[EXOFFI FREELANCE] Alone in My Bed (Oneshot)

irene_1453174141_ceci3

Tittle

Alone In My Bed

Genre

Romence, Idol – life, Angst.

Cast

Oh Sehun ( of EXO-K )

Seren Son ( of OC )

Other.

Lenght

Oneshoot

Author

JiYeol Park

Disclaimer

This story pure mine.

.

.

.

…I’m wanted something who want to lost…

 

 

^^

 

 

Menyukai seseorang itu tidak ada salahnya. Tapi kau harus tahu siapa orang yang kau sukai, dia memang selalu berada disisimu namun sejak lama kau sudah tahu kalau selama ini hatinya pergi entah kemana setiap bersamamu. Terlalu sederhana. Tapi dia memang menyadarinya, Seren membutuhkan sehun lebih dari apapun dan pria itu juga membutuhkannya. Sangat membutuhkannya, seren bagaikan harta berharga bagi sehun, namun pria itu selalu memandangnya sebelah mata. Membingungkan namun terlampau jelas kalau seren mengerti hal itu selama ini. Seperti Simbiosis mutualisme, mereka saling menguntung satu sama lain namun mereka tidak mau mengakuinya secara langsung.

 

Seren merupakan penulis lirik yang berbakat, SMEntertaiment sudah mengincar seren selama ini namun seren selalu menolak tawaran itu dengan alasan dia tidak mau terlibat dengan dunia entertaiment. Dia memiliki masalalu yang menyakitkan dengan dunia gemerlap itu, dulu dia masih terlalu muda untuk mengerti sehingga ia terjerumus begitu saja kedalam dunia menyakitkan itu. dia tidak mau mengingatnya lagi. Namun ia bertemu dengan sehun, pria yang membuatnya berhasil menemukan alasan untuk kembali kedunia itu. dunia yang dulu begitu dicintainya. Pria itu adalah alasan seren bisa membalas semua sakit hatinya selama ini, selain itu mungkin tidak ada lagi perasaan lain untuk sehun dari seren selain rasa suka terhadap seorang teman. Namun seren tidak pernah bisa mengakuinya pada sehun, hal itu terlalu sulit bagi seren.

 

 

Ia hanya belum tahu perasaan apa yang sedang ia rasakan sekarang, perasaan yang dulu bahkan belum bisa dikenalinya dengan baik.

 

 

Sedangkan sehun, dia memang menyukai seren sejak dulu. Sejak ia tanpa sengaja bertemu dengan gadis itu digedung SM, dulu sehun mengira seren adalah salah satu trainee tapi setelah pertemuan tak sengaja mereka seren tidak pernah lagi menampakkan dirinya digedung SM. Membuat sehun mengira seren hanya seorang tamu dan tidak akan pernah lagi datang kesana, hingga dia bertemu lagi dengan seren beberapa bulan kemudian. Seren masih sama, terlihat hangat dan pendiam juga tak tersentuh. Sehun masih terlalu muda untuk mengerti perasaan apa yang ia rasakan dulu terhadap seren, sehingga ia mengabaikan perasaannya itu.

 

 

“Kau harus bisa mendapatkan hati Seren Son, demi agensi ini dan demi karir kalian. Gadis itu sangat berharga bagi agensi ini, kau tidak boleh menyakitinya.”

 

 

“Tapi kenapa harus aku? Kenapa bukan chanyeol hyung saja?”

 

 

“Chanyeol tidak memiliki apa yang kau miliki, sehun. Seren hanya bisa tertarik padamu.”

 

 

~

 

 

Seren terlalu sibuk untuk sekedar menghiraukan kedatangan sehun. Ia orang yang terlalu total dalam mengerjakan pekerjaannya, sekecil apapun pekerjaannya itu. seharusnya ia mengerjakan pekerjaan itu bersama komposer lainnya distudio, namun kondisi tubuhnya yang tidak bersahabat tidak memungkinkan seren untuk berkerja terlalu lelah. Daya tahan tubuhnya memang payah. Ini awal musim dingin dan seren terserang penyakit flu yang parah, bahkan untuk sekedar bangkit dari kasurnya saja seren terlalu malas. Selain flu seren juga terserang penyakit malas.

 

 

Jadi disinilah dia sekarang, duduk berselonjor diatas kasur sembari menyandarkan punggungnya dikepala kasur tak lupa dengan laptop yang bertengger diatas pahanya. Dia terlihat begitu serius sampai tidak menyadari bahwa sehun sudah ada disampingnya, memandangnya dengan pandangan yang entah sebal atau geli atau mungkin keduanya.

 

 

“Kau terlalu memaksakan diri.” Ucap sehun.

 

 

“Bisaka-“ Seren menoleh kesampingnya dan mendapati hanya ada udara kosong disana, sehun yang barusan bicara hanya buatan imajinasi seren yang terlalu merindukan pria itu. Yeahh, meski sulit untuk mengakuinya tapi seren benar benar merindukan pria itu. yang saat ini entah sedang merindukannya juga atau tidak sama sekali, seren tidak peduli.

 

 

Muak dengan segala perasaan aneh dan asing yang menyeruak dihatinya, seren berdiri dari kasurnya setelah mematikan laptopnya. Ia berjalan kearah lemari besar berwarna putih disudut kamarnya, mengambil beberapa pakaian hangat yang bisa ia pakai diluar sana. Lagipula memaksakan dirinya sendiri untuk menulis saat ini bukanlah ide yang bagus, seren sudah hampir seharian tidak menginjakkan kakinya ketanah.

 

 

Mobil sport hitamnya berjalan mengitari kota seoul tanpa tujuan yang jelas hingga hari sudah hampir berganti malam, pikirannya begitu kalut dengan pertanyaan pertanyaan yang bahkan ia sendiri tidak bisa menjabarkannya. Dia bingung dengan dirinya sendiri saat ini, dan hal itu membuat seren tidak bisa berkonsentrasi dengan pekerjaannya. Dia harus menghentikannya sekarang juga, seren harus menghentikan hal mengganjal dalam hatinya. Walau seren sendiri tak tahu apa masalah yang tengah dihadapi hatinya, kadang pikiran dan perasaannya bekerja tak sesuai keinginannya. Hatinya menginginkan sehun namun pikirannya menolak hal itu, karna ia tahu semua yang sehun lakukan hanyalah sandiwara belaka. Untuk apa ia peduli sehun bersandiwara atau tidak? Biar bagaimanapun seren juga bersandiwara selama ini. Dia bersikap seolah olah sangat mencintai pria itu, menginginkan pria itu, padahal kenyataannya ia hanya bersandiwara demi keuntungannya sendiri. Itu membuat seren tersiksa, seren tidak bisa lagi terlalu lama berada dalam situasi ini atau ia akan menyesal. Entah menyesal karna apa.

 

 

Tanpa pikir panjang lagi ia langsung memutar arah mobilnya, awalnya ia ingin kembali pulang namun ia berubah pikiran dan malah melaju menuju dorm EXO. Berharap semua masalah dihatinya akan selesai hari ini juga. Ia tidak tahu kemungkinan sehun ada didorm atau tidak, kalau pria itu tidak ada disana ia bisa kembali lain waktu. Yang penting niatnya pergi ketempat tu sudah terpuaskan. Seren melirik sekitar parkiran dengan hati hati, kemungkinan adanya sasaeng fans sangat besar. EXO sudah terlalu besar sekarang, dan orang orang sudah sangat mencurigai hubungannya dengan sehun.

 

 

Kenapa untuk memencet bel pintu saja rasanya seperti berhadapan dengan sadako ngamuk? Seren gemetaran saat ini, dia tidak tahu itu karna apa yang pasti ia sangat gugup sekarang. Dia sudah sering ketempat itu tapi baru kali ini ia merasakan sensasi kegelisahan yang sangat menyiksa. Dia sudah memencet bel itu. seren pikir rasa gugup dan gelisahnya akan berakhir setelah ia memencet bel itu, malah perasaan menyiksa itu semakin mengganggu. Ternyata bukan hal itu yang membuat seren gelisah setengah mati, namun seren tidak menyadari bahwa dirinya sendiri sedang gelisah terhadap apa yang akan terjadi selanjutnya setelah ia memencet bel itu.

 

 

Pintu itu terbuka perlahan setelah menunggu hampir dua menit. Menampakkan baekhyun yang tengah menyapukan handuk putih dirambutnya yang basah, pria itu habis mandi dan beruntungnya dia sudah memakai pakaian lengkap saat membukakan pintu untuk seren. Pria itu sedikit terkejut dengan kehadiran seren disore hari begini, biasanya seren akan datang saat siang atau saat malam hari. Hanya hal sepele dan baekhyun sedikit berlebihan menanggapinya, seren punya hak untuk datang kapan saja ia mau.

 

 

“Mencari sehun? Dia ada ada diruang tengah, sedang menonton film dengan yang lain.” Ucap baekhyun panjang lebar. Seharusnya dia langsung membawa seren masuk dan bukannya mengajak gadis itu mengobrol didepan pintu seperti sekarang, bisa saja ada sasaeng fans yang sedang menyamar didekat mereka. Kalau sudah begitu mungkin baekhyun akan digosipkan sebagai orang ketiga dalam hubungan sehun dan seren, orang orang bisa berpikir macam macam saat melihat idolanya bersama perempuan lain.

 

 

“Aku ingin menemuinya, maaf sudah menggangu waktu senggang kalian.” Ucap seren kikuk. Dia berani bersumpah ini pertama kalinya dia bicara sekikuk itu pada baekhyun yang notabene adalah orang yang easy going, termasuk pada seren.

 

 

“Kau bicara seakan akan kau sedang ingin memutuskan diriku.” Ucap baekhyun bercanda, tapi baekhyun tidak bisa menyangkal kalau saat ini ia tengah melayangkan pandangan aneh pada seren yang berjalan disampingnya. Baekhyun bahkan merasa tidak enak saat ini, terkadang firasat buruk baekhyun tidak pernah meleset.

 

 

Sehun ada disana, duduk diantara chanyeol dan joonmyeon. Dengan mata yang tak lepas dari televisi didepan mereka, sebuah film action sedang dimainkan didepan sana. Chen yang duduk dipaling pojok sofa yang pertama kali menyadari kedatangan seren, ia sedikit berdehem sambil terus melihat kearah seren. Membuat yang lain mengikuti arah pandangnya, termasuk sehun yang saat itu tengah tertawa bersama chanyeol, langsung menghentikan tawa mereka. Ruangan itu menjadi sunyi mencekam secara tiba tiba, semua melihat kearah seren yang masih berdiri mematung, seakan seren adalah sadako yang baru keluar dari televisi didepan mereka. Padahal mereka tidak sedang menonton film horor the rings yang ada sadakonya.

 

 

“Sehun, aku ingin bicara denganmu.” Ucap seren yang tidak tahan dengan keheningan disekitarnya, lama lama dia bisa menjadi sadako sungguhan kalau terus dibegitukan.

 

 

“Disini?” tanya sahun masih dari tempatnya, seren mengangguk pelan. Tiba tiba rasa gelisah kembali menghampiri seren.

 

 

“Kurasa kalian perlu waktu sendiri.” Menyadari gelagat tidak biasa dari sehun dan seren, dengan enggan joonmyeon membujuk yang lain untuk meninggalkan ruangan itu. dia ingin mendengar pembicaraan dua sejoli muda itu biar bagaimanapun, dan sepertinya yang lain juga begitu walau tidak mengakuinya.

 

 

Seren tanpa disuruh duduk tepat disamping kiri sehun, walaupun kini ia membuat sedikit jarak dengan sehun. Biasanya sehun akan langsung menarik seren mendekat kearah tubuhnya seperti pasangan kekasih lain yang sedang dimabuk cinta, tapi saat ini situasinya lain. Mereka, walaupun tidak sedang bertengkar saat ini tapi mereka terasa seperti sedang melakukan perang dingin, bahkan mereka sudah menyadarinya sejak awal. Mungkin semua situasi dingin diantara mereka ini dimulai sejak seminggu yang lalu, saat seren tanpa sengaja mendengar percakapan sehun dengan menejer EXO. Seren sudah menandatangani kontrak dengan SM jadi sekarang sehun bisa memutuskan seren kapan saja, hubungan mereka memang membahayakan karir mereka berdua. Sialnya saat itu seren tidak bisa mendengar jawaban sehun dengan jelas karna pria itu berucap sangat pelan.

 

 

“Aku akan melakukannya…” seren hanya bisa mendengar kalimat itu keluar dari mulut sehun walau masih samar.

 

 

Seren tidak butuh kelanjutan kalimat itu untuk mengerti apa ucapan sehun selanjutnya, lagipula seren sudah tidak peduli lagi dengan hubungan mereka. Untuk apa ia peduli kalau ia saja tidak mencintai sehun sama halnya seperti pria itu, mereka hanya melakukan bisnis tanpa mereka sadari. Demi uang, demi popularitas, demi kehidupan mereka berdua. Tanpa seren mungkin beberapa lagu EXO akan terasa sedikit…kurang? bukannya sombong tapi seren memang ikut turun tangan dalam pengolahan beberapa lagu dialbum EXO. Pencipta lagu lagu EXO memang laki laki namun seren juga ikut menulis beberapa lirik dibeberapa lagu boyband itu.

 

 

“Kau ingin bicara apa?” tanya sehun to the point, dia melirik wajah datar seren disampingnya lekat lekat. Masih sama seperti terakhir kali ia melihatnya, begitu cantik dan polos, jauh dari tipe ideal sehun namun sangat menarik bagi sehun hanya saja hidung seren yang sedikit memerah mengusik sehun. Gadis itu sedang sakit atau habis menangis? Menangis tidak mungkin karna seren orang yang sulit dibuat menangis, kalaupun benar gadis itu habis menangis, tapi menangis karna apa? Sehun akan menghabisi siapapun orang yang berani membuat seren menangis. Sehun selalu merasa harus melindungi seren walaupun sehun tidak mencintai seren, apa salahnya melindungi seorang gadis? Tidak ada yang salah.

 

 

“Bagaimana karirmu? kuharap kau tidak terlalu lelah dengan jadwalmu, kau harus menjaga kesehatanmu.” Ucap seren mencoba berbasa basi, tapi tidak berhasil memuaskan sehun dan malah membuat pria itu semakin penasaran.

 

 

“Seren, kau tidak mungkin kesini hanya untuk membicarakan itu bukan? Kalau kau memiliki masalah kau bisa menceritakannya padaku.” Tuntut sehun sedikit memaksa walaupun tidak kentara. Sehun tahu betul bahwa gadis itu harus dipancing agar mau bicara jujur, tapi apakah sehun tahu bahwa sebenarnya saat ini seren juga ingin jujur? Ia hanya sedang menyiapkan dirinya. Membayangkan bagaimana reaksi pria itu selanjutnya membuat seren takut dan berniat berbalik  kembali kerumahnya sekarang juga, demi tuhan kenapa rasa gelisah dan gugup itu semakin parah!

 

 

“Aku ingin hubungan kita berakhir, sehun.” Ucap seren kemudian, membuat sehun serasa ditenggelamkan kelaut tak berujung. Begitu menyesakkan, begitu menyakitkan, dia tidak mencintai gadis itu tapi kenapa hatinya sakit saat mendengar kata kata laknat itu meluncur langsung dari bibir seren? Ini tidak seperti keinginan sehun.

 

 

~

 

 

Sebelum benar benar meninggalkan ruang tengah, baekhyun berhenti didekat dinding pemisah antara ruang tengah dan dapur. Mencoba menguping sesekali tidak ada salahnya, pikir baekhyun. Sejak seren datang perasaan baekhyun sudah tidak enak, biar bagaimanapun dulu baekhyun sedikit berperan dalam kelangsungan hubungan sehun dan seren. Dia sering mendengarkan curahan hati sehun tentang seren setiap malamnya sebelum mereka tidur, sehun bahkan melupakan fakta bahwa baekhyun bisa saja membocorkan rahasia kecil dan memalukannya pada member lain. Niat awal baekhyun untuk membocorkan rahasia sehun terhenti karna baekhyun saat itu menyadari bahwa sehun mereka telah menemukan kebahagiannya sendiri tanpa sehun sadari. Tanpa perlu dijelaskan lagi baekhyun sudah tahu bahwa sehun telah jatuh cinta, maknae mereka sudah dewasa.

 

 

“Baek, apa yang kau lakukan disana?! Kembali kekamarmu.” Hardik xiumin yang saat itu melihat gelagat mencurigakan baekhyun. Pria byun itu tidak mengindahkan ucapan Xiumin, bahkan sengaja berpura pura menulikan telinganya.

 

 

“Ssstt. Hyung, kau tidak penasaran dengan apa yang sedang mereka bicarakan? Kau tahu, perasaanku tidak enak.” Bisik baekhyun. Xiumin menelengkan kepalanya, selalu bingung dengan tingkah baekhyun. tapi dia juga tidak mau menyangkal perasaan tidak enak dihatinya sama seperti yang dirasakan baekhyun sekarang, Xiumin mengkhawatirkan maknae mereka.

 

 

Entah sudah didorong oleh apa xiumin malah ikut terjerumus dalam tindakan tidak sopan bersama baekhyun, mereka menguping sepasang kekasih yang tengah bicara. Mereka merapatkan telinga mereka kedinding.

 

 

“Aku ingin hubungan kita berakhir, sehun.” Entah telinga mereka yang gangguan atau seren memang berkata seperti yang barusan mereka dengan. Mereka kemudian saling berpandangan beberapa saat sebelum akhirnya membuka suara.

 

 

“Kenapa seren bisa sejahat itu pada sehun?” ringis xiumin pelan sambil melirik sehun diruang tengah sebentar, sehun pasti sangat terkejut akan ucapan seren sekarang buktinya pria itu hanya diam sambil terus menatap seren lekat lekat.

 

 

“Kalau begitu baiklah, hubungan kita berakhir.” Dan kedua pria itu semakin terkejut saat mendengar respon dari sehun, apa apaan mereka? Tapi saat melihat ekpresi wajah sehun dan seren, baekhyun dan xiumin menyadari sesuatu. Sesuatu yang salah tengah terjadi.

 

 

“Mereka pasti memiliki alasan, mereka saling mencintai dan aku tahu itu, kalau tidak ada cinta tidak mungkin mereka mampu bertahan selama tiga tahun. Walaupun awal kisah  mereka tidak ada cinta sama sekali.” Gumam baekhyun.

 

 

~

 

 

Sehun tidak akan pernah bisa mencegah seren keluar dari dorm mereka. Tidak dengan chanyeol yang malah menahan kepergian seren, sehun hanya mengacuhkan hal itu. sejak awal ia memang tahu bahwa chanyeol menyukai seren, jauh sebelum sehun bertemu seren untuk pertama kali. Namun ternyata chanyeol juga belum mampu menahan kepergian seren sekeras apapun pria jangkung itu mencoba, chanyeol memang tidak memiliki hak untuk melarang seren. Sama seperti sehun sekarang.

 

 

“Kenapa kau membiarkannya pergi?!” sehun bisa menangkap nada geram dalam ucapan chanyeol, ia mengangkat bahunya acuh kemudian berbalik masuk kekamarnya yang ia bagi bersama baekhyun. membuat chanyeol terperangah melihat sikap acuh tak acuh sehun barusan.ketika mendengar cerita baekhun dan xiumin beberapa saat lalu, chanyeol segera pergi keruang tengah untuk menghentikan seren. Tapi usaha chanyeol itu tidak memberikan hasil.

 

 

~

 

 

Siang itu seren memilih untuk menyendiri disebuah kafe yang berada tidak jauh dari rumahnya. Dia sudah meminum dua gelas coklat hangat, satu gelas milkshake coklat, sepotong kue coklat, dan sekarang ia kehabisan coklat batang untuk ia makan. Dia salah satu orang yang percaya bahwa memakan coklat bisa menghilangkan stres tapi nyatanya sekarang ia masih merasakan stres yang luar biasa, dia sangat frustasi. Dia tidak bisa berkonsentrasi selama dua hari ini, perkejaannya terbengkalai, dan dirinya juga ikut terbengkalai. Bahkan saat ini ia hanya memakai piyama tidur kesayangannya untuk pergi ketempat itu, seren lupa apa yang membuatnya bisa sefrustasi ini. Seren memang pelupa akut, dan kali ini sepertinya bertambah parah. Seseorang menyodorkan sebatang coklat cathburry padanya, seketika itu juga seren teringat pada sehun yang sering memberinya coklat dan bertanya hal konyol sebelum memberikan coklat itu padanya.

 

 

“Kau pilih, coklat cathburry atau coklat buatan willy wonka?” tanpa sadar sebuah senyum tipis mengembang dibibir pucat seren saat mengingatnya.

 

 

“Coklat buatan willy wonka tidak ada didunia ini itu hanya film, sehun.” Seren masih ingat betul senyum manis sehun waktu itu.

 

 

“Aku akan membuatnya ada hanya untukmu, apapun untukmu.” Dan seren bersumpah itu akan menjadi kenangan terindah baginya yang pernah ia rajut bersama sehun. Walaupun mereka tidak saling mencintai, tapi mereka membuat perasaan  itu semakin nyata setiap detiknya tanpa mereka sadari.

 

 

“Kau hanya sendirian disini?” seren kembali kedunia nyata, menyadari bahwa sosok dihadapannya bukan lagi sehun melainkan chanyeol yang tengah menatapnya khawatir. Dan hei, ada apa dengan tatapan khawatir itu? seren bukan anak kecil yang sedang sakit demam.

 

 

~

 

 

Seren terbangun dari tidurnya saat mendengar bunyi dering telpon yang sangat mengganggu. Memangnya jam berapa sekarang? Kurang ajar sekali orang itu menelponnya tengah malam begini. Dengan malas dan terpaksa, seren mengangkat panggilan itu tanpa melihat nama lawan bicaranya. Demi dewa neptunus dia sangat mengantuk sekarang dan seren bersumpah akan segera menutup panggilan itu jika tidak penting, dia sungguh mengantuk bahkan untuk sekedar membuka matanya sedikit saja.

 

 

“Kapan kau pulang ke New York, sayang? Kau bilang ingin segera mendaftarkan studymu selanjutnya, kami sangat merindukanmu.” Itu ayah seren yang bicara.

 

 

“Sebentar lagi kontrakku berakhir daddy, tenang saja.” Ucap seren sembari menguap lebar.

 

 

“Syukurlah, daddy pikir kabar kencanmu itu benar.” Ucap ayah seren dengan helaan nafas lega.

 

 

“Kapan aku berkencan? Ahh sudahlah aku mengantuk, bye daddy, aku mencintaimu sampaikan salamku pada mom dan demien.” Ucap seren.

 

 

Ia kembali berbaring, namun tak kunjung tertidur kembali seperti harapannya. Ia melirik samping kirinya, melihat kenangannya bersama sehun disana seperti kaset rusak yang terus berputar dikepalanya. Ia merutuki dirinya sendiri karna dulu selalu membuat kenangan manis bersama sehun, sekarang ia merasakan kenangan manis itu berubah menjadi sangat pahit. Begitu mengusik hatinya.

 

 

~

 

 

Dia hampir gila sekarang, terlampau gila untuk mempercayai bahwa ia akan kembali ke New York sebentar lagi. Tapi dia memang akan kembali ke negara itu sebentar lagi, hanya tinggal menunggu pesawat yang akan membawanya pergi mendarat. Dia sudah berpamitan pada semua orang yang dikenalnya dikorea bahkah sehun. Kenapa disaat saat terakhir begini dia malah berharap sehun akan mencegah kepergiannya seperti difilm film? Dia pasti sudah benar benar gila sekarang.

 

 

“Sepertinya sudah tidak ada lagi harapan, iya kan? Pesawat sudah mendarat tapi tidak ada yang mencegahku.” Guman seren pada dirinya sendiri sambil tersenyum getir.

 

 

-END-

Ini tuh awalnya mau dibikin jadi chaptered tapi karna ceritanya ngebosenin akhirnya dibikin jadi oneshoot aja. Anggaplah sebagai pengobat writter block yang menyerang dengan tidak tahu malunya. Anggep aja EXO dimasa depan punya pencipta lagu perempuan/maksa/ biar cerita ini terasa semakin nyata. See you next time di Fanfic JiYeol yang lain aja deh, jangan lupa komentarnya:*:*:*

 

 

 

 

 

 

11 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Alone in My Bed (Oneshot)”

  1. gini nih yg bikin nyesek, mereka saling mncintai tp malah saling mnyakiti 😦
    apa mereka tidak sadar rasa sesak dihatinya itu karna sbnernya mreka telah saling mncintai sejak lama?
    begitu sulitkah untuk mnyadari perasaan masing”?
    kalau udh putus gini mah, cuma pnyesalan yg didapat 😦
    lanjut kak..
    kalau perlu ada sequel dong, buat mreka mngakui perasaan masing” gitu 🙂

  2. Ntah aku maunya ini dibuat chap lo :v menurutku gk ngebosenin kok, dan aku greget bgt sama mereka berdua, saling cinta tapi masih naif akan perasaannya sendiri, dan masih gk srek kalo endnya ke gitu thor xD /gaaaa

  3. Hwaa nyesek bgtt.,
    Ksian seren.. huhuhu 😥
    Squel donk eonnie*pluk/seenak jidatt..kkk ^^v

    D tunggu ff yg lainya eon ^_^

  4. Iniiii nyelekittt bangettt, iniihhh nyesekkkk bangetttt, ahhh ellahhh kamvrettt pagi*uda baca ginian jadi meloow kan 😭😭😭😭, lagiii butuhh sequel iniii 🙏🙏

  5. sequel please :3
    *bhaksss salah satu contoh reader tak tau diri haha :v
    nggak usah minder sih, lumayan kok, yah resiko sih terutama untuk karakter yang kamu pilih dua2nya gini :3 jadi wajar kalo berasa yeaahh flat, tapiiiiiiiiiiiiiiiii jarang2 loh ada yang berani ngebuat ff jenis kayak gini *ini muji, nggak maksud buat nge cap kalo ff lain pasaran *bukan nyindir, nggak kok nggak, aku reader yang baik kok, mau kasi komen ke ff tertentu aja *plaakkkk :v maaf saya memang rada2 efek skripsi *malah curhat :’v

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s