[Chapter 2] Romantic Song

covTittle : Romantic Song [2]

Author : hyera88

Cast : Jung Eunji, Kim Taeyeon, Byun Baekhyun, Park Chanyeol

Lenght : Chaptered

Rating : T

Genre : Romance, friendship, school life.

***

Prev. Chapter: [ chapt. 1 ]

***

Alur yang ada disini adalah milikku. Sisahnya milik Tuhan. Sebagai penulis newbie, sangat dibutuhkan semua pemikiran kalian tentang ff ini agar bisa buat ff yang lebih berbobot. Tapi yang terakhir adalah terima kasih sudah mau membuang waktu kalian untuk membaca ini. Disarankan membaca dengan menikmati berondong manis /? XOXO :*

***

cov.jpg

Taeyeon menghentikan aktifitasnya ketika ponselnya menyala. Ia membuka ponselnya.

 

Fr; 지야~ (Eunji)

Eonnie, aku punya kabar. Baekhyun terjatuh dari tangga. Dan sekarang dia tak bisa jalan. Kami sedang dalam perjalan kerumahnya. Kau mau kesini?

 

“Bocah itu.. Ya, si Bacon itu terlalu banyak gaya.”

 

To; 지야~ (Eunji)

Ya, aku tahu itu pasti akan terjadi. Baiklah, aku akan kesana setelah aku selesai. Tunggu aku Eunji-ya

 

Jawab Taeyeon .

 

Fr; 지야~ (Eunji)

Kau sekarangg dimana eon?

 

To; 지야~ (Eunji)

Aku distudio. Aku akan berangkat.

 

Setelah itu Taeyeon memasukan ponselnya kedalam tas yang selalu ia pakai. Ia keluar dan mencari taksi.

 

***

 

“Eunji-ya!” panggil Taeyeon ketika ia turun dari taksi yang ia tumpangi.

 

“Eoh, eonnie..” jawab Eunji.

 

Taeyeon kini berada di dekat Eunji. Ia melihat pria asing yang berada di depannya dan Eunji.

 

“Eunji-ah, siapa yang datang?” tanya Baekbeom sambil keluar rumah.

 

“Ah, Oppa, annyeonghase-yo!” sapa Taeyeon kepada Baekbeom.

 

“Ah, annyeonghase-yo. Kapan kau sampai?” tanya Baekbeon.

 

“Baru saja.”

 

“Ah, Chan-ah! Ya! Sudah sangat lama sejak kita terakhir bertemu. Woah, mengapa kau tinggi sekali? Ah, sudahlah, ayo masuk dulu. Eunji-ah, Taeyeon-ah, ayo masuk, disini dingin.” ucap Baekbeom secara langsung.

 

Eunji dan Taeyeon saling melihat. Mereka berdua sama-sma tidak mengetahui siapa Chan yang di katakan Baekbeom tadi.

 

“Eunji-ah, itu tadi siapa?” tanya Taeyeon yang penasaran.

 

“Aku juga tidak tahu. Tapi dia mengenalku. Ah, tapi aku seperti melihatnya. Tapi dimana..” jawab Eunji yang sama bingungnya denga Taeyeon.

 

“Eunji-ah! Taeyeon-ah! Cepat masuk! Kalian sedang apa di luar!” teriak Baekbeom dari dalam.

 

“Ne!” jawab Eunji danTaeyeon hampir berbarengan.

 

Sudah hampir lima menit suasana rumah Baekhyun begitu sepi. Disana tinggalah Baekhyun, Chanyeol, Taeyeon, dan Eunji. Baekbeom sedang ke minimarket untuk membeli beberapa makanan. Ya, memang biasanya mereka bertiga tidak bisa diam sama sekali. Tapi karena Eunji dan Taeyeon merasa asing dengan kedatangan Chanyeol disini, membuat mereka lebih memilih diam. Baekhyun sebenarnya daritadi ingin mencairkan suasana, tapi ia ingin sedikit menggoda teman-temannya. Ia membiarkan teman-temannya diam dalam canggung.

 

“Ya, mengapa kalian diam saja?” tanya Baekhyun yang sudah tidak tahan lagi dalam kediaman seperti ini. “Noona, Eunji-ah, tumben sekali kalian diam. Apa kalian sedang menjaga image, eoh?”

 

“Ya..” tegur Eunji.

 

“Menjaga image apanya, pabo-ya.” balas Taeyeon dengan melemparkan bantal kecil ke arah Baekhyun.

 

Baekhyun tertawa kecil, “Dan kau Chanyeol-ah! Mengapa kau sibuk dengan komikku?” tanya Baekhyun.

 

Chanyeol melihat benda yang berada di tangannya. Lalu ia meletakkan benda yang ia pegang tadi.

 

“Ah, aku ke dapur dulu.” pamit Eunji lalu beranjak dari tempat duduknya.

 

“Kau mau apa?” tanya Baekhyun.

 

“Minum. Aku haus.” jawab Eunji lalu berjalan ke arah dapur.

 

Suasana kembali canggung ketika Eunji telah menghilang. Taeyeon masih terjebak dalam ke-kepo-annya terhadap Chanyeol. Ini pertama kalinya ia bertemu Chanyeol. Sedangkan Chanyeol sendiri bingung ingin memulai darimana. Walaupun sebenarnya ia termasuk orang yang tidak bisa diam, sama seperti lainnya. Baekhyun sibuk dengan dunianya. Ia malah asik membaca komiknya dan membiarkan suasana terasa canggung.

 

Akhirnya Eunji datang dengan membawa gelas yang berisi air segar. Eunji dan Taeyeon memang telah diaggap bagian dari keluarga Baekhyun, begitu juga Baekhyun yang sudah di anggap keluarga oleh keluarga Eunji. Taeyeon tinggal sendirian disebuah rumah atap yang kecil, dan Eunji sering menemaninya. Lima tahun bersama, namun Eunji dan Baekhyun tidak mengetahui secara jelas tentang keluarga Taeyeon. Ketika ditanya, ia hanya menjawab ‘Ah, sebenarnya aku sensitif jika mengingat orang tuaku.’, karena itulah Eunji dan Baekhyun tidak pernah lagi menanyai tentang keluarga Taeyeon.

 

“Aku membuat minuman untuk kalian.” ucap Eunji yang masih canggung.

 

“Terima kasih, Eunji-ah.” jawab Taeyeon dan meminum minuman yang di buat Eunji.

 

“Jadi..” ucap Eunji mencoba mencairkan suasana, “Kau temannya Baekhyun? Sudah berapa lama?” tanya Eunji kepada Chanyeol.

 

“Apa?” tanya Baekhyun yang nampaknya heran.

 

“Kau kenapa?” tanya Eunji.

 

“Wah, Jung Eunji, apa kau tidak ingat dia siapa?” tanya Baekhyun kepada Eunji. Eunji melihat Taeyeon yang melihatnya. Ia seperti meminta tolong kepada Taeyeon.

 

‘Kau.. tidak mengingatku?’

Siapa dia sebenarnya?, tanya Eunji dalam pikirannya.

 

“Apa kau benar-benar lupa?! Ya, bagaimana ingatanmu bisa seburuk ini Eunji-ah..” ucap Baekhyun

 

Chanyeol tertawa kecil melihat Baekhyun dan Eunji.

 

“Aku.. Banyak pikiran akhir ini.. Jadi mungkin..” bela Eunji tapi di potong oleh Baekhyun.

 

“Pikiranmu itu hanya Seungho. Aku benarkan?” goda Baekhyun.

 

“Apa? Eunji-ah, apa Seungho menyatakannya padamu?” tanya Taeyeon yang akhirnya bersuara.

 

“Ya!” ucap Eunji lalu melempar Baekhyun menggunakan bantal. “Mengapa omonganmu tidak bisa lepas dari Seungho? Apa kau menyukainya?” goda Eunji balik.

 

“Tapi, Eunji-ah.. Apa salahnya kau dengan Seungho?” tanya Taeyeon yang ikut-ikut menggoda.

 

“Ya unnie!” protes Eunji. Baekhyun dan Taeyeon tertawa puas ketika berhasil menggoda Eunji. Sedangkan Chanyeol hanya senyum tak mengerti dengan apa yang di bicarakan.

 

***

 

Hari sudah makin gelap. Taeyeon melihat jam yang berada di tangannya, “Ah, ini sudah semakin malam. Aku pulang dulu.” pamit Taeyeon.

 

“Kau ingin pulang? Baiklah. Pergi saja.” jawab Baekhyun yang terkesan ‘mengusir’.

 

“Dasar kau ini..” jawab Taeyeon, “Tapi, Eunji-ah, aku ada sesuatu yang ingin bicarakan padamu..” lanjut Taeyeon.

 

“Baiklah-baiklah. Aku akan menginap di rumahmu. Lagian besok libur.” jawab Eunji seolah mengerti maksud Taeyeon.

 

Taeyeon dan Eunji pun berpamitan dan pulang menggunakan bus.

 

***

 

“Wah.. apakah Eunji benar-benar melupakanmu? Benar-benar tak bisa di percaya.” Ucap Baekhyun ketika Taeyeon dan Eunji telah pulang dari rumah Baekhyun.

 

“Sebenarnya, aku sudah mengiranya.” Jawab Chanyeol yang sedang membaca salah satu komik milik Baekhyun.

 

“Benarkah? Wah, dia itu, benar-benar memiliki ingatan yang buruk.” Ucap Baekhyun yang masih belum merubah posisi duduknya, walaupun dia mau. “Mungkin karna badanmu sanagat tinggi sekarang. Kau juga melepas kacamatamu.”

 

“Mungkin saja.” Ucap Chanyeol yang masih terpaku oleh komik yang sedang ia baca.

 

“Mengapa kau tidak memberitahunya tadi?” tanya Baekhyun.

 

Chanyeol menurunkan komik yang ia baca tadi, “Aku rasa aku tak perlu memberitahunya.”

 

“Apa?” tanya Baekhyun. “Apa kau ingin aku memberitahunya?” tanya Baekhyun.

 

“Tidak. Tidak perlu. Biarkan saja seperti ini.” Jawab Chanyeol.

 

“Kau tahu? Ia pasti akan sangat marah jika kau tidak memberitahunya.” Ucap Baekhyun memperingatkan. Namun, Chanyeol hanya merespon dengan senyuman kecil. “Apa kau tak akan pulang? Ingin menginap?”

 

***

 

Taeyeon membuka pintu rumahnya. Sedangkan Eunji, ia langsung duduk di kursi yang ada di luar, lalu melihat Kota Seoul. Dari sini, dapat langsung melihat Kota Seoul secara jelas, karna ini adalah rumah atap.

 

“Kau tak meletakan tasmu dulu?” tanya Taeyeon ketika ia keluar dari rumah dan membawa dua minuman kaleng.

 

Eunji mengalihkan perhatiannya dan melihat Taeyeon yang keluar dengan menggunakan baju putih, “Nanti saja.” jawab Eunji.

 

“Aku hanya ada ini.” ucap Taeyeon dan meletakkannya di sebelah Eunji. “Mengapa kau sangat senang disini. Apa kau tidak bosan?” tanya Taeyeon.

 

Eunji tertawa kecil, “Entahlah..” jawab Eunji, “Ah, unnie, apa yang ingin kau bicarakan?”

 

“Tunggu sebentar..” ucap Taeyeon lalu masuk lagi ke dalam rumahnya. Eunji hanya melihat punggung Taeyeon yang lebih kecil darinya. Taeyeon keluar dengan membawa ponsel berserta headset dan sebuah buku. “Coba kau lihat.” pinta Taeyeon memberikan buku paranada.

 

Eunji melihat buku itu dengan seksama, “Aku hanya mengubah sedikit aransemen-nya. Bagaimana menurutmu?” tanya Taeyeon.

 

Eunji meletakkan headset yang telah disambungkan ke ponsel milik Taeyeon ke telinganya, “Aku lebih suka yang ini.” jawab Eunji.

 

“Benarkah? Apa tidak terlalu aneh?” ucap Taeyeon lagi.

 

“Ah, menurutku bagian ini, kita tinggikan sedikit nadanya, bagaimana?” ucap Eunji dan menunjukan bagian yang di maksudnya tadi.

 

“Baiklah, besok kita rundingkan lagi.” ucap Taeyeon lau mengambil buku paranada dan ponselnya dari Eunji. “Eunji-ah..”

 

Eunji menolehkan kepalanya menghadap ke arah Taeyeon yang barusan memanggilnya, “Eum?” tanyanya.

 

“Sebenarnya, ada satu hal yang menggangguku.” ucap Taeyeon. Eunji makin memfokuskan pandangannya ke arah Taeyeon, “Mungkin ini memang bukan urusanku.” lanjut Taeyeon.

 

“Katakanlah. Apa hal yang mengganggu pikiranmu itu?” tanya Eunji.

 

“Aish.. Bagaimana aku mengatakannya..” ucap Taeyeon.

 

“Katakan saja unnie.” jawab Eunji.

 

“Sebenarnya aku.. Sangat penasaran dengan temannya Baekhyun tadi..” ucapnya yang sedikit malu-malu.

 

“Ah.. Chanyeol?” tebak Eunji. “Ha.. Aku juga.” ucap Eunji.

 

“Apa kau benar-benar tidak mengenalnya, Eunji-ya?” tanya Taeyeon.

 

Eunji menghelakan napasnya, “Entahlah unnie, aku juga tidak tahu. Apa aku pernah mengenalnya? Mengapa Baekhyun tadi mengatakan ingatanku sangat buruk?” keluh Eunji kepada Taeyeon.

 

“Unnie..” panggil Eunji.

 

“Eum?” jawab Taeyeon.

 

“Mengapa kau menanyakannya? Apa kau menyukainya?” tanya Eunji.

 

Taeyeon melihat Eunji dengan tatapan kesal, “Tidak. Kaukan tahu, aku sangat kepo terhadap hal yang baru aku ketahui.” jawab Taeyeon santai.

 

“Tapi.. Kalo dilihat gayanya… Boleh juga unnie..” goda Eunji.

 

“Kau benar juga..” ucap Taeyeon lalu tersenyum ke arah Eunji, “Badannya juga tinggi sekali..” lanjut Taeyeon.

 

Taeyeon dan Eunji tertawa bersama, “Ahaha, apa-apaan ini unnie..” ucap Eunji disela tawanya.

 

“Ah, Eunji-ah, ini sudah terlalu malam, lebih baik kita tidur sekarang.” ucap Taeyeon.

 

“Kau benar unnie. Ayo kita tidur.”

 

***

 

Taeyeon mencoba membuka matanya, melawan kantuk. Ia melihat jam yang berada di sebelah kirinya dengan seksama. Ini sudah terlalu siang baginya untuk bangun. Taeyeon menutup matanya, memijat-mijatkan kepalanya. Sampai akhirnya ia menyadari sesuatu.

 

“Dimana Eunji?” tanyanya pada ruangan yang hanya ada dirinya ini. Taeyeon beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi. “Dia tidak disini..” ucap Taeyon lagi. “Apa dia sudah pulang? Tanpa pamit?” ucapnya lagi.

 

Taeyeon bisa mendengar dengan jelas bahwa pintu rumahnya dibuka oleh seseorang. Ia keluar kamar mandi dan mendapati Eunji menggunakan sweater berwarna biru langit dan celana training hitam. Tak lupa headset berwarna hitam menghiasi telinganya. “Eunji-ya? Darimana saja kau?” tanya Taeyeon.

 

“Hanya melakukan kegiatan rutin.” Jawab Eunji sambil melepas sneakers dan headset-nya.

 

“Kau tidak mengajakku?” protes Taeyeon.

 

“Alarmku sudah berbunyi dua kali, dan kau sama sekali tidak terbangun. Bagaimana mungkin aku tega membungkanmu? Kau juga terlihat nyenyak sekali.” jawab Eunji.

 

“Benarkah?” tanya Taeyeon lagi.

 

“Untuk apa aku berbohong?” ucapnya. “Ah, unnie, aku ingin ke kamar mandi dulu.” ucap Eunji lalu masuk ke tujuannya.

 

“Baiklah.”

 

Taeyeon memainkan ponselnya. Ia sesekali bersenandung kecil. Ia mengalihkan pandangannya ketika ia mendengar suara ketukan. Taeyeon melihat jam di ponselnya.

 

“Heol. Ini masih terlalu pagi. Apa mereka tidak tahu tata keramah bertamu?” omel Taeyeon. Ia berjalan ke arah pintu, “Tunggu sebentar!” ucapnya. Matanya membulat ketika melihat siapa tamunya.

 

“Selamat pagi, Noona!” ucap Baekhyun dengan senyumnya. Taeyeon terdiam. Bukan. Bukan karena Baekhyun. Tapi karena pria disebelahnya. Chanyeol. Mau apa pria itu kesini? “Apa kami tidak disuruh masuk?”

 

*

 

Sama dengan Taeyeon. Ketika Eunji keluar kamar mandi, ia bingung melihat Baekhyun dan Chanyeol sudah berada didalam rumah kecil milik Taeyeon. Sekarang, Eunji dan Taeyeon terdiam duduk dibelakang meja kecil dan memandangi mereka yang sedang memasak. Ya, memasak.

 

“Eunji-ah..” panggil Taeyeon sedikit berbisik, “Apakah mereka benar-benar bisa memasak?” tanyanya.

 

“Entahlah, kita lihat saja.” ucap Eunji yang sedang tatap-tatapan dengam Taeyeon.

 

Baekhyun dan Chanyeol akhirnya datang dengan membawa piring di kedua tangan mereka lalu meminta Taeyeon dan Eunji untuk mencicipinya. Satu suap. Eunji dan Taeyeon kembali tatap-tatapan seperti memberikan pendapat yang sama.

 

Ternyata mereka ‘sangat’ bisa memasak.

 

Akhirnya mereka berempat pun sarapan bersama.

 

***

 

Baekhyun, Chanyeol, Eunji, dan Taeyeon. Mereka berempat sudah berada di ruangan yg sama selama beberapa jam. Berhasil  membuat Chanyeol lebih dekat dengan Eunji dan Taeyeon. Sedikit demi sedikit sikap Chanyeol yang sesungguhnya pun terungkap. Tak bisa diam.

 

“Ah, tunggu sebentar..” ucap Baekhyun tiba-tiba, “Noona apakah kita tidak latihan hari ini?” lanjutnya.

 

“Benar juga. Mengapa aku bisa sampai lupa.. Jam berapa sekarang?” ucap Taeyeon lalu mengecek ponselnya. “Ah.. Aku lupa sekali..”

 

“Tak apa unnie, kita bisa latihan sekarang.” ucap Eunji.

 

“Benarkah?” tanya Taeyeon yang di jawab anggukan dari Eunji. “Baiklah, kita berangkat sekarang? Chanyeol-ah, apakah kau ingin ikut?” tanya Taeyeon.

 

“Aku?” tanya Chanyeol. “Apa aku tidak akan mengganggu?”

 

***

 

Lagi-lagi Taeyeon dan Eunji terdiam. Sekarang mereka telah berada di studio tempat mereka biasa latihan. Taeyeon dan Eunji kali ini terdiam melihat kedua pria yang tadi pagi memasak untuk mereka, sedang bermain alat musik. Chanyeol pegang gitar dan Baekhyun pegang piano. Bukan. Bukan itu yang membuat mereka terdiam. Chanyeol dan Baekhyun bukannya hanya bermain biasa. Mereka sedang membuat aransemen lagu yang sebelumnya sudah dirancang oleh Eunji, Taeyeon, dan Baekhyun.

 

“Apa mereka memang baik dalam segala hal?” ucap Taeyeon.

 

“Aku jarang sekali melihat muka serius Baekhyun seperti hari ini..” ucap Eunji.

 

“Kau benar. Aku juga jarang—atau mungkin tidak pernah?.” Ucap Taeyeon menyetujui perkataan Eunji.

 

Taeyeon membuka ponselnya yang baru saja bergetar. Setelah membuka notifikasi, Taeyeon membuang napasnya kasar. “Unnie, apa terjadi sesuatu yang buruk?” tanya Eunji ketika melihat Taeyeon yang sepertinya sedang kesal.

 

“Aku harus pergi. Kau ingat perkerjaan paruh waktu yang tadi pagi aku ceritakan padamu? Malam ini jadwalku beberja. Jadi, aku harus pergi..” ucap Taeyeon.

 

“Apa perlu aku temani? Ini sudah malam.” Tawar Eunji.

 

“Tak usah, kau langsung pulang saja.” Tolak Taeyeon. “Baekhyun-ah, Chanyeol-ah, aku pergi duluan.” Pamit Taeyeon membuat Baekhyun dan Chanyeol

 

“Kau mau kemana?” tanya Baekhyun.

 

“Kerja. Kau ingat perkerjaan yang tadi aku bicarakan?” jawabnya.

 

“Apa kau akan pergi dengan Eunji?” tanya Chanyeol.

 

“Tidak. Dia tidak menyuruhku.” Jawab Eunji yang menunjukan bahwa dia tidak setuju dengan Taeyeon.

 

“Tak apa, aku akan pergi sendiri.” Ucap Tayeon lalu tersenyum ke arah Eunji.

 

“Bahaya. Aku akan pergi bersamamu.” Tawar Baekhyun.

 

“Bahaya apanya? Aku bisa menjaga diri.” Tolak Taeyeon.

 

“Tidak. Biar bagaimana pun juga, kau adalah wanita. Cepatlah.” Jawab Baekhyun.

 

Taeyeon lagi-lagi membuang napasnya kesal. Setelah itu ia mengambil tasnya. “Eunji-ah, Chanyeol-ah, aku pergi dulu.” Ucap Taeyeon.

 

“Ne, hati-hatilah unnie. Ya, Byun Baekhyun, jika terjadi sesuatu pada Taeyeon unnie, kau langsung berusan denganku!” jawab Eunji.

 

“Apa-apaan…”

 

“Baiklah noona. Hati-hatilah dijalan.” Jawab Chanyeol.

 

Pintu studio telah tertutup. Tentu saja, Baekhyun dan Taeyeon sudah tak tampak lagi. Tinggallah Eunji dan Chanyeol di ruangan ini. Setelah beberapa saat merasa canggung, akhirnya Eunji membuka pembicaraan.

 

“Ternyata kau sangat mahir meminkan musik Chanyeol-ah..”

 

Chanyeol tertawa kecil, “Aku mempelajari musik sejak berada di sekolah dasar.” Jawabnya. “Eunji-ah..”

 

“Hm?”

 

“Aku lebih tua setahun darimu, kau harus memanggilku Oppa. Oppa.” Ucap Chanyeol mencoba bercanda.

 

Eunji melihat Chanyeol malas, “Tch. Oppa apanya. Aku saja tidak memanggil Baekhyun dengan panggilan Oppa.” Jawabnya.

 

“Apa kau begini kepada setiap pria?”

 

“Tidak. Hanya orang tertentu saja.” Jawabnya. “Ah, aku juga ingin bertanya sesuatu padamu.” Ucap Eunji membuat Chanyeol menatapnya lebih serius. “Sebenarnya, kau mengenalku darimana? Apa sebelumnya kita pernah kenal?”

 

Pertanyaan Eunji berhasil membuat Chanyeol tertawa kecil. Tentu saja ini membuat Eunji sedikit kesal. Ia sangat kepo dengan Chanyeol. “Ya, mengapa kau tertawa? Apa ada yang lucu?” tanya Eunji.

 

“Tidak, tidak.. aku hanya ingin tertawa saja..” ucap Chanyeol di sela tertawa kecil. “Ah, aku ingin ke toko dulu. Apa kau mau ikut?”

 

“Aish, mengapa kau tidak menjawab pertanyaanku?” tanya Eunji.

 

“Hm… karena besok kau akan tahu.” Jawabnya, “Kau ingin ikut atau tidak?” tanya Chanyeol lagi.

 

“Tidak. Aku disini saja.” Ucap Eunji.

 

“Baiklah. Aku akan segera kembali.”

 

5 menit

*

10 menit

*

15 menit

*

20 menit

*

30 menit pun berlalu. Eunji masih sendiri di studio. Dan tak ada tanda-tanda kedatangan Chanyeol. Eunji membuang napasnya kasar. Sedikit khawatir sebenarnya. Ini terlalu lama.

 

“Apa mungkin dia langsung kembali ke rumahnya?” ucap Eunji. Ia mengambil ponselnya dan mulai mencari nama Chanyeol di kontaknya. Sial. Ternyata ponsel Chanyeol ditinggal di studio. “Baiklah. Mungkin aku pulang saja.” Ucap Eunji. Ia mengambil beberapa kertas dan menulisnya. Setelah itu, ia meletakkan ponsel Chanyeol diatas kertas yang barus saja ia tulis tadi.

 

Aku sudah pulang kerumah. Kau pulanglah kerumah juga.

 

Setelah membereskan yang berantakan dan mengambil tasnya, Eunji pun keluar dari studio dan menutup pintunya. Ia menuju halte bus yang berada tak terlalu jauh dari studionya. Sebenarnya, ini sudah terlalu malam untuk menunggu bus, tapi Eunji tetap menuju halte, berharap masih ada bus terakhir.

 

Ya, ini sudah sepi. Seharusnya ia memanggil taksi saja, bukan? Eunji setia menunggu di halte. Sampai akhirnya ada seorang pria datang. Ia tampak seperti ahjussi yang bisanya semena-mena ketika mereka mabuk. Jujur ini membuat Eunji takut. Akhirnya ia memutuskan untuk menjauh dari sana.

 

“Ya.. anak muda..” ucap ahjussi itu setengah sadar karena alkohol. Eunji tidak mengubrisnya, ia tetap jalan dengan rasa takut. “Anak muda.. apakah kau mengabaikanku eoh?” ucapnya yang mengikuti Eunji dari belakang.

 

Sial.

 

Tangan Eunji berhasil tertangkap oleh ahjussi mabuk itu. Sialnya lagi, mereka berada di tempat yang sepi. “Mau kemana kau? Mengapa buru-buru?” ucap ahjussi itu.

 

“Ahjussi jebal..” ucap Eunji yang berusaha kabur. Tapi gagal.

 

“Eih.. mengapa buru-buru?” ucap ahjussi itu yang mulai kurang ajar, secara reflek Eunji menepis tangan ahjussi itu. Tentu saja, untuk seseorang yang sedang mabuk, hal sekecil itu bisa membuatnya sangat marah. Ahjussi itu memukul pipi Eunji dengan kasar. Eunji menahan air mata dan memegangi pipinya, “Kau kira kau siapa beraninya menolakku?!”

 

Baru saja mau menampar Eunji untuk yang kedua kalinya, ahjussi ini malah terjatuh ke tanah. Eunji menahan airmata dan samar-samar melihat siapa yang baru saja menolongnya. “Cha..chanyeol-ah..” ucapnya lirih dan ketakutan.

 

“HAISH!” ucap ahjussi itu yang makin marah. Setelah itu, ia berdiri dengan botol kaca ditangannya yang baru saja ia pecahkan. Entah dari mana botol itu berasal, yang pasti Eunji sekarang sedang ketakutan.

 

“CHANYEOL-AH!”

 

Apa yang ditakuti Eunji terjadi. Setelah berkelahi dengan ahjussi mabuk tadi, Perut Chanyeol berhasil tertancap botol itu. Chanyeol berusaha bertahan ia mencoba berdiri. Sedangkan Eunji, ia tak tahu harus apa. Ia sangat takut sekarang.

 

Eunji melihat samar-samar seseorang yang berlari ke arah mereka.

 

‘Siapa dia?’

 

***

 

Halove

Huh, akhirnya ke update juga -,- author terharu banget ternyata ada yg nungguin /mojok//nangis/ #lebay ehehe.. makasih ya untuk semua pembaca ff gaje ini ^_^ author jadi lebih semangat karena komenan kalian! Makasih ya.. respon kalian yang buat author jadi semangat mau ngelanjutin, padahal kmaren rencananya mau di stop/? Uhuuu, lv u gaes :* /cium satu2. Oiya.. tolong beri pendapat kalian tentang poster absurd ku itu ya /? ehehe tengkyu!!

19 tanggapan untuk “[Chapter 2] Romantic Song”

  1. Ah, keren kak. Maaf nih baru komen, aku baru tahu kalau udah ada chapter 2 nya. Chapter 3 kapan di post kak? Aku udah penasaran banget nih. Itu yang lari ke arah Eunji siapa? Terus gimana kondisi nya Chanyeol setelah tertancap botol? Penasaran banget, next secepatnya ya kak hehe 😀

  2. Next thor…
    Pnasaran sapa yg dliat eunji yaa??
    Sapa yg dateng??
    Trus gmana chanyeol stelah kena pcahan botol??
    Seru banget,knapa eunji gk inget chanyeol??
    Mang sapa chanyeol sbenernya sii??
    Knapa baekhyun gk crita ja sih,sapa chanyeol…
    Masi bnyak yg bikin pnasaran,masi hrus nunggu chap” lainya,jadi jgan smpk gk lanjut thor…
    Jangan bikin diriku pnasaran…
    Semangat buat chap 3nya,trus jgan lama posnya yaa…
    Mimin baik dehhh…

  3. Daebbak!!…
    Seru sumpah…
    Ehh,lanjutin dong min chap 3nya…
    Aq tunnguin beneran dehh,jangan lama” terbitnyaa min…
    Ini bukan krna coulpe’nya ajja yg keren,tp cerita sama karakternya keren…
    Aq jadi dpt feelnya,bacanya juga ada gambaran adegan dpkiranq…
    Lanjut loo yaa min,jgan smpek dberhentiin romantic song’nya…
    Semangat…..

  4. Akhirnyaaa,stelah beberapa bulan dpos juga chap 2nya….
    Aq bneran nungguin loo ini,keren banget critanya,alurnya,karakternya gk ngawur,seneng akhirnya bisa baca lnjutnya…
    Aq seneng bget klau castnya chanji or baekji…
    Buat chap 3nya ttep smangat yaa,jgan buat readersmu ini baper krna diPHP gk dpos lg,,
    Jangan lama” yaa min/thor pminatnya banyak loo,gk da typo dr FFmu ini,keren!!..jadi jgn smpek dberhentiin romantic song nyaa yaaa..
    Hyera88 fighting!!!!

  5. posternya bagus kak, ceritanya apa lagih, bikin penasaran
    seruuu bangettt
    nextt ya kakkkkk
    jangan lama lama /kemudian diserbu/ kabuuurrrr
    hehehehe^^
    fighting!

    1. makasih kyunggie ^_^ ehehehe.. iya ini udah di proses kok chapt 3 nya, tinggal nunggu respon dari readers yang lain aja ni wkwkwk

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s