Love Contract (Chapter 3) By.PutriNami

Title : Love Contract // Author :PutriNami //Main cast : Oh Sehun (EXO), Lee Sooyun, Do Kyungsoo (EXO), Park Nayeong// Length: Chapter// Genre : Comedy romantic (mungkin), AU//Rating :General//

BJEX8611

 

 

Warning Typo bertebaran

 

 

HAPPY READING GAESS ^^

 

 chap1 chap2

Sooyun Pov

 

semilir angin musim semi menerjang tubuhku. Hawa dingin sepeninggalan musim dingin kemarin masih tersisa membuat udara Korea masih terasa dingin. Namun pemandangan musim semi sangat berbeda di banding musim dingin. Warna warni bunga dan dedaunan pohon yang beraneka ragam membuat pemandangan korea sungguh indah. Seperti saat ini. aku berjalan melewati deretan pohon sakura yang berjejer rapi di sepanjang jalan sekitar kampusku. Pemandangan di sekitarku sungguh indah. Tapi sayangnya aku sama sekali tak bisa menikmati pemandangan indah ini.

 

derap kaki seorang namja yang sejak tadi mengikut di belakangku. Berkali-kali aku mendengus kesal. Berkali-kali pula aku menyurunya agar tak mengikutiku lagi. tapi berkali-kali pula namja itu menghiraukan perkataanku. Ia terus saja mengikutiku. Sebenarnya ada apa dengannya??. Namja itu sungguh menyebalkan. Aku sungguh muak melihat wajahnya.

 

“sudah kubilang. Berhentilah mengikutiku” ucapku padanya. Namja itu melipat kedua lengannya di dada sambil bersiul seolah tak mendengar perkataan ku. “Sehun-si. Apa kau tak ada kerjaan?? Bagaimana bisa seorang CEO super sibuk sepertimu hanya mengikutiku seperti ini?”

 

“aku tak akan pergi sebelum kau menerima tawaranku” ucapnya – dengan nada angkuh menyebalkannya itu. aku hanya memutar bola mataku malas. Lagi-lagi ia membicarakan tawaran konyolnya itu. dia pikir aku gadis macam apa.

 

“tidak. Jawabanku tetap tidak dan selamanya tetap TIDAK. Jadi berhentilah menggangguku Sehun-si. masalah ku sudah cukup banyak, jadi Jangan libatkan aku dalam masalah mu itu”. ku langkahkan kaki ku dengan cepat meninggalkan Sehun. Aku sungguh sudah muak mendengar permintaan konyolnya itu – berpura-pura untuk menjadi kekasihnya agar Saham berharganya itu tak ditarik oleh eommanya. Dasar Manja.

 

“MAU KEMANA KAU?? YAKKKK….AKU TAK AKAN MENYERAH. KAU HARUS MEMBANTUKU KARENA KAU JUGA MEMBUTUHKANKU” teriak Sehun padaku.

 

Dasar namja aneh. Aku tak peduli lagi dengannya walau ia teriak tak jelas, mendengus kesal di belakang sana. Betul-betul menyebalkan. Karenanya Aku sudah cukup terusik oleh para mahasiswi yang memandangiku aneh. Mungkin mereka pikir, gadis bodoh macam apa aku yang meninggalkan dan menyia-nyiakan namja tampan seperti Sehun. andai saja mereka tau seberapa menyebalkannya namja bernama Oh Sehun itu. tapi aku tak bisa menyalahkan mereka yang sedang terpesona dengan ketampanan namja bernama Sehun itu. karena akupun pernah merasakannya – sebentar. Tapi untung saja aku segera sadar dari pesona setannya itu – dengan melihat tingkah yang super super super kuadrat menyebalkan.

 

~

~

~

-Love contract-

 

Author Pov

*At class

 

Waktu telah menunjukkan pukul 15.30 yang artinya kegiatan perkuliahan hari ini telah berakhir. Satu persatu mahasiswa yang ada di kelas Sooyun telah meninggalkan kelas. Hanya tersisa beberapa mahasiswa yang masih merapikan buku dan dan leptopnya, ada juga yang hanya sekedar mengobrol bersama temannya.

 

Sooyun dan Nayeong masih setia dengan bangku mereka – banku yang terletak di sebelah jendela kelas mereka – bangku favorite Sooyun. Karena di tempat itu, Sooyun dapat melihat pemandangan luar kampusnya. Cukup indah jika di lihat dari kelas Sooyun yang berada di lantai lima falkutas Ekonomi bisnis.

 

“Ahhh…aku lelah sekali. Aku merindukan kasurku yang empuk itu. lihat, mataku sudah mirip panda jelek” gerutu Nayeong sambil memperlihatkan bawa matanya yang sudah Nampak gelap pada Sooyun. Sudah beberapa hari ini Nayeong mengerjakan proposal skripsinya yang tak menemukan titik terang. Pak Nam dosen pembimbing Nayeong berkali-kali menolak proposal yang Nayeong ajukan padanya. Karena itulah, beberapa hari ini Nayeong jadi kurang tidur.

 

Tak jauh berbeda dengan Nayeong. Sooyun juga sedang di landa sakit kepala hingga membuatnya stress berkepanjangan. Tapi bukan karena proposal skripsi, melainkan masalah lain yang lebih dari sekedar proposal skripsi. Apa lagi kalau bukan masalah tradisi keluarganya yang sungguh konyol. Keluarga Sooyun terus saja mendesak Sooyun untuk menikah secepat mungkin sebelum usianya 21 tahun. Menikah?? Sooyun mau menikah dengan siapa. sampai saat ini Sooyun masih belum bisa menerima seorang namja di hatinya. baginya semua namja sama saja – brengsek.

 

Bukan hanya  masalah keluarga Sooyun. Kyungsoo kini kembali mengusik hidup Sooyun lagi. iya, kyungso – Do Kyungso. Namja yang membuat Sooyun untuk menutup pintu hatinya pada namja lain.

 

Setelah putus dengan kekasihnya. Kyungsoo lagi-lagi muncul dalam kehidupan Sooyun. Sooyun merasa jika dirinya hanyalah sebuah tempat persinggahan Kyungsoo di saat kyungsoo merasa bosan. Benarkah pemikiran Sooyun itu??.

 

“Ah…Sooyun-ah. Tadi pagi Kyungso mencari mu. apa kyungsoo sudah menghubungimu?” tanya Nayeong setelah memasukkan semua buku ke dalam ranselnya. Yang di tanya hanya membuang nafas beratnya sambil memandang kosong pada ponsel yang ada di atas mejanya.

 

“emm. Sejak tadi dia terus menelfon dan mengirimiku pesan” jawab Sooyun malas sambil mematikan panggilan masuk pada ponselnya. Tak lain dan tak bukan, si pemanggil itu adalah Do Kyungso.

 

“kenapa kau mematikan panggilan Kyungso? Sepertinya ada sesuatu hal yang ingin ia bicarakan dengan mu”

 

“terserah. Aku tak peduli lagi dengan Namja sialan itu” ucap Sooyun dingin, meninggalkan Nayeong yang sedang mengerucutkan bibirnya kesal. Salah apa Nayeong sehingga mendapatkan perlakuan dingin seperti itu dari Sooyun.

 

“YAKK LEE SOOYUN…TUNGGU AKU” secepat kilat Nayeong berlari mengejar Sooyun yang sudah di ambang pintu kelasnya.

 

~

~

~

-Love Contract-

 

Oh Grup

*CEO Room

 

Dalam ruangan yang cukup luas – bercet abu-abu terlihat apik dengan tatanan buku yang tersusun rapi pada salah satu sisi dinding ruangan itu. ruangan untuk CEO Oh Grup terususun dengan rapi dan bersih, tak terlihat setitik debu pada ruangan itu.

 

Terlihat seorang wanita paruh baya cantik sedang duduk dengan apiknya di atas sofa tamu ruangan itu. ia menyeruput teh yang ada di cangkirnya dengan angung.

 

“eomma mau sampai kapan di sini? Aku banyak perkerjaan” omel Sehun pada eommanya. Sudah satu jam eomma masih setia berbetah-betah tinggal dalam ruangan pribadi Sehun, membuat Sehun menjadi tak bisa focus mengerjakan pekerjaannya.

 

Bagaimana tidak. Sejak tadi eomma terus menanyakan perihal kemajuan hubungan Sehun bersama Sooyun. Eomma juga terus menanyakan masalah pernikahan dengannya. Dan yang paling menyebalkan, eomma terus saja meminta Sehun untuk memberinya seorang cucu, seolah cucu bisa di dapatkan di toko terdekat.

 

“apa kau mengusirku?? Berani-beraninya kau pada ku” ucap Eomma Sehun tak peduli.

 

“Tapi eomma. aku – “

 

“sekali lagi kau mengusirku. Saham mu eomma cabut” belum sempat Sehun menyelesaikan ucapannya. Mendengar ucapan eomma yang bagai bom atom padanya, membuat Sehun membulatkan mulutnya tak percaya. Bagaimana mungkin seorang ibu terus mengancam anaknya seperti itu. mencabut saham merupakan ancaman paling menakutkan bagi Sehun. Tampa Saham, sehun bukanlah apa-apa. ia bisa jatuh miskin jika ibunya mencabut semua sahamnya. Dan Sehun tak bisa hidup susah.

 

“Yak Oh Sehun. Kenapa kau tak pernah membawa Sooyun pada eomma.sudah seminggu ini eomma tak bertemu dengannya”

 

“Sooyun sedang sibuk eomma” jawab Sehun malas sambil terus membaca laporan keuangan perusahaannya.

 

eomma meletakkan kembali cangkir teh-nya di atas meja. “tapi eomma sangat merindukannya. Kau bahkan melarangku untuk menemuinya di kampus”

 

kali ini Sehun mengalihkan pandangannya ke arah eommanya. Sehun menghembuskan nafas panjangnya. “ eomma jangan ganggu Sooyun oh. Sooyun sedang sibuk mengerjakan proposal skripsinya. Bahkan aku tak bisa bertemu dengannya – takut mengganggunya” bohong Sehun. Padahal hampir setiap hari Sehun menghampiri Sooyun di kampus hanya untuk memintanya untuk berpura-pura menjadi kekasihnya. Setiap hari Sehun memutar otak agar Sooyun ingin menerima permintaannya. Karena hanya Sooyun yang dapat membantunya. Ibunya sudah sangat menyukai Sooyun, hingga Sehun tak tau lagi harus berbuat apa selain meminta Sooyun untuk menjadi kekasih gadungannya.

 

“eomma sebaiknya pulang saja. aku harus segera memeriksa laporan ini. lalu aku harus bersiap untuk keberangkatanku. besok aku ada jadwal untuk meninjau cabang restaurant kita di Jeju”

 

“kau mau ke Jeju?”

 

“Nde. Aku akan menginap selama 3 hari di sana. Aku juga ada janji dengan tuan Baek”

 

“kenapa lama sekali. jadi eomma akan kesepian lagi selama 3 hari ini??” eomma mengerucutkan bibirnya kesal. “apa kau akan menginap di villa kita?” sambung eomma.

 

“Ani. Aku akan menginap di hotel. Eomma jangan berlebihan seperti itu -__- ”

 

“emmmm arraseo” jawab eomma lemas. Meninggalkan ruangan Sehun dengan langkah tak bersemangat.

 

~

~

~

-Love Contract-

 

At Jeju international airport

 

suasana bandara di pulau jeju sangatlah padat. Penerbangan di bandara itu berjalan secara terus menerus. Mengapa bandara ini tak pernah sepi pengunjung. Baik itu pengunjung lokal maupun luar negeri. Padahal ini bukanlah waktu libur. Jika waktu biasa sudah ramai seperti ini, bagaimana jika waktu libur tiba?? Wahh sungguh tak bisa di bayangkan.

 

15 menit setelah salah satu pesawat dari Seoul mendarat. Kini satu persatu penumpangnya telah terlihat keluar dari pintu kedatangan dalam negeri di bandara itu. tak terkecuali salah satu penumpang ini. dia adalah Oh Sehun. Si CEO mudah berbakat dan berwajah tampan. Hari ini Sehun mengenakan kemeja bewarna putih serta setelan jas bewarna crem – memampangkan sosok karisma seorang CEO padanya. Tak lupa pula kaca mata hitam yang sangat pas dengan hidung mancungnya. Lengkap sudah pesoda Sehun hingga membuat para gadis di sekitarnya jatuh terperangkat pada ketampanan Sehun hari ini.

 

Sehun berangkat ke Jeju tidak sendiri. Sekertaris sekaligus kakak sepupunya – Haeri – selalu setia menamani perjalanan bisnis Sehun. Heari selalu cekatan menyediakan segala keperluan Sehun saat sedang dinas diluar kota.

 

“Noona. Apa Noona sudah memesan mobil jemputan kita?” tanya Sehun pada Haeri yang berdiri di sebelahnya.

 

“em. Aku sudah mengabari pihak hotel untuk menjemput kita hari ini” jawab haeri. “tapi dimana ajusshi yang menjemput kita??” sambung haeri sambil mengalihkan pandangannya ke kanan dan ke kiri mencari jemputan mereka.

 

 

Brug

 

“aigoo..aigoo…hai anak muda. Berhati-hatilah jika berjalan” grutu seorang nenek yang tak jauh dari tempat Sehun dan haeri sedang berdiri. Koper nenek itu baru saja di tabrak oleh seorang pemuda yang Nampak seperti sedang di buru waktu. Pemuda itu hanya membungkuk sebentar pada nenek itu – tanda permintaan maafnya – dan melanjutkan jalannya. nenek itu terus bergerutu melihat tingkah pemuda yang ia anggap sangat tak sopan itu. di tambah melihat roda kopernya rusak sehingga tak dapat di gunakan lagi.

 

“Yak…Yak…Oh Sehun. Kau mau kemana o’??” entah ada angin apa. Sehun yang melihat nenek itu – melangkahkan kakinya menghampiri nenek yang masih bergerutu kesal.

 

Sehun mendekat pada nenek itu . Sehun membuka kaca mata hitamnya sambil tersenyum ke arah nenek itu. “Halmoni ada apa?” tanya Sehun. nenek itu memandang heran pada Sehun dengan wajah penuh tanya. nenek itu bertanya-tanya dalam hati – siapa pemuda tampan yang menghampirinya ini. apa dia mengenalnya. Itulah yang nenek pikir.

 

“tadi ada anak muda yang tak bertanggung jawab menabrak koper halmoni sampai rusak nak” jelas nenek itu sambil menunjukkan roda kopernya yang rusak. Sehun lalu berjongkok dan mengecek kerusakan koper nenek itu. mungkin saja Sehun dapat membantu nenek ini untuk memperbaikinya – jika bisa.

 

“sudah tidak bisa di perbaiki lagi halmoni. Maafkan aku. tadi ku pikir masih bisa aku betulkan” jelas Sehun. nenek itu tersenyum ke arah Sehun sambil menepuk bahu Sehun.

 

“Tidak apa nak. Nanti akan ku suruh cucu ku untuk membawakan koper ku dalam mobil”. Sehun mencari sosok cucu nenek itu. namun tampaknya Sehun tak menemukan cucu yang nenek itu maksud. Sejak tadi ia hanya melihat nenek itu seorang diri.

 

“dimana cucu halmoni saat ini?” tanya Sehun.

 

“tadi ia bilang mau ke toilet sebentar” jelas nenek itu. tiba-tiba ada sebuah mobil berhenti di hadapan mereka. “sepertiya supir halmoni sudah datang nak” ucap nenek sambil menunjuk mobil yang ada di hadapannya. Sehun mengangguk mengerti dan tersenyum ke arah nenek.

 

“baiklah halmoni. Biar aku saja yang memasukkan koper halmoni dalam bagasi. Sepertinya cucu halmoni masih di toilet” Sehun membawa koper itu dan memasukkannya dalam bagasi mobil. Nenek itu terus memandangi Sehun dengan Senyum yang tak pernah lepas dari wajah keriputnya.

 

“terima kasih yah nak” ucap halmoni itu sambil mengelus lengan Sehun dengan lembut.

 

Sehun tersenyum dan membungkuk – permisi untuk pergi karena haeri sudah memanggilnya – bertanda jika ajusshi yang menjemputnya juga sudah tiba.

 

“anak itu baik sekali” gumam halmoni – memandangi kepergian Sehun yang kian menjauh.

 

 

“ah menyebalkan sekali. kenapa noda ini tak mau hilang” gerutu Sooyun sambil terus membersihkan bajunya dengan tisu yang sebelumnya ia basahi dengan air.

 

Sejak tadi Sooyun berada di toilet bandara. Bandara?? Iya. Tadi pagi Sooyun dan halmoninya berangkat menuju pulau Jeju. Sooyun dan halmoninya berencana untuk mengunjungi kakaknya yang sudah beberapa tahun ini tinggal di Jeju karena menjalankan bisnis hotelnya bersama keluarga kecilnya. Halmoni sangat merindukan cucu buyutnya. Sedangkan Sooyun – Sebenarnya alasan utama Sooyun pergi ke Jeju itu karena Sooyun ingin menghindar dari Kyungso yang tak pernah berhenti mengganggunya. Belum lagi jika Sehun menawari ide konyolnya itu – yang cukup mengganggu Sooyun.  Mungkin saja dengan kedatangannya ke pulau Jeju bisa membuatnya tenang tanpa kehadiran dua sosok namja yang menyebalkan itu.

 

Tapi baru saja Sooyun ingin bersenang-senang dengan kedatangannya ke pulau Jeju. Sooyun mengalami sebuah masalah kecil di bandara. Tadi tak sengaja ada anak kecil yang mendorong Sooyun hingga kopi yang ada di lengan Sooyun tumpah mengotori bajunya. Dan hingga saat ini Sooyun berusaha keras untuk membersihkan bajunya itu. tapi sepertinya noda yang ada di bajunya tak bisa hilang jika hanya di bersihkan dengan air. Akhirnya Sooyun menyerah, mengingat ia telah lama meninggalkan neneknya sendiri di luar sana.

 

 

“Kenapa kau lama sekali. apa kau mendatangi toilet yang ada di Seoul?”  tanya nenek Sooyun sedikit kesal. Bagaimana tak kesal. Sooyun sudah membuat neneknya menunggu lama sendiri.

 

“halmoni maafkan aku. noda di bajuku tak bisa hilang” jawab Sooyun menunduk.

 

“ahhh..kau melewatkan seseorang lagi” gumam nenek dan menghembuskan nafas panjangnya. Sooyun mengangkat alisnya bingung.

 

“melewatkan seseorang?? apa maksud halmoni?”  batin Sooyun.

 

~

~

~

-Love Contract-

 

Seoul

 

“Anyeong Nayeong”ah” sapa seorang namja yang tak terlalu tinggi dengan wajah tampan, tak lupa dengan senyum di wajahnya.

 

“Anyeong Kyungso. Ada apa?” sapa Nayeong – kembali memakan rotinya.

 

“apa Sooyun belum datang?”

 

“Sooyun?? Soooyun sedang pergi ke Jeju” jawab Nayeong dengan polosnya. Jika Sooyun tau kelakuan Nayeong saat ini, Sooyun pasti sudah mencubit pipi tembem Nayeong dengan gemas. Bagaimana tidak. Sooyun sudah menyuruh Nayeong agar tak memberitahukan ke siapapun mengenai kepergian Sooyun ke jeju. Tapi apa yang terjadi. Dengan santainya Nayeong memberitahu Kyungso keberadaan Sooyun saat ini.

 

“kenapa mendadak Sooyun pergi ke Jeju?” tanya Kyungso penasaran. Setaunya Sooyun memiliki kelas hari ini. apa terjadi sesuatu di Jeju – atau Sooyun menghindarinya. Itulah yang ada di pikiran Kyungso saat ini.

 

“entahlah. Mungkin Sooyun ingin menghindari mu” jawab Nayeong dengan polos.

 

“sudah ku duga” batin Kyungso lemah.

 

~

~

~

 

Jeju

 

Sinar mentari pulau Jeju pagi ini sangat indah. Cuaca di luar sana sangat cerah. Berbanding terbalik dengan apa yang terjadi saat ini dalam kamar Hotel Sooyun. Seakan sinar mentari pagi begitu mendesak ingin masuk menerangi ruangan itu, namun terhalang oleh tebalnya gorden yang masih menutupi jendela besar yang jika di buka akan menampakkan keindahan laut pulau Jeju.

 

Entah mengapa Sooyun ingin menghabiskan waktunya seharian ini hanya untuk bermalas-malasan di tempat tidur. kasur ini terlalu nyaman hingga sayang untuk di tinggalkan. Namun keinginan Sooyun sepertinya musnah saat mendengar ponselnya bordering dengan nyaring. Sooyun merututi dirinya sendiri. Mengapa ia sampai lupa menyetel ponselnya ke mode getar tadi malam. Harusnya ia mengantisipasi kejadian ini sebelumnya.

 

“Yebosheyo” ucap Sooyun menjawab panggilannya dengan nada khas bangun tidurnya.

 

“Yak. Gadis macam apa kau ini. kenapa kau masih tidur. cepat bangun” Sooyun melihat panggilan masuk yang ada di layar ponselnya. Pantas saja suara yang keluar dari ponsel itu terasa sangat familiar di telinga Sooyun. Itu panggilan dari nenek Sooyun.

 

“halmoni ada apa memanggilku sepagi ini?”

 

“sudah pukul 8. Cepat turun dan sarapan. aku menunggumu”

 

“tapi aku tak lapar halmoni” gumam Sooyun masih setengah sadar.

 

“cepat turun” perintah nenek Sooyun dengan tegas

 

“Ta –“

 

Tut..Tut..Tut.

 

Belum sempat Sooyun menyelesaikan ucapannya. Nenek sudah mematikan panggilannya.

 

 

“aiss anak itu kebiasaan tak bisa bangun pagi. Pantas saja sampai saat ini ia belum mendapatkan jodoh yang pas untuknya. Aigoo..aigoo anak itu selalu saja membuatku sakit kepala” grutu nenek Sooyun sambil melihat-lihat menu sarapan yang hotel itu sediakan.

 

Di tengah kesibukan nenek melihat menu sarapan yang di sediakan hotel. Tiba-tiba saja seorang pemuda tampan menghampirinya. “anyeonghaseyo halmoni” sapa pemuda itu membungkuk. Nenek Sooyun seketika tersenyum pada pemuda itu.

 

“Aigo…kau anak muda baik hati yang menolongku kemarin” seru nenek Sooyun.

 

“halmoni masih mengingatku?”

 

“tentu saja. bagaimana mungkin aku melupakan pemuda tampan sepertimu” nenek Sooyun meraih lengan pemuda itu dan menuntunnya untuk duduk di hadapan kursinya “duduklah nak”.

 

“siapa namamu?” tanya nenek Sooyun

 

“Oh Sehun. Halmoni bisa memanggilku Sehun” jawab Sehun. Jadi yang Sehun tolong semalam adalah nenek Sooyun. Tapi sampai saat ini Sehun masih belum mengetahui bahwa nenek yang ada di hadapannya sekarang adalah nenek Sooyun.

 

“aigoo kau tampan sekali. kau masih kuliah?” tanya nenek Sooyun mencoba mengorek lebih dalam mengenai pemuda tampan di hadapannya itu.

 

“tidak halmoni. Aku menjalankan sebuah perusahaan saat ini” jawab Sehun jujur.

 

“Benarkah??” ucap nenek Sooyun berbinar-binar. Sepertinya nenek Sooyun sedang mengaktifkan antenna di otaknya untuk terus mencari tahu siapa Sehun sebenarnya. “apa kau sudah punya kekasih atau apa  kau sudah menikah?”tanya halmoni lagi.

 

“belum halmoni. Aku belum menikah dan aku – “ jawab Sehun terpotong saat ponselnya berdering. Setelah menutup panggilannya, Sehun memalingkan pengheliatannya pada jam yang ada di lengannya. Sepertinya Sehun harus segera pergi. “maafkan aku halmoni. Sepertinya aku tak bisa berlama-lama di sini. Aku harus pergi” jelas Sehun.

 

“kenapa terburu-buru seperti itu. kita serapan bersama saja. aku akan mengenalkanmu dengan cucuku. Ia akan segera turun” cegah nenek Sooyun dengan wajah aegyonya

 

“maafkan aku halmoni” sejenak Sehun memikirkan sesuatu. Sehun mencoba mengingat jadwalnya hari ini “emm bagaimana jika sarapan pagi ini kita ganti dengan makan malam saja halmoni? Halmoni bisa mengenalkan aku pada cucu halmoni saat makan malam nanti” tawar Sehun pada halmoni.

 

Setelah nenek Sooyun mengiyakan tawaran Sehun. Sehun membungkuk dan melangkah meninggalkan nenek Sooyun.

 

Tak lama setelah kepergian Sehun. Sooyun baru saja tiba di meja makan neneknya dengan wajah masih mengantuk. Nenek Sooyun memandang cucunya itu dengan tatapan tak dapat di artikan – membuat Sooyun menaikkan alisnya bingung. “ada apa halmoni. Kenapa halmoni memandangku seperti itu??” tanya Sooyun.

 

“aku sangat kesal padamu. Kenapa kau selalu melewatkan sesuatu yang penting. Tck..tck.tck” jawab nenek malas. Sooyun menggaruk kepalanya yang tak gatal. Sooyun tak mengerti maksud dari ucapan neneknya itu.

 

“bersiap-siaplah. Setelah sarapan kita mengunjungi kakak ipar dan keponakanmu. Setelah itu kau harus membeli pakaian untuk makan malam. Ajaklah kakak iparmu Hana untuk menemanimu belanja. Biar aku saja yang mengajak seojung dan seoun bermain di taman”

 

“makan malam? Dengan siapa” tanya Sooyun lagi.

 

“nenek ingin mengajak kalian untuk makan malam bersama malam ini. sekalian ada yang ingin nenek kenalkan pada kalian” jelas nenek pasa Sooyun.

 

“siapa yang ingin nenek kenalkan pada kami?”

 

TBC.

 

Ulalaaaa….ternyata nenek yang Sehun tolong saat di bandara adalah nenek Sooyun. Kira-kira apa yang akan terjadi saat makan malam nanti yah??? Hayo..apa coba….//tebak-tebak berhadiah// hehehe.

 

Oia makasih yang udah komen di chapter sebelumnya ^^ . dan kali ini author kembali lagi dengan chapter 3 dari kisah Sehun si pemuda yang takut kehilangan saham dan Sooyun si gadis yang harus nikah di umur ke 23 tahun //poor soohun (sooyun+sehun=soohun)//. Pengen tau kisah selanjutnya ?? komen chuseyoooo //cengir kuda//

 

Ps: Chapter selanjutnya mungkin bakal ngaret soalnya author lagi banyak tugas kuliah. Maafkan author yah. Author janji kalau bisa author bakal nyelesain secepat author bisa ^^

72 tanggapan untuk “Love Contract (Chapter 3) By.PutriNami”

  1. sehun dan soo yun memang ditakdirkan bersama,mau kemanapun dan dimanapun selalu saja bertemu,kalau jodohmah gak bakal kema,gak bakalan ketuker juga….

  2. yaampun ini emaknya sehunn heboh banget ngancemnya pake saham segala..
    Nenek sooyun pasti kepincut tuhh sama sehun dan bakal jodohin dia sama cucunyaa..

  3. Hihidewww kebetulan sangat
    Ap yg akan trjadi?? Saksikan chapter selanjut ny d channel kesayangan anda
    Hahaha udah kya d tipi2
    Palingan sehun brulah lg d makan malem nnt

    Next chap thor

  4. pling suka ff yg genre kyk gini…
    always excited pkoknya… plus plusnya si main cast Oh Sehun yg sukses bkin aq ngebayangin yg nggk2 *mksudnya ngebayangin klo si cewek itu aq 😀 😀

    sorry baru coment skrng, kudet bgt soalnya

  5. Omg ternyata yg ditolong sehun neneknya sooyun, aduuh emang bener2 jodoh itu, neneknya sooyun pasti mau jodohin mereka. Udh lah sooyun terima aja ajakannya sehun jd pacar, serasi banget pasti, good job thor

  6. SooHun emang jodoh yeth :v
    Btw kenapa kek sinetron gitu yeth yg satu pergi eh yg satunya datang :v (gak ketemu” gitu)
    Btw buat authornya fighting^&

  7. ya ampun knp gk dipertemukan aja sih mreka????
    aq kira pas sarapan td sehun bisa ketemu sooyun dan mereka berdua kaget gitu, eh trnyata masih dtunda dulu smpe makan malam ya???
    sabar deh…..aq akan nunggu moment mereka brdua di chapter selanjutnya 🙂
    semangat nulis ya kak ^^

  8. Makan malam nanti sehun sooyun ketemu gak yaaa ?? Abis nya dari tadi gak ketemu mulu .. Kan jd greget gimanaaaa gth kekekee

    author kalo gak salah baca di chapter sebelum” nya, kyak nya umur 23 harus nikah. Bukan umur 21.
    Apa udah diganti ??

    Next authorrr

    1. tenang aja….bakal ketemu kok hehehe. bdw ia nih..authornya lupa. author jadi gak pokus karena banyak tugasssssssss… makasih yah udah di ingatin. nanti aku edit jadi 23

  9. ini mah apes d sohyun ketemu sehun d jeju,, apalagi neneknya suka ma sehun buat calon sohyun,,whahaaaa,, harus sabar nunggu lanjutanya ya …

  10. Penasaran sama chap selanjut.y
    Gimana.y ekpresi sehun sama sooyun saat makan malam nanti

    Semangat kerja tugas.y thor,,semoga cepat kelar
    Fighting!! 🙌☺

  11. Aaaaa ini comment pertama akuu.. maaf authornim ga komen di tiap chap soalnya tadi ngebut bacanya dari chap 1 heheheheheh… ff nya seru bgtt ㅠㅠㅠㅠㅠㅠ suka bgt sma genre genre kyk gini 😄😄 ditunggu next chap nyaaa penasaran bgt reaksi mereka berdua pas dipertemukan nanti 😄😄😄

  12. Woah eonnie bner d chap ini aku snyum” lg..wkwkwk
    Ternyata itu neneknya sooyun..ckckck
    Dunia memang smpit yaah..kkk

    Yg trjadi saat mkan mlam, Kira” apa ya? mungkin sma” kaget dan gx nyangka klo mreka ktemu di jeju, mungkin mreka jodoh kali yaa 🙂
    oopss jgan” nanti sehun mengambil ksempatan dlm ksempitan lg, nanti sehun ngakunya kekasih sooyun..wkwkwk #cma nebak” aja ^^v hehehe

    Ok aku tunggu chap slanjutnya kakk.. 🙂
    Smoga tugas kuliahnya cpet kelar.. 🙂
    Hwaiting!!

  13. chapter 3… yeheeeet… haha
    aigo aigo… sehun manis sekali membantu halmoni… ulala.. semakin seru sajooooo..
    can’t wait for chapter 4..
    keep writer author-nim
    fighting…..!!!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s