeyong yang terakhir pergi, secara sekilas dia menatap Nayeon dan tersenyum miring pada gadis itu.

“Im Nayeon, kita lihat saja nanti.” Gumam Lee Taeyong sinis.

“Terimakasih banyak sunbae.” Nayeon menunduk beberapa kali kearah Chanyeol.

“Iya, sama-sama. Jangan berurusan lagi dengan mereka, mereka itu berandalan jadi jaga jarak dengan mereka, Nayeon-ssi.” Chanyeol menepuk puncak kepala Nayeon pelan.

“Tapi kau hebat, kau berani menampar Lee Taeyong. Pamannya seorang Yakuza di Jepang, karena itu dia tidak takut pada apapun.” Chanyeol berbisik sebelum akhirnya dia beranjak meninggalkan Nayeon.

Belum lima langkah, dia berhenti dan membalikkan badannya.

“Oh ya Nayeon-ssi, jangan memanggilku sunbae. Panggil aku oppa saja itu lebih enak di dengar.” Chanyeol mengedipkan sebelah matanya kemudian pergi.

Nayeon hanya mengangguk-angguk sambil tersenyum, lalu kembali melaksanakan hukumannya.

Yakuza itu apa?” Nayeon menggaruk pelan pipinya.

Dan dia begitu kaget saat mendapati Hyolyn telah terbaring indah di lantai.

Ya! Parfum picisan!”

^^

“Bagaimana dengan puisinya?” Nayeon baru saja tiba dan baru saja mendudukan pantatnya di kursinya, namun pertanyaan Baekhyun membuatnya ingin kembali ke rumah saja.

“Ahh, mengapa kau mengingatkanku pada tugas itu?” Nayeon mengeluarkan buku mata pelajaran pertama dari tasnya dan melemparnya asal ke meja.

“Oh ya, Baekhyun-ssi semenjak kejadian kau blabla (suka) padaku sikapmu berubah.” Nayeon menoleh kearah Baekhyun yang masih tersenyum.

“Mengubah kata menjadi blabla lagi, ya? Aku heran, akan yang satu itu.” Baekhyun menarik kursinya mendekati kursi Nayeon.

“Aku memikirkan dua hal ini selama ini dan itu membuatku kekurangan waktu untuk tidur.  Pertama, kau mengubah setiap kata yang berhubungan dengan cinta menjadi blabla. Kedua, kau selalu mimisan atau pingsan setiap kali kau mendengar kata-kata yang berhubungan dengan cinta.” Baekhyun menatap Nayeon dengan tatapan penasaran.

Walaupun kepalanya pusing, Nayeon berusaha untuk melempar senyum pada Baekhyun, ia tidak menyangka pria itu sudah berpikir sejauh itu.

“A-aaah, itu hanya perasaanmu saja.” Nayeon memukul lengan berotot Baekhyun.

Baekhyun tersenyum lagi, membuat Nayeon merinding. Dia menarik kursinya menjauhi Baekhyun.

“Kau pasti menyembunyikan sesuatu.” Baekhyun menunjuk wajah Nayeon dengan jari telunjuk kanannya.

“Tidak, aku tidak menyembunyikan apa-apa.” Nayeon mengibaskan tangannya, sambil memasang senyum terpaksa dan keringat mengucur deras di wajahnya.

Masih pagi dia sudah sport jantung. Pantas saja Baekhyun banyak melamun dan mengisi jam istirahatnya dengan berpikir belakangan ini. Dia memikirkan keanehan Nayeon.

“Hum, kalau begitu dua hari lagi kita akan latihan membaca puisi di atap sekolah, ya?” Baekhyun menarik kursinya kembali dan Nayeon juga melakukan hal yang sama.

“B-baiklah, dua hari lagi.” Nayeon mengangguk-angguk, ia sangat ketakutan saat ini. Di dalam hati dia memohon agar Baekhyun tidak mengetahui penyakit sialnya.

“Dan Nayeon-ssi, jangan memanggilku Baekhyun-ssi lagi, tapi panggil aku Baekhyun-ah, dan aku juga akan memanggilmu Nayeon-ah, kul?” Nayeon masih saja mengangguk-angguk, terserah apa kata Baekhyun yang penting rahasianya tetap aman.

“Jawab aku, kul?”

“Iya, iya kul.”

^^

“Huwaaa, onnie tolong bantu aku! Aku tidak bisa membuat puisi blabla!” rengekkan Nayeon membuat telinga Yoona panas. Ia bahkan tidak bisa makan, membaca, atau bertukar pesan dengan Chanyeol dalam suasana tenang.

“Aku sudah cukup sulit dengan tugas-tugas sekolahku dan kau malah merengek memintaku membantumu mengerjakan tugasmu?” Yoona menatap adiknya kesal, sangat kesal.

Onnie, Byun Baekhyun mengajakku latihan membaca puisi dan itu besok. Tapi aku belum menulis titik sekalipun.”  Nayeon bersujud di depan pintu kamar Nayeon yang sedang terbuka

“Byun Baekhyun? Si pria narsis?” Yoona yang sedang asyik memainkan ponselnya di kasur tiba-tiba bangkit. Nayeon mengangguk.

“Dia mengajakmu latihan membaca puisi?” Nayeon masih mengangguk.

“Apa dia sudah tahu penyakitmu?”

“Belum, tapi dia sudah curiga padaku. Dan dia mengajakku latihan, apa yang harus kulakukan?” Nayeon benar-benar putus asa dan frustasi. Bagimana dia melihat Baekhyun, besok?

“Hm, sepertinya ini kelihatan sulit Nayeon-ah. Jadi kau urus sendiri masalahmu!” Yoona menutup pintu kamarnya dengan keras, membiarkan Nayeon terus bersujud disana.

ONNIE!!”

 

^^

Esok harinya, Nayeon masih gigit jari. Ia belum mengerjakan pusinya dan Baekhyun sudah menunggunya di atap. Mengapa waktu berjalan begitu cepat?, batinnya.

Dengan langkah ragu, Nayeon menuju atap dia mendapati Baekhyun sedang berbaring dan sebuah buku menutup wajahnya.

“Kau sudah sampai?”

OMO!” Nayeon meloncat kebelakang, kaget dengan pertanyaan Baekhyun.

“Kau seperti pencuri saja, takut ketahuan sesuatu.” Baekhyun duduk dan menepuk tempat kosong di sampingnya.

Nayeon berjalan lagi, kemudian duduk di tempat yang barusan ditepuk Baekhyun namun dengan jarak yang cukup jauh. Menggenggam erat tasnya, mimpi apa dia semalam? Mengapa dia harus menghadapi situasi macam ini?

“Puisimu sudah selesai?” Baekhyun menoleh kearah Nayeon, Nayeon menggigit bibir bawahnya kemudian menggeleng pelan.

“Sudah kuduga.” Baekhyun terkekeh, kemudian mendesah pelan.

Nayeon mengepal erat kedua telapak tangannya di depan tubuhnya. Menundukkan kepalanya, beberapa hari ini dia sangat takut dengan Byun Baekhyun.

“Nayeon-ah,”

Nayeon menoleh pelan kearah Baekhyun, benar pria itu memanggil namanya dengan embel-embel –ah, sudah sedekat apa mereka?

“Kau penderita romance phobia ‘kan?” pertanyaan Baekhyun membuat Nayeon menganga, matanya membulat sempurna.

“Hehehe, kau kaget aku mengetahuinya ‘kan?” Baekhyun menunjuk-nunjuk gadis itu dengan senyuman nakalnya.

“B-ba-bagaiman-na k-kau bi-bi-sa ta-tahu?” Nayeon tergagap, tidak percaya dengan kebenaran yang akhirnya terungkap ini.

“Sudah kubilang bukan, aku meneliti keanehanmu itu selama ini. Semenjak kau pingsan di lapangan.” Baekhyun tersenyum puas, sedangkan Nayeon mulai menitikkan air mata terlalu malu dan kesal dengan dirinya sendiri.

“Kau menangis?”

“Pantas saja kau pura-pura baik padaku, kau juga mempermainkanku dengan mengatakan kau blabla (menyukai) aku.” Nayeon bangkit berdiri, berusaha tak membiarkan matanya melihat Baekhyun.

“Aaah, sudah-sudahlah ayo kita kerjakan puisi ini.” Baekhyun mulai merasa bersalah, memang benar dia mempermainkan gadis itu dengan mengatakan kalau dia menyukainya.

“Terima kasih, aku akan mengerjakannya sendiri.” Nayeon pergi masih berurai air mata, meninggalkan Baekhyun dengan perasaan bersalahnya.

“Nayeon-ah.” Suara Baekhyun tidak lagi sampai ke telinga Nayeon, gadis itu kesal pada dirinya dan juga pada Baekhyun yang telah berpura-pura.

Aishh.. padahal aku sudah bisa memanggilnya Nayeon-ah.” Baekhyun mengacak rambutnya kesal.

^^

Dua hari berlalu, Baekhyun semakin merasa bersalah. Nayeon absen dua hari ini, mungkin karena Baekhyun. Jam istirahat pun, Baekhyun habiskan dengan melamun dan melamun. Sepi tak ada teman berbicara, tak ada Senyum jengkel Nayeon yang selalu muncul tiap kali Baekhyun menggoda gadis itu. Tidak ada yang tertawa tiap kali Baekhyun melucu. Memang belakangan ini Baekhyun bersikap dingin padanya, tapi dia merasa menyesal melakukan itu. Mengapa mulutnya tidak bisa menahan kalimat itu kemarin.

“Baekhyun-ssi, bisa bicara sebentar.” Yoona tiba-tiba muncul di hadapannya, membuat Baekhyun yang setengah sadar tiba-tiba kaget.

“Ada apa, sunbae?”

“Ini tentang Nayeon. Ikuti aku.” Yoona melangkah disusul oleh Baekhyun di belakangnya. Mereka menuju ke atap sekolah, aah.. Baekhyun jadi teringat wajah menangis gadis itu.

“Ini.” Yoona menyodorkan sebuah buku catatan, Baekhyun menerima buku itu, itu adalah buku catatan Nayeon.

“Nayeon tidak bisa masuk sekolah karena dia mimisan terus-terusan saat membuat puisi ini. Dia mengalami anemia, tapi dia terus memaksakan diri untuk membuat puisi ini. Katanya ini khusus buatmu yang sebagai pasangannya dalam tugas ini tapi kau jangan jadi narsis setelah menerima ini katanya.” Ujaran Yoona membuat Baekhyun tersenyum miris, terharu, sedih, menyesal, bahagia, itu semua dia rasakan sekarang.

“Apakah Nayeon sudah baikan, sunbae?”

“Hm, tapi dia baru bisa sekolah lusa nanti tubuhnya belum fit karena terlalu sering muntah juga. Jadi dia minta tolong padamu untuk membacakan puisinya itu. Dia memberitahuku kalau kau sudah mengetahui penyakitnya, tolong jangan beritahu siapapun soal penyakitnya, ya?”

“Tentu, aku pasti akan membacakannya. Tenang saja, sunbae aku tidak akan mengkhianati Nayeon.” Baekhyun kembali narsis, membuat Yoona tidak tahan untuk tidak tertawa.

“Baiklah kalau begitu, aku permisi duluan.” Baekhyun mengangguk pelan, Yoona pun segera beranjak dari sana.

Entah apa yang terjadi setelah Yoona pergi dari tempat itu, Baekhyun menangis. Terharu, mungkin.

^^

“Im Nayeon.” Nama Nayeon yang dipanggil namun Byun Baekhyun yang maju ke depan.

“Ada apa tuan Byun? Aku memanggil Nayeon bukan dirimu.” Yoojung-saem menatap Baekhyun heran.

“Nayeon sedang sakit sonsaengnim, jadi aku yang akan membacakan puisinya.” ujaran Baekhyun membuat seisi kelas bertepuk tangan, Baekhyun dengan perasaan senang dan bangga mulai membaca puisi cinta hasil kerja keras Nayeon setelah Yoojung-saem mengangguk setuju.

Jujur Aku tidak bisa memberi puisi ini sebuah judul

Aku bahkan tidak yakin apakah hangul-ku benar

Tapi dengan perasaan yakin aku menulis ini untukmu, hanya untukmu

Jangan tertawa sayang, tapi kau boleh tersenyum

Sudah lama sekali ya perjumpaan kita, tapi mengapa hatiku masih berdebar-debar?

Aku juga masih mengingat rasanya ciuman pertama kita

Aku yakin kau pasti tertawa, tertawa karena gadis bodoh yang mencintaimu ini

Aaah.. aku malu pada diriku sendiri, mengapa aku begitu mencintaimu?

Apakah kau mengucapkan mantera sebelum kau mengecup pipiku?

Kalau tidak mengapa pipiku rasanya tersihir?

Hatiku juga terasa berbunga-bunga tiap kali kau menggodaku

Masa bodoh dengan mantera, aku tidak peduli

Karena yang pasti bagaimana pun dirimu, Aku mencintaimu

Tapi bagaimana denganmu, sayang?

“Selesai.” suara tepukan tangan yang riuh dan sorakan para warga kelas membuat Baekhyun tersenyum. Yoojung-saem juga bertepuk tangan sambil tersenyum.

“Puisi yang sangat bagus, kita berikan tepuk tangan untuk Nayeon yang sedang terbaring sekarang.” Yoojung-saem sukses membuat kelas semakin ricuh. Para siswa bersiul-siul, semuanya mungkin tersentuh dengan puisi Nayeon.

‘Aku tidak sabar, menceritakan semua ini padamu Im Nayeon.’ Batin Baekhyun.

.

.

.

.

To be continue.

 

Aaaah, akhirnya author bisa melanjutkan ff absurd nan aneh ini. Yeay, Ujian Nasional telah berakhir sekarang author telah bisa loncat riang gembira sambil nyanyiin lagu Happiness-nya Red Velvet. Author yakin, ada yang rindu dengan author, ya kan? /Plak, gak ada keles yang ada rindu sama ff lu kok/ Gimana chapter tiga yang udah nganggur selama seminggu ini? Semoga kalian suka ya, terutama sama puisi aneh bin ajaib author yang kurang ajar ini. Jangan ketawain puisi author ya readers-nim :v berhubung karena author gila ini gak ada romantis-romantisnya maka jadilah puisi abal-abal karya Shirayuki yang rada sengklek ini. Ada tokoh baru di sini, yaitu si bejat dan tampan Lee Taeyong. Bejat-bejat adek cinta kok bang :v. Oke dah, author yakin gak bakalan ada yang ngebaca kicauan burung merak di siang hari ini. Sampai jumpa di chapter ke empat, dadaaah!

 

Chapter #4 [Kursus dengan Mr. Byun?]

44 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] Romance Phobia (Chapter 3)

  1. puisinya gk ada romantis”nya hahaha (dijitak authornim,) walaupun pendek di chap ini tetep bisa menghibur, bikin senyum” gk jelas. tetep semangat ya thor bikin lanjutannya.

  2. Ya ampun nayeon.. Cepatlah sembuh, kau nulis puisi lumayan pendek bisa mimisan dan muntah muntah dua hari.. Apalagi pula yg baek rencanakan kali ini 😂 Next kak nextt

  3. Seruuuu ><
    sedih, terharu, senang, tertawa, tersentuh … Duuhh itu rasa nya pas baca chap yg ini wkwkwk tp ada geli nya juga pas bagian narsis si byun kumat wkwkk :v

    next next authoorr

  4. chapter 4 gogogogogogogogogogogoggogogogogogogo next thor… ga sabar chapter 4 nya ffnya bagus membuatku berbunga bunga/alay/

    • Gogogo 🙌 terimakasih sudah singgah mohon ditunggu Chapter empatnya semoga membuat kamu semakin berbunga-bunga🙂

    • Wah kayaknya chapter 4 bakalan di post minggu depan Nida🙂, udah siap ditulis tapi belum di kirim ke exo ff indo🙂, maaf ya🙂 jadi ditunggu sampe minggu depan ya🙂

  5. Wah kak author penggemar itazurana kiss (entah kek mana tulisannya)😀
    Chapternya jangan lama-lama ya kak

  6. Waw, dikira si Nayeon diculik ama Taeyeong :v taunya lg bikin puisi cinta ampe mimisan muntah delelel perjuangan sekali 😂😂
    Tapi Yakuza itu apa yah? 😅😅
    Ecie si Cahyo jadi pahlawan kesiangan :3 btw, si juliet sapanya Nayeon? Pens berat? Sasaengnya? Ato pens sayah?/eh berani macem macem ama Nayeon gue bikinin jamu lu yg dikasih lem tikus biar maknyus 😂😂
    Ditunggu nextnya wahai author

    • Hehe Nayeon berjuang keras :v Juliet mah jadi blabla disini :v Julietnya jangan diracunin dong entar ffnya mogok :v mohon ditunggu🙂

  7. Whoah, semoga Baekhyun nya bisa nyembuhin Nayeon nya, sebenernya kasihan juga karena Nayeon nya jadi sakit gara2 bikin puisi itu, tapi semoga dia baik2 aja dan cepet sembuh. Aminn
    Fighting and keep writing 😊

    • Hwehwe :v Nayeon udah sembuh :v ini lagi makan bakso goreng bareng author/kekekeke :D/ Terimakasih sudah singgah, mohon ditunggu chapter 4nya ya🙂😉

  8. huaaaaa, kangen banget sama ff ini yang sering banget buat aku ketawa dan senyum gak jelas, next thor…
    cie yang abis UN
    fighting buat next an nya ya^^

    • Huaa aku juga kangen🙂 :* Yang penting kyunggi gak nangis :v Hehe, abis UN udah HEPI banget nih Shiraa, okey terimakasih sudah singgah ditunggu chapter 4nya ya😀

  9. bwahaaaa,,klo aku tu,,slalu penasaran dng authors note,pan biasanya isinya cuap cuap curhat penulis,,jd pasti menarik d baca,,,, puisinya emg ga ada romantisnya,,/ dijitak authornim Re-yuki.wkwkwwk
    – nayeon phobianya emg aneh,/ klo d nyata emg ada ga c romance phobia? ,klo iya,,repot ya,,,!!
    ga sabar lanjutanya,,pengen ikut les bareng Byunbaekhyun!

    • Hehehe, lain kali aku bakal bikin kicauan yang lebih panjang :v :v /maaf ^^/ benerkan puisinya garing kriuk aneh :v :3 itu entah terinspirasi dari apa :v Yuk sama author les bareng mas Byun di chapter 4nya mohon ditunggu :v

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s