[EXOFFI FREELANCE] Give Love (Part 1)

PicsArt_1462807524302.jpg

Give love part 1(first shoot)

Main cast : Kim Valeriena,Oh sehun

Other Cast : Olive Park,Chanyeol Park

Author : Nano

Length : Twoshoot

Genre : School life

Authors note : Fanfic ini adalah fanfic kombinasi

Mengendap-endap,mengintip,mengikuti,adalah hal yang dilakukan seorang gadis  yang bernama valeriena atau biasa dipanggil rina-sejak dari tadi. Sesekali ia menggerutu pelan saat melihat apa yang sedang diintipnya. Menyebalkan adalah kata-kata yang ia gumamkan terus menerus. Hatinya terus bergejolak ketika melihat adegan dihadapannya.

Seharusnya ia yang mendampinginya. Seharusnya ia yang memegang tangannya. Seharusnya ia yang diberikan senyum itu. Seharusnya,seharusnya,seharusnya,seharusnya…… ya,hanya seharusnya. Ia hanya bisa berharap. Tidak lebih dari itu. Tidak kurang dan tidak lebih. Sangat menyebalkan. Saaaaangaaaaaaaat menyebalkan. Mengapa harus gadis itu? Mengapa gadis itu sangat cantik? Gadis itu sangat menyebalkan karena sangat menggemaskan. Ingin sekali rasanya ia mendapak gadis itu,tapi…….tidak mungkin -_-

Gadis itu bernama Olive Park.Gadis yang “Ironisnya” adalah teman sebangkunya sendiri. Entah apa dan bagaimana gadis yang bernama olive itu bisa kenal dekat dengan laki-laki yang ia incar. Dia saja yang sudah mengincar selama 2 tahun hanya bisa memandang dari jauh. Nah,ini yang baru beberapa minggu datang kenegara ini sudah bisa mengobrol bahkan pulang bersama.

Olive adalah siswa baru disekolahnya. Begitu ia melihat olive,ia langsung merasakan benci terhadap gadis itu. Bagaimana tidak? Gadis itu ditemani oleh laki-laki yang ia incar!! Laki-laki itu bahkan menemani sampai keruang guru sambil menggandengnya. Jangan lupakan senyum menawannya yang hanya ditujukan untuk sang gadis yang ada dalam genggamannya. Mungkin terdengar berlebihan,tapi sebelumnya laki-laki itu sangat jarang tersenyum atau mungkin tidak pernah tersenyum. Senyum yang ia tebarkan biasanya hanya seringai mautnya. Yah,paling tidak itu termasuk senyuman.

Tidak hanya itu.Seakan ke ironisannya belum cukup,olive malah bersikap baik kepadanya. Padahal ia sudah memberikan senyuman sinis dan sikap tidak ramah yang terbaik yang ia punya. Entah karena  olive polos atau bodoh atau apalah… Dia sepertinya tidak pernah sekalipun terlihat sakit hati oleh nya. Ya,mau tidak mau dalam beberapa hari ia tidak bisa bersikap sinis lagi pada olive. Ia tidak ingin menjadi orang yang “Di beri air susu dibalas air tuba”. Sungguh bukan gayanya.

Oke,kita sekarang beralih pada  objek yang dari tadi dikagumi oleh rina. Sang pangeran  tampan yang berasal dari neraka,ya,pangeran iblis. Berlebihan? Tentu saja mungkin. Apa yang biasa iblis lakukan? Menghasut? Menggoda? Melakukan kejahatan? Semua kriteria itu terdapat pada laki-laki itu. Perlu bukti? Oke! Kita mulai dari menghasut. Laki—laki ini,dengan ketampanannya dan sikap arogan nya telah membuat para gadis melakukan segala macam cara untuk menjadi pendampingnya. Salah satunya adalah membuat fansclub. Lucu sekali padahal ia bukan artis atau pun model.

Kedua,Menggoda. Oh,haruskah dijelaskan padahal sudah jelas jawabannya? He’s so damn perfect devil. Ketiga,melakukan kejahatan. Dibalik ketampanannya yang What The Hell,laki-laki itu tidak segan-segan dalam bertindak. Contohnya saja banyak hati para gadis yang telah dipatahkan olehnya karena ia tolak. Tapi untuk gadis-gadis yang tidak normal dalam masalah keberanian. Maksudnya gadis yang telah buta oleh sang devil. Mereka tetap menyukainya walaupun hanya dengan diam-diam melirik dan mencari tahu tentang apa saja yang berkaitan dengan sang devil. Maka dari itu sebuah fansclub didirikan untuk menyalurkan berbagai informasi mengenai sang devil. Dari sanalah rina mendapat berbagai informasi. Tapi,untuk yang satu ini. Ia tidak tahu bahkan anggota fansclub sekalipun. Apa hubungannya sang devil dengan olive?

Maka dari itu,setelah mempunyai kesempatan yang pas. Rina mengikuti keduanya yang sedang jalan-jalan. Sang devil dan olive juga mengajak beberapa temannya untuk jalan-jalan,jadi kesempatan rina untuk ketahuan sedang mengikuti kecil kemungkinannya. Owh yeah… tentu saja olive mengajaknya juga,tapi ia menolak. Hell!!yang benar saja! Melihat kebersamaan sang devil dan olive dengan jarak VVIP? Itu sama saja cari mati!

Sekarang mereka masuk kesebuah foodcourt. Mereka duduk di meja yang terletak di tengah-tengah ruangan. Sepertinya akan sulit untuk mengupingnya. Jika rina masuk dan duduk di paling pojok cepat atau lambat ia akan dikenali oleh olive. Itu berarti satu-satunya cara adalah dengan duduk di luar foodcourt dengan menghadap jalan. Ide yang cemerlang. Kalaupun misalnya olive melihat kearah luar, Olive hanya akan bisa memandang punggungnya dan wajah rina tidak akan kelihatan.

Rina pun menjalankan idenya dengan berjalan kearah foodcourt lalu duduk dengan menghadap jalan. Rina kira rencananya akan berhasil,tapi nyatanya tidak. Memang sih dia tidak akan terlihat. Tapi,ia tidak bisa mendengar apa yang dibicarakan oleh olive dan sang devil!!. Teman-temanya devil itu ternyata sangat berisik. Mereka berbicara dan bertingkah seperti dirumah sendiri. Ada yang haha hihi,mengobrol dengan suara keras bahkan ada yang mengupil!! Hiiiiiiiih!! Jorok! Ganteng sih ganteng tapi gak gitu juga!

Alhasil rina tidak dapat informasi apa pun. Rina bahkan sudah memesan Patbingsu 3 mangkok dampak dari kejengkelan yang melandanya. Wajah rina ditekuk dan kepalanya menunduk sehingga rambutnya yang tergerai menutupi wajahnya. Hal itu menyebabkan salah seorang dari gerombolan devil keheranan. Apakah hantu disiang hari bisa muncul? Errrrrrrrrrr menyeramkan.

“Yak! Yedeura!! Aku sepertinya melihat hantu”,Kata seorang namja yang bernama chanyeol. Otomatis gerombolan itu terfokus pada chanyeol. Mereka semua mengernyit kebingungan. Chanyeol ini dikenal dengan mood maker. Jadi,mereka semua mengira pasti  akan ada kejadian yang sedikit menghibur. Sang devil kemudian menyeringai dan bertanya dengan khas datarnya.

“Memangnya hantunya dimana hyung?”,Sang devil jika evilnya sedang kumat pasti meladeni semua ucapan konyol temannya. Chanyeol pun mendekatkan tubuhnya ke meja dengan wajah serius. Dengan tingkah seperti itu membuat teman-temanya menahan tawa. Karena mereka tahu chanyeol itu sangat susah diajak serius.

Bak seorang penjahat yang ingin membicarakan sesuatu yang rahasia. Chanyeol berbicara dengan volume suara yang kecil. Jangan lupakan tangannya yang terkepal dimeja sehingga menimbulkan efek yang dramatis.

“Dia ada didepan foodcourt. Memakai kemeja kotak-kotak biru muda dengan jeans panjang biru tua”.

Semua mata terfokus pada arahan yang diberikan chanyeol. Ternyata hantu itu seorang gadis yang sedang menunduk. Memang sih terlihat seperti hantu. Tapi,sudahlah.

“Memangnya kenapa hyung kalau itu hantu?”,Lagi-lagi sang devil menjawab dengan datar,tapi wajah serius.

BUAGH!! Chanyeol menggebrak meja karena gemas dengan pertanyaan yang menurutnya sangat bodoh.Ia kemudian berbicara dengan suara lantang.

“Yak,Oh sehun!! Mana ada hantu muncul disiang hari!! Kau ini bagaimana sih…” Dengan wajah innocent,chanyeol menuduh sehun seperti sehun adalah manusia terbodoh didunia. Semua orang tercengang karena tingkah chanyeol. Bukannya ia sendiri yang pertama berkata? Tapi oh sehun sepertinya telah tertular virus chanyeol ia menjawab dengan tampang bodoh seolah-olah ia memang bodoh.

“oh,benar juga ya? Lalu apakah………dia bukan hantu?”

“Nah,maka dari itu aku akan bertanya padanya.”

Chanyeol kemudian bangkit dan berjalan keluar mendekati gadis hantu itu.Teman-teman chanyeol menatap tak percaya atas apa yang dilakukan chanyeol. Chanyeol memang benar-benar gila.

Valeriena POV :

Aku sangat terkejut ketika seseorang tiba-tiba saja datang padaku dan bertanya padaku apakah aku hantu atau bukan. Tapi bukan itu yang membuat aku terkejut,melainkan orang yang bertanya nya! Aku tahu siapa yang sedang berhadapan denganku saat ini. Dia adalah Park Chanyeol salah satu teman sehun yang merupakan sunbaeku. Jika dia berhadapan denganku saat ini berarti orang-orang yang berada dibelakangku sedang melihat kearahku,aku yakin itu. Karena aku tahu sikap chanyeol sunbae.         Oooh…. Benar-benar sial.Apa yang harus aku lakukan?

Valeriena POV END

         “Hey!! Mengapa kau diam saja ?”,Mendengar hal itu rina terbangun dari lamunannya.Ia mengerjapkan matanya dengan sangat cepat. Kemudian ia berdiri dan menatap gugup kearah chanyeol.

“Jeosonghamnida sunbaenim….” Rina membungkukkan badannya 90 derajat dan lari secepat-cepatnya. Gerakan yang tak terduga itu menimbulkan kebingungan bagi chanyeol dan ia bekata dengan lirih.

“Apakah aku menakutinya?Jangan-jangan hantunya adalah aku? Maldeo andwae….”

——————————————————————————————————————————————

Sekolah,Jam pelajaran terakhir

Hari ini cuaca begitu cerah.Matahari dengan penuh semangat memancarkan sinarnya yang menyengat.Sampai-sampai masuk kedalam jendela kelas rina dan olive.Keadaan rina begitu mengenaskan.Ia duduk sambil merebahkan kepalanya ke meja dengan tangannya yang dijadikan bantal.Ia berani tidur dikelas karena jam pelajaran sedang kosong.

“Rinaaaaa……”,Suara rengekan yang lembut nan syahdu membangunkan rina dari tidur pura-puranya.Ia perlahan-lahan membuka matanya dan menemukan seorang bidadari sedang tersenyum kearahnya.

“Apakah aku sedang disurga?”

“Rina ayo bangun….ada yang ingin aku bicarakan”Olive mengguncang-guncangkan lengan rina sehingga rina bangun dan sadar total.

“Wae?”,Olive sepertinya sudah berhasil membangunkan rina.Ia kemudian tersenyum riang mau tidak mau rina tersenyum kecil.

“Besok aku akan pergi ketaman hiburan.Kamu ikut ya? Ya,ya,ya,ya? Kumohon……” Olive mengucapkan itu dengan penuh semangat dan di iringi dengan pupy eyes nya.

“Hmmm…..aku tidak tahu. sepertinya tidak bisa…”

“waeeeeee……kenapa kamu selalu tidak bisa? Kumohon kali iniiiiiiiii saja,eoh?”,Karena sepertinya pupy eyesnya tidak mempan,ia mengeluarkan aegyeo terbaiknya.Rina yang melihatnya jadi tidak tega. Bukan apa-apa,rina dari tadi tidak tahan dengan sifat lucu olive. Ia sangat menggemaskan.

“A-araeseo.aku akan ikut.”

“Jinja? Jinja? Jinja? kamu benar akan ikut? Jadi kamu akan menginap dirumahku araeseo?”

Sebagai jawabannya rina hanya mengangguk pasrah.Yah,mungkin ini adalah tanda bahwa ia tidak selamanya bisa menghindar dari ajakan olive.

——————————————————————————————————————————————

Valeriena POV :

Sore,Pulang sekolah di rumah Olive

Hari ini adalah hari keberuntunganku karena olive tidak dijemput oleh sehun sunbae seperti biasanya.Sangat menguntungkan.Setelah bel pulang sekolah tadi,olive membujukku untuk segera pergi kerumahku.Aku bertanya mengapa sehun sunbae tidak menjemputnya.Dan ia menjawab bahwa sehun sunbae tidak menjemputnya karena ada rapat basket.Sehun sunbae memang salah satu anggota tim basket termasuk chanyeol sunbae yang kemarin aku temui.Oh tidak!! Jangan-jangan chanyeol sunbae besok akan ikut pergi ketaman hiburan!! Aku akan mati!!!

“Hey,rina mengapa kamu melamun? Apakah kamarku jelek?”

Suara olive menyadarkan ku dari alam pikiranku.

“Tentu saja tidak! Kamar mu sangat bagus. Aku bahkan nyaman dengan kamarmu”

Olive tersenyum riang mendengar jawabanku.Ia mengamit lenganku dan membawaku duduk di kasurnya.

“Besok kita akan dijemput jam 8. Jadi sekarang saatnya kita……….”

Aku menaikkan satu alisku menunggu lanjutan kata-kata olive.

“Apa?”

“Bersenang-senang sebelum senang-senang!!!!!”

“Maksudmu?”

Alih-alih menjawab pertannyaanku olive malah menarik tanganku dan mengajak ku bersenang-senang. Kami benar-benar bersenang-senang. Kami melakukan banyak hal. Seperti,bermain ular tangga(aku selalu menang,entah olive bodoh,atau dia memang tidak bisa bermain),pergi ke sauna(rumahnya mempunyai sauna sendiri),pergi ke salon(sebenarnya petugas salonnya yang datang ke rumah olive).

Aku tidak tahu apa maksudnya mengajak aku melakukan semua itu. Bagi ku itu sangat konyol. Tapi aku tetap melakukannya,kalian tentu nya tahu mengapa. Olive lagi-lagi mengeluarkan jurus aegyo mautnya.

Aku terkejut setelah aku menyadari bahwa aku ternyata sangat akrab dengan olive.Kurasa aku tahu mengapa olive sangat mudah bergaul.Karena ia membuat orang yang didekatnya merasa nyaman.Olive sangat banyak bicara tapi anehnya ia tidak mengganggu sama sekali.

Sekarang aku sedang berbaring bersama olive setelah aku dan olive kelelahan.Aku tidak pernah merasa senyaman ini dengan seorang teman.Olive membuatku jadi benci tapi ia bisa mengubahnya dengan mudah menjadi menyayanginya.

Kulihat olive memejamkan matanya dan mendengar suara napas yang teratur. Kurasa ia tidur. Aku mengusap kepalanya dan ia terlihat nyaman.Rasanya seperti memiliki seorang adik.

END OF Valeriena POV

Olive,,,pertama kali aku melihatmu aku sangat membencimu”,rina menghela napas tapi tangannya tetap mengusap kepalanya.Rina kemudian melanjutkan perkataannya menumpahkan segala curhatannya yang terpendam.Bagaimana ia sangat menyukai sehun,tapi tiba-tiba menjadi dekat dengan olive.Awal ia membenci olive hingga rasa bencinya memudar hilang.Rina tidak tahu bahwa setiap perkataannya didengar baik-baik oleh olive.Dan ia tidak menyadari ada air mata yang mengalir dari mata olive ketika ia meminta maaf karena sikap buruknya.

——————————————————————————————————————————————

The Day

Valeriena POV :

Jam 06.00,aku dibangunkan oleh olive dan disuruh mandi.Kulihat olive tenyata ia sudah selesai mandi dan sudah berdandan.Ia terlihat sangat cantik,tidak diragukan lagi.Kutanya ia mengapa aku tidak dibangunkan lebih awal.

Dan ia menjawab,“Aku sudah membangunkanmu berulang kali,tapi kau tidak bangun-bangun.”           Aku hanya tersenyum tiga jari mendengarnya.Kemudian akupun beranjak mandi.Kamar mandinya sangat rapi,membuat nyaman.

Selesai mandi olive mengajak aku turun kebawah untuk sarapan.Awalnya aku menolak tapi olive memaksaku.Dibawah ternyata orang tua olive menunggu kami.Aku sangat merasa tidak enak,olive menarik lenganku sampai aku duduk disebelahnya.

Aku memberi salam dan senyuman kepada orangtua olive.Dan mereka membalasnya.Tapi,tiba-tiba ayahnya olive bertanya dengan bahasa yang tidak aku mengerti.Aku tahu itu bahasa inggris.Tapi kemampuan bahasa inggrisku hanya sebatas yes dan no saja.

“Aaah….so this is your classmate,olive?”,Olive mengangguk dengan semangat.

“Hmm,She’s so cute,isn’t?”,Olive bertanya dengan melihat kearahku.Aku tersenyum canggung ketika orang tua olive melihat kearahku juga.Dan mereka tersenyum,aku juga tersenyum walaupun tidak mengerti.

“Oh,ya.Dimana oppa mu olive?”,Kali ini ibunya yang bertanya.Akhirnya ada yang berbicara bahasa yang kumengerti.Tapi tunggu,sepertinya olive mempunyai kakak.Aku baru tahu itu.

“Dia menginap dirumah teman nya,mom.Kami akan pergi ketaman hiburan,dia akan menjemput kami nanti jam delapan”,Olive menjelaskan sambil mengambil beberapa roti dan menaruhnya di piringku dan piringnya.Sedangkan orangtua olive hanya mengangguk dan mulai makan.

Kami makan dengan diam. Dan itu membuatku kehilangan nafsu. Aku merasa tidak nyaman jadi aku hanya memakan beberapa potong saja dalam satu roti. Hal itu mungkin membuat orang tua olive bingung. Terbukti dengan ayahnya bertanya kepadaku. Bayangkan! Ayahnya bertanya kepadaku! Apakah aku telah melakukan kesalahan?

“ Why did you eat just a little? Is the meal not delicious?”

Aku mengerjapkan mata dengan cepat. Aku tidak tahu apa yang ditanyakan ayahnya. Kulihat ibunya olive menyikut lengan ayah olive. Mereka hanya saling bertatap tetapi seolah-olah sedang berkomunikasi.

Lalu ayahnya olive mengalihkan pandangannya ke arahku. Ia tersenyum minta maaf tapi aku lagi-lagi tidak tahu mengapa.

“Mengapa hanya makan sedikit? Apakah rasanya tidak enak?”

“Oh,tentu saja tidak. Saya hanya sedang tidak bernafsu saja…..”

Ayahnya olive mengangguk-angguk tanda bahwa ia mengerti. Mungkin saja itu yang ditanyakan nya tadi.

Setelah makan,tak terasa ternyata sudah jam delapan.Orangtua olive mengantar kami sampai kedepan gerbang.Benar-benar orangtua yang perhatian.Orangtua ku saja tidak seperti itu.

Tak lama setelah itu,sebuah mobil yang tidak asing terlihat dari kejauhan dan orang tua olive berkata bahwa mereka masih ada urusan yang harus di urus. Olive pun berpamitan dengan orang tuanya,tentu saja aku juga ikut berpamitan. Lalu orang tua olive masuk kerumah setelah mengucapkan hati-hati dan salam untuk kakaknya. Itu berarti kakaknya ikut dengan kami. Oh,aku sangat penasaran dengan kakaknya olive.

Mobil itu berhenti tepat didepan kami. Olive segera menarik ku kebangku bagian belakang. Setelah aku masuk dan duduk,ia menutup pintu dan duduk di kursi depan. Saat aku menoleh kesamping aku sangat terkejut. Reflek,aku segera mengalihkan pandanganku. Olive benar-benar menyiksaku. Kulihat olive tersenyum riang dan mengobrol dengan orang yang menyetir.

Aku tidak tahu siapa yang menyetir karena ia terus menatap kedepan. Sepertinya olive tidak memperhatikanku. Sementara ia mengobrol dan tertawa aku diam bagaikan patung. Benar-benar menyebalkan.

Aku tahu siapa kakak olive, dia yang sedang mengobrol dengan olive. Karena orang yang ada di sebelahku adalah sang pangeran. Ough…. Aku memang ingin berdekatan dengan sehun sunbae,tapi bukan seperti ini!! Aku ingin sehun sunbae mengenalku.

Oh,lihat saja wajahnya. Seperti biasa,DATAR. Terkadang aku sangat ingin menertawakan nasibku. Olive tanpa susah payah bisa dekat dengan sehun. Sementara aku sudah berulang kali berdekatan dengannya,tapi sehun sunbae seperti tidak menyadari keberadaanku.

Dari pada aku mati bisu lebih baik aku tidur.Aku menatap kearah jendela dan matahari menyinarkan cahayanya dengan terang.Hari yang cerah,suasana yang buruk.Sangat kontras. Perlahan-lahan mataku terpejam dan aku terlarut dalam mimpi.

END OF VALERIENA POV

——————————————————————————————————————————————

Mobil yang ditumpangi oleh rina dan olive sudah sampai ditempat tujuan.Olive segera keluar dari mobil. Dia kemudian membuka pintu belakang dan membangunkan rina.Olive mengguncang-guncangkan lengan rina sampai rina bangun dan mengerjapkan matanya.

“Apakah kita sampai?”,Rina bertanya dengan suara yang lirih membuat olive tersenyum

“Eoh,Kamu tertidur lelap.Sehun oppa bahkan tidak tega membangunkanmu,jadi dia menyuruhku membangunkanmu”,perkataan olive membuat rina terkejut.

“A-a-apa?sehun sunbae?”

“Ya,ayo kita keluar.Mereka sudah menunggu”.

Rina tidak menyangka.Ternyata yang dimaksud “mereka” oleh olive adalah para sunbae anggota basket.Itu berarti chanyeol sunbae ada disana.Dan ternyata memang ada.Tapi,sepertinya chanyeol tidak mengenal rina karena ia hanya menatap sekilas rina.Sangat menguntungkan.

Mereka menjajal seluruh wahana permainan yang ada disana.Para sunbae ternyata tidak memandang senior-junior.Mereka bercanda dengan siapapun.Hari ini adalah hari yang penuh dengan canda tawa yang pernah rina alami.Ia sebelumnya tidak pernah sebahagia ini.

Tak terasa sudah hore hari.Bersenang-senang terkadang membuat lupa waktu.Olive berjalan bersisian dengan rina.Tiba-tiba ia mengucapkan sebuah kalimat yang sangat membuat rina terkejut.

“Oppa,bagaimana jika kita naik rollercoaster?Kita belum mencoba permainan itu kan?”,Tanya olive pada sehun.

“Benar juga.Kalau begitu ayo!!”

Semua orang berseru senang seolah-olah olive mengatakan sesuatu yang sangat penting.Tapi tidak bagi rina.Wajahnya pucat pasi,Tapi hanya sebentar.Olive kemudian menyeret rina tidak memperdulikan rina keberatan atau tidak.

Rina hanya menatap kebawah.Tapi fokusnya tidak berada disana.Yang ada dipikirannya saat ini adalah bagaimana caranya menghadapi rollercoaster.Rina duduk dengan sehun.Sementara olive duduk dengan chanyeol.Rina tidak menyadari itu sampai ketika olive mengajaknya berbicara.

“Rina,kau baik-baik saja?”

‘’Eoh,gwaenchana”,setelah mengucapkan itu rina menoleh kesamping dan terlonjak.Kemudian ia berbicara dengan keras karena terkejut.

“Mengapa aku duduk dengannya?!!!!”

Perkataan itu membuat olive menolehkan kepalanya kebelakang,karena memang rina duduk dibelakangnya.

“Kau kan sudah setuju untuk duduk dengan sehun oppa.Rina bahkan mengangguk ketika aku bertanya”

“Kapan aku melakukannya?”

“Sebelum rina duduk”,olive menjawab dengan wajah tanpa dosa.Padahal rina dari tadi berusaha menghindar dari sehun.

Ketika roller mulai berjalan,rina tidak memikirkan hal itu lagi. Ia melupakan semuanya.Ia mencengkram erat-erat pegangan seakan-akan itu adalah pegangan hidupnya.Rina sangat takut jika sudah menyangkut dengan permainan yang satu ini.

Saat semua orang menjerit kencang,ia hanya menutup mata dan mengunci bibir rapat-rapat.Rasanya ia berada diantara surga dan neraka.Untuk yang satu ini,hanya rina yang tidak merasa senang.

Kereta melaju dengan kencang dan di iringi oleh jeritan orang-orang yang senang,terkejut,takut,dan lainnya. Semua orang(terkecuali rina) mulai rileks menikmati roller coaster. Rasanya menyenangkan,bagi mereka.

Lalu ketika kereta roller sudah berhenti.Dengan tergesa rina membuka pintu dan pergi berlari mencari kamar mandi. Akan tetapi ia tidak menemukannya dan mualnya semakin bertambah.Lalu ia melihat sebuah selokan dan ia menghampiri selokan tersebut.Begitu sampai,rina segera menumpahkan isi perutnya.Rasanya semua yang ada di perutnya keluar semua.

Seseorang tiba-tiba mengelus dan memijat tengkuknya membantu mengeluarkan isi perut rina.Setelah selesai,orang itu memberikan sebuah botol air dingin dan langsung disambar oleh rina.Ketika sedang minum,olive datang memeluknya dan menangis.Ia menyalahkan dirinya sendiri karena telah membuat rina seperti itu.Pelukan  itu terurai dengan tiba-tiba karena seseorang menarik paksa olive.

VALERIENA POV :

“Tidak perlu minta maaf,itu salahnya sendiri”,kata seseorang dan ternyata seseorang itu adalah sehun sunbae. Aku menatap kearahnya tidak mengerti begitu pula dengan olive.

“Seharusnya ketika ia diajak olehmu menolaknya.Tapi karena suatu alasan ia tidak melakukannya….”

Sehun sunbae memberi jeda yang cukup panjang ketika ia akan melanjutkan perkataannya.

“Kau menyukai ku kan? Sebaiknya kau menjauhi olive karena aku tahu kau hanya memanfaatkannya”,Aku sangat terkejut mendengar hal itu.Aku hanya diam ketika sehun sunbae menatap tajam padaku.

“Aku tidak pernah memanfaatkan olive….”

“Oh ya? Tapi kau senangkan sepanjang hari dekat denganku”,Ucapan sehun sunbae benar-benar membuat ku marah.Tidak ada sedikitpun perkataan nya yang aku pikirkan.

“Lalu kau mau apa??!!! Menjauhinya?? Tanpa kau suruh pun aku akan melakukannya!!!”,Aku segera berlari menjauhi mereka.Masa bodoh dengan olive yang meneriakan namaku ataupun sehun sunbae yang menolongku sekaligus memfitnahku.Hari ini aku benar lelah,bukan hanya fisik tapi hatiku juga. Aku ingin segera pulang kerumah,makan,mandi,lalu tidur dan tidak bangun lagi.

END OF VALERIENA POV

TBC

11 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Give Love (Part 1)”

  1. Sehun! Udah nuduh, jahat lagi.

    Yang sabar ya rina, mungkin ada saatnya kamu akan bahagia kemudian. Di tunggu part selanjutnya Kakak.

    1. iya!sehun emang jahat. apalagi di next chapter,dia tambah JAHAT.
      si rina emang harus banyak sabar…. tunggu kelanjutannya ya…. terima kasih udah BACA

  2. Sehun mulutnya… ya Luhan apakah dia memang seperti itu?? omong2 ff ini lucu aku ketawa2 sendiri liat tingkahnya Rina sama baby actny olive hehe keep writing kakak ^_^ diantos lanjutanna

  3. sakit bgt pasti, digituin oleh orng yg udh lama kita sukai….
    sehuuuun…..kamu jahat bgt sih, kata”mu sungguh menyakitkan….
    ditunggu next nya kak 🙂

  4. Serruuu..
    Chanyeol konyol bgt msa ada hantu di siang bolong..ckckck

    Uhh kasian rina, sehun kok gtu bgtt sih..
    Next kakk aku tunggu klanjutanya
    Hwaiting!!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s