[EXOFFI FREELANCE] DREAM (Chapter 11)

DREAM - CHAPTER 10

DREAM  –  CHAPTER 11

[DINNER]

Author: Azalea
Cast : Bae Suzy (Miss A), Byun Baekhyun (EXO), Kim Myungsoo (Infinite)
Genre : Romance, Sadness.
Rating : +17
Length : Chapter
Disclaimer : Cerita ini murni dari otakku sendiri. Kalian juga bisa baca ff ku ini di wattpad. Nama id ku mongmongngi_b, dengan judul cerita DREAM. Jangan plagiat, ataupun me re-upload ff ini tanpa sepengetahuanku.

Credit poster by RAVENCLAW

Cerita Sebelumnya : CHAPTER 1 ( DREAM )  ->  CHAPTER 2 (REAL?)  ->  CHAPTER 3 (DEJA VOO)  ->  CHAPTER 4 (FATE) -> CHAPTER 5 (설레다 [ SEOLLEDA – BERDEBAR ])  – > CHAPTER 6 (LOCKVOGEL – PEMIKAT) -> CHAPTER 7 (SWEET MORNING) -> CHAPTER 8 (VERWIRRT) -> CHAPTER 9 (LÜGE – KEBOHONGAN) -> CHAPTER 10 (INSTINKT – INSTRING)

“Siapa sebenarnya wanita itu?” tanya Suzy begitu penasaran pada Baekhyun saat dirinya dan Baekhyun duduk di kursi yang masih kosong di restoran itu.

Walaupun restorannya kecil, tapi saat waktu makan malam tiba, restoran ini tidak pernah sepi pelanggan. Dan untung saja, pada saat Baekhyun tiba di sana, ada sebuah meja kosong hingga membuatnya tidak perlu mengantri lama-lama.

“Wanita yang nyapa kita tadi itu adalah ibunya Kai. Aku sering makan di sini dengan Kai. Jadi, aku juga akrab dengan ibunya.” Jawab Baekhyun sambil melepas jasnya.

Igeo…” lanjut Baekhyun sambil menyodorkan jas yang dipakainya untuk diberikan pada Suzy.

“Hm??” tanya Suzy tidak mengerti maksud Baekhyun memberikan jasnya pada Suzy.

“Untuk menutupi kakimu. Aku tidak suka melihat laki-laki lain yang mencuri-curi pandang ke arahmu hanya untuk melihat betapa indahnya kaki yang kau miliki itu.” Jawab Baekhyun membuat wajah Suzy merona malu.

Setelah mendengar jawaban Baekhyun itu, Suzy segera saja mengambil jas itu tanpa banyak bicara dan meletakkannya di atas pahanya yang memang terbuka. Maklum saja, rok yang Suzy kenakan hanya sebatas setengah pahanya saja, sehingga saat Suzy duduk, rok itu akan tertarik ke atas dan akan semakin memperlihatkan betapa indahnya kaki yang dia miliki.

Baekhyun hanya tersenyum saja saat melihat Suzy menuruti apa yang diperintahkannya. Dia tidak bisa memungkiri jika saat ini Suzy memang sangat seksi. Baekhyun tidak pernah menyangka ternyata pakaian yang dibelinya dari Nayeon itu akan melekat sempurna pada tubuh wanitanya itu.

Hanya dengan melihatnya saja, Baekhyun sudah merasa sangat panas. Tapi Baekhyun harus menahannya, karena dia tahu, untuk malam ini Suzy tidak akan menginap di penthousenya lagi. Mungkin lain kali jika ada kesempatan, Baekhyun akan memuaskan hasratnya yang tertunda ini.

“Kau tidak suka aku memakai pakaian ini?” tanya Suzy gugup saat menyadari Baekhyun terus memperhatikannya sambil tersenyum.

Mendengar pertanyaan dari Suzy itu membuat Baekhyun sadar dari lamunan erotisnya tentang wanita yang ada di depannya ini.

“Aku menyukainya. Bahkan sangat menyukainya. Tapi aku tidak suka laki-laki lain juga menyukai apa yang sudah menjadi milikku. Jadi aku harap, kau tidak memakai pakaian itu lagi di tempat umum. Kau hanya boleh memakainya di depanku saja.” Jawab Baekhyun santai yang membuat Suzy semakin merona malu.

“Posesif…” ucap Suzy sedikit berbisik namun masih bisa didengar oleh Baekhyun.

Senyuman Baekhyun semakin lebar saja kala mendengar ucapan ketus Suzy itu. Kemudian Suzy mengambil air untuk diminumnya agar menutupi sebagian wajahnya yang sedang merona malu itu.

“Aku memang seorang pria yang posesif. Asal kau tahu saja, semua pria itu pada dasarnya posesif. Apalagi terhadap apa yang menjadi miliknya.” Jawab Baekhyun lagi sambil menyandarkan punggungnya pada kursi.

“Aku bukan milikmu.” Balas Suzy asal yang mana malah membuat raut wajah Baekhyun berubah seketika. Tidak suka akan ucapan Suzy barusan padanya.

“Perlukah aku menegaskannya di sini jika kau ini adalah milikku?” ucapnya berubah menjadi dingin.

Suzy langsung menatap Baekhyun karena terkejut dengan perubahan suasana hati Baekhyun. Tidak ada lagi Baekhyun yang selalu bersikap manis dan menggodanya. Yang ada hanya Baekhyun yang sedang menatapnya tajam, menahan amarahnya.

Suzy sadar, ucapan asalnya tadi itu sudah menyulut amarah Baekhyun. Dan Baekhyun tidak menyukainya. Tanpa sadar Suzy menelan ludahnya karena tidak tahu harus menghadapi Baekhyun yang sedang marah ini seperti apa.

Otaknya berpikir keras, memikirkan cara agar Baekhyunnya kembali ke Baekhyun yang romantis, bukan Baekhyun yang dingin.

Baekhyun masih menatap tajam Suzy dan itu semakin membuat Suzy gugup. Tidak ada pembicaraan di antara mereka sampai Suzy membuang nafas dalam dan berkata sesuatu untuk memecahkan keheningan yang mencekam itu.

“Kau tidak perlu melakukannya. Ini tempat umum.” Ucap Suzy gugup sambil sesekali mencuri pandang ke arah Baekhyun untuk menilai apakah Baekhyun sudah berubah atau tidak.

“Aku tidak keberatan jika memang harus melakukannya di tempat umum sekalipun.” Ucap Baekhyun lagi yang mana malah membuat Suzy semakin gugup.

Suzy tahu jika Baekhyun itu bukan tipe orang yang bermain-main dengan ucapannya. Makanya, sekali dia mengucapkan A, maka ucapan A itu pasti akan terwujud bagaimana pun caranya.

“Tidak. Kau bisa melakukannya di tempat lain.” Jawab Suzy gugup. Perkataannya itu mengandung makna sebuah janjinya pada Baekhyun yang tidak terucap secara langsung.

Call.” Ucap Baekhyun pada akhirnya.

Diam-diam Suzy melirik Baekhyun untuk melihat perubahan pada wajahnya. Perasaan lega langsung menghampirinya saat melihat senyuman menyeringai terbentuk di bibir Baekhyun.

Baekhyun pemarah sudah pergi, dan sekarang yang ada di depannya adalah Baekhyun yang sering menggodanya dengan hal-hal mesum.

Selama beberapa saat mereka hanya saling tatap. Melepas rindu yang selama seharian ini mereka pendam. Mencoba berkomunikasi lewat tatapan mata. Menyelami seberapa dalam perasaan mereka terhadap satu sama lainnya.

Lamunan mereka terputus saat sebuah suara wanita yang Baekhyun bilang sebagai ibunya Kai itu datang membawa beberapa potong hanwoo atau daging sapi korea untuk di panggang. Menu makan malam hari ini adalah bulgogi.

“Makanan datang…” ucapnya begitu ceria.

Baekhyun dan Suzy langsung melepaskan tatapan mata mereka untuk memandang ibunya Kai. Mereka berdua tersenyum saat melihat ibunya Kai membereskan makanan yang di pesan Baekhyun dan Suzy. Beberapa potong daging diletakkan di atas panggangan.

“Aku tidak menyangka akhirnya Baekhyun akan membawa seorang wanita juga ke sini.” Ucapnya senang sambil memotong daging. Mendengar itu, konsentrasi Suzy langsung tertuju pada Ibunya Kai. Tertarik pada perkataan yang akan dia utarakan tentang Baekhyun.

Eomma….” rengek Baekhyun yang diabaikan oleh ibunya Kai karena melanjutkan ceritanya.

“Aku sempat khawatir, puteraku yang satu ini menyukai Kai. Sampai Kai sudah menikah pun mereka masih sering datang ke sini tanpa mengajak Nayeon. Aku benar-benar khawatir, takut puteraku ini menderita kelainan.” Lanjutnya masih mengabaikan tatapan tidak suka dari Baekhyun.

Eomma….” rengek Baekhyun lagi mencoba merayu ibunya Kai agar berhenti bercerita. Wajah Suzy menatap penuh minat pada perkataan ibunya Kai itu yang berbanding terbalik dengan eksperi Baekhyun.

“Tapi sekarang aku sangat bahagia saat dia datang membawamu ke sini, karena itu pertanda puteraku ini masih normal.” Tambahnya lagi sambil menatap Suzy sayang. Suzy memberikan senyuman termanisnya pada ibunya Kai ini.

Eomma…hentikan!! Kau membuatku malu.” Ucap Baekhyun pura-pura kesal.

“Itu karena dirimu yang tidak pernah memperkenalnya padaku. Jika saja kau memperkenalnya lebih awal, mungkin aku tidak akan menceritakannya. Dasar anak ini!!” jawabnya juga yang juga pura-pura kesal sambil memincingkan matanya sedikit ke arah Baekhyun.

“Itu karena aku belum menemukan yang pas. Makanya aku tidak pernah membawanya ke sini.” Jelas Baekhyun. Wajah Suzy langsung merona malu lagi saat tahu arti dari perkataan Baekhyun tentangnya ini pada ibunya Kai.

“Alasan..!! Bilang saja kau tidak berniat untuk menikah, eoh!! Pokoknya kalau sampai tahun depan kalian tidak menikah juga, kau tidak boleh memanggilku ibu lagi!! Arrachi??” ancamnya pada Baekhyun.

Baekhyun hanya bisa melongo tidak percaya akan ucapan ibunya Kai itu. Dan Suzy sendiri langsung merona malu saat mengerti ke arah mana pembicaraan ini.

“Makan yang banyak Suzy-ya…jangan takut gemuk. Karena eommonim yakin, walaupun kau gemuk, Baekhyun tidak akan pernah meninggalkanmu. Dia sangat tergila-gila padamu. Lihatlah cara dia memandangmu…” ujarnya sambil sedikit memandang Baekhyun, dan Suzy pun mengikuti arah pandang dari Ibunya Kai itu untuk memandang Baekhyun Juga.

Baekhyun yang tiba-tiba menjadi pusat perhatian di meja itu tidak tahu harus melakukan apa selain memandang bingung kedua wanita yang sedang memperhatikannya ini.

Aigoo….puteraku benar-benar jatuh cinta.” Ucap ibunya Kai sambil menggeleng-gelengkan kepalanya saat menyadari sikap gugup Baekhyun.

Setelah mengatakan itu, ibunya Kai langsung beranjak dari meja itu untuk kembali melayani pelanggan yang lain. Baekhyun hanya bisa memandang tidak percaya atas apa yang ibunya Kai ucapkan itu.

Sedangkan Suzy sendiri, dia sedang memperhatikan Baekhyun dengan senyuman yang tidak pernah lepas dari wajahnya. Walaupun dirinya sedikit kecewa karena mengetahui Baekhyun jatuh cinta padanya bukan dari ucapan Baekhyun sendiri tapi dari ucapan orang lain, tetap saja, hal itu dapat berdampak pada hatinya yang sekarang terasa begitu hangat saat mengetahuinya.

 

~ tbc ~

33 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] DREAM (Chapter 11)”

  1. Gak bisa berkomentar apa2
    Perfect deh semuanyaa, pesan aja nih yaa baekhyun jgn suka marah2 nnti suzy takut wkwkwk
    Fighting thorr 🙂

  2. Waahh keren kak di tunggu lanjutanya tetep smangat ea jgn smpai bosan buat ngelanjutin ni ff coz bgus, syang law gk dilanjutin 🙂

  3. Uwaaa dua chapter full ttg baek-suzy. Dan aku senaaannngggggg~ huehehehe. Manis banget si mereka ya ampuuunnnnn bikin gemaay hahah.

    Aku mau minta lebih dipanjangin dikit boleehhhh? Terlalu rindu sama ff iniiii hehehe. Kalopun engga ya gapapa. Karena tanggungan author pun numpuk hehe. Semangat author-nim!!!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s